
Sinar merah memenuhi lahan seperti kabut yang merebak meracuni pikiran beberapa iblis. Para iblis mengerang tak terkendali dengan mata merah penuh penderitaan sedangkan pelaku di baliknya memiliki pandangan kosong setiap saat.
Alis Xie Ran menyatu. Lagi-lagi ia melihat sosok yang sama dalam mimpi buruk semua iblis itu. Tidak mungkin setiap iblis memiliki mimpi buruk yang sama, 'kan? Apa sihirnya mulai tak terkendali?
Ia menghela napas dan menarik kembali semua sihirnya. Lahan yang dipenuhi kabut merah sebelumnya telah digantikan lahan dengan rumput berdarah hitam beserta mayat berserakan. Ia berbalik pergi ke tempat yang lebih bersih, dan berhenti di ujung tebing melihat pemandangan malam disertai kunang-kunang di bawah rembulan.
"Menurutmu, apa yang paling ditakuti Iblis?" Xie Ran menyadari kehadiran Ann Rou dan menoleh ke belakang.
Ann Rou turun dari pohon besar lalu menghampiri Xie Ran sambil menjawab, "Kaisar Iblis."
"Apa Kaisar Langit tidak ditakuti?"
Ann Rou tertegun sebentar memikirkan pertanyaan Xie Ran. Ia menunduk memikirkannya kemudian menatap Xie Ran kembali. "Tentu saja Yang Mulia paling ditakuti."
"Lalu ... kenapa kau mengatakan hanya Kaisar Iblis?"
Ann Rou tertawa dangkal. "Beberapa Iblis jarang berinteraksi dengan Yang Mulia. Berbeda dengan Kaisar Iblis. Mereka sangat mengenal kekejaman dan kekuatan Kaisar Iblis, itu sebabnya mereka lebih takut padanya."
"Termasuk Iblis yang dilahirkan setelah penyegelan? Apa mereka akan dipertunjukkan video Kaisar Iblis ketika lahir untuk mengenalnya?"
Ann Rou tersentak nyaris tertawa. "Apa yang kau pikirkan? Pada dasarnya, Kaisar Iblis telah tercetak dalam pikiran para Iblis. Kaisar Iblis menciptakan Raja Iblis dengan darahnya, dan Raja Iblis membangkitkan para Iblis menggunakan kekuatannya. Meski tidak pernah melihat Kaisar Iblis secara langsung, mereka akan mengenali aura dan tempramennya."
Xie Ran mengangguk paham. "Bagaimana dengan para dewa? Setelah Kaisar Langit bangkit, apa mereka akan muncul?"
"Aku tidak tahu mengenai hal ini. Hanya Yang Mulia dan beberapa dewa tinggi yang mengetahuinya. Pembangkitan ras dewa adalah sebuah rahasia besar yang tidak boleh dibocorkan. Aku hewan suci pertama yang dikirim Yang Mulia bersama Harimau Putih dan Serigala Bulan tidak tahu bagaimana mereka melakukannya."
"Kau hewan suci pertama yang bersama Kaisar Langit? Sejak kapan?"
Ann Rou tersenyum penuh semangat. "Sejak Yang Mulia masih menjadi Asura. Yang Mulia banyak berubah setelah naik tahta, aku sendiri hampir tidak mengenalinya."
Xie Ran tertarik dengan topik ini dan mencoba memancing Ann Rou membeberkan segalanya. "Asura? Apa itu dewa tinggi juga?"
"Asura hanya julukan seperti Kaisar Langit. Kaisar Langit yang sebenarnya adalah Dewa Langit, kemudian Asura adalah seorang dewa perang yang selalu memenangkan jutaan perang di garis depan, tapi identitas Asura sendiri adalah Dewa Pembunuh."
Dewa Pembunuh? Seberapa menakutkan Qu Xuanzi dulu? Xie Ran hampir mati rasa memikirkannya. Pantas saja Ann Rou begitu takut.
Xie Ran menghela napas. "Sayang sekali, aku sangat tidak mengenalnya. Dia mengenalku banyak hal, tapi aku tidak mengenalnya sama sekali. Sangat tidak adil."
