The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
58. Kaisar Langit dan Kaisar Iblis



"Kamu ... Kaisar Iblis!"


Xie Ran tertegun mendengarnya. Secara spontan ia melirik Qu Xuanzi, tak terkecuali dua naga yang menatapnya tak percaya.


Kaisar Iblis? Qu Xuanzi? Apa Naga Azure bercanda?


Xie Ran memberanikan diri bicara, "Dia...."


"Naga Azure dalam kondisi tidak stabil dan mengalami trauma." Qu Xuanzi memberitahu kondisi Naga Azure kemudian menatap Xie Ran. "Tidak ada yang perlu dikhawatirkan."


Xie Ran mengangguk patuh dan tidak bertanya lagi tentang identitasnya. Tapi berbeda dengan dua naga yang mulai berkeringat dingin.


"Bagaimana menyembuhkannya?" Xie Ran bertanya tentang Naga Azure.


"Dia akan sadar sendiri."


Xie Ran tidak bicara apapun lagi. Otaknya masih berusaha mencerna mencari kebenaran. Ia telah memiliki banyak hipotesis terhadap Qu Xuanzi, tapi tidak tahu mana yang benar. Ia juga tidak berharap Qu Xuanzi akan jujur. Xie Ran paham, apapun identitasnya, itu akan sangat berbahaya -- seperti yang dikatakan Qu Xuanzi sebelumnya.


Setelah beberapa lama, Naga Azure akhirnya tenang dan menunduk dalam-dalam. Xie Ran penasaran dan mendekatinya tepat pada perbatasan barrier. Ia berjongkok melihat Naga Azure malang yang sedang meringkuk.


"Kau baik-baik saja?"


Naga Azure tidak menjawab, ia tetap menunduk.


"Itu adalah pembatas alam, suara dari luar tidak akan masuk ke dalam dan memberinya ketenangan." Qu Xuanzi menjelaskan secara singkat. Naga Azure saat ini memang butuh ketenangan setelah mengalami trauma berat.


Xie Ran kembali berdiri dan bersedekap dada. Ia kembali menghampiri Qu Xuanzi. "Apa dia akan tetap di sana?"


"Setidaknya sampai sadar atau akan sangat berbahaya."


Xie Ran tidak tahu cara menanganinya lagi dan hanya bisa mengangguk. Langit sudah cerah sekarang, tapi Naga Azure masih belum sadar. Ia juga harus bersiap ke Kota Ye hari ini. Jika Naga Azure belum sadar juga, ia terpaksa meninggalkannya.


Beberapa menit setelahnya, mata jernih Naga Azure kembali normal dan ia terlihat linglung. Melihat tangan manusianya dan merasakan udara setelah sekian lama, jantungnya terlonjak penuh kebahagiaan.


Menyadari dirinya ada di dalam pembatas alam, ia segera bangun dan melihat sosok gadis yang sedang berjongkok sambil makan camilan dan memainkan kristal kaca -- ponsel dunia itu.


Kemudian pandangannya terarah pada Qu Xuanzi yang berdiri sambil bersandar memperhatikan Xie Ran. Mata Naga Azure berbinar seketika.


"Yang Mulia!" Naga Azure hendak lari menghampiri, tapi terhalang pembatas alam hingga tubuhnya terlepanting dan tersungkur.


Xie Ran menatapnya bodoh. Apa semua hewan suci begitu bodoh dan ceroboh seperti Naga Azure dan Ann Rou?


Naga Azure bangkit kembali dan berdiri tepat di perbatasan dinding pembatas. "Yang Mulia, anda sudah kembali. Sayang turut bahagia."


Qu Xuanzi menatapnya datar kemudian menghilangkan pembatas alam membiarkan Naga Azure menghampirinya dan berhenti tepat berjarak 2 meter.


Kemudian pandangan Naga Azure terarah pada Xie Ran yang masih mengunyah. Kenapa tuannya bersama dengan seorang gadis kecil yang tampak bodoh memakan camilan itu?


Sedangkan Xie Ran tertegun melihat Naga Azure yang begitu semangat. Kenapa 'Yang Mulia' lagi? Apa dia juga komplotan Ann Rou? Tapi dia adalah Naga Azure di sisi Kaisar Langit!


Tunggu dulu....


Kaisar Langit?


Xie Ran menoleh ke arah Qu Xuanzi dengan tatapan tidak percaya. "Xuanzi, kau...." Xie Ran kehabisan kata-kata dengan kening yang berkerut. Penipu ini!


"Aku tidak menipumu. Jangan bersikap seolah tekah tertipu." Qu Xuanzi menyadari reaksi Xie Ran dan menatapnya dengan santai. Ia tahu ini akan terjadi setelah Naga Azure terbangun.


