
"Energi murni tidak bisa terus memulihkan jiwanya. Paling tidak, kamu bisa mempertahankan jiwanya lebih lama. Dengan kekuatanmu saat ini, masih ada batasan dalam penggunaan." Long Long cemas akan Xie Ran yang terus mengerahkan energi murni untuk Long Long agar dapat pulih.
Pertempuran masih berlanjut, Pei Xi juga masih menyeimbangkan kekuatannya dengan Xie Chen sedangkan Ann Rou dan Dou Dou serta lainnya dikepung iblis. Hanya Xie Ran yang duduk diam dengan pikiran kacau, bahkan dirinya sendiri tidak bisa mengendalikannya dengan baik.
"Nona, Huai Mao akan datang padamu!"
Suara Long Long yang sedikit mengeras mengejutkan Xie Ran, menariknya kembali ke kenyataan. Xie Ran tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya sendiri, ia hanya merasa energinya kacau membuat pikirannya kosong dan tidak dapat dikendalikan. Tidak seharusnya ia seperti ini.
Mengedarkan pandangan, mata Xie Ran menemukan Pei Xi yang bertarung dengan Xie Chen, serta lainnya yang masih dalan pertarungan sengit dipenuhi iblis berjubah hitam. Xie Ran membuat barrier untuk melindungi Long Huo kemhdian bangkit, melihat kekacauan yang masih berlanjut.
Para iblis sangat banyak, bahkan dua hewan suci dan tiga naga serta Xiao Caihong tidak dapat menanganinya lebih lama. Melihat Pei Xi, Xie Ran ingat perkataannya beberapa hari lalu.
"Jika kau tertangkap dan kami tidak bisa lagi menahan kakekmu, aku akan mencarimu di Klan Xie."
Ucapan itu terngiang membuatnya mengepalkan tinju. Ia masih belum bisa menghentikan Huai Mao, kakek dan neneknya cepat atau lambat akan sampai ketika kekacauan terjadi. Dia harus membereskan ini semua segera!
Xie Ran mengeluarkan pedang di tangannya dan menyatu dengan api. Ia menerobos kekacauan membunuh beberapa iblis dan mengurangi serangan iblis yang tertuju pada dua naga dan Xiao Caihong.
Xiao Caihong sudah terluka dan memiliki banyak lecet, ia tampak sedih dan menunduk ketika melihat Xie Ran, merasa tidak melakukan pekerjaan dengan baik. Ia sedih tidak bisa melindungi Xie Ran sehingga Long Huo terluka begitu parah. Xie Ran tersenyum tipis, lalu mengusap puncak kepalanya yang tertunduk.
"Kamu melakukannya dengan baik," ujar Xie Ran dengan nada rendah. "Kembalilah."
Xiao Caihong menurut. Phyton besar itu berubah menjadi ular kecil yang mendarat di telapak tangan Xie Ran, melingkarkan tubuh seperti tali putih dengan lemah disertai kulit putih yang memiliki bercak merah.
Xie Ran merasa bersalah melihatnya. Ia mengembalikan Xiao Caihong ke dalam liontin untuk beristirahat. Xiao Caihong masih kecil dan tidak seharusnya ada di pertempuran seperti ini, ia merasa dirinya terlalu keras pada ular mungil itu.
"Nona, kekuatan Huai Mao jauh lebih kuat dari Ann Rou dan Dou Dou. Kamu harus lebih berhati-hati." Long Long agak cemas. Suasana hati Xie Ran sedang sangat tidak baik. Ia dapat merasakan niat membunuh yang kental, sadar bahwa penyakit lama Xie Ran kambuh.
Seperti yang diharapkan Long Long, Xie Ran sama sekali tidak menyahut. Gadis itu berjalan dengan pedang yang bermandikan darah hitam menetes ke tanah memberi jejak jalannya.
