The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
209. Jawaban Qu Xuanzi



Malam hari di Dunia Atas, Qu Xuanzi yang baru saja menemui Huo Yuzheng dan dewa lain di perbatasan alam, kembali ke istana. Meski masalah di sana sudah hampir selesai, perbaikan pembatas alam membutuhkan waktu yang sangat lama untuk kembali seperti semula. Bisanya dibutuhkan beberapa tahun lamanya sambil menghadang gangguan.


Qu Xuanzi baru saja akan memasuki halaman begitu tiba-tiba sebuah bayangan hitam melintas dengan kecepatan tinggi. Ia menghentikan langkah, melihat bayangan hitam tersebut melesat di sekitar istana dan menghilang.


Merasa memiliki keakraban dengan bayangan itu, Qu Xuanzi tidak menyingkirkannya, melainkan mengikuti. Sosoknya menjadi cahaya emas yang melayang di udara seperti kilat, mengejar bayangan hitam yang terpantul sinar rembulan.


Bayangan itu tidak pergi jauh dari Istana Langit. Mendarat ke tanah dan membentuk sosok pria dengan rambut perak yang tergerai. Qu Xuanzi mendarat beberapa meter di depannya, melihatnya tanpa ekspresi apa pun seolah kehadiran pria beriris merah itu bukan sesuatu yang perlu dikejutkan.


Kaisar Iblis yang kini tidak lagi dalam bentuk Zhong Guofeng, berdiri dengan jubah hitam yang memberi kesan berbahaya. Sosoknya yang sangat mirip dengan Qu Xuanzi tampak seperti cermin.


"Aku terkejut kau tidak menyerangku." Kaisar Iblis sedikit tersenyum. Bukan senyum senang atau sebagainya, melainkan senyum dingin yang biasa ia tunjukkan pada rival satunya itu.


"Kenapa kau di sini?" Qu Xuanzi langsung pada intinya. Kaisar Iblis bisa dengan mudah datang ke Dunia Atas hanya karena ia adalah bagian dari Qu Xuanzi, jika tidak para dewa sudah pasti mengejarnya dan terjadi keributan besar.


"Apa tidak boleh sedikit mengunjungi naga kecilku?" Kaisar Iblis melihat Qu Xuanzi tampak tidak memedulikan ucapannya. Ia pun mengubah topik pihak lain tidak terpancing. "Yeah, anggap saja itu adalah salah satu alasanku datang ke sini."


"Kau datang karena Dewa Iblis?"


"Seperti yang sudah kita sepakati sebelumnya, aku pikir hari itu akan tiba. Jika penyatuan dua darah harus menggunakan energi murni, maka aku lebih baik terbunuh dalam keadaan dikendalikan Dewa Iblis, seperti waktu itu."


"Kenapa kau berpikir seperti itu?"


"Jika ingin menggunakan energi murni untuk keberhasilan penyatuan darah, Xie Ruo harus mati."


"Tidak perlu."


Kaisar Iblis memiringkan kepalanya. "Kau memiliki rencana lain?"


"Membunuh darah campuran, harus dilakukan oleh darah campuran juga. Pada dasarnya, kau memang tidak seharusnya ada. Tapi Xie Ruo tidak perlu mati."


Kaisar Iblis menyipitkan mata, mencoba memikirkan maksud dari perkataan Qu Xuanzi. Jadi Qu Xuanzi tetap akan melakukan penyatuan darah, tapi Xie Ruo tidak akan mati bukankah itu mustahil?


Melihat Kaisar Iblis terlihat bingung, Qu Xuanzi berkata, "Sama seperti apa yang Dewi Cahaya inginkan saat ini, meminjam dan mengembalikan."


Kaisar Iblis sepertinya paham sesuatu, namun wajahnya justru menunjukkan keterkejutan, kemudian terkekeh. "Apa kau serius?"


"Hanya itu satu-satunya cara." Qu Xuanzi telah memikirkannya selama ini. Sekarang, ia hanya berharap, ia tidak perlu menggunakan penyatuan darah untuk memusnahkan Dewa Iblis.


