
Keheningan menyelimuti pangkalan militer Keluarga Tang yang dibasahi oleh darah dari berbagai sisi. Organ-organ dan daging berserakan dan tidak dapat dikenali lagi. Kabut asap putih menjalar di udara memberi bukti kuat bahwa seluruh pasukan diracuni.
Tang Wei baru datang dari Gunung Wu sejak kemarin. Ia baru saja kembali setelah bermalam di hutan karena panggilan membunuh hewan buas yang menyerang perbatasan. Tapi ia tidak pernah menyangka, seluruh pangkalan militer dibanjiri oleh darah hanya dalam satu malam.
Jelas semua orang di sini meledak!
Satu-satunya yang berada di sini kemarin adalah Tang Yueying. Membagikan 'asupan' dan berlama-lama untuk beberapa waktu sampai malam, menggunakan roh pelahap jiwa untuk berkultivasi ke puncaknya.
Tidak ada yang menyangka ....
Bahkan Tang Yueying telah pucat melihat pemandangan itu. Baru kemarin ... ia berada di sini, melintas dan melihat para pasukan yang penuh semangat. Tapi sekarang berubah menjadi genangan darah tanpa kehidupan. Bahkan pelayan tak terkecuali ....
"Siapa yang melakukannya!" Tang Jin sangat marah melihat pemandangan tak mengenakan itu. Susah payah ia membentuk pasukan, tapi semuanya hancur hanya dalam satu malam tanpa diketahui dan tanpa suara.
Tatapan Tang Jin yang marah menyapu semua orang yang hadir. Wajah para tetua dan lainnya menjadi abu-abu dan bergetar melihat kemarahan Tang Jin. Sedangkan Mo Shenxi memiliki wajah tanpa emosi dengan pandangan kosong yang sulit ditebak.
Tidak ada yang bisa ditanyakan lagi. Meski Tang Jin memiliki beberapa asumsi mengenai tragedi ini, ia tidak bisa mengatakannya secara langsung. Dalam hal ini, Tang Yueying harus menjadi sanksi utama sebagai orang yang selamat dari pembunuhan massal, tapi Tang Yueying tidak bisa ditanyai lebih lanjut. Dengan otaknya yang minim, ia tidak mungkin tahu apa yang terjadi saat itu.
Setelah melalui betapa kacau pikiran Tang Jin, beberapa orang yang ia kirim untuk memeriksa tempat kejadian datang dengan terburu-buru. Salah satunya membisikkan sesuatu pada Tang Jin yang menyebabkan mata Tang Jin memerah karena marah.
"Yueying!"
Tang Yueying tersentak kaget. Ia tidak tahu mengapa dirinya dipanggil, tapi firasatnya memburuk sekarang. Ia hanya bisa menatap ayahnya dengan gemetar.
"Di mana Cheng Hua?" Suara tegas Tang Jin menggema. Ucapannya menyebabkan para tetua bingung mengapa Tang Jin menanyakan keberadaan Cheng Hua.
Tang Yueying menjawab dengan kikuk. "I-ibu ... di ... r-ruang obat."
Tang Jin tidak mengatakan apa pun setelah itu. Ia membawa para bawahannya pergi meninggalkan banyak pertanyaan pada para tetua. Bahkan Mo Shenxi mengerutkan kening ketika memikirkan apa yang akan dilakukan Tang Jin. Meski tidak tahu apa yang terjadi, ia memiliki beberapa firasat. Ia hanya bisa mengikut sedangkan Tang Yueying berjalan seperti anak ayam tersesat di paling belakang.
Tang Jin dan rombongannya pergi ke tempat Cheng Hua berada. Ketika sampai di depan pintu, Tang Yueha muncul dengan pandangan bingung dan takut. Ia melihat Tang Yueying bergetar di paling belakang, tidak mengatakan apa pun.
