
"Aku adalah Xie Ruo. Memang tidak masuk akal, tapi itu yang terjadi." Xie Ruo menekankan kalimatnya, mengabaikan betapa terkejut orang tua itu mendengar ucapannya.
"Ranran ... Ruoruo ... apa yang terjadi?" Su Liu'er nyaris tidak bisa berkata-kata, bahkan Xie Wang sudah tidak bisa mengatakan apa pun. "Ranran, sangat jelas bahwa itu kamu ... itu kamu ...."
"Xie Ran sudah mati, tenggelam 8 tahun yang lalu di danau. Aku ... aku juga mati, tenggelam di laut dan menempati tubuh Xie Ran." Xie Ruo tetap pada wajahnya yang tanpa ekspresi, ia menatap kosong altar papan nama di depannya.
"Ranran ... tidak mungkin ...." Su Liu'er tidak mau percaya. Ia menatap suaminya, mencoba mencari dukungan, tapi tidak ada yang mengatakan apa pun. Ranrannya tidak mungkin pergi!
Berpikir akan sulit membuat seseorang percaya, Xie Ruo mengambil keputusan lain. Jiwanya keluar dari tubuh Xie Ran, mengambil wujud aslinya dengan iris biru sedingin es.
Xie Wang dan Su Liu'er ditambah terkejut. Baru saja mereka mencoba tidak percaya akan kata-kata Xie Ruo, mereka diperlihatkan oleh jiwa lain yang memiliki banyak kemiripan dengan Xie Ran, namun mereka yakin itu adalah jiwa lain, bukan jiwa Xie Ran.
"Kamu ...." Xie Wang akhirnya bereaksi setelah lama terdiam. Ia tidak pernah melihat Xie Ran dalam wujud aura naga, sehingga ia terkejut ketika melihatnya sekarang.
Wajah itu ... meski memiliki kemiripan dengan Xie Ran, ia jauh lebih tidak manusiawi. Mata biru langit yang dalam dan mencolok, dipadukan dengan rambut perak bagaikan berlian, sangat cocok dengan perwujudan Naga Surgawi Dewa Naga. Jelas sekali bahwa jiwa di depannya adalah Xie Ruo!
"Ruoruo ... kamu Ruoruo ... kamu kembali ...." Xie Wang melihat cucunya yang hilang lebih dekat. Ini kali pertamanya melihat Xie Ruo sejak dilahirkan dan menghilang, ia tidak tahu harus bahagia atau sedih.
Su Liu'er langsung menerobos untuk melihat Xie Ruo lebih dekat dari Xie Wang. Ia langsung memeluk gadis itu, dengan perasaan dan pikiran kacau. Sejenak, mereka melupakan banyak hal.
"Bagus ... kamu baik-baik saja ... Ruoruo, kamu sudah banyak menderita ...."
Xie Ruo terdiam tanpa bisa mengatakan apa pun. Selama ini ia hanya mewakili Xie Ran, dan mendapatkan segalanya mewakili Xie Ran. Sekarang, ia benar-benar menjadi dirinya sendiri, tidak mewakilkan siapa pun.
Tidak tahu harus bereaksi bagaimana, Xie Ruo hanya diam tanpa mengatakan sepatah kata pun. Semua ini di luar ekspektasinya. Sepertinya ia telah berpikir terlalu jauh. Qu Xuanzi benar, semua akan baik-baik saja.
Xie Wang tersenyum lega. Akhirnya keluarganya utuh, meski Wen Xi dan Xie Yun tidak bisa bergabung dengan mereka. Ia melirik Xie Ran, kemudian senyumnya membeku.
Wajah cantik itu memiliki pandangan kosong, tatapannya kosong seolah tidak memiliki kehidupan. Ia berdiri, namun tanpa jiwa dan sendirian. Itu membuat hati Xie Wang teriris, kemudian tiba-tiba teringat akan perkataan Xie Ruo barusan.
"Xie Ran sudah mati, tenggelam 8 tahun yang lalu di danau."
Mendadak kakinya lemas. Ia meraih lengan Xie Ran, tapi lengan itu sangat lemas dan kosong seolah tidak memiliki kehidupan. Sosok yang sangat ia kenal menjadi tubuh kosong tak berpenghuni, pantas saja ....
"Ruoruo, bagaimana dengan Ranran? Dia ...." Xie Wang panik.
