The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
64. Pertandingan Akhir (1)



Sejak tadi Zhou Kui memandangi sketsa di tangannya yang penuh dengan garis lurus. Itu bukan sketsa biasa, melainkan gambar senjata beserta komponen-komponennya secara lengkap sedangkan di depannya terdapat Xie Ran yang menunggu.


Zhou Kui tidak merubah kerutan di dahinya sepanjang hari ketika melihat gambar senjata aneh itu. "Apa ini buatanmu?"


"Ya." Xie Ran masih penuh harap bahwa Zhou Kui mau membuatkan komponen-komponennya dengan baik dan sesuai. Zhou Kui adalah seorang penempa, tentu harus bisa melakukan pekerjaan kecil ini.


"Ini senjata jenis apa?" Zhou Kui masih heran dengan jalan pikir Xie Ran yang di luar batas.


Xie Ran memutar bola mata. Ia mengeluarkan senjata api di tangannya seperti handgun, CZ, dan sig sauer. Zhou Kui semakin bingung melihatnya. Apalagi ketika senjata terlihat sama meski ada sedikit perbedaan.


Xie Ran menghela napas kemudian mengambil CZ dan membidiknya tanpa banyak bicara. Suara tembakan terdengar begitu keras memekakkan telinga. Zhou Kui terkejut mendengarnya sampai jantungnya ingin melompat.


"Sudah lihat? Itu dapat menembus tulangmu." Xie Ran menunjuk ke arah peluru diterbangkan. Tepatnya ke arah lubang yang dibuat oleh peluru membuat Zhou Kui semakin terkejut. Ada senjata sehebat itu?


"Itu hanya permulaan. Jika kau bisa membantuku membuat komponennya, aku bisa membuat lebih banyak. Sebenarnya, aku bisa saja membuatnya sendiri. Tapi waktuku sedikit."


"Kapan kau membutuhkannya?" Zhou Kui tentu saja bersemangat. Penemuan senjata ini begitu luar biasa dan digunakan tanpa sihir. Itu bisa digunakan untuk seseorang yang tidak bisa mengolah sihir atau seseorang berkultivasi rendah. Itu akan terjual mahal!


"Aku ingin kau menyediakannya untuk sementara. Pegang ini dan pelajari lalu terapkan cara pembuatannya. Setelah itu, buatlah usaha agar kau terkenal. Kau juga harus memberiku secara gratis nanti."


Zhou Kui merasa tidak enak. "Xiao Ran, ini usahamu. Kenapa tidak kau saja yang membuat usaha?"


Xie Ran menggeleng cepat. Itu bukan usahanya, itu dibuat oleh seseorang yang terkenal di dunianya. Ia hanya bertindak sebagai penyalur. "Aku akan mengabarimu jika saatnya tiba untuk mengambilnya. Lebih baik kau memanfaatkannya dengan baik dan jual di pelelangan Klan Yan. Kita akan membuat bisnis bersama."


"Aku baru tahu kau bisa berbisnis." Zhou Kui terkekeh. Di mana foodie bodoh itu?


"Jika tidak bisa bisnis, aku tidak bisa menghasilkan uang dan makan enak. Sudalah, segera pelajari dan lakukan percobaan. Fighting!"


"Faig ... ting(?)" Zhou Kui mengerutkan kening.


"Lupakan, cepat pelajari! Ingat, jangan sampai bocor. Aku ingin berkultivasi untuk pertandingan final minggu depan." Xie Ran tersenyum bersemangat.


Zhou Kui tersenyum dan keluar dari kamar Xie Ran membawa gulungan 'sketsa' di tangannya. Ini harta karun baginya dan ia sangat senang. Xiao Ran sangat baik.


Sedangkan di dalam kamar, Xie Ran menghela napas lega. Akhirnya masalah senjata terselesaikan dengan capat setelah lama berusaha siang malam. Sekarang, ia harus meningkatkan kekuatan secepatnya.


Xie Ran masuk ke dalam dunia liontin. Menghirup udara segar dan merasakan angin sepoi-sepoi yang sejuk. Ketika mengedarkan pandangan, ia menyadari dunia liontin begitu sepi.


