The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
102. Mengaduk Keluarga Tang (3)



"Master, apa kamu akan diam saja membiarkannya memasang jebakan?" Long Ying tiba-tiba muncul di antara pepohonan. Wujudnya nyaris tidak terlihat jika hanya melihat sekilas karena warna kulitnya yang nyaris menyatu dengan pohon.


Xie Ran tidak menjawab. Pikirannya ada di tempat lain. Ia tidak peduli jebakan apa yang dipasang Mo Shenxi padanya, ia hanya peduli pada apa yang ia pikirkan sekarang.


Belakangan ini, ia sering bermimpi aneh. Mimpi yang terlihat seperti cuplikan memori di kehidupan lampau, tapi ia yakin tidak pernah mengalaminya. Menyebalkannya lagi tidak bisa mengatakannya secara langsung atau memecahkan intinya dengan bertanya pada seseorang. Ia hanya bisa menjawabnya sendiri.


Semua memori itu ... terus terulang dan tidak jelas sebab-akibat yang terjadi.


Ditambah ada sosok yang tidak pernah dikenalnya.


Selagi Xie Ran tengah merenung dalam diam, seseorang datang mendekat dan menepuk bahunya. Xie Ran langsung menoleh, melihat Tang Yueying hadir dengan raut rumit dan tampak kacau.


Xie Ran menatapnya penuh pertanyaan.


Tang Yueying berkata, "Kamu ingin berkunjung ke tempatku?"


Xie Ran melihatnya untuk beberapa saat kemudian mengangguk. Tanpa mengatakan apa pun lagi, Tang Yueying memimpin jalan ke kediamannya. Tidak ada percakapan apa pun, sikap Tang Yueying kali ini sangat berbeda dari biasanya.


Ketika sampai di kediaman, tampak Cheng Hua duduk dengan pandangan kosong, sangat terlihat bahwa ia tengah depresi akan kejadian yang baru saja terjadi. Tang Yueying menghampiri dan duduk dengan wajah poker, sambil mempersilahkan Xie Ran duduk.


Xie Ran tidak tahu apa tujuan mereka mengundangnya. Seingatnya Cheng Hua baru saja menderita diselingkuhi sedangkan Tang Yueying dalam masa hukuman. Meskipun Cheng Hua menerima perintah dari Mo Shenxi, berdasarkan logika, tidak seharusnya akan bertindak secepat ini.


"Kamu pasti sudah tahu apa yang baru saja terjadi. Ayahku ... Kepala Keluarga menyerahkan Ibu pada Mo Shenxi untuk menerima hukuman yang seharusnya tidak didapat. Ibu dituduh meracuni pasukan yang disiapkan Kepala Keluarga, itu semua karena tuduhan Mo Shenxi. Di sisi lain, Tang Yueha yang selalu berada di sisi Nyonya Huai memiliki posisi yang sama dengan Mo Shenxi, dia juga merencanakan segalanya. Ran'er, kamu tidak berpikir bahwa kami memperlakukanmu dengan buruk, 'kan?" Tang Yueying menatap Xie Ran dengan pandangan berharap.


Xie Ran diam untuk beberapa saat, sebelum akhirnya mengangguk pelan.


Tang Yueying tersenyum. "Tang Yueha tidak pernah memperlakukanmu dengan baik, dia sengaja melakukannya. Karena kamu ada di pihak kami, maka kamu mungkin bisa melawan mereka."


Xie Ran tampak ragu dan menurunkan pandangan. Kemudian pandangannya terarah pada Cheng Hua yang tampak kacau, mencoba meminta pendapat.


Cheng Hua yang pandangannya bertabrakan dengan Xie Ran kembali mendapatkan kesadarannya. "Ran'er, kamu sudah seperti putriku sendiri, aku takut kalau kamu juga terkena dampak dari skema Tang Yueha dan Mo Shenxi. Pembunuhan hari itu adalah awalan, mereka sudah merencanakannya dengan baik. Setelah menyingkirkanku dan Tang Yueying, dia akan memikirkan cara menyingkirkanmu untuk menguasai Klan Xie lebih jauh."


