The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
36. Orang Panggang



Luo Yang merupakan bawahan Zhang Hui yang terkenal. Penyerangannya sangat brutal dan dapat membuat siapapun cacat atau mati dalam arena. Tiap kali berduel, dia selalu membuat lawannya koma beberapa bulan atau bahkan mati.


Serangan sihir utamanya adalah sihir petir tingkat raja. Sihirnya telah mencapai tahap penyempurnaan dan dapat menghanguskan lawan dalam sekejap. Senjatanya adalah tombak panjang. Meski itu senjata akademi, dia bisa membuat tombak apapun menembus perisai. Dia selalu menjadi penyerang terdepan ketika perburuan di hutan bintang tahun lalu.


Luo Yang di atas arena mengangkat dagunya angkuh melihat gadis kecil yang terlihat lemah dan rapuh di depannya. Baginya gadis itu selain cantik tidak memiliki kemampuan lain sehingga tidak bisa menerima serangannya yang begitu mematikan. Dia yakin bisa mengalahkan dengan satu serangan.


Xie Ran terlihat sangat lemah dan akan jatuh hanya dengan disenggol. Bahkan auranya tidak kuat, hanya ada aura yang membuat orang terpana akan pesona dan kecantikannya. Meski mengenakan pakaian merah yang biasa dipakai, ia tetap terlihat cantik dengan pakaian apapun.


Semua orang mulai bertanya-tanya apa gadis tanpa aura pertarungan bisa mengalahkan Luo Yang. Zhang Hui sudah tertawa di tribun melihat betapa kontras keduanya.


"Haha, gadis cantik, kau akan menjadi milikku!" Zhang Xin sudah berimajinasi dalam pikirannya bahwa gadis kecil itu akan 'melayaninya' sampai puas.


Mereka telah membuat taruhan sebelumnya dengan Xie Ran bahwa jika Xie Ran kalah dalam sepuluh pertarungan, Xie Ran harus menjadi budak mereka bergantian. Sebaliknya jika Xie Ran menang, mereka akan melakukan apapun yang diperintah Xie Ran.


Siapa yang tidak akan tergoda dengan kecantikan itu? Bahkan Zhang Hui sudah memiliki pemikiran liar dalam benaknya dan sangat yakin Xie Ran akan kalah.


Sedangkan di sisi lain, Mei Liena mendengus kesal melihat wajah cabul Zhang bersaudara. Zhong Xiaorong menyadarinya dan melihat Zhong bersaudara.


"Apa mereka mengganggu Xiao Ran?"


"Mereka mengirim orang itu untuk Xiao Ran. Mereka ingin menjadikan Xiao Ran budak jika kalah!"


"Aku yakin Xiao Ran takkan kalah. Meski itu terjadi, aku tidak akan membiarkan orang-orang cabul itu menyentuhnya sehelai rambut pun." Zhong Xiaorong mendengus kesal. Awas saja orang-orang cabul itu menyentuh teman sekaligus penyelamatnya.


"Aku juga akan memberi mereka pelajaran!" Mei Liena mengungkapkan pemikirannya. Dia akan membunuh mereka secara perlahan dengan racun andalannya.


Sisi lain di mana terdapat tiga pria yang menonton cukup jauh dari dua gadis juga memiliki pemikiran sama seperti dua gadis itu meski tidak mengatakan apapun. Mereka sudah menarget Zhang bersaudara dan akan mengabaikan peraturan akademi. Berani sekali berpikir menyentuh adik mereka. Berpikir saja tidak boleh apalagi benar-benar menyentuhnya.


Di arena, wasit segera mengumumkan pertandingan dengan suara keras.


Luo Yang mengambil aba-aba dan menyiapkan tongkat di tangannya. Ia sudah yakin akan menang, jadi tidak perlu menggunakan seluruh kekuatannya. Ia akan bermain dengan gadis cantik itu sebentar kemudian membuatnya menyerah.


Baru saja rencananya terbayang di benak, bayangan merah melesat dengan sangat cepat melintas matanya. Sebuah kepalan tangan halus muncul mendorong dadanya begitu keras seperti terbentur palu besar membuat suara retakan di dadanya.