Su Liu'er beralih melihat Xie Ran, ia langsung ingat apa yang dikatakan Xie Ruo barusan. Ranrannya ....
Kaki Su Liu'er melemas begitu saja hingga Xie Wang harus menangkapnya. Mereka kembali ke dunia nyata, tapi menghadapi situasi menyedihkan seperti ini, mereka nyaris tidak tahan.
Gadis kecil yang mereka manjakan selama 10 tahun ... sudah tidak ada ....
"Ranran ...." Su Liu'er yang biasanya tenang kini terisak, meletakkan tubuh Xie Ran ke pelukannya. Ia sudah kehilangan putra dan menantu sampai nyaris gila, ketika mendapatkan kembali cucu mereka yang hilang, cucu mereka yang satunya malah pergi. Kenapa ini harus terjadi!
Xie Wang memandang Qu Xuanzi, meminta pertolongannya. Qu Xuanzi adalah dewa, pasti memiliki solusi mengembalikan Ranrannya.
Sayangnya, yang mati tidak bisa dihidupkan kembali, itu adalah hukum alam.
Oleh karena itu, Qu Xuanzi tidak memberi jawaban apa pun. Meski ia dewa, ia tidak bisa menghidupkan manusia yang sudah lama meninggal, apalagi sudah 8 tahun lamanya.
Xie Ruo menunduk, merasa bersalah. Jika ia tidak datang ke dunia ini, apa Xie Ran masih akan hidup? Meski kecil kemungkinannya, seharusnya bisa, 'kan? Kenapa ia harus pergi ke dunia ini dan mengorbankan yang lain?
"Xie Ran memang sudah waktunya pergi, bukan salahmu." Qu Xuanzi menebak isi hati Xie Ran yang dipenuhi rasa bersalah. Menggenggam tangan dingin Xie Ran, mencoba meyakinkannya.
Xie Ruo mengangguk, meyakinkan diri sendiri bahwa Xie Ran mati bukan karenanya, melainkan dibunuh oleh Huai Mao. Seseorang yang bertanggung jawab akan semua ini, kematian Xie Ran, Wen Xi, Xie Yun, dan orang-orang di klan, adalah Huai Mao, dan orang di belakangnya.
Di masa depan, Xie Ruo akan membalaskan dendam darah ini.
Tapi untuk sekarang, apa yang harus ia lakukan ketika kakek dan neneknya terus berduka, memeluki tubuh Xie Ran tanpa memberi celah?
"Kakek, Nenek, aku harus kembali." Xie Ruo mengingatkan. Ia sudah terlalu sering keluar dari tubuh fisik, itu akan sangat mempengaruhi nyawanya.
Xie Wang dan Su Liu'er beralih melihat Xie Ruo yang masih berdiri di tempat semula. Entah bagaimana, tiba-tiba Xie Ruo merasa sesak melihat wajah berduka mereka. Mereka seolah mengatakan, tidak ingin berpisah dari Xie Ran.
"Ruoruo, apa kamu harus berada di tubuh Ranran?" Su Liu'er tidak akan tahan melihatnya. Setelah mengetahui semua ini, ia tidak bisa lagi melihat 'Xie Ran' yang berjalan dan bicara seolah tidak terjadi apa pun. Meski ia tahu siapa itu sebenarnya, tapi terasa berat baginya.
"Aku paham." Xie Ruo tahu maksudnya, tapi ia sendiri tidak bisa melakukan apa pun. Ia ingin menjelaskan, tapi merasa kurang pantas sehingga memilih diam.
Qu Xuanzi langsung sadar akan situasi dan menggantikan Xie Ruo menjelaskan. "Xie Ruo harus kembali ke tubuh Xie Ran, setidaknya untuk sementara ini. Tubuh aslinya sudah hancur di dunia lain, jika dibiarkan seperti itu dalam waktu panjang, takutnya tidak bisa menempati tubuh fisik mana pun."
Tapi, bagaimana dengan Xie Ran? Jika Xie Ruo mengendalikan tubuhnya, apa itu baik-baik saja?
"Yang Mulia, apa Yang Mulia bisa membantunya mendapatkan tubuh baru? Tubuh yang lebih cocok untuk Ruoruo, jika seperti ini, akan mempengaruhi jiwa Ruoruo juga." Xie Wang paham sepenuhnya mengenai konsep jiwa dan tubuh fisik.