Ia melemaskan bahu dan duduk di atas batu sambil memainkan rumput liar. Awalnya ia ingin berkultivasi, tapi moodnya berubah. Dunia liontin sangat sepi dan membosankan. Hanya ada ia sendiri di sini.


"Master, Master!"


Suara raungan terdengar dari dua naga yang datang dari langit. Akhirnya Xie Ran tidak kesepian. Kemudian ular kecil di lengannya muncul dan mendesis sebagai sapaan melihat dua naga mendarat di dekat ibunya.


"Apa kalian membawa buah tangan?" Xie Ran bertanya dengan semangat berpikir mereka membawa buah tangan yang enak di lidah.


Long Huo dan Long Yun saling pandang kemudian meletakkan beberapa buku di tanah. "Yang Mulia mengatakan, harus banyak belajar dan membaca buku agar pintar. Kami memiliki banyak buku terbaru. Ada novel, sejarah, buku politik, buku tentang monster, buku tanaman, beberapa buku sihir tingkat rendah, buku sihir tingkat menengah, biografi, thesis, buku pengobatan—"


"Stop! Kau ingin aku tenggelam dengan buku setebal ini?" Xie Ran teecegang melihat tumpukan buku setebal ensiklopedia yang membuatnya mual. "Singkirkan!"


".... Okay."


Long Huo dan Long Yun dengan patuh membawa semua buku itu ke luar bersamaan sesuai perkataan Xie Ran. Rupanya Xie Ran tidak suka baca. Mereka salah kira karena selama ini selalu membawakan buku untuk Qu Xuanzi.


Entah mengapa jika dipikirkan kembali mereka sangat jauh berbeda. Pikirkan saja sendiri perbedaannya.


Xie Ran menghela napas dan duduk di atas rerumputan. Setelah beberapa saat, ia berdiri dan pergi ke dalam kastil. Ia masuk ke dalam kamar dan memulai kultivasi sekaligus melupakan semua kegelisahannya.


Energi murni yang ia olah menjadi semakin sulit naik tingkat. Ia mengalami kemacatan di tahap 4 sedangkan tubuh murni belum kunjung terbentuk. Ia juga belum menerobos ke profesional lanjutan. Pelatihannya selama ini—selain teknik yang meningkat—mengalami kemacatan dan ia membutuhkan dorongan. Sayangnya Qu Xuanzi sedang tidak ada. Ia tidak bisa berduel dengan pria itu untuk menekan potensinya.


Tapi, bukankah ada Ann Rou dan dua naga? Itu ide bagus.


Setelah seharian kultivasi dan sarapan pagi bersama, ia kembali ke dunia liontin untuk berduel dengan Long Huo. Menggunakan energi murni dan sihir pesonanya, ia bisa bertahan dari serangan Long Huo tanpa terluka. Tapi jika ingin mengalahkannya, ia harus berusaha maksimal dan masih belum cukup kuat.


Selama seminggu itu Xie Ran berlatih dengan dua naga sedangkan Ann Rou tidak tahu ke mana. Kucing kecil itu hanya kembali untuk minta digaruk kemudian pergi selama dua atau tiga hari. Entah apa pekerjaannya.


Pada hari di mana pengumuman pertandingan final diadakan, Ann Rou datang dalam wujud manusia ke kamar Xie Ran yang akan pergi. Ia datang melalui jendela dan melompat seperti maling ke arah Xie Ran.


"Pintu di sana." Xie Ran menunjuk ke arah pintu membuat Ann Rou tertawa tidak bersalah.


Kemudian, Ann Rou kembali serius seperti ketika melompat jendela. "Aku datang memberi kabar. Akan lebih baik jika Nona Xie tidak datang ke pertandingan. Semua kaki tangan iblis hadir di Kota Ye untuk mencari pemilik energi murni, takutnya Nona dalam bahaya."


"Aku telah mencapai puncak tahap profesonal, tidak ada yang perlu ditakutkan. Jika mereka menemukanku, mereka tidak akan langsung menangkapku."


Ann Rou mengerutkan kening. "Kenapa begitu? Aku pernah mendengar di pertemuan mereka sebelumnya bahwa mereka akan langsung menangkap Nona."


Xie Ran tersenyum miring. "Mereka tidak akan. Kau bisa percaya pada penilaianku. Lagi pula, sejauh ini tidak ada yang mengeksposku. Aku hanya akan menunjukkan tanda-tanda jika umurku sudah cukup."


