The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
159. Memori Berbahaya



Benturan kedua belah pihak menyebabkan ledakan luar biasa dan tekanan yang begitu berat hingga kerusakan menyebar ke mana-mana.


Bahkan Xie Ruo yang awalnya berpikir bahwa semua itu hanya ilusi memori, mulai mengerutkan kening ketika merasakan tekanan luar biasa menyerangnya. Ia langsung membuat barrier untuk bertahan dari tekanan.


Ia merasa, berada di waktu yang sama saat kejadian itu terjadi.


Tebakan Xie Ruo segera terjawab di detik selanjutnya. Tatapan Xie Ruo kini bertemu dengan dua sosok mirip itu. Yang membuat Xie Ruo terkejut, keduanya sama-sama memandangnya dengan dingin.


Ia dalam masalah.


"Gawat!"


"Ternyata ada gadis kecil di sini." Pria yang seharusnya Kaisar Iblis itu tersenyum dingin.


"Pergi!" Qu Xuanzi menegaskan dengan nada yang sangat dingin tanpa melihat Xie Ruo.


Xie Ruo mundur, hendak pergi dan mengakhiri memori berbahaya ini. Ia bisa mati karena pertempuran mereka jika tetap diam seperti orang bodoh.


Namun ketika ia berbalik akan berlari keluar ruangan, bilah energi melesat menyerangnya. Cepat-cepat Xie Ruo menghindar, bilah itu meleset menyayat lengannya hingga tubuh Xie Ruo terkena tekanan besar yang membuatnya menubruk dinding.


Cahaya emas menghantam energi gelap yang akan menyerang Xie Ruo lagi, namun tekanan ledakan itu menyebabkan Xie Ruo merasa sial sampai tidak bisa bergerak. Entah bagaimana pria tua itu tidak mau membantunya, hanya melihatnya dengan senyum samar yang menjengkelkan. Jika ia manusia biasa, ia sudah mati sejak awal pertempuran.


Tiap kali kedua pria itu melancarkan serangan, tiap serangan selalu menghujani wilayah dengan tekanan dan penindasan luar biasa. Xie Ruo harus gesit menghindari. Ia ingin keluar, tapi Kaisar Iblis malah memblokir jalan keluar membuat Xie Ruo sangat ingin mengutuknya keras-keras.


Dua pria itu terus bertarung dengan aura membunuh yang kental. Pertarungan terjadi sangat sengit, hingga angin berhembus menciptakan sesuatu yang mengerikan di antara angin gelap.


Tidak tahu ada apa di dalam angin yang berputar, Xie Ruo dapat melihat sekilas ada beberapa pisau yang melayang di udara bersamaan dengan hembusan angin. Kecepatan itu terlalu cepat untuk dilihat dengan mata telanjang.


Angin itu menyerang Qu Xuanzi, cahaya emas meledak saat itu juga menciptakan kehancuran di antara altar dan membubarkan pusaran angin. Namun Kaisar Iblis dapat menahan serangan balik Qu Xuanzi yang menghancurkan istana.


Kekuatan kedua belah pihak terlalu besar. Tekanan semakin tinggi ketika kedua pria itu beradu kekuatan tempur yang dahsyat. Fluktuasi energi meningkat begitu drastis hingga tekanan di udara menghancurkan segala hal yang menimpanya seperti tersapu oleh angin pembunuh.


Xie Ruo tidak memiliki kesempatan lari. Ia akan mencoba berteleportasi ke tempat teraman, sejauh apa pun radarnya tepat ketika serangan itu akan menyentuhnya. Meski keberhasilannya kecil, ia harus mencoba.


Begitu ledakan benar-benar terjadi, energi yang lebih besar merebak dalam hitungan detik. Xie Ruo baru saja akan menghindar dan berteleportasi sesuai rencana, namun tiba-tiba seseorang menarik tubuhnya.


Cahaya emas lainnya menghantam radar ledakan, lalu meluncur ke arah dua pria itu dengan tekanan yang lebih kuat hingga ledakan terjadi dalam lingkup ruangan. Dalam sekejap, dua pria yang bertarung imbang itu menghilang terlalap cahaya emas dan lenyap.


Qu Xuanzi akhirnya merasa lega karena menangani masalah tepat waktu. Pandangannya terarah pada pria paruh baya yang masih berdiri tegak mamandangnya dengan senyuman samar di wajah kaku itu, kemudian menghilang bersamaan dengan rune yang kembali mati serta sisa pertempuran yang menghilang, seolah tidak terjadi apa pun di tempat ini.