Jika jiwa seseorang dengan mudah terpisah dari tubuhnya, maka tubuh itu sudah jelas bukan miliknya. Jika keseringan berpisah, tubuh fisik akan mati dan menolak jiwa yang menyebabkan jiwa menghilang. Jiwa orang normal, atau jiwa dari tubuh asli akan sulit dipisahkan, jika berhasil maka rasanya akan sangat sakit karena keterikatan tubuh asli dan jiwa.
Dalam kasus Xie Ruo, tubuh Xie Ran memang cocok untuk Xie Ruo, tapi itu bukan miliknya. Xie Ran lemah, berbeda dengan Xie Ruo. Tubuh fisik Xie Ran tidak akan mampu menahan bebannya.
"Aku tahu, maka dari itu, aku sudah mengaturnya." Qu Xuanzi sudah memikirkannya sejak awal, bahkan sebelum ia tahu bahwa Isabella sebenarnya adalah Xie Ruo. "Tapi untuk saat ini, Xie Ruo harus menempati tubuh Xie Ran. Xie Ruo adalah naga, karena tubuh aslinya hancur menyisakan jiwa yang hidup, tubuh baru bisa berkembang dengan pelatihan khusus."
Ini sama seperti pembentukan Kaisar Iblis. Qu Xuanzi adalah tubuh aslinya, tapi karena pemisahan dua garis darah, harus membentuk tubuh baru untuk darah iblis sehingga terciptalah Kaisar Iblis. Tapi karena Qu Xuanzi masih hidup, konstitusi tubuh fisik Kaisar Iblis tidak bisa sempurna.
Untuk masalah Xie Ruo, karena tubuh aslinya sudah hancur, tubuh barunya bisa terbentuk sempurna layaknya manusia biasa. Meski kultivasinya terganggu dan harus berlatih dari awal, jiwa Xie Ruo sangat kuat. Hanya masalah waktu untuk mengembalikannya, tidak akan lama.
"Karena pelatihan khusus ini akan memakan cukup waktu, serta ketika tubuh baru terbentuk maka harus mengulang kultivasi, aku sudah mengatur Xie Ruo untuk pergi ke Menara Suci." Qu Xuanzi menatap Xie Ruo dengan pandangan teduh.
Pergi ke Menara Suci, itu berarti mereka harus berpisah untuk jangka waktu lama. Ia sudah memikirkannya ketika Dewi Kehidupan memberi surat Tetua Dewa. Agar Xie Ruo aman, Menara Suci adalah tempat terbaik dan cocok untuk kultivasinya. Baik energi murni ataupun aura naga, Xie Ruo akan mendapat pelatihan maksimal di sana.
Karena ke depannya Qu Xuanzi akan sangat sibuk, sangat jarang baginya untuk bertemu Xie Ruo, apalagi melindunginya yang membuatnya khawatir, Menara Suci adalah pilihan terbaik. Dengan sifat Xie Ruo yang suka kebebasan, mungkin akan menolak. Tapi ia yakin Xie Ruo akan setuju.
"Menara Suci ...." Xie Wang menatap Xie Ruo dengan sedih. Istrinya juga dari Menara Suci, meski tempat yang indah, juga tempat terketat yang sama sekali tidak cocok untuk seseorang berjiwa bebas.
Di sana, bukan hanya melatih kekuatan, tapi juga perilaku dan cara berpikir sehingga membentuk karakter wanita yang tangguh dan luar biasa. Mereka hanya merekrut wanita dengan konstitusi spesial, Xie Ruo sudah pasti masuk dalam kategori, apalagi dengan bantuan Qu Xuanzi.
Xie Ruo sendiri tidak tahu tentang Menara Suci. Ia hanya tahu tempat itu adalah tempat paling misterius dan tersembunyi, dipenuhi oleh berbagai macam ras yang bahkan kekaisaran tidak berani menyinggung mereka.
"Terimakasih atas niat baik Yang Mulia, tapi hal ini harus sesuai keputusan Ruoruo terlebih dahulu." Xie Wang yakin Xie Ruo tidak setuju. Meski di sana adalah tempat terbaik di dunia, juga tempat tertutup tanpa ikut campur urusan dunia. Entah sampai kapan Xie Ruo akan tetap di tempat itu, yang pastinya akan lebih dari tiga tahun dibanding akademi biasa.