"Nona Xie, apa lupa umur sendiri? 17 tahun termasuk dewasa."


Xie Ran mengerutkan dahi. "Bukan 20?"


"20 tahun memang dewasa, tapi 17 tahun adalah awal dari kedewasaan."


"Awal kedewasaan bukannya 18 tahun?" Xie Ran pikir aturan dunia ini tentang umur kedewasaan sama seperti di dunia modern. Ternyata sangat jauh berbeda.


"Nona Xie, lebih baik terima saranku. Yang Mulia masih sangat jauh di Utara, jika terjadi sesuatu, akan sangat sulit. Utara sangat jauh, Yang Mulia belum tentu tepat waktu." Ann Rou masih takut mengingat cerita teman-temannya tentang pertarungan Qu Xuanzi dengan kloning Hydra. Tidak ada hal lain yang ia takutkan selain amarah Qu Xuanzi. Jika pria itu marah, dunia bisa diledakkan olehnya!


Xie Ran melihat Ann Rou yang tertekan merasa kasihan. "Tapi aku harus ikut dalam pertandingan. Begini saja, setelah pertandingan selesai, aku akan langsung kembali ke dunia liontin. Tidak akan ada yang menemukanku."


"Baik, tapi jangan berhadapan dengan mereka. Kekuatan Nona Xie masih belum cukup untuk menghadapi mereka. Aku, Long Yun, dan Long Huo juga hanya bisa menghadapi beberapa dari enam iblis belum lagi bawahannya. Xiao Caihong masih kecil, bukan tandingan mereka. Jadi, akan lebih baik menghindar."


"Ya, aku tahu. Lagi pula, aku punya rencana sendiri dalam menghadapi mereka." Xie Ran juga masih harus pergi ke pagoda kaca. Selain membebaskan kekuatan Qu Xuanzi, ia juga akan membebaskan Naga Laut—sekalian mencuri harta. Jadi, ia tidak boleh melewatkan kesempatan apa pun.


Setelah diskusi tersebut, Xie Ran keluar dari penginapan mengikuti teman-temannya ke gedung arena.


Setelah sampai di podium, ia langsung duduk tanpa berkata apa pun melihat pertandingan pertama yang dilakukan oleh akademi besar. Sisa yang bertanding di semi-final ini adalah 5 akademi dan diantaranya adalah 3 akademi terkuat seperti Akademi Tianshang dan Akademi Yeshan.


"Xiao Ran, kamu jarang sekali berkumpul. Apa sedang melakukan sesuatu?" Mei Liena penasaran. Jika bukan untuk makan, Xie Ran sama sekali tidak keluar kamar.


"Aku mengalami kemacatan, jadi harus berlatih keras." Xie Ran menjawab dengan jujur.


"Kemacatan? Kamu menerobos profesional akhir belum setahun. Tidak bisa disebut kemacatan." Mei Liena heran.


Xie Ran tersenyum kecut merasa ucapannya salah. "Kondisiku berbeda." Ia terbiasa menerobos kurang dari setahun, jadi inilah akibatnya. Apalagi ia sudah sangat terburu-buru dan waktunya tidak banyak. Para iblis sudah beraksi sejak awal.


"Lawan kita selanjutnya adalah Akademi Huan dari provinsi Jin. Apa kamu sudah tahu?" Pei Xi melirik Xie Ran yang jarang ia lihat belakangan ini.


"Ya." Xie Ran mengangguk tanda ia tahu, walau sebenarnya baru tahu. "Akademi Huan bukan sesuatu yang berbahaya menurutku. Jika kita bisa menang dengan cepat, kita bisa melawan Akademi Yeshan sebelum final."


"Seharusnya begitu. Tapi menurutku, Tuan Kota Ye akan membuat Akademi Yeshan hanya bertanding di akhir. Setelah pertandingan kali ini hanya akan ada 3 akademi yang tersisa sebagai Akademi 3 besar."


Xie Ran mengangguk paham. "Aku tidak terkejut dengan pengaturan seperti itu. Tapi mungkin beberapa orang akan merasa Tuan Kota Ye pilih kasih."


