
Brakkk
Beberapa prajurit mendobrak pintu, masuk ke dalam menodongkan senjata ke arah Xie Ruo dan wanita bermarga Lu.
Pedang dingin menyentuh kulit leher Xie Ruo yang tidak bergerak, memberi sayatan tipis hingga darah mengalir di kulit putihnya.
Mereka sangat terburu-buru. Pertumpahan darah tidak bisa dihindari.
"Perintah dari Kaisar, pelaku penyerangan terhadap keluarga kerajaan, harus dibunuh!"
"Bunuh!"
Senjata mereka diangkat bersamaan dan akan menebas kepala wanita bermarga Lu dan Xie Ruo, namun tiba-tiba tangan mereka berhenti di udara.
Sebuah pedang runcing berayun cepat memisah dua tangan pemegang pedang yang akan memenggal si marga Lu dan Xie Ruo. Telapak tangan keduanya terbelah, menciptakan darah hitam yang terus mengalir seperti keran putus.
Namun nahas, pedang yang jatuh itu telah melayang ke arah si marga Lu akan tangkisan salah satu iblis. Alhasil, pedang itu menembus tubuh si marga Lu dengan mudahnya.
Xie Ruo terkejut. Wajahnya menggelap seketika.
Para prajurit itu sama terkejutnya. Mereka yang merupakan iblis, tidak bisa tidak terkejut melihat tangan rekan mereka terbelah begitu mudah. Wanita ini jelas bukan manusia biasa.
"Penyerangan terhadap keluarga kerajaan?" Xie Ruo berdiri, mengusap darah yang keluar di lehernya.
Ia berbalik melihat para prajurit iblis yang mulai mundur berkumpul untuk bersiap menghadapi bahaya. Melihat para iblis yang tampak lemah di matanya, Xie Ruo tersenyum dingin.
Ia membuka topeng yang dikenakan. Wajahnya yang cantik dan sangat terkenal di istana membuat para iblis itu sangat terkejut. Ditambah aura yang awalnya tersamarkan topeng kini keluar, membuat para iblis itu bergetar hebat.
Masalahnya, itu adalah calon istri tuan mereka!
"Padahal jika kalian diam, aku bisa membiarkan kalian tetap hidup untuk memberi laporan. Sayangnya ...."
Xie Ruo mengusap pedangnya yang berlumuran darah hitam, kemudian menjentikkannya untuk menurunkan semua darah itu ke lantai yang penuh retakan.
"Aku sedang kesal," lanjut Xie Ruo, kemudian menebaskan pedangnya ke arah kumpulan iblis.
Bilah energi membelah angin disertai aura dingin yang mencekik menyebabkan para iblis tidak memiliki kesempatan lari atau mempertahankan diri. Hanya dalam satu tebasan, para iblis itu terbelah bersamaan menyemburkan cairan hitam di seluruh ruangan seperti hujan.
Tidak ada gunanya membiarkan pengganggu itu hidup. Ia juga tidak takut terekspos, karena ia yakin Zhong Guofeng sudah mengetahui kejadian ini.
"Long Long, antar aku ke istana."
Suara Xie Ruo penuh aura dingin yang membuat Long Long tidak berani memberi komentar. Dia langsung keluar dalam wujud asli, membawa Xie Ruo terbang ke udara menuju istana secepatnya.
Ketika keluar, Xie Ruo melepaskan api dingin ke arah rumah dan meledakkannya. Ia tidak bisa mengubur si marga Lu, jadi ia hanya bisa membakarnya. Menurutnya, sama sekali tidak ada bedanya dengan mengubur.
Long Long pergi dengan kecepatan tinggi. Tepat pada saat itu, Zhong Guofeng telah mendapat pesan di pagi hari mengenai Xie Ruo yang menemui mantan Kepala Pelayan Lu untuk mengetahui kebenaran. Lengkap dengan kenyataan Xie Ruo membunuh semua prajuritnya karena marah telah membuat Kepala Pelayan Lu terbunuh.
Zhong Guofeng akhirnya tidak bisa merahasiakannya lagi. Ia menunggu kedatangan wanita itu di depan jendela, sambil melihat matahari terbit.
"Yang Mulia, Nona Xie telah membuat masalah kali ini, apa kau akan menghukumnya?" Shu Xin di belakangnya bertanya. Wajahnya tetap datar ketika mengatakan hal itu, tapi ia penasaran.
Zhong Guofeng tersenyum. "Bagaimana aku bisa menghukumnya?"
