The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
128. Makam Leluhur Naga (2)



Kelima naga itu menatap Xie Ran tajam, penuh dengan permusuhan. Tubuh besar merka begitu dominan sehingga membuat Xie Ran terlihat seperti seekor tikus di depan beberapa singa.


Tepat ketika cahaya abu-abu muncul diantara mereka, siap memberi pukulan keras pada Xie Ran, siluet cahaya keluar memutar dan menghalangi cahaya abu-abu disertai pekikan memekakkan telinga yang melengking ke seluruh makam.


Seekor phyton besar muncul dengan garang tepat di depan kelima roh naga, menghalangi mereka menyakiti Xie Ran. Itu membuat kelima roh naga terkejut sehingga langsung mengenali siapa phyton muda itu.


Sedangkan yang lainnya terdiam, salah satu roh naga melihat Xie Ran dengan amarah bergebu-gebu. "Bagus, gadis kecil, kau berani membawa phyton tujuh warna ke tempatku, keberanianmu sangat besar!"


Xie Ran melirik phyton besar dengan datar, sejak kapan ular kecil ini begitu berani berdiri menghadang lima roh naga yang bahkan belum tentu bisa Xie Ran tangani tanpa aura naga? Keberaniannya memang besar.


"Gadis kecil, aku bicara padamu!" Roh naga itu mengeram kesal karena diabaikan.


"Sebelumnya, aku minta maaf telah memasuki tempatmu tanpa izin. Aku datang untuk menemui teman lama, tidak ada niat lain apalagi mengganggu para roh leluhur." Xie Ran bicara dengan perlahan. Ia berniat menggunakan cara yang lebih sopan untuk memasuki makam naga. Jika mereka tidak menerima kesopanannya, maka hanya akan ada pertarungan.


Roh naga itu mendengus. "Apa makam naga bisa menyembunyikan temanmu? Kau pikir kami bodoh!"


Roh naga lainnya melanjutkan, "Nak, para leluhur naga di sini tidak akrab dengan manusia. Atau, katakan saja siapa yang kau maksud, mungkin aku bisa mempertimbangkan."


Xie Ran melihat mereka berlima bergantian. Jika ia menyebut nama Long Long, mereka mungkin akan terkejut dan semakin tidak mempercayainya. Ia harus mencari alternatif lain setelah menyebutkan nama leluhur mereka.


"Long Long."


Kelima naga itu tertegun untuk beberapa saat, detik berikutnya suasana menjadi semakin menegangkan ketika pandangan kelima naga itu lebib ganas dari sebelumnya. Xie Ran sudah menduganya dengan tepat.


"Berani sekali kau menyebut nama leluhur kami!"


"Kau sendiri yang memintaku menyebut namanya, apa kesalahanku?" balas Xie Ran.


"Gadis kecil, dia tidak ada di sini, lebih baik kau pergi sebelum kesabaran kami habis!"


"Kami sudah memberimu sedikit keringanan jikalau—mungkin—kau memang kenalan lama leluhur kami, tapi kami tidak bisa membiarkan manusia sepertimu memasuki makam kami!"


Meski mereka bingung bagaimana Xie Ran bisa mengenal Long Long, mereka tidak mau berpikir lebih banyak. Mereka tidak percaya, namun jika Xie Ran benar-benar kenalan lama Long Long, mereka tidak bisa menghukumnya. Oleh karena itu, pengusiran adalah langkah tepat.


"Bagaimana jika kita membuat kesepakatan?" Xie Ran telah memikirka solusi lain untuk menghindari pertempuran tidak perlu.


"Tidak ada manusia yang bisa dipercaya."


"Aku bisa dipercaya." Xie Ran memandang mereka dengan yakin. "Benua Lava dalam kondisi tidak baik, iblis di mana-mana. Bagaimana jika aku mengusir mereka dari benua dan mengembalikan keamanan para naga? Dengan syarat, aku bisa mengunjungi teman lamaku."


"Sudah kukatakan, leluhur pertama tidak bisa dikunjungi. Rohnya tidak ada di sini, lebih baik kau pergi."


"Bagaimana jika aku memiliki sebagian kesadarannya? Rohnya memang tidak ada, tapi kesadarannya masih ada." Xie Ran bicara dengan tenang.


Mereka semua saling pandang, tampak agak ragu. Seorang manusia bisa memiliki kesadaran naga terkuat, tidak ada yang seperti itu sebelumnya, kecuali jika orang itu adalah pemilik energi murni dengan tingkatan tertinggi. Itu nyaris mustahil.