Luo Yang tanpa bisa bereaksi atau menghindar langsung dikirim terbang jauh dari arena sampai tribun. Tombaknya terlepas dari genggaman sedangkan tubuhnya ambruk dengan menyedihkan. Darah muncul di mulutnya sedangkan tubuhnya terasa remuk bersamaan.


Semua penonton terdiam, bahkan wasit juga terdiam. Semua pandangan terarah pada gadis kecil dengan pandangan horor. Betapa kuat serangan itu!


Zhang bersaudara sudah menelan air liur ketika melihat pemandangan mengerikan itu. Satu serangan ... satu tinjuan acak tanpa teknik atau sihir ... kecepatan luar biasa ... apa gadis itu monster!


Pada akhirnya Zhang Hui mengerti mengapa Zhang Xin sangat menyedihkan hari itu akan tubuhnya yang penuh memar hitam. Tapi tidak menurunkan niatnya untuk memberi pelajaran pada gadis itu. Bagaimanapun, dialah yang terkuat. Pria yang dikirim terbang itu masih peringkat 47 lebih rendah.


Sedangkan Xie Ran mengerutkan keningnya ketika menyadari pria malang itu telah terbang jauh seperti layangan putus. Ia pikir pria itu sangat kuat seperti rumor sehingga dia menggunakan serangan yang cukup kuat. Tapi ternyata....


Xie Ran melihat semua penonton menatapnya horor dalam diam. Apa ia terlalu berlebihan atau orang itu yang lemah? Bahkan anggota Red Room lain bisa melakukan hal yang sama dengan mudah.


"Sudah bisa diumumkan?" Xie Ran merasa agak canggung. Dia harus kembali sekarang.


Wasit segera sadar dari keterkejutan. Dia baru saja mengumumkan pertandingan dan itu segera berakhir dalam hitungan detik. Itu terlalu mengejutkan.


"Xiao Ran, peringkat 50 bumi menang!"


Tribun dipenuhi tepuk tangan begitu juga tiga pria dan dua gadis di tribun, mereka tepuk tangan sangat meriah dan penuh semangat. Gadis kecil itu sangat kuat ternyata. Apa ia benar masih di tingkat profesional awal? Sepertinya dia sudah profesional akhir atau lanjutan.


Xie Ran kembali ke belakang arena dan segera dihampiri beberapa temannya. Mei Liena sempat terkejut ketika melihat Pei Xi dan Zhou Kui hadir memberi selamat pada Xie Ran. Dia menatap Xie Ran penuh tuntutan.


"Liena, aku lupa memberitahumu. Mereka Pei Xi, Zhou Kui, dan Liu Chang. Mereka yang membantuku menghindari Zhang bersaudara kemarin."


Mata Mei Liena berbinar melihat mereka. Mereka sangat tampan jika dilihat dari dekat apalagi Pei Xi. "Hai!"


"Kau, 'gadis ular beracun'?" Liu Chang menebak.


"Aku punya nama!" Wajah Mei Liena menggelap. Apa tidak ada julukan lain yang lebih bagus?


"Sayangnya, aku tidak tahu namamu. Mereka memanggilmu seperti itu." Liu Chang tidak merasa bersalah.


"Mei Liena." Dia mengenalkan diri dengan wajah ditekuk.


Sedangkan Zhong Xiaorong memiliki wajah datar seakan tidak peduli pada sekitarnya. Meski ia sempat terpana dengan ketampanan mereka, ia tetap berwibawa layaknya putri.


"Dia Putri kesembilan, Zhong Xiaorong." Xie Ran mengenalkan karena sepertinya Zhong Xiaorong mulai angkuh lagi.


"Senang bertemu denganmu, Putri." Zhou Kui menyapa begitu pula dua lainnya.


"Rongrong," singkat Zhong Xiaorong. Karena mereka teman Xie Ran, maka dia akan menanggapi mereka dan membiarkan mereka memanggilnya dengan lebih dekat.


"Xiao Ran, apa kau ingin bertarung lagi atau besok saja?" Zhou Kui bertanya.