"Aku tahu ini rumit. Jika saja aku tidak mengalami cedera, aku akan membunuh mereka semua! Ran'er, kami hanya bisa bergantung padamu." Tang Yueying bersikap begitu menyedihkan dan menunduk dalam-dalam tampak gelisah. Ia harus bisa membujuk Xie Ran atau segalanya akan berakhir.


Tugas Mo Shenxi harus berakhir!


Xie Ran masih menurunkan pandangan melihat meja di bawahnya. Ia tidak tahu apa tujuan mereka, tapi ia bisa mengikuti apa yang mereka inginkan. Hanya dengan beberapa kata dari mereka, ia tahu apa yang mereka harapkan darinya meski motifnya masih samar.


Ia berkata dengan ragu, "Aku bisa membantu, tapi ...." Xie Ran melirik mereka berdua bergantian. Mereka ingin menjadikannya senjata untuk melawan Mo Shenxi, ini di luar perkiraan. Itu sebabnya ia membutuhkan banyak celah, semakin banyak mereka bicara, semakin terlihat celahnya.


Kedua wanita itu paham maksud keraguan Xie Ran. Kemudian Tang Yueying berkata, "Ran'er, itu bukan masalah besar. Kamu takut tidak bisa mengalahkan Mo Shenxi? Aku memiliki ramuan pengembang jiwa yang tersisa, kamu bisa menggunakannya untuk membunuh Mo Shenxi."


"Pengembang jiwa?" Xie Ran terperangah. Wanita ini benar-benar terlalu terbuka ingin memhunuhnya. Benar-benar di luar dugaan.


"Ying'er, pengembang jiwa bukan sesuatu yang bisa digunakan sembarangan. Kamu tidak ingat apa yang terjadi pada mereka?" Cheng Hua menatap putrinya terkejut.


Tang Yueying menjadi serba salah dan menunduk. "Aku pikir mereka mati karena keracunan bunga berkabut, bukan pengembang jiwa. Aku melupakan ucapan Mo Shenxi, maafkan aku."


Bukankah terlalu bertele-tele? Xie Ran semakin bingung dengan reaksi ibu dan anak ini. Mereka bersikap sangat aneh, hanya untuk membunuhnya.


Cheng Hua menghela napas. "Sudahlah, jangan mengungkit itu lagi." Kemudian ia menatap Xie Ran. "Kamu tidak perlu khawatir akan hal itu, aku akan memikirkan cara meracuni Mo Shenxi agar kamu dapat menyingkirkannya dengan mudah."


Tang Yueying melihat mereka bergantian lalu bergegas menuangkan teh dengan hati-hati di tiga cangkir. Ia menggigit bawah bibirnya sebelum kembali duduk dan mengambil salah satu cangkir dan diberikan pada Xie Ran.


"Maafkan aku telah mengatakan hal buruk. Aku terlalu khawatir sampai tidak bisa berpikir dengan jernih."


Xie Ran menerima cangkir dari Tang Yueying lalu tersenyum. "Tak apa."


Tang Yueying mengambil cangkir teh di meja dan meminumnya sebagai bentuk permintaan maaf. Ia melihat Xie Ran yang diam, pikirannya menjadi lebih kacau dan cemas. Sampai akhirnya Xie Ran meminum teh yang ia berikan, barulah ia merasa lega sambil menghabiskan semua teh di cangkir.


Setelah beberapa saat berpikir, Tang Yueying tiba-tiba berdiri dengan kikuk. "Aku harus pergi, aku takut ... Mo Shenxi mencurigaiku karena tidak datang menemuinya."


Cheng Hua hanya diam melihat kepergian putrinya, kemudian pandangannya terarah pada Xie Ran yang masih diam.


Bukankah terlalu mudah?


Cheng Hua merasa kepalanya sakit memikirkan segala tekanan yang dialami. Mo Shenxi memintanya membunuh Xie Ran, tapi ia sekarang malah merasa segalanya terlalu berjalan dengan lancar membuatnya gelisah. Ia pikir Xie Ran akan sulit diajak bicara.


