The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
44. Perburuan Hutan Bintang



Berbeda dengan kelompok Xie Ran yang terlalu santai, Pei Xi dan yang lainnya habis-habisan melawan hewan buas tingkat menengah yang tiba-tiba muncul. Sebelumnya mereka telah mengalahkan beberapa hewan buas tingkat rendah, tidak menyangka akan muncul hewan buas tingkat menengah. Ini merepotkan!


Mereka terus mengeluarkan sihir dan bergerak cepat mengepung beruang pemakan otak yang mengamuk. Mei Liena yang kehabisan tenaga terpental puluhan meter mengenai serangan beruang sampai tubuhnya terbentur pohon.


"Liena!" Zhong Xiaorong segera menangkis serangan beruang yang tiba-tiba di depannya kemudian melesat ke arah Mei Liena. "Kau baik-baik saja? Ada yang terluka?"


"Tak apa, aku punya obat. Kita harus segera menyelesaikannya sekarang." Mei Liena tidak menyerah. Dia tidak ingin menjadi beban dan terus berjuang bersama.


Zhong Xiaorong menggunakan teknik pedangnya dengan indah sehingga mengeluarkan bongkahan es. Udara menjadi dingin disertai tanah yang membeku memberi bunga es yang mencuat.


"Tingkat peri?" Pei Xi terkejut. Gadis kecil ini sebenarnya melatih sihir kristal es tingkat peri? Sangat tidak disangka gadis sekecilnya dapat melatih sihir tingkat tinggi, bahkan sudah menguasai 3 dari 6 tahap. Itu saja sudah sangat bagus. Pantas saja dia selalu meremehkan semua orang dan menyembunyikan kekuatan aslinya dengan sangat baik.


Bukan hanga Pei Xi yang terkejut, tapi Zhou Kui dan Mei Liena pun begitu. Rupanya putri sombong yang selalu tahu cara berbuat percaya diri dan arogan memang pantas dengan kualifikasinya.


Itu pun Zhong Xiaorong termasuk tidak terlalu arogan untuk kategori putri yang jenius. Biasanya seorang putri jenius di kekaisaran akan mengumbar kekuatan yang dimiliki dan menyebutkan bakatnya secara umum sambil merendahkan semua orang. Zhong Xiaorong berbeda, dia bahkan menyembunyikannya dengan baik dan menggunakannya di saat genting.


Sekarang mereka mengerti mengapa Zhong Xiaorong sangat marah ketika pedang kristalnya yang cocok dengan sihir kristal es hancur karena Yan Yao.


Namun, meski itu tingkat peri, kultivasinya masih rendah. Dia tidak bisa melawan Beruang pemakan otak sendiri. Dia masih butuh bantuan.


"Rongrong, Liena, gunakan sihir kombinasi antara racun dan es!" Pei Xi tiba-tiba memberi arahan. Racun dan es bisa menjadi sesuatu yang berbahaya bila digunakan dengan baik dan dapat membunuh Beruang pemakan otak sebesar puluhan meter itu.


"Baik!" Zhong Xiaorong segera menggerakkan tangannya dengan halus. Jejak bunga es muncul di tangannya menyatu di udara membentuk sebuah bunga es yang mekar indah. "Liena!"


Mei Liena menyalurkan sihir racun tingkat ksatrianya. Dia memang hanya memiliki sihir tingkat ksatria, tapi itu tidak akan mempengaruhi daya serang karena racun tetaplah racun. Selama itu dikombinasikan dengan sihir yang lebih tinggi, racun itu akan menjadi semakin korosif.


Racun hijau muncul memenuhi bunga es. Bunga yang awalnya menjadi putih dan sebening kristal berubah warna menjadi hijau daun bercahaya. Zhong Xiaorong segera melepas bunga es beracun di tangannya ke arah Beruang pemakan otak. Jejak es muncul disertai suhu yang semakin turun ditambah aroma wangi yang berasal dari racun.


Pei Xi dan Zhou Kui segera melesat mendekati Beruang pemakan otak dengan pedang mereka masing-masing. Kecepatan mereka sama seperti bunga beracun hingga akhirnya sampai tepat di depan makhluk mengerikan itu.