Huai Mao melihat dengan senyuman merendahkan, seolah sedang melihat seekor tikus yang mencoba memberanikan diri di depan singa.
Xie Nu di belakangnya hanya menonton tanpa bisa mengeluarkan suara karena segel. Ia menarik-narik pakaian Huai Mao dan mencoba bicara sekali lagi, tapi suaranya hilang. Ia ingin memberitahu pada Huai Mao untuk membunuh Xie Ran sekarang juga setelah merasakan niat membunuh yang menakutinya.
Melihat penampilan Xie Ran yang berlumuran darah, baik darah manusia maupun iblis, ia merasa gadis itu bukan manusia melainkan monster!
Pandangan Xie Ran jatuh pada Xie Nu yang tampak panik. Ia memiringkan kepala, sebelum akhirnya mentransmisikan suaranya ke telinga Xie Nu sehingga hanya Xie Nu yang mendengar. "Adik kecil, apa aku begitu menakutkan? Tenang saja, karena aku masih memiliki urusan denganmu, aku tidak akan menghilangkanmu."
Xie Nu menatapnya horor dan menarik-narik Huai Mao meminta dilindungi. Kekuatannya belum tumbuh karena usia sehingga ia sama sekali tidak bisa melawan tekanan apa pun layaknya anak biasa. Meski ia memiliki darah iblis, darah iblisnya tidak sekuat Xie Chen yang diciptakan langsung oleh Huai Mao.
"Apa kau akan perhitungan dengan anak kecil?" Huai Mao menatapnya dengan tenang, tanpa melepas senyuman iblis di bibirnya.
Xie Ran menatap Huai Mao, sudut bibirnya naik ke atas membentuk senyuman yang tidak sampai membuat sudut matanya memberi kerutan halus. "Kamu tenang saja, bagaimanapun Xie Nu dan aku memiliki sedikit darah yang sama. Aku akan memperlakukannya dengan 'baik' layaknya seorang 'adik'."
Huai Mao terkekeh akan jawaban Xie Ran. Ia merasa itu lucu, berpikir Xie Ran tidak akan memiliki kesempatan itu. Meski ia tidak menyukai Xie Nu, Xie Nu tetap putrinya meski di matanya hanya alat yang nyaris tidak berguna selain membuat masalah. Karena Xie Nu terlahir sebagai manusia lemah, dia tidak peduli pada hidup dan matinya jika nilainya telah habis. Namun saat ini, Xie Nu masih memiliki sedikit nilai.
"Xie Ran, kamu memang anak yang baik." Huai Mao bicara dengan nada mencibir.
"Aku tidak berharap kau ingin mendengar terimakasih dariku," balas Xie Ran tak acuh. "Aku teringat perkataanmu mengenai pertemuan pertama kita, sayangnya aku tidak mendapatkan memori itu ketika tiba di sini. Sepertinya, 'Xie Ran' terlalu malas mengingat bagaimana dia mati setelah melihatmu."
Huai Mao mengerutkan kening. Kenapa ia merasa Xie Ran justru seolah mengatakan dirinya sendiri sebagai orang lain?
Ia berpikir sejenak, mencari jawaban atas masalah Xie Ran dan perubahan mendadak yang terjadi pada kepribadiannya sebelum dan sesudah tenggelam dalam danau.
Setelah beberapa saat berpikir, sepertinya ia menemukan sesuatu. Meski agak mustahil, itu bisa saja terjadi. Sama seperti yang terjadi pada Kaisar Iblis tepat di depan matanya. Meski kondisi mereka berbeda, namun kejadiannya agak mirip.
"Kamu sedang mengungkap bahwa jiwamu bukan dari dunia ini?" Huai Mao mengambil kesimpulan. Meski berbeda dari kondisi Kaisar Iblis, kondisi itu memiliki beberapa kemiripan sehingga ia dengan mudah memikirkannya.
Apa mungkin ketika Kaisar Iblis kembali ke dunia ini, Xie Ran dari dunia lain telah tertarik juga?