Setelah beberapa saat, ia merasa tenang dan menghela napas sambil menyesap teh di cangkir. Ia melihat ke arah Xie Ran lagi. Gadis itu tiba-tiba yang pucat dan pandangannya tidak benar.


Sepertinya efeknya sudah muncul.


"Kenapa ..." lirihnya.


"Ran'er, kamu baik-baik saja?" Cheng Hua bertanya dengan nada khawatir. Ketika ia menyentuh bahu Xie Ran, kepala gadis itu langsung jatuh ke atas meja dan menutup mata.


Cheng Hua sama sekali tidak terkejut, ia justru menghela napas lega. Ia sudah membuang banyak napas untuk mendapat kepercayaan dan sekarang menjadi jauh lebih mudah. Xie Ran telah teracuni.


Tidak ada racun dalam teh atau pun cangkir, tapi racun itu diberikan langsung tanpa disadari oleh siapa pun ke tubuh Xie Ran ketika menghabiskan teh. Racun yang dapat membunuh secara instan, ia hanya perlu menggunakan sedikit kekuatan spiritual untuk menyalurkan racun ke pernapasan.


"Itu kehormatan untukmu," cibirnya.


Cheng Hua berdiri dengan wajah tanpa ekspresi. Ia tidak merasa senang atau sedih, ia hanya melakukan apa yang diperintahkan Mo Shenxi agar bisa bebas. Meski ia enggan, tidak salah jika membunuh idiot yang dengan mudah ditipu oleh beberapa kata.


Cheng Hua berjalan ke arah Xie Ran hendak membawanya untuk diserahkan pada Mo Shenxi. Ia menarik tubuh Xie Ran, tapi tiba-tiba tubuhnya menegang, wajahnya pucat pasi seperti habis melihat hantu.


"Bagaimana ... bagaimana mungkin ...."


Tubuh Cheng Hua mendadak gemetar melihat gadis di lengannya yang tiba-tiba berbeda dari yang ia pikirkan.


Wajah pucat seperti mayat dan dingin itu adalah wajah yang dikenalnya. Tapi ia tidak akan menyangka bahwa itu akan menjadi Tang Yueying!


Ini tidak mungkin!


Jelas-jelas itu adalah Xie Ran!


"Bagaimana mungkin ... kamu bukan Ying'er!" Cheng Hua nyaris melepas pegangannya, namun ia tidak tega ketika melihat wajah putinya yang menjadi putih. Pikirannya kacau dan ia tidak bisa percaya dengan yang dilihatnya.


Ini pasti mimpi!


"Kamu bukan Ying'er ... seharusnya kamu Xie Ran ... bagaimana bisa ...." Cheng Hua jatuh ke tanah sedangkan Tang Yueying yang telah meregang nyawa ikut jatuh tepat di kakinya.


Cheng Hua sangat takut. Ia merangkak menjauh sambil berteriak frustrasi dan memukul dirinya sendiri untuk sadar ke kenyataan.


Tapi ketika ia melihat gadis yang meringkuk di tanah itu, air mata berjatuhan deras di wajahnya yang kacau.


"Ying'er!" Cheng Hua merangkak meraih putrinya yang malang dan memeluk tubuhnya yang dingin. Ia tidak mau percaya akan hal ini, tapi ia tidak bisa lari dari kenyataan.


Bagaimana Xie Ran menjadi Tang Yueying!


Baru saja ia melihat Tang Yueying pergi, bagaimana dia masih ada di sini menggantikan Xie Ran!


Cheng Hua meronta seperti orang gila. Tiba-tiba ia tertawa keras dengan air mata yang mengalir. Ia begitu bodoh. Mengira putrinya sendiri adalah musuh dan membunuhnya. Ia membunuh darah dagingnya sendiri!


Sangat bodoh!


Kilatan sinar merah melintas dari mata Cheng Hua yang menggila. Sinar merah sehalus benang itu merambat di udara seperti ular terbang dan menghilang.


Mendengarkan tawa menyedihkan dan penuh kepedihan, sosok putih di balik pohon melihatnya tanpa ekspresi. Pada akhirnya, anak dan ibu itu mendapatkan buah dari benih yang mereka tanam sendiri.