"Tentu saja Tuan Kota Ye pilih kasih. Itu karena ia menginginkan Akademi Yeshan dari Kota Ye mendapat peringat 3 besar hanya dengan 1 atau 2 kali pertarungan. Mereka juga mengirim seluruh tim utama yang tidak hadir pada pertandingan penyisihan dan individu. Entah bagaimana kekuatan tim utama ini." Zhong Xiaorong bicara sambil mendengus kesal.


Zhong Xiaorong terus mengutarakan keluhan sedangkan pertandingan terus berlangsung. Di bawah sana, dua akademi saling bertanding untuk mendapatkan posisi 3 besar. Pada akhrinya, Akademi Kongruan memenangkan pertandingan memasuki 3 besar.


Tinggal 3 pertandingan tersisa termasuk final. Pembawa acara mengumumkan pertandingan antara Akademi Tianshang dan Akademi Huan yang disambut meriah oleh semua orang. Pada pertandingan semi-final ini, Zhong Xiaorong naik arena sebagai wajah baru tapi tidak dengan Zhou Kui dan Yan Yao. Mereka berdua akan hadir pada 2 pertandingan selanjutnya untuk mencapai final.


Melihat betapa ramai penonton bersorak, Zhong Xiaorong menghela napas. "Andai Kakak Kedua melihatku."


"Dia melihatmu melalui batu rekam," kata Mei Liena.


Zhong Xiaorong berkata dengan lemah. "Itu berbeda."


"Bersiaplah!" Pei Xi memberi komando dan mereka segera membentuk formasi sesuai yang disepakati sebelumnya.


Mengingat kekuatan Akademi Huan yang tidak boleh diremehkan, mereka menggunakan formasi yang sama ketika melawan tujuh senior beberapa waktu lalu ketika latihan. Meski kekuatannya sedikit berkurang karena ketidakhadiran Yan Yao dan Zhou Kui, itu sepadan untuk melawan Akademi Huan karena saat itu mereka menang melawan profesional lanjutan.


Ketika pembawa acara membuka pertandingan, formasi diaktifkan segeranya menyebabkan tanda tanya pada semua orang. Mereka tidak ingin terlalu banyak menunjukkan kekuatan sehingga menggunakan formasi ini agar potensi mereka dan sihir peri Zhong Xiaorong tidak terlihat jelas.


Begitu sihir warna-warni menyala di udara membentuk garis lurus ke langit-langit, pihak lawan segera menyadari sesuatu yang salah lebih cepat.


"Jangan biarkan formasi selesai!"


Mereka segera maju hendak mengacaukan formasi. Beberapa bilah energi muncul seperti hujan menuju formasi yang dalam proses pembentukan menciptakan suasana tegang. Itu seperti bintang jatuh yang tersebar di udara dan akan jatuh meledakkan arena. Itu adalah transformasi bintang jatuh.


Namun begitu sihir bintang jatuh mendarat, beberapa sinar merah melesat begitu cepat seperti kedipan membentur semua bintang jatuh hingga menyebabkan ledakan di udara. Ledakan yang bertubi-tubi akibat bintang jatuh terus terdengar disertai hamparan energi yang tersebar menyebabkan guncangan.


Kabut muncul tepat dari arah bintang jatuh yang meledak menutupi arena. Pihak lawan tidak mau kalah dan terus mencoba menyerang, namun sihir merah yang melesat begitu cepat menghalangi apalagi dengan kabut yang membingungkan arah mereka hingga tidak bisa melihat apa pun.


Tidak ada yang bisa melihat apa yang terjadi selanjutnya di arena. Beberapa orang kuat yang memiliki pandangan bagus dapat melihat, beberapa panah menyerang menembus kabut disertai kombinasi beberapa sihir yang menyebabkan beberapa peserta runtuh begitu mengenainya.


Tiga dari tujuh peserta ambruk bersamaan akibat panah. Dua lainnya harus Qian Jue yang meruntuhkan dengan mudah berkat bantuan racun Mei Liena. Kemudian sisanya, Qian Jue tidak dapat menahan lebih lama hingga membutuhkan bantuan yang lainnya.


Tong Lian, pemimpin Akademi Huan berhasil berdiri paling lama dan memblokir pergerakan Qian Jue. Ia membanting tubuh Qian Jue kemudian meminta saudarinya, Tong Ying, membantu teman-temannya.


