
Xie Ran keluar dari kamar mandi dengan hanfu putihnya yang sederhana. Melihat meja di tengah kamar berisikan makanan enak, mata Xie Ran berbinar kemudian melirik takut-takut pada pelayan yang masih berdiri di depannya.
"Makanlah! Makanan ini sama seperti makanan yang diantar Nona Xie Nu. Anggap hari ini kau beruntung." Pelayan itu tersenyum sinis menunggu Xie Ran menghabiskan makan siang.
Xie Ran ragu sejenak dan menurut pada ucapan pelayan itu. Dia tidak melirik pelayan itu sedikit pun melainkan melihat makanan yang terlihat enak dengan lapar seolah tidak makan berhari-hari. Sejujurnya Xie Ran memang belum makan berhari-hari dan dia sangat lapar. Itu siksaan baginya.
"Cepat! Jangan buang waktu. Kau pikir aku tidak memiliki pekerjaan lain selain melihatmu makan?" Pelayan itu mendesak.
Xie Ran tidak merespon. Dia hanya menatap makanan dengan pandangan kosong. Beberapa saat kemudian, dia menoleh ke arah pelayan itu.
"Nuo Ling, 'kan?" kata Xie Ran dengan pandangan dan senyuman polosnya. "Makanan ini sama seperti Nu'er. Aku tidak bisa menerimanya atau Nu'er akan marah karena disamakan olehku."
"Tidak perlu takut, Ketua bilang kau dilindungi. Tidak ada yang bisa menindasmu."
"Aku senang mendengarnya." Senyum Xie Ran mekar. Tapi itu segera digantikan dengan kesedihan. "Tapi, bagaimanapun aku tidak bisa disamakan oleh Nu'er yang berbakat. Nuo Ling, lebih baik kamu saja yang makan. Aku tidak akan memberitahu siapapun. Aku lihat, para pelayan sangat suka dengan makanan yang dikhususkan untuk bangsawan, tapi tidak dapat menerimanya. Bukankah ini hal baik untukmu?"
Nuo Ling mengerutkan kening, tampak kesal dengan pernyataan Xie Ran. Apa Xie Ran sedang menyindir para pelayan yang suka mengambil makanan yang dibagikan Tang Zhi padanya dulu sehingga Xie Ran kelaparan?
Tapi mengingat di depannya adalah si bodoh dan idiot yang tidak bisa berpikir, seharusnya idiot ini tidak sedang menyindir kecuali jika dia menjadi pintar.
"Nona pertama, makan saja makanannya. Aku tidak dapat menerimanya." Nuo Ling menolak.
"Nuo Ling, kenapa? Aku akan melindungimu, tenang saja. Makanan ini mengandung energi yang baik untuk kultivasi, itu juga baik untuk kultivasi." Xie Ran menampakkan wajah setulus mungkin.
"Ini ...." Nuo Ling bingung dan mulai marah. "Kau hanya perlu makan, apa itu sulit untukmu? Tidak tahu terima kasih!"
Xie Ran berdiri dengan wajah terkejut akan gertakan Nuo Ling. Dia berjalan ke arah Nuo Ling perlahan sedangkan rautnya mulai berubah yang awalnya bodoh menjadi datar.
Nuo Ling merasakan alarm bahaya dari kepalanya. Dia tidak tahu mengapa idiot ini menjadi terlihat menyeramkan sehingga membuatnya merasakan firasat buruk. Semakin lama Xie Ran mendekat, wajahnya semakin datar dan dingin membuatnya takut.
"Xie Ran, kamu jangan mengancamku! Aku akan mengadukanmu!" Nuo Ling mengancam sambil mundur, namun Xie Ran tidak menghentikan langkahnya seolah ucapannya hanya angin lalu.
Nuo Ling kehabisan cara. Dia mundur sampai terpojok tidak bisa melakukan apapun. Jika dipikir kembali, kenapa dia harus takut? Gadis ini tidak memiliki aura spiritual dan sakit-sakitan, tidak mungkin dapat menyakitinya. Akan memalukan jika takut pada sampah idiot.
