
"Aku tidak akan salah," jawab Qu Xuanzi disertai senyuman tipis yang nyaris tidak terlihat. Ketika melihatnya, ia sudah tahu bahwa itu adalah Xie Ran. Meski Xie Ran mengubah wajah, ia tetap akan tahu bahwa itu adalah dia.
Salah satu sudut bibir Xie Ran terangkat, tidak mengatakan apa pun lagi dan mengalihkan pandangan ke kabut gelap yang mengurungnya. Entah apa yang ia pikirkan saat ini, bahkan Qu Xuanzi yang sangat mengenalnya tidak lagi tahu apa yang Xie Ran pikirkan.
Mereka mendarat, melihat kabut gelap yang mengikis hutan perlahan demi perlahan menyisakan suara hembusan angin yang menerjang.
Lapisan pelindung transparan yang dibuat Qu Xuanzi masih melindungi mereka dnegan kokoh. Ia melihat Xie Ran yang masih dalam pelukannya. "Pegang erat-erat."
Xie Ran tidak banyak bicara, langsung mengalungkan lengannya di leher Qu Xuanzi, memeluknya erat-erat. "Sudah?"
Qu Xuanzi mengangguk pelan. "Sudah." Tepat setelah mengatakannya, kabut gelap menjadi tidak beraturan seperti topan berputar.
Lapisan pelindung menyusut dan menipis menyebankan kabut semakin gila berkeliaran. Selanjutnya, kabut tebal yang mengelilingi hutan disertai angin puyuh mengalami perubahan warna berangsur merah darah dari dalam.
Sinar merah pekat melintas membelah kabut. Kabut yang tembus kini sepenuhnya memadat menjadi serpihan kaca hitam sebesar batu kerikil yang berkumpul seperti semut berkoloni. Itu bergerak di satu arah menarget sinar merah yang melesat ke pesisir pantai.
Siluet merah begitu cepat sampai menginjakkan kaki di atas pasir. Serpihan koloni itu masih mengejar dari hutan seperti lebah yang mengejar mangsanya.
Begitu serpihan sampai di pantai, sinar putih muncul membentuk angin yang berhembus dan menghamparkan semua serpihan. Serpihan itu berpisah, tersebar di segala penjuru, terpendam dalam pasir serta tenggelam dalam laut menyisakan angin kencang yang berhembus.
Xie Ran mengerjap mata. Sebesar itu kekuatannya sampai bisa menghadang serangan Hydra secara langsung.
"Nona, kamu menggunakan aura naga terlalu banyak." Long Long berkomentar, namun Xie Ran tidak menjawabnya karena masih terkagum-kagum.
Qu Xuanzi di sisinya merasa Xie Ran sangat lucu. Gadis kecil ini benar-benar terkejut akan kekuatan diri sendiri sehingga terdiam melihat hasil kerjanya. Lama tidak memiliki lawan yang seimbang, Xie Ran benar-benar menjadi tidak mengetahui kekuatannya sendiri.
Xie Ran tidak berlama-lama terlarut dalam keterkejutan. Ia kembali normal dan melihat Qu Xuanzi, setelah itu beralih pada Hydra yang kesal menatapnya.
"Rupanya kau masih hidup." Lima suara itu terdengar begitu mengerikan, bahkan Xie Ran bergidik dalam diam.
Xie Ran melipat kedua tangannya di dada kemudian melirik Qu Xuanzi. "Xuanzi, kau mengatakan dia bawahan Kaisar Iblis. Sejak tadi dia dan Xiao Haozu ingin aku mati, apa mereka berpikir masih bisa bernapas setelah aku mati?"
"Dia tidak akan mendengarkan siapa pun, termasuk Kaisar Iblis." Qu Xuanzi telah mengetahui niat asli Hydra. Hydra ingin menggunakan Xiao Haozu menyerap energi murni setelah itu ia memanfaatkannya untuk diri sendiri dan menjadi lebih kuat supaya dapat membunuh Qu Xuanzi dan Kaisar Iblis sekaligus. Iblis ini ... sangat tidak tahu bagaimana caranya hidup.
