
"Datang ke rumah seseorang tanpa memberitahu tuan rumah, Yang Mulia Kaisar Langit sepertinya sangat 'menghargaiku'." Zhong Guofeng bicara dengan nada menyindir dengan senyuman iblis yang tidak bersahabat.
"Aku baru tahu, ada seorang kaisar yang seenaknya menculik Wanita yang sudah menikah untuk dinikahi. Aku cukup tersanjung."
"Seorang wanita bersuami, ketika diculik tapi suaminya malah menghilang tanpa kabar. Patut diapresiasi. Jika itu orang lain, pasti aku sudah membunuhnya."
"Aku juga akan membunuhnya. Pria yang menginginkan istri orang lain, tidak seharusnya ada di dunia ini."
"Terima kasih pujiannya."
"Terima kasih kembali, untuk sambutannya."
"Sudah selesai?" Xie Ruo duduk di depan meja belajarnya dengan malas. Ia sudah bosan mendengarkan perdebatan tidak masuk akal mereka, sangat kekanakan. Tahu begitu, lebih baik berpura-pura sakit.
Qu Xuanzi ingin menghampiri Xie Ruo, tapi Zhong Guofeng justru menjulurkan tangan menghalangi jalannya. "Ini tempatku, kau tidak bisa mendekati calon istriku."
Jika bisa, Qu Xuanzi sudah memukul pria satu ini. Ia tidak mengakui, bahwa Kaisar Iblis adalah bagian darinya. Sejak kapan sifatnya menjadi gila seperti itu?
"Aku datang untuk menjemput Ruoruo. Karena sudah ada aku, Kaisar Zhong tidak perlu repot menjaganya lagi."
"Kau ingin membawanya ke Dunia Atas?" Zhong Guofeng menatapnya dengan mata menyipit.
"Ruoruo hampir celaka berkali-kali, akan lebih baik jika menempatkannya di tempat yang lebih aman. Kau tidak memiliki hak mencegah." Qu Xuanzi memperingati pria itu dengan tegas. Setidaknya di Dunia Atas, musuh tidak bisa terlalu dekat dengan Xie Ruo.
"Apa menurutmu Dunia Atas aman?" Zhong Guoreng memberi pertimbangan. "Apa kau lupa, bagaimana Permaisuri Langit terdahulu meninggal?"
"Aku tahu, tapi setidaknya Ruoruo tidak berada dalam lingkup musuh dan dapat diserang kapan pun. Aku sudah mempertimbangkannya."
Zhong Guofeng diam untuk beberapa saat. Istana memang berbahaya, itu sebabnya ia menempatkan Xie Ruo di menara yang terasingi. Tapi itu masih tidak cukup untuk menghindari musuh secara maksimal.
Kondisi Xie Ruo saat ini sangat rentan, memang terlalu berbahaya jika tetap di sini. Tapi, bukan berarti ia tidak bisa melindungi Xie Ruo. Pokonya, ia tidak setuju jika Xie Ruo ditempatkan di Dunia Atas.
"Kalian terlalu banyak berdebat. Jika kalian berpikir istana dan Dunia Atas tidak aman, maka biarkan aku yang memutuskan." Xie Ruo akhirnya angkat suara. Memandang mereka berdua bergantian, ia memutuskan, "Aku akan tinggal di Klan Xie."
Xie Ruo tidak tahu bagaimana Permaisuri Langit terdahulu meninggal, tapi ia tahu seberapa bahaya tempat ini. Jadi alternatif lain adalah Klan Xie. Ia telah mencuci otak orang-orang klan, tidak akan ada pengkhianat. Di samping itu, Xie Ruo ingin menjaga kakek dan neneknya dari ancaman Dewa Iblis. Selama Dewa Iblis tidak mengetahui letak Klan Xie, segalanya akan baik-baik saja.
Kedua pria itu paham maksud dari ucapan Xie Ruo dan hanya bisa mengiyakan. Memang, tidak ada yang lebih aman dan nyaman di dunia ini kecuali rumah sendiri.