Qu Xuanzi tidak memiliki reaksi apa pun melihat lelaki tua itu. Ia melihat Xie Ruo di pelukannya dengan cemas, lalu meraih lengan gadis itu yang mengeluarkan banyak darah.


Tidak tahu bagaimana Xie Ruo bisa menemukan tempat yang sudah ia sembunyikan dan kunci dengan baik. Untuk saat ini, ia hanya merasa sangat takut.


"Tak apa, akan sembuh dalam waktu dekat." Xie Ruo tetap tenang. Qu Xuanzi sudah datang, ia sudah lega dan merasa aman. Tidak seharusnya ia masuk sembarangan, padahal tahu bahwa tempat ini tidak biasa.


"Maaf, kau harus melihat hal itu, bahkan sampai terluka." Qu Xuanzi sangat takut tadi. Sekali saja ia terlambat, ia akan kehilangan Xie Ruo. Seharusnya ia tidak meninggalkan Xie Ruo.


Xie Ruo menggeleng, lalu menyentuh rahang pria di depannya dengan lembut. "Jika itu aku yang dulu, mungkin aku akan takut. Tapi sekarang sudah berbeda. Lagipula, aku sudah memiliki rencana pelarian diri, tidak perlu khawatir."


"Energi yang dihasilkan dari sihir yang bertolak belakang, bukan sesuatu yang bisa diremehkan."


Saat itu bahkan kakeknya terluka, istana ini menjadi reruntuhan sebelum akhirnya bisa menekan Kaisar Iblis. Kejadian tadi hanya awal dari kehancuran. Jika ia terlambat ... ia tidak ingin membayangkannya.


"Aku sudah mengamankan tempat ini. Bagaimana kau bisa menemukannya?" Qu Xuanzi penasaran. Tidak mungkin hanya karena energi murni yang memecahkan segel tempat ini. Itu harus kekuatan dewa lain yang memiliki kualifikasi khusus energi murni. Sedangkan Xie Ruo belum menjadi dewa.


"Aku menemukannya begitu saja, lalu membukanya dengan sihirku karena pintunya macat. Aku juga tidak tahu energi yang tersisa di sini bisa memunculkan memori dengan begitu nyata."


Ketika mendengar penjelasan Xie Ruo, ia memahami satu hal. "Ada orang lain yang baru saja masuk ke tempat ini sebelumnya."


Xie Ruo terkejut. "Bagaimana bisa? Seseorang yang tahu keberadaanmu sangat sedikit, hanya orang Dunia Atas yang mengetahui bahwa kau mengasingkan diri, tapi tidak tahu persis tempatnya. Ditambah, tidak mungkin dunia ini bisa asal dimasuki. Lagipula untuk apa dia melakukannya?"


Pandangan Qu Xuanzi terarah pada salah satu bagian dinding. Cahaya emas di tangannya menembus bagian dinding itu hingga memunculkan sesuatu yang keluar dari sana.


Sebuah kotak kayu yang tidak menarik, namun memiliki energi yang berlimbah di dalamnya. Ketika Qu Xuanzi membukanya, terdapat sebuah kristal sehitam legam yang begitu misterius.


"Apa itu?" Xie Ran bertanya.


Qu Xuanzi menutup kembali kotak tersebut kemudian menatap Xie Ruo. "Kita urus lukamu terlebih dahulu."


Tempat ini terlalu berbahaya, tidak cocok untuk bicara. Mereka segera keluar dari ruangan dan pergi ke tempat di mana Qu Xuanzi dulu biasa berada.


Ruangan tersebut tertata rapi dan bersih, seolah sama sekali tidak ditinggalkan. Ada banyak buku di beberapa rak yang berdiri kokoh, sangat menunjukkan temperamen Qu Xuanzi yang anti-sosial. Sedangkan di sudut lain, terdapat kursi panjang yang nyaman ditempati.


Mereka duduk di kursi panjang. Qu Xuanzi mengobati luka Xie Ruo yang cukup dalam sampai warna darah menodai pakaian putihnya.


Karena luka itu hanya luka fisik yang tidak mengkhawatirkan, Qu Xuanzi bisa menyembuhkannya lebih cepat sampai tidak meninggalkan bekas. Bahkan sampai noda darahnya juga menghilang.


"Sebenarnya, aku juga bisa menyembuhkan diri sendiri," kata Xie Ruo.


"Aku yang menyebabkan luka ini."


"Kalau mau, salahkan pria aneh itu yang tidak menyelamatkanku, hanya melihatku seperti orang aneh."