"Kalau begitu, maka hanya bisa pertarungan hidup dan mati." Xie Ran telah menemukan kembali semangatnya. Untung saja Long Long mengaktifkan aura naga tepat waktu dan membangkitkan kekuatan energi murni seperti ketika menghadapi Long Ying. Atau Xiao Haozu benar-benar akan membunuhnya.
Mutiara yang berisikan kekuatan kombinasi Xie Ran telah sempurna tepat setelah aura naganya lepas dan memukul mundur Xiao Haozu. Pada saat itu, Xie Ran sedikit kesulitan karena energi tubuhnya yang tiba-tiba meningkat begitu cepat sehingga nyaris meledak.
Untung saja ketiga naga mengulur waktu dan menghadapi Xiao Haozu. Ketika proses selesai, Xie Ran langsung memberi pukulan besar pada Xiao Haozu tepat ketika serangan Hydra muncul.
Para hewan suci berdatangan, namun Hydra membuat mereka sibuk menghadapi hewan iblis di laut. Sedangkan ketiga naga itu harus menghadapi Xiao Haozu yang ternyata tidak terlalu terpengaruh serangan Hydra.
Di saat semua hewan sibuk, Qu Xuanzi dan Xie Ran di pesisir pantai menghadapi Hydra yang sebesar gedung pencakar langit. Satu gerakan darinya menyebabkan guncangan sehingga gempa terus mengguncang wilayah.
Hydra tidak sabar memakan mereka hidup-hidup. Ia langsung meluncurkan serangan menyebabkan mereka berdua berpisah di dua arah yang berbeda.
Xie Ran terkejut menyadari dirinya menghindar ke tepi pantai dan hampir terkena terjangan ombak. Ia berteleportasi ke tubuh panjang Hydra lalu mengeluarkan pedang untuk memulai pertempuran.
Kekuatan Hydra jauh lebih tinggi. Kelima kepalanya melawan dua sosok yang kini bekerja sama membunuhnya. Ia sempat heran, mengapa Sang Asura bertarung bersama seorang gadis kecil yang tidak ada artinya itu. Tapi setelah melihat bagaimana serangannya dihancurkan, ia memiliki keyakinan bahwa gadis manusia itu cukup memiliki kemampuan.
Hydra tidak berpikir untuk bersenang-senang. Jika tidak ada Asura, maka dia tidak perlu repot dan memainkan gadis manusia itu sampai batas dan membunuhnya dengan menyedihkan. Tapi Asura di sini, ia hanya bisa bersikap serius.
Kelima kepalanya mengeluarkan serangan yang berbeda-beda, terpisah membagi dua serangan di arah yang berbeda. Tapi itu membuatnya semakin repot ketika Xie Ran bermain trik di atas tubuh besarnya, melompat seperti kelinci dan muncul di sisi lain menyebabkan leher kepalanya terlilit seperti pita.
Xie Ran tidak menggunakan sihir, ia hanya mengakali dua kepala Hydra sebelum akhirnya menggunakan kekuatannya untuk menghantam Hydra seburuk mungkin.
Hydra diambang amarah telah dipermainkan oleh seorang gadis kecil. Ketika ia harus bertahan menghadapi serangan Asura, di sisi lain ia harus menghadapi trik konyol gadis kecil yang merepotkan dan membuatnya sebagai wahana permainan.
Harga dirinya terinjak-injak!
Xie Ran tersenyum jahat melihat emosi tak terkendali Hydra. Ini tujuannya, bermain tikus dan kucing selama beberapa waktu tanpa melakukan serangan penuh dan serius. Hydra terus membuang kekuatan untuk membunuhnya, tapi Xie Ran hanya perlu lari dan menghilang untuk mempermainkan emosi Hydra sehingga akan dengan mudah mempengaruhi sarafnya dengan sihir pesona.