"Kalau begitu sepakat, aku akan pergi ke Klan Xie." Xie Ruo akhirnya dapat bernapas lega. Akhirnya, dua pria itu sedikit mengurangi bubuk mesiu sehingga ruangan tidak lagi terasa sesak.
Hanya saja, ucapan Zhong Guofeng selanjutnya menambah kapasitas mesiu lebih banyak.
"Meski kau akan ke Klan Xie, aku tetap tidak bisa membiarkanmu tinggal bersama orang ini. Ruoruo, aku membawamu ke sini, aku juga yang harus mengantarmu." Zhong Guofeng bicara dengan nada tidak terbantahkan.
Xie Ruo terdiam, sedangkan wajah Qu Xuanzi semakin menggelap. "Coba saja kalau bisa."
Xie Ruo memijit kepalanya yang berdenyut. Sudahlah, ia ingin susu pisang tapi harus disodorkan dua pria yang bertengkar. Yang satu seperti bom waku yang kapan pun akan meledak, sedangkan yang satu terus menyulut api tanpa henti. Xie Ruo sudah lelah.
Lebih baik ia memberi dua pria itu ruang untuk saling 'bercengkrama' sebagai teman lama. Ia tidak ingin ikut campur hanya karena hal sepele. Biarlah mereka meledak sendiri, tidak ada hubungan dengannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah minum susu pisang buatan sendiri di dapur, Xie Ruo berjalan-jalan sendiri ke puncak menara untuk melihat pemandangan. Karena ia akan pergi ke Klan Xie hari ini, tidak ada salahnya jika ia sedikit berjalan-jalan di sekitar istana sebelum pergi.
Ketinggian puncak menara sampai mencapai ketinggian menembus awan. Xie Ruo dapat melihat betapa jauh daratan di bawahnya yang tertutupi awan tipis.
Jika ia jatuh, apa yang akan terjadi?
"Nyonya, apa tidak ada pikiran lain yang lebih cerah seperti cuaca sekarang? Terasa sangat suram." Long Long berkomentar. Jika melihat sesuatu, Xie Ruo selalu saja memikirkan hal ekstrem yang jarang dipikirkan orang lain.
"Aku hanya sedikit berpikir karena bosan." Xie Ruo duduk di atas kursi dengan tenang. Ia tebak, Qu Xuanzi dan Zhong Guofeng pasti masih perang dingin.
Atau mungkin saja sedang mendiskusikan sesuatu yang rahasia. Sebenarnya Xie Ruo ingin tahu, tapi karena mereka tidak mengajaknya, lebih baik tidak ikut campur. Pasti masalah gejolak Dunia Atas dan Dunia Bawah.
Ia menutup mata karena bosan tidak ada kerjaan. Long Long dan Roh Guntur sangat tenang untuk beberapa saat, sampai akhirnya tiba-tiba kedua makhluk itu bereaksi lebih cepat seolah melihat sesuatu.
Tidak ada angin ataupun cuaca mendung, tiba-tiba saja Xie Ruo membuka mata dan menghindari sebilah pisau yang dihunuskan ke arahnya. Reaksi Xie Ruo sangat cepat sampai membuat pelaku penyerangan agak terkejut.
Xie Ruo melihat pelakunya, kemudian menendang bilah pisau yang ada di depan matanya. Ia berdiri, kemudian menendang kursi ke arah pelaku dengan kekuatan penuh.
Pelaku itu mengenakan pakaian pelayan. Ia menghancurkan kursi dengan sihir, kemudian melanjutkan serangan ke arah Xie Ruo.
Xie Ruo menarik alisnya. Ternyata Xu Ziyan masih hidup, dan entah angin dari mana wanita itu malah menyerangnya. Keberaniannya semakin patut diapresiasi. Sayangnya, ia menyinggung orang yang salah.