Murong Yi yang akan bergerak segera terblokir serangan terkuat Tong Ying hingga terhempas. Tong Yin menggunakan sangkar untuk mengurung mereka dan memulihkan keadaan teman-temannya.


Begitu ia akan memulihkan keadaan teman-temannya, sebuah sinar biru menghantamnya begitu keras menyebabkan rasa kaku dan dingin di sekujur tubuhnya. Meski sihirnya kuat, tubuhnya lemah sehingga serangan Zhong Xiaorong membuatnya lumpuh di tempat.


"Aku tidak tahu bagaimana kau tidak terpengaruh racun Liena." Zhong Xiaorong berpikir.


"Putri, aku dan kakak kebal terhadap racun. Sia-sia jika menggunakan racun pada kami."


"Oh ya? Kalian minum apa sejak kecil?" Zhong Xiaorong menghampirinya karena penasaran.


Tong Ying tersenyum. "Karena ... aku dan kakak minum 1000 racun sejak kecil untuk membuat tubuh kami lebih kebal. Jadi otomatis darah kami juga beracun."


Tiba-tiba Tong Ying menyayat telapak tangannya dan menapak tubuh Zhong Xiaorong begitu keras hingga termundur beberapa meter. Zhong Xiaorong menatapnya kesal dan menujuknya penuh tuntutan.


"Kau!"


Tong Ying berdiri dan tersenyum. "Tuan Putri, kita tidak memiliki dendam. Maafkan aku karena kasar, ini adalah pertandingan, aku akan menyembuhkanmu setelah pertandingan. Untuk saat ini, kita adalah rival."


Zhong Xiaorong baru menyadari bahwa ia diracuni. Ia memegang dadanya di mana tapak barusan didaratkan dan terdapat jejak darah yang mengeluarkan asap hitam tanda itu beracun. Ketika ingin menyerang gadis itu, Tong Ying sudah pergi terlebih dahulu menghilang di tebalnya kabut. Detik berikutnya, kakinya lemas tanpa tenaga tanda bahwa racun telah beraksi.


"Sial!"


Xie Ran di tengah arena mengerutkan kening merasakan formasi tidak stabil. Ia sebagai pusat tentu dapat merasakan kuat tidaknya formasi. Jika formasi hancur secara paksa, akan terjadi serangan balik yang menyebabkan cedera internal.


"Sarah, kirim pesan pada mereka untuk kembali ke formasi." Xie Ran bicara pada sistem merasakan suasana begitu hening dan mencurigakan.


"Baik, pesan telah terkirim."


Meski begitu Xie Ran merasa tetap tidak tenang. Jangan sampai ada yang membuat masalah dan menyebabkan formasi melemah.


"Xiao Ran!"


Xie Ran menoleh dan melihat Zhong Xiaorong yang tampak buruk. Sepertinya memang telah terjadi sesuatu. Ternyata walau hanya dua peserta yang masih berdiri, masih bisa melumpuhkan pihaknya. Akademi Huan memang cocok disebut akademi besar.


Ketika Xie Ran akan menghampiri Zhong Xiaorong dan membantunya, ia merasakan hembusan angin dan punggungnya tergelitik. Dengan cepat ia bersalto kebelakang menghindari tinju yang tiba-tiba datang.


Kakinya yang jenjang memukul bahu orang itu dan menariknya hingga tersungkur. Namun orang itu tidak menyerah dan terus menyerangnya tanpa senjata setelah bangkit.


Xie Ran menghindar seperlunya dan memberi pukulan keras. Ia berputar dan melilit leher orang itu dengan lengannya serta menjepitnya dengan keras hingga orang itu tercekik.


Awalnya Xie Ran berpikir untuk memutar kepalanya, tapi ia langsung teringat bahwa ini hanyalah kompetensi. Jadi dia melepas jeratan dan memutar lengan orang itu ke punggung meski bilah energi sudah keluar dari tangannya, namun Xie Ran hanya perlu sedikit menghindar. Ia juga menahan kaki orang itu.


"Akui kekalahan, semua orangmu telah runtuh." Xie Ran tidak ingin banyak basa-basi dengan anak satu ini.


"Hei, adikmu meracuniku. Katakan padanya untuk menarik racunnya!" Zhong Xiaorong begitu kesal.