"Aku sudah mengatakan pada wasit bahwa aku akan bertarung lagi jika seranganku masih terlalu kuat seperti tadi. Setidaknya menyingkat waktuku. Lebih cepat selesai lebih baik."


"Sudah kukatakan, kau terlalu kuat untuk melawan mereka." Zhong Xiaorong bersedekap dada. Xiao Ran ini memang tidak mengecewakannya.


"Untuk Zhang bersaudara itu, apa masih memerlukan tindakan?" Tangan Pei Xi sudah gatal ingin meninju mereka. Untung saja Xie Ran menang kali ini dan ia percaya Xie Ran tidak akan kalah dengan mudah.


"Aku yang akan minta ganti rugi pada mereka. Tonton saja pertunjukannya." Xie Ran tersenyum miring. Dia akan membuat Zhang Hui terlihat sangat baik sebaik mungkin. Meski tidak tahu apa yang dipikirkan pria itu sebelumnya, dia tahu pria itu tidak memiliki niat baik. Ingin membuatnya berlutut? Mimpi!


Setelah pukulan maut itu, semua orang yang awalnya meremehkan menjadi memandangnya berbeda. Terkecuali beberapa orang yang mengatakan bahwa Xie Ran menggunakan serangan menyelinap, ada juga yang mengatakan bahwa Luo Yang terlalu meremehkan lawan hingga berakhir tragis. Meremehkan lawan adalah hal yang tidak boleh dilakukan dalam pertarungan sesungguhnya. Jika ini pertarungan sesungguhnya, Luo Yang sudah mati berkali-kali.


Dalam 5 pertandingan berikutnya, semua pertarungan memiliki hasil dan gaya yang sama. Kelimanya dikirim terbang dengan berbagai cara seperti tendangan, dilempar, tinjuan, dan lainnya. Semua itu tidak menggunakan satu pun teknik ataupun sihir. Semuanya adalah gerakan dasar namun memiliki momentum besar.


Setelah lima pertarungan berturut-turut, Xie Ran akan kembali ke paviliun. Pei Xi dan Zhou Kui berada di kompleks yang sama dengan Xie Ran. Bisa dibilang, mereka tetangga dan ketiganya baru menyadari hal itu.


Tapi sebelum kembali ke paviliun, mereka makan malam di restoran rekomendasi Pei Xi. Restoran itu memiliki makanan enak dan terkenal meski agak mahal. Karena tidak semua orang memiliki uang banyak—seperti Liu Chang dan Mei Liena—sedangkan Xie Ran hanya diam di belakang seperti bayangan tidak ingin mengeluarkan uang, maka Pei Xi yang harus traktir sebagai yang tertua serta atas permintaan Zhou Kui dan Liu Chang yang tidak tahu malu. Zhong Xiaorong hanya mengikuti tanpa banyak bicara.


"Sepertinya seminggu terlalu lama bagi Xiao Ran. Ayo taruhan. Jika kalah, harus traktir makan malam yang enak selama satu bulan satu orang!" Zhou Kui mengajak mereka bertaruh sedangkan Xie Ran sebagai bahan taruhan tidak masalah agar mendapat makan enak gratis tanpa bertaruh.


"Baiklah, bagaimana dengan 2 hari?" Pei Xi menimbang.


"Terlalu lama, aku pasang taruhan 1 hari kemudian!" Liu Chang berkata dengan semangat. Dia telah melihat langsung bagaimana kekuatan Xie Ran saat itu yang mengamuk karena makanan.


"Aku bertaruh 2 hari! Meskipun Xiao Ran dapat mengakhiri ketiganya, Zhang Hui jangan diremehkan. Xiao Ran juga belum menyebutkan tantangan akhirnya dan harus berada dalam 10 besar di atas Zhang Hui." Zhou Kui menjelaskan.


"Aku ...." Mei Liena bingung. Jika dia kalah, dia harus ikut traktir. Tapi tak apa, dia percaya dengan kekuatan Xie Ran. "Aku 1 hari!"


