The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
27. Penari Profesional



"Klub hiburan?!" Dua Naga terkejut mendengar rencana Xie Ran. Tidak disangka, Xie Ran akan mendaftar dalam klub hiburan yang akan dipersembahkan ketika pesta ulang tahun Pangeran Mingfeng.


Mereka melirik Qu Xuanzi yang juga terlihat tidak setuju, tapi tidak bisa menolak permintaan Xie Ran.


"Tenang saja, aku hanya akan menari dengan benar. Aku lupa memberi tahu, aku juga memiliki keterampilan menari yang baik. Tidak perlu takut aku menjadi bagian dari wanita penggoda yang melayani pria kaya."


Bukan itu yang dua Naga khawatirkan. Mereka takut Xie Ran akan mengacau di Klub hiburan dan menyebabkan perdebatan tidak perlu. Sikap Xie Ran sulit diatur, jika dia ada disana dan terus diatur, Xie Ran yang kesal akan melakukan hal bodoh. Membunuh contohnya.


Sayangnya Xie Ran tidak tahu apa yang dua Naga pikirkan.


"Sudahlah, tidak perlu khawatir. Aku bisa jaga diri." Xie Ran membujuk dua Naga. Dia senang dua Naga mengkhawatirkannya. Tapi sebenarnya dua Naga sedang berduka cita pada orang-orang di klub hiburan. Sudahlah, lebih baik gadis itu tidak tahu.


"Master, bagaimana jika ada yang mengganggumu atau menyentuhmu?"


Xie Ran menaikkan sebelah alis dan dengan enteng berkata, "Potong saja tangannya."


Dua Naga kembali gelisah akan nasib orang-orang di klub hiburan. Bagaimana jika gadis ini benar-benar melakukannya?


"Tidak perlu cemas aku membuat masalah, aku bisa mengendalikan situasi keseluruhan. Lihat saja, klub hiburan itu akan aku ubah sedemikian rupa."


Lagi-lagi dua Naga dibuat merinding dengan ucapan Xie Ran. 'Mengubah sedemikian rupa' seolah memiliki arti yang mendalam. Sama seperti 'memperbaiki' wajah pelayan pribadinya di kediaman utama.


Xie Ran tidak ingin terlalu banyak berunding. Tidak peduli bagaimana pendapat dua Naga atau Qu Xuanzi, dia tetap melakukannya. Dia tahu mereka tidak setuju dengan berbagai alasan, dia tetap akan melakukannya apa pun alasan ketidaksetujuan mereka.


Sampai di klub hiburan bernama Klub Hiburan Yuanli, gadis itu langsung masuk ke dalam. Gedung klub hiburan ini cukup besar. Ada banyak pengunjung dan panggung hiburan di mana para penari menari dan melayani tamu.


Sejujurnya, Xie Ran lebih suka pada agensi hiburan di dunia modern yang pernah ditemui ketika menyamar sebagai manager. Dia tahu seluk beluk perjuangan aktor dari nol. Dari sana juga dia belajar menari sampai menjadi tutor menari idol. Meski begitu, dia tidak berminat masuk ke dunia hiburan. Ini kali pertamanya melamar sebagai sosok yang tampil, bukan di balik layar.


"Permisi, aku ingin bertemu dengan Nyonya Hu." Xie Ran bertanya dengan sopan pada salah satu pemain musik ketika baru selesai memainkan harpa.


"Nyonya Hu? Adik, ada urusan apa sampai harus bertemu dengan Nyonya?" Wanita itu bertanya dengan ramah dan lembut.


"Ada sesuatu yang ingin kusampaikan." Xie Ran mencoba meyakinkan.


Wanita itu tersenyum lembut dan mengangguk. "Aku akan memberitahunya. Tunggulah sebentar."


"Baik." Xie Ran membiarkan wanita harpa itu pergi ke lantai dua untuk mencari Nyonya Hu. Nyonya Hu adalah pemilik klub hiburan, tentu tidak mudah untuk menemuinya.


Xie Ran duduk sambil memandangi keramaian. Ada banyak wanita cantik yang disewa pria hidung belang. Namun itu hanya wanita dengan status tertentu dan itu memang pekerjaannya. Xie Ran di sini hanya untuk menari, dia tidak akan mengikut jejak mereka.


Seorang penari, penyanyi, atau pemain musik hanya akan melayani sesuai kariernya. Para penggoda yang tidak memiliki tiga kemampuan itu harus melayani pria hidung belang mau tidak mau.


Setelah beberapa saat menunggu, wanita lainnya datang memberitahu Xie Ran bahwa Nyonya Hu menunggunya. Wanita itu mengantar Xie Ran ke lantai dua dan memasuki sebuah ruangan.


