The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
103. Mengaduk Keluarga Tang (4)



Mo Shenxi berteriak sakit akan wajahnya yang semakin melepuh seperti terbakar api. Ia menggeliat di lantai mengejutkan semua orang. Wajahnya yang cantik menjadi seperti monster mengerikan dan penuh luka.


Tidak pernah terpikir olehnya bahwa kejadian ini akan terjadi. Sebenarnya apa cairan itu? Mengapa wajahnya mengalami reaksi seperti ini!


Kerumunan yang awalnya hanya ada para tetua, kini menjadi lebih ramai akan pelayan dan lainnya. Bahkan Tang Yueha dan Xie Ran juga ikut melihat apa yang terjadi. Ketika mereka melihat, beberapa langsung muntah akan bentuk mengerikan itu.


Tang Yueha lebih tidak tahan lagi. Ia menyelinap keluar dari kerumunan agar tidak melihat hal mengerikan seperti itu. Berbeda dengan Xie Ran yang hanya diam menonton tanpa riak emosi. Justru gadis itu memperhatikan dengan detail mencoba mencari sesuatu.


Ketika melihat betapa gila Mo Shenxi, setelah diperhatikan lebih detail, Xie Ran diam-diam tersenyum. Penyakit ini lebih menjijikkan dari yang ia pikirkan.


Wajah itu adalah wajah asli Mo Shenxi sebelum menggunakan darah wanita muda untuk mempercantik wajah. Dengan kekuatannya, ia dapat mempertahankan wajah cantiknya selama ribuan tahun.


Xie Ran memberi Tang Jin obat saraf yang diberikan Mei Liena, kemudian dikombinasikan dengan sihir Xie Ran sehingga mendapat efek maksimal. Selain sihir pesona, Xie Ran juga memasukkan sedikit energi murni untuk menetralisir wajah Mo Shenxi. Efeknya melampaui harapan Xie Ran, justru membuat wajah Mo Shenxi semakin buruk dan menjijikkan.


"Wanita tua itu, bukankah sangat menggoda?" Xie Ran mencibir.


Pandangan Mo Shenxi terarah pada Tang Jin. Iris merahnya berkilat dengan tatapan tajam penuh niat membunuh. Ia menghilang, lalu muncul tepat di depan Tang Jin yang tertegun kemudian mencengkeram lehernya dengan keras sampai suara derak terdengar.


"Apa yang kau lakukan padaku?" Mo Shenxi menatapnya dengan sepasang mata monster mengerikan membuat siapa pun bergidik. Ia telah berusaha untuk menjadi lebih cantik selama bertahun-tahun, tapi semua usahanya dihancurkan oleh seorang bajingan yang sama sekali tidak ia tempatkan di matanya!


Tang Jin tidak tahu harus bereaksi bagaimana. Ia tidak memiliki jawaban, bahkan tidak tahu apa yang ia lakukan sebelumnya. Ia benar-benar melakukannya secara tidak sadar!


"Mo Shenxi ... kau ... tidak bisa ... membunuhku ...."


Mo Shenxi menaikkan sebelah alis. Wujudnya semakin mengerikan ketika ia tersenyum dengan senyuman iblis. "Tidak bisa membunuhmu? Kau terlalu percaya diri. Aku hanya perlu mengeluarkan sedikit kekuatan untuk membunuhmu."


Tang Jin tidak tahu harus bagaimana. Ia nyaris tidak percaya akan Mo Shenxi yang menjadi monster mengerikan seperti ini dan ingin membunuhnya. Otaknya langsung berputar mencoba memikirkan sesuatu, tapi semakin lama berpikir, kepalanya semakin sakit sampai tidak bisa berkata-kata. Ia sudah bergetar hebat, takut Mo Shenxi membunuhnya.


"Katakan apa yang kau berikan pada wajahku!" Mo Shenxi semakin mengamuk hingga Tang Jin benar-benar takut.


Tang Jin tidak tahu harus bagaimana. Pikirannya kacau, bahkan nyaris melupakan ramuan yang diberikan Tang Yueha begitu saja. Ia ingin mengatakan tentang ramuan itu, tapi lidahnya menentang sehingga hanya bisa mengeluarkan lolongan kesakitan akan tekanan Mo Shenxi.