"Bukan seperti itu... Jika kau Kaisar Langit, maka... Bukankah ada Kaisar Iblis juga?" Xie Ran masih mementingkan hal yang paling penting. Lupakan bagaimana ia menertawai Qu Xuanzi yang bersikap sebagai Kaisar Langit sebelumnya. Ia tidak ingin mengingatnya.


"Kaisar Iblis sudah bangkit?" Naga Azure terkejut tapi tidak berani nenatap Qu Xuanzi melainkan menatap Xie Ran.


"Jangan menatapnya seperti itu!" Qu Xuanzi memepringati membuat Naga Azure spontan menunduk. Apa hubungan tuannya dengan gadis kecil ini?


Kemudian Qu Xuanzi menatap Xie Ran dalam. "Itu hanya sebuah legenda yang dikatakan manusia. Pada kenyataannya, Kaisar Iblis sudah muncul sejak lama."


"Tapi bukankah Kaisar Iblis masih mencari tubuh yang cocok?"


Butuh beberapa saat bagi Qu Xuanzi untuk menjawabnya. "Sekarang sudah ada."


Naga Azure terlihat cemas. "Yang Mulia, anda--"


"Aku akan pergi besok," kata Qu Xuanzi melihat Naga Azure sekilas kemudian kembali pada Xie Ran. "Aku akan meninggalkan Ann Rou untuk menjagamu."


"Yang Mulia, apa ekor Ann Rou sudah tumbuh kembali?" Naga Azure takut jika ekor Ann Rou belum kembali, kucing itu akan terus mencari masalah untuk melampiaskan kemarahannya.


Ekor? Lagi-lagi Xie Ran dibuat pusing. Ia tahu Ann Rou adalah hewan suci, tapi ia tidak terpikir bahwa hewan suci bisa kehilangan ekornya.


Melihat Qu Xuanzi yang menatapnya tajam, Naga Azure menelan kalimatnya dan bersikap serius kembali.


"Kau tidak perlu meninggalkan Ann Rou. Dia juga tidak akan setuju. Lagipula, aku sudah ada Xiao Caihong, Long Yun, dan Long Huo."


"Mereka tidak bisa menjadi manusia, jika menunjukkan mereka sekarang, akan ada banyak orang yang mengejarmu."


"Kalau begitu, tunggu keputusan Ann Rou." Xie Ran yakin Ann Rou akan menolak berdasarkan tempramennya yang bersikeras menjempur Qu Xuanzi. Kucing satu itu akan menangis jika ditinggal.


Namun, realitas tidak sesuai dengan ekspetasi. Begitu mereka keluar dari Dunia Liontin dan bertemu dengan Ann Rou, terjadi percekcokan antara Naga Azure dan Kucing Es Berekor Tiga.


Setelah Naga Azure menjelaskan kondisinya dengan enggan, Ann Rou awalnya berpikir untuk ikut dengan Qu Xuanzi saja dan bertempur di luar sana bersama teman-temannya. Tapi ketika melihat Qu Xuanzi yang mengatakan bahwa dia harus tinggal melindungi Xie Ran, bahu Ann Rou melemas seketika.


Ann Rou menghela napas sendu. "Baiklah, Ann Rou akan tinggal bersama Nona Xie."


Xie Ran melirik wajah datar Qu Xuanzi dan merasa bahwa pria itu memiliki suasana hati baik karena semua bawahannya menuruti keinginannya. Pria itu bisa lebih licik dari yang ia kira. Menurutnya, pria itu bukan Kaisar melainkan pengganggunya secara tidak langsung.


Pada akhirnya, Xie Ran hanya bisa setuju sebagai bawahan yang baik.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selagi dua naga pergi berkelana sedangkan Naga Azure dan Ann Rou berduel di tempat lain untuk meluapkan emosi terutama Ann Rou -- karena dalang kehilangan ekornya ada di depan mata, Xie Ran dan Qu Xuanzi berada di sekitar kota mencari restoran enak untuk makan siang.


Xie Ran sangat pemilih dan suasana hatinya tidak menentu sekarang sehingga sangat ingin makan. Sedangkan Qu Xuanzi hanya mengatakan bahwa dia bosan di dalam liontin seperti mayat hidup -- padahal itu hanya alasannya saja yang dibuat-buat untuk bersama Xie Ran sebelum pergi.


Ketika sampai di restoran dan akan masuk, ia berpapasan dengan Tang Yueha juga wanita iblis, Tang Zhi. Sejak kapan Tang Zhi di sini?