Shu Xin menyipitkan mata, tampak tidak senang. "Memanjakan seseorang berlebihan tidak akan berakhir baik, takutnya akan menjadi boomerang untuk Yang Mulia."
Zhong Guofeng meliriknya dengan dingin. "Apa kau sedang mengajariku?"
Shu Xin menurunkan pandangan, tapi tatapannya tanpa emosi. "Tidak berani."
"Pergilah, aku ingin menyambutnya sendiri." Zhong Guofeng mengusir.
Shu Xin membungkuk dan pergi dengan langkah cepat. Ia sepertinya kesal dilihat dari langkahnya yang kasar, tapi wajah pokernya tampak normal seperti biasa.
Zhong Guofeng melihat ke arah langit, kemudian tersenyum begitu melihat siluet perak yang meluncur dengan kecepatan tinggi, seperti seekor naga. Sudah jelas siapa yang akan datang dengan cara ekstrim seperti itu.
Zhong Guofeng berdiri di sisi jendela. Masuklah Long Long dengan tubuh besar, masuk begitu saja ke dalam jendela yang sudah disiapkan khusus untuk menyambutnya.
Xie Ruo di atas punggung Long Long melompat ke bawah, lalu membiarkan Long Long kembali ke kesadaran untuk memperinya privasi bicara dengan Zhong Guofeng.
Xie Ruo melihat Zhong Guofeng yang sudah menunggunya sejak tadi. Pria itu bersandar dengan tenang, membuat Xie Ruo yakin bahwa pria itu sebenarnya adalah Kaisar Iblis.
Meski belum pasti, sikapnya sangat mirip dengan Kaisar Iblis. Lihatlah senyum tak bersalah itu. Wajahnya memang beda dari aslinya, tapi tidak menutupi sifatnya yang tidak berbeda.
"Kau ... menipuku lagi." Xie Ruo memandangnya tanpa ekspresi. Kenapa pria itu selalu saja membuatnya kesal?
"Bukankah kau ingin masuk istana untuk menyelidiki Dewa Iblis?"
"Bagaimana kau tahu?" Xie Ruo memandangnya curiga.
"Tentu saja, Tuan Putri Kesembilan yang naif." Zhong Guofeng tersenyum penuh kemenangan. Ada untungnya mengorek otak bocah satu itu meski isinya penuh sampah. "Sayangnya, kau malah menyelidikiku."
"Jangan mengejek, itu salahmu. Siapa yang menyuruhmu menjadi Zhong Guofeng dan menculikku demi keuntungan pribadimu?" Xie Ruo bicara penuh tekanan sambil menatap Zhong Guofeng alias Kaisar Iblis dengan mata melotot.
"Kau tahu, aku berbeda dengan Kaisar Langit, caraku juga berbeda. Untuk identitas Zhong Guofeng, aku memang Zhong Guofeng sejak awal."
"Kau ...."
"Di dua kehidupan."
Jadi ... Xie Ruo pernah menjadikan Kaisar Iblis samsak tinju di sekolah demi melampiaskan kesal? Pantas saja ....
"Tetap saja, tidak seharusnya kau mempermainkanku dua kali." Xie Ruo tetap marah. "Kau tahu tidak seharusnya kau menjadikan nyawa orang lain sebagai mainan hanya untuk hal ini."
"Sudah kukatakan, aku berbeda dengan Kaisar Langit. Ruoruo, jika kau mau, aku bisa membunuh semua orang yang menyulitkanmu. Sebenarnya aku bisa melakukannya tanpa persetujuanmu, seperti tadi."
"Kepala Pelayan Lu tidak menyulitkanku."
"Dia menyulitkanmu. Kau jauh-jauh datang dan meninggalkan kloningmu di menara hanya untuk hal remeh yang tidak ada hubungannya denganmu. Itu semua karena dia masih hidup."
Xie Ruo merasa sangat marah. Tatapan tajamnya menatap Zhong Guofeng tanpa berkedip. Ia tidak tahu kenapa ia begitu emosional, tapi ia sangat marah sampai nyaris tidak bisa mengendalikan diri.
"Jangan melukai dirimu sendiri, aku akan sedih." Zhong Guofeng cemberut.
Xie Ruo baru sadar bahwa ia terlalu erat mengepalkan tinju sampai telapak tangannya terluka. Ia melepas kepalan tangan, kemudian menghela napas untuk menenangkan diri.
"Aku akan pergi."