Bagus, Xie Ran mendapat banyak hal baik hari ini. Apa dia harus memperpanjang pertarungan sampai pas 7 hari? Dia akan mendapat makanan gratis selama 5 bulan!


"Xiao Ran, jangan berpikir memperpanjang lebih dari dua hari kecuali karena hal mendesak. Kami tahu bagaimana kamu." Pei Xi telah mendengarnya dari Liu Chang maupun Mei Liena bahwa Xie Ran sangat pelit dan suka makan gratis selama ini.


"Aku ...." Hilang sudah harapan Xie Ran. Makan gratis 5 bulan, bye-bye!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokannya, Xie Ran kembali menantang. Tiga yang ia tantang segera menyerah dengan syarat bahwa Xie Ran akan menerima satu tinju mereka, jika Xie Ran masih bertahan, maka mereka akan menyerah. Xie Ran setuju saja dan menahan tiap pukulan mereka tanpa memiliki keberhasilan meninjunya. Kemudian mereka turun arena.


Setidaknya mereka tidak dipukul dengan menyedihkan dan menyerah dengan harga diri. Mereka tidak akan memprovokasi gadis yang terlihat lemah lagi. Xie Ran telah membuka mata mereka.


Pada akhirnya sampai pada tantangan ke-9. Xie Ran menantang Zhang Hui yang ada di peringkat 10 besar. Zhang Hui yang wajahnya menggelap sejak awal pergi ke arena dengan wajah arogannya menatap Xie Ran dengan kemarahan.


"Xiao Ran, aku tidak memukul wanita. Lebih baik menyerah dan penuhi taruhan. Aku tidak akan membuatmu terlihat memalukan dengan ini." Zhang Hui masih bersikap sombong. Kekuatannya ada di 10 besar. Sejak tadi Xie Ran belum menantang 10 besar selain dirinya yang artinya gadis ini telah meremehkannya.


"Apa peduliku? Kau hanya karung tinju yang sedikit lebih baik dari korbanku sebelumnya." Xie Ran bicara acuh tak acuh.


"Kamu telah meremehkanku, lihat siapa yang akan berlutut sekarang!"


Xie Ran tidak menyahut lagi. Wasit mengumumkan pertandingan dimulai membuat banyak penonton heboh dan mulai menimbang yang mana yang akan menang untuk taruhan mereka di balik arena.


Selama ini Xie Ran tidak membuat taruhan sendiri. Taruhan itu dibuat oleh Zhang bersaudara sedangkan 5 manusia itu memasang untuk Xie Ran dan selalu mendapat uang banyak lalu dibagi-bagi dengan bagian terbanyak diberikan pada Xie Ran.


Melihat Zhang Hui akan bertarung dengan Xie Ran, mereka mulai berpikir bertaruh untuk Zhang Hui. Zhang Hui ada di 10 besar sedangkan Xie Ran masih peringkat 15. Sangat tidak seimbang! Apalagi Zhang Hui sangat kuat dan hanya Xie Chen yang dapat mengalahkannya dengan mudah. Sisanya berakhir koma atau mati.


Sudah jelas siapa yang menang kali ini.


Tapi lima manusia di tribun yang telah memasang taruhan untuk Xie Ran bersantai seolah akan menonton pertunjukan. Ah, mereka akan sangat puas jika Xie Ran menghajar pria sialan itu sampai tidak dikenali ibunya.


Namun, ketika melihat Zhang Hui mengeluarkan pedang yang dilapisi oleh api marah tingkat kaisar, mereka terdiam. Itu adalah sihir api terkuat. Sebenarnya Zhang Hui telah menyempurnakan sihir itu!


Butuh beberapa tahun untuk menyelesaikannya. Tapi Zhang Hui telah berhasil dan sekarang menunjukkannya di depan umum untuk pertama kalinya. Jelas dia telah mewaspadai Xie Ran dan langsung menggunakan kekuatan terkuatnya. Bahkan api milik Xie Ran hanya tingkat ksatria. Itu terlalu lemah!