"Apa kau penasaran?" Ann Rou merasa Xie Ran telah membuka hati dan mencoba meminta bantuan. Ia menjadi semakin bersemangat. Bukankah ini akan menjadi perkembangan hubungan mereka?
"Tidak apa jika tidak memberitahu."
"Eh, aku tidak keberatan, aku hanya bertanya." Ann Rou langsung menyerobot kemudian menarik Xie Ran untuk duduk di atas batu mendengar cerita panjangnya.
Xie Ran merasa wanita ini terlalu hiperaktif sampai mudah dibodohi. Ia hanya ingin mengetahui beberapa pertanyaan di kepalanya, tapi wanita ini sepertinya memikirkan hal lain. Sudahlah, yang penting mendapatkan banyak informasi.
"Jadi, sebelum Yang Mulia naik tahta, Yang Mulia adalah Dewa Pembunuh yang disegani. Jika seseorang mengganggu, dia akan langsung membunuhnya. Pernah terjadi di depanku, seorang pelayan baru yang terpesona dengan ketampanan Yang Mulia bertindak ceroboh dan memalukan. Aku sebagai wanita sangat malu sekaligus kasihan pada nasibnya. Pada akhirnya, Yang Mulia tanpa banyak bicara membunuhnya di tempat. Aku kasihan padanya."
"Apa tidak ada hukum langit? Kaisar Langit saat itu bisa saja memberinya hukuman." Xie Ran heran kenapa semudah itu membunuh orang seolah membalikkan telapak tangan.
"Aku sebagai saksi juga tidak bisa melakukan apa pun. Pada dasarnya, Kaisar Langit sangat memperhatikan Yang Mulia. Selain memiliki hubungan guru dan murid, mereka juga memiliki hubungan kakek dan cucu."
Xie Ran tidak terkejut dengan fakta ini, karena pada sebuah kerajaan atau kekaisaran pewaris sah adalah garis keturunannya sendiri. Tapi kenapa harus menganggap kakek sendiri seorang guru? "Kenapa dari kakek menjadi guru?"
Ann Rou menggedikkan bahu. "Entahlah. Mereka jadi kakek dan cucu hanya pada saat tertentu. Aku tidak tahu bagaimana kejadiannya karena ketika aku datang ke Istana, semuanya sudah seperti itu."
"Bagaimana pendapat dewa lain?"
Ann Rou menghela napas. "Inilah permasalahannya. Yang Mulia dilahirkan istimewa, bahkan beliau juga tidak dilahirkan di Alam Langit. Ibunya adalah Dewi kehidupan, putri kesayangan Kaisar Langit dan Permaisuri Langit. Ayahnya ... aku tidak tahu. Tidak ada yang mengatakannya pada Ann Rou."
"Apa manusia?"
"Mana mungkin! Setahuku, Dewi kehidupan menikah dengan seseorang yang pernah menjadi ancaman Kaisar Langit. Tapi tidak tahu apa identitasnya. Semua dewa tutup mulut dan sangat setia. Memang ada beberapa yang mencoba menetang, tapi selalu berakhir buruk."
"Lalu, apa Xuanzi hidup dengan baik di sana?"
Ann Rou menunduk lemah. "Takdir tidak pernah sesuai dengan keinginan. Yang Mulia sering melakukan pelatihan tertutup tanpa ikut campur dunia luar. Hidupnya kesepian, untungnya ada Ann Rou, Dou Dou, Li Chen, dan Azure yang membantu, jadi Yang Mulia tidak menanggung segalanya sendiri. Meskipun para dewa mengakui kekuatan dan posisinya, Yang Mulia tetap menutup diri seperti pendeta di gunung tertentu."
"Apa ada hubungannya dengan 'terlahir istimewa'?"
Ann Rou terdiam untuk pertanyaan kali ini. Ia menunduk panik dan menggigit bibirnya merasa telah melakukan kesalahan. Seharusnya ia tidak menceritakan bagian itu. Bagaimana jika Xie Ran salah paham?