Pei Xi merubah dirinya menjadi bayangan yang berkelip di berbagai tempat seolah memiliki banyak tubuh. Kecepatannya tidak kalah dengan Bunga beracun dan segera melakukan sesuatu pada Bunga beracun. Dalam sekejap, Bunga beracun memiliki beberapa bagian dan melesat dengan kecepatan tinggi mengelilingi Beruang pemakan otak. Langkah selanjutnya, bunga-bunga itu menjatuhkan kelopak sambil melesat ke arah beruang.


Beruang meraung kesakitan. Kelopak bunga yang terlihat lemah memiliki ketajaman melebihi pisau sehingga menembus kulit tebal beruang. Detik berikutnya, bunga beracun menabrak tubuh beruang pemakan otak menyebabkan tubuhnya memiliki jejak es hijau yang timbul menajam seperti kristal merambat ke seluruh tubuh Beruang.


"Zhou Kui!" Pei Xi memberi instruksi kembali. Zhou Kui segera melesat bersama sabit gandanya. Tubuhnya memutar seperti meteor membelah suhu dingin berkabut dan menciptakan retakan es di tubuh Beruang pemakan otak. Tubuhnya menembus tubuh Beruang pemakan otak sehingga es pecah membuat lubang yang cukup besar di tubuh Beruang.


Zhou Kui kembali pada teman-temannya, melihat tubuh besar beruang ambruk disertai lubang besar di bagian dada. Tidak ada darah, karena racun Mei Liena yang membuat darahnya terkorosi dan kering ditambah es Zhong Xiaorong membekukan jantung sehingga menghentikan aliran darah yang keluar.


"Sudah dapat?" Pei Xi melihat Zhou Kui yang terlihat puas.


"Tentu!" Zhou Kui menunjukkan kristal merah bundar di tangannya seukuran kepalan tangan, inti hewan buas.


Perolehan mereka sangat besar hari ini. Selain kerja sama yang meningkat, mereka telah mendapat inti kristal tingkat menengah. Meski begitu, mereka kehilangan banyak tenaga sehingga tidak bisa bertarung lagi untuk hari ini.


"Kira-kira, bagaimana keadaan mereka bertiga?" Zhou Kui penasaran. Dia tidak khawatir jika ada hewan buas menyerang karena itu tujuan mereka, tapi ia khawatir pada mental Xie Ran yang seorang pecinta ketenangan.


Pei Xi terkekeh. "Pasti sedang bersenang-senang."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Xie Ran berjongkok di tanah dengan raut wajah kusam. Sudah beberapa hari dia tidak bertarung. Selalu dua pria itu yang bertarung membiarkan Xie Ran menjadi bagian penonton di pojokan.


Peningkatan Liu Chang sudah seperti Zhou Kui yang dulu sehingga dia menjadi lebih kuat. Yan Yao lebih kuat lagi sampai dapat membunuh hewan buas tingkat rendah dengan mudah. Xie Ran? Dia sama sekali tidak diberi kesempatan menyelesaikan tangannya yang gatal. Alasannya, mereka tidak membiarkan Xie Ran bertarung karena merasa Xie Ran harus mengumpulkan energi sebagai kartu truf. Mereka curang!


Hari berikutnya, Xie Ran terbaring di atas tandu saking bosannya sambil diseret dua pria itu. Bukan diseret melainkan diangkat seperti mengangkat mayat. Perjalanan ini terlalu aman dan aneh. Mereka seperti sedang berkelana tanpa arah dan tanpa gangguan sepanjang hari.


"Apa tidak ada yang kasihan padaku? Setidaknya berikan aku kesempatan satu pukulan saja." Xie Ran nyaris memohon.


"Tidak." Yan Yao tetap pada pendiriannya. Xie Ran adalah kartu as mereka. Gadis itu tidak boleh terjadi sesuatu dan tidak boleh mengeluarkan sedikitpun kekuatan baik untuk melawan kelinci sekalipun.


Xie Ran sebagai pembunuh seumur hidupnya baru merasakan yang namanya berdiri di belakang menunggu giliran bertarung. Biasanya dia yang selalu di depan, bertarung lebih awal dan menyelesaikannya lebih awal. Tapi sekarang dia benar-benar di belakang karena dua pria menyebalkan ini. Andai mereka bukan temannya, Xie Ran sudah membunuh mereka sejak awal.