Begitu mereka melintas, Xie Ran awalnya ingin mengabaikan. Namun langkah Tang Zhi berhenti begitu melihat Qu Xuanzi seolah mengenalnya membuat Xie Ran ikut berhenti juga.


Risih dengan tatapan Tang Zhi, Xie Ran langsung menarik Qu Xuanzi mengabaikan bahwa Qu Xuanzi itu adalah Sang Kaisar. Ia hanya merasa ngeri melihat tatapan Tang Zhi. Apa Tang Zhi menyukai Qu Xuanzi? Bahkan ibu-ibu menyukai Kaisar satu ini! Itu yang membuat Xie Ran merinding. Bisa-bisanya Tang Zhi menyukai berondong.


Qu Xuanzi hanya menurut saja tangannya di tarik gadis agresif ini. Melihat Xie Ran melepas pegangan dan duduk dengan wajah masam, Qu Xuanzi ikut duduk dan akan menanyakan mengapa Xie Ran tiba-tiba mengamuk.


"Jangan tanyakan! Aku lapar!" Xie Ran seolah tahu apa yang ingin dikatakan Qu Xuanzi. Ia langsung memesan banyak makanan untuk melampiaskan amarah.


Setelah makanan datang, ia langsung memakannya dengan emosi naik turun antara makanan enak dan memikirkan Tang Zhi.


"Hati-hati." Tepat ketika Qu Xuanzi memperingatinya untuk hati-hati, Xie Ran terbatuk karena tersedak makanan.


"Kamu saja."


Xie Ran berdecak sebal dan langsung mengambil makanan untuk di letakan ke dalam mangkuk Qu Xuanzi. Ketika akan sampai mangkuk, tangan Qu Xuanzi menghentikannya dan mengubah arah dari mangkuk ke mulutnya.


Xie Ran tertegun melihatnya. Tuan besar satu ini sudah sangat berubah. Apa dia benar-benar pria dingin yang pernah menindas dan memaksanya untuk memohon sampai berlutut?


"Ini enak." Qu Xuanzi bicara setelah menelan makananya dan melihat Xie Ran yang masih terdiam.


Xie Ran menatap Qu Xuanzi kemudian melihat sumpi nganggur di sebelah mangkuk. "Aku ingat pelayan sudah menyiapkan dua alat makan."


"Berbeda rasanya."


"Benarkah?" Xie Ran mengambil sumpit Qu Xuanzi dan mencoba melihat perbedaannya dengan sumpit miliknya. "Sama saja."


"Beda." Qu Xuanzi bersikeras bahwa itu berbeda hingga membuat Xie Ran gelagapan sendiri. Pada akhirnya gadis itu memilih mengiyakan meski terpaksa.


Xie Ran memilih mengabaikan pria itu dan melanjutkan makan, namun kehadiran beberapa oeang tertentu membuat emosi Xie Ran meningkat lagi dan makan dengan kasar.


"Xiao Ran, apa aku boleh duduk di sini? Sudah tidak ada meja kosong yang tersisa. Kita saling kenal, kamu tidak akan membiarkan temanmu berdiri, 'kan?" Tang Yueha tiba-tiba muncul seperti hantu bersama dengan Tang Zhi di sisinya membujuk Xie Ran.


Teman? Tiba-tiba perasaan Xie Ran tidak enak. Ia ingin menolak, tapi sesuatu tiba-tiba melintas membuatnya tidak bisa menolak ataupun setuju. Ia hanya diam membiarkan dua marga Tang itu duduk di depannya.


Namun ketika mereka akan duduk, kaki kursi yang akan di duduki patah begitu mereka duduk hingga membuat keduanya jatuh dengan memalukan. Mendadak mereka menjadi pusat perhatian hingga Tang Yueha sangat ingin menghilang sekarang juga. Bukan masalah apa bokongnya sakit atau tidak, yang jadi masalah adalah wajahnya!


Tidak ada yang berani tertawa terang-terangan. Semuanya menyembunyikan tawa mereka -- termasuk Xie Ran -- karena kehadiran Tang Zhi. Kemudian, penjaga rumah makan segera datang.


"Siapa yang menaruh kursi patah di sini! Cepat buang!" Penjaga itu marah dan menyuruh pelayan mengganti kursinya kemudian menghadap duo Tang dengan perasaan bersalah. "Pelanggan yang terhormat, mohon maafkan kesalahan rumah makan kami. Kami akan memberimu kompensiasi."


"Tidak ada yang kedua kalinya." Tang Zhi menahan amarah di lubuk hatinya dan tetap tenang di permukaan. Ia sudah tahu siapa yang sengaja merusak kursi tersebut, sayangnya ia tidak bisa melawan.