Nuo Ling mengangkat kepalanya angkuh dan melototi Xie Ran berniat menakutinya. Biasanya Xie Ran akan takut jika seseorang memelototinya dengan tajam, tapi entah kenapa yang satu ini tetap memasang wajah dingin. Apa ini benar-benar Xie Ran si sampah itu?
Xie Ran mengambil buah yang diberikan Nuo Ling kemudian memberinya pada pelayan itu.
"Apa yang kau lakukan?" Nuo Ling semakin takut ketika Xie Ran membawa sepiring potongan apel di tangannya.
"Berbuat baik." Xie Ran tersenyum polos sebelum akhirnya menarik rambut belakang Nuo Ling dan memaksanya memakan apel yang sudah dipotong itu.
"Kamu ... keterlaluan!" Nuo Ling memberontak, tapi tenaganya kalah dari Xie Ran yang jauh lebih kuat. Dia menahan sumpalan apel dengan tangannya dan menutup mulut rapat-rapat.
"Kenapa tidak menerima niat baikku? Apa apel tidak cukup?" Xie Ran terlihat sedih kemudian mengambil sepiring ikan dengan cepat.
Baru saja Nuo Ling terlepas dari jeratan, Xie Ran muncul kembali dengan sepiring ikan di tangannya. Gadis itu langsung menekan rahangnya agar membuka mulut sebelum Nuo Ling bereaksi kemudian memasukkan ikan menggunakan sumpit secara paksa.
"Lepas! Lepas! Kamu keterlaluan!" Nuo Ling berusaha keras terlepas dari kekuatan Xie Ran, tapi tidak bisa. Dia sudah meronta sebisanya tapi dikalahkan dengan cengkraman kuat Xie Ran.
Xie Ran berekspresi sedih lagi. "Nuo Ling, kamu belum kenyang? Aku akan menyuapimu lagi." Xie Ran melepas cengkraman setelah dua suapan ikan kemudian pergi mengambil piring lainnya.
Nuo Ling gemetar takut. Siapa yang menyangka seorang sampah akan menjadi sadis seperti itu? Dia segera berdiri dan akan pergi minta tolong, tapi lagi-lagi Xie Ran menarik rambutnya dengan kasar dan memaksanya bersujud.
Xie Ran berjongkok dan menatapnya sedih. "Nuo Ling, kamu tidak suka makanannya?"
"Nona, ampun! Aku ... aku tidak akan kasar lagi. Mohon Nona Pertama mengampuni ...." Nuo Ling sudah menyerah, namun tidak dengan Xie Ran.
Xie Ran masih terlihat polos seolah tidak tahu apa yang terjadi. "Kenapa kamu minta ampun? Apa makanannya tidak enak?"
"Tidak Nona. Makannya enak. Tidak pantas saya mendapatkannya." Nuo Ling masih bersujud memohon pengampunan.
"Kalau enak, maka kamu habisi makannya." Xie Ran tersenyum polos dan 'menyuapi' Nuo Ling dengan daging sekali lagi.
Dia melakukannya secara paksa sampai Nuo Ling tidak bisa meronta, hanya bisa membiarkan sumpit itu memasukkan makanan ke mulut. Nuo Ling tidak menelan tapi memuntahkannya. Tapi Xie Ran langsung mengambil air minum dan memaksanya menelan makanan.
"Nona Pertama, jangan bunuh aku!" Nuo Ling berteriak histeris dan memuntahkan semua makanannya ke lantai. Dia terbatuk dan berpikir akan mati saat itu juga. Dia terlalu takut.
"Kenapa? Sayang jika makanannya tidak habis." Xie Ran masih mempertahankan wajah polosnya.
"Nona, Nuo Ling akan mengatakan segalanya, mohon Nona tidak membunuh Nuo Ling," kata Nuo Ling menyerah. Dia sudah menangis dan tubuhnya gemetar takut. Dia merasa di depannya bukan Nona Pertama yang bodoh tapi Iblis! "Di sana ada racun, mohon Nona tidak memaksa Nuo Ling memakannya ...."