Xie Ruo tidak memerlukan pedang untuk meruntuhkan wanita itu. Xu Ziyan melakukan serangan jarak dekat dengan kecepatan tinggi. Namun, ia tidak tahu, serangan utama Xie Ruo adalah serangan jarak dekat. Xie Ruo mendapat keuntungan hanya karena ini sehingga ia dengan mudah meraih bahu Xu Ziyan dan membantingnya ke tanah.
Xu Ziyan tampak frustrasi saat itu. Tapi tiba-tiba sudut bibirnya tertarik ke atas. Misinya berhasil.
Xie Ruo terlambat menyadari dan melihat cairan yang merambat di bahunya. Dengan cepat ia menutup jalan arteri, kemudian membekukan cairan itu agar tidak terus menyebar. Detik berikutnya, cairan itu berubah warna menjadi hitam dan mengkorosi kulitnya.
"Aku tidak tahu apa yang kau lakukan, tapi kau tidak pantas hidup." Xie Ruo sudah sangat kesal begitu merasakan bahunya menjadi perih karena cairan itu.
Baru saja Xie Ruo akan meraih Xu Ziyan di tanah, tiba-tiba saja ada sebuah perisai melindungi Xu Ziyan, membuat Xie Ruo merasa terdorong oleh sesuatu tak terlihat.
Mengangkat salah satu tangannya yang perih, tampak telapak tangan yang memerah seolah terbakar. Xie Ruo telah begabung dengan unsur api, mustahil baginya jika terbakar kecuali yang membakarnya adalah api neraka.
Sepertinya Xie Ruo kurang waspada. Xu Ziyan pasti ada yang membantu di belakang sehingga mendapatkan barang-barang seperti itu untuk melukai Xie Ruo.
"Siapa yang menyuruhmu?" Nada Xie Ruo menjadi dingin, melihat Xu Ziyan tanpa ekspresi.
"Salahkan dirimu sendiri menyinggung orang yang seharusnya tidak disinggung." Xu Ziyan tertawa kecil. Xie Ruo tidak bisa menyentuhnya, ia akan aman untuk saat ini. Ia berdiri sambil memegang punggungnya yang terasa akan hancur kapan saja. Ia pun berkata, "Cairan itu akan mengurangi tenaga secara subtansial, sekuat apa pun kamu, tetap akan mati!"
Tepat setelah Xu Ziyan berkata demikian, Xie Ruo baru merasakan bahwa tenaganya terkuras lebih cepat. Ditambah rasa sakit di bahunya, disertai cairan tidak dikenal yang menggerogoti tulangnya, Xie Ruo pikir ucapan Xu Ziyan bukan hanya omong kosong belaka.
Ada orang yang ingin membunuhnya, tapi siapa? Apa itu orang yang sama yang menyerangnya menggunakan sihir pesona?
Baik, ia akan melawan dengan tangan kosong. Meski kekuatannya menipis, seharusnya masih bisa meruntuhkan Xu Ziyan.
Belati Xu Ziyan melayang di udara dengan kecepatan tinggi. Xie Ruo menangkisnya, kemudian mendorong belati dengan tendangan, membuat serangan balik ke arah Xu Ziyan. Kontrol sihir Xu Ziyan sangat buruk, ia bahkan tidak bisa mengendalikan belati yang berbalik menyerangnya sehingga hanya bisa memutar untuk menghindari belati.
Xu Ziyan tidak menyangka, seseorang tanpa bisa menggunakan sihir bisa menangkis serangan yang dikendalikan sihirnya dengan mudah. Meski kekuatannya tidak tinggi, seharusnya bisa mengalahkan seseorang tanpa kekuatan sihir. Bagaimana mungkin Xie Ruo menjadi pengecualian!
"Sepertinya kau lupa, aku berasal dari Menara Suci." Xie Ruo tersenyum, kemudian menyambar belati Xu Ziyan dan menggunakan belati untuk menahan serangan sihir Xu Ziyan.