"Ruoruo—"
"Aku sudah menikah, tidak bisa menikah lagi." Xie Ruo tidak ingin terus berada dalam radar Kaisar Iblis. Bukannya ia membenci, tapi ia merasa hatinya tidak nyaman.
"Aku sudah tahu."
Xie Ruo menatapnya dengan jengkel. "Kalau begitu jangan menghalangiku."
"Bagaimana ini? Aku sudah mengumumkan bahwa kau akan menjadi permaisuriku. Bisa bayangkan bagaimana wajah Klan Xie bila orang-orang tahu bahwa kau menikah dengan orang lain."
"Klan Xie bukan bagian dari kekaisaran, kenapa aku harus peduli opini orang lain? Jangan menjadikan Klan Xie sebagai alasan."
"Apa kau tidak takut? Aku bisa melakukan apa pun agar kau tetap bersamaku. Kejadian yang baru saja terjadi hanyalah pemanasan."
"Apa kau sedang mengancam?"
"Bukankah di menara masih ada temanmu? Kau tidak berniat bertemu dengannya?" Zhong Guofeng tersenyum. Ucapannya seolah mengartikan, ia akan melakukan sesuatu pada Mei Liena jika Xie Ruo pergi.
Hal itu membuat Xie Ruo semakin marah. Bisa-bisanya ia diancam seperti itu. Kelemahannya sangat jelas terlihat sehingga digunakan untuk mengancamnya, ia membenci hal ini. Itu sebabnya ia tidak pernah ingin dekat dengan siapa pun.
"Jangan cemberut seperti itu, kau akan menakuti orang lain. Asal kau menuruti perkataanku, aku juga tidak akan menyentuh orang-orangmu."
"Sebenarnya apa tujuanmu?" tanya Xie Ruo. Kenapa harus melibatkan banyak orang tidak bersalah?
"Jangan sampai aku menangkapmu untuk ketiga kalinya." Xie Ruo kehabisan kata-kata akan tingkah kaisar tertentu yang tidak masuk akal. Ia tidak bisa memikirkan apa motif Kaisar Iblis yang sebenarnya.
"Tidak ada gunanya menyelidikiku, selidiki saja Dewa Iblis, jika kau bisa. Aku sudah memberimu kesempatan, lho."
Xie Ruo mendengus kesal dan pergi dengan langkah kasar. Ia tidak bisa pergi, karena Zhong Guofeng sudah pasti akan mencelakai Mei Liena. Seharusnya ia tidak membawa Mei Liena ke sini, seharusnya ia tidak kembali ke istana hanya untuk masalah ini.
Zhong Guofeng melihat punggung Xie Ruo yang semakin menjauh. Senyumnya menghilang ketika wanita itu benar-benar telah pergi. Suasana hatinya sedang buruk.
Xie Ruo pergi dengan raut dingin yang membuat semua orang bergidik. Bau darah tercium dari tubuhnya yang merupakan hasil pembunuhan semalam yang menyebabkan pakaiannya terciprat darah iblis.
Ketika keluar dari ruangan kaisar, ia menghela napas merasa kakinya melemas. Kepalanya mendadak terasa pusing, membuat langkahnya tidak benar. Ia terlalu lelah.
Melakukan kloning dan dua kali menjadi naga, lalu menggunakan api dingin berkali-kali untuk membunuh kumpulan prajurit dalam satu serangan. Tenaganya terkuras lebih banyak dari seharusnya.
Ditambah, tekanan Zhong Guofeng. Entah apa yang dilakukan pria itu, ketika menghadapinya tadi, ia merasa kekuatannya berkurang sangat drastis hingga tidak bisa melakukan apa pun.
Awalnya ia ingin menentang pria itu terang-terangan, tapi tiba-tiba kondisinya melemah hingga pikirannya kacau. Apalagi ia emosi berlebihan hingga semakin mempengaruhi pikirannya. Serangan mental ini terlalu melelahkan.
Ia menaiki tangga, pergi ke puncak menara. Tiap anak tangga yang ia naiki, selalu terasa berat. Visinya berbayang serta tubuhnya terasa sangat berat dan kaku.
Xie Ruo berusaha bertahan sampai puncak menara. Tiap langkah seperti dipenuhi beban berat yang tidak bisa ia tanggung. Hingga akhirnya ia sampai di puncak tangga, pandangannya tiba-tiba gelap. Ia jatuh begitu saja tanpa siapa pun melihatnya.
