
Pesan yang dikirim Xie Ruo datang melalui notifikasi di jam masing-masing dari mereka yang tengah berkumpul di Klan Yan. Begitu tahu Xie Ruo memberi pesan, mereka langsung membacanya tanpa menunda.
Kening mereka berkerut ketika membacanya. Bahkan raut Zhong Xiaorong tampak begitu rumit dan jelek. Tidak hanya ia, Yan Yao dan yang lainnya juga merasakan hal yang sama.
Zhong Wenyue adalah Dewa Iblis?
Jika pesan itu bukan datang dari Xie Ruo, mereka sudah pasti tidak akan percaya dan akan tertawa terbahak-bahak. Tapi melihat semua bukti yang dinyatakan Xie Ruo begitu jelas, disertai semua kecurigaan mengenai Shu Xin yang dikirim oleh Zhong Wenyue. Diam-diam mereka meneguk saliva.
Bukankah itu berarti selama ini mereka sering bertemu Dewa Iblis?
Terutama Zhong Xiaorong, menolak percaya dengan apa yang disimpulkan. Zhong Wenyue adalah kakaknya yang bersamanya sejak kecil, bagaimana orang sebaik itu bisa disamakan dengan Dewa Iblis yang kejam dan ingin menghancurkan dunia?
"Tidak, Ruoruo pasti salah paham." Zhong Xiaorong secara alami tidak mau mempercayai hal itu. Ia baru saja akan menghubungi Xie Ruo, namun tiba-tiba Xie Ruo tidak aktif begitu cepat. Sepertinya ia kembali ke Dunia Atas.
"Rongrong, tenangkan dirimu." Yan Yao mencoba menenangkan Zhong Xiaorong, namun wanita itu menepisnya.
"Kakak keduaku bukan iblis. Kalian pernah bertemu dengannya, bukankah dia tidak terlihat seperti iblis?" Zhong Xiaorong masih mencoba meyakinkan teman-temannya bahwa kakaknya bukan iblis.
"Berpikirlah dengan tenang. Meski kau ragu dan tidak percaya, lalu apa menurutmu Ruoruo akan mengirim lelucon mengenai Dewa Iblis? Bagaimana menurutmu dengan peri yang mengurus seorang anak untuk dimanfaatkan di masa depan?" Pei Xi bicara disertai wajah datar yang membuat Zhong Xiaorong terdiam.
Tidak hanya Zhong Xiaorong saja yang gelisah, Liu Chang juga sama. Ketika membacanya, ia ingat bahwa keluarganya adalah pendukung Zhong Wenyue. Zhong Wenyue sering datang ke kediaman untuk urusan pengadilan istana dengan Perdana Menteri, sudah jelas siapa yang didukung Perdana Menteri.
Jika seperti itu, bukankah keluarganya juga dalam bahaya?
"Sepertinya kita butuh penjelasan langsung dari Ruoruo," ujar Zhou Kui. Ia sendiri sangat terkejut, dan merasa kasihan melihat Zhong Xiaorong yang begitu gelisah membela kakaknya.
"Ruoruo tidak bisa dihubungi. Apa lebih baik kita menemui hewan suci untuk meminta bantuan?" Mei Liena juga ikut gelisah.
"Untuk masalah ini, tidak perlu melibatkan hewan suci. Ruoruo tidak datang langsung, justru mengirim pesan secara rahasia di mana tidak ada seorang pun yang dapat melihatnya selain kita, maka dia pasti juga tidak ingin orang lain tahu masalah ini," ujar Yan Yao.
"Kaisar Langit juga pasti sudah mengetahuinya. Berdasarkan pengamatan Ruoruo, Dewa Iblis akan mengaktifkan altar pengorbanan dalam waktu dekat, hanya menunggu munculnya energi murni sebagai media pengorbanan. Setelah menaklukan Dunia Tengah, Dewa Iblis akan pergi ke Dunia Atas untuk energi murni. Salah satu cara menguasai Dunia Tengah adalah mengambil tahta Kekaisaran Zhongbu, di mana ras lain menyebutnya sebagai kekaisaran manusia. Dewa Iblis menyamar sebagai Zhong Wenyue yang dapat mempermudah urusannya, itu bukanlah suatu hal yang mustahil," jelas Pei Xi.