Seekor naga kecil yang duduk di bahunya juga menonton seperti melihat pertunjukan miris. Ia melihat masternya yang hanya diam, hanya bisa mengedipkan mata sebelum berkata, "Apa kamu sudah menebaknya?"


Xie Ran menggeleng. "Aku justru ingin tahu apa yang ingin mereka lakukan."


"Mm."


"Teknik manipulasimu semakin meningkat ke tingkat yang mengerikan. Bahkan bisa mengelabuhi mata seseorang."


"Itu karena mental Cheng Hua tidak baik, aku hanya mengambil keuntungan." Meski Xie Ran telah menyingkirkan mereka bersamaan, ia tetap tidak senang. Segalanya belum terbayar lunas dan ia sama sekali tidak memiliki hak merasa puas.


Long Ying menghela napas akan suasana hati Xie Ran yang aneh. "Setelah hal ini terjadi, mereka akan memusatkan perhatian padamu. Meski Cheng Hua yang membunuh Tang Yueying dan tidak ada hubungannya denganmu, Mo Shenxi tetap tidak akan melepaskanmu. Karena Mo Shenxi meminta Cheng Hua membunuhmu, sedangkan kamu lolos dari kematian, dia akan waspada padamu."


"Biar dia waspada," balas Xie Ran, kemudian senyum tipis terukir di bibirnya. "Lagi pula aku tidak akan bersembunyi lagi. Iblis berpenyakitan itu akan menerimanya."


"Kamu akan menarget Mo Shenxi? Dia sudah waspada padamu, apa akan baik-baik saja?"


Xie Ran melirik Long Ying dengan mata menyipit. "Kapan-kapan aku akan mencairkan otakmu yang membeku itu. Bukankah ada Tang Jin? Aku hanya perlu menggunakan tangannya untuk berhadapan dengan Mo Shenxi."


Long Ying terbelalak. "Tang Jin selalu curiga padamu, jika datang begitu saja, bukankah agak ...."


Xie Ran memutar bola mata berharap dapat mencekik naga cerewet itu sekarang juga. "Kau pikir aku hanya sendiri di sini? Lalu apa gunanya sekutu?"


Long Ying diam untuk beberapa saat sebelum tertawa cekikikan karena merasa malu. Jadi seperti itu ....


Sepertinya otaknya masih harus diupgrade sesuai kualifikasi Xie Ran.


"Nona, jangan hiraukan naga bodoh itu. Dia bukan kaumku." Long Long mencibir, merasa malu dengan generasi di bawahnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di ruang kerja, Tang Jin masih mengurus pendataan pasukan baru yang direkrut untuk menggantikan pasukan sebelumnya yang mati. Karena kejadian hari itu, jarang yang ingin melamar sebagai prajurit dan bersedia menjadi tentara Keluarga Tang.


Berbagai alasan muncul dan rumor tidak mendasar terus berkembang membuat Tang Jin frustrasi. Belum lagi masalah istrinya yang tidak patuh, ia merasa kepalanya akan meledak sampai ingin membuang semua perkamen di meja.


"Paman."


Suara lembut itu datang dari pintu yang terbuka. Tang Yueha masuk ke dalam dengan langkah anggun dan wajah pokernya ke arah Tang Jin.


Tang Jin bertanya-tanya mengapa Tang Yueha datang di saat seperti ini, tapi dia harus tenang terlebih dahulu dan bersikap senormalnya seolah pria frustrasi barusan tidak ada hubungan dengannya.


"Ada apa kamu datang?" Tang Jin bertanya.


Tang Yueha berhenti di depan meja, pandangannya tidak terlepas dari pria pembunuh orangtuanya. Ia merasa jijik, tapi hanya bisa menelannya mentah-mentah dan bersikap seolah tidak terjadi apa pun.


Tangan Tang Yueha memunculkan sebuah botol porselen, lalu meletakkannya di meja Tang Jin membuat pria itu bertanya-tanya.


Tang Yueha menjelaskan, "Mo Shenxi memberikannya padaku untuk diantar ke ruanganmu. Tuangkan di dupa, itu dapat menenangkan pikiran dan meningkatkan kecerdasan dasar serta ingatan tiap menghirupnya."