Xie Ran terdiam sejenak menatap makanan enak itu tak berdaya. Dia melihat Nuo Ling yang masih bersujud sehingga senyum terlintas di wajahnya. "Nuo Ling, ini sangat disayangkan."
Nuo Ling benar-benar mengutuk gadis iblis ini. Dia sudah bersujud memohon-mohon tapi iblis ini tidak melepaskannya. Dia menjadi bingung dan semakin panik apalagi ketika melihat daging yang masih di tangan Xie Ran.
Ketika Xie Ran akan memaksanya makan daging lagi, Nuo Ling segera mengatakan sesuatu. "Nona, saya akan memberitahu segalanya. Mohon tidak memberi saya itu ...." Nuo Ling sudah menangis tanpa henti. Dia tidak menyangka akan menderita di tangan sampah ini.
"Apa yang bisa kamu beritahu? Cukup makan saja sampai habis." Xie Ran masih tersenyum. Tapi bagi Nuo Ling, senyum itu sangat mengerikan.
"Ketua yang menyuruhku meletakkan racun dalam makanan dan bak mandi. Dia tidak ingin kamu berkultivasi, itu sebabnya dia menaruh racun jangka panjang untukmu. Mohon Nona mengampuni, Nuo Ling akan melayani Nona dengan baik dan melupakan Ketua." Nuo Ling terlalu takut dan segera menjelaskan dengan penuh harap. Tatapannya pada Xie Ram seperti orang yang akan mati dan meminta untuk menghidupkannya lagi.
Xie Ran menaikkan alis dan dengan santai berkata, "Tidak."
"Keterlaluan! Kamu tidak bisa seperti ini!" Nuo Ling meronta lagi dan kali ini menjadi kasar. Jika metode penyerahan diri tidak bisa, dia tidak memiliki semangat hidup lagi dan melontarkan kebencian pada Xie Ran. "Jika Ketua mengetahuinya, maka kau akan mati cepat atau lambat! Bunuh saja aku, ketua akan mengetahuinya dan dengan cepat mengeksekusi sampah sepertimu!"
Xie Ran tidak bereaksi, hanya menatapnya tanpa minat. Xie Ran bahkan berguna bagi Tang Zhi, kenapa gadis ini seolah mengatakan bahwa Tang Zhi akan membelanya dibanding alatnya sendiri? Betapa bodohnya pelayan ini.
Kalaupun Tang Zhi mengetahuinya, wanita iblis itu akan membunuh Nuo Ling kemudian melakukan sesuatu pada Xie Ran tanpa membunuhnya.
Xie Ran menatapnya dengan mata menyipit dan mendesis miris. "Aku berniat baik padamu, tapi kau menolaknya. Maka jangan salahkan aku."
Xie Ran berdiri meletakkan piring ke meja. Tindakannya membuat Nuo Ling lega berpikir bahwa Xie Ran takut dengan ancamannya dan akan melepaskannya.
Bodoh! Nuo Ling akan memberitahu peristiwa ini pada Tang Zhi dan membiarkan sampah itu menghilang! Nuo Ling akan mendapat hadiah atas kontribusinya.
Tapi ketika Xie Ran datang kembali dengan pisau di tangan, Nuo Ling menghirup udara dingin. Tubuhnya menegang seketika menambah rasa takut dan merangkak mundur. Dia baru saja ingin keluar, namun menyadari pintu dikunci dan terisolasi dengan sebuah sihir, dia hanya bisa berteriak histeris berharap seseorang mendengar teriakannya.
Sadar tidak ada yang bisa menolongnya, Nuo Ling hanya bisa meringkuk di pintu dan melihat kehadiran Xie Ran tepat di hadapannya tiba-tiba. Xie Ran berjongkok di depannya dengan pisau di tangan.
"Nona ...." Nuo Ling ingin menyerah lagi.
