The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
90. Obsesi (1)



"Hydra adalah makhluk air, benar, 'kan? Menurutku, semua makhluk air bisa dimakan, apa Hydra bisa dimakan? Apa itu enak?" tanya Xie Ran seraya berbalik ke arah Qu Xuanzi yang terdiam.


Tidak disangka, Xie Ran malah mengatakan bahwa ia ingin memakan Hydra. Bukankah ini agak ....


"Aku pernah makan hiu, rasanya enak. Tidak mungkin Hydra tidak bisa dimakan, 'kan?" Sebagai pecinta seafood, ia harus makan makanan ekstrem ini. Sangat disayangkan bila ia tidak memakan makanan langka dari bawah laut, sayang sekali.


Jadi dia harus memanfaatkannya selagi ada kesempatan. Siapa yang akan mendapat kesempatan memakan Hydra yang katanya tirani laut dan lawan Herakles dalam tugasnya di mitologi yunani. Ia sangat penasaran bagaimana rasanya, sayang jika dibiarkan membusuk, menjadi fosil seperti dinosaurus.


"Itu beracun, tidak bisa dimakan," kata Qu Xuanzi.


Suara petir menggelegar terdengar di sarafnya, Xie Ran merasa dunia kulinernya runtuh seketika. Ia merasa seperti disambar begitu menyakitkan, rautnya berubah menjadi jelek melihat Hydra penuh rasa kecewa.


Seafood ... dia harus melambaikan tangan pada seafood langka sekarang ....


"Nona, kau terlalu lama dalam wujud Aura Naga, kekuatanmu bisa habis." Long Long mengingatkan sambil menghela napas atas drama Xie Ran yang kehilangan 'makanan langka'.


Xie Ran baru sadar bahwa wujudnya masih terlihat asing. Ia pun menarik semua auranya dan kembali dalam wujud semula.


Tepat pada saat Xie Ran tengah murung karena kehilangan 'makanan langka', suara ledakan terdengar di telinga tajamnya. Ia mengalihkan pandangan, sedangkan Qu Xuanzi sudah ada di sisinya, masih dalam wujud Asura.


Tiga naga itu muncul di hutan dalam wujud besar bersama Xiao Caihong yang menjadi kecil di kepala Long Huo. Di samping itu, sosok hitam melesat menjauhi mereka dalam keadaan menyedihkan dan akan lepas dari jeratan ketiga naga itu.


Qu Xuanzi yang wajahnya menjadi dingin melihatnya seolah sosok itu akan hancur berkeping-keping seperti Hydra. Hanya dalam satu tatapan menusuk itu, sosok hitam yang melesat jauh dari jangkauan naga membengkak seperti balon dan meledak.


Darah menghujani pepohonan, bahkan ketiga naga sampai menghentikan penerbangan dengan pucat dan terpaku seperti patung. Melihat Xiao Haozu yang malang meledak menyisakan genangan darah hitam deras yang tersebar membasai pepohonan, mereka langsung meneguk saliva.


Pandangan mereka teralih pada Qu Xuanzi dengan penuh rasa takut. Pria itu tetap tenang seolah meledaknya Xiao Haozu tidak ada hubungan dengannya, sedangkan salah satu tangannya menutup kedua mata Xie Ran yang berada di di depannya.


"Apa yang terjadi?" Xie Ran bertanya-tanya mengapa tiba-tiba suasana menjadi sunyi dan dingin seperti musim dingin. Ia juga mencium bau darah yang pekat seolah menerpa wajah membuatnya ikut tegang.


"Hanya serangga lewat."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Matahari sudah menunjukkan diri di atas langit, Naga Azure, Ann Rou, Li Chen, dan Dou Dou mendarat di atas pasir pantai setelah seharian membasmi bawahan Hydra. Tidak ada lelah di mata mereka, seolah yang mereka lakukan hanya bermain-main dan bersantai.


