
Xie Ran tenggelam dalam pengendalian kekuatan ilahinya. Jiwanya yang semula padat menjadi transparan membuat teman-temannya khawatir. Jiwa Xie Ran semakin lama semakin tipis seolah menguap, cahaya perak berkumpul membentuk lingkaran memenuhi jiwa yang melebur hingga tampak seperti telur naga besar.
Tiba-tiba gunung berapi semakin aktif membuat tanah dipenuhi dengan lava panas yang terus merambat memenuhi tempat. Pei Xi menggendong tubuh fisik Xie Ran bersiap pergi, namun Yu Zainan dan Jian Wu tiba-tiba muncul menghalangi jalan mereka.
"Xi'er, jika kamu mau menyerahkannya, aku akan memberimu dan teman-temanmu kesempatan pergi dari sini." Jian Wu memberi syarat. Pemandangan ini adalah hal yang sangat dinantikannya.
Yan Yao dan yang lainnya langsung berdiri membelakangi Pei Xi untuk melindungi Xie Ran. Jiwa Xie Ran masih sibuk sedangkan tubuhnya terluka sangat parah, kondisi ini sangat mengkhawatirkan.
Long Ying muncul dari salam gunung berapi, raungannya terdengar sangat jelas dan langsung meluncurkan serangan ke arah Yu Zainan dan Jian Wu. Jika saja Jian Wu tidak muncul tiba-tiba, ia sudah membunuh Yu Zainan sebelum formasi aktif. Sekarang, formasi sudah diaktifkan, situasi ini terlalu berbahaya.
Yu Zainan dan Jian Wu berhasil menjauh. Mereka memerintahkan para iblis untuk menyerang Pei Xi dan yang lainnya. Pei Xi menyerahkan Xie Ran pada Mei Liena untuk dijaga, sisanya akan bertarung melawan para iblis dan Yu Zainan serta Jian Wu.
Long Yun dan Xiao Caihong muncul ketika para iblis itu maju. Mereka berdua berada di paling depan, sedangkan Long Ying di langit mempersiapkan serangan.
Pertempuran kali ini, akan lebih sulit dari sebelumnya ketika di akademi.
Ann Rou dan Dou Dou telah berubah ke wujud asli mereka. Bentuk asli mereka cukup besar, namun Bai Long lebih besar sehingga mereka harus bekerja sama untuk mengulur waktu lebih lama.
Kekuatan Bai Long jelas di atas mereka, hanya Naga Azure yang bisa melawannya. Namun bukan berarti mereka tidak bisa menahan Naga Surgawi yang merepotkan ini. Tiap serangan kombinasi dari mereka berdua sudah cukup membuat Bai Long mundur dan membutuhkan waktu untuk menghancurkannya.
Untuk saat ini, mereka hanya bisa berharap rencana Xie Ran berhasil, Xie Ran juga lebih cepat muncul sebelum kekuatan mereka berdua habis.
Di sisi lain, Xie Ran masih dalam 'telur' besar seolah terlarut dengan kondisinya sendiri. Terlarut dalam keheningan dan kesepian, seperti berada dalam kultivasi selama ratusan tahun di kegelapan.
Xie Ran sadar situasi di luar sana tidak baik, tapi ia tidak bisa bangun, sepenuhnya terkunci oleh keilahian naga yang ia terima. Ia tidak dapat merasakan hal lain selain energi pada jiwanya terus mengalir dan melonjak membentuk wujud baru. Rasa sakit pada jiwanya tidak tertahankan, tapi ia tetap pada posisi semula seolah tidak terjadi apa pun.
Keilahian naga memang dapat merubah pemiliknya menjadi naga, tapi tidak sekuat naga asli dan hanya dalam jangka waktu tertentu. Dengan kekuatan Xie Ran, proses itu nyaris mustahil. Namun jika pemilik benar-benar bukan manusia dan memiliki darah dewa di nadinya, itu bukanlah hal mustahil. Ia benar-benar akan menjadi naga dalam proses terlahir kembali, sepenuhnya menyempurnakan keilahian naga.