Mendadak lima manusia itu berdoa dalam hati agar Xie Ran tidak mengalami luka bakar dan gosong. Meski mereka percaya itu tidak mungkin, bisa saja Xie Ran terkena api itu dan terluka. Mereka tidak ingin gadis kecil itu terluka sehelai rambut pun.


"Bagaimana? Apa takut?" Zhang Hui tertawa geli melihat Xie Ran terdiam. Ia segera melancarkan serangan pedangnya ke arah Xie Ran disertai kobaran api di tubuh dan pedangnya.


Xie Ran tahu apa itu api marah. Dia telah mempelajari sihir api dan api marah adalah api tingkat tinggi. Api miliknya hanya api biasa yang panasnya seperti panas kompor, tapi dia tidak peduli apa api marah adalah api terkuat atau tidak. Yang dia pedulikan, dia tidak boleh meremehkan dan mengenai api secara langsung.


Langkah Xie Ran sangat cepat, namun tidak secepat ketika melawan Huli Dong'er. Dia masih tidak menggunakan sihir, hanya menggunakan teknik kelas rendah untuk menghindari pedang api Zhang Hui.


Pedang api terus dihunuskan ke arahnya. Xie Ran meluncur ke bawah menghindari tebasan pedang yang tepat di depannya kemudian melilit kaki Zhang Hui dengan kaki miliknya.


Zhang Hui ingin menghindar, namun Xie Ran terlebih dahulu menyilangkan kaki dengan keras membuat Zhang Hui terpaksa jatuh setelah suara retakan terdengar. Dia memusatkan api di seluruh tubuhnya agar Xie Ran dapat menjauh.


Xie Ran memang menjauh, namun dia mengambil kesempatan itu. Api Zhang Hui tidak sepenuhnya terkontrol dengan baik karena proses penyerapan dilakukan secara paksa dan tergesa-gesa. Api itu tidak akan terkendali suatu saat dan akan membakar Zhang Hui dengan mudah.


Tubuh Xie Ran mengeluarkan api kecil yang terlihat halus mengelilingi tubuhnya seperti benang. Dia melompat cepat menendang pedang Zhang Hui dengan keras kemudian menginjak tangannya sampai pegangannya terlepas.


Zhang Hui akan menendang Xie Ran, namun Xie Ran menghindar lebih cepat. Api kecil melindunginya dari api Zhang Hui. Meski apinya lemah dan tidak dapat disandingkan dengan api marah Zhang Hui, api marah itu tidak sepenuhnya menurut dan bisa membakarnya.


Meskipun api Xie Ran sangat rendah, dia memiliki sihir pesona yang menyatu sehingga api tingkat rendah itu dapat memanipulasi api marah milik Zhang Hui lalu membuatnya tidak terkendali. Dengan ini, Zhang Hui akan mengalami serangan balik sebagai efek samping pengontrolan api yang tidak sempurna.


Xie Ran mundur beberapa meter jauhnya. Zhang Hui dibiarkan berdiri dan mengambil pedangnya kembali dengan kaki terpincang. Dia menatap Xie Ran marah. Dia tidak pernah mengalami hal ini selama ini. Seorang gadis mengalahkannya, itu sangat memalukan!


"Menyerahlah, kau tidak mengontrol api dengan baik dan akan mati cepat atau lambat. Aku malas memukul orang sekarat." Ucapan Xie Ran membuat orang-orang di tribun terkejut. Fakta bahwa Zhang Hui berhasil menyempurnakan api marah saja sudah membuat mereka terkejut, tapi Xie Ran mengatakan bahwa itu cacat dan akan mati?


"Sebelum aku mati, kau yang akan mati!" Sepertinya Zhang Hui telah mulai merasakan efeknya sehingga menjadi putus asa.


Dia menyerang Xie Ran dengan putus asa sedangkan Xie Ran menghindar tanpa minat. Sebentar lagi pria itu akan mati karena kebodohannya sendiri, bukan dia yang membunuh.


"Aku sudah mengatakannya dengan jelas." Xie Ran tidak peduli. Dia hanya menghindar setelah melakukan sesuatu pada api marah agar pertarungannya bersih.