Mereka langsung dipertemukan oleh Long Huo dan Long Yun yang diusir Xie Ran karena ingin bicara dengan Long Ying. Qu Xuanzi beristirahat di dalam liontin, memulihkan tenaga, sedangkan Xiao Caihong melilit di lengan Xie Ran.


"Long Huo, Long Yun, kalian tahu ke mana Nona Xie akan pergi hari ini?" tanya Naga Azure. Tidak mungkin gadis tidak bisa diam itu tetap di sini. Ia tidak bisa lagi menebak secara rinci seperti sebelumnya, hanya bisa menduga-duga dengan tidak pasti.


"Entahlah, Master belum mengatakannya." Long Yun menghela napas.


Selagi naga-naga itu bicara, Ann Rou terlihat tidak nyaman dan menggigit bibir, itu terlihat sangat jelas membuat Li Chen dan Dou Dou menyikutnya agar tidak membuat kecurigaan. Ann Rou selalu tidak bisa menjaga mulutnya.


"Dengar, aku tidak berjanji tidak akan mengatakannya," bisik Ann Rou. Ia gelisah karena sangat ingin mengatakan hal yang baru ia tahu barusan.


Ketika mereka dalam perjalanan, mereka bertemu dengan beberapa iblis. Beberapa adalah Huai Mao dan Qi Jiao. Mereka sempat menguping geraman Huai Mao yang mengamuki beberapa iblis untuk melampiaskan amarah.


Pada saat itu, mereka mengetahui hubungan Huai Mao dan Qu Xuanzi yang tidak biasa. Meskipun mereka tidak terlalu terkejut, tapi mereka terkejut akan peran Huai Mao di Dunia Manusia sehingga menjadi sangat gelisah.


Huai Mao dan Qi Jiao memiliki kekuatan hampir menyetarai Raja Iblis. Mereka tidak bisa diremehkan dan telah hidup lebih lama dari Qu Xuanzi sendiri.


"Ann Rou, jika Nona Xie tahu, Nona Xie bisa dalam bahaya." Li Chen memperingati.


"Apa kita beritahu Yang Mulia? Li Chen, Dou Dou, kalian dan Naga Azure beritahu Yang Mulia." Entah bagaimana Ann Rou menjadi sangat takut pada Huai Mao.


Menyadari bahwa Huai Mao telah hidup jauh sebelum Qu Xuanzi hidup, kekuatannya akan melebihi hewan suci dan sangat berbahaya. Beruntung saat itu ia hanya kehilangan tiga ekor, itupun ia harus mengalami hibernasi selama beberapa tahun.


Ann Rou tidak pernah menyangka, Huai Mao yang ia pikir sepantaran dengannya dan sering mengganggu ketentraman Istana Langit menjadi sangat berbahaya. Para hewan berkultivasi berdasarkan lama mereka hidup, sama seperti dewa dan iblis, otomatis Huai Mao jauh lebih kuat darinya.


Dou Dou berujar, "Menurutku, jika Nona Xie tidak tahu, bencana besar akan datang. Kita harus berdiskusi pada Yang Mulia akan hal ini."


"Apa yang harus didiskusikan?"


Suara lembut penuh rasa penasaran itu membuat mereka terpaku. Pandangan mereka teralih pada Xie Ran yang bersama Long Ying di bahunya menatap mereka penuh pertanyaan.


Xie Ran melihat mereka dengan teliti, sebelum akhirnya menjadi tenang dan menghela napas. Mereka tidak ingin membicarakan ini padanya dan menjadi ketakutan, ia hanya bisa mengaku karena hati rapuh para hewan suci.


"Huai Mao adalah Tang Zhi, benar, 'kan?"


Ketiga hewan suci itu menghirup udara dingin. Jelas-jelas mereka tidak mengatakannya dengan jelas, bagaimana Xie Ran bisa tahu!