Penjelasan Pei Xi mudah dimengerti oleh mereka semua, termasuk Zhong Xiaorong. Namun tetap saja Zhong Xiaorong menolak semua informasi itu sebelum menemukan kebenaran melalui matanya langsung. Hal yang berkaitan dengan kakaknya, harus ia lihat secara langsung.
Tidak peduli apa Dewa Iblis melakukan cara yang sama seperti Jian Wu untuk mendapat posisi atau tidak, Zhong Xiaorong masih berharap, bahwa kakaknya bukanlah Dewa Iblis.
"Rongrong, tenang saja. Baik Zhong Wenyue Dewa Iblis ataupun tidak, semuanya akan terungkap cepat atau lambat." Mei Liena mengusap bahu Zhong Xiaorong dengan khawatir.
"Akan lebih baik jika kau tidak pergi ke istana untuk sementara waktu. Dengan pikiranmu yang kacau, akan membuat musuh curiga," ujar Yan Yao.
Zhong Xiaorong hanya diam, tidak menjawab ucapan siapa pun. Meski Yan Yao berkata demikian, ia tidak akan berhenti semudah itu. Ia akan mencaritahu sendiri.
Pei Xi berdiri sambil memandang mereka semua dengan serius. "Apa pun kenyataannya, lebih baik kita siapkan apa yang dianjurkan Ruoruo. Zhou Kui, siapkan pasokan senjata lebih besar dari sebelumnya untuk disediakan pada pasukan. Pasukanmu dan pasukanku akan disatukan, kita akan mengambil langkah ketika kondisi memburuk." Kemudian pandangannya terarah pada Yan Yao dan Zhong Xiaorong. "Klan Yan memiliki banyak murid, Zhou Kui juga akan membagikan pasokan senjata untuk Klan Yan. Yan Yao, siapkan murid-murid yang sudah kau pilih selama 10 tahun terakhir, lalu perketat keamanan klan."
Yan Yao mengangguk. Berdasarkan informasi Xie Ruo, Dewa Iblis dapat melakukan segala cara untuk menghabisi siapa pun yang mengetahui identitasnya. Karena ia sudah tahu, cepat atau lambat Dewa Iblis akan menargetnya. Bukan hanya ia, teman-temannya juga.
"Liu Chang, kediaman Perdana Menteri berpihak pada Pangeran Mingfeng, apa kau bisa menangani ini?" Yan Yao bertanya.
"Tenang saja. Hanya beberapa orang, aku bisa menanganinya." Liu Chang tersenyum percaya diri. Meski agak berat, tapi setidaknya ia harus menyadarkan ayahnya yang terkena pengaruh. Xie Ruo sangat teliti sampai menyampaikan kekuatan Dewa Iblis yang ia tahu untuk berjaga-jaga.
"Kalau begitu, kita akhiri sampai di sini. Aku, Liena, dan Zhou Kui akan kembali ke Sekte, kalian hati-hati." Pei Xi bersiap pergi setelahnya. Ia melihat Zhong Xiaorong untuk terakhir kali, kemudian pergi bersama dua lainnya. Dengan sifat Zhong Xiaorong, ia ragu wanita itu akan diam saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dugaan Pei Xi benar, Zhong Xiaorong pergi ke istana dengan keras kepalanya untuk menemui seseorang.
Langkah kakinya dibuat lebar, menuju istana tertinggi di antara istana lain, Istana Kaisar.
Karena ia tidak bisa bertemu Xie Ruo atau Qu Xuanzi, bukankah Zhong Guofeng adalah Kaisar Iblis? Mereka cukup dekat, bukan masalah untuk menemuinya.
Zhong Xiaorong tidak berani mendatangi Zhong Wenyue, karena hatinya juga merasa takut. Jika benar yang dikatakan Xie Ruo, ia bisa mati jika menemui Zhong Wenyue. Tapi di sisi lain ia tidak mau percaya dan butuh kebenaran. Itu sebabnya ia memilih mencari Zhong Guofeng.
Kasim mengumumkan kedatangannya di ruangan kaisar. Zhong Xiaorong masuk, menemukan sosok jakung duduk di depan meja kerja yang terdiri dari berbagai macam perkamen dan petisi dari berbagai menteri.
"Kebetulan kau datang, aku baru saja akan mempercayakan urusan internal kekaisaran padamu, Tuan Putri Youmei." Zhong Guofeng bicara tak acuh, kemudian menutup petisi yang membuatnya kesal sepanjang hari. Manusia-manusia itu terlalu repot. Kaisar Langit bisa memimpin tanpa permaisuri selama ribuan tahun, kenapa ia tidak?