Pintu terbuka lebar, semua orang masuk begitu saja menyebabkan para pelayan di dalam kediaman terkejut. Mereka tidak bisa melakukan apa pun selain memberitahu Cheng Hua bahwa Tang Jin dan yang lain datang bersamaan. Mendengar kabar itu, Cheng Hua bergegas keluar dari ruangan.
"Ada apa ini?" Cheng Hua menatap Tang Jin meminta penjelasan.
"Kau kenal ini?" Tangan Tang Jin memunculkan seberkas sinar yang perlahan berubah menjadi bunga merah darah yang melayang di atas tangannya. Bunga itu mengeluarkan aroma memabukkan, bahkan para tetua dan yang lainnya terkejut akan kehadiran bunga tersebut.
Cheng Hua melihat bunga itu acuh tak acuh. "Bunga berkabut. Itu bukan sesuatu yang seharusnya ada di sini."
"Aku tahu, tapi aku dengar kau membawa dua beberapa waktu lalu. Sekarang bunga berkabut muncul di pangkalan, meracuni semua pasukan dan pelayan, apa yang bisa kamu jelaskan?"
Cheng Hua tersentak dan menatap Tang Jin tidak percaya. Bunga berkabut ... ia pernah menggunakannya untuk Xie Ran melalui Tang Yueying, tapi tidak menyangka bahwa bunga itu akan sampai di pangkalan. Apa yang terjadi sebenarnya?
"Cheng Hua!" Tang Jin membutuhkan penjelasan. Ia menatap Cheng Hua tajam, tidak ingin percaya bahwa Cheng Hua yang melakukannya. Bunga berkabut hanya dimiliki Cheng Hua, tidak ada yang berani menyentuhnya bahkan Mo Shenxi yang terkuat tidak berani.
Cheng Hua tidak tahu harus bagaimana. Jika mengatakan bahwa ia menggunakan bunga berkabut untuk mencelakai Xie Ran, itu adalah masalah besar. Meski ia tidak berniat membunuh, hanya membuatnya lumpuh, tapi siapa yang akan percaya setelah bunga berkabut membunuh banyak orang di pangkalan?
Xie Ran ... meski dibenci, ia tetap penting bagi Klan Xie. Huai Mao mengatakan untuk mengurusnya dengan baik jika suatu hari bertemu tapi ia justru ingin membunuhnya. Tidak masalah jika membuatnya cacat, tapi tidak kehilangan nyawa. Sudah terlambat ....
Para bawahan Tang Jin menggeledah ruang obat dan menemukan satu bunga lagi. Cheng Hua memiliki dua bunga berkabut. Satu ada di dalam rak obat, tidak ada lagi selain itu yang berartikan bahwa bunga berkabut di tangan Tang Jin adalah milik Cheng Hua.
Mengetahui fakta tersebut, Tang Jin sangat marah dan menatap Cheng Hua tajam. Cheng Hua menjatuhkan lututnya dengan cepat, wajahnya pucat seperti mayat dan menunduk dalam-dalam berharap mendapat pengampunan.
"Tuan, ini jebakan! Cheng Hua tidak pernah memiliki niat buruk pada Keluarga Tang. Seseorang telah mengambil kesempatan ini untuk mengaduk Keluarga Tang. Mohon diperiksa kembali!" Cheng Hua bersujud memohon dan bersikeras bahwa ia tidak bersalah. Ia yakin telah dijebak. Pasti!
Tang Yueying di belakang dilanda kebingungan. Ia yang membawa bunga berkabut, jika ketahuan pasti akan terseret juga. Memikirkan hal itu, ia semakin takut dan panik. Buru-buru ia berdiri ke sisi Cheng Hua dan ikut berlutut.
"Ayah, Ying'er bisa pastikan Ibu tidak melakukan kesalahan. Ini jebakan seseorang yang ingin menghancurkan Keluarga Tang. Seseorang pasti tahu Keluarga Tang mengumpulkan pasukan untuk melawan kekaisaran, lalu mengambil kesempatan untuk menjadikan Ibu kambing hitam. Jika Ibu yang melakukannya, dia tidak mungkin membiarkanku ke pangkalan kemarin."