Seakan membaca pikiran mereka, Xie Ran menjelaskan, "Melihat reaksi kalian, ternyata itu benar. Tang Zhi adalah iblis, kehadirannya yang tidak dapat terlacak Qu Xuanzi selama bertahun-tahun sudah menunjukkan bahwa dia adalah kaki tangan raja iblis terkuat.  Kemudian berdasarkan interogasi tahun lalu, kaki tangan raja iblis tersisa Yu Zainan, Qi Jiao, dan Huai Mao. Tidak sulit menebak bahwa Huai Mao yang satu-satunya nama perempuan ternyata mengambil peran Tang Zhi sejak lama."


Wajah kaku mereka melunak mengetahui analisis Xie Ran. Rupanya selain makanan, Xie Ran telah memikirkan hal ini dengan sangat tepat dan rinci.


"Kalian tidak perlu menyembunyikan apa pun tentangnya." Xie Ran bicara tanpa ekspresi.


Ucapan Xie Ran membuat ketiga hewan itu tegang lagi. Masih ada satu hal yang ada lada Huai Mao menyangkut Qu Xuanzi. Apa mereka akan memberitahu?


Merasakan Qu Xuanzi dalam liontin tidak melarang, malah tidak peduli, mereka memberanikan diri mengatakannya.


Li Chen meneguk saliva berkata, "Nona Xie tahu bahwa ketika kecil Yang Mulia tinggal di Dunia Bawah. Saat itu, Yang Mulia dan Huai Mao adalah teman kecil sebelum pergi ke Istana Langit. Lalu ... Huai Mao ... terobsesi pada Yang Mulia dan terus mengejarnya ribuan tahun ... pada Kaisar Iblis juga sama ...."


Li Chen melihat Xie Ran hati-hati berharap gadis itu tidak salah paham. Namun kenyataan tidak sesuai dengan pikirannya, Xie Ran justru setia mendengarkan 'kisah' menyedihkan tersebut seakan yang ia dengarkan adalah dongeng pengantar tidur.


Bukankah Xie Ran sedang serius sejak tadi? Ia pikir gadis itu akan marah karena cemburu.


Mereka tidak tahu, bahkan Xie Ran tidak peduli bagaimana masa lalu Huai Mao yang sudah seperti drama itu. Ia juga tidak peduli apa Huai Mao adalah mantan Qu Xuanzi atau bukan.


Dou Dou agak gelisah. "Nona Xie ... anda ...."


".... Tidak marah?" Ann Rou melanjutkan ucapan Dou Dou yang terbata-bata. Ia menatap Xie Ran tidak percaya.


"Apa? Kenapa harus marah?" Xie Ran justru bertanya. Kenapa dia harus marah? Apa ia harus marah karena Huai Mao ingin menjadikan Qu Xuanzi 'ayah tiri' barunya? Konyol, drama macam apa yang sedang dimainkan!


("Ayah tiriku adalah calon suamiku" begitu kali 😭)


Ann Rou tersenyum kecut. "Aku pikir Nona akan marah ... atau—"


"Cemburu?"  sela Xie Ran menaikkan sebelah alis. "Aku bukan seseorang yang berpikiran sempit."


Xie Ran menggeleng-gelengkan kepalanya pada mereka yang tidak masuk akal. Seumur hidup, ia belum pernah merasakan cemburu dan tidak tahu bagaimana rasanya. Ia bahkan tidak pernah memikirkannya.


Bahkan mantannya dulu selingkuh tepat di depannya terang-terangan, ia tidak peduli.


Sekarang yang ia pikirkan hanyalah, Huai Mao yang menjadi Tang Zhi. Perjalanan ini akan semakin rumit.


"Nona Xie," panggil Naga Azure yang sejak tadi berdiskusi dengan Long Huo dan Long Yun. Xie Ran melihatnya bertanya-tanya sebelum pria itu melanjutkan, "Masalah Hydra telah selesai, Yang Mulia ada hal lain yang harus diurus—"


"Aku tahu," sela Xie Ran.