Kecepatan gerakan Xie Ruo terlalu cepat membuat Xu Ziyan bingung. Tiba-tiba saja belati itu dihunuskan tepat di depan matanya, Xu Ziyan mau tidak mau menghalangi serangan dengan lengan sehingga belati itu menancap di lengannya.
Darah keluar begitu deras, namun Xie Ruo sama sekali tidak melepas tikaman, melainkan memperdalamnya sampai menembus lengan Xu Ziyan.
Xu Ziyan berteriak kesakitan. Rasa ini jauh lebih mengerikan dibanding tersiram racun. Tapi ia tidak boleh mundur sekarang, atau nyawanya akan semakin terancam.
Sebelum Xu Ziyan sempat meluncurkan serangan lanjutan, Xie Ruo sudah menendang ulu hatinya dengan keras, kemudian menarik belati sampai darah terciprat. Xu Ziyan nyaris tidak bisa mempertahankan kakinya karena kesakitan, tubuhnya melemas. Namun, Xie Ruo sama sekali tidak memberinya kesempatan. Tamparan yang begitu keras mendarat, Xu Ziyan terhempas beberapa meter dan membentur dinding sampai memuntahkan darah.
"Aku penasaran siapa yang menyuruhmu, tapi kau tidak mau menjawabnya. Aku baru tahu, Xu Ziyan bisa sesetia itu." Xie Ruo mengusap darah yang bersimbah di belati menggunakan sapu tangan. Baunya membuatnya agak mual. Seharusnya ia hancurkan saja tulang Xu Ziyan tanpa membuatnya berdarah.
Kekacauan itu membuat semua orang gempar. Qu Xuanzi dan Zhong Guofeng yang menyadari ada bau darah dari tempat Xie Ruo berada langsung pergi secepatnya.
Tapi sebelum mereka datang, Xie Ruo sudah merasa ada yang salah dengan tubuhnya. Selain tenaga yang mengering sampai harus berlutut di tanah, perutnya juga merasa seperti tergiling.
"Arghh!" Xie Ruo menggertakkan gigi, memegang perutnya yang terasa sangat sakit. Ia menemukan sesuatu yang tertancap di sana, sebuah jarum. Ia tidak sadar bahwa seseorang bermain trik seperti itu padanya. Xu Ziyan tahu bahwa ia sedang hamil, dia memanfaatkan hal itu agar membuatnya melemah.
Pertama, meletakkan cairan aneh yang membuatnya tidak bisa menggunakan sihir dan tenaganya terkuras begitu banyak. Lalu menggunakan kesempatan itu untuk terus menguras tenaganya, sambil mengambil celah agar dapat meletakkan jarum perak ke perut Xie Ruo agar janinnya bermasalah. Dengan begini, Xu Ziyan dapat membunuhnya tanpa halangan.
"Kau ... benar-benar membuatku marah." Iris biru Xie Ruo menyala, menatap Xu Ziyan dengan tajam. Sebelumnya ia salah membiarkan wanita itu hidup.
Xu Ziyan terkekeh melihat Xie Ruo yang tampak sangat marah dan kesakitan bersamaan. Ada untungnya Xie Ruo menikamnya, ia jadi memiliki kesempatan untuk menusukkan jarum perak. Ia menusukkan jarum perak itu tepat pada posisi di mana janin berada, lalu menanamkan sihir dan mengganggu keseimbangan energi yang seharusnya diserap janin. Xie Ruo terlalu ceroboh melupakan kondisinya sendiri.
Ia berdiri dengan susah payah. Kedua tangannya mengeluarkan cahaya samar, cahaya itu membelah menjadi beberapa bagian dalam satuan simbol untuk melakukan serangan besar. Untuk sihir tingkat ksatria, itu adalah serangan fatal yang dapat memicu ledakan besar. Dibutuhkan waktu dan lebih banyak energi untuk menggunakannya, biasanya digunakan untuk serangan terakhir.