Ketika Hydra diambang kemarahan, sinar putih melonjak menembus salah satu kepala Hydra sampai gila tak terkendali. Belum lagi ketika salah satu kepalanya terpisah oleh pedang Qu Xuanzi hanya dengan satu tebasan.
Xie Ran yang berada di atas tubuh Hydra langsung melompat ke pesisir begitu tubuh Hydra semakin tak terkendali dan akan tenggelam di bawah laut. Perang ini belum selesai.
"Apa dia pergi?" tanya Xie Ran memandang lautan yang kacau akan pergerakan brutal Hydra yang terlampau besar.
Qu Xuanzi yang mengenal Hydra tetap tenang dan menjawab, "Dia akan kembali."
Guncangan laut semakin besar. Kemunculan Hydra kali ini lebih brutal dan menyerang daratan hingga ombak besar menerjang sampai hutan.
Qu Xuanzi membawa Xie Ran ke udara menghindari terjangan ombak. Pada saat yang sama, serangan beberapa monster di udara mengganggu pertarungan. Mereka melemparkan monster laut di cakarnya disertai serangan maut mengerikan.
Xie Ran di pelukan Qu Xuanzi bereaksi, melompat ke udara dan membunuh para monster merepotkan yang mengganggu pertempuran mereka. Ia tidak suka bila ada yang mengganggu, hanya bisa melampiaskan dengan cara membunuh mereka.
Qu Xuanzi juga membunuh beberapa monster pengganggu kurang dari setengah menit tanpa melakukan banyak pergerakan di udara. Kemudian pandangannya terarah pada Xie Ran di atas salah satu monster terbang sebelum menikam makhluk itu dengan pedang.
Udara dipenuhi dengan hujan darah yang mengguyur. Ujung pakaian Xie Ran terkena sedikit darah ketika ia menghindari bekas pertarungannya sendiri sebelum akhirnya kembali di pelukan Qu Xuanzi.
Melihat ke arah di mana Hydra telah muncul kembali, mereka kembali fokus begitu Hydra meluncurkan kabut ungu yang jauh lebih pekat dari mulutnya. Hal yang paling disesali ialah, kepala Hydra tumbuh kembali menjadi dua! Total kepalanya ada 6 saat ini!
Sedangkan Hydra merasa salah menilai. Gadis itu bukan hanya memiliki kemampuan melainkan sangat licik. Dengan cara bermain yang seperti itu, butuh waktu baginya untuk membunuh secara langsung. Namun manusia tetap manusia, ia tidak percaya tidak dapat membunuhnya!
Selagi gadis manusia itu bersama Asura, ia tidak bisa melakukan apa pun atau serangan yang lebih kuat. Selagi kekuatan Asura berkurang banyak, ia dapat mengambil kesempatan, tidak sulit baginya memisahkan mereka dan mengubah arena pertempuran menjadi arena kekuasaannya.
Sihir pesona yang sebelumnya membuat salah satu kepala menggila, kini sudah kehilangan efek lebih cepat. Kelima kepalanya kembali utuh setelah salah satunya terpisah, justru bertambah satu akan kemampuannya, ia semakin ganas dan brutal bersamaan.
Dataran masih dibanjiri air laut. Ia mengambil kesempatan ini untuk memperbanyak serangan udara dan meluncurkan enam serangan berbeda.
Xie Ran mengerutkan kening melihat gerombolan monster udara yang semakin banyak melebihi dugaannya. Jika terus seperti ini, kapan perang akan selesai?
Qu Xuanzi fokus pada serangan brutal Hydra, sedangkan monster di udara begitu merepotkan mengganggu. Xie Ran harus mengeluarkan bulu phoenix untuk memghancurkan kelompok di udara itu. Tapi bulu phoenix saja tidak cukup.
Ia mengangkat tangannya kemudian memanggil, "Xiao Caihong."
Sosok putih keluar dari lengannya dengan mata bertanya-tanya. Ia menunggu perintah Xie Ran setelah merasakan udara mencekat yang berasal dari serangan kedua belah pihak.
"Saatnya makan malam."
