The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
171. Ruang Dimensi



"Datang sendiri ke Keluarga Shi dan lakukan apa yang selama ini aku ajari, aku menangani masalahku di bagian kediaman lain. Meski Keluarga Shi kaya, rumah mereka tidak terlalu besar karena keterbatasan tanah. Keberadaanku akan diketahui oleh pelayan, jadi sebisa mungkin mengalihkan semua perhatian mereka."


Shi Yang mengingat beberapa kalimat itu sambil berjalan ke arah Kediaman Utama Keluarga Shi. Sampai di depan gerbang bertuliskan 'Keluarga Shi' di atas pintu, ia menghembuskan napas untuk menenangkan diri.


Terakhir ia berada di tempat ini ketika ibunya meninggal, kini ia menginjakkan kaki ke neraka. Bukan untuk menjadi penghuninya, tapi pengurusnya.


Dua penjaga di depan kediaman cepat-cepat mengalangi dan menggunakan suara garang. "Nona Shi Yang dilarang masuk oleh Kepala Keluarga, lebih baik kembali ke kediaman untuk memperbaiki diri. Ini adalah perintah Kepala Keluarga!"


Shi Yang tidak menyahut. Ia mengangkat tangannya dengan gerakan halus, menyebabkan sinar tipis terpancar keluar dan memasuki otak saraf mereka tanpa disadari sampai pingsan. Sepertinya efektif untuk sekadar penjaga gerbang. Bagaimanapun, penjaga gerbang itu memiliki kultivasi yang lebih rendah darinya.


Shi Yang masuk begitu saja dengan pandangannya yang kosong dan tanpa ekspresi. Xie Ruo memperhatikan dari balik pohon besar bersama Qu Xuanzi yang tidak ada kerjaan mengikuti.


"Bukankah muridku terlalu baik hati?" Jika itu Xie Ruo, sudah pasti ia akan membunuh penjaga kurang ajar itu.


"Mentalnya masih harus dilatih. Meski kau yang melatihnya, dia tetap bukan kamu." Sepertinya Qu Xuanzi memiliki dendam terselubung pada gadis tertentu yang mencuri perhatian Ruoruo-nya.


Setelah mendengar teriakan Shi Muyue yang menggila karena tingkah Shi Yang, Xie Ruo dan Qu Xuanzi menghilang, memasuki Keluarga Shi secara diam-diam di belakang kekacauan. Tujuannya kali ini adalah *racun tulang kering.


...----------------...


(Buat yang lupa)


* Racun yang membunuh rakyat Kabupaten Xia, ibu Rongrong, dan ibu Shi Yang.


Jarang kusebutkan karena lupa nama racunnya. Kalau nggak salah, ini kali kedua aku sebut, mangkanya sering lupa :v


...----------------...


"Shi Yang! Kau sudah mulai kurang ajar! Siapa yang mengajarkanmu berperilaku seperti ini!" Shi Muyue meraung marah melihat Shi Yang meruntuhkan para petarungnya. Meski petarungnya masih berada di ranah lanjutan, tetap saja ia yang melatih mereka secara khusus. Itu mengartikan bahwa Shi Yang berani melawannya secara terbuka!


"Untuk itu, kau pikirkan saja sendiri. Bagiku, kau sudah bukan seorang ayah, melainkan orang lain yang dengan bodohnya percaya dengan pembunuh ibuku."


"Omong kosong! Kamu masih berani tidak tahu diri. Sebenarnya siapa yang membunuh Lan Xuanyi kalau bukan kau yang pembawa sial itu! Seharusnya kau mati saja sejak awal!" Shi Muyue sangat marah sampai jantungnya berdenyut.


"Tuanku, tidak perlu perhitungan dengan Shi Yang. Bagaimanapun, Shi Yang masih anak-anak, tidak mengerti mana yang benar dan salah. Tuan jangan memperburuk kesehatan dengan melayaninya." Lu Xijue langsung 'menenangkan' Shi Muyue yang sepertinya penyakitnya akan kambuh.


"Shi Yang, daripada kondisi terus memburuk, cepat berlutut dan minta maaf pada Ayah!" Shi Wei menekankan kalimatnya pada Shi Yang, mencoba menakuti gadis itu seperti hari biasa. Namun, tidak ada reaksi terhadap Shi Yang.


"Shi Wei, kau tidak perlu ikut campur. Biarkan anak itu ingin melakukan apa, aku akan meladeninya. Aku salah tidak mengajarinya dengan 'baik' di masa lalu dan memilih membiarkannya!"


Shi Muyue berjalan menghampiri Shi Yang dengan amarah membara bersama cambuk di tangannya yang sudah ia siapkan.