༺༻
Xie Ruo terbangun di atas tempat tidur yang ia kenal. Di sisi tempat tidur, ada Mei Liena yang setia menunggu sambil duduk di kursi dan meletakkan kepala di atas kedua lengan.
Xie Ruo ingat, ia pingsan di atas tangga karena kelelahan. Seharusnya ia tidak terlalu memaksakan diri dan menghadapi Zhong Guofeng secara langsung. Ini memang salahnya yang terlalu gegabah.
Mei Liena terbangun begitu sadar akan pergerakan Xie Ruo yang sedang mengusap wajahnya frustrasi. Buru-buru Mei Liena duduk dengan benar, kemudian memeriksa kondisi Xie Ruo melalui denyut nadi.
"Ruoruo, syukurlah kau tak apa. Aku sangat panik tadi. Kloningmu tiba-tiba hilang. Ketika aku mencarinya, aku menemukanmu pingsan di dekat tangga tanpa ada yang melihat." Mei Liena menghela napas lega. Selain luka lecet di leher, tidak ada luka lain dan tidak berbahaya.
"Aku bertengkar dengan Zhong Guofeng." Xie Ruo menghela napas.
Mei Liena tidak terkejut. Wajar jika Xie Ruo bertengkar dengan pria itu. Ia justru tidak akan percaya dan sangat terkejut bila Xie Ruo bersikap lembut. Tapi kondisi sekarang sangat tidak cocok untuk bertengkar. Ia hanya bisa menghela napas.
"Ruoruo, aku sarankan, dalam beberapa bulan ini kau tidak bertarung lagi. Kehilangan banyak kekuatan, akan mempengaruhi kondisi tubuhmu."
"Jika aku tidak bertarung, aku pasti sudah mati sekarang." Xie Ruo memutar bola mata sambil menarik selimut untuk bermalas-malasan.
"Setidaknya sebisa mungkin menghindari bahaya. Masalah Dewa Iblis, terlalu bahaya jika menyelidikinya sekarang."
"Bukankah sebelumnya kau sangat bersemangat? Kalaupun aku ingin mundur, aku tidak bisa. Dewa Iblis juga mengincar energi murni yang seharusnya ada di tubuh Xie Ran. Tapi saat ini energi murni ada padaku. Aku sama sekali tidak bisa lepas dari masalah, kau tahu itu."
"Setidaknya hanya untuk beberapa bulan—"
"Lebih cepat diselesaikan lebih baik."
"Ruoruo, apa kau tidak mengkhawatirkan keselamatan anakmu?"
Xie Ruo ingin membantah lagi, tapi tiba-tiba ia terdiam mendengar ucapan Mei Liena. "Apa?"
"Ternyata tidak tahu." Mei Liena menghela napas. Wajar saja, dia adalah Xie Ruo. Mana mungkin memiliki pemikiran sampai ke sana selain bertarung dan bertarung. Ia melanjutkan, "Ruoruo, seperti yang kukatakan, kau tidak boleh bertarung dan melakukan aktivitas kasar lagi. Bukan karena aku ingin kau menyerah, itu karena kau sedang mengandung."
Xie Ruo termenung beberapa saat dengan wajah datarnya menatap Mei Liena. Tatapannya tidak percaya, kemudian mencibir, "Tidak lucu."
"Ruoruo—"
"Jangan gunakan hal itu sebagai alasan. Aku tahu kondisiku sendiri." Xie Ruo tidak percaya. Sama seperti gurunya, Mei Liena juga pasti berpikiran sama.
"Apa kamu masih tidak mengerti? Pelayan mengatakan kamu pilih-pilih makan dan kadang tidak nafsu, selain itu kamu sering mual. Kau juga seharusnya tahu, dengan kekuatanmu, sedikit kemungkinannya akan pingsan hanya karena kehabisan energi. Kau tahu itu dengan jelas, tapi menyangkalnya dan membohongi dirimu sendiri. Sebenarnya apa yang kau pikirkan?"
Xie Ruo diam. Bukannya tidak terpikirkan, tapi ia hanya memikirkan kemungkinan lain yang cukup masuk akal. Seperti yang dikatakan Mei Liena, ia membohongi diri sendiri.
"Jadi ... aku benar-benar hamil?" Xie Ruo berkata dengan ragu.
Mei Liena mengangguk. "Sekarang kau paham alasanku melarangmu."
"Jadi guru juga sudah tahu, itu sebabnya dia memintaku untuk diam." Xie Ruo menghela napas. Kenapa tidak memberitahunya sekalian? Sekarang, karena tahu kondisinya sendiri, Xie Ruo jadi bingung harus melakukan apa. "Apa yang harus aku lakukan?"