Qu Xuanzi terkekeh akan julukan Xie Ruo terhadap kakeknya. Ia pun memberitahu, "Dia kakekku."


"Oh?" Xie Ruo merasa bicara dengan orang yang salah. Tapi ia berusaha menebalkan wajah setebal mungkin. "Pantas saja, sangat kaku. Tapi, bagaimana dia bisa menua? Setahuku, dewa tidak bisa menua."


"Posisinya berbeda dari dewa biasa, umurnya juga lebih lama dari dewa lain. Ada posisi khusus di Dunia Dewa, di mana seseorang akan mendapat kekuatan yang lebih besar. Namun, tanggung jawab juga lebih besar, tidak boleh ikut campur masalah dunia, kecuali jika dunia akan musnah. Karena dia melanggar aturan itu, kemampuannya berkurang dan menua."


Xie Ruo mengangguk paham. Tiba-tiba sebuah pemikiran terlintas di benaknya. "Kenapa kau memberitahuku? Informasi seperti itu, tidak seharusnya diketahui orang lain."


Qu Xuanzi tersenyum penuh arti. "Apa kamu orang lain?"


Xie Ruo merasa dirinya akan salah tingkah. Teringat akan ucapan Qu Xuanzi waktu itu, ia langsung mencari cara mengubah topik yang membuatnya kalang kabut ini.


Melihat kotak kayu yang diletakkan di atas meja, ia langsung bertanya pada Qu Xuanzi dengan serius. "Sebelumnya, kau mencurigai seseorang menerobos altar, apa ada hubungannya dengan benda ini?"


"Isinya adalah roh guntur, merupakan kunci untuk pergi ke Dunia Dewa. Tidak hanya dewa yang bisa menggunakannya, manusia dan ras lain bisa. Setelah menggunakannya, akan dengan mudah mencapai ranah dewa dan pergi ke Dunia Dewa tanpa mengalami kematian."


"Sehebat itu?" Xie Ruo terkejut. Pantas saja seseorang sangat berani ingin mencurinya.


"Namun, ini hanya bisa digunakan untuk seseorang yang sudah menerima keilahian. Untuk orang biasa, tidak ada gunanya, juga tidak bisa dihancurkan untuk dijadikan barang."


Xie Ruo langsung berpikir cepat mengenai siapa sebenarnya sosok yang menyusup itu. "Itu berarti, penyusup memiliki keilahian. Apa dia salah satu dewa?"


"Para dewa dalam masa pemulihan, tidak bisa meninggalkan Dunia Atas. Mereka tidak tahu keberadaan batu roh guntur, jika tahu juga tidak akan menyusup di saat seperti ini."


"Apa 'dia' yang melakukannya? Seseorang yang terus mengganggumu itu?" tebak Xie Ruo.


Qu Xuanzi menggeleng. "Bukan 'dia'."


Xie Ruo semakin bingung. Apa jangan-jangan ada musuh lain selain orang itu? Atau, orang itu hanya kaki tangannya saja?


"Dunia kecil ini tidak bisa dimasuki hanya dengan keilahian. Selain sihir Kaisar Langit, hanya energi murni yang bisa membukanya."


"Maksudmu, ada energi murni lain selainku?" Xie Ruo terkejut. Kenapa Long Long tidak memberitahu?


"Nona, energi murni bisa datang pada siapa saja. Aku hanya muncul di bagian energi murni dengan peringkat tertinggi. Jika ada dua energi murni di saat bersamaan, aku hanya bisa menduduki salah satu dengan tingkatan tertinggi. Untuk energi murni kedua ini, aku tidak tahu keberadaannya." Long Long langsung mengklarifikasi agar tidak dimarahi.


Xie Ruo berpikir keras, apa saja yang ia lewatkan. Jika ada energi murni lain, seharusnya Menara Suci sudah mencarinya. Tapi ia tidak mendapat informasi apa pun selama tinggal di Menara Suci.


Jika dipikirkan sekali lagi, entah kenapa ia tiba-tiba mengingat Xie Ran. Sebelum berpindah tubuh, Xie Ran sering mengunjunginya dalam bentuk kesadaran untuk menahannya agar tidak berpindah tubuh. Xie Ruo merasa hal itu sangat aneh, dan semakin membuatnya bertekad membentuk tubuh baru. Sebenarnya apa yang terjadi pada Xie Ran?


Xie Ran selalu mengatakan bahwa ia akan menyesal. Tapi tidak pernah mengatakan alasannya. Sifatnya juga aneh, membuat Xie Ruo gelisah sampai tidak bisa tidur karena teror Xie Ran. Ia tidak pernah menceritakan hal ini pada siapa pun.