Setelah kursi baru datang, mereka duduk dengan aman tanpa jatuh. Meski begitu, tawa Xie Ran tidak berhenti meski disembunyikan.


Xie Ran melirik Qu Xuanzi yang tampak normal tanpa ekspresi. Apa dia yang melakukannya? Xie Ran sedikit terkejut menyadari bahwa Qu Xuanzi memiliki setidaknya sedikit selera humor. Itu bagus. Setidaknya pria itu tidak sepenuhnya membosankan.


"Xiao Ran, aku tidak tahu kamu memiliki seseorang di belakangmu. Kenapa tidak mengenalkannya padaku?" Tang Yueha berusaha bersikap sopan. Demi rencana Tang Zhi, ia harus mendekati Xie Ran.


Xie Ran melirik Qu Xuanzi sekilas dan tersenyum 'manis' pada Tang Yueha. "Dia seseorang yang tidak suka dikenalkan. Kamu bisa tanyakan sendiri padanya."


Tang Yueha menatap Qu Xuanzi yang begitu tampan. Mendadak wajahnya bersemu meski Qu Xuanzi tidak menatapnya. Hanya dengan wajah itu, ia sudah bersemu sampai nyaris kehilangan kata-kata.


"Tuan Muda, berasal dari mana? Aku Tang Yueha, dari Klan Xie. Jika ada waktu, Tuan Muda bisa berkunjung ke Klan Xie kapan saja. Klan Xie akan sangat menyambut Tuan Muda." Tang Yueha berkata dengan malu-malu sambil meremas jarinya karena gugup. Pria ini lebih menawan dibandingkan Zhong Guofeng.


Namun sayang, tidak ada respon dari Qu Xuanzi. Justru Qu Xuanzi lebih memilih melihat Xie Ran daripada dua wanita aneh itu.


"Tuan Muda?" Tang Yueha mencoba menyadarkan Qu Xuanzi bahwa dia yang bicara, bukan Xie Ran. Tapi justru Qu Xuanzi menatapnya tajam dan dingin hingga membuat Tang Yueha menjadi gemetar saking dinginnya. Ia juga dapat melihat tatapan mengancam itu seolah kepalanya akan hilang jika bicara lagi.


Bukan hanya Tang Yueha yang menggigil, Tang Zhi juga merasakannya meski tidak menunjukkan eskpresi apapun. Di balik itu, mata merahnya menyipit karena sudut bibir yang terangkat. Entah apa yang ia pikirkan.


Xie Ran tiba-tiba berdiri menyelesaikan makannya. "Senior, Xiao Ran pamit undur diri. Kalian bisa makan dengan tenang tanpa kehadiran Xiao Ran."


Xie Ran dan Qu Xuanzi bersamaan pergi dari tempat itu. Entah kenapa, Xie Ran merasakan firasat buruk sejak melihat mereka. Tang Zhi adalah Iblis, ia sejak tadi merasa bahwa wanita itu terus memperhatikannya sehingga membuatnya gelisah. Apa hanya perasaannya saja? Apa karena ketakutan akan waktu itu masih ada? Atau memang ada hal lain?


"Xuanzi, apa kau tidak merasa Tang Zhi seperti merencanakan sesuatu?" Xie Ran gelisah. Tatapan Tang Zhi terhadapnya memiliki arti lain seolah wanita itu akan menjadikannya tumbal terbaik. Sedangkan tatapannya terhadap Qu Xuanzi... Ia tidak bisa memikirkannya.


"Tang Zhi mungkin salah satu dari kaki tangan raja iblis. Aku juga merasa ia familiar."


"Kau merasa begitu? Auranya berubah setelah lama tidak bertemu. Apa yang dia dapatkan?" Xie Ran semakin penasaran. Jika itu sesuatu yang berbahaya, dia akan celaka.


"Menurutku, bukan dia yang harus kau waspadai," kata Qu Xuanzi kemudian menatap Xie Ran dengan serius. "Tujuh Raja Iblis."


"Kau tahu sampai mana kekuatan mereka?"


"Seseorang yang bisa menjadi raja iblis bukan iblis biasa. Mereka adalah ciptaan Kaisar Iblis sendiri dan telah memimpin Dunia Bawah selama ribuan tahun."


"Kamu tahu sangat banyak."


"Aku tahu lebih jelas." Qu Xuanzi mengangkat tangannya mengusap rambut Xie Ran. "Kamu tidak perlu memikirkannya. Biar aku yang menangani mereka."