"Ya-yang mulia ... terlahir dengan kekuatan besar melebihi para dewa lainnya. Karena itu ... beberapa ras merasa terancam dan berniat membunuhnya ketika kecil sampai seluruh klan hancur. Kaisar Langit membawa Yang Mulia ke Istana Langit untuk dirawat. Setelah itu ... karena kekuatannya tak terkendali dan membunuh banyak orang, Kaisar Langit membawanya ke pengasingan untuk melatihnya mengendalikan diri."
"Jadi seperti itu ...." Xie Ran mengangguk percaya. Meski ia penasaran kekuatan macam apa itu, ia yakin tidak akan mengerti urusan non-manusia. "Lalu, apa yang membuatnya berbeda antara dulu dan sekarang?"
Ann Rou mendapatkan kembali semangatnya dan bercerita dengan riang seolah ujian telah usai. "Semenjak naik tahta, Yang Mulia lebih teratur dan dapat mengendalikan diri lebih baik. Entah bagaimana Kaisar Langit melatihnya di pengasingan hingga aku hampir tidak mengenalinya. Tidak ada aura pembunuh, hanya tersisa ketidakpedulian dan keagungan yang membuat semua orang berlutut dan mengabdi padanya—bukan menyerahkan nyawa. Sebenarnya, Yang Mulia sangat baik meski diluar terlihat dingin dan tidak berperasaan. Itu yang tidak berubah darinya. Dia akan sangat baik dan protektif pada seseorang yang dipedulikannya apalagi seseorang yang dicintainya."
Xie Ran menatap Ann Rou serius. "Xuanzi punya mantan? Pernah nikah?"
"Apa?" Ann Rou merasa salah bicara lagi dan langsung meralat ucapannya. "Yang Mulia tidak pernah memiliki hubungan yang dalam dengan wanita lain, sungguh! Aku ... aku hanya menebak jika Yang Mulia memiliki seseorang yang ia cintai, Yang Mulia akan memperlakukannya dengan serius dan melindungi dengan nyawanya."
"Terdengar seperti ... kisah pria tsundere yang bucin."
"Kisah apa itu?" Ann Rou bertanya dengan bodohnya.
"Entahlah, aku sendiri tidak paham. Lanjutkan, apa saja yang berubah darinya." Xie Ran langsung mengalihkan topik karena malas menjelaskan.
Ann Rou mengiyakan. "Jadi, perubahan ini terlalu mencolok bahkan sampai beberapa karakteristik juga kekuatannya. Kekuatan bawaannya sejak lahir tidak lagi digunakan selain jika dalam keadaan darurat. Tapi, jika Yang Mulia menggunakan kekuatan lamanya, sikapnya akan kembali seperti semula."
"Kenapa seperti kepribadian ganda?"
"Entahlah, aku menyebutnya seperti itu. Aura pembunuh akan semakin mengerikan jika Yang Mulia marah. Aku tidak melihatnya, tapi Li Chen dan Dou Dou melihatnya ketika bertarung di utara. Tapi meskipun begitu, Yang Mulia tetap tidak akan membunuh asal seperti pembunuh berantai, kok."
Xie Ran kembali berpikir dengan cermat. Semua cerita ini tidak menjawab mengapa selalu Qu Xuanzi yang muncul di mimpi buruk semua iblis. Setidaknya harus ada satu yang berbeda.
"Ngomong-ngomong kamu sangat penasaran, apa ada sesuatu?" Ann Rou tiba-tiba bertanya dengan nada mengejek namun Xie Ran menyerapnya dengan arti lain yang lebih serius.
"Aku hanya bertanya." Xie Ran menyahuti tanpa ekspresi membuat Ann Rou sangat tidak puas.
Ann Rou pikir Xie Ran akan memerah karena ketahuan menyelidikinya atau sedikit memiliki reaksi terkejut. Tapi kenyataannya gadis itu sekeras batu.
"Ketika perang antar ras, kenapa Xuanzi memilih meledakkan diri? padahal tahu aksinya menyebabkan kelangkaan ras lain. Para dewa menghilang dan alam langit sepenuhnya dihancurkan iblis. Apa ada konflik internal?"