Dua minggu telah berlalu dan Xie Ran masih belum bertarung. Gadis itu hanya berkultivasi selagi dua pria itu bertarung dan memberinya makan. Sebenarnya ada baiknya, Xie Ran dapat mengumpulkan energi murni lebih cepat dan ia bisa menerobos tahap 3 lebih cepat.


Setelah terbiasa dengan suasana 'berdiri di belakang' seperti ini, Xie Ran tidak memperhatikan mereka bertarung kecuali jika dia merasa ada hewan yang lebih kuat. Tapi sejauh ini, ia memilih berkultivasi di atas pohon agar tidak terkena efek pertarungan. Paling tidak hanya goyang sedikit sampai jatuh dari pohon.


Di hari berikutnya, mereka menemukan gua yang cukup terpencil. Ukurannya tidak besar maupun kecil, cukup untuk keluar-masuk Long Yun meski sempit-sempitan.


Karena energi murni Xie Ran sudah mencapai tahap ketiga, persepsinya lebih spesifik dan luas sehingga mengetahui hal apa yang ada di dalam. Senyum miring terukir di bibirnya membuat dua pria bergidik.


"Ayo masuk!" Setelah sekian lama akhirnya Xie Ran bersemangat. Dia akan bertarung hari ini.


"Tapi ... apa lebih baik tidak masuk? Gua itu terhubung dengan Hutan Bintang terdalam." Liu Chang ragu.


"Mungkin Xiao Ran menemukan harta karun." Yan Yao tersenyum tanpa ragu mengikuti Xie Ran. Liu Chang ingin menolak, tapi dia hanya bisa pasrah dan mengikuti mereka.


Xie Ran dan dua pria yang mengikuti di kedua sisinya memperhatikan tiap sisi gua. Hanya ada kepolosan ditambah sinar cahaya matahari dari celah gua yang memberi mereka penerangan. Gua ini mengingatkan Xie Ran ketika terjebak di gunung belakang Klan Xie.


Mereka terus berjalan. Kemudian melihat sebuah mata air jernih yang memantulkan sedikit sinar matahari dari lubang atas. Xie Ran memperhatikan dan berjongkok di sisi mata air.


Ia menyentuh mata air tersebut. Energi mata air mengalir ke seluruh meridiannya membuat tubuhnya merasa nyaman. Sensasi hangat di meridiannya terus mengalir memberinya kekuatan. Namun ketika Xie Ran akan menyerap lebih banyak, dia merasakan alarm berbahaya di kepalanya.


Mendadak Xie Ran berdiri, bersisian dengan Yan Yao dan Liu Chang yang bingung. Xie Ran menegaskan, "Mata air ini memiliki penjaga, hati-hati!"


Pada detik berikutnya, barulah mereka menyadari bahaya mendekat. Buru-buru mengeluarkan senjata dan bersiap dengan apa yang akan datang.


"Awas!" Xie Ran memperingati ketika sebuah cairan hijau mencuat dari kegelapan ke arah mereka. Ketiganya segera berpisah ke berbagai arah dengan kecepatan tinggi sehingga cairan hijau itu jatuh ke tanah dan mengeluarkan asap hijau yang mengembun.


"Racun?" Yan Yao mengidentifikasi. Untungnya racun itu tidak menyebar melalui udara sehingga mereka aman selama tidak menyentuh cairan.


Seekor Ular besar meluncur dengan cepat ke arah mereka menyebabkan guncangan pada tanah gua akibat Ular yang meluncur. Ular dengan besar puluhan meter hadir di depan mereka. Warnanya hijau lumut dengan mata merah penuh niat membunuh. Taringnya besar dan tajam, itu terlihat ketika dia mengeluarkan suara khas ular berteriak selain desisan lidah panjang dan tajam.


Ular itu menggulung tubuhnya di dekat mata air. Menatap Xie Ran dengan mata menyipit dan amarah yang melanda.