Zhong Xiaorong yang baru datang langsung diberi tugas, keningnya berkerut dalam. Tapi ia tidak melupakan formalitas untuk memberi salam pada pria itu, terlepas dari makhluk apa dia sebenarnya.
"Yang Mulia Kaisar, putri ini datang karena ada urusan lain." Zhong Xiaorong tidak memiliki banyak waktu untuk membicarakan hal lain.
"Aku tahu, tidak biasanya Putri Youmei datang sendiri. Aku pikir kau akan membawa si naga kecil untuk menghadapiku." Naga kecil yang ia maksud adalah Xie Ruo, ia sangat merindukan wanita itu.
"Baru saja aku mendapat pesan dari Ruoruo, dia baik-baik saja dan kemungkinan sudah kembali ke Dunia Atas."
"Ah, sayang sekali. Aku belum sempat bertemu dengannya karena baru sampai, tahu begitu aku tidak pergi ke Dunia Bawah." Zhong Guofeng mendengus.
"Selain itu, aku juga mendapat pesan mengenai Dewa Iblis. Yang Mulia, kau tidak mungkin tidak tahu, 'kan?"
"Bukankah kau terhubung dengan Kaisar Langit? Aku datang hanya untuk memastikan mengenai dugaan Ruoruo. Kakak Kedua tidak mungkin Dewa Iblis, ini pasti jebakan dari Dewa Iblis. Kau tahu itu, 'kan?"
Pernyataan Zhong Xiaorong justru membuat Zhong Guofeng terkejut. Kenapa ia baru tahu?
"Zhong Wenyue?"
Zhong Xiaorong memandangnya dengan curiga. Apa benar Zhong Guofeng tidak tahu apa pun atau hanya pura-pura untuk membingungkannya seperti biasa? Lama kelamaan Zhong Guofeng tidak bisa dipercaya.
"Pantas saja ...." gumam Zhong Guofeng seolah telah menduganya. Ia mengusap dagunya, kemudian tersenyum. "Karena Tuan Putri Youmei telah berjasa memberi informasi penting, aku akan memberimu gelar Ratu Xue dan bertugas sebagai pengurus bagian internal kekaisaran."
Zhong Xiaorong terdiam. Semudah itu memberi gelar? Bukankah terlalu semberono?
Zhong Guofeng melihat Zhong Xiaorong yang tampak keberatan, kemudian berkata dengan sinis. "Kenapa? Kau keberatan? Jika bukan karena kau adalah teman naga kecilku, aku tidak akan berbaik hati dan memilih membunuhmu untuk tutup mulut."
Wajah Zhong Xiaorong semakin jelek sekarang. Salah ia mengambil keputusan untuk bertemu pria yang dapat membuat seseorang darah tinggi. Pantas saja Xie Ruo terus mengutuknya.
"Intinya, apa pun kenyataannya, tidak ada yang bisa kau lakukan. Bukankah sebelumnya naga kecilku sudah berjanji akan melindungi kakak keduamu? Jika kakak keduamu bukan Dewa Iblis, dia akan melakukan sesuai janjinya."
"Bagaimana kau—"
"Telingaku ada di mana-mana." Pria itu menunjuk pintu keluar, kemudian berkata, "Pintu keluar ada di sana. Tunggu dekrit pemberian gelar, kau tinggal laksanakan tugas untuk menutup mulut para menteri."
Zhong Xiaorong kehabisan kata-kata. Ia kesal, tapi tidak berdaya. Apa yang dikatakan Zhong Guofeng semuanya benar. Ia hanya bisa diam dan melakukan tugas dengan baik.
Pada akhirnya, Zhong Xiaorong melunak dan pergi dalam keadaan lesu. Zhong Guofeng hanya melihatnya acuh tak acuh, sampai akhirnya sosok mungil itu benar-benar pergi.
Wajah dinginnya kembali, dengan raut tanpa ekspresi yang dipenuhi aura dingin.
"Keluar!"
Beberapa sosok dalam kabut hitam muncul, berlutut dengan satu kaki di depan Zhong Guofeng disertai kepala tertunduk. Jumlah mereka ada enam, dengan penampilan luar serupa dan topeng yang sama.
"Kami siap menerima perintah!" Mereka semua membungkuk, kemudian tegak kembali untuk menerima perintah.