Para tetua gemetar takut. Mereka langsung berlutut dan sujud berkali-kali memohon pengampunan. Namun Mo Shenxi tidak suka bila ada seseorang yang mengganggu wajahnya dan ingin membunuhnya, Tang Jin tak terkecuali!


"Nona Mo, mohon pengampunannya ...."


"Masalah ini, bisa dibicarakan baik-baik."


"Kepala Keluarga, salah. Tapi setidaknya dia masih harus mengurus Keluarga Tang untuk Nyonya Huai. Mohon belas kasihnya ...."


Mo Shenxi melepas Tang Jin dengan enggan hingga pria itu jatuh dan terbatuk. Ia harus segera menjelaskannya atau kehidupan di masa depan tidak akan pernah baik. Tang Jin berlutut dan menunduk meminta pengampunan di bawah kaki Mo Shenxi, berharap wanita itu masih memiliki hati nurani.


Tapi, Mo Shenxi bukan seseorang yang mudah.


Hati nurani? Jangankan hati nurani, bahkan perasaan saja tidak ada sehingga tidak akan pernah merasakan simpati dan empati. Di hatinya, hanya peduli pada penampilan dan akan membunuh siapa pun yang mengganggunya!


Tanpa mengatakan apa pun, Mo Shenxi berbalik melihat Tang Jin yang berlutut. Ia membuat Tang Jin berdiri dan menatapnya dengan wajah monster mengerikan. Tang Jin bergidik, tapi ia hanya bisa tersenyum paksa mencoba menenangkan wanita pemarah ini.


Mo Shenxi memiringkan kepalanya. "Siapa pun yang melihat wajah ini, akan mati."


Pada saat suaranya jatuh mengejutkan semua orang, pada saat itu juga bau darah tercium begitu pekat disertai suara robekan mengerikan dan percikan darah yang muncrat ke lantai.


Genangan darah terus mengalir, semakin lama semakin banyak seperti air tumpah. Tangan Mo Shenxi penuh dengan darah merah, menembus dada kiri Tang Jin. Ketika ia menarik tangannya, jantung penuh darah tercabut keluar dalam cengkraman kuku hitam penuh darah itu.


Tang Jin mati begitu cepat tanpa menyadari apa yang terjadi. Ia jatuh ke lantai penuh darah, dadanya terus mengalirkan darah yang semakin menyebar luas disertai daging yang keluar.


Mo Shenxi mempererat cengkraman jantung di tangannya sampai hancur berkeping-keping. Ia melepas jantung hancur itu ke lantai, lalu menginjaknya diantara genangan darah. Wajahnya yang seperti monster menyapu semua orang di tempat itu tanpa kecuali, lalu berhenti pada sosok gadis cantik yang selama ini menjadi duri di hatinya.


Ia menyipitkan mata.


Tidak ada yang boleh hidup di sini!


Semuanya!


Hanya dalam waktu kurang dari satu menit, kediaman dipenuhi oleh darah akan kehilaan Mo Shenxi. Bayangan hitam terus mencuat menembus tubuh tiap orang, mencipratkan darah membanjiri kediaman. Kediaman telah dicuci oleh darah dalam satu waktu tanpa sisa.


Teriakan menggema begitu lantang dan menyedihkan. Tangisan terus beralun bagai nyanyian diantara darah yang tergenang.


Tidak ada yang tersisa ....


Semua orang takut keluar dan bersembunyi dari monster. Wanita yang mereka layani selama ini telah menjadi monster haus darah dan gila, membantai semua orang tanpa ampun dalam kediaman menciptakan mimpi buruk abadi.


Tubuh Mo Shenxi penuh dengan darah. Ia tertawa, merasakan euphoria akan pembunuhan yang ia lakukan. Mencuci tubuhnya dengan darah dan mengembalikan kecantikannya yang telah dirusak.


Namun, ia masih tidak senang. Karena wajahnya masih kalah cantik dari seseorang yang berhasil lolos dari cengkramannya.


Xie Ran ....


Dia hilang!


Mo Shenxi semakin marah seperti orang gila. Bukan hanya Xie Ran yang menghilang, Tang Yueha juga menghilang membuat amarahnya melonjak. Dua gadis itu berani mengabaikannya!


Ia butuh darah!