Xie Ran yang mengerti bahasa Ular tahu apa yang dikatakan Ular. Ular itu telah menuduhnya mencuri esensi mata air spiritual yang ratusan tahun ditunggu untuk diminumnya agar bisa menerobos ke tingkat tinggi. Dia pikir Xie Ran telah mengotorinya, namun ketika melihat kualifikasi Xie Ran yang memiliki energi murni, dia merasa mata air itu dapat digantikan oleh energi murni untuk pertumbuhannya.


Tapi tidak semudah itu. "Kau ingin membunuhku? Bunuhlah kalau kau mampu!"


Yan Yao dan Liu Chang tercengang. Mereka melotot ke arah Xie Ran dan kembali memasang kuda-kuda untuk berjaga. Mereka tentu bermasalah dengan ucapan Xie Ran. Entah apa yang ada di otak gadis itu.


"Xiao Ran, dia adalah Boa Lautan Timur tingkat menengah yang akan menerobos, bukan lawan kita. Lebih baik kita mencari cara untuk lari." Yan Yao bicara melalui transmisi udara. Dia tidak bisa membiarkan Xie Ran dalam bahaya karena ular satu ini.


Namun Xie Ran tidak menyahuti. Boa ini sudah mengetahui energi murni miliknya, harus mati!


"Xiao Ran—"


"Jika kalian takut, pergilah! Bagaimanapun, ular ini tidak akan melepaskanku kemana saja aku pergi. Aku harus membunuhnya." Xie Ran memberitahu mereka berdua melalui transmisi suara.


Mereka berdua tentu tercengang. Apa Xie Ran telah melakukan kesalahan yang tidak mereka ketahui?


"Aku menyentuh mata air yang dia jaga." Xie Ran menjawab pertanyaan mereka sebelum mereka bertanya. Sangat jelas jika mereka akan menanyakan hal itu.


Lagi-lagi mereka terkejut sampai lemas. Xie Ran telah memancing Ular ini datang yang sama sekali bukan lawan mereka. Boa adalah Raja para ular sekaligus musuh alami Phyton dalam hal kekuasaan. Kekuatannya sama dengan Phyton sehingga sangat mengerikan.


Boa itu mendesis merasa kesal karena tiga manusia itu berdiskusi tanpa memikirkannya. Dia segera meluncur ke arah Xie Ran dengan cepat seperti Ular kelaparan dan membuka mulutnya lebar-lebar.


Ketika akan mencapai gadis itu, sebuah kipas muncul memukulnya seperti boomerang dan kembali ke tangan Yan Yao. Meski tidak menyakitinya, Boa tentu marah karena diikut campuri. Dia melengking dengan amat keras dan mengepakkan ekornya menyebabkan gempa pada gua.


Batu-batu runtuh di sekitar gua sehingga mereka harus menghindari reruntuhan. Boa mengambil kesempatan menyerang. Tubuhnya terus bergerak di sekitar gua menyambar dua pria yang sedang sibuk. Yan Yao dan Liu Chang terpental diantara bebatuan akan sambaran Boa yang keras.


Xie Ran masih memperhatikan tanpa ekspresi. Boa ini lumayan keras kepala dan berani menyakiti temannya. Dia akan membalas.


Ketika Boa akan menjadikan Xie Ran makan siang, Xie Ran menghilang begitu Boa mengatupkan mulutnya berpikir gadis itu telah dimakannya. Namun rupanya belum. Dia mengambil arah lain di mana Xie Ran berada dan mengibaskan ekornya sehingga Xie Ran sulit berteleportasi.


Arenanya telah memasuki segala area berbahaya sehingga teleportasi tidak bisa digunakan. Boa itu telah menekan Xie Ran untuk tidak menggunakan teleportasi sehingga Xie Ran harus menerima ekor besar Boa sampai terpojok.


Punggung Xie Ran membentur dinding cukup keras sedangkan tangannya berusaha menahan. Namun tidak cukup kuat karena Boa itu memiliki kekuatan yang lebih besar darinya sehingga kedua tangan Xie Ran lemas, ekor itu menekannya sampai bebatuan di belakang Xie Ran hancur.


Tubuh Xie Ran dilindungi energi murni sehingga tidak terluka secara internal dengan mudah. Dia berguling di tanah, tepatnya di lorong lain di balik pecahan dinding gua kemudian berdiri sambil mempersiapkan sihir di tangannya.