"Tidak heran kamu bisa mendapat perlindungan langsung dari Raja Iblis." Xie Ran bicara dengan tenang membuat siapa pun tidak tahu apa yang dipikirkannya.
Huai Mao tertawa hampa. "Xie Ran oh Xie Ran, siapa pun kamu saat ini dan bagaimana kehidupanmu sebelumnya, tidak melepas fakta bahwa kamu adalah 'Xie Ran' si pengacau yang dijadikan domba langka untuk disembelih dan dimanfaatkan."
"Oh? Terimakasih pujiannya."
Huai Mao melanjutkan, "Waktumu hidup kembali sangat kebetulan. Apa kamu tidak pernah berpikir, siapa yang menarikmu ke dunia ini?"
Xie Ran diam untuk beberapa saat, namun tidak sempat memikirkannya karena kondisi yang tidak memungkinkan.
"Apa pun jawabannya, aku tidak peduli." Sebenarnya Xie Ran pernah memikirkannya, tapi selalu tidak memiliki kesempatan mencari tahu karena terlalu sibuk memperkuat diri dan mengalahkan iblis. Jadi, dia tidak lagi peduli.
"Benar tidak beduli? Awalnya aku pikir kau sudah tahu, tapi sepertinya memang mustahil. Bahkan dia tidak memberitahumu kebenarannya dan membiarkanmu tersesat, aku benar-benar prihatin." Huai Mao tersenyum kecut, berpura-pura sedih.
Ekspresi itu membuat Xie Ran semakin muak sampai mengerutkan kening. Huai Mao selalu mengatakan apa pun seenaknya dan memprovokasi seseorang. Ia tidak akan pernah memiliki kepercayaan pada Huai Mao yang penuh tipu muslihat.
Meski seseorang tahu sesuatu, Xie Ran juga tidak pernah bertanya tentang perpindahan jiwa pada siapa pun. Itu adalah rahasia pribadinya.
Xie Ran segera berwaspada akan serangan Huai Mao. Kekuatan Huai Mao jauh lebih kuat darinya sehingga harus benar-benar berhati-hati. Sejauh pengetahuannya tentang ketrampilan Huai Mao, itu baru kurang dari 10% trik yang dimiliki Huai Mao. Ada banyak teknik rahasia dan kutukan berbahaya yang disembunyikan, jika terkena sekali saja, maka kondisinya akan sama atau jauh lebih buruk dari Long Huo.
Bayangan hitam disertai kabut ungu gelap meluncur menyambar Xie Ran. Xie Ran menghindar dengan tepat dan memberi jarak. Ia mencoba mencari keberadaan Huai Mao, tapi bayangan hitam itu terus melesat secara acak di berbagai arah membuat Xie Ran bingung.
Ketika merasakan aura berbahaya mendekat, Xie Ran segera bereaksi dan menangkis serangan Huai Mao dengan cepat. Kecepatannya tidak kalah dari Huai Mao sehingga Huai Mao harus mundur dan mengambil arah serangan lain.
Serangan demi serangan diluncurkan. Ungu gelap dan putih saling membentur dan menciptakan gelombang energi yang menyapu para iblis. Kekuatan sebesar itu mampu menyebabkan para iblis bergidik selagi berjuang menahan serangan dua naga serta dua hewan suci.
Ann Rou dan Dou Dou ada dalam wujud asli mereka, kucing besar dan serigala yang bekerja sama membersihkan pasukan iblis. Ketika mereka merasakan gelombang energi yang begitu besar, mereka agak terkejut dan melihat ke pusat ledakan.
Melihat Xie Ran yang bertarung sengit dengan Huai Mao membuat jantung mereka nyaris melompat keluar!
Nona mereka ... bisa menyeimbangi Huai Mao!