"Shi Yang, jika kamu masih tidak tahu diri, terpaksa aku yang langsung mengajarimu!" Shi Muyue mengangkat cambuk dan mendaratkannya.


Suara cambukan terdengar keras dan nyaring seolah akan membelah apa pun yang dikenainya. Tapi siapa sangka, yang ia cambuk hanyalah tanah kosong.


"Permainan anak-anak." Shi Yang tiba-tiba sudah muncul di depan Lu Xijue. Ia berbalik dengan senyuman tipis yang terukir, seolah sedang mengejek pria yang telah memerah karena marah.


"Dasar anak durhaka!" Shi Muyue mengangkat cambuknya lagi lebih keras dari sebelumnya. Berpikir ia akan memberi cambukan luar biasa pada Shi Yang untuk mengajarinya cara menjadi manusia.


Tapi, hal tidak disangka terjadi. Kecepatan Shi Yang tak tampak di mata mereka sehingga cambuk yang diayunkan mendarat di tubuh Lu Xijue hingga wanita itu tersungkur begitu miris.


"Xijue?" Shi Muyue sangat terkejut. Ia melepas cambuk di tangan, menghampiri istrinya yang berteriak kesakitan.


Para pelayan langsung berkerumun, membantu Lu Xijue yang kesakitan untuk diobati. Bahunya terkena cambukan sampai berdarah, tulangnya nyaris saja patah.


Serangkaian keributan itu terjadi, sedangkan Shi Yang hanya mendengarkan dalam diam alunan tangisan dan kemarahan, serta bisikan orang-orang terhadapnya yang penuh dengan ceemoh dan ketakutan. Jadi seperti ini rasanya melewati hari dikelilingi emosi takut dan amarah.


Tidak buruk.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Xie Ruo dan Qu Xuanzi berkeliling di dalam kediaman dengan bebas. Karena semua pelayan sudah diarahkan ke halaman untuk melihat pertunjukan, mereka berdua tidak perlu membungkam pelayan yang melihat dengan susah payah.


Sebenarnya, mereka bisa saja masuk tanpa diketahui meski tidak ada keributan. Tapi, tidak seru kalau tidak ada keributan. Ini juga kesempatan terbaik untuk Shi Yang membalas perbuatan keluarga gilanya.


Mereka masuk ke dalam kamar Lu Xijue. Menurut informasi, Lu Xijue seharusnya menyembunyikan banyak hal di lengan pakaiannya. Termasuk sosok wanita misterius yang datang, lalu menghilang begitu saja sebelum bencana terjadi.


Xie Ruo mengaktifkan sistem Sarah untuk mendeteksi hal mencurigakan di seluruh ruangan. Itu dilakukan agar tidak terlalu membuang banyak waktu dan tenaga.


Ketika mengedarkan pandangan di mana seluruh pandangannya menjadi tembus benda mati untuk melihat ruangan lain yang tersembunyi serta benda sensitif terhadap sensor.


Tepat di bagian lemari, ada sebuah sinar aneh yang melapisi bagian dalam lemari yang terasa mencolok. Seperti sebuah ruangan rahasia dalam lemari yang penuh dengan pakaian, namun ditutupi oleh sihir sehingga tidak terdeteksi.


Xie Ruo menghampiri, kemudian membuka lemari untuk melihat bagian dalam lemari yang buntu. Xie Ruo tidak bisa ceroboh menghancurkannya. Ia kembali memindai, mencari hubungan sinar itu dengan jaring-jaring sihir seperti benang merambat di permukaan lemari kayu ke arah tuas.


Xie Ruo memutar tuas lemari ke arah berlawanan, kemudian sedikit menggunakan sihirnya untuk mengaktifkan sihir mekanik yang menutupi ruang rahasia.


Tepat setelah tuas terputar dengan sinar perak yang merambat ke dalam lemari, sinar perak milik Xie Ruo bersinar di seluruh lemari. Bagian belakang lemari terbelah seperti pintu terbuka, tangga-tangga tersusun ke arah bawah tanah yang dipenuhi kegelapan. Pada saat yang sama, aroma tidak menyenangkan tercium jelas.


Qu Xuanzi melihat ruang rahasia itu dengan tenang tanpa rasa terkejut. Itu adalah hal biasa baginya, namun Xie Ruo tampak bingung sesaat.


Lemari itu bahkan tidak dipojokkan ke dinding yang dapat memberi celah ruang bawah tanah, tapi ... lemari itu seolah memiliki dimensi lain yang lebih besar dari ruangan ini. Jelas Xie Ruo agak bingung karena ini adalah hal pertama untuknya. Jika hanya portal antar-dimensi, ia tidak akan terkejut. Tapi masalahnya yang satu ini dalam bentuk tangga bawah tanah.