Beberapa iblis berdatangan akan isyaratnya untuk mencari keberadaan Xie Ran dan Tang Yueha. Ia tidak bisa membiarkan dua gadis itu melewati semua ini dengan lancar. Ia harus membunuh mereka!


Para iblis tidak tahu harus melakukan apa. Mereka melihat Mo Shenxi yang menggila mulai bergidik, tidak berani menentang. Tapi mereka pikir ini salah, karena Huai Mao sudah pasti akan sangat marah.


Tidak masalah jika Mo Shenxi membunuh orang lain, tapi jika Mo Shenxi nekat membunuh Xie Ran, maka bukan hanya Huai Mao yang marah tapi ....


Mereka tidak berani memikirkannya!


"Kenapa diam saja! Cepat cari!" Mo Shenxi semakin gila menendang semua iblis dengan keras. Ia telah dilumuri darah dan kembali mendapat sebagian kecantikannya, tapi dia tidak puas karena tidak secantik dulu. Ia juga masih ingin lebih cantik dari sebelumnya!


"Tapi ... Huai Mao—"


"Ada apa dengannya ...." Mo Shenxi ingin menyangkal, tapi langsung menghentikan ucapan teringat sesuatu.


Mendadak ia sadar, melihat sekeliling dipenuhi oleh darah. Wajahnya yang dipenuhi darah memucat, jantungnya berdegup tak karusan dipenuhi kekacauan akan kenyataam bahwa ia membantai semua orang tanpa ampun. Ia hanya akan menunggu kematian.


Apa yang ia pikirkan sebelumnya? Mo Shenxi menjadi sangat gelisah dan mengerang kesal. Ia telah membantai semua tanpa ampun. Ia hanya merasa sangat marah dan tak terkendali, secara tidak sadar ia membunuh semuanya.


Mo Shenxi melihat para iblis yang berdiri memperhatikannya dengan aneh. Ia tidak boleh membiarkan berita ini bocor. Tidak ada yang boleh mengetahui bahwa ia membunuh semua orang.


Maka dari itu, ia harus membunuh semuanya!


Mayat tidak akan mengatakan rahasia. Ia hanya perlu membunuh para iblis ini dan lari. Ia akan mempersiapkan segalanya sebelum Huai Mao mengetahui bahwa ia mengacau. Barulah, ia akan melawan Huai Mao.


Benar ....


Mo Shenxi mengayunkan lengannya membunuh para iblis itu di tempat. Darah hitam memancar seperti bunga bermekaran di tanah. Meski mereka telah membela diri, kekuatan Mo Shenxi jauh melebihi mereka sehingga tidak ada yang bisa bertahan.


Dalam sekejap, para iblis mati. Mo Shenxi menjadi satu-satunya iblis yang dipenuhi oleh darah. Mata merahnya haus akan darah, tiap langkah kakinya memberi jejak darah yang nyata dan pekat.


Meski ia berniat lari, ia tetap harus mencari Xie Ran dan Tang Yueha. Ia tidak boleh melepas satu pun kehidupan!


"Xie Ran ... aku akan menemukanmu!"


"Tidak perlu repot mencari, aku di sini." Suara tenang itu membangkit niat membunuh Mo Shenxi.


Mo Shenxi berbalik, melihat gadis cantik yang selalu membuatnya kesal dan terlalu membencinya. Gadis itu bersih dari noda darah dengan pakaian putih, terlihat sangat murni dan tersenyum tipis seolah semua yang terjadi tidak ada hubungan dengannya.


"Itu kamu!" Mo Shenxi meraung marah. Ia telah memikirkannya sekali lagi. Penampilan Xie Ran kali ini disengaja. Xie Ran sebelumnya ada di tempat, namun dia menghilang ketika pembantaian tanpa menghentikannya.


Itu hanya mengartikan satu hal. Xie Ran sengaja membuat Keluarga Tang dibantai melalui tangannya!


Xie Ran terkekeh. "Nona Mo sepertinya sudah menebak. Bagaimana rasa darah hari ini? Bukankah pesta yang menyenangkan?"


Mo Shenxi semakin marah. Setelah Xie Ran mengatakan hal itu, ia menyadari bahwa segalanya ada dalam perhitungan Xie Ran. Awalnya ia ragu, mengapa Xie Ran berniat tinggal di tempat musuhnya sendiri sedangkan ia tidak mau kembali ke Klan Xie. Sekarang ia yakin dengan jawabannya.