Ini adalah pertaruhan. Xie Ran tidak mengharapkan pertaruhannya berhasil atau tidak, ia hanya ingin segera memastikan kebenaran. Jika semua itu tidak benar, ia akan bertarung hidup dan mati dengan Bai Long.
Di samping itu, Pei Xi dan teman-teman bertarung melawan para iblis yang menyerang. Pei Xi dan Yan Yao melawan Yu Zainan yang sangat aktif menyerang, berbeda dengan Jian Wu yang hanya diam menonton. Sedangkan sisanya menyingkirkan para iblis yang berusaha mengambil tubuh fisik Xie Ran.
Xie Ran masih membutuhkan waktu lebih lama, mereka harus bertahan!
Mei Liena tidak bisa bertarung langsung karena menjaga Xie Ran, jadi dia mengeluarkan phyton giok hijau untuk membantu teman-temannya. Ular sebesar Xiao Caihong muncul melemparkan banyak iblis, apalagi ular tersebut tidak bisa mati sehingga para iblis semakin berada di posisi tidak bagus.
Jian Wu menyipitkan mata melihat para iblis yang terpojok hanya karena anak-anak nakal, bahkan Yu Zainan tidak bisa mengalahkan Pei Xi dan Yan Yao yang masih berada di tahap profesional lanjutan. Benar-benar memalukan!
Di saat Jian Wu tengah menggerutu betapa tidak kompeten Yu Zainan, para naga di Hutan Roh mulai keluar. Entah apa penyebabnya, Jian Wu mulai waspada akan niat membunuh yang berasal dari para naga.
Long Yun dan Long Ying otomatis merasakannya. Mereka berpikir sejenak, kemudian menoleh untuk melihat 'telur' besar yang berisikan master mereka. Tiba-tiba mata mereka melebar. Sekarang, mereka paham mengapa para naga itu ribut.
Tepat ketika Long Yun dan Long Ying memikirkan hal tersebut, berbagai macam naga dari dalam Hutan Roh keluar. Jumlah mereka tidak sedikit, sayap mereka dikepakkan begitu cepat menyambar para iblis yang menghalangi. Para naga yang tidak bisa terbang diangkat oleh naga terbang agar tidak tercebur ke dalam lava panas yang menyebar ke seluruh tanah.
Zhong Xiaorong menggunakan wujud phoenix untuk membawa teman-temannya ke udara. Sayap di punggungnya terkepak begitu indah disertai percikan es runcing yang menyebabkan para iblis tertikam seperti tertusuk duri.
Dengan sulur milik Mei Liena yang melilit semua teman-temannya, Zhong Xiaorong menjadi lebih mudah mengangkat mereka ke udara ketika lava memenuhi tanah yang mereka pijak.
"Kita pergi ke Wilayah Gelap," seru Zhong Xiaorong.
"Ranran—"
"Ranran berpesan pada kita untuk melindungi tubuhnya. Aku yakin, dia sudah menghitungnya dan bisa melindungi diri sendiri." Zhong Xiaorong memiliki keyakinan penuh. Ia sudah memberi perisai di sekitar jiwa Xie Ran begitu juga Pei Xi, bahkan lava yang mendekat tidak bisa membakar tanah di mana Xie Ran berada.
"Benar, dalam keadaan seperti ini, kita tidak bisa menghadang Yu Zainan dan Jian Wu bersamaan." Zhou Kui segera setuju. Apalagi sayap Zhong Xiaorong tidak permanen dan menghabiskan banyak tenaganya.
"Kita andalkan Ann Rou dan Dou Dou untuk melindungi Ranran. Xiao Caihong, Long Yun, dan Long Ying juga bersamanya." Zhong Xiaorong sebenarnya agak berat dan sangat khawatir, tapi ia yakin Xie Ran dapat melaluinya. Tanpa mengatakan apa pun lagi, ia mengepakkan sayap pergi ke Wilayah Gelap.
Kepergian Zhong Xiaorong dan yang lain membuat para iblis mengejar karena harus mendapatkan tubuh fisik Xie Ran. Yu Zainan juga mengejar, menyisakan Jian Wu yang berdiri di udara sendirian menonton pertempuran antara naga dan iblis yang tersisa.