Beberapa sinar itu meluncur dengan kecepatan tinggi. Hantaman sihir yang begitu kuat berhasil memicu ledakan yang sangat cepat dalam satu kedipan mata. Namun, Xu Ziyan tidak dapat menemukan kehadiran Xie Ruo di antara ledakan.
"Tidak mungkin." Xu Ziyan panik. Begitu ia berbalik, tiba-tiba sesuatu membentur tubuhnya begitu keras sehingga ia memasuki area ledakan.
Hal yang Xu Ziyan tidak ketahui, Xie Ruo bisa memanipulasi energi dalam tubuhnya untuk sementara memulihkan keadaan. Energi murni di tubuhnya sangat membantu dalam mengendalikan energi dalam tubuh dan memulihkannya.
Ia berhasil melakukan teleportasi dan menjatuhkan Xu Ziyan ke dalam serangannya sendiri hanya dengan satu pukulan. Namun, bayaran yang diterima datang saat itu juga.
Xie Ruo memuntahkan seteguk darah. Memaksakan kekuatan yang keluar ketika dalam keadaan tekanan tinggi sangat mempengaruhi keseimbangan energi yang menyebabkan organ internalnya terganggu.
Ia tidak bisa terus di sini. Xu Ziyan sudah terluka parah, pasti akan tertangkap cepat atau lambat. Yang terpenting sekarang, adalah keselamatan anaknya yang terganggu karena trik licik Xu Ziyan.
Semua itu terjadi kurang dari satu menit. Tapi sudah cukup banyak menguras tenaga Xie Ruo sampai langkahnya goyah.
Sayangnya, semua itu belum cukup. Xu Ziyan berdiri susah payah, megeluarkan sebuah batu kristal emas dari saku. Tiba-tiba saja sebuah cahaya emas muncul membentuk avatar seseorang tak diketahui. Figur itu melesat dengan kecepatan tinggi seolah terpanggil, langsung mengarahkan serangan ke arah Xie Ruo.
Xie Ruo dengan cepat sadar. Ia menyilangkan kedua tangannya untuk menahan serangan, namun justru tubuhnya termundur secara paksa tanpa bisa menahan dorongan yang begitu kuat sampai tulangnya terasa ditekan.
Sosok itu sangat kuat, lebih kuat dari Xu Ziyan yang bukan apa-apa. Jika kali ini Xie Ruo dalam keadaan normal, mereka pasti bisa bertarung seimbang. Sayangnya, Xie Ruo dalam keadaan tidak baik-baik saja.
Figur itu menekan Xie Ruo sampai ujung tanpa memberi Xie Ruo kesempatan melakukan serangan balik. Ketika kaki Xie Ruo menyentuh ujung menara, ia langsung melompat dan akan melakukan tendangan busur ke arah sosok itu. Tapi cahaya emas menimpa tubuhnya hingga terdorong lepas keluar jangkauan menara.
Ia merasa tubuhnya sangat ringan, sama persis seperti apa yang ia rasakan ketika jatuh lepas dari langit di kehidupan lampau. Tidak disangka, ia akan ditekan sampai seperti ini. Sampai pijakannya lepas dan melayang seperti layangan jatuh.
Semua terjadi begitu cepat tanpa ada yang menyadarinya. Tapi dua sosok dengan aura penuh niat membunuh melintas seperti kilatan cahaya menyambar area pertarungan begitu cepat. Salah satunya melesat melewati ujung menara, selagi yang satunya menembus tubuh avatar emas tersebut sampai menjadi serpihan dalam sekali serangan.
Qu Xuanzi secepat mungkin meraih Xie Ruo yang sudah tak sadarkan diri secara bebas jatuh dari menara. Ia mempercepat kecepatan sampai batasnya, berharap dapat meraihnya sebelum terlambat.
Tanah sudah dekat, Qu Xuanzi menarik Xie Ruo menggunakan kekuatannya lalu mendekapnya selagi kecepatannya menyebabkan punggungnya membentur tanah begitu keras.