Mo Shenxi telah memeriksa bunga berkabut di tangan Tang Jin selama dua wanita itu berlutut dan memohon. Ia menaik sebelah alisnya, masih berusaha menekan emosi yang membara serta kilatan tajam penuh niat membunuh.
Ia mendapat kesimpulan dan berkata, "Bunga berkabut dan ramuan pemgembang jiwa bila disatukan memiliki efek besar. Bunga berkabut ini telah diberi beberapa ramuan efek positif sehingga efek bunga berkabut mereda, hanya akan membuat seseorang lumpuh. Namun, jika disatukan dengan seseorang yang telah meminum ruamuanku, racun bunga berkabut akan mempercepat reaksi ramuanku selama orang itu terus menghirup kabutnya. Mereka meledak, ledakan itu yang membunuh para pelayan."
Ketika mengatakannya, bunga berkabut di tangannya hancur berkeping-keping menjadi serpihan abu. Aura gelap memancar di tangannya ketika menatap Cheng Hua. "Hanya kamu yang tahu itu."
Cheng Hua semakin pucat. Ia terus bersujud berkali-kali sampai dahinya lecet sedangkan Tang Yueying di sampingnya sangat ingin menangis.
Tang Yueha di antara para tetua yang terdiam, menunduk dan menarik bibirnya diam-diam. Ini pasti rencananya ....
Awalnya ia merasa Xie Ran sangat kejam membunuh mereka semua tanpa terkecuali. Memang sangat kejam, namun beralasan. Pada akhirnya, semua orang di sana akan mati setelah digunakan. Ramuan itu tidak ada penawarnya. Jadi Xie Ran hanya memikirkan bagaimana agar efeknya dipercepat seperti yang dikatakan Mo Shenxi. Setidaknya, mereka tidak akan terus menjadi anjing tersesat.
"Bawa dia!" Tang Jin sudah terlalu marah. Ia mengabaikan Cheng Hua dan putrinya yang memohon. Cheng Hua langsung diseret, dipisahkan dari Tang Yueying yang terus meminta keringanan. Tapi tidak ada yang mendengarkan.
Semua orang bubar saat itu juga. Para tetua hanya bisa menyaksikan dalam diam melihat amarah Tang Jin sampai melampiaskannya dengan apa pun. Mo Shenxi juga hanya diam, tidak mengatakan apa pun. Namun semua orang tahu, diamnya Mo Shenxi adalah untuk menekan niat membunuh dalam jiwanya. Mereka hanya bisa berdoa agar tidak dijadikan pelampiasan iblis itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Master, rencana berhasil." Long Yun dan Long Huo muncul dari jendela setelah mematai peristiwa menyedihkan antara ibu dan anak itu. Mereka tertawa sepanjang jalan melihat wajah pucat dan takut mereka yang benar-benar seperti lelucon.
Long Ying duduk di atas meja, melihat Xie Ran yang mengangguk sebagai jawaban atas laporan kedua naga itu. Long Ying awalnya bingung mengapa Xie Ran bersedia menerima tawaran Zhong Guofeng untuk menghancurkan Keluarga Tang, tapi setelah mendengar cerita dua naga bodoh di sisinya, ia ikut marah dan mendukung rencana.
Tapi sejauh ini Long Ying belum diberi tugas.
Long Huo bertugas menjadi mata-mata, sedangkan Long Yun melakukan pekerjaan kecil seperti meletakkan bunga berkabut di tempat tersembunyi pangkalan militer Keluarga Tang. Long Ying hanya duduk sebagai pengamat sejak awal.
"Master, apa kau tidak ingin memberiku tugas?" Long Ying terlalu bosan. Ia sudah mengakui Xie Ran sebagai master dan sangat ingin seperti dua naga bodoh itu. Setidaknya, dia tidak ingin duduk diam.
"Pergilah mencari Mei Liena sebagai pengirim pesan." Xie Ran menyerahkan gulungan kertas kecil ke Long Ying membuat naga betina itu tertegun.