Qu Xuanzi langsung menjelaskan agar Xie Ruo tidak terus tenggelam dalam pikiran. "Itu adalah ruang dimensi, sama seperti dimensi di Gunung Wu. Hanya saja, yang satu ini memiliki tingkatan terendah dan hanya bisa sebesar sebuah ruangan, tidak bisa dibuat untuk tempat tinggal. Biasanya, para dewa menggunakannya sebagai brankas."


"Kalau begitu, bukankah teknik seperti ini hanya ada di Dunia Atas?"


Qu Xuanzi mengangguk. "Semua dewa bisa membuatnya, karena dimensi manual seperti itu ada pada tingkatan terendah. Bukan hanya dewa, peri di Dunia Atas juga bisa membuatnya. Hanya saja, ruang dimensi ini sudah terlalu lama tidak digunakan para dewa karena terlalu kuno dan sempit. Dimensi ini juga satu-satunya dimensi yang bisa dibuat oleh ras peri, jadi para dewa sepenuhnya menyerahkan teknik dimensi manual ini untuk ras peri."


Xie Ruo mengangguk paham. Seperti terpikir akan sesuatu, senyumnya mengembang menatap Qu Xuanzi. "Apa kau memikirkan hal yang sama?"


Senyum cerah Xie Ruo berubah menjadi senyum miring. Ia semakin tidak sabar membuat masalah pada orang yang pernah merepotkannya.


Memasuki ruang dimensi, Xie Ruo menggunakan pencahayaan dari tangannya untuk menerangi pandangan. Ada beberapa obor yang tergantung di dinding. Dengan segera ia mengarahkan api dingin ke beberapa obor yang tersedia, sehingga ruangan menjadi terang menunjukkan apa yang ada di balik kegelapan.


Hanya ada ruang kosong tanpa benda satu pun. Orang itu memang sangat waspada jika ada yang berhasil menyusup, tapi tidak ada yang bisa lolos dari pengamatan Xue Ruo.


Di lantai penuh debu, ada beberapa simbol yang tersusun memanjang dengan celah satu meter. Simbol itu berbentuk lingkaran, dengan ukiran rumit yang menarik perhatian Xie Ruo.


Xie Ruo pikir ada sesuatu pada simbol itu. Semua simbol memiliki bentuk sama dan tersusun sangat rapi. Simbol itu ada di berbagai tempat dengan jumlah yang banyak.


Ia pernah membaca sebuah buku di Menara Suci mengenai tabung tanah. Ia mengenali simbol itu yang merupakan salah satu dari jenis tabung tanah yang digunakan untuk menyimpan barang rahasia. Bukan hanya barang, makhluk hidup juga bisa disimpannya.


Karena Xie Ruo telah mempelajari banyak segel dan teknik langka dari Menara Suci, ia tidak perlu banyak berpikir untuk memunculkan wujud tabung tanah. Ia berdiri di luar simbol, kemudian mengaktifkan tabung tanah menggunakan energi murni untuk memecah segel tanah yang mengubur tabung tersebut.


Selama beberapa waktu, simbol-simbol itu berubah. Cahaya perak mengalir di seluruh simbol hingga saling menonjol membentuk pegangan sebesar kepalan tangan.


Xie Ruo tidak membuang banyak waktu. Ia menarik tabung tanah ke atas, dan membiarkannya bangkit sendiri seperti mesin yang di dorong ke atas untuk menunjukkan isi dari tabung transparan itu.


Cairan merah muncul dari dalam tabung transparan setinggi langit-langit dengan diameter ramping. Cairan merah itu tampak seperti bagian dari tabung dan sangat menyatu karena kekentalannya.


"Racun tulang kering," gumam Xie Ruo. Jadi seperti ini mereka menyimpannya. Jika yang datang bukan dia dan Qu Xuanzi, tidak akan ada yang dapat menemukan apa pun selain ruang kosong misterius.


Xie Ruo mengaktifkan tabung lain satu per satu. Total 10 tabung berdiri kokoh dengan cairan merah kental yang tampak mengerikan. Semua itu terhubung dengan selang yang tertanam di tanah.


Melihat selang-selang itu, pandangan Xie Ruo meredup. "Sepertinya mereka sudah sangat tidak sabar."


"Semua rakyat Kota Canghai sudah terinfeksi, hanya menunggu beberapa bulan untuk hal terburuk." Qu Xuanzi sudah memperhatikan selang itu sejak Xie Ruo sibuk membuka semua tabung.


Selang-selang itu terhubung ke dunia luar, membuat racun tulang kering berubah menjadi gas dan terhirup seluruh penduduk. Shi Yang juga salah satunya.