Ia masih tidak mengerti mengapa para naga ini tiba-tiba menjadi begitu bersemangat. Ia mencari alasannya, kemudian mendapati perisai bayangan yang di dalamnya dilapisi es tebal menutupi sebuah 'telur' yang berisikan jiwa seseorang.
Tidak ada yang bisa terlewat dari pengelihatan peri. Jian Wu tahu siapa di dalam sana dan langsung menghancurkan lapisan dua perisai tersebut hanya dengan sekali hentakan.
Tampak 'telur' sebesar manusia terpapar tepat di depannya. Itu sejernih perak dan terlihat sangat berkilau seperti batu permata. Cahaya perak bersinar di sekeliling memberi tekanan pada Jian Wu, seolah memberinya peringatan untuk tidak mendekat.
Tapi Jian Wu tidak peduli. Ia hanya membutuhkan tubuh fisik Xie Ran, bukan jiwanya. Tidak masalah jika ia hanya membunuh sebuah jiwa yang sedang berkembang dan menggagalkan evolusinya. Jika ia membiarkan Xie Ran menyelesaikan evolusi, segalanya akan berakhir.
Langkahnya semakin dekat, pedang ringan tegenggam di tangannya dan dihunuskan dengan kecepatan maksimal. Cahaya putih samar-samar terlihat penuh niat membunuh dan menebaskannya ke arah 'telur' yang akan menetas itu.
Namun, tiba-tiba cahaya perak di sekeliling memberi dampak serangan yang lebih besar menyebabkan Jian Wu terhempas. Cahaya perak tersebut menari-nari di udara, memudarkan tampilan 'telur' hingga seluruh pandangan Jian Wu dipenuhi sinar perak.
Jian Wu langsung bergegas pergi, berpikir sesuatu yang besar akan terjadi. Ia bukan lawan Xie Ran, maka dari itu hanya bisa meminta bantuan Bai Long untuk membereskannya segera.
Di sisi Bai Long, Ann Rou dan Dou Dou telah terlalu lama mengulur waktu hingga tubuh mereka dipenuhi luka. Ann Rou dalam bentuk kucing berekor tiga terhempas dan hampir tercebur ke dalam lahar jika ekornya tidak ditarik Dou Dou menggunakan giginya.
Dou Dou dalam bentuk serigala bulan berdarah, matanya merah seperti darah dengan bulu hitam penuh membuatnya terlihat seperti serigala liar. Ditambah giginya menggigit ekor putih Ann Rou, ia tampak sedang akan melahap kucing malang itu.
"Lepas!" Ann Rou mengeong sangat galak seolah ingin mencabik-cabik Dou Dou. Awas saja ekornya putus lagi, ia akan membunuh Dou Dou!
Dou Dou tidak bisa melepas Ann Rou ketika tepat di bawahnya adalah lautan lahar. Ia menghempas Ann Rou begitu saja ke atas gunung hingga terperosok di bebatuan .... Rasa ingin mengutuk menjadi sangat tinggi.
Karena Ann Rou telah terlempar ke bebatuan panas itu oleh Dou Dou, Bai Long menjadi memiliki kesempatan memukul Dou Dou yang bodoh hingga serigala malang itu melolong sangat keras dan jatuh hampir membentur Ann Rou.
Sungguh, mereka tidak bisa lagi bertarung dalam keadaan menyedihkan seperti itu.
Tapi kondisi Xie Ran masih belum tentu. Ann Rou segera menarik Dou Dou dengan cakarnya dan menekan perut Dou Dou hingga serigala itu melolong lagi.
"Nona Xie masih belum selesai, apa kau ingin mati!" Ann Rou memarahi dengan galak, kemudian melompat untuk melanjutkan serangan.
Tubuhnya menegang ketika melihat Bai Long dengan kecepatan kilatnya menghampiri Xie Ran setelah mendengar penjelaskan Jian Wu. Mereka berdua cepat-cepat melesat mengejar.