Menjadi pengantar surat!
Ia lebih baik menjadi mata-mata daripada pengantar surat!
Di mana harga dirinya!
"Ini—"
Xie Ran menyela, "Jika tidak mau, kembali saja ke rumahmu." Ia mengusir Long Ying begitu jelas hingga naga betina itu memasang ekspresi tertekan. Bukannya ia tidak ingin pulang ke rumah, ia hanya tidak bisa pulang setidaknya untuk saat ini karena lukanya.
"Baik, aku akan bekerja." Long Ying sangat ingin menangs. Kenala ia harus memilkki master tidak bermoral?
Long Ying dan Long Huo bergegas pergi bertugas, sedangkan Long Yun kembali ke liontin ketika merasakan kedatangan seseorang.
Xie Ran tidak peduli siapa yang datang. Ia hanya diam, mengetahui sosok hitam masuk dari jendela dan duduk sembarangan tanpa diundang.
"Ini namanya, sekali mendayung dua pulau terlampaui. Sama sekali bukan sesuatu yang harus dibanggakan." Xie Ran menyahut acuh tak acuh sambil menuangkan teh lalu meminumnya. Ia masih membelakangi pria itu.
"Awalan yang bagus, tapi aku sarankan untuk berhati-hati pada Mo Shenxi. Dia bukan sesuatu yang bisa diremehkan diantara para iblis. Meski kekuatannya lebih rendah dari Huai Mao, tetap saja dia memiliki kemampuan. Racunnya yang tanpa penawar adalah hal yang harus diwaspadai."
Xie Ran terkekeh. "Tidak perlu khawatir, aku tahu cara menanganinya."
Ia telah mendapat harta dari Qu Xuanzi sebelumnya. Walau sempat bingung kapan Qu Xuanzi memeriksa keadaan Keluarga Tang, tapi pria itu sangat pintar mengetahui semuanya bahkan sampai kehadiran Mo Shenxi. Ia memberitahu banyak yang memudahkan Xie Ran melaksanakan rencananya, termasuk efek antara pengembang jiwa dan bunga berkabut.
Sisanya, Xie Ran hanya melakukannya dengan lancar. Untuk racun mematikan Mo Shenxi, Qu Xuanzi memberitahunya bahwa energi murni dapat menolak kekuatan gelap dalam tubuh Mo Shenxi sehingga Mo Shenxi tidak dapat menggunakan racunnya pada Xie Ran.
Meski Xie Ran harus menggunakan energi murni untuk memblokir, dan harus menangani racun tertentu, Qu Xuanzi sudah mengajari cara penanganan sehingga menjadi lebih mudah.
Tentu Xie Ran tidak akan mengatakan pada Zhong Guofeng di belakangnya.
"Oh? Lalu, apa rencana Ranran selanjutnya?" Zhong Guofeng tersenyum menatap punggung Xie Ran. Otak kecil gadis ini sangat kejam dan tidak tanggung-tanggung.
Xie Ran berbalik menatapnya. "Aku telah memberi celah untuk umpan, seseorang akan datang menyapaku sebentar lagi."
"Apa Ranran butuh bantuan?"
"Tidak perlu, jadilah pengamat yang baik. Ini adalah balas dendamku, tidak boleh ada yang ikut campur. Terutama Huai Mao, dia milikku." Xie Ran tidak ingin ada pihak lain yang ikut campur. Ia ingin menyiksa Huai Mao dengan tangannya sendiri, dan membunuhnya dengan tengannya sendiri. Tapi sepertinya kematian hanya akan membuat segalanya menjadi lebih mudah. Ia tidak akan memudahkan musuhnya.
Tak lama lagi, setelah Keluarga Tang hancur, ia akan pergi ke Klan Xie.
Tepat setelah memikirkan bagaimana ia membuat Huai Mao menjadi sangat buruk sampai tidak dikenali ibunya, suara teriakan keluar dari depan kamar Xie Ran.