Xie Ran tetap memiliki senyum manisnya yang terlihat menyeramkan bagi pelayan itu. Sambil melihat pisau di tangannya yang terlihat tajam dan mengkilap, dia bicara, "Nuo Ling, bagian apa yang paling kau sukai?"
"A-apa maksud Nona?" Nuo Ling bertanya takut-takut.
"Rambut atau wajah? Pilih salah satu."
Nuo Ling tidak tahu harus memilih apa. Dia tidak memahami maksud Xie Ran, tapi dia bisa menebak. Karena Xie Ran bertanya tentang yang paling dia sukai antara wajah dan rambut, maka dia hanya perlu menjawab kebalikannya.
"Nona, saya suka rambut." Nuo Ling berharap dugaannya benar sehingga wajahnya tidak dirusak. Walau dia merasa rambutnya akan hilang, tapi setidaknya tidak berlebihan.
Xie Ran tidak banyak bicara lagi. Dia langsung meraba rambut Nuo Ling dengan lembut tanpa kekerasan membuat Nuo Ling merinding.
"Karena kamu suka rambut, maka jika aku memberimu rambut, apa kau akan suka?"
Nuo Ling mengangguk cepat tidak berani membantah. Dia terlalu takut pada iblis di depannya yang terlihat lemah tapi berbahaya. Dia lebih suka menjadi budak yang melayani tuan-tuan klan Xie dalam kamar daripada menjadi pelayan pribadi iblis ini.
"Kalau begitu, aku akan memberikannya." Senyum Xie Ran melebar. Dia menarik semua rambut Nuo Ling dan memotong semuanya dalam sekali potongan.
Nuo Ling semakin gemetar, tapi tidak bisa membantah. Dia terus menangis melihat rambut kesayangannya menjadi pendek seperti pria. Bahkan pria memiliki rambut panjang. Rambut adalah mahkota wanita, sekarang mahkotanya telah dicabut. Dia hanya bisa meratapi nasib.
"Aku berikan padamu." Xie Ran memberikan rambut Nuo Ling pada pemiliknya dengan baik hati.
Belum selesai sampai di sini, dia kembali mendekatkan pisaunya ke wajah Nuo Ling dan menyapu wajahnya dengan pisau dari dahi ke rahang. "Kau tidak suka wajah ini, aku harus mengambilnya. Bagaimana pun, pelayan pribadiku harus mendapatkan sesuatu yang hanya dia sukai. Bukan tidak suka."
"Nona, jangan ... aku akan setia padamu ... jangan rusak wajahku ...." Nuo Ling semakin bergetar. Sudah cukup hatinya berdarah karena rambut yang dipotong. Sekarang wajahnya juga ingin dirusak, dia tidak bisa selain menangis dan memohon.
"Aku suka. Sangat suka. Nona jangan mengotori tanganmu hanya untuk mengatasi wajah jelek ini." Nuo Ling bicara tanpa daya.
"Bukankah aku kotor? Tak apa jika kotor lagi."
"Nona ... Jangan ...." Nuo Ling sudah menangis tanpa henti. Dia tidak tahu bagaimana cara membujuk gadis satu ini agar mau menghentikan penyiksaannya.
Xie Ran mengerutkan kening tidak setuju. "Karena wajahmu jelek, aku akan memperbaikinya. Aku akan membuat hidungmu lurus, kemudian meniruskan pipimu. Aku juga akan menambahkan lesung pipi. Bukankah itu karya bagus?"
"Iya, bagus ... tapi wajah ini tidak cocok untuk karya Nona ... wajah ini terlalu buruk, itu akan mempengaruhi hasil karya Nona ... jangan merepotkan diri." Nuo Ling masih berusaha.
"Tidak bisa!"
"Nona, Nuo Ling akan melakukan apa pun untuk Nona. Nuo Ling bisa berguna untuk Nona. Nuo Ling bisa menjadi mata-mata Nona untuk memeriksa Ketua. Oleh karena itu, wajah Nuo Ling harus utuh." Nuo Ling bicara penuh harap. Dia menatap Xie Ran seolah Xie Ran satu-satunya harapan yang dapat memperpanjang hidupnya.