"Yang Mulia Kaisar Langit, kau tidak takut dia membencimu? Aku memang tidak akan menghadapinya, tapi kau." Kaisar Iblis menunjuk Qu Xuanzi secara langsung.


"Itu lebih baik."


Daripada mengorbankan Xie Ruo, ia lebih baik mengambil langkah lain. Meski tingkat keberhasilan kecil, ia hanya bisa bertaruh. Karena selama ada Dewa Iblis, Xie Ruo tidak aman, ia harus sebisanya menyingkirkan bahaya itu agar tidak dapat menyentuh Xie Ruo.


Tentu, Xie Ruo tidak perlu tahu apa yang ada di pikirannya sekarang. Jika tahu, wanita itu pasti tidak akan membiarkannya dan memilih jalan yang lebih ekstrim di luar rencananya.


Kaisar Iblis berkata dengan nada mencibir, "Memang pada dasarnya kita sama." Jika ia di posisi Qu Xuanzi, ia akan memilih jalan yang sama.


"Kau sudah mengetahui apa yang kau inginkan, apa ada hal lain?" Qu Xuanzi bermaksud mengusir.


"Aku hanya merasa aneh, tiba-tiba saja kita membuat kesepakatan bersama untuk seorang manusia. Kita selalu berperang, ini terakhir kalinya."


"Jika keadaan tidak mendesak, aku sudah membunuhmu sejak lama." Jika Kaisar Iblis mati, kekuatan iblisnya akan hilang dan tidak bisa melakukan penyatuan darah untuk membunuh Dewa Iblis. Andai tidak ada Dewa Iblis, atau tidak mendapat pesan dari Dunia Dewa, ia sudah membunuh Kaisar Iblis sejak menemukannya menyesatkan Xie Ruo di Dunia Bawah.


Kaisar Iblis menggedikkan bahu acuh tak acuh. Ia pun pergi tanpa mengatakan hal lain. Sosoknya berubah menjadi bayangan hitam, melayang di udara dan menyusut seiring berjalannya waktu sampai menghilang di bawah rembulan malam. Tidak ada jejak, seolah ia tidak pernah ada di tempat ini.


Qu Xuanzi menghela napas setelah melihat kepergian Kaisar Iblis. Mengenai apa yang akan terjadi nanti, ia sudah menyiapkannya. Asal Xie Ruo baik-baik saja, ia akan melakukan apa pun.


Ia pergi ke dalam istana dan melihat Xie Ruo. Di dalam kamar gelap yang diterangi rembulan, wanita itu tidur pulas dalam posisi menyamping, terlihat sangat tenang dan damai dibandingkan sebelumnya.


"Aku sudah memiliki jawaban, tapi tidak memiliki keberanian mengungkapkannya secara langsung." Ia mengusap kepala Xie Ruo dengan lembut, tatapannya yang semula terus dingin dan datar kini menghangat. "Jika terjadi sesuatu, aku bukannya tidak akan memenuhi permintaanmu, tapi aku akan mengambil jalan lain, melepaskanmu dari bahaya dengan cara apa pun. Asal kau baik-baik saja, aku tidak ada permintaan lain."


Qu Xuanzi mengecup kening Xie Ruo selama beberapa saat, kemudian tidur sambil memeluk Xie Ruo yang membelakanginya.


Tidak ada reaksi apa pun, tapi setelah beberapa saat, Xie Ruo membuka mata.


Hatinya bertanya, jalan apa yang akan Qu Xuanzi ambil?


Ketika jiwanya berkeliaran dalam bayangan, mengamati tanpa bisa meraih atau menemukan apa pun dalam kesendirian, apa ia bisa terlepas dari itu semua?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sang mentari terbit membawa cahaya ke seluruh dunia yang dilanda kekacauan besar. Bayangan hitam muncul dari langit, melesat dengan kecepatan tinggi melalui banyak iblis dan monster berkeliaran.


Tiap bayangan itu melintas, selalu ada kematian. Iblis-iblis mati begitu saja, monster berlarian penuh rasa takut. Aura kematian dan ketakutan mendera para iblis di tempat tersebut di mana bayangan hitam melintas.