Meski dari pandangan mereka Xie Ran tampak bisa menyeimbangi Huai Mao, Xie Ran masih harus berusaha keras dan mengerahkan semua niat membunuh untuk menarget semua titik vital Huai Mao dalam sekali serangan. Ia tidak boleh membiarkan Huai Mao mengeluarkan kekuatan aslinya, atau segalanya akan jauh lebih rumit.
Huai Mao menebak rencana Xie Ran dan tidak membiarkannya menang dengan mudah. Ia juga melakukan hal yang sama, melarang Xie Ran berubah dengan cepat sebelum dia sempat membuat persiapan.
Mengenai aura naga dalam tubuh Xie Ran sudah bukan rahasia lagi di kalangan iblis. Awalnya ia dikecohkan dengan sebutan aura naga sebagai keturunan murni Klan Xie. (di chapter 12 kalau lupa)
Dengan aura naga yang pekat, Xie Ran sudah seperti keturunan ras naga langsung meski ia adalah manusia. Dengan ini, Xie Ran bisa menjadi naga sesungguhnya dan menjadi etinitas naga terkuat diantara ras naga!
Eksistensi ini hanya ada pada leluhur Klan Xie dengan aura naga terkuat melampaui anggota kekaisaran. Leluhur Klan Xie bukan sesuatu yang mudah ditebak. Selain memiliki hubungan rumit dengan Menara Suci, kekuatannya bahkan dapat melampaui naga terkuat pada masanya.
Dikatakan bahwa Leluhur Klan Xie telah naik ke langit menjadi dewa, tapi keberadaan sebenarnya masih misteri sampai sekarang. Terakhir Huai Mao mendengar kabarnya ketika sedang mencari keberadaan Kaisar Langit beberapa dekade yang lalu.
Huai Mao curiga, hilangnya Kaisar Langit ada kaitannya dengan Leluhur Klan Xie. Itu sebabnya dia memutuskan menarget Klan Xie. Kini ia yakin setelah menemukan liontin milik Leluhur Klan Xie yang selalu dijaga selama bertahun-tahun, bahwa pria tua itu memiliki kesepakatan tertentu dengan para dewa dan Kaisar Langit sendiri.
Karena aura naga Leluhur Klan Xie sangat kuat setelah pelatihan ribuan tahunnya berhasil, dia berpotensi menjadi Dewa Naga. Tapi kini aura naga lain yang sama kuatnya telah muncul bersamaan energi murni yang melegenda dan menyatu di satu jiwa. Itu bukan sesuatu yang bisa diterima orang biasa.
Sayangnya, Xie Ran tidak tahu hal itu.
Huai Mao memaksa kekuatannya secara maksimal untuk menekan Xie Ran. Ia tidak membiarkan Xie Ran menggunakan energi murninya untuk mengaktifkan aura naga secara paksa dan langsung memberinya serangan fatal.
Kabut ungu bercampur dengan merah pekat dan gelap meluncur tepat mengenai Xie Ran yang baru saja menahan serangan lainnya. Ia nyaris jatuh ke tanah dan mengalami cedera. Meski tidak parah, tapi juga bukan cedera ringan.
Xie Ran tidak bisa mengubah wujudnya begitu saja tanpa persiapan, atau akibatnya akan fatal. Namun serangan Huai Mao memperburuk keadaannya sehingga sama sekali tidak bisa menggunakan aura naga.
"Apa menyenangkan merasakan bagaimana rasanya tidak mampu meraih sesuatu yang sudah di depan mata?" Huai Mao mencibir.
Xie Ran hanya diam, merasakan ketidaknyamanan dari tubuhnya. Entah apa yang dilakukan Huai Mao padanya, ia merasa seperti ada sesuatu merambat di tulang-tulangnya dan memaksanya tidak bergerak sampai kebas. Ia telah mati rasa, bahkan tidak merasakan kekuatannya sama sekali.