"Jadi—"


Xie Ran menyela lagi, "Jadi kalian tunggu Qu Xuanzi keluar, baru bisa menjemputnya."


Naga Azure terdiam dengan ketenangan ini. Tidak biasanya Xie Ran begitu tenang tanpa membuat keonaran dalam bentuk apa pun apalagi omong kosong.


Nona Xie cemburu!


Ini hal yang langka!


Setelah Qu Xuanzi keluar mengingat misinya, ia berpamitan pada Xie Ran yang akhir-akhir ini menjadi sangat pendiam. Xie Ran hanya makan buah setiap saat dalam diam bersama Xiao Caihong tanpa banyak tingkah, itu membuat semua orang heran.


Qu Xuanzi yang tidak tahu apa pun karena pemulihan sehingga tidak tahu apa yang terjadi di luar mulai bertanya-tanya akan perubahan sikap Xie Ran yang menjadi sangat tenang. Tidak dingin, tidak kekanakan, sangat tenang seperti air danau membuat semua orang berpikir keras.


Xie Ran merenung dalam diam sepenuhnya mengabaikan kehadiran banyak orang yang bertanya-tanya mengenai suasana hatinya yang sulit ditebak. Mereka bahkan tidak berani mengganggu.


Barulah Qu Xuanzi menghampiri melihat kening Xie Ran berkerut sangat dalam. Ia semakin penasaran. "Ada apa?"


Xie Ran menoleh dan menggeleng pelan. "Entah bagaimana, aku seperti melihat sesuatu yang tidak pernah aku alami."


"Apa itu?"


"Ketika aku tenggelam, aku melihatnya. Seseorang juga tenggelam penuh darah dan aku berusaha menyelamatkannya. Ketika hiu putih menyerangku, segalanya semakin jelas, aku merasa seperti dejavu. Aku bahkan tidak tahu kenapa aku sangat sedih. Aku bahkan tidak menangisi kematian keluargaku sendiri yang aku bunuh atau aku lupakan." Kerutan di kening Xie Ran semakin dalam ketika memikirkannya. Sayangnya ia tidak lagi ingat apa yang terjadi kala itu.


Qu Xuanzi diam untuk beberapa saat. "Kau tahu siapa dia?"


Xie Ran menggeleng dan mengusap wajahnya frustrasi. Ia sempat kesal. "Sepertinya ada beberapa hal yang aku lupakan, tapi tidak tahu apa yang kulupakan."


Qu Xuanzi tidak bereaksi lagi. Entah apa yang ia pikirkan, ekspresinya menjadi rumit.


"Kau akan pergi?" Xie Ran mengalihkan topik dan menatap Qu Xuanzi yang masih diam.


"Ya."


"Apa aku tidak bisa ikut?" Xie Ran menatap Qu Xuanzi menuntut jawaban. Ia harap bisa ikut, tapi tidak juga tidak apa-apa. Hal lain masih sedang menunggunya.


Qu Xuanzi meraih wajah Xie Ran dan mengusapnya dengan lembut. "Perjalananku terlalu berbahaya, aku tidak ingin kau terluka."


Xie Ran mengangguk, "Aku mengerti." Ia pun tersenyum tipis.


"Aku pergi." Qu Xuanzi menarik kepala Xie Ran dan mengecup keningnya.


Xie Ran tidak memiliki banyak reaksi. Ia hanya diam dan melihat kepergian Qu Xuanzi bersama para hewan suci. Mereka hilang di antara sinar yang melesat di langit biru hingga tidak terlihat lagi jejak sinarnya.


Qu Xuanzi menyisakan Ann Rou dan Dou Dou untuk menjaga Xie Ran. Sebenarnya, ia merasa aneh melihat Xie Ran yang patuh dengan mudah sehingga ia menambahkan penjagaan agar tidak terjadi hal seperti sebelumnya.


Diamnya Xie Ran mengartikan hal lain, bukan karena ia benar-benar patuh dan menjadi sosok yang pendiam. Patut dicurigai.