Xie Ran tidak banyak berpikir, dia tersenyum senang dan merangkul Nuo Ling. Nuo Ling semakin bergetar hebat dan akan pingsan ketika Xie Ran merangkulnya. Itu sama saja seperti disentuh malaikat maut.
"Sepertinya kamu benar. Untuk menjadi mata-mata, kamu harus mempertahankan wajahmu agar dikenali sebagai orang Ibu tiri sehingga tidak dicurigai. Tapi, kamu juga harus memataiku. Bagaimana caranya kau mematai Ibu tiri?"
"Saya bisa memikirkan cara. Asal Nona tidak mengubah wajah saya, saya hanya melakukan apa pun yang diperintahkan Nona. Saya tidak akan membelot. Saya bersumpah atas langit dan bumi!" Nuo Ling merasa memiliki peluang hidup dan mulai senang. Tak apa jika dia harus berdiri di sisi Xie Ran dan memusuhi Tang Zhi. Xie Ran terlalu menyeramkan.
Xie Ran tersenyum puas. "Baiklah!" Dia melepas rangkulan dan berjalan layaknya seorang wanita muda yang anggun membelakangi Nuo Ling. "Karena kamu telah bersumpah, kamu tahu apa yang harus kamu lakukan."
"Terima kasih Nona. Nona yang terbaik. Nona terkuat. Saya tidak akan berkhianat!" Nuo Ling sujud berkali-kali setelah bebas dari jeratan hidup-mati. Dia hanya perlu berdiri di sisi Xie Ran. Itu mudah!
"Pergilah! Bawa makanan tidak enak itu!" Xie Ran mengusir Nuo Ling.
"Baik, Nona. Apa Nona membutuhkan makanan lain?" Nuo Ling mulai patuh.
"Tidak."
"Baik, Nona." Nuo Ling mengambil semua makanan di meja dan pergi dari kamar Xie Ran.
Setelah beberapa saat Nuo Ling pergi, Xie Ran merebahkan diri ke atas ranjang dan menghela napas. Dia lapar, tapi tidak bisa makan di luar karena akan ketahuan. Dia hanya bisa mengurung diri sendiri di sini.
Ketika lapar, otaknya tidak bekerja dengan baik dan akan terus memikirkan makanan. Dia bahkan hampir lupa menaruh sihir hipnotis pada Nuo Ling sebelumnya. Untung saja ucapannya dapat menghipnotis Nuo Ling secara tidak langsung dan pelayan itu akan mematuhinya seumur hidup.
Tapi menggunakan sihir pesona untuk mengisolasi ruangan agar tidak terdengar keluar membutuhkan banyak energi. Xie Ran lapar dan dia telah mengeluarkan energi lagi yang membuatnya semakin lemas.
Xie Ran berpikir, apa dia masak saja di Dunia Liontin?
Tapi apa yang bisa dimasak?
Xie Ran tidak bisa banyak berpikir dalam keadaan lapar. Dia langsung masuk ke Dunia Liontin untuk mencari solusi dari dapur istana Dunia Liontin. Dia harap memiliki persediaan makanan instan dan dapat membuatnya dengan mudah.
Setelah sampai, dia langsung masuk ke dalam istana dan menuju dapur sambil memikirkan makanan apa yang akan dia masak. Meski tidak mahir, setidaknya dia bisa masak makanan sederhana seperti telur, omelet, ayam goreng, dan beberapa makanan sederhana lainnya.
Begitu dia masuk ke dapur, dia menemukan Qu Xuanzi duduk tenang di hadapan berbagai macam makanan di meja. Xie Ran tertegun melihatnya. Apa Qu Xuanzi yang membuatnya? Kapan pria itu bisa masak?
"Ini ...." Xie Ran tidak bisa percaya. Apa ini sihir? Bagus sekali!
