The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
130. Pesta Empat Ras



Xie Ran masuk ke dalam kamar barunya dengan pikiran berkecamuk. Ia tidak tahu mengapa kalimat tidak enak didengar itu terlontar. Tapi ia lebih tidak merasa nyaman karena hatinya menjadi begiti gelisah.


Bukan gelisah karena masalah Yu Zainan atau Benua Lava yang mengalami masa krisis, melainkan hal lain yang tidak bisa dijelaskan. Intinya Xie Ran tidak suka itu.


Ketika memikirkan bahwa ada seorang dewi yang begitu dekat dengan Qu Xuanzi yang penyendiri, ia menjadi sangat tidak nyaman. Qu Xuanzi tidak pernah mengatakan apa-apa padanya, hanya memberitahu bahwa dia hanya dekat dengan kakeknya. Itu sebabnya Xie Ran merasa gelisah tidak jelas sekaligus kesal.


Perasaannya tidak masuk akal. Hanya karena dewi tertentu membuat keributan, bisa saja mendesak bertemu karena ada hal penting yang tidak bisa diundur lagi. Qu Xuanzi juga sudah cukup lama bersamanya, padahal pria itu tidak senggang setiap saat. Ia tidak perlu bertindak tidak masuk akal.


Ketika Xie Ran sudah menemukan jalan yang benar untuk masalah pikirannya, seorang pria berjubah hitam datang memberi pesan untuknya.


"Tetua Bai, Tuan Yu ingin mendiskusikan sesuatu dengan Anda."


"Aku sudah tahu." Xie Ran mengangguk. Entah masalah apa lagi yang ingin diciptakan Yu Zainan.


Xie Ran bergegas keluar menuju kediaman Yu Zainan. Ketika ia keluar kamar, Qu Xuanzi muncul di hadapannya hendak menjelaskan kesalahpahaman, namun Xie Ran langsung menyela kalimatnya.


"Sepertinya Yu Zainan telah merencanakan sesuatu sehingga memanggilku untuk bertemu dengannya. Jika ingin bicara, nanti saja, aku sedang terburu-buru."


Xie Ran berlalu begitu saja, membuat Qu Xuanzi mengerutkan kening. Cepat sekali berubahnya. Apa Xie Ran salah makan sesuatu di kamar tadi?


Langkahnya terhenti ketika teringat sesuatu. Xie Ran berbalik melihat Qu Xuanzi. "Jika kau terburu-buru, tidak perlu menungguku. Mungkin aku akan kembali cukup lama."


Sebelum Xie Ran dapat pergi, Qu Xuanzi menahan lengannya dan memeluknya. Xie Ran termenung untuk sesaat. Mereka hanya berpisah sebentar, apa perlu seperti ini? Lagi pula, Xie Ran tidak menghadapi bahaya serius.


"Apa kau marah atau tidak, aku tidak bisa menebakmu. Aku hanya ingin mengatakan, dewi yang Naga Azure maksud hanyalah wanita gila yang bersikeras menjadi ibuku, itu saja." Qu Xuanzi pikir itu cukup menjelaskan tanpa memberitahu masalahnya. Ia tidak ingin melibatkan Xie Ran lebih jauh untuk saat ini.


Entah bagaimana Xie Ran merasa lega, tapi ia tidak bisa mengekspresikannya langsung. Ia hanya bisa tersenyum, lalu membalas pelukan Qu Xuanzi. "Kata siapa aku marah?"


"Kau mengutuk."


"Aku hanya asal bicara, aku bahkan tidak tahu apa yang kukatakan."


"Benarkah?"


Xie Ran mengangguk. Kenapa harus sesensitif itu? Ketika sebelum turnamen, ia juga mengatakan hal yang sama pada Qu Xuanzi, tapi pria itu tidak peduli dan pergi begitu saja.


Tapi sekarang, sedikit marah saja tidak boleh. Xie Ran penasaran, apa Sean di dunianya juga sama seperti ini. Sayangnya ia belum mengingatnya dengan jelas.


"Aku harus pergi sekarang." Xie Ran melepas pelukannya dan menatap Qu Xuanzi. "Kau juga harus pergi." Ia memberi kecupan singkat di pipi Qu Xuanzi, kemudian pergi memanggil teman-temannya sebelum ke kediaman Yu Zainan.


Qu Xuanzi memandang kepergian Xie Ran yang semakin lama semakin jauh dan menghilang. Ia memandang puncak gunung dengan mata menyipit, ia tidak akan pergi lama, tapi merasa akan ada sesuatu yang terjadi tak lama lagi.


Tapi ia tidak bisa terus membiarkan wanita gila itu menjadi-jadi. Selain itu, Ann Rou mengatakan ada sesuatu yang ingin dikatakan Dewi Kehidupan menyangkut Dunia Atas dan 'dia' yang selama ini selalu menjadi misteri.