Kematian Tang Yueying dan Cheng Hua harus ada hubungan dengan Xie Ran! Itu pasti!


Meski ia tidak mengetahui kebenaran di baliknya, ia tahu persis akan sifat Cheng Hua. Itu pasti Xie Ran yang melakukannya!


Lalu kematian pasukan itu dengan racun ... ia awalnya ragu kalau Cheng Hua yang melakukannya. Tapi sepertinya segalanya terungkap dengan jelas akan penampilan Xie Ran sekarang. Semua ini ... jelas-jelas Xie Ran yang hanya diam di kamar yang melakukannya!


Namun, bagaimana dia melakukannya?


Lalu tentang wajahnya ....


Mo Shenxi tidak tahu bagaimana Xie Ran meraih semuanya sendiri tanpa banyak pergerakan. Ia benar-benar meremehkannya. Ia tertawa miris akan kebodohannya sendiri menempatkan seseorang yang berbahaya tetap di sini. Seharusnya ia memperingati Tang Jin sebelumnya untuk mengusir Xie Ran. Seharusnya ia tidak membiarkan Xie Ran datang!


Huai Mao benar, Xie Ran tidak biasa ....


Dia bukan seorang anak yang dikurung selama bertahun-tahun dalam rumah bobrok. Dia bukan anak yang idiot dan cacat! Dia monster berbahaya!


"Xie Ran, Xie Ran ... aku salut padamu ...." Mo Shenxi tertawa begitu keras membuat wujudnya begitu menyeramkan.


"Kau merencanakannya dengan baik. Pada akhirnya, mereka semua hanyalah pion. Tapi, kamu terlalu dini untuk menunjukkan diri. Apa menurutmu, dengan kekuatanmu dapat mengalahkanku? Meski kamu telah membunuh para kaki tangan iblis, aku jauh lebih kuat dari mereka! Menurutmu, kenapa aku berada di sisi Huai Mao dan berani bertidak semaunya? Karena aku memiliki kualifikasi di sisinya! Kekuatanku, bahkan kaki tangan iblis terkuat tidak dapat menanganinya! Kamu datang hanya untuk menyerahkan nyawa padaku. Kamu pikir aku tidak berani membunuhmu? Meski aku takut pada Kaisar Iblis, tapi tidak ada yang setia padanya selain raja iblis. Aku bisa melakukan apa pun yang kumau, termasuk mengambil jantungmu!"


Xie Ran tetap melihatnya dengan tenang, tanpa riak emosi. Itu membuat Mo Shenxi semakin marah dan menyerangnya secara brutal. Xie Ran menghilang saat itu juga.


Mo Shenxi mencari keberadannya, namun tiba-tiba sinar merah muncul melakukan serangan yang langsung ditempatkan ke area fatal. Mo Shenxi segera menghindar, mencari keberadaan Xie Ran yang sembunyi dalam bayang-bayang.


"Keluar kamu! Jangan jadi pengecut!"


"Kalau aku keluar, kamu akan mengatakan aku terlalu berani berhadapan denganmu dan sama saja mencari kematian." Suara Xie Ran menggema dengan nada mengejek membuat Mo Senxi semakin marah.


"Baik, aku akan menangkapmu! Aku tidak akan membuat mayatmu utuh dan tidak layak dikubur!"


Mo Shenxi melesat dalam bayangan menembus udara mencari keberadaan Xie Ran. Namun sinar merah terus menyerang hingga Mo Shenxi harus menangani sihir yang diam-diam menyerang dari berbagai arah.


Pertempuran kedua makhluk itu berlangsung di udara menyebabkan tekanan besar. Langit gelap mendukung suara petir menggelegar menciptakan gelombang besar bagi rakyat. Semua orang dapat melihat dua siluet sinar di udara yang saling menghantam dan merusak.


Tidak ada yang tahu apa yang terjadi pada Keluarga Tang. Segalanya terasa sunyi dan senyap di bawah langit gelap malam. Mereka tidak berani mendekat area pertempuran, sepenuhnya menjauhi Kediaman Tang yang kini mengeluarkan bau darah yang menembus keluar.