Boa terus mengejarnya dengan berbagai serangan yang diluncurkan sedangkan Xie Ran menghindar sepanjang gua dengan langkah bayangan dan teleportasi.


Tubuhnya berkelip di berbagai tempat dengan kecepatan tinggi. Lagi-lagi cairan hijau meluncur ke arahnya. Xie Ran segera menghilang dan mendarat di kepala Boa lalu menembus salah satu matanya menggunakan belati.


Boa melengking sangat keras dan membuang Xie Ran hingga gadis itu terlempar bebas ke tanah sampai retak. Rasanya sangat sakit seperti jatuh dari gedung belasan lantai.


Bukanya melemah, Boa semakin marah tak terkendali dan menyerang Xie Ran secara berutal. Xie Ran berguling menghindari racun yang disemburkan dan gigitan Boa. Ketika Boa itu menggunakan ekor panjangnya hendak melilit Xie Ran, gadis itu segera melompat jauh dan menggunakan barrier sihirnya menahan ekor Boa.


Namun, lagi-lagi Boa terlalu kuat sehingga barrier hancur. Dalam hitungan detik, tubuh Xie Ran terlilit tali berdaging tebal itu. Sangat erat hingga Xie Ran merasa tubuhnya remuk dan mati rasa.


Boa mendesis melihat Xie Ran yang di pengelihatannya dikelilingi energi murni. Baginya itu sangat enak dan bergizi, dia dapat tumbuh dengan cepat dan dapat melampaui Phyton tujuh warna.


Ketika dia akan memakan gadis kecil itu, sebuah pedang memantul kepalanya menyebabkan pusing. Dia menoleh ke belakang dan melengking keras membuat dua manusia yang ternyata masih hidup itu menutup telinga.


Boa menjauhkan Xie Ran dengan posesif jauh dari dua pria itu dan meluncurkan serangan racun pada keduanya. Yan Yao menahan dengan sihirnya sedangkan Liu Chang menghindar dengan cepat dan mendekat. Mereka tidak bisa membiarkan adik mereka disakiti di depan mata mereka!


Begitu Liu Chang mendekat, Boa langsung menyambarnya dengan kepala kemudian menyemburkan racun ke arah Liu Chang. Yan Yao segera memberi barrier di depan Liu Chang agar tidak terkena racun kemudian membuat serangan tajam ke arah Boa. Beberapa sihirnya yang terlihat seperti duri besar meluncur seperti hujan menembus kulit Boa.


Lilitan di tubuh Xie Ran renggang, namun ketika Xie Ran akan bergerak menyerang, Boa melilitnya lebih keras lagi hingga Xie Ran benar-benar lumpuh. Dia hanya bisa menonton sekarang.


Melihat temannya bertarung melawan Boa sekuat tenaga, Xie Ran merasa kasihan. Mereka tidak memiliki kesempatan menang untuk saat ini. Boa ini lebih kuat dari dugaannya. Meski sebagian matanya buta, bukan itu kelemahannya.


"Xiao Caihong, apa kau di sana?" Xie Ran berusaha menghubungi Xiao Caihong di lengannya yang terjerat. Semoga saja anak ular itu tidak sesak.


"Ssssss! (Ibu!)" Xiao Caihong muncul tiba-tiba di udara menatap Xie Ran dengan mata bundarnya. Dia terlihat polos dan tidak tahu apa pun.


"Kau bisa mengalihkan perhatian Boa Lautan Timur?"


Phyton Tujuh Warna mengangguk antusias terlihat senang sampai memutar di udara. Akhirnya dia memiliki pekerjaan setelah lama diabaikan orang tuanya.


"Tunggu arahanku!"


Brakkk


Yan Yao dan Liu Chang sama-sama terpental setelah menghadapi sihir Boa hingga terkena reruntuhan dan terjebak. Luka sudah tercetak di tubuh mereka, namun mereka masih terus berusaha. Setidaknya, mereka akan berhenti jika Xie Ran terlepas dari lilitan.


Melihat Boa kembali terarah pada Xie Ran, mereka semakin kacau.


"Xiao Ran!"