Qu Xuanzi menghela napas. "Ann Rou, Dou Dou, kalian lindungi dia."


Ann Rou dan Dou Dou langsung muncul dari kegelapan, berlutut di belakang Qu Xuanzi menerima perintah. "Baik."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Puncak lava sangat ramai saat ini. Banyak naga berterbangan dan berkumpul akan pesta yang berlangsung sepanjang hari.


Ketika pertarungan arena masih berlanjut, Yu Zainan tiba-tiba mengumumkan bahwa akan ada pesta untuk sepuluh wilayah utama di puncak lava, terutama untuk pemimpin masing-masing wilayah.


Para pengikut hanya bisa berada di halaman kediaman pemimpin ras, sedangkan para pemimpin wilayah akan membawa salah satu pengikut dan keluarga untuk bergabung di dalam bersama Yu Zainan.


Pada dasarnya, para naga tidak menyukai keberadaan iblis, apalagi Yu Zainan selalu dalam bentuk iblis. Iblis telah menyebabkan kehancuran pada Benua Lava selama ratusan tahun, kini mereka menguasai Benua Lava karena Dewa Naga telah gugur, mereka akan terus memendam kebencian tersebut.


Sayangnya, mereka sama sekali tidak bisa melawan, apalagi setelah bertahun-tahun Yu Zainan mengelola dan mendapat kepercayaan sepuluh pemimpin wilayah. Meski masih ada beberapa naga yang tidak suka, mereka hanya bisa menelan semuanya mentah-mentah. Hingga akhirnya posisi Yu Zainan menjadi lebih kuat dan tidak dapat disentuh siapa pun.


Yu Zainan duduk di ujung, menghadapi para naga yang begitu besar bergabung dalam pesta utama. Ia masih menunggu seseorang yang baru saja ia undang.


Sebenarnya, Yu Zainan tidak ingin mengundang Bai Long'er. Tapi karena ia telah setuju menjadikan Bai Long'er sebagai tetua utama, serta berpikir Bai Long'er memiliki koneksi dengan 'dia', maka ia tidak bisa mengambil langkah kurang ajar yang dapat mencabut nyawanya.


Meski begitu, Yu Zainan telah menyiapkan sesuatu yang spesial untuk Bai Long'er yang angkuh itu. Ingin bersaing posisi dengannya? Hanya dalam mimpi!


Di luar sana, Xie Ran telah mengubah penampilannya lagi ke wujud aura naga. Banyak naga yang merasakan auranya langsung menoleh, mereka menatap Xie Ran dengan penuh pertanyaan.


Sebelumnya Yu Zainan membawa banyak iblis ke Benua Lava, sekarang sekelompok manusia. Apa yang diinginkan Yu Zainan?


Sayangnya, mereka sama sekali tidak mendapat jawaban yang mereka inginkan. Bahkan mendekat saja tidak berani ketika merasakan kekuatan ilahi yang samar-samar tersebar di salah satu gadis dengan aura naga yang lebih kuat dari mereka.


Merasa diperhatikan, Liu Chang merasa terganggu. Meski ia adalah Tuan Muda, ia tidak begitu terkenal dan tidak suka diperhatikan seolah seseorang akan melahapnya saat itu juga. Ia menempel pada Yan Yao di sebelahnya membuat pria itu terusik.


"Tuan Muda Liu, maaf, aku masih normal, jangan dekat-dekat." Yan Yao meliriknya dengan tajam membuat Liu Chang spontan mundur.


"Kakak Yao, aku bukannya bermaksud begitu." Liu Chang bicara dengan suara rendah. "Dengan tubuh besar mereka, melihatku seolah ingin melahap, aku agak takut."


Yan Yao memutar bola mata dan mencibir, "Banci."


"Liu Chang, seseorang yang tidak berperasaan mana mengerti? Seseorang dengan popularitas tinggi dan dikenal sama sekali tidak merasakan ketakutan apa pun, kau hanya akan direndahkan oleh orang seperti itu." Zhong Xiaorong mencibir.


"Kau ...." Zhong Xiaorong melototi Yan Yao dengan tajam. Sejak kapan Yan Yao tahu rahasianya? Apa pelayannya benar-benar menjual barang yang ia curi ke Klan Yan? Awas saja jika pulang nanti!


"Kakak Yao, bukankah kau tunangannya? Selama kamu masih hidup, mana ada yang ingin merebut Rongrong darimu." Mei Liena berbisik sambil cekikikan. Liu Chang dan Zhou Kui hanya menahan tawa agar tidak dipukul dan dibekukan pasangan tidak akur itu.


"Apa kalian sudah selesai?" Pei Xi melirik mereka dengan dingin. Bisa-bisanya mereka membuat lelucon di tengah para naga yang memandang. Bagaimana jika ketahuan?