Xie Ran masuk ke dalam, membiarkan wanita itu tetap di luar. Di ujung sana, terdapat seorang wanita cantik berumur 40-an dengan sanggul di kepala. Pakaian orange-nya terlihat cantik sehingga dia terlihat lebih muda dibandingkan usianya.


"Ada yang bisa saya bantu?" Nyonya Hu tidak banyak bicara. Dia langsung pada intinya karena menurutnya tidak ada yang menarik dari Xie Ran selain kecantikannya.


Xie Ran tersenyum dan duduk di depannya. "Nyonya, apa menerima lowongan kerja?"


"Lowongan?" Nyonya Hu tidak mengerti maksud Xie Ran.


"Aku dengar Pangeran Mingfeng akan merayakan pesta ulang tahun. Klub Hiburan Yuanli diundang untuk tampil untuk menghibur tamu."


"Kamu datang untuk ini?" Nyonya Hu menebak. Setelah mendengar ini, kesannya terhadap gadis kecil ini menjadi buruk. Dia tidak suka gadis tidak tahu malu ini.


Xie Ran mempertahankan senyumnya yang polos. "Nyonya Hu, kau bisa menebaknya."


"Setelah itu kamu akan pergi?" Menurutnya, gadis ini seharusnya tidak biasa sehingga tidak akan menetap di sini. Dia tidak bisa menerimanya. Dia hanya menerima pekerja yang tetap pada klubnya.


"Menurutmu?"


Nyonya Hu semakin tidak suka. Gadis ini terlalu sembrono dan bermain-main dengannya. "Kami tidak menerima magang untuk tampil di Istana."


"Sangat disayangkan, aku pikir aku lebih baik daripada penarimu yang tidak profesional."


"Lancang!" Nyonya Hu melototi Xie Ran marah. Gadis ini baru saja mengatakan tentang kualitas penarinya yang tidak bagus dan membandingkan dirinya yang tidak bisa apa-apa. Memalukan!


"Nyonya Hu, bukankah penilaian ku benar? Aku perhatikan, pergerakan penarimu kurang tepat. Tidak menghayati tarian dengan baik dan menguasai secara terpaksa. Meski mereka bekerja keras, pelatih senior mereka buruk dalam memberi contoh sehingga bawahannya mengikuti."


Nyonya Hu semakin marah dan sangat ingin mengusir Xie Ran. Namun ketika dia ingin mengusir gadis itu, tubuhnya tidak mau menuruti keinginannya dan tetap duduk dengan tenang. Bahkan dia tidak bisa mengusir dengan kata-kata.


"Aku sarankan untuk mengganti penarimu segera sebelum ditertawakan publik." Xie Tan meminum teh di cangkir dengan tenang dan bersandar di meja. Kemudian melirik Nyonya Hu yang sudah naik darah, dia terkekeh. "Bercanda."


"Lebih baik anda tidak mengurusi kami."


"Nyonya Hu, aku memberimu saran terbaik. Aku adalah pelatih penari profesional. Sudah banyak menghasilkan penari terbaik di dunia berkat pelatihan singkatku. Aku sudah menunjukkan kualitasku."


"Jadi kau ingin melatih mereka?"


"Tidak dan ya. Aku hanya akan melatih kelompokku kemudian tampil bersamaku di Istana. Hanya itu yang kuinginkan. Sisanya, terserah padamu."


Nyonya Hu menghela napas berusaha menenangkan emosi. Bisa beruban jika terus bicara pada gadis ini. "Baiklah, aku ingin lihat bagaimana keterampilanmu. Jika memuaskan, aku akan menerimamu dan membebaskanmu melakukan apa pun yang kau inginkan. Jika tidak, kau bisa pergi dan jangan harap dapat menginjakkan kaki di sini."


Xie Ran tersenyum meliriknya. "Apa perlu menunjukkan sekarang?"


"Di atas panggung."


"Sepakat!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Nyonya Hu, apa ada yang bisa disampaikan?" Xie Ran tersenyum penuh kemenangan. Dia tahu tariannya lebih bagus dari apa pun sehingga dapat melihat banyak tatapan iri.


Tapi lagi-lagi Xie Ran tidak melirik mereka dan langsung menagih Nyonya Hu. Nyonya Hu tidak bisa berkata apa-apa lagi dan langsung menyetujui syarat Xie Ran. Para penari lain cemburu Xie Ran mendapat perlakuan khusus dan langsung diangkat menjadi penari inti di Pesta Istana.


Xie Ran mendapat kamar pribadi di Klub hiburan, bukan asrama seperti yang lainnya karena status seniornya.