Xie Ran tersenyum. Orang itu sangat tepat waktu.
"Xie Ran, keluar! Semenjak kamu datang, Keluarga Tang tidak pernah tenang. Dasar pembawa sial!"
Pintu terbuka tepat makiannya jatuh. Xie Ran muncul dengan wajah bodoh dan bingung, menatap Tang Yueha yang hadir memakinya.
Di samping itu, Tang Yueying yang meringkuk seperti bola di dalam kamar menjadi sangat kacau. Semenjak Cheng Hua ditangkap dan dikurung, ia sangat ketakutan, takut akan mengalami hal yang sama.
Ia telah membawa bunga berkabut ke kamar Xie Ran, mengapa pasukan Keluarga Tang yang mati sedangkan Xie Ran masih sangat sehat? Ada yang tidak beres. Seseorang menjebaknya.
Apa itu Xie Ran?
Tapi ia tidak melihat Xie Ran keluar selama ini. Ia telah meletakkan mata-mata sebagai pelayan di kediaman barat, tapi pelayan itu sama sekali tidak melihat Xie Ran yang keluar kamar sejak ia membawanya jalan-jalan ke pangkalan. Lalu siapa?
Setelah dipikirkan kembali, ia bisa saja mencurigai Tang Yueha. Tapi ia ragu bahwa gadis sombong itu berani melakukannya. Meski ia tidak suka Tang Yueha, Tang Yueha adalah anggota Keluarga Tang, tidak mungkin menghancurkan keluarga sendiri. Mau tinggal di mana ia ketika keluarga hancur?
Namun musuhnya di kediaman ini memang hanya Tang Yueha dan Xie Ran. Tidak ada yang lain. Lalu bagaimana salah satu dari mereka mengetahui rahasia ramuan Mo Shenxi yang hanya diketahui Mo Shenxi dan Cheng Hua saja?
Memikirkannya membuat kepala ingin meledak!
"Nona, sesuatu telah terjadi!" Seorang pelayan masuk terburu-buru memberitahu Tang Yueying dengan cemas.
Mendengar aduan pelayan dari mata-mata di kediaman barat, Tang Yueying langsung berdiri dan bergegas pergi ke kediaman barat.
Ia pergi terburu-buru mengabaikan berbagai pehormatan pelayan. Ketika sampai di kediaman barat, ia dikejutkan oleh Tang Yueha yang mengamuk seperti orang gila memaki Xie Ran; bahwa ia adalah pembawa sial.
Melihat Tang Yueha seperti itu membuat pikiran Tang Yueying semakin tidak benar. Ia sedang memikirkan segalanya, tapi tidak pernah berpikir hal ini akan terjadi bahwa Tang Yueha membuat kegaduhan tidak perlu.
Setelah dipikirkan kembali, Tang Yueha ada di pangkalan pagi-pagi sekali dan melapor. Ia yang pertama kali melihat dan mendorongnya ke dalam lumpur. Sekarang menyeret Xie Ran untuk dijadikan kambing hitam.
Tidak salah lagi pasti dia!
Tang Yueying mengepalkan tinju erat-erat. Ia menghilang dari tempatnya dan menarik kerah belakang Tang Yueha yang asik memaki Xie Ran yang mendengarkan dengan bodoh.
Tang Yueha tersentak dan memutar. Melihat Tang Yueying menyerangnya tiba-tiba, ia membalas serangan lebih keras hingga mengenai bagian cedera Tang Yueying yang belum sembuh.
"Tang Yueha, kamu keterlaluan!" Tang Yueying meraung. Ia menatap Tang Yueha penuh tuduhan dan marah. Ia sangat yakin Tang Yueha yang menjebaknya dengan memanfaatkan kehadiran Xie Ran.
"Aku tidak ada urusan denganmu." Tang Yueha menyahut dengan dingin.
Tang Yueying berdiri tegak menghampiri Xie Ran seolah mengkhawatirkannya. "Adik Ran'er, kata-katanya sangat tajam, harap tidak memasukkannya ke dalam hati."