"Nona Xie, hati-hati!" Dou Dou melolong dengan keras berharap Xie Ran akan bangun setelah mendengar lolongannya.
Dan benar saja, tepat ketika lolongan keras menggema di seluruh Benua Lava, iris biru dengan pupil runcing itu terbuka. Pandangannya langsung mendapati kilatan cahaya perak yang menyambar hingga sosoknya menghilang seperti kilat menghindari sambaran.
Cahaya perak itu menghantam tanah hingga lava kembali menyebar menutupi seluruh area tanah kering disertai ledakan besar. Bahkan Jian Wu yang berjarak beberapa meter dari sana terkena efek serangan sehingga harus berteleportasi ke tempat aman di udara.
Jian Wu menghela napas. Serangan Bai Long bukan main-main, bahkan ia nyaris tidak selamat. Tidak masuk akal jika Xie Ran masih selamat. Gadis itu seharusnya sudah mati.
Memikirkan hal tersebut membuat Jian Wu tenang. Tapi ketenangan itu tidak berlangsung lama. Punggungnya merasa tertiup udara dingin ketika merasakan kehadiran seseorang di belakangnya, sosok yang sangat kuat dan besar hingga ia merasa seperti semut di depannya.
Ketika Jian Wu menoleh, ia mendapati tubuh besar seekor naga putih. Besarnya seperti Bai Long, namun memiliki aura yang jauh berbeda dari Bai Long. Hanya dengan melihat, ia dapat memastikan itu hanya jiwa, tapi entah kenapa jiwa itu terasa seperti tubuh sungguhan membuatnya merinding.
...----------------...
...----------------...
"Tidak mungkin ...." Jian Wu tersadar dari renungannya. Kalau tidak salah, hanya ada dua Naga Surgawi yang seperti itu di dunia ini. Selain Bai Long, hanya ada Xie Ran!
Ia melihat ke arah Bai Long, meminta pertolongan darinya. Tapi Bai Long malah tertegun melihat pihak lain yang tampak lebih kuat darinya. Hanya sekadar jiwa, dia bukan naga sungguhan!
"Xie Ran, kau memang tidak mengecewakanku." Bai Long berujar penuh tekanan. "Tapi meski begitu, kau hanya bisa menjadi naga sementara. Kau hanya manusia lemah!"
"Oh, ya?" Jiwa naga yang tidak lain adalah Xie Ran itu terkekeh sambil meremas tubuh Jian Wu semakin erat hingga Jian Wu merasa seluruh tulang rapuhnya remuk. Xie Ran melanjutkan, "Sayangnya, aku adalah naga."
Xie Ran menghempas Jian Wu yang remuk begitu saja ke lahar sampai tidak ditemukan keberadaannya. Ia meluncurkan serangan ke arah Bai Long dengan cahaya perak yang menyebabkan Puncak Lava semakin hancur.
Para naga yang bertarung melawan iblis tertegun untuk beberapa saat melihat penampilan Xie Ran. Mereka semakin semangat, itu adalah pemimpin mereka! Ratu mereka!
Naga Surgawi adalah hal langka, apalagi naga dengan kekuatan ilahi yang besar. Hanya dengan sekali lihat, mereka sudah tahu siapa pemimpin asli mereka dan semakin bersemangat memberantas para iblis yang membuat onar.
Long Ying dan Long Yun lebih senang lagi. Mereka membantu Xiao Caihong yang 'bermain' di atas lahar bersama iblis dan menghapuskan para iblis lebih cepat. Mereka memberitahu Xiao Caihong untuk membantu Pei Xi dan yang lainnya di Wilayah Gelap, Xiao Caihong langsung melesat ke lokasi.
Xie Ran dan Bai Long lagi-lagi memasuki pertempuran rumit. Namun kali ini, Xie Ran mengungguli pertempuran karena kekuatan ilahinya yang mengungguli wujud asli naga. Meski ia hanya sekadar jiwa dan tidak bisa menggunakan sihir lain, ia bisa menggunakan kekuatan ilahi yang menyatu dengan jiwanya.