Dalam sekejap Xie Ran menjadi senior yang akan melatih mereka. Itu membuat banyak keirian pada senior lain yang merasa disudutkan. Tapi Xie Ran tidak memperhatikan.


"Oh iya, siapa namamu?"


"Xiao Ran." Xie Ran menyamarkan namanya. Dia tidak bisa mengungkapkan nama aslinya atau rencananya akan dipersulit.


"Kalau begitu, Xiao Ran'er, kamu bisa berlatih tarian yang akan kami selenggarakan. Waktunya besok, jadi kamu harus tepat waktu sebagai pemain utama."


"Baik." Xie Ran terlihat percaya diri disertai senyuman manisnya.


Sedangkan Xie Ran percaya diri dapat melakukannya, anggota senior yang sejak tadi memasang raut kesal tersenyum penuh kemenangan. Tarian kali ini hanya bisa dilakukan kelompok. Bagaimana gadis amatiran itu bisa melakukannya dalam semalam? Apalagi nanti malam adalah gladi resik. Dia akan tersingkirkan.


Pendapat itu juga berlaku bagi yang lain termasuk Nyonya Hu. Meski Nyonya Hu sudah mengakui bakat Xie Ran, namun dia masih ragu bahwa Xie Ran dapat menguasainya hanya dalam waktu beberapa jam dari sekarang.


Xie Ran membaca tuntunan tarian dalam gulungan dan diperintahkan untuk menghafal sedangkan yang lain berlatih. Xie Ran harus mengetahui dasarnya terlebih dahulu agar tidak bingung ketika bersama kelompok apalagi dia sebagai penari utama.


Xie Ran sudah ahli dalam hal tarian kelompok semenjak menjadi pelatih trainee idol yang akan debut. Meskipun di sini berbeda, itu pun tidak berbeda jauh. Mungkin dia harus mencobanya sekali agar bisa memahaminya lebih baik.


Selagi melihat-lihat gulungan tersebut di halaman kamarnya, Long Huo dan Long Yun keluar dari Dunia Liontin melihat Xie Ran dengan khawatir.


Mereka sama seperti orang-orang itu yang berpikir Xie Ran akan mengalami kesulitan menghafal semua gerakan dalam waktu singkat. Meski mereka percaya rencana kali ini akan berhasil, tapi sejak tadi Xie Ran hanya membolak-balikkan gulungan dengan dahi mengkerut. Mereka semakin gelisah.


"Master, dari sekian profesi, mengapa kau memilih penari?" Long Huo bertanya.


"Jika menjadi juru masak, aku tidak terlalu pandai masak makanan tradisional. Jika aku menghipnotis seorang bangsawan untuk membawaku sebagai Nona atau pelayan mereka, berdasarkan auraku, aku akan mudah ketahuan."


"Jadi, itu sebabnya Master memilih penari. Apa Master tidak merasa sulit?"


"Kalian tidak melihat tarianku barusan?"


"Kapan Master menari?"


Xie Ran menatap mereka sambil berpikir kemudian teringat satu hal. Sejak tadi dia belum menari. Dia hanya memberi ilusi tariannya pada semua orang sehingga mengira Xie Ran sudah menari dengan sangat baik. Padahal itu bukan dia yang menari.


Xie Ran terkekeh menyadari bahwa makhluk-makhluk non-manusia dalam Liontin tidak terkena ilusinya. Masalahnya itu tidak terlalu efektif untuk tiga makhluk kuat itu apalagi guru besar yang tidak diketahui dari mana asalnya.


"Kalian lihat saja performa-ku besok." Xie Ran berkata dengan santai sambil melihat gerakan tari dalam gulungan kembali.


Dua Naga menunduk lemah melihat kelakuan Master mereka. Jika Master mereka tidak dapat hadir besok, maka rencana akan berubah total.


Matahari sudah terbenam, Klub hiburan sudah sepi digantikan para anggota yang berlatih. Di aula, sekelompok penari masih berlatih dibimbing oleh senior mereka. Senior itu bernama Jun Lian. Sejak tadi dia melirik ke arah dimana kamar anggota baru mereka, tapi tidak ada tanda-tanda pintu terbuka membuatnya tersenyum meremehkan.


Sudah kuduga. Dia sendiri yang merupakan penari terkenal, harus berlatih keras untuk sebuah tarian. Bagaimana dengan seorang amatiran muda yang tidak berpengalaman? Meskipun dia sudah melihat tariannya, dia sudah menduga bahwa itu tarian acak. Sama sekali tidak membuatnya puas dan mengakui bakatnya.