"Kalau begitu ... buar aku yang menangani bawahannya." Xie Ran tersenyum lebar membuat Qu Xuanzi ikut tersenyum juga—meski samar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sorenya, para anggota turnamen, Instruktur, dan Dekan menaiki kereta kuda menuju Kota Ye. Xie Ran berada di gerbong yang sama dengan keenam temannya.


Mereka saling bercengkrama, hanya Xie Ran yang dalam diam memandangi pemandangan hutan dari jendela kereta. Pandangannya teduh tanpa ekspresi melihat Kota Tianshang mengecil di kejauhan seolah mengatakan selamat tinggal.


"Apa yang kau pikirkan?"


Xie Ran menoleh melihat Pei Xi yang menegurnya. "Hanya berpikir, menang atau kalah mungkin aku akan melakukan perjalanan jauh dan tidak kembali."


"Apa terjadi masalah?" Zhou Kui yang mendengarnya segera bergabung. Setelah memenangkan turnamen, secara otomatis mereka akan lulus dan kembali ke kampung halaman masing-masing. Tapi sayangnya, kebanyakan dari mereka menganggur dan tidak tahu tujuan pulang.


"Aku hanya melanjutkan pelatihan di luar. Setelah itu, aku kembali ke Kota Zichen...."


"Xiao Ran, ajaklah aku. Perjalananmu akan membosankan jika dilakukan sendiri." Yan Yao tiba-tiba membujuk setelah mendengar bahwa Xie Ran akan latihan di luar.


"Kau fokuslah pada bisnismu, jangan ikut campur!" Xie Ran menyahuti dengan garang kemudian menghela napas. "Seharusnya aku tidak bicara."


Xie Ran diam lagi sepanjang jalan tanpa berkata apapun. Itu menbuat yang lainnya menyalahi Yan Yao yang telah merusak suasana. Padahal jarang-jarang Xie Ran membuka diri dengan hal benar tanpa omong kosong.


Beberapa gerbong kereta terus berjalan ditarik dua kuda yang berjejeran. Tang Zhi dan Tang Yueha juga ikut di salah satu gerbong tanpa Xie Chen. Rupanya efek yang dibuat Xie Ran membuat Xie Chen benar-benar sekarat.


"Tang Zhi, mengapa kau tiba-tiba mendekati Xiao Ran? Orang itu telah membuat putramu sekarat dan menggagalkan usahaku mendekati Zhong Guofeng. Bahkan menggunakan seseorang yang kuat untuk mendukungnya, apa yang sebenarnya kau pikirkan?" Tang Yueha masih tidak habis pikir Iblis ini mau berbuat baik. Rencana yang dikatakan selalu tidak jelas membuatnya begitu kesal.


"Xie Chen sekarat, mungkin ada hubungannya dengan Xie Chen yang mengetahui sesuatu dan membuatnya koma agar tidak mengatakannya. Aku selalu merasa anak itu familiar." Tang Zhi masih bersikap misterius.


"Aku bahkan tidak tahu apa tujuanmu sebenarnya," gumam Tang Yueha memijat dahi. "Sudah kukatakan, aku tidak ingin berhubungan dengan Xiao Ran. Tapi kau justru mengikuti."


"Aku tidak mengatakan akan mengikuti anak itu. Aku hanya penasaran apa hubungannya dengan orang itu."


"Kau ... mengenali pria yang bersamanya waktu itu?" Tang Yueha bertanya dengan ragu sedangkan Tang Zhi hanya tersenyum membuatnya membenarkan ucapannya. "Siapa dia?"


"Itu bukan sesuatu yang anak manusia sepertimu harus ketahui. Kau hanya perlu membangun hubungan baik dengan Xiao Ran. Ketahui latar belakang dan segala tentangnya. Jangan buat usahaku sia-sia lagi." Tang Zhi masih tenang sambil makan anggur yang tersedia di meja. Pria itu... Meski tidak tahu nama aslinya, ia tahu banyak tentangnya selama ribuan tahun.


"Lalu bagaimana dengan rencanamu? Xiao Ran adalah rivalku, jika aku mendekatkan diri padanya sama saja menyerahkan segalanya padanya." Tang Yueha masih tidak setuju. Kenapa harus berbuat baik pada orang yang ingin membunuhnya? Apa keuntungannya?


"Rencana awal tetap dilakukan. Jika kau berhubungan baik dengan Xiao Ran, maka rencanamu dan rencanaku akan berjalan dengan lancar bersamaan."


Tang Yueha tertegun setelah mendengarnya. Tang Zhi mengatakan rencananya? Apa Iblis itu tahu tentang rencananya?


Sedangkan Tang Zhi hanya menatapnya dengan senyum penuh arti tapi mengerikan. Tidak ada yang tahu apa yang ia pikirkan.