Mungkin, Qu Xuanzi memiliki jawabannya.


"Xuanzi, ada beberapa hal aneh sebelum aku pindah dari tubuh Xie Ran." Xie Ruo berniat memceritakannya.


Semua dimulai dari ketika ia mengetahui identitasnya sebagai Xie Ruo. Xie Ran mulai mengunjunginya. Awalnya tidak sering dan Xie Ruo pikir itu hanya mimpi belaka, tapi ketika ia membicarakan mengenai perpindahan tubuh, Xie Ran mulai aktif menariknya ke dalam kesadaran.


Yang pertama adalah ketika perayaan ulang tahun ke-18, Xie Ran sudah mengajukan permintaan aneh untuk tidak berpindah tubuh. Apa manfaat untuknya? Bukankah seharusnya Xie Ran senang karena tubuhnya bisa istirahat dengan tenang?


Kemudian ketika di Menara Suci, Xie Ran semakin sering mengunjunginya dan mengajukan permintaan yang sama. Bujukan demi bujukan, lalu berakhir ancaman bahwa Xie Ruo akan menyesal. Hingga akhirnya berhenti ketika ia telah membentuk tubuh baru dan memakamkan tubuh Xie Ran.


Bagaimanapun Xie Ran adalah pemilik energi murni yang sebenarnya, ia hanya terpikirkan hal itu.


Xie Ruo menceritakan segalanya pada Qu Xuanzi. Pria itu tampak berpikir. Sepertinya masalah ini semakin rumit membuat Xie Ruo cemas. Ia hanya berharap, dugaannya tidak benar.


"Jika aku perhatikan, kau adalah jiwa baru, sedangkan Xie Ran adalah jiwa inkarnasi. Jiwa inkarnasi bisa mengingat kejadian masa lalunya sebelum kematian dengan cara yang berbeda. Jika seperti yang kupikirkan, jiwa Xie Ran bukan manusia, hanya saja dia terlahir kembali sebagai manusia. Meski kalian kembar, kalian tidak sama." Qu Xuanzi sebenarnya punya teori yang lebih rumit, tapi ia tidak bisa mengucapkannya karena tidak tahu bagaimana caranya.


"Jika itu benar, kenapa dia memintaku untuk tidak membentuk tubuh baru? Bukankah semakin merugikannya?" Xie Ruo semakin lama semakin pusing. Sebenarnya apa mau Xie Ran sampai membingungkannya seperti ini?


"Untuk ini, mungkin kau harus mencarinya lagi."


"Tapi Xie Ran, bukankah sudah dikubur? Tidak mungkin bangkit dari kubur seperti dalam film horor, 'kan?" Xie Ruo tidak habis pikir. Jika sudah terkubur, meski Xie Ran belum mati, seharusnya dia juga sudah mati terkubur. Bagaimana bisa masih hidup?


Bukannya Xie Ruo berharap Xie Ran mati. Tapi, logikanya memang seperti itu. Ini semua di luar akal sehat.


Pada dasarnya altar itu dipenuhi memori berbahaya ribuan tahun yang lalu dan sangat nyata. Jika ada penyusup, sudah pasti penyusup itu akan mati sebelum sempat mengambil roh guntur. Xie Ruo bahkan tidak bisa bertahan begitu lama.


"Jika Xie Ran benar hidup kembali dan ingin mengambil roh guntur, seharusnya ada seseorang yang membantunya keluar dari makam dan pergi ke sini. Dengan kekuatannya, menerobos dunia kecil dan memasuki altar untuk mencari roh guntur sendiri, mustahil bisa keluar hidup-hidup. Kecuali ...."


Xie Ruo menyadari perubahan ekspresi Qu Xuanzi. Sepertinya ini memang hal buruk. Seseorang yang mengetahui tentang roh guntur tidak banyak, hanya dewa tertentu dan bisa dihitung jari, atau bisa saja tidak ada yang tahu.


Jadi, seseorang yang menginginkan roh guntur harus dari Dunia Atas. Jika Xie Ran dari Dunia Atas, maka masa lalunya tidak biasa. "Kecuali jika dia inkarnasi dewa, itu bisa saja terjadi."


"Inkarnasi dewa?" Xie Ruo baru mendengar hal ini. Selain Qu Xuanzi, ia tidak lagi mendengar inkarnasi dewa lainnya.