Xiao Caihong bersorak antusias menari-nari di udara. Tubuh kecilnya membengkak dan bertransformasi menjadi lebih besar. Dengan tubuh besar itu, ia melesat di udara dengan kecepatan mengerikan menyambar kelompok monster udara.
Lagi-lagi langit dipenuhi hujan darah.
"Xuanzi, kau percaya aku?" tanya Xie Ran.
Qu Xuanzi menatap dalam Xie Ran dan mengangguk. "Kau ingin aku melakukan sesuatu?"
Sepertinya Xie Ran memiliki rencana.
Gadis itu tersenyum misterius. "Kalau begitu, aku akan merepotkanmu, mengirimku ke Hydra. Kau tahu kelemahan Hydra, 'kan?"
Qu Xuanzi mengerutkan kening tidak setuju. Xie Ran takut laut, mengirimnya ke Hydra sama saja mengirim Xie Ran ke laut. Apa Xie Ran serius melakukannya?
"Aku akan baik-baik saja." Xie Ran tersenyum penuh arti, berharap Qu Xuanzi setuju akan rencananya.
Qu Xuanzi berpikir sejenak dan melihat Hydra yang semakin mengamuk. Ia tidak bisa berpikir terlalu lama dan melihat Xie Ran kembali yang masih dengan tatapan memohon. Qu Xuanzi tidak memiliki pilihan lain, ia kesal karena tidak cukup kuat dan mengangguk dengan tidak rela.
Xie Ran tersenyum penuh kemenangan. "Begitu Hydra menargetmu, kirim aku."
Qu Xuanzi tidak memiliki pilihan lain. Ketika Hydra meluncurkan serangan berikutnya, sinar merah yang pekat melingkupi tubuh Xie Ran dan melayang ke arah Hydra bersamaan dengan sinar ungu yang merebak. Qu Xuanzi membalikkan serangan Hydra saat itu juga setelah yakin Xie Ran sudah di tempatnya.
Sosok putih melesat diantara leher panjang Hydra dan menginjak salah satu kepala hingga Hydra teganggu. Pedang di tangan bersinar terang penuh aura naga. Ia menebarkannya dari dekat, memberi luka berat yang dalam dan menghilang ketika akan diekspos.
Sinar merah dari udara tiba-tiba muncul menghantam Hydra. Kabut merah menyebabkan Hydra tidak dapat melihat, sosok putih yang melintas dan meracuni kabut merah dengan hipnotis yang membuat dua kepalanya tertidur.
Menyadari dua kepalanya tidak bereaksi, Hydra semakin kesal berpikir gadis itu mempermainkannya lagi. Ia mulai mencari, namun beberapa serangan pedang membuatnya terganggu dan meronta tidak terkendali. Pada saat itulah kedua kepalanya baru bangun, namun harus diperlihatkan oleh pedang runcing dan indah yang membelah salah satunya.
Xie Ran mendengus kesal melihat kepala itu tidak membuat Hydra mati. Hydra akan mati bila salah satu kepala abadinya terpisah, tapi sejauh ini ia dan Qu Xuanzi begitu sulit membelah satu dari lima kepala merepotkan itu. Sekarang malah bertambah satu menjadi enam, atau sekarang menjadi tujuh karena potongan Xie Ran.
Xie Ran bertarung melawan salah satu kepala. Gerakan pedangnya halus dan ganas bersamaan disertai sinar putih yang menyerang secara keras. Tapi begitu dia menahan kepala selanjutnya dengan kekuatan penuh, kepala yang baru saja ia belah muncul lagi menyerang.
Xie Ran tidak sempat beraksi. Ia terkejut akan serangan tiba-tiba itu dan terdorong jatuh ke kedalaman laut. Jatuhnya Xie Ran membuat Qu Xuanzi khawatir, Xie Ran takut laut, jika gadis itu jatuh maka traumanya akan menyerang mentalnya begitu saja dan akan mudah terbunuh oleh Hydra.
Qu Xuanzi menghilang dari udara. Sinar merah meluncur ke arah Hydra sedangkan Hydra mulai menenggelamkan diri dari permukaan.