Xie Ruo bingung. Semua rencana berani yang ia susun telah berubah. Rencana yang ia susun berakhir dalam pertempuran, antara melawan Kaisar Iblis atau Dewa Iblis secara langsung setelah mengungkapnya. Tapi sangat jelas kedua akhir itu sama sekali tidak bisa dilaksanakan. Ia tidak bisa ambil resiko.
"Ruoruo, masalah Zhong Guofeng ...."
"Dia Kaisar Iblis, aku baru menyadarinya."
"Lalu Dewa Iblis ...."
Xie Ruo menggeleng tidak tahu. Meski ia yakin Kaisar Iblis tidak akan menyakitinya, ia tidak tahu bagaimana reaksinya jika mengetahui bahwa ia sedang mengandung. Ia berada di tempat aman, juga berbahaya sekaligus.
Dewa Iblis dan Kaisar Iblis ada di tempat yang sama tanpa saling mengetahui keberadaan satu sama lain. Namun Xie Ruo telah mengetahui salah satunya, cepat atau lambat akan menemukan yang satunya lagi jika penyelidikan diteruskan. Ini mimpi buruk.
"Apa kamu tidak berniat memberitahu Kaisar Langit?"
Xie Ruo diam untuk beberapa saat, kemudian menggeleng. "Aku tidak tahu caranya."
"Ada banyak hewan suci di sekitar sini, mereka pasti tahu caranya."
"Liena, rahasiakan hal ini, jangan beritahu siapa pun."
"Aku tahu." Meski Xie Ruo tidak mengatakannya, Mei Liena sudah pasti tidak akan mengatakan hal ini pada siapa pun.
"Jangan beritahu hewan suci juga. Hal ini, hanya kita berdua yang tahu."
"Ruoruo, apa rencanamu?"
Mei Liena pikir Xie Ruo telah merencanakan sesuatu. Meski ada banyak perubahan dalam rencana, ia yakin Xie Ruo tidak akan menyerah sampai sini.
...----------------...
Tak terasa, konfliknya udah semakin memuncak.
Bagi yang kangen Qu Xuanzi dan penasaran dia lagi ngapain, besok akan ada satu bagian yang menggambarkan keberadaannya yang jauuuuh di ujung dunia.
BTW, kasian Ruoruo galau sendirian. Tapi tenang aja, nggak lama kok. Aku udah bikin bagian-bagian bab secara rinci sampai tamat. Dalam perhitunganku, novel ini tamat sekitar bab 200an.
Kalau dihitung berdasarkan rata-rata bab novel di pf ini, aku termasuk sedikit.
Tapi menurut aku banyak sih, soalnya aku bikin ± 2000 kata tiap bab. Kalau 1000 kata, mungkin bakal lebih dari 400 bab. Tapi 1000 kata kedikitan + nanggung, nggak seru bagi aku yang suka marathon.
Untuk ending ... aku nggak bisa sop-iler~
Di pf sebelah, di mana semua novelnya kurang dari 90 bab, semuanya selalu happy ending. Aku kurang suka banyak-banyak bab, capek bikinnya.
Nanti ada sekuel anak Ruoruo, setuju?
Tenang, ceritanya saling berkesinambungan (berkelanjutan) dan nggak bisa dipisahkan kayak aku dan kamu #plakk
Aku nggak bikin di satu novel ini karena ... nggak seru aja. Aku mau pake cover baru, btw aku hobi ngedit (meski kadang mager) karena dulu aku masuk fandom aktor yang selalu bikin karya editan unik baik foto maupun video supaya dinotice idola. Tinggal saling war n caper supaya dinotice. Beruntung aku pernah dinotice meski bisu 💃
Sekarang pindah haluan sejak kenal k-pop, sih. Tiap hari dengernya hit you with that ddu du ddu du ddu 💥
Eh, kebanyakan ngomong yaa (maksudnya ngetik) 🤭
Kalian kalau ada apa-apa juga silahkan tuangkan di sini. Dari sd aku tuh hobi dengerin temen curhat, pas smp dengerin temenku yang ditembak doi sampe suka heboh kayak Mei Liena. Sampai sekarang dah kuliah, masih aja suka dengerin orang curhat sampe emak-emak curhat juga didengerin, enak aja gitu.
Yodah, besok lagi cerita-ceritanya.
Sampai jumpa~ 🤗 (pake ala mbak mbak sales)