"Itu ...." Ann Rou nyaris saja membeberkan segalanya jika tidak mengingat hukuman peringatan waktu itu karena telah membeberkan identitas Qu Xuanzi. Ia juga tidak bisa sembarang bicara. "Yang Mulia telah mengetahui jejak Kaisar Iblis selama ini dan melakukan tindakan pencegahan. Tentang kelangkaan, itu karena Alam tengah menjadi medan perang antar ras."
Tidak masuk akal. Jika peperangan itu menyebabkan ras lain hancur, seharusnya manusia juga hancur. Ann Rou hanya membuat alasan yang dibuat-buat.
"Tentang Kaisar Iblis, apa kau tahu sesuatu?" Xie Ran bertanya lagi.
"Tidak. Hanya Yang Mulia yang tahu." Ann Rou harap ucapannya tidak menjadi boomerang bagi dirinya sendiri. Ia sudah berusaha keras untuk menekan mulut embernya.
"Kenapa hanya dia yang mengetahui segala cara kerja Kaisar Iblis dibandingkan Iblis lain? Kenapa dia ingin menemui Raja Iblis?"
"Satu pertanyaan lagi, kenapa mereka memiliki wajah yang sama? Apa Kaisar Langit juga Kaisar Iblis? Atau mereka kembar? Kau mengatakan 'istimewa' sebelumnya, aku ingin tahu apa itu." Xie Ran yakin hal ini adalah apa yang dimaksud 'istimewa' itu. Ia hanya bisa berpikir bahwa seseorang dalam ketakutan para Iblis adalah seseorang yang mirip dengan Qu Xuanzi.
"Itu lebih dari satu pertanyaan." Ann Rou mencoba mengelak.
"Ceritakan apa yang disebut 'terlahir istimewa'!" Xie Ran menatapnya serius hingga Ann Rou yang melihatnya ngeri sendiri.
Kenapa auranya jadi lebih mengerikan dari sebelumnya? Ann Rou nyaris saja berpikir Xie Ran kerasukan Qu Xuanzi yang sedang mengancamnya. "Sebenarnya ... Yang Mulia terlahir sebagai campuran."
"Campuran?"
"Aku tidak bisa mengatakannya lagi!" Ann Rou langsung menolak mengatakan apa pun. Mulutnya benar-benar akan membunuhnya. Ini bahaya!
Xie Ran tidak menekannya lagi melainkan mengambil poin lain. Ia ingat ketika Qu Xuanzi memotong tangan Iblis yang menjadi targetnya dengan seutas benang yang nyaris tidak terlihat. Jika dipikirkan kembali, warnanya adalah merah seperti darah sehingga bila bercampur dengan darah, itu tidak terlihat.
Dibandingkan kembali dengan keanehan pada kematian Huli Dong'er. Ia sudah memikirkannya sejak lama dan sekilas menyadari benang merah yang mirip. Ia sendiri tidak yakin.
"Ann Rou, apa Xuanzi memiliki jenis teknik sihir benang merah yang dapat membelah sesuatu dengan cepat? Aku cukup tertarik."
Ann Rou berpikir sejenak berusaha mengingat-ingat. "Ya, dia memilikinya. Tapi itu bukanlah suatu teknik yang bisa dimiliki manusia. Yang Mulia memiliki beberapa teknik yang mirip. Kau bisa minta langsung padanya kalau mau."
"Apa tidak bisa ditulis ulang atau diwariskan?"
"Tidak bisa. Teknik yang kau sebutkan barusan adalah kekuatan Yang Mulia yang ia buat sendiri selama ribuan tahun menggunakan kekuatan bawaannya. Itu tidak bisa ditiru atau diwariskan meski ingin. Jadi, kamu hanya bisa memiliki yang mirip saja. Di dunia ini, teknik yang seperti itu sangat langka."
Xie Ran mengangguk-angguk paham. "Baiklah, aku cari yang lain saja. Teknik pedangku sudah bagus, tidak perlu menambah yang lain."
"Nona Xie, kau menanyakan banyak hal tentang Yang Mulia. Apa sedang merindukannya?" Ann Rou kembali mengejek melupakan bagaimana ia tertekan barusan.