Sampai akhirnya sebuah cahaya emas muncul di permukaan, berhenti tepat di depan bayangan hitam yang sedang melaju. Sosok cahaya itu membuat bayangan hitam harus berhenti, memunculkan sosok pria tampan dengan balutan jubah hitam polos dan tidak mencolok.


"Kaisar Iblis, apa ini pertemuan pertama kita?" Shu Xin tersenyum lebar. Memang benar seperti yang dirumorkan. Kaisar Langit dan Kaisar Iblis sangat mirip seperti orang yang sama—meski secara logika memang orang yang sama.


Kaisar Iblis melihat Shu Xin dengan pandangan dingin. Wanita ini yang ingin membunuh naga kecil dan anaknya. Sayangnya, ada Dewa Iblis di belakangnya yang membuat wanita itu sulit dibunuh. Ia jadi kesal mengingatnya.


"Kau terlihat seperti Asura, aku bahkan tidak perlu mengkonfirmasi identitasmu. Jadi, kau pasti tahu apa saja tawaran yang pernah kuberikan. Jika berkenan, aku masih berlapang hati memberi jalan."


"Siapa kau?" Kaisar Iblis memandangnya dengan jengkel, seolah melihat wanita aneh dan menyebalkan.


"Kau tidak mungkin tidak ingat aku." Shu Xin terkekeh.


"Jika kau membuatku mengingatmu, takutnya semua penawaranmu akan sia-sia."


Senyum Shu Xin berubah menjadi dingin. "Apa karena manusia itu?"


Kaisar Iblis menyipitkan matanya. "Bukankah saat ini kau juga hanya manusia? Kau terlahir sebagai manusia tanpa mewarisi darah Dewa Naga."


"Namun energi murni menjadi milikku. Kau tahu, selalu ada keseimbangan alam yang terjaga. Tapi kadang kala seseorang mengacaukan keseimbangan alam."


"Sayangnya, energi murni bukan lagi milikmu. Di tanganmu, energi murni hanya akan membuatmu menjadi idiot. Bersyukurlah karena seseorang menariknya dari tubuhmu dan membebaskanmu secara tidak langsung." Kaisar Iblis tersenyum dingin. Ucapannya yang tajam membuat Shu Xin sangat geram, namun tetap berusaha menahannya.


"Baik, aku akan menunjukkan bahwa akulah pemilik energi murni yang sebenarnya. Bukankah kalian mendekati bocah itu hanya karena energi murni? Aku akan membuatnya menjadi tidak berguna."


"Lakukanlah semaumu." Kaisar Iblis menggedikkan bahu acuh tak acuh. Ia terlalu malas bicara dengan wanita keras kepala selain naga kecilnya. Meski wajah itu mirip dengan Xie Ruo ketika menjadi 'Xie Ran', tetap saja terasa berbeda.


"Kau menantang?" Shu Xin tersenyum miring.


"Jika aku menang, kau harus membunuh diri sendiri." Kaisara Iblis menyahut tanpa memedulikan ucapannya sendiri.


"Jika aku menang, aku tidak berjanji akan membuat naga kecilmu tetap hidup." Shu Xin sepertinya memiliki rencana, tapi tidak diungkapkan secara langsung.


Kaisar Iblis sudah tidak peduli lagi. Ia akan pergi, namun tiba-tiba ada sesuatu yang membuatnya berhenti dan berbalik melihat Shu Xin.


Wanita itu hanya memasang senyum indahnya, kemudian tangannya mengeluarkan sebuah benda dengan kilau merah yang mencolok. Benda itu berbentuk sebuah boneka kayu yang kaku, namun memiliki warna semerah darah yang membuat penampilannya menjadi mengerikan.


Firasat Kaisar Iblis menjadi buruk. Ia melihat boneka kayu itu dengan waspada, kemudian menatap Shu Xin dengan dingin. "Kau memilikinya?"


Itu adalah benda yang digunakan Dewa Iblis sebagai sarana mengendalikan tubuhnya dan memberi pukulan keras pada Qu Xuanzi ketika perang di masa lalu, boneka pengendali jiwa.


Shu Xin terkekeh. "Apa menarik? Sepertinya aku bisa sedikit bermain-main pada seorang Kaisar Iblis sekarang. Kau ingin mencoba?"