Dan benar saja, sepergi Qu Xuanzi, sedangkan Ann Rou dan Dou Dou memutuskan mencari makan, Xie Ran tersenyum lebar penuh intrik. Tatapan yang awalnya polos dan penyendiri menjadi licik penuh kemisteriusan. Ia tersenyum miring.


Memang sikap Xie Ran yang patuh patut dicurigai. Ia tidak pernah sepatuh itu apalagi menjadi pendiam dan setenang air. Bahkan ketika dalam wujud aura naga—yang seharusnya menjadi anggun dan elegan, ia masih tidak bisa diam dan memikirkan makanan sampai ingin memakan Hydra.


Para hewan suci berpikir Xie Ran telah cemburu, kenyataannya mereka salah besar. Ia justru tertawa akan trik kecilnya yang konyol menipu mereka bahwa ia sedang merajuk atau berubah. Itu salah besar!


Ia telah menunggu momen ini. Qu Xuanzi pergi, maka dia akan melanjukan caranya bersenang-senang yang berbahaya. Ia ingat pembicaraannya dengan Long Ying, mereka bicara mengenai Klan Xie dan mendiskusikan mengenai Huai Mao.


Long Ying telah hidup sangat lama, tentu mengenal Huai Mao yang membuat keributan di Istana Langit. Semua orang tahu, Huai Mao terobsesi pada Qu Xuanzi atau Kaisar Iblis sampai terus mendekatinya dengan berbagai cara. Huai Mao selalu menyelinap ke Istana Langit untuk bertemu sebagai kucing ketika Qu Xuanzi masih menjadi Asura.


Ketika Kaisar Iblis muncul, Huai Mao mulai pergi ke dunia bawah dan berusaha menarik perhatian Kaisar Iblis. Tapi ia berakhir buruk dan harus meminta perlindungan Raja Iblis. Ketika ia pergi ke Istana Langit menggoda Kaisar Langit, Ann Rou menangkapnya dan bertarung sampai Ann Rou kehilangan tiga ekor dan koma.


Long Ying telah menjelaskannya secara detail keadaan saat itu. Bahkan setelah mengalahkan Hydra, Huai Mao masih mengintili Qu Xuanzi seperti semut yang melihat gula.


Xie Ran telah memperhatikan sejak awal gerak-gerik Tang Zhi ketika di dekat Qu Xuanzi saat itu. Awalnya ia pikir ibu-ibu itu suka pada Qu Xuanzi karena ketampanannya, tapi ternyata tidak semudah itu. Ia tertawa memikirkannya.


Sekarang, Huai Mao sangat marah mengetahui Qu Xuanzi dekat dengannya. Wanita itu tidak akan melepaskannya yang membuat hal ini semakin menarik. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk kembali ke Klan Xie tanpa mengatakan apa pun pada para naga atau hewan suci.


Ia ingin lihat, apa yang bisa wanita itu lakukan.


Ia juga ingin tahu, rahasia di balik kematian keluarganya. Lebih cepat diselesaikan, lebih baik.


"Nona Xie, apa kamu ingin aku yang memasaknya?" Ann Rou tiba di belakang Xie Ran membawa beberapa ikan segar di tangan. Ia tidak sabar memakan semuanya.


Xie Ran menoleh, menampilkan senyum termanis yang pernah ada. "Aku yang akan memasaknya."


"Nona?" Ann Rou terkejut. Ini kali pertama mengetahui Xie Ran bisa masak.


"Aku bisa makan, tidak mungkin tidak bisa masak. Meski tidak seenak Qu Xuanzi, aku tetap memiliki keterampilan." Xie Ran tersenyum percaya diri. Biarlah para hewan suci ini bersenang-senang terlebih dahulu, baru membuat ledakan besar.


Ann Rou bersorak semangat dan memanggil Dou Dou untuk mengumpulkan kayu bakar. Mereka akan makan enak hari ini!