"Rindu?" Xie Ran memikirkannya. Ia memang sempat merasa sepi, tapi kehidupannya selalu sibuk sehingga tidak memiliki waktu merindukan seseorang. Ia menambah waktu kultivasi dan menjadi gila kultivasi untuk beberapa waktu sampai melupakan makanan favoritnya. Bahkan ia sudah lapar sekarang. "Apa kau ada makanan?"
Ann Rou menatapnya kosong sesaat dan memberi foodie itu roti yang merupakan persediaan makan terakhir. Xie Ran mengambil roti itu lalu langsung makan dengan nikmat.
"Nona Xie Ran, kenapa kau penasaran dengan Yang Mulia?"
"Aku sudah memberitahu alasannya tadi. Tidak adil jika dia memegang rahasiaku. Aku berharap, aku memiliki kelemahannya yang dapat aku gunakan ketika dia menindasku." Xie Ran merobek roti dengan sedikit ganas memikirkan bagaimana Qu Xuanzi menindasnya.
"Apa Yang mulia benar menindasmu? Kapan?" Ann Rou sedikit terkejut menyadari tuannya sedikit 'nakal' hingga membuat Xie Ran kesal.
"Kau tidak tahu apa saja yang bisa dia lakukan." Xie Ran berkata sambil mengunyah.
Ann Rou tidak bisa banyak berkomentar. Ia sendiri tidak tahu apa saja yang dilakukan Qu Xuanzi hingga Xie Ran berpikir bahwa dirinya telah tertindas. Ann Rou hanya bisa tertawa kecil.
"Kalian sangat dekat."
"Dia melihatku dilahirkan, tentu dia mengenal aku." Xie Ran berkata santai tanpa beban dan menelan gigitan terakhir. "Apa ada makanan lagi?"
"Habis."
"Yasudah." Xie Ran berdiri dan mengambil minum dari cincin spasial. Satu botol air semuanya dihabiskan kemudian disimpan kembali.
"Nona Xie, apa kau tidak mengerti sesuatu?"
"Apa yang harus aku pahami?" Xie Ran nenatap Ann Rou bertanya-tanya.
"Yang Mulia ... biasanya tidak pernah peduli pada siapa pun. Jika kamu orang lain, dia tidak akan mengutusku hanya untuk melindungimu."
"Lalu?"
Ann Rou menghela napas. "Nona Xie, apa kau tidak pernah mencintai seseorang?"
Xie Ran terdiam untuk beberapa saat memikirkan ucapan Ann Rou. Ia tidak pernah memikirkan hal ini sebelumnya karena terlalu sibuk. Ia juga tidak tertarik memikirkannya. Ia bahkan tidak paham mengenai cinta. "Tidak."
"Sungguh? Sedetik pun?" Ann Rou agak kecewa mendengarnya.
"Mencintai seseorang bukan untuk sedetik, itu tidak masuk akal. Jangan berpikir aku tidak tahu apa pun mengenai hal ini." Suara Xie Ran menjadi dalam dan pandangannya lurus ke depan.
Ann Rou tersenyum lega. Rupanya Xie Ran tidak sebodoh itu. "Lalu, apa kau mencintai Yang Mulia?"
Butuh beberapa saat untuk Xie Ran menjawab. Terdapat keraguan di matanya, namun tidak suaranya yang tegas mengatakan, "Tidak."
Ann Rou menghela napas kecewa. "Benarkah? Apa itu dari hatimu?"
Xie Ran mengangguk pelan. "Bukankah kami hanya rekan? Ann Rou, aku tidak tahu mengapa kau menanyakan hal ini. Aku dan Qu Xuanzi sebatas rekan. Lagi pula, kami tidak akan bertemu lagi kedepannya."
"Nona ... Apa kamu masih tidak mengerti—"
"Aku mengerti, jadi jangan katakan!" sela Xie Ran menatap Ann Rou dalam. Mengingat semua perlakuan Qu Xuanzi terhadapnya, Xie Ran merasa berlebihan sebagai seorang rekan. Ia tahu posisinya sangat tidak menguntungkan sehingga kapan pun akan mati. Ia tidak ingin memiliki banyak harapan ke depannya. "Ann Rou, jangan buat aku semakin salah paham."