Tang Jin mengangguk pelan sambil tersenyum. "Baik, kamu melakukan hal baik. Mo Shenxi memang sangat paham, sampaikan terima kasih padanya."


Ia langsung meminta pelayan menuangkan cairan dalam botol tersebut ke dalam dupa yang terbakar. Asalkan itu pemberian Mo Shenxi, ia akan menerimanya.


Namun ada hal yang membuatnya bingung. "Di mana dia? Kenapa tidak memberiku langsung?"


"Mo Shenxi terlalu sibuk, suasana hatinya juga tidak terlalu bagus semenjak masalah Bibi Cheng, jadi memberiku tugas ini. Seharusnya Tang Yueying yang melakukannya, tapi Tang Yueying sedang dalam masa hukuman."


"Aku dengar kamu terluka karenanya. Apa sudah baik-baik saja?"


Tang Yueha mengangguk dengan ragu. "Ya, aku merasa lebih baik. Terima kasih telah bertanya."


"Tak apa, lagi pula bulan depan kau harus menikah. Tidak boleh ada kesalahan apa pun sampai hari itu tiba, kamu harus menjaga dirimu dengan baik."


Tang Yueha menekan rasa tekanan di hati. Ia mengigit bawah bibirnya diam-diam sambil meremas roknya dan mengangguk pelan. Rautnya tidak berubah, ia pun undur diri keluar tanpa ingin mendengar berbagai omong kosong memuakkan.


Ketika keluar dari ruangan, ia mendapati Xie Ran menunggu di luar dengan senyuman manis yang biasa dilontarkan. Tang Yueha mengangguk pelan, tanda bahwa ia telah menyelesaikan tugas.


Ini akan menjadi tugas terakhirnya ... dan tanda bahwa hubungan sekutu mereka akan berakhir dalam waktu dekat.


Kabar mengenai kematian Tang Yueying tersebar begitu cepat. Tang Jin marah akan kematian putrinya dan menghukum Cheng Hua yang telah membunuh Tang Yueying menggunakan hukum mati.


Cheng Hua tidak bisa melawan, atau pun mencari keadilan dan sebagainya. Meskipun ia mengatakan kebenaran, itu hanya akan memperkuat argumen bahwa ia membunuh putrinya sendiri. Apalagi tidak ada saksi lain yang melihat.


Sebelum dieksekusi, wanita malang itu hanya melihat pembunuh sebenarnya tanpa daya di balik kerumunan yang mencacinya karena membunuh anak sendiri. Sudah tidak ada harapan.


Pandangannya kosong, ia menjadi gila, sampai akhir hayatnya ....


Tang Jin di ruang kerja hanya bisa diam meratapi nasib keluarganya yang begitu menyedihkan setelah eksekusu berakhir. Dua orang meninggal dalam waktu sehari, seluruh pasukan mati dalam semalam. Semua ini begitu tiba-tiba dan terlalu ... kebetulan.


Mengenakan dupa yang diberi Tang Yueha waktu itu, ia menjadi jauh lebih tenang seolah pikirannya kosong. Sampai akhirnya pintu terbuka membiarkan sosok merah masuk ke dalam ruangan dengan langkah anggun dan tidak terburu-buru.


Mo Shenxi melihat Tang Jin yang frustrasi, kemudian mencium aroma dupa yang asing, ia mengerutkan kening. Entah kenapa aroma dupa itu membuatnya tidak nyaman.


"Kakak Huai memberiku surat bahwa kita harus segera membuat pasukan baru secepat mungkin. Jika dalam seminggu masih tidak dapat menemukan pasukan lain, maka akan diganti dengan pasukan dari Dunia Bawah." Mo Shenxi tidak ingin pusing dengan masalah lain dan langsung pada intinya.


"Pasukan Dunia Bawah?" Tang Jin merinding mendengarnya. Di Klan Xie, sudah ada pasukan dari Dunia Bawah sedangkan Kota Perbatasan masih dipegang olehnya dan mengumpulkan pasukan manusia. Jika mengganti semuanya dengan iblis, bukankah sama saja menyimpan pedang bermata dua?