Entah bagaimana, Xie Ran merasa jantungnya tidak bisa teratur seperti sebelumnya. Jantungnya seolah akan meledak, melihat kedalaman lautan sedangkan ia jatuh ke dalamnya melihat permukaan yang memantulkan sinar rembulan.
Xie Ran ingin melawan rasa takut, tapi pikirannya terus memperlihatkan hal yang tidak pernah ia lihat. Penindasan dan pembunuhan yang terjadi, membuat pikirannya kacau dan ia merasa takut.
Pandangan sosok pria bersimbah darah dan jatuh ke laut. Xie Ran tidak mengenalnya, tapi ia merasa sedih. Dan rasa sedih itu membuatnya hanya diam terlarut dalam lautan dalam seperti orang bodoh.
"Nona, jangan memikirkan hal lain. Cepat sadar!" Long Long berteriak di benaknya membuat Xie Ran tersedak.
Xie Ran merasa kehabisan napas sekarang karena kebodohan sesaat. Ia tahu dirinya takut sampai tidak bisa bergerak, tapi ini dalam bertarungan!
Hanya dalam sekejap, gangguan pikirannya hilang digantikan siksaan kehabisan oksigen di dalam air. Ia tidak bisa mengerahkan kekuatannya untuk membuat gelembung udara dalam keadaan terkejut. Semua itu tidak berfungsi sehingga tubuhnya terus bergerak mencoba ke permukaan air meski kakinya merasa kram.
Ketika ia tengah kacau, seekor hitu putih muncul berenang ke arahnya. Perasaan Xie Ran tidak enak, ia merasa dejavu yang membuat pikirannya kacau dan berpindah tempat lagi. Perasaan yang sama dan kondisi yang sama, ia tidak bisa berpikir jernih.
"Nona, dapatkan kewarasanmu!" Long Long terus mendesak. Ia tidak mau berpindah tempat lagi ke ribuan tahun yang akan datang. Konstitusi tubuh Xie Ran cocok, tapi kondisi mentalnya memperihatinkan membuatnya begitu menyedihkan. Long Long benar-benar tidak ingin berpindah tuan lagi dan tertidur selama ribuan tahun.
Xie Ran sepenuhnya mengabaikan ucapan Long Long yang menurutnya sangat berisik. Ia sedang berusaha meraih daratan, tapi tidak bisa. Di tambah hiu mengejarnya, kekuatannya tidak berfungsi di saat tubuhnya kram dan mengalami kejutan besar yang berpengaruh pada kondisi tubuhnya.
Hiu putih semakin mendekat. Ekornya bergerak cepat dengan tampang wajah mengerikan seolah sedang menyeringai menunjukkan gigi runcingnya melihat mangsa yang disajikan untuk mengisi perut lapar. Apalagi setelah mengetahui kekuatan manusia itu, ia semakin gila ingin mendapatkannya.
Terowongan bergerigi tajam tampak begitu besar tepat di depan Xie Ran. Xie Ran mempersiapkan pisau di tangan bersiap akan melawan begitu taring besar itu muncul tepat di depannya. Namun apa yang terjadi selanjutnya di luar ekspektasi Xie Ran sendiri.
Air laut di depannya berubah menjadi darah merah dan amis. Meski Xie Ran tidak dapat mencium baunya, ia dapat merasakan betapa hangat itu sampai dapat membayangkan seunik apa baunya. Hiu itu berubah menjadi potongan ikan seperti ikan siap dimasak dengan tiga bagian yang terpisah rapi.
Di saat Xie Ran termenung seraya tubuhnya semakin tenggelam, sebuah tangan terulur melingkari pinggangnya, membalik tubuhnya agar tidak melihat pemandangan ikan menakjubkan tersebut, digantikan dengan wajah tampan yang ia kenal. Semakin lama melihatnya, semakin yakin ia merasa familiar.
Xie Ran merasa tubuhnya tertarik dan jatuh ke pelukan pria itu. Pria itu berkata dengan suara dalam, "Tidak seharusnya kamu melihat itu."