Suara dentuman terdengar seperti ledakan disertai suara retakan yang menyebabkan tanah bergoyang, retakan di tanah terlihat sangat besar sedangkan Qu Xuanzi masih memeluk Xie Ruo, melindunginya dari benturan.
"Ruoruo ...." Qu Xuanzi melihat Xie Ruo yang menutup mata. Ada beberapa luka di tubuhnya dan bekas darah di bibirnya tanda bahwa cedera internalnya cukup buruk.
Dapat membuat Xie Ruo terpojok dan mengalami peristiwa seperti ini, orang itu benar-benar berani! Ia akan menemukan orang itu, di mana pun dia berada.
Zhong Guofeng di puncak menara sana melihat Qu Xuanzi yang berhasil melindungi Xie Ruo akhirnya menghela napas. Pandangannya teralih pada Xu Ziyan yang tampak sangat ketakutan. Tatapannya menajam penuh niat membunuh.
Ia menghampiri, kemudian menginjak tubuh Xu Ziyan dengan keras sampai tanah di bawahnya retak. Ia tidak akan memaafkan siapa pun yang melukai sehelai rambut Xie Ruo.
"Siapa yang menyuruhmu!" Zhong Guofeng sangat marah.
"Yang Mulia ... hamba ... hamba dihasut! Tolong hamba, Yang Mulia ...." Xu Ziyan melakukan segala cara untuk menyelamatkan diri. Ia tidak boleh mati. Ia belum siap mati!
Wajah Zhong Guofeng semakin menggelap. Wanita ini sudah berusaha menggugurkan kandungan Xie Ruo sebelumnya. Ia mencari wanita ini sepanjang hari, namun ternyata telah menyiapkan rencana penyerangan kotor seperti ini.
"Katakan siapa yang menyuruhmu!"
"Itu ... itu ... Pe—" Xu Ziyan bermaksud memberitahu, tapi tiba-tiba lehernya terasa tercekik seolah ada yang mencekiknya. Ia berusaha meminta tolong pada Zhong Guofeng berkali-kali, mencoba mengatakan orang itu akan membunuhnya sekarang jika memberitahu.
Zhong Guofeng langsung mengerti. Kabut hitam keluar dari tangannya, memasuki mulut Xu Ziyan dan menarik sesuatu dari sana. Terlihat seperti cacing yang bergerak-gerak sebelum akhirnya menghilang.
Namun, sudah terlambat untuk membiarkan Xu Ziyan tetap hidup. Begitu cacing aneh itu ditarik, Xu Ziyan mati di saat bersamaan. Ia jatuh lemas tak berdaya dengan darah yang mengalir di mulutnya, penuh keputus asaan. Tahu begitu, ia tidak akan pernah menyentuh Xie Ruo secara langsung, hanya patuh pada tugas.
Suasana hati Zhong Guofeng semakin buruk. Bersamaan dengan itu, Qu Xuanzi sampai di puncak menara menggendong Xie Ruo di pelukannya.
"Kau diamlah, aku yang akan mencarinya," kata Qu Xuanzi, dipenuhi aura dingin. Ia tidak memiliki waktu untuk mengurusi curut-curut kecil itu, yang ia targetkan adalah sosok di balik avatar sebelumnya. Kekuatannya yang dapat menyamakan Xie Ruo, hanya ada beberapa di dunia ini.
"Kau sudah tahu?" Zhong Guofeng menoleh ke arah Qu Xuanzi. Ia tahu, Qu Xuanzi tidak akan menjawabnya. Jadi ia tidak akan bertanya siapa orangnya. "Kabari aku jika sudah membunuhnya."
Qu Xuanzi tidak menjawab. Sosoknya menjadi cahaya emas yang melesat ke langit bersama Xie Ruo. Mereka menghilang begitu saja dari hadapan Zhong Guofeng.