Tong Lian hanya diam. Gadis yang menahannya ini terlalu kuat hingga ia tidak bisa bergerak. Bahkan tangan dan kakinya ditahan seperti hewan.


Xie Ran memutar bola mata dan mengisyaratkan Zhong Xiaorong ke posisinya segera untuk mengakhiri formasi. Namun karena Qian Jue dan Murong Yi tidak kunjung hadir, maka ia hanya bisa mengakhiri formasi berlima hingga menguras cukup banyak energi.


Kabut berangsur larut dan digantikan dengan pamandangan beberapa manusia yang terkapar serta dua pria yang terkurung dalam jeruji seperti hewan. Semua orang terkejut melihatnya, padahal mereka tidak mendengar suara keributan apa pun, semua itu terjadi begitu cepat. Apalagi melihat Xie Ran menahan sang pemimpin tim seperti tahanan sendiri. Sialnya mereka tidak tahu apa yang Xie Ran lakukan dan seberapa kuat ia.


Tong Ying tidak berdaya melihat kakaknya ditahan gadis seumuran dengannya dengan begitu menyedihkan. Ia hanya bisa menyerah dan mengakhiri pertarungan dengan kekalahan.


"Akademi Tianshang menang!"


Penonton kembali bersorak begitu pengumuman diselenggarakan. Banyak riuh tepuk tangan terdengar memenuhi tribun disertai sorakan gembira.


Tong Ying menepati janjinya mengobati Zhong Xiaorong sebelum kembali bersama kakaknya dan kumpulannya, sedangkan tim Akademi Tianshang baik tim utama maupun cadangan kembali ke tempat semula sambil merencanakan pertandingan selanjutnya.


Pertandingan selanjutnya segera diumumkan saat itu juga. Perwakilan peserta 3 akademi yang tersisa segera menaiki arena untuk mengambil kartu undian.


Mereka akan mengundi siapa yang akan bertarung dengan siapa. Pertarungan semi-final kali ini, mereka akan mengambil token dari sebuah kotak. Jika dua dari mereka mengambil token yang sama, maka keduanya akan bertanding untuk menentukan peringkat ke-3. Jika berbeda, maka akademi tersebut akan tampil di akhir final. Jika menang, maka akan mendapat peringkat pertama, tapi jika kalah akan bertanding dengan akademi yang kalah sebelumnya untuk penentuan peringkat 2 dan 3.


Awalnya Akademi Yeshan ingin bertanding di akhir, namun karena banyak yang protes termasuk Putri tertentu, mereka mengubah urutan dan melakukannya lebih adil di mata semua orang.


Xie Ran yang berinisiatif maju mengambil token bersama dua perwakilan akademi Yeshan dan Konglian. Entah apa yang ia rencanakan.


Ketika sampai di kotak, Xie Ran mengambil paling akhir setelah dua pria mengambil token dari kotak. Belum ada yang membukanya kecuali jika pemandu menyuruh mereka membukanya bersamaan.


Pemimpin tim Akademi Yeshan yang merupakan putra Tuan Kota Ye, Ye Junmo, terlihat sangat tenang seperti Xie Ran dan menatap gadis itu dengan tatapan yang sulit. Berbeda dengan pria perwakilan dari Akademi Konglian yang cukup gugup memikirkan hasil undian.


"Silahkan dibuka." Pemandu mempersilahkan mereka membukanya sambil tersenyum.


Xie Ran memicingkan matanya dan melihat balik token sebesar kepalan tangan itu. Tatapannya tetap santai kemudian menunjukkan ke arah pemandu.


"Token perak."


Pemandu tertegun sejenak melihat token tepat di depan matanya. Betapa tidak sopan gadis ini. Namun ekspresinya berubah ketika nenyadari token dua perwakilan lainnya beserta wajah berkerut Ye Junmo.


Keduanya sama-sama token emas!


Dengan terpaksa pemandu mengumumkan pertandingan Akademi Konglian dan Akademi Yeshan setelah pertandingan peserta yang kalah sebelumnya.


Selagi pergi, gadis tak bermoral tertentu tersenyum puas dan memicingkan matanya begitu melihat wajah kusam Ye Junmo dan Tuan Kota.


"Berani bermain di depanku?"