Tubuh putih Bai Long penuh luka karena serangan Xie Ran yang ganas. Cakar Xie Ran terus mencabik kulit Bai Long ketika tubuh panjangnya terjulur. Meski Bai Long sedikit lebih besar, Xie Ran tetap bisa menandinginya dengan mengandalkan keterbatasan ruang.
Tubuh kecil akan menguntungkan bila berada di ruang sempit, tidak dengan Bai Long yang memiliki pergerakan terbatas ditambah lahar di bawahnya. Ia terbang ke udara mencari medan terluas, namun Xie Ran menggigit ekornya dan menghempasnya ke lahar.
Bai Long nyaris saja jatuh ke lahar, namun cakar Xie Ran menahan tubuhnya dan membawanya ke langit lebih tinggi. Xie Ran tidak akan membuat segalanya menjadi lebih mudah.
"Xie Ruo! Kau keterlaluan!" Bai Long kewalahan akan kekuatan Xie Ran yang lebih kuat darinya. Cahaya putih terus menembus tubuhnya hingga ia merasa telah dipotong-potong di udara.
Xie Ran meluncurkan bola cahaya perak dari cakarnya hingga membuat Bai Long terpental ke atas gunung. Ekornya tercebur ke dalam lava hingga Bai Long meraung kesakitan.
Tidak berhenti sampai sana, Xie Ran menginjak tubuhnya dengan cakar hingga lava yang panasnya merambat ke tanah kering begitu terasa di tubuh Bai Long, seolah ia terpanggang di atas panggangan.
"Kau ingin membunuh seluruh naga, bukankah itu juga keterlaluan?" balas Xie Ran, melihat Bai Long dengan jijik.
Ia kembali ke wujud manusia, lalu menggunakan teknik pedang sehingga bayangan pedang yang begitu besar muncul, selanjutnya tubuh Bai Long ditancapkan bayangan pedang tersebut hingga raungan terdengar memekakkan telinga.
"Bukankah rasanya memuaskan?"
Xie Ran menyunggingkan senyum sekilas sambil berjalan sepanjang tubuh panjang Bai Long.
"Aku penasaran, bagaimana kau tahu itu semua, siapa kau sebenarnya?" Xie Ran menunduk di depan mata Bai Long, menatap matanya langsung dengan penuh tuntutan.
"Ibuku bernama Wen Ya." Bai Long bicara dengan singkat, sambil menahan ras sakit di tubuhnya.
Xie Ran diam untuk beberapa saat, memikirkan kembali cerita yang dikatakan Bai Long sebelumnya. Wen Xi memiliki saudara perempuan, kebetulan marga ibunya Bai Long juga Wen. Apa Wen Ya adalah saudara yang dimaksud? Putri yang diusir ayahnya sendiri?
Bukankah itu berarti, Bai Long adalah sepupunya?
"Kau sudah tahu sekarang." Bai Long terkekeh. "Dewa Naga sangat pilih kasih, ibuku diusir karena menikah dengan ayahku yang merupakan naga biasa. Tapi dia tetap memikirkan putri bungsunya yang telah menikah dengan manusia rendahan, bahkan menyingkirkanmu demi anak tidak berguna. Jika saja kau tidak memiliki hubungan dengan Kaisar Langit, 'dia' tidak akan mencaritahu, dan aku tidak akan pernah tahu akan hal ini."
"Dewa Naga ...." Xie Ran akhirnya mengerti bagaimana ia bisa memiliki aura naga terkuat serta wujud Naga Surgawi. Dewa Naga sendiri adalah Naga Surgawi—kata Long Yun, ia tidak pernah memikirkan hal ini sebelumnya.
Lalu keilahiannya sudah dipersiapkan khusus untuknya melalui Xie Jin. Xie Jin mengurus Wen Xi, otomatis merupakan orang kepercayaan Dewa Naga. Ditambah, Xie Jin juga orang kepercayaan Kaisar Langit di masa lalu.
Ia dikirim ke dunia lain sebagai Isabella, pasti ada campur tangan Kaisar Langit sebelumnya. Ia kembali ke dunia ini juga berasal dari campur tangan Kaisar Langit sebelumnya. Leluhurnya itu ... berapa banyak yang tua bangka itu sembunyikan? Pada akhirnya, semua ini hanya permainan seseorang. Apa ia berada di sini saat ini juga termasuk hitungan?