Dalam sekejap, tidak ada tawa, hanya ada suara tawa yang tertahan antara Mei Liena dan Liu Chang. Mereka yang awalnya tegang menjadi tenang mengingat bagaimana Yan Yao dan Zhong Xiaorong yang bertengkar setiap hari, lalu berakhir akan Yan Yao yang ditindas.


"Perhatikan sikap kalian, di dalam sana ada sepuluh pemimpin wilayah puncak lava. Kekuatan mereka seperti Long Huo, akan lebih baik jika berhati-hati." Xie Ran mengingatkan ketika mereka sampai di depan pintu aula.


"Ranran, tenang saja. Aku sangat pandai berakting." Yan Yao memuji diri sendiri dengan penuh percaya diri, sedangkan gadis di sebelahnya mencibir diam-diam.


"Master, aku merasakan napas makhluk lain."


Xie Ran melirik Long Yun di bahunya sekilas. "Apa itu?"


"Peri."


Xie Ran asing dengan napas peri, jadi tidak tahu hal itu. Ia sendiri terkejut ada peri yang tiba di Benua Lava, ditambah dia berada di sisi Yu Zainan. Apa peri itu juga salah satu antek 'dia'? Sebenarnya ada berapa banyak?


Peri memiliki tingkat ketelitian dan kecerdasan tinggi. Maka dari itu, selagi Xie Ran menjadi utusan 'dia' sebagai Bai Long'er, ia harus berhati-hati dari penilaian peri satu ini.


Mereka memasuki aula utama. Pesta naga berbeda dari pesta manusia di mana terdapat tarian dan musik. Pesta naga terdiri dari pameran harta dan makanan, mereka akan menyombongkan diri akan harta mereka satu sama lain dengan gaya masing-masing.


Xie Ran yang melihat hanya bisa menahan. Melihat banyak makanan, tiba-tiba perutnya keroncongan. Melihat banyak harta, tiba-tiba tangannya terasa sangat gatal ingin mengambil. Kenapa pesta naga harus seperti ini?


Berbeda dari Xie Ran, Mei Liena dan yang lainnya hanya bisa berkobar. Dalam sekejap, jiwa miskin mereka sebagai manusia bergetar hingga nyaris menitikkan air mata melihat harta duniawi tak ternilai yang berserakan seperti sampah kertas.


"Ranran, ketika pulang, kita harus mengambil beberapa sebagai oleh-oleh." Bahkan Zhong Xiaorong yang hidup bergelimang harta tidak bisa menelan air liur. Bagaimanapun ia tetap manusia, manusia mana yang tidak tertarik pada tumpukan benda mengkilap yang menggunung?


Xie Ran hanya bisa mengangguk kecil sebagai jawaban. Ini pertama kalinya merasa sangat miskin. Beruntung ia datang sebagai Bai Long'er sehingga tidak terlihat kemiskinannya.


Sepertinya memang hanya Pei Xi yang paling waras diantara teman-temannya, bahkan Xie Ran mulai tidak waras lagi. Ia tidak berminta terhadap harta, ia hanya berminat terhadap kekuatan dan hanya tertarik pada sesuatu yang dapat memperkuat diri. Itu sebabnya mengapa ia merupakan pria paling membosankan.


Ketika memperhatikan sekitar, matanya menyipit ketika melihat seseorang yang paling berbeda diantara iblis-iblis yang berkumpul. Di sisi Yu Zainan yang akan menyambut mereka, terdapat seorang wanita cantik dengan telinga runcing. Kulitnya sangat putih serta memiliki rambut yang lebih cerah dibandingkan rambut perak Xie Ran. Ia berdiri dengan tegak dan brrpandangan lurus tanpa ekspresi, sebelum akhirnya pandangannya bertemu dengan Pei Xi.


Pei Xi agak terkejut, langsung menarik tudungnya semakin menutupi wajah agar tidak dikenali. Wanita itu ... pernah ada di sektenya.


"Ada peri di sini, lebih baik hati-hati." Pei Xi berbisik pada yang lain.


Mereka agak terkejut, kemudian mengikuti gerak-gerik Pei Xi sebagai pengawal tanpa percakapan. Sampai akhirnya Yu Zainan berdiri di depan Xie Ran dengan senyuman ramah, namun tidak matanya yang menunjukkan kelicikan.


"Tetua Bai, selamat datang di pestaku. Aku belum memberitahu sebelumnya, bahkan tiap sebulan sekali aku mengadakan pesta di kediaman. Anggap, pesta ini sebagai penyambutan Tetua Bai, juga teman lama yang belum lama ini datang." Yu Zainan bicara dengan ramah.