Api di tubuh Zhang Hui semakin berkobar. Pedangnya hangus menjadi abu sedangkan kulitnya mulai memerah. Dia berteriak dan akan menangkap Xie Ran untuk mati bersama, tapi Xie Ran terlalu cepat.


"Xiao Ran, jika aku mati. Kau harus mati!" Zhang Hui mengamuk.


"Kalau mati jangan ngajak-ngajak!" decak Xie Ran dengan wajah datarnya itu disertai ketidak pedulian. Dia bahkan menonton proses pembakaran Zhang Hui tanpa ekspresi seolah hal seperti itu sudah biasa.


Zhang Hui masih berusaha bergerak. Tapi tubuhnya terasa panas luar biasa dan kulitnya mulai menghitam. Dia berteriak kepanasan sampai berguling-guling di arena. Serangan balik itu terlalu kejam menggerogoti tubuhnya sampai habis.


Semua penonton di tribun tidak bisa berkata-kata. Melihat Zhang Hui tersiksa sedangkan Xie Ran menontonnya tanpa berkedip membuat mereka merinding. Seolah Xie Ran yang telah melakukannya. Mereka yakin Xie Ran melakukan sesuatu diam-diam ketika membuat pria itu jatuh, tapi mereka tidak tahu apa yang diperbuat. Mereka hanya bisa melihat pembakaran mengerikan itu.


"Kakak!" Zhang Xin berteriak hendak menghampiri tapi langsung ditahan. Xiao Ran telah membunuh kakaknya, dia tidak akan memaafkan gadis itu! Dia akan mencabik-cabik gadis itu dan menyiksanya sampai mati! Dia mencengkram erat tinjunya melihat Zhang Hui yang sudah tidak bisa bergerak lagi.


Tubuh Zhang Hui menjadi hitam. Dia terus berteriak sampai api melalap habis mengubahnya menjadi mayat bakar. Meski begitu, api tidak habis dan terus membakarnya sampai menjadi abu hitam.


Tidak ada yang berani mendekat karena siapa pun yang terkena api itu akan terbakar dan hangus. Mereka hanya bisa melihat dalam diam.


"Wasit, apa kau tidak akan mengumumkan?" Xie Ran bertanya pada wasit itu. Wasit itu menatapnya horor seolah melihat Xie Ran yang mengatakan bahwa gadis itu akan membunuhnya dengan cara yang sama jika tidak segera mengumumkan. Pada akhirnya, wasit itu mengumumkan dengan gemetar.


"Xiao Ran, peringkat 15 bumi menang!"


Hanya beberapa yang tepuk tangan setelah kembali dari rasa terkejutnya. Mereka terkejut akan serangan balik api marah. Pada akhirnya, mereka tetap tidak bisa melihat kekuatan sesungguhnya dari Xie Ran yang mengalahkan 8 murid dalam 1 pukulan tanpa teknik apapun.


"Xiao Ran! Kamu membunuh kakakku! Kamu akan mati mengenaskan!" Zhang Xin yang mengamuk segera menjadi pusat perhatian.


Sudah jelas Zhang Hui mati karena serangan balik. Pria itu masih menentangnya? Pada saat ini, semua orang menatapnya jijik dan merendahkan. Sangat bodoh!


Xie Ran tidak menanggapi, memilih pergi dari sana tanpa ekspresi. Lima temannya menghampiri, berpikir bahwa Xie Ran terkejut melihat seseorang yang terbakar. Apalagi ketika melihat wajah gelap Xie Ran.


"Xiao Ran, kau baik-baik saja?" Pei Xi melihat Xie Ran yang muram tidak merasa tidak khawatir begitu pula yang lain. Bahkan mereka tidak kuat melihat Zhang Hui terbakar habis.


Xie Ran melihat mereka satu per satu. Dia muram bukan karena telah membunuh Zhang Hui. Tidak peduli apa bajiangan itu mati atau tidak, ia hanya mengingat sebuah kenangan ketika Zhang Hui terbakar habis.


Xie Ran menggeleng disertai senyuman paksa tanda tidak masalah. Ia kembali ke paviliun tanpa mengatakan sepatah kata pun.