"Xie Ruo, pada akhirnya kau hanyalah permainan seseorang. Aku ingin keluar dari permainan ini, itu sebabnya aku berada di sisi 'dia' untuk menentang segalanya. Aku juga terpaksa menghancurkan Benua Lava."
"Siapa 'dia'?"
"Kau akan tahu bila saatnya. Kau hanya perlu tahu, 'dia' bukan sesuatu yang bahkan dapat Asura tangani. Semua perang ini, berasal dari 'dia' di balik layar."
Xie Ran terkekeh. "Kau bahkan tidak tahu, 'kan?"
"Kau memiliki kesempatan itu, jika umurmu cukup panjang." Bai Long tertawa geli. "Bahkan umurmu tidak bisa mencapai 30 tahun, bukankah sangat nyedihkan? Kau, Wen Xi, dan Xie Ran, sama-sama menyedihkan."
"Kau lah yang menyedihkan. Awalnya aku ingin mengampunimu, tapi kau tahu terlalu banyak. Kau tahu? Tahu terlalu banyak tidak akan membuat umurmu bertambah."
Pada saat suara Xie Ran jatuh di telinga Bai Long, gempa di gunung berapi menjadi-jadi. Efek pertempuran mereka sangat mempengaruhi keaktifan gunung berapi hingga menyebabkan guncangan hebat yang bahkan para naga tidak bisa hindari.
Para naga berlarian pergi, Long Yun dan Long Ying ingin membawa Xie Ran, namun Xie Ran sudah menghilang bersama Bai Long entah ke mana.
Xie Ran membawa Bai Long ke dalam perut gunung berapi yang telah dipenuhi ledakan dan lava. Ia tahan api, tapi tidak dengan Bai Long sehingga Bai Long terus meraung merasakan panasnya api yang melahap tubuhnya.
"Xie Ruo, kau ingin bunuh diri!" Bai Long berusaha kabur, tapi lilitan kekuatan Xie Ran telah melampaui batasnya ditambah lukanya yang memburuk.
"Bukankah kau menginginkan semua ini? Aku akan memberikannya padamu."
Cahaya perak melilit tubuh besar Bai Long dan melemparnya ke atas altar pengorbanan yang dipenuhi oleh lava. Bai Long berteriak kesakitan, kulit putihnya menghitam dan meleleh karena lava yang terus mengkorosi kulitnya.
"Xie Ruo, kita memiliki hubungan darah, bagaimana kau bisa begitu kejam!"
"Kejam? Lalu, bagaimana kau yang ingin mengoyak jiwaku dan menyerahkan tubuh Xie Ran untuk tuanmu!"
Cahaya perak terus menyelimuti seluruh altar. Ia memutuskan semua hubungan dengan cabang altar lain yang akan meledakkan seluruh Benua Lava, sesuai rencana awal.
Ia telah mengirim pesan melalui transmisi suara pada Long Yun dan Long Ying. Ia meminta mereka pegi dari Puncak Lava membawa naga lain. Puncak Lava harus kosong untuk membunuh para iblis itu. Sayangnya, Yu Zainan ada di Wilayah Gelap.
Setelah inti formasi diperbaiki sesuai kemauannya, barulah ia melepaskan Bai Long, tapi naga itu sama sekali tidak bisa bergerak karena telah sekarat di atas lava mendidih.
Xie Ran tidak peduli lagi. Ia hanya melihat semua kematian dalam diam, membiarkan matanya memantulkan kobaran ledakan tepat di depannya. Ledakan terus membesar, api melahap seluruh Puncak Lava dengan satu semburan disertai guncangan hebat.
Para naga berhamburan kabur ke Wilayah Gelap yang merupakan tempat teraman. Gempa besar terus mengguncang seluruh Benua Lava. Lava terus merambat ke berbagai wilayah membentuk aliran sungai sampai jatuh ke air laut.
Puncak Lava, sepenuhnya dihapuskan ....