"Kenapa kau berpikir seperti itu?" Ann Rou semakin tidak mengerti jalan pikir Xie Ran. Ia selalu tahu pola pikir manusia yang kompleks, tapi Xie Ran lebih rumit dari apa pun untuk beberapa hal.
Xie Ran menatap bulan di langit dan berjalan mendekati ujung tebing. "Qu Xuanzi adalah Kaisar Langit, pemimpin dewa, seluruh ras dan dunia, bahkan memiliki pengikut tak terhitung jumlahnya. Jika suatu saat dia kembali memimpin dan mendapatkan kembali kejayaannya, maka dunia dalam kendalinya, masa depannya tak terbatas."
"Bukankah itu bagus?" Ann Rou semakin tidak mengerti.
"Memang bagus, tapi berbeda denganku. Kau tidak tahu bagaimana masa laluku di kehidupan sebelumnya."
"Maksudmu, kau ingat kehidupanmu sebelumnya?" Ann Rou merasa ini luar biasa. Pantas saja ia merasa Xie Ran berbeda dari gadis kebanyakan.
Xie Ran tersenyum menatapnya. "Aku berasal dari dunia yang berbeda. Seperti dunia paralel," katanya kemudian pandangannya lurus ke langit gelap yang dipenuhi bintang. "Di sana aku adalah penjahat negara. Bukan seseorang yang baik atau anak yang baik. Aku membunuh keluargaku sendiri, tanganku berlumuran darah banyak orang tidak bersalah. Aku hidup, di atas penderitaan orang lain."
Ann Rou terkejut mendengarnya. Tidak disangka, Xie Ran memiliki kehidupan seperti itu sebelum berinkarnasi. "Itu hanya masa lalu, lebih baik dilupakan."
"Kau tidak tahu, semua orang di dekatku tidak pernah mengalami hal baik. Ayah dan ibuku mati demi aku. Seluruh klan hancur melindungiku." Xie Ran tidak bisa menahan air mata mengingat semua kejadian itu membuat tangannya terkepal kuat. "Entah siapa lagi yang akan mati karena aku. Sejak dulu, takdirku tidak berubah. Ini balasan untukku yang terus membunuh orang tidak bersalah."
"Tidak seperti itu, Nona Xie." Ann Rou mencoba membujuk. Seharusnya ia tidak mengatakan apa pun menyebabkan Xie Ran sedih.
"Aku tahu, mungkin saja takdir berubah. Maka dari itu, aku ingin menghindari semua orang." Xie Ran tersenyum menatap Ann Rou yang masih terdiam. "Jangan katakan pada siapa pun, aku akan pergi jauh setelah masalah ini berakhir."
"Kau pikir dengan itu dunia akan menjadi lebih baik?"
Xie Ran tertawa dangkal. "Setidaknya aku dapat meringankan beban dunia," katanya kemudian menghela napas. "Jangan menatapku seperti orang bodoh lagi, aku tidak sebodoh yang kau kira. Kau pikir aku tidak tahu berapa banyak pria menatapku?"
"Maksudmu ...."
Xie Ran meletakkan jari telunjuknya di bibir. "Sssh, jangan kasih tahu siapa pun." Ia menghampiri Ann Rou dan menepuk bahunya. "Aku tahu kau melaporkan berbagai kegiatanku padanya. Anggap percakapan tadi tidak ada dan katakan padanya: setelah semua ini selesai, aku tidak akan mengganggunya."
Xie Ran menepuk bahunya beberapa kali dan pergi dengan langkah santai seperti biasa seolah percakapan tadi tidak pernah terjadi. Ia sudah mendapat informasi, hanya perlu menunggu besok pagi.
Ann Rou tersadar setelah beberapa saat merenung kemudian berbalik ke arah Xie Ran pergi. Ia berteriak mengatakan, "Aku tidak mau! Kau sendiri saja yang beritahu!"
Xie Ran hanya mengangkat salah satu tangan dan melambaikannya tanpa menoleh sambil berjalan lurus. Tidak peduli apa Ann Rou akan memberitahu Qu Xuanzi atau tidak, ia hanya ingin fokus pada misinya.