"Beberapa dewa tertinggi bisa mempertahankan ingatan ketika berinkarnasi, tergantung seberapa buruk cedera jiwa mereka. Tapi tidak bisa mempertahankan kekuatan, hanya bisa berkultivasi dari awal, kecuali jika tubuh aslinya masih ada. Meski begitu, kekuatan jiwa mereka tetap kuat, bukan sesuatu yang bisa diremehkan."


"Jadi menurutmu, Xie Ran bangkit kembali karena kekuatan jiwanya? Kenapa ketika Huai Mao membunuhnya, dia malah diam saja?" Xie Ruo masih bingung.


"Kemungkinan besar jiwanya terluka, tidak bisa mengingat apa pun. Sepertinya, Xie Ran berasal dari inkarnasi dewi yang gugur ketika perang, itu sebabnya cederanya membuat memorinya hilang. Tapi karena dia bisa mengetahui keberadaan roh guntur yang bahkan 'orang itu' tidak ketahui, itu mengartikan bahwa ingatannya telah pulih karena sesuatu. Dia berkultivasi dari awal, mencoba menjadi dewi lebih cepat melalui roh guntur untuk pergi ke Dunia Dewa. Pada dasarnya, dewa manapun tidak akan mengabaikan keberadaan roh guntur, wajar jika dia ingin mencurinya."


Xie Ruo mengangguk-angguk paham. Sebenarnya tidak buruk juga, tapi yang mengganggunya adalah apa yang dikatakan Xie Ran. "Jika memang seperti itu, aku harap dia tidak ikut andil dalam konflik atau sejenisnya."


"Sulit menebak pemikiran seseorang." Qu Xuanzi sepertinya mengetahui sesuatu, tapi tidak mengatakannya. Untuk masalah ini, jika Xie Ran tidak berulah, ia tidak akan menyinggungnya.


Ada terlalu banyak konflik di Dunia Atas, ia tidak mengikutinya atau ikut andil, juga tidak peduli masalah apa yang mereka alami. Jadi, dia tidak akan ikut campur masalah orang lain, hanya fokus pada masalah diri sendiri, dan melindungi Xie Ruo dengan baik.


Melihat kembali kotak kayu yang terabaikan itu, ia mengambilnya dan memberikannya pada Xie Ruo. "Untukmu."


"Aku tidak sedang ulang tahun." Xie Ruo tidak bisa menerima benda bermasalah itu. Meski ia tertarik akan manfaatnya, tetap saja demi menghindari masalah, ia ingin menjauhinya.


"Roh guntur memiliki kesadaran, bisa menjadi bawahanmu setelah digunakan baik dalam pertempuran atau pelindung, dia berguna. Selain itu, bisa meningkatkan kekuatanmu untuk menerobos ranah dewa. Kamu tenang saja, setelah digunakan, tidak akan ada yang mencarinya lagi karena tidak akan berguna bagi orang lain." Qu Xuanzi tidak ingin melewatkan hal baik untuk Xie Ruo. Xie Ruo harus secepatnya menerobos, atau hidupnya dalam bahaya.


Mendengar tentang fungsi lain roh guntur sebagai bawahan, Xie Ruo pikir tidak ada salahnya menambah pembantu. Apalagi pembantu itu bisa digunakan secara maksimal dan memperpanjang hidupnya.


Pada akhirnya, Xie Ruo menerima roh guntur. Membuka tutup kotak, ia melihat batu hitam yang sangat padam dan misterius. Ketika menyentuhnya, ia merasakan sengatan di jarinya.


"Wanita jahat, jangan ganggu aku!" Suara kekanakan muncul begitu garang mengejutkan Xie Ruo. Meski sudah terbiasa dengan benda yang bicara, Xie Ruo tetap terkejut akan suara kekanakan yang nyaring itu.


Xie Ruo menatap Qu Xuanzi. "Dia mengutukku."


Qu Xuanzi tahu kemampuan Xie Ran dan melihat batu yang tampak kalem itu dengan mata menyipit. Tatapan Qu Xuanzi membuat roh guntur ketakutan. Jika dia manusia, sudah pasti akan berkeringat dingin. Hanya saja, saat ini dia hanya sebuah batu.


"Akan lebih baik jika kau menggunakannya sekarang, bahaya jika dibawa keluar," ujar Qu Xuanzi, mengalihkan pandangan ke arah Xie Ruo.


Xie Ruo mengangguk, sedangkan si batu mulai mengoceh menolak digunakan, hanya ingin disimpan untuk melahap energi. Tapi Xie Ruo menulikan pendengarannya, lalu menutup kotak si cerewet agak kasar. Batu itu terdiam seketika.