Xie Ran akhirnya tersadar, ia terkejut tidak tersedak dalam air dan merasa napasnya lancar seolah ia bernapas dalam air. Ia melihat ke sekitar, menyadari ada di dalam gelembung spiritual berisikan oksigen untuk membantu bernapas di dalam air. Xie Ran sangat lega sampai lututnya melemah.
Bodoh ... sangat bodoh ... Xie Ran sangat kesal tidak jadi membunuh Hydra!
Xie Ran melepas pelukan dan menatap iris merah Qu Xuanzi. "Aku baru saja akan membunuhnya."
"Kau tahu kepala abadinya?" tanya Qu Xuanzi. Xie Ran mengangguk cepat. Sebelumnya Xie Ran menyadari kepala abadi Hydra dan akan memenggalnya, tapi siapa sangka kepala lainnya muncul di saat yang tidak tepat menenggelaminya.
"Ada tujuh kepala, salah satunya memiliki tanda simbol di kulitnya. Tidak akan terlihat bila tidak dalam jarak dekat." Xie Ran menemukan tanda aneh di salah satu kepala Hydra ketika menahan serangan kepala Hydra barusan. Sayangnya kepala yang baru saja ia potong muncul menghalanginya.
Xie Ran mendekati Hydra karena ingin mencari kepala abadinya untuk dipenggal. Tapi ia salah tebak sehingga memunculkan satu kepala lagi. Setidaknya rencananya berhasil setelah mengetahui posisi kepala abadi dan kini Hydra merasa terancam, ingin membunuhnya.
"Tiga kepala dari kiri adalah kepala abadinya, tapi itu terlalu kuat lebih dari kepala lain. Aku telah mengukur sebelumnya, pedangku tidak bisa menahan." Xie Ran memberitahu ketika Qu Xuanzi membawanya ke daratan. Xie Ran mengatakan bahwa ia tidak bisa membunuh Hydra, maka menyerahkannya pada Qu Xuanzi setelah mengetahui poin kelemahannya.
Qu Xuanzi tahu kelemahan Hydra, tapi tidak bisa mendeteksi lebih jauh kepala abadi sehingga hanya bisa menebak. Itu yang membuatnya cukup sulit memisahkan kepala Hydra tanpa menumbuhkan kepala lainnya. Semakin banyak kepala muncul, semakin sulit melawan makhluk itu.
Di masa lalu, Qu Xuanzi memenggal seluruh kepala Hydra tanpa perlu mencari kepala abadi. Itu sebab dia mudah membunuh makhluk itu, apalagi saat itu ia berada di puncak kekuatannya. Sayangnya dirinya 'yang lain' malah membangkitkan Hydra untuk melawannya.
Ketika Qu Xuanzi membawa Xie Ran ke daratan, Hydra tiba-tiba muncul menghalangi di atas permukaan. Qu Xuanzi terpaksa mengambil jalan lain sehingga membuat Hydra mengejarnya di belakang.
Hydra telah menarik Xie Ran ke laut, sepenuhnya memaksa mereka bertarung di wilayah kekuasaan Hydra. Tentu Hydra diuntungkan. Kepalanya bergerak menyerang mereka dan kecepatannta bertambah. Ia semakin gila tidak pernah berpikir dapat mengejar Asura seperti ini.
Tapi begitu kesenangannya memuncak, itu berakhir ketika menyadari Qu Xuanzi telah hilang. Pada saat ia bingung tidak bisa merasakan keberadaan Qu Xuanzi, sesuatu menekannya dari atas begitu kuat sehingga jatuh ke dasar dengan suara dentuman mengerikan.
Xie Ran memutar pergelangan kakinya yang agak sakit setelah menekan Hydra. Ia telah mendapatkan kembali kekuatannya dan sendirian di atas sana menekan Hydra dengan kaki kecil itu. Entah kenapa, ia tidak lagi bergetar semenjak Qu Xuanzi menangkapnya, justru bersemangat seperti ketika berada di udara.