Xe Ran melirik wanita peri di sebelah Yu Zainan. Wanita itu awalnya tidak memperhatikan siapa pun, namun pandangannya kini meneliti Xie Ran dan yang lain seolah sedang memeriksa sesuatu.


Yu Zainan berdiri di tengah aula untuk memperkenalkan Bai Long'er sebagai tetua puncak lava yang baru. Posisi tetua termasuk posisi yang terhormat, bahkan pemimpin harus menghormati tetua. Tetua ras naga akan terbebas dari aturan pemimpin, tapi tidak bisa mengatur keseluruhan benua karena tugasnya hanya melindungi. Kini, para naga itu paham mengapa Bai Long'er tampak berbeda dan memiliki aura naga yang sangat kuat.


Selain itu, Yu Zainan juga memperkenalkan peri di sebelahnya. Namanya Jian Wu, datang untuk membantu mengatasi masalah Benua Lava dan menjadi penasihat pemimpin ras yang membuat semua naga heran. Ras peri terlalu tertutup dan tidak pernah ikut campur urusan ras lain, bagaimana bisa membantu Yu Zainan dalam mengelola ras naga?


Xie Ran juga berpikir demikian. Ia mendapat kesimpulan, bahwa Jian Wu sebenarnya diutus oleh 'dia' untuk mengawasi mereka. Ia lihat Jian Wu juga bukan seseorang yang suka ikut campur. Tapi mungkin saja Jian Wu adalah satu-satunya yang sulit dihadapi di Benua Lava saat ini, bahkan Yu Zainan tidak berani tidak menghormatinya.


Meski posisi Jian Wu sedikit lebih rendah darinya, Xie Ran juga tetap tidak bisa menyentuh sehelai rambutnya sembarangan karena posisinya yang hampir setara dengan pemimpin.


Tidak ada hal penting yang dikatakan selama di pesta, Xie Ran juga kebanyakan diam. Bahkan Jian Wu lebih pendiam lagi tanpa dukungan atau pendamping, seolah semua ini tidak ada hubungan dengannya.


Namun hal yang membuat Xie Ran bingung, pandangan Jian Wu kerap kali terarah pada Pei Xi. Apa mereka saling mengenal?


"Jian Wu itu, sangat mengerikan." Liu Chang berbisik sangat rendah. Melihat iris amber Jian Wu membuatnya lebih takut dibandingkan melihat Yu Zainan yang tertekan.


Empat ras sekaligus ada di tempat yang sama, benar-benar membuat seseorang tertekan. Andai ada Qu Xuanzi, ini benar-benar akan menjadi perkumpulan lima ras secara lengkap.


"Pendengaran peri sangat tajam, lebih baik tutup mulutmu." Zhou Kui memperingati. Mereka tidak bisa nengambil resiko diketahui oleh seorang peri. Meski tampak setenang air, siapa yang tahu ada apa di dalamnya.


Pesta terus berlangsung sangat lama sampai Xie Ran benar-benar jengah. Xie Ran memutuskan untuk pergi dari para naga yang pamer dan ocehan Yu Zainan, meninggalkan teman-temannya yang malang tampak seperti manusia bodoh siap santap.


Pada akhirnya mereka ikut pergi mengikuti Xie Ran. Tapi tiba-tiba saja Pei Xi memisahkan diri dengan alasan ada sesuatu yang tertinggal, mereka hanya bisa mengiyakan.


Pei Xi berjalan sepanjang lorong besar yang sepi seorang diri. Tidak ada siapa pun yang lewat, bahkan naga kecil yang biasanya berkeliaran tidak ada. Tapi Pei Xi tampak tidak terkejut atau bingung, ia terus pergi ke arah aula untuk mengambil barangnya yang tertinggal.


Tapi ketika ia akan masuk ke dalam aula, sosok wanita cantik keluar dari pintu menatapnya dengan senyuman dingin. Iris amber itu tidak lagi tanpa emosi seperti ketika dalam pesta, ia menatap Pei Xi seolah telah mengenalnya sangat lama.


"Tidak disangka, bisa bertemu Tuan Muda Pei di sini, sebuah kebetulan yang langka." Untuk pertama kali ia bicara semenjak pesta diadakan. Suaranya begitu halus dan lembut, namun mengandung nada sarkas dan cibiran.


Pei Xi menatapnya dengan dingin. Ia ingin pergi, namun tangan Jian Wu menahan bahunya lalu menatapnya dengan mata menyipit.


"Biar kulihat sekali lagi, adikku yang malang. Kau sudah semakin besar. Kau tahu? Ayah dan ibu saat itu sangat mengkhawatirkanmu, bahkan memintaku menjemputmu di akademi. Tapi siapa sangka, kau akan kembali ketika aku sedang tidak ada. Apa kau tidak merindukan kakakmu ini?"