"Lacak bawahan Dewa Iblis, bunuh tanpa ampun." Suara Zhong Guofeng begitu dingin seperti musim dingin di antartika.
"Baik!"
Enam sosok itu menghilang dalam kabut hitam. Hanya membunuh beberapa makhluk, itu bukan masalah. Karena mereka telah mendengar percakapan Zhong Guofeng dan Zhong Xiaorong sebelumnya, tidak sulin untuk mencari tahu siapa yang dimaksud Dewa Iblis dan membunuh orang-orang di sekitarnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di Istana Pangeran Mingfeng, situasi jauh berbeda dari apa yang dipikirkan. Ketenangan dan kesunyian yang dirasakan, jauh dari kata kacau yang dideskripsikan dengan dunia luar yang penuh drama.
Di istana sebesar ini, hanya Zhong Wenyue yang tinggal. Sejak kembali dari luar, ia bersantai sejenak untuk menikmati anggur di tangannya yang terasa sangat manis. Jika anggur ini dinikmati bersama kesayangannya, rasanya pasti akan jauh lebih manis dan luar biasa.
Ketika tengah menikmati suasana, sebuah kabut hitam muncul membentuk sosok berjubah hitam yang penuh dengan misteri. Pria itu langsung berlutut begitu melihat tuannya yang ternyata sedang 'sibuk'.
"Yang Mulia, maaf telah mengganggu." Sosok berjubah itu bicara dengan tegas dan mantap, seolah tidak memiliki perasaan dalam dirinya. Bahkan mata merahnya terlihat kosong.
"Ada kabar tentang hewan suci?" Zhong Wenyue bertanya tanpa menoleh.
"Para hewan suci masih mencari jejak. Namun kemarin beberapa iblis muncul ke permukaan menghabisi mata-mata iblis kita. Jika diukur dengan kekuatan, sepertinya mereka adalah Raja Iblis."
Iblis akan lebih mudah melacak keberadaan iblis lain dibandingkan hewan suci. Itu sebabnya Raja Iblis lebih dahulu membunuh mata-mata iblis di tiap penjuru sebelum beralih ke ras lain.
Tapi bukannya marah, Zhong Wenyue justru tersenyum. "Jadi Kaisar Iblis sudah mengetahuinya. Jika Kaisar Iblis dan Kaisar Langit sudah tahu, maka Xie Ruo juga pasti sudah tahu. Sayangnya, ketiga orang itu terlalu sibuk untuk dikunjungi. Selain mereka bertiga, harus ada orang lain yang mengetahuinya."
Sosok berjubah hitam itu diam untuk beberapa saat, kemudian terpikirkan sesuatu. "Apa maksud Yang Mulia, orang lain itu adalah enam anak-anak di sisi Xie Ruo?"
"Begitulah yang dikatakan dewiku." Ia tersenyum lebar, kemudian menengak seluruh anggurnya. "Singkirkan semua orang yang tahu, siapkan juga bahan altar pengorbanan lebih cepat, tapi sisakan adik kecilku yang manis. Jika ada cacat sehelai saja, aku akan membunuhmu."
Pria itu agak terkejut. Sejak kapan tuannya menjadi pelindung seorang manusia? Tapi ia tidak berani bertanya lebih jauh dan segera menyanggupi perintah. Ia pun pergi, dalam kabut yang menghilang.
Seperti yang dikatakan Qu Xuanzi, Zhong Wenyue adalah Dewa Iblis. Seperti itulah adanya.
Sepanjang tahun ia bersandiwara dan berpura-pura lemah agar tidak menarik perhatian. Ia merawat Zhong Xiaorong sebagai kedok untuk menutupi cacat dalam penyamarannya, lalu membuat kontribusi untuk kekaisaran layaknya pangeran yang baik dan adil.
Tapi sekarang, ia harus sedikit terburu-buru mengambil tahta kaisar sebelum Qu Xuanzi dan Kaisar Iblis bertindak lebih jauh. Selain itu, altar pengorbanan harus cepat diselesaikan.
Meski ada racun darah, ia tetap harus berhati-hati. Racun darah hanya akan aktif jika ia menemukan targetnya secara spesifik. Ia masih belum menemukan Kaisar Iblis saat ini, tidak bisa mengendalikannya seperti hari itu dan membuat kekacauan yang lebih besar.
Untuk saat ini, ia harus sedikit bersabar. Kemenangan sudah ada di depan mata!