Mo Shenxi melihat ketidak setujuan Tang Jin menjadi kesal. "Jika tidak suka, maka lupakan apa Dunia Bawah akan menjadi pendorong Keluarga Tang lagi. Keluarga Tang mengalami penurunan drastis yang abnormal, kamu hanya perlu menyerahkan segalanya pada Dunia Bawah untuk mengurusnya. Musuh di balik semua kejadian ini, akan segera dituntaskan sebelum pernikahan Tang Yueha dan penggabungan dengan Klan Xie."


Mendengarkan itu, Tang Jin semakin kacau dan ia berdiri dari kursi. Tubuhnya sempat terhuyung namun dengan cepat menstabilkan posisi. Ia menghampiri Mo Shenxi.


Tang Jin tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya sendiri. Ia hanya merasa kesal dan marah akan segala hal yang terjadi, ditambah Mo Shenxi mendesaknya untuk memobilisasi pasukan dalam waktu seminggu.


Ini pasukan! Bukan menyediakan pesta! Dalam waktu seminggu, sama saja memaksanya mundur dan membiarkan iblis mengambil posisinya!


"Baik, aku akan mengatasi itu semua." Tang Jin bicara di depan Mo Shenxi dengan nada tegar sekaligus kesal.


"Bagus." Mo Shenxi menyahut tak acuh disertai senyuman iblis. Entah bagaimana ia bisa memiliki hubungan dengan orang dungu ini dulu.


Ketika Mo Shenxi akan pergi, Tang Jin memintanya berhenti sehingga Mo Shenxi terpaksa berbalik ke arahnya hendak memprotes. Tapi sebelum ia sempat memprotes, sebuah cairan terciprat ke wajah cantik itu membuatnya terdiam.


Tang Jin juga tertegun. Tangannya memegang botol porselen yang sama yang diberikan Tang Yueha padanya, isinya membasahi wajah Mo Shenxi yang menjadi sangat gelap seperti langit malam.


Tang Jin panik. Kenapa ia bisa melakukan itu!


Mo Shenxi ingin meraung marah sebagai bentuk protes, tapi sebelum itu terjadi, ia merasa kulitnya melepuh dan berasap oleh cairan tak dikenal itu. Warna wajahnya menjadi merah dan terkelupas, ia merintih sakit, memegang wajahnya yang terkelupas dan berasap dengan penuh rasa takut. Ia menutup wajahnya cepat-cepat dengan raungan kesal dan marah sekaligus sakit.


Tang Jin sendiri terkejut. Ia tidak menyangka, cairan di tangannya akan menyebabkan kerusakan pada kulit sehingga ia langsung membuang botol itu dan mencoba menyelamatkan Mo Shenxi.


Tapi Mo Shenxi justru menangkisnya lalu mendorong Tang Jin jauh-jauh sampai membentur meja. "Enyah!'


Sambil menutupi wajah yang memburuk, Mo Shenxi mencoba keluar dari ruangan secepat mungkin, tapi tiba-tiba banyak orang berkumpul entah dari mana menatap bingung dan ngeri padanya.


Tanpa sadar Mo Shenxi menurunkan tangan, membuat mereka semua melihat wajah buruk rupa yang seperti monster!


Kulit halus seputih salju yang mereka kenal kini digantikan dengan keriput dan penuh pengelupasan memperlihatkan daging merah menjijikkan. Wajahnya sangat kurus sampai tulangnya terlihat sedangkan keropeng di wajahnya mulai menunjukkan cairan menjijikkan dan nanah.


Wajah cantik tanpa tanding itu ... berubah menjadi monster daging mengerikan!


Mendadak, semua orang merasa mual dan jijik, namun tidak berani menunjukkannya. Mereka hanya bisa diam menahan napas dan tidak berani melihat akan sesuatu menyeramkan seperti itu.


Sedangkan Mo Shenxi semakin menggila.


Wajahnya ... wajah cantiknya ... bagaimana bisa menghilang hanya karena sebuah cairan!


Ini tidak mungkin!