Nyonya Hu datang menuruni tangga melihat para penari yang berlatih. Matanya mencari keberadaan anggota barunya tapi tidak ditemukan. Dia sudah menduga hal itu akan terjadi.


Anak itu terlalu keras kepala untuk melihat pesta ulang tahun di Istana. Tanpa bimbingan, gadis keras kepala itu tidak bisa mengingat segala langkah rumit tarian. Apalagi menjadi penari utama.


"Lian'er, di mana Xiao Ran? Pelatihan akhir akan dimulai, tapi dia belum muncul." Nyonya Hu mencoba mengetahui keberadaan Xie Ran, tapi Jun Lian menggeleng tidak tahu.


"Sejak tadi dia tidak keluar dari kamarnya. Mungkin malu tidak bisa tampil, tidak mudah melatih tarian Teratai Mengapung. Paling cepat melatihnya membutuhkan waktu sebulan. Mustahil baginya untuk mengingat tiap gerakan tanpa kesalahan sedangkan penampilan terakhirnya malam ini adalah penentu apa dia akan ikut besok atau tidak. Sangat disayangkan." Jun Lian menghela napas memasang raut kecewa seolah telah menantikan tarian sempurna Xie Ran. Namun dalam hatinya mencibir gadis arogan itu.


"Sudahlah, jika dia tidak datang, apa boleh buat?" Nyonya Hu menyerah dan mulai duduk di kursi depan panggung untuk menyaksikan pelatihan akhir para penari terbaiknya.


Jun Lian tersenyum penuh kemenangan. Posisi penari utama harus menjadi miliknya, tidak boleh Xie Ran untuk menyenangkan Pangeran Mingfeng apalagi kabarnya Kaisar Zhong juga akan datang. Jika dia berhasil menarik perhatian dan menjadi selir, kehidupannya bisa berubah drastis dan dipenuhi kemewahan.


Nyonya Hu memiliki suasana hati kacau. Dia melihat tarian penarinya yang memang sedang menurun membuatnya lelah sendiri. Dia bersandar sambil memijat kepalanya yang berdenyut melihat tarian penarinya yang memiliki sedikit perkembangan tapi kurang memuaskannya.


Dia telah membandingkan dengan penilaian Xie Ran sebelumnya, dan itu memang benar. Orang-orang ini terlalu lambat tanpa mengetahui makna tarian sehingga menarikannya berdasarkan gerakan yang hanya dia tahu.


Entah di mana gadis itu berada.


Dia memiliki kepercayaan dan keraguan dalam waktu bersamaan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi telah menyingsing. Para anggota klub hiburan mulai mempersiapkan diri pergi ke Istana sesegera. Mereka membawa barang dalam tas dan memasukkannya ke dalam kereta kuda. 15 penari dan satu penari utama telah diterapkan. Jun Lian telah meraih posisi utama pada tarian kali ini, karena hanya dia yang memiliki potensi lebih bagus diantara yang lainnya. Dia juga yang tercantik.


Nyonya Hu hanya bisa mengikuti alur. Dia tidak melihat Xie Ran sejak semalam membuatnya semakin yakin bahwa Xie Ran tidak dapat bergabung dan telah menyerah. Itu sangat disayangkan. Xie Ran cantik dan berbakat melebihi Jun Lian, tapi tidak bisa hadir dalam acara penting ini. Itu sebuah penyesalan.


Sedangkan sisi lain masih nyaman dengan ranjangnya yang empuk dengan selimut tebal menutupi seluruh tubuh sampai kepala. Bahkan posisi tidurnya terbalik yang seharusnya kepala di atas menjadi kaki di atas.


Seekor Naga besar dan panjang masuk ke dalam kamar meraung keras membangunkan putri tidur yang masih berhibernasi. Sepertinya putri tidur itu telah melupakan sesuatu. Dia bahkan melewatkan bagian terpenting!


"Master bangun!"


Long Yun terus meraung keras membuat gadis itu terusik dan berguling jatuh ke lantai. Xie Ran tersentak sambil mengaduh kesakitan. Jatuh ketika tidur membuatnya terkejut bukan main dan duduk dengan tubuh yang tegang.


"Kenapa gelap? Aku buta!"


"Master, penutup matanya." Long Yun sudah memiliki wajah gelap. Kenapa otak Master-nya tidak pernah ter-upgrade?


Xie Ran baru menyadari bahwa dia masih menggunakan topeng tidur motif panda lalu membukanya. Tatapan polosnya terungkap terlihat linglung kemudian menatap Long Yun dengan tajam seolah akan menghabisinya.


"Kau! Mendorongku?" Xie Ran kesal tidurnya diusik hewan satu ini.