"Omong kosong! Kalau kau memilikinya, tunjukkan pada kami. Jika kau berbohong, jangan harap dapat pergi hidup-hidup!"


Xie Ran tersenyum. Senyumnya membuat para naga itu semakin merasa aneh dan saling pandang mencoba saling meyakinkan untuk tidak mempercayai manusia kecil.


Namun cahaya dengan fluktuasi energi kuat menarik perhatian mereka sehingga pandangan mereka terpacu pada cahaya cerah yang melayang di udara seperti sinar tembus pandang yang membentuk seekor naga kecil yang tertidur.


Naga itu tertidur di atas tangan Xie Ran yang penampilannya telah berubah ke wujud aura naga. Kekuatannya tidak lagi tertutupi sehingga kelima naga itu benar-benar terkejut bukan main.


Aura naga terkuat, dan itu adalah seorang wanita!


Bukan hanya karena aura naga terkuat, melainkan kombinasi antara energi murni dengan tingkatan tertinggi serta aura naga yang menyatu sempurna. Ditambah terdapat kekuatan ilahi naga yang samar-samar terasa sehingga auranya menjadi lebih pekat dan kuat dari seharusnya.


Kelima roh naga itu tidak pernah berpikir akan bertemu wanita pertama yang berhasil menyatukan energi murni dan aura naga serta memiliki keilahian secara bersamaan. Mereka belum pernah melihatnya!


Keberadaan keilahian sama saja dengan keberadaan dewa. Bukankah itu berarti gadis manusia di depan mereka adalah dewi pertama mereka?


Dalam sekejap, kelima naga itu menunduk untuk memberi penghormatan. Mereka tidak lagi meragukan gadis manusia di depan mereka. Hanya dengan melihat itu, mereka sudah yakin bahwa gadis di depan mereka adalah utusan Dewa Naga untuk mereka. Bahkan tanpa Long Long, mereka akan percaya hanya dengan merasakan kekuatannya.


Ini yang namanya, kekuatan di atas segalanya.


Sayangnya, Xie Ran mengartikannya dengan hal lain. Ia berpikir bahwa karena ia memperlihatkan Long Long, mereka bersujud pada Long Long yang sisa kesadarannya hampir hilang dan tengah tertidur.


Xie Ran tidak berniat mengambil wujud aura naga, tapi ia harus berubah jika ingin mengeluarkan Long Long dengan kekuatannya sendiri. Biasanya Long Long keluar atas kemauan sendiri sehingga Xie Ran tidak perlu berubah, kali ini berbeda. Awalnya ia hanya berpikir untuk menggunakan aura naga ketika pertempuran terjadi. Karena ia tidak ingin menyakiti para naga imut ini, paling tidak hanya akan menahan mereka.


"Dewi, mohon ampuni kami yang terlambat mengenalimu. Bawahan ini tidak kompeten, pantas dihukum!"


Xie Ran terdiam seribu kata. Dewi? Ia belum menjadi dewi, lho. Bagaimana bisa para roh itu memanggilnya seperti itu?


Xie Ran melihat Qu Xuanzi, berpikir Qu Xuanzi tahu sesuatu. Tapi Qu Xuanzi hanya memasang senyum samar tanpa mengatakan apa pun yang membuat Xie Ran jengkel.


Xie Ran mengembalikan Long Long ke kesadarannya dan kembali ke wujud semula. Mungkin karena wujud aura naga yang membuat mereka merasakan keilahian di tubuhnya sehingga para naga itu salah paham bahwa ia adalah dewi. Benar-benar ....


Para naga itu buru-buru menjawab, "Semua itu ada di tangan Dewi, kami tidak berhak mempertanyakan atau memberi syarat. Sebelumnya adalah kesalahan kami. Mohon Dewi menghukum!"


"Mohon Dewi menghukum!" Mereka bersamaan meminta hukuman secara serempak membuat Xie Ran tertekan.


Xie Ran tidak terbiasa diagungkan seperti ini, perasaannya sangat asing dan ia tidak menyukainya. Meski ia sering memberi hukuman kejam, tapi dia akan sangat tertekan jika ada beberapa orang bersujud penuh kepatuhan sambil memohon dihukum. Ia lebih baik menghukum pembangkang berwajah dua.