Xie Ran keluar dari kegelapan dan muncul di halaman, menarik kembali bulu phoenix dan menyimpannya. Sedangkan Mo Shenxi melayang di udara dengan aura membunuh yang kuat melihat Xie Ran dengan seringaian jahat.


"Xie Ran, kamu masih belum cukup mampu." Mo Shenxi tertawa melihat gadis yang di matanya terlihat mungil dan akan hancur hanya dengan satu telapak tangan.


Xie Ran menarik sebelah alis. "Aku bahkan belum mengeluarkan sebagian kekuatanku."


Mo Shenxi mencibir. "Bagus, aku ingin lihat betapa lemah para kaki tangan raja iblis yang mati di tanganmu."


Xie Ran mengeluarkan pedang di tangannya, lalu meresornasikannya dengan guntur yang menggelegar. Energi guntur di udara diserap oleh pedang roh unsur menyebabkan berbagai kilat menyambar di segala arah sekitar Xie Ran.


Tidak membutuhkan waktu lama proses resornasi berlangsung, Xie Ran telah diliputi kekuatan guntur mengerikan dan berkilat di sekitar Mo Shenxi memberinya sambaran.


Energi gelap Mo Shenxi berkobar di seluruh tubuhnya. Kedua energi saling menghantam dan menciptakan ledakan besar serta kerusakaan besar.


Tanah di kaki mereka menciptakan retak yang cukup besar tiap kali serangan dilontarkan. Kecepatan Xie Ran termasuk sangat cepat membuat Mo Shenxi harus lebih fokus dalam pengendalian dan menebak langkah Xie Ran dengan tepat. Satu kesalahan kecil akan menyebabkan kerugian besar, apalagi Xie Ran selalu menargetkan alat vital untuk mempercepat pertempuran.


Gerakan Xie Ran sulit diprediksi membuat Mo Shenxi kewalahan. Namun ia tidak kehabisan ide, ia mengeluarkan racun dari tangannya dan diarahkan pada Xie Ran bersamaan dengan energi gelap yang memancar.


Xie Ran menghindari tiap energi gelap yang dikombinasikan dengan racun. Ia menggunakan metode yang diajarkan Qu Xuanzi, menangkal tiap racun dengan energi murni dan menahannya sebanyak ia bisa. Energi listrik di tubuhnya yang diciptakan melalui guntur membantu memblokir serangan racun membuat efektifitas pertempuran meningkat.


Semakin lama bertarung, Xie Ran semakin mempelahari metode dari Qu Xuanzi dan berterimakasih pada Mo Shenxi yang dengan senang hati membantunya menguji. Dengan begitu, Xie Ran tidak akan kesulitan di masa depan.


Dalam beberapa menit setelahnya, Xie Ran dengan cepat mempelajari tiap metode dan menerapkannya. Kilatan listrik di tangannya telah mencapai tegangan tinggi. Ia mengarahkan guntur ke arah Mo Shenxi berkali-kali lipat membuat wanita itu benar-benar kesulitan.


Mo Shenxi sangat marah. Ia sadar telah dijadikan batu asahan dan sangat ingin membunuh gadis sialan itu!


Dalam keadaan marah, Mo Shenxi menarik semua jiwa dari manusia yang telah ia bunuh. Darah dan jiwa menjadi satu dan diserap ke tubuhnya hingga sinar merah bercampur hitam pekat meliputi seluruh tubuh dengan tekanan besar yang mencegangkan.


Ia menggunakan darah pengorbanan yang membuat wajahnya kembali jelek demi menjadi lebih kuat. Ini semua demi membunuh Xie Ran!


Terakhir ia menggunakannya untuk mengalahkan Qi Jiao yang merupakan iblis terkuat diantara kaki tangan iblis. Saat itu ia belum sekuat sekarang dan berhasil mengalahkan Qi Jiao sampai cedera parah selama ribuan tahun. Kali ini, ia menggunakannya untuk Xie Ran.


"Anak kecil, kamu akan merasa terhormat telah memaksaku menggunakan darah pengorbanan demi membunuhmu." Mo Shenxi sebenarnya merasa tidak senang, tapi ia tidak bisa hanya diam saja melihat Xie Ran menggunakannya sebagau batu asahan.


Ia harus menyelesaikannya dengan cepat!