Sedangkan Long Yun tidak merasa bersalah. "Master, ini sudah pagi. Anda harus mempersiapkan diri untuk tampil!"


Xie Ran hanya mengiyakan seakan tidak memiliki niat tampil. Dia menari bukan untuk menunjukkan pertunjukan tapi melihat pertunjukan. Dia hanya akan bersemangat jika Long Yun mengatakan tentang berburu Iblis. Ketika Long Yun mengatakan tentang tampil, Xie Ran merasa seperti orang demam panggung.


Melihat Masternya seperti karet yang perginya lambat seolah lantainya memiliki permen karet, Long Yun dengan tidak sabar menggiring gadis itu ke kamar mandi dan menutupnya. Untung kamar Xie Ran besar dan muat baginya berjalan, atau dia akan sangat kesulitan menuntun gadis ngaret itu.


Setelah sejam mempersiapkan diri, Xie Ran ke luar dengan hanfu sederhana tanpa minat melakukan apa pun. Dia pergi dari Dunia Liontin sedangkan dua Naga hanya menghela napas akan kelakuan gadis tak dewasa itu.


Setelah kembali ke klub, tempat itu telah sepi. Xie Ran ke luar dari klub untuk mencari siapa pun, ia baru menyadari bahwa dirinya tertinggal rombongan. Xie Ran menghela napas malas dan menguap sambil berjalan ke arah Istana dengan cara menumpang kereta kuda orang lain.


Xie Ran yang memiliki banyak uang tidak masalah harus membayar kusir dengan harga besar. Setelah berada di dalam kereta kuda, gadis malas itu tidur lagi.


Di Istana sudah ramai akan pengunjung. Rombongan Klub Hiburan Yuanli telah sampai di gerbang Istana dan masuk menggunakan undangan khusus. Mereka langsung diarahkan ke tempat perkumpulan sedangkan 16 penari pergi ke tempat khusus berhias.


Nyonya Hu mengikut 16 penari untuk mengatur segala keperluan. Mereka duduk di depan ruang rias sambil merias diri menjadi cantik dan berharap ada bangsawan yang membawa mereka menjadi selir. Terutama untuk Jun Lian, dia sudah berandai-andai bahwa Pangeran atau Kaisar meliriknya dan memberinya status selir kesayangan.


Para penari itu tidak bisa berharap menjadi Istri sah, karena hanya wanita dengan status bangsawan yang bisa menjadi Istri sah pria bangsawan.


Mereka yang bekerja sebagai penari yang biasa memberi pertunjukan hanya bisa menjadi selir. Itu pun sudah sangat bersyukur. Jika mereka diangkat menjadi istri sah, itu benar-benar sebuah kehormatan besar dan jarang terjadi.


Mereka berhias cukup lama sambil sedikit berlatih agar dapat menunjukkan pertunjukan terbaik. Namun ketika sedang berlatih, tiba-tiba Jun Lian tanpa sengaja menabrak pelayan istana yang lewat membuat langkahnya terkilir dan jatuh.


Semua orang di Klub Hiburan Yuanli panik dan menyalahkan pelayan itu habis-habisan. Nyonya Hu yang sedang bicara dengan seorang pejabat di luar mengalihkan perhatiannya.


Melihat Jun Lian yang terkilir sampai biru, dia benar-benar terkejut. Mengabaikan pelayan sebagai pelaku, dia langsung menyuruh anggotanya mencarikan tabib.


"Nyonya, maafkan saya. Saya akan berusaha yang terbaik. Ini tidak terlalu sakit." Jun Lian membujuk. Padahal dia sudah merengek sebelum Nyonya Hu datang dan memaki pelayan tersebut. Dia menjadi gadis patuh di depan Nyonya Hu.


"Lian'er, jangan memaksakan diri. Keadaan akan memburuk, kecelakaan bisa saja terjadi jika kamu memaksakan diri. Lebih baik istirahat. Nyonya ini akan mencari pengganti lain."


"Tapi Nyonya, Xiao Ran yang seharusnya ada, sekarang tidak ada. Tidak ada yang dapat menggantikan." Jun Lian masih berusaha mempertahankan posisi. Dia tidak ingin kehilangan kesempatan.


Nyonya Hu berpikir sejenak. "Itu ...."


"Apa aku terlambat?"


Suara lembut itu mengejutkan mereka. Pandangan mereka segera teralih pada sosok cantik dan sederhana berdiri di ambang pintu.


Tatapannya terlihat polos, namun siapa yang akan menyangka bahwa dibaliknya terdapat kelicikan yang disembunyikan dengan wajah polosnya yang seperti anak kecil.


"Xiao Ran!"