"Sudahlah, kalian biarkan aku masuk sendiri, itu hukumannya." Xie Ran melunak. Ia membenci perasaan ini dan sangat ingin menghilang.


"Bisa dukunjungi oleh Dewi adalah kehormatan untuk kami." Para roh naga itu tetap begitu patuh tanpa bergerak atau menegakkan tubuh seperti sebelumnya. Mereka lebih terlihat seperti budak yang patuh.


Xie Ran pergi mengabaikan para roh naga aneh itu. Keberadaan keilahian naga adalah hal langka dan merupakan kehormatan bagi ras naga, bahkan Long Ying, Long Yun, dan Long Huo memuja Xie Ran setiap hari tanpa diketahui.


Gua yang dimasuki cukup dalam dan gelap. Pandangan Xie Ran masih sangat kabur sehingga agak kesulitan meski dapat mengukurnya dengan kekuatan kesadaran sehingga Qu Xuanzi harus menuntunnya.


Xiao Caihong berubah jadi ular kecil lagi, merebahkan diri di bahu Xie Ran dengan nyaman.


Lokasi makam Long Long berada di bagian terdalam sehingga terlepas dari situasi dunia. Ada banyak celah ruang makam di sepanjang lorong gua di mana tubuh fisik para naga yang masih utuh berada.


Hingga akhirnya sampai di ujung gua. Terdapat sinar cerah di tempat terujung di mana terdapat sebuah ruangan yang dipenuhi dengan rune pengawetan ras naga.


Xie Ran masuk ke dalam, melihat naga yang tampak melingkar tertidur pulas. Tubuhnya lebih besar dari Long Yun dan Long Ying, bahkan lebih besar dari para roh naga di luar dengan kulit putih yang bercahaya.


Xie Ran menurunkan pandangannya, kemudian mengusap kepala naga putih itu seraya cahaya putih bersinar di seluruh tubuh Long Long, sebelum akhirnya menjadi butiran kabut yang terhisap ke dalam liontin tanpa menyisakan jejak.


Xie Ran menghela napas. Ia akan membangkitkan Long Long, apa pun resikonya. Itu adalah sumpah!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pei Xi dan yang lain masih setia menunggu di balik batu. Beberapa kali para iblis melintas, mereka harus menyembunyikan aura dan napas masing-masing sambil bersembunyi agar tidak menarik perhatian.


Tidak tahu waktu berlalu seberapa cepat, langit di atas kepala mereka tetap merah seolah tidak ada siang maupun malam. Gunung terus mengalirkan lahar yang membentuk sungai, ikan-ikan aneh menari-nari di sekitar lahar mendidih disertai tumbuhan api yang membuat tanah semakin kering dan panas.


Lingkungan sekitar jauh berbeda dari Benua Zhongbu. Batu spiritual di mana-mana membuat Yan Yao terus meratap melihat batu spiritual jenis api yang membuatnya tidak bisa menyentuh secara langsung. Pernah sesekali Yan Yao berniat mengambil, tangannya langsung mengeluarkan api panas sehingga Zhong Xiaorong yang terkejut spontan membekukan tangannya. Tangan Yan Yao menjadi batu es saat itu juga.


Bukan hanya Yan Yao yang menderita karena 'harta', Mei Liena juga meratapi tanaman api bermutu tinggi yang tidak bisa diraihnya. Tanaman itu bersinar di tengah aliran lahar yang membuatnya ingin teriak kesal berharap tanaman itu menghampiri.


Sedangkan Zhou Kui hanya bisa terdiam memperhatikan banyak bebatuan dan logam tingkat tinggi tersebar dan hancur karena lahar, Liu Chang hanya bisa mengusap bahu temannya agar bersabar. Mereka semua sama sekali tidak cocok dengan tempat ini.


Hanya Pei Xi yang sejak tadi diam. Pandangannya terus terarah pada gerbang makam leluhur naga yang masih sepi tanpa tanda kehidupan.


Sampai akhirnya ia melihat sesuatu yang menarik perhatian. Dua sosok itu berjalan didampingi dua naga besar di belakang serta seekor ular kecil di bahu salah satu dari mereka.


Dalam sekejap, ratapan mereka terputus digantikan semangat membara melihat Xie Ran dan Qu Xuanzi telah kembali dengan selamat. Mereka tahu dua orang itu akan kembali dengan selamat, tapi mental keenam dari mereka sama sekali tidak baik-baik saja.