Xie Ran menggeleng pelan. "Aku tak apa."
"Tang Yueying, kamu jangan munafik! Tidak ada yang menyukai keberadaannya di sini, bahkan semua orang nyaris melupakannya. Semenjak dia datang, segalanya menjadi kacau. Orang bodoh ini menarik banyak musuh dan menghancurkan Keluarga Tang!"
"Kamu!" Tang Yueying sangat kesal sekarang. Tang Yueha gila!
"Aku benar, 'kan? Di luar sana ada banyak orang luar berdatangan. Kehadirannya menarik banyak perhatian. Jenius apanya? Dia hanya orang bodoh yang kabur dari klan dan dikejar banyak orang gila dari banyak istana. Apa kamu akan terus melindunginya? Oh, kau tidak melindunginya, kau hanya ingin memanfaatkannya. Tapi karena otak minimmu, Keluarga Tang mengalami kemalangan sampai menghancurkan usaha yang dibangun bertahun-tahun!" Tang Yueha tidak berhenti memaki.
"Bukankah kamu yang mencari masa di mana-mana? Jika saja kamu berhasil menarik Kaisar, tidak mungkin hal ini akan terjadi. Hanya anjing yang menempel pada paha Keluarga Tang, sekarang kamu ditunangkan dengan pejabat seharusnya kamu bersyukur! Urusan dalam keluarga, tidak ada hubungannya denganmu. Kamu hanya orang luar! Enyah!"
"Orang luar? Kalau aku orang luar, lalu kamu siapa? Ingatlah, Bibi Cheng di kurung, kapan pun akan mati di tangan Mo Shenxi. Seharusnya kamu menemaninya sejak dini sebelum terlambat. Pada akhirnya, kamu juga akan menjadi orang luar yang dibuang ke keluarga kaya!"
"Tang Yueha!" Tang Yueying tidak dapat manahan lagi. Tang Yueha telah menyentuh bagian terlemahnya dan merobek-robeknya menjadi serpihan. Ia sangat marah!
Karena tidak dapat memendam emosi atas ejekan Tang Yueha, Tang Yueying mengabaikan aturan keluarga dan menyerang Tang Yueha secara terbuka.
Pertarungan mereka menyebabkan kegaduhan. Xie Ran hanya diam di tempat sebagai pengamat sedangkan para pelayan langsung berlarian memberitahu para tetua.
Pertempuran keduanya berlangsung cukup lama. Tang Yueying masih terluka sehingga kekuatannya berkurang banyak sedangkan Tang Yueha ada di puncaknya menyebabkan kondisi pertempuran menjadi sengit.
Pedang dan cambuk saling ditebas menciptakan banyak kerusakan. Dua sinar membelah udara dan saling membentur menciptakan gelombang energi dan ledakan.
Meski Tang Yueying cedera, ia tetaplah profesional lanjutan dibandingkan Tang Yueha walau perbedaannya hanya setingkat. Perbedaan itu seperti jurang curam dan Tang Yueha berada di posisi tidak menguntungkan.
Tepat ketika Tang Yueying menebaskan cambuknya hingga mengenai tubuh Tang Yueha, Tang Yueha terhempas dan berguling di tanah. Tubuhnya berhenti dan bibirnya mengeluarkan darah tepat di depan kaki seorang tetua yang baru saja datang akan aduan pelayan.
Pada saat itu, yang dilihat tetua tersebut adalah Tang Yueying yang hendak membunuh Tang Yueha.
Mata tetua itu menatap marah gadis yang tertegun memegang cambuk yang berlumuran darah. "Tang Yueying!"
Tang Yueying nyaris tidak bisa berkata-kata. Melihat kondisi Tang Yueha yang buruk seolah akan mati, ia secara tidak sadar melepas cambuk berdarah di tangannya dan mundur dua langkah merasa kakinya melemas.
Apa yang ia lakukan?