Qu Xuanzi sebenarnya juga tidak ingin Xie Ruo pergi ke sana, tapi ia tidak memiliki pilihan lain. Menara Suci tidak berpihak, tidak akan menciptakan masalah untuk Xie Ruo. Ditambah, ada banyak hewan suci di sana yang akan menambah keamanan. Iblis atau makhluk lain tidak bisa mengganggunya.
Melihat Xie Ruo yang hanya memasang wajah datar, mereka bertiga menjadi resah. Kenapa gadis itu sangat sulit ditebak?
Xie Ruo melihat ke arah Xie Wang dan Su Liu'er, kemudian menatap Qu Xuanzi. Ada keberatan di mata Qu Xuanzi, yang memberinya jawaban bahwa Qu Xuanzi tidak benar-benar ingin ia ke Menara Suci. Mereka bertiga tidak ingin ia pergi ke sana, tapi ia juga harus memikirkan tujuan Qu Xuanzi mengirimnya.
Jika itu untuk tujuan jangka panjang, ia akan menerimanya. Lagipula, ia pernah berada di Red Room dan terisolasi dalam sangkar pembunuh sejak kecil.
"Kakek, Nenek, aku tidak akan terus menggunakan tubuh Xie Ran. Aku akan pergi." Walau hanya itu alasannya, ia akan pergi sejauh apa pun.
"Ruoruo, kamu serius?" Xie Wang merasa agak sedih. Ia harus berpisah kembali dengan cucunya setelah lama tidak bertemu, itupun dalam jangka waktu yang sangat lama.
Xie Ruo tidak mengatakan apa pun lagi. Wujudnya menjadi seberkas cahaya perak yang mengisi tubuh Xie Ran. Matanya kembali mendapatkan kehidupan, kemudian lepas dari pelukan Su Liu'er.
Menjauhi nenek dan kakeknyake arah Qu Xuanzi, Xie Ruo tidak lagi mengatakan apa pun, tetap membelakangi mereka dengan perasaan kacau.
Xie Wang dan Su Liu'er menghela napas, sepenuhnya menghormati keputusan Xie Ruo. Mereka juga merasa bersalah pada Xie Ruo, sehingga hanya bisa menuruti keinginannya.
"Kalau begitu keputusanmu, kami akan segera mengurusnya." Xie Wang pergi membawa Su Liu'er yang terus memandang punggung Xie Ruo.
Setelah memastikan mereka telah pergi dari ruang doa, wajah datar Xie Ruo berubah menjadi ketidakberdayaan. Ia menutup mata, menahan gejolak tidak nyaman di hatinya.
Qu Xuanzi memberinya pelukan hangat, Xie Ran membuka mata, dan menatap ruang kosong tanpa ekspresi lain selain ketidakberdayaan.
"Kau lihat tatapannya, seolah aku adalah monster menyedihkan." Xie Ruo sudah mempersiapkan hal ini, tapi ia masih tidak berdaya. Ketika mengetahui bahwa ia harus hidup di tubuh Xie Ran, tatapan mereka membuatnya sakit.
"Mereka khawatir padamu."
"Aku telah melihat tatapan itu sebelumnya. Ketika semua orang tahu bahwa aku adalah putri yang membunuh keluarganya sendiri, mereka melihatku seolah aku adalah monster menyedihkan yang kehilangan segalanya."
"Mereka adalah orang lain, tidak tahu penderitaanmu, hanya bisa melihat sebelah mata. Xie Wang dan Su Liu'er berbeda, mereka keluargamu. Mereka tidak seperti itu."
"Aku tahu, namun semuanya akan asing. Aku tidak berusaha untuk benar, aku hanya mengatakan kebenaran. Tapi, apa segalanya akan lancar setelah hari ini? Mereka akan melihatku sebagai orang asing, seolah hari sebelumnya tidak pernah ada."
"Itu tidak benar. Yang terpenting, kamu sudah mengatakan segala kebenaran. Sisanya terserah pada mereka."
Pandangan Xie Ruo teralih pada papan nama di meja altar. Ia lega, sekaligus berat hati. Ia sudah berencana mengatakan segalanya sejak dulu, tapi tidak akan menyangka, ia akan mengatakannya sebagai Xie Ruo, bukan Isabella. Di depan orangtuanya dan Xie Ran, ia mengungkap segala kebenaran.
"Xie Ran, apa kau suka itu?"