"Xie Ran, kau sudah sangat menderita." Huai Mao mengusap wajah cantik Xie Ran dengan senyuman iblis, sedangkan Xie Ran hanya menatapnya dengan dingin dan mengalihkan pandangan seolah jijik melihatnya.
"Apa yang kau lakukan?" Xie Ran masih berusaha mencari tahu apa yang terjadi pada tubuhnya. Ia yakin ini bukan kutukan boneka, tapi hal lain. Tapi dia tidak tahu pasti.
"Hanya sedikit bermain. Tenang saja, kamu rasakan sensasinya perlahan. Tak lama lagi, kamu akan merasa kembali ke masa lalu, masa di mana kamu baru saja datang ke dunia ini."
Xie Ran tetap tidak bereaksi. Ia hanya diam, tidak lagi bicara atau melihat hal lain. Ia mencoba mencari cara lepas dari situasi tidak menguntungkan ini. Kakek dan neneknya akan segera datang, dia harus cepat!
Tapi tepat ketika Xie Ran berharap bahwa kakek dan neneknya masih di jalan, ia mendengar suara akrab yang membuat hatinya berdenyut dengan mata yang melebar.
"Ranran!"
Xie Ran menoleh, melihat dua sosok yang seharusnya tidak hadir. Ia tertegun tanpa bisa mengatakan apa pun melihat kakek dan neneknya yang menghampiri seperti kilat dan menangkapnya.
Tidak ... tidak seharusnya mereka di sini ....
"Ranran, apa yang terjadi padamu? Siapa yang melakukan ini!" Xie Wang terkejut melihat penampilan kacau Xie Ran. Ketika melihat Xie Ran dari kejauhan, ia langsung mengenali siapa itu meski penampilannya banyak berubah menjadi lebih dewasa. Tapi tidak akan menyangka, ia akan menemukan cucu kesayngannya harus menderita penindasan seperti ini di rumahnya sendiri!
"Ranran ...." Su Liu'er nyaris tidak bisa mengatakan apa pun. Keterampilan medisnya sangat baik dan dapat melihat banyak cedera pada Xie Ran. Ia juga merasakan dengan jelas bahwa Xie Ran mengalami cedera internal yang cukup parah.
Kelima sosok di gerbang klan sudah muncul. Pei Xi bergabung dengan mereka setelah pertarungan berhenti dan Xie Chen kembali ke sisi Huai Mao bersama Xie Nu. Tidak ada yang bertarung lagi, mereka hanya diam terutama para pasukan iblis yang menunggu perintah sambil menonton pertunjukan.
Xie Wang sangat marah melihat Xie Ran terluka sangat parah dan mengedarkan pandangan untuk mencari sosok yang cocok membuat Xie Ran terluka.
Ketika pandangannya jatuh pada Huai Mao, ia langsung dapat menebak berdasarkan kekuatan wanita itu yang lebih kuat dari semua orang. Wajahnya sangat gelap penuh amarah, sedangkan harimau putih di sisinya memasang geraman merasakan emosi tuannya yang diliputi niat membunuh
Xie Wang terkenal akan sifatnya yang meledak-ledak dan tak terkendali. Setelah melihat Huai Mao yang tampak tak terluka, ia langsung menyambar begitu saja dengan sinar emas yang meliputi tubuhnya.
Ia tidak perlu tahu siapa wanita itu dan motifnya. Yang menyakiti keluarganya harus dibunuh!
Sebelumnya Zhong Xiaorong dan yang lainnya telah menjelaskan situasi Klan Xie yang membuat pasangan itu sangat marah dan bergegas ke Klan Xie. Setelah melihatnya langsung, mereka semakin marah apalagi melihat Xie Ran mengalai cedera yang tidak ringan.
Anak dan menantu mereka telah mati oleh wanita itu. Sekarang orang yang sama telah menyakiti cucu mereka sampai tidak bisa melakukan apa pun. Meskipun harus mati, Xie Wang dan istrinya tidak akan membiarkan siapa pun lolos!