"Ranran, akhirnya kau datang. Aku menghitung, berapa banyak kerugian yang kualami karena melihat lingkungan kaya tapi tidak bisa diraih." Yan Yao berkata dengan sedih. Tangannya masih kaku karena dibekukan Zhong Xiaorong.


"Ya, ya, aku tidak bisa melakukan eksperimen dan membuat sesuatu yang lebih berguna karena kehilangan bahan." Mei Liena menggerutu.


"Sudahlah, aku memiliki hal yang lebih penting untuk dikatakan." Xie Ran bersedekap dada. Teman-temannya ini sangat kekanakan, menginginkan sesuatu dan memberinya isyarat untuk mengambilkan. Mereka pikir dirinya bodoh untuk tidak menangkap maksud mereka?


Tubuh Xie Ran tahan api karena telah menyatu dengan unsur api. Mengambil semua barang itu semudah mengambil barang jalanan. Tapi jika terus mengandalkan Xie Ran, kapan mereka bisa mandiri?


Xie Ran bicara, "Sebelumnya aku bertanya pada roh naga di dalam, Benua Lava saat ini dikuasai oleh Yu Zainan, salah satu dari kaki tangan raja iblis. Bila terlalu mencolok, takutnya akan menyebabkan masalah. Aku juga sudah berjanji untuk menyelesaikan masalah, jadi kita akan ke wilayah utama Benua Lava untuk bertemu dengan Yu Zainan."


"Yu Zainan ... sisa dari dua kaki tangan raja iblis, sepertinya tidak bisa diremehkan karena telah menaklukkan Benua Lava." Zhong Xiaorong mengerutkan kening.


"Dia tidak berbeda jauh dari kaki tangan iblis lain, bagaimanapun Huai Mao yang terkuat kedua. Kemungkinan besar penaklukan Benua Lava dilakukan langsung oleh Raja Iblis," jelas Pei Xi. Hanya dengan penjelasan singkat Xie Ran, ia sudah tahu. Bukan masalah untuk menghadapi Yu Zainan, namun yang jadi masalah adalah Raja Iblis.


"Raja Iblis setia pada Kaisar Iblis. Karena Kaisar Iblis memutuskan untuk tidak memburumu, maka Raja Iblis tidak akan menyakitimu. Ranran, hanya dengan kau muncul mungkin saja bisa membuat mereka mundur," ujar Yan Yao. Keberadaan Xie Ran sangat penting, tidak mungkin mereka berani membunuh Xie Ran.


"Tidak semudah itu. Meski Raja Iblis setia pada Kaisar Iblis, tapi tidak dengan kaki tangannya. Xiao Haozu dan Huai Mao bahkan tidak mematuhi tugas, Yu Zainan belum tentu masih akan setia. Aku pikir, di balik Kaisar Iblis, seharusnya masih ada orang lain yang jauh lebih kuat sehingga dapat membuat beberapa iblis membelot. Iblis seperti Xiao Haozu dan Huai Mao tidak akan membelot tanpa ada yang memicu dan merugikan Kaisar Iblis sendiri." Kemudian pandangan Xie Ran terarah pada Qu Xuanzi. Ia tebak, Qu Xuanzi sudah mengetahuinya.


Di Benua Lava tidak hanya ada para bawahan Kaisar Iblis, tapi juga keberadaan lain yang masih misteri. Musuh yang tak diketahui lebih berbahaya dari yang diketahui.


Pandangan yang lainnya mengikuti arah pandang Xie Ran. Mereka bertanya-tanya, apa hubungan semua ini dengan Tuan Muda Qu?


Menghadapi semua tatapan itu, Qu Xuanzi akhirnya bicara, "Aku pastikan dia tidak akan muncul, setidaknya untuk saat ini."


Xie Ran menatap mata Qu Xuanzi untuk beberapa saat, sepertinya memikirkan sesuatu, tapi tidak mengatakan apa pun dan mengangguk. Ia pikir ada alasan mengapa Qu Xuanzi tidak mengatakannya. Ia juga tidak perlu tahu.


Pandangan Xie Ran terarah pada Long Yun. "Sampaikan kedatangan Bai Long'er."


Long Yun paham maksud Xie Ran dan langsung mengangguk lalu pergi menyisakan banyak pertanyaan pada keenam anak muda yang bingung itu. Mereka bersamaan menatap Xie Ran penuh pertanyaan.


Xie Ran tersenyum, kemudian berkata, "Ingin bermain bersamaku? Kedepannya, akan ada banyak pertunjukan menarik."