Belum sempat Qu Xuanzi menyahut, gadis itu langsung menyambar semua makanannya seperti tidak pernah makan bertahun-tahun. Dia meletakkan nasi di mangkuk kemudian mengambil satu per satu makanan lainnya yang terlihat enak ke dalam mangkuk menggunakan sumpit.
Xie Ran merasa keberuntungannya baik. Melihat makanan, suasana hatinya membaik sepenuhnya. Dia sudah lama tidak makan enak. Sudah empat tahun dia makan roti kering dan nasi hambar setiap hari, sama sekali tidak mengunggah seleranya sehingga membuatnya tersiksa. Sebelumnya dia senang melihat makanan enak yang diberikan Nuo Ling, tapi melihat itu beracun, suasana hatinya hancur dalam sekejap.
Sekarang, dia mendapat makanan layak dalam satu kedipan mata. Siapa yang tidak akan merasa senang?
Ketika memakan daging yang dia ambil, rasa daging itu meleleh membuatnya ingin menangis. Dia belum pernah makan enak selama bertahun-tahun. Sekarang dapat merasakan makanan enak, nafsu makannya kembali dan dia sangat ingin menangis karena terharu.
"Guru besar, mengapa baru sekarang menggunakan sihir untuk membuat makanan? Kenapa tidak dari awal? Kau tahu, aku sangat tersiksa oleh roti kering dan dingin. Aku merasa seperti berada di penjara!" Xie Ran melanjutkan makannya lagi dengan lahap. Dia tidak pernah sesenang ini sebelumnya. Sesuatu yang membuatnya senang hanyalah makanan enak.
"Aku tidak menggunakan sihir." Qu Xuanzi menjawab dengan enteng sambil memperhatikan Xie Ran makan. Gadis itu sangat imut dengan pipi membengkak karena makanan.
"Kau membuatnya? Aku baru tahu." Xie Ran tidak terkejut. Dia telah menemukan banyak pria tampan dengan keterampilan memasak selama ini. Ah, itu sangat idaman!
Qu Xuanzi tidak menjawab lagi. Dia hanya diam memperhatikan Xie Ran dengan tenang. Dia bahkan tidak menyentuh makanan yang dia buat sendiri karena itu khusus untuk Xie Ran.
"Guru besar, kau sangat pandai memasak. Apa dulunya kau adalah juru masak?" Xie Ran menebak profesi Qu Xuanzi. Tapi sayangnya itu salah besar.
"Aku masak untuk diriku sendiri. Kau yang pertama mencobanya." Qu Xuanzi tidak perlu berbohong. Selama ribuan tahun, dia tidak makan di luar selain dalam perjamuan dan hanya makan makanan sendiri. Bahkan gurunya tidak pernah mencicipi makanannya.
"Benarkah? Jangan katakan hanya aku yang tahu hal ini." Xie Ran merasa spesial. Guru besar satu ini terlalu penyendiri sehingga makan pun sendiri. Xie Ran yang selalu makan di kafetaria tidak bisa mengatakan hal lain.
"Bisa dikatakan begitu." Qu Xuanzi tidak tahu pasti. Tapi sejauh ini tidak ada yang melihatnya memasak.
Xie Ran tidak mengatakan apapun lagi. Dia makan dengan lahap merasakan lezatnya makanan yang sudah tidak lagi dia makan sebelumnya. Dia pikir, dia sudah melupakan rasanya makanan enak. Meski dia sering mencuri makanan dari dapur pelayan, makanan di sana sama sekali tidak enak. Paling enak hanya bisa makan roti kering lagi. Itu siksaan yang kejam.
Setelah beberapa saat, Xie Ran melirik Qu Xuanzi yang hanya diam memperhatikannya dengan tenang. Xie Ran melihat makanannya lagi kemudian merasa tidak enak. Bagaimana dia bisa menghabiskan makanannya sendiri! Sangat tidak tahu etika.
"Kau tidak makan?" Xie Ran bertanya.
Qu Xuanzi tidak menjawab, hanya diam membuat Xie Ran bingung. Xie Ran mencari alasan mengapa Qu Xuanzi tidak ikut makan dan melihat kesana-kemari.