Xie Ran masak dengan cermat ikan yang ditusuk dari mulut ke ekor. Ia membakar beberapa ikan tersebut dan melumurinya dengan bumbu yang ada di liontin. Meski ia terbiasa dengan panggangan atau oven di dunia modern, ini tidak buruk.


Meski pada akhirnya seluruh kulit ikan menjadi sehitam arang.


Xie Ran diam untuk beberapa saat, Ann Rou, Dou Dou, dan ketiga naga juga terdiam melihat betapa 'cantik' ikan yang dilumuri warna hitam sampai tidak dikenali.


Tapi Xie Ran tetap percaya diri dan memakannya. Rasanya tidak buruk. Garing dan ... sedikit pahit ....


"Ini mahakarya terbaru, oke? Andai ada oven, penampilannya tidak akan seburuk ini. Dagingnya matang dan enak, cobalah sendiri. Jika aku menambahkannya dengan anggur, akan semakin terasa enak." Xie Ran memakan ikan gosongnya dengan nikmat.


Ikan itu terlihat seperti sepenuhnya arang, tapi Xie Ran berkata jujur bahwa dagingnya matang tanpa jejak gosong atau mentah. Xie Ran seharusnya bisa lebih baik jika menggunakan panggangan atau oven.


Ann Rou dan Dou Dou saling tatap dan melihat ikan hitam itu sambil meneguk saliva. Keterampilan kuliner Nona Xie memang luar biasa ....


Melihat mereka berdua yang ragu, Xie Ran mengambil semua ikannya sambil berkata, "Kalau tidak mau, aku akan memakan semuanya."


Ann Rou dan Dou Dou merasa sangat ingin menangis. Ikan hitam sejenis itu ingin dimakan Nona mereka semua? Bagaimana jika nanti sakit perut? Bukannya mengejek, mereka hanya teringat akan ayam karya Naga Azure ketika di kemah beberapa waktu lalu. Mereka dipaksa makan semuanya ... betapa menakjupkan hari itu.


"Nona Xie, biar Ann Rou merasakannya." Ann Rou tidak ingin Nona Xie yang merupakan manusia memakan arang sehingga sakit perut. Ia hewan suci, tidak akan sakit dengan mudah.


Ann Rou mengambil salah satu ikan dan merasakannya. Di luar dugaan, ia pikir akan merasakan ikan garing dan pahit seperti yang ia makan tempo hari. Rupanya ia salah besar!


Meski dari luar terlihat luar biasa, dalamnya lebih luar biasa. Xie Ran benar, jauh lebih baik daripada tampilan hitam yang mengerikan. Jika ditambahkan anggur, akan semakin enak rasanya. Ia pun makan dengan lahap membuat Dou Dou di sampingnya tertegun.


Ann Rou sedang senang atau meratapi agar Nona Xie tidak kecewa?


Ia pun melihat ikan hitam dengan horor, kemudian berkata, "Nona Xie, biar aku membantu."


"Tidak perlu, bukankah kau tidak mau?" Xie Ran bicara tak acuh. Semua ikan miliknya!


Dou Dou hanya bisa tertawa canggung. Ia jadi penasaran bagaimana rasanya. Ketika Ann Rou memberinya kesempatan merasakan 'ikan hitam' spesial tersebut, mata Dou Dou menjadi cerah dan ingin menangis.


Ia melihat sisa ikan di tangan Xie Ran sambil meneguk saliva. Ini enak! Ia menyesal telah meragukan tangan ajaib Nona Xie! Ia ingin menangis!


Sedangkan ketiga naga hanya terdiam melihat tingkat hewan suci itu yang begitu kontras dengan reputasi. Pemikiran mereka tentang dunia benar-benar terdistorsi!


Mereka tidak tahu, Xie Ran telah menyiapkan 'kejutan besar' untuk mereka menunggu di depan.


Akan ada pertumpahan darah, cepat atau lambat.