Sosok merah muncul disertai aura mencekam. Hydra melayang ke atas dengan kecepatan tinggi disertai sinar merah pekat seperti darah yang mengiringi.
Hydra terlempar ke daratan, namun ia langsung berdiri dengan kaki ularnya yang panjang dan menggeliat di pasir. Pandangannya mencari-cari keberadaan Qu Xuanzi, tapi yang ia temukan hanya sosok gadis yang melambai di permukaan laut.
Kemudian sosok yang dicari hadir tepat di atasnya disertai bilah energi penuh aura pembunuh. Itu melesat ke arahnya hanya dengan satu tebasan, salah satu kepala Hydra jatuh akan dentuman.
Qu Xuanzi mendarat, ia tidak ingin banyak bicara lagi dan langsung memisahkan kepala abadi Hydra yang tengah runtuh tanpa perlawanan setelah beberapa sinar ungu menghantamnya memicu ledakan.
Ledakan itu memicu cedera parah bagi Hydra. Kepala abadinya terpisah dan bergerak-gerak seperti akan menyatu kembali. Namun Qu Xuanzi langsung menarik kepala abadi tersebut dan menghancurkannya hanya dengan satu kepalan tangan.
Bau darah begitu menyengat tersebar di udara, cairan merah terseret air laut sehingga pesisir dialiri aliran merah. Kabut ungu telah hilang sepenuhnya, membiarkan sosok putih yang baru saja mengeringkan pakaian melihat kondisi Hydra tanpa salah satu kepalanya yang telah hancur begitu memperihatinkan.
Xie Ran tertegun dengan mulut sedikit membulat. Ia baru saja sampai daratan dan mengeringkan pakaian dan rambut peraknya yang basah, pertunjukan sebagus itu tidak sempat dilihatnya. Padahal ia ingin melihat bagaimana kepala Hydra hancur berkeping-keping menyisakan percikan darah.
Ketika Xie Ran tengah merenung, seseorang menarik pinggangnya kuat ke pelukan, menekan tengkuknya, dan ******* bibirnya dalam-dalam.
Xie Ran nyaris melompat terkejut jika Qu Xuanzi tidak menahan tubuhnya untuk tetap diam selain tangannya yang meronta menjadi tegang di udara.
Qu Xuanzi tidak membiarkan Xie Ran banyak tingkah. Ia menguasai bibirnya dengan lembut merasakan tiap inci manisnya gadis satu ini membuatnya ingin melahapnya sekarang juga.
Dalam wujud Asura, emosi Qu Xuanzi tidak stabil. Segalanya bercampur menjadi satu hingga membuatnya nyaris tak terkendali. Ia juga akan menjadi lebih terang-terangan. Itu semua terjadi karena dorongan aura iblis yang melekat pada Asura.
Qu Xuanzi menyudahi ciumannya dengan enggan dan menatap iris biru Xie Ran yang masih merenung. Sepertinya ia mengejutkan gadis kecil ini.
Qu Xuanzi menatapnya geli. "Kau ingin melanjutkannya?"
Xie Ran mengedipkan mata dan mengalihkan pandangan. Ia merasa wajahnya panas sekarang dan tidak ingin menatap pria itu. Ia tidak mengharapkan hal ini akan terjadi.
Ketika Xie Ran ingin mengalihkan perhatian ke mayat Hydra, Qu Xuanzi membalikkan tubuhnya begitu mudah. "Itu tidak pantas untuk dilihat."
"Aku ingin melihat, maka aku harus melihat," sahut Xie Ran tak acuh. Ia berbalik, melangkah ke arah mayat Hydra dengan mata menyipit dan meneliti seolah ingin diapakan mayat itu. "Hydra adalah makhluk air, benar, 'kan? Menurutku, semua makhluk air bisa dimakan, apa Hydra bisa dimakan? Apa itu enak?"
Xie Ran tidak perduli apa pun, atau bahkan ciuman barusan. Ia hanya merasa perutnya lapar dan ingin makan sekarang!