Pengetahuan Xie Ran tentang Qu Xuanzi terbatas, itu membuatnya bingung. Jika dia menghabiskan sendiri, dia sangat tidak tahu malu.
Kemudian, menyadari sumpit yang tersedia hanya satu yakni yang dipakai Xie Ran, ia menghela napas kesal. Bisa-bisanya dia hanya memiliki sepasang sumpit miliknya sendiri. Itu karena ia pikir Qu Xuanzi tidak makan karena tidak perlu. Apalagi dia tidak pernah melihat Qu Xuanzi makan.
Setelah berpikir kembali, dia mengambil satu mangkuk kemudian meletakkan beberapa makanan ke dalam dengan sumpitnya dan menyerahkan itu pada Qu Xuanzi.
"Makanlah! Aku merasa tidak enak jika tidak berbagi. Kau yang membuatnya, aku tidak bisa bertindak tidak tahu malu secara berlebihan."
Qu Xuanzi melihat mangkuk yang diberikan pada Xie Ran. Kemudian melihat sumpitnya. Sumpit bekas makan Xie Ran ada di depannya, diserahkan padanya. Dia melirik Xie Ran yang masih tersenyum tanpa menyadari apapun seakan semuanya normal.
Qu Xuanzi tersenyum dalam hatinya dan mengambil sumpit itu kemudian memakan makanannya.
Gerakannya elegan seperti bangsawan, kontras dengan Xie Ran yang seperti pengemis kelaparan. Itu membuat Xie Ran diam-diam merasakan perbedaan menonjol itu dan malu dalam sekejap. Bisa-bisanya dia makan seperti pengemis kelaparan.
Setelah beberapa saat, Qu Xuanzi selesai makan dan membersihkan mulutnya dengan sapu tangan. Dia benar-benar terlihat seperti bangsawan terpelajar! Xie Ran tidak bisa menyamakannya dengan dirinya sendiri.
"Kau tidak menghabiskan?" Qu Xuanzi bertanya.
Xie Ran terlepas dari lamunannya dan melihat makanannya sendiri yang masih tersisa. Seharusnya dia menghabiskan itu sebelumnya. Ditambah, makanan lainnya masih tersisa.
"Ya, aku akan kembali setelah mencuri sumpit dari dapur kediaman." Xie Ran berdiri hendak bersiap.
"Tidak perlu."
"Apa?" Xie Ran sulit berpikir. Apa Qu Xuanzi akan menciptakan sumpit dengan sihir?
"Pakai ini." Qu Xuanzi menyerahkan kembali sumpit yang baru saja dia gunakan.
"Oh?" Xie Ran baru mengerti. Apa Qu Xuanzi tidak ingin dia berlama di luar dan membuat makanannya menjadi dingin? Masuk akal.
Xie Ran menurut dan makan makanannya kembali dengan normal. Dia tidak lagi seperti pengemis kelaparan setelah melihat gaya makan elegan Qu Xuanzi. Dia akan malu jika makan secara liar.
"Nanti aku akan mencuri sumpit dari dapur kediaman dan menambah stok sumpit lebih banyak." Xie Ran tidak melupakan itu agar hal canggung ini tidak terjadi lagi.
"Tidak perlu." Ucapan spontan Qu Xuanzi membuat Xie Ran menatapnya heran. Bukankah pria ini pecinta kebersihan? Jika hal ini terjadi, sumpit yang digunakan sudah terkontaminasi air liurnya.
Setelah dipikirkan kembali, mungkin saja Qu Xuanzi—sang pecinta kebersihan—tidak ingin memiliki banyak sumpit di rumah dan mengotori tempat. Walau terdengar dangkal, tapi ia hanya bisa memikirkan hal itu.
"Baiklah ...." Xie Ran tanpa ragu menerimanya meski sulit diterima.
Gadis kecil itu masih tidak sadar, bahwa dia telah masuk perangkap Guru besar tertentu dan saling menelan air liur.