"Lu Xijue bodoh, tidak tahu apa akibat dari perbuatannya sendiri." Xie Ruo geram. Jika hal terburuk yang dikatakan Qu Xuanzi terjadi, maka kejadian Kabupaten Xia akan terulang.


Berapa banyak korban berjatuhan, tidak lagi bisa dihitung dengan normal. Ini akan menjadi wabah yang sulit dihindari.


Teringat sesuatu, Xie Ruo menatap Qu Xuanzi. "Bukankah berarti aku juga terinfeksi?" Memikirkan hal tersebut, bahkan ia tidak perlu menunggu 30 tahun untuk kematian.


Qu Xuanzi mengusap kepala Xie Ruo dengan lembut, meyakinkannya bahwa tidak ada masalah. "Jiwa dan tubuhmu sudah terlindungi, tidak akan ada masalah."


"Yang Mulia benar, kekuatan roh guntur dapat menangkal racun apa pun, jadi Nona tidak perlu khawatir." Roh Guntur di dalam kesadaran membusungkan dada merasa bangga. Itu membuat Long Long mencibirnya diam-diam.


"Baguslah, aku pikir, aku akan mati tanpa harus menunggu usia 30." Xie Ruo menghela napas lega.


"Tidak boleh bicara tentang kematian, tidak akan ada yang mati." Qu Xuanzi bicara dengan nada tidak suka.


"Tidak lagi." Xie Ruo mengalah. Semakin hari guru besar tertentu semakin sensitif. Apa hanya perasannya saja? Lebih baik kesampingkan topik tidak penting ini. "Kalau begitu, aku harus menghancurkan ini semua agar tidak terjadi hal tidak terduga."


Qu Xuanzi mundur beberapa langkah membiarkan Xie Ruo bertindak sendiri, ia tidak akan ikut campur. Meski ia ingin Xie Ruo menggunakan tangannya untuk menyelesaikan masalah dan bergantung padanya, ia tahu Xie Ruo terlalu mandiri dan tidak suka hal itu.


Xie Ruo sepenuhnya paham akan prinsip tabung tanah. Jika ia mengacaukan salah satu tabung dan menghambat jalur udara yang membuat racun menyebar melalui selang, semua tabung akan hancur. Itu adalah kelemahan tabung tanah yang pastinya sangat merugikan seseorang. Itu sebabnya jarang yang menggunakannya.


Karena isi dari tabung adalah racun, Xie Ruo harus ekstra berhati-hati. Ia dan Qu Xuanzi berdiri di bawah tangga untuk mempersiapkan pelarian ketika dimensi hancur.


Mengendalikan api dingin di tiap obor, api dingin itu mulai merambat membakar selang dan menutup celah ke dunia luar dengan merubah api menjadi es. Dalam sekejap, selang yang semula terbakar, kini membeku dan merambat ke salah satu tabung.


Ini akan menjadi proses yang sulit.


Ketika proses tengah berjalan, Qu Xuanzi merasakan pergerakan seseorang. Tapi ia tidak bisa mengganggu Xie Ruo atau akibatnya akan fatal.


Beberapa saat kemudian, ia melihat ke belakang, bertepatan dengan seorang wanita cantik yang tertegun di atas tangga melihat kehadiran dua orang asing di kamarnya. Qu Xuanzi menyipitkan mata, kemudian memblokir pita suara wanita itu ketika akan berteriak keras.


Wanita yang tidak lain adalah Lu Xijue meronta dan menjatuhkan vas di sebelahnya. Suara vas yang jatuh menyebabkan banyak orang berdatangan untuk melihat.


Beberapa pelayan datang, menjerit melihat Lu Xijue kehilangan suara sambil merangkak di lantai dengan tubuh gemetar.


Sudah terlambat, lagi pula Qu Xuanzi juga tidak peduli apa mereka menemukannya atau tidak. Jadi, dia membiarkan para pelayan itu berlarian memanggil Shi Muyue yang sedang berurusan dengan Shi Yang di halaman.


"Kepala Keluarga, terjadi sesuatu pada Nyonya besar!"


"Apa yang terjadi?" Shi Muyue buru-buru menghampiri pelayan itu dengan perasaan panik. Pasti terjadi sesuatu.


Pelayan itu bicara tergagap menjelaskan apa yang ia lihat. Shi Yang mendengarnya, kemudian menjadi gelisah. Sepertinya gurunya ketahuan. Tapi dengan kekuatan mereka berdua, seharusnya tidak masalah, 'kan?


Shi Muyue langsung mengutus orang-orang untuk datang ke kamar Lu Xijue. Shi Yang juga ikut, tapi tiba-tiba ia mendengar suara peringatan entah dari mana.


"Diam di sana!"


Shi Yang diam di tempat, meski merasa penasaran. Suara itu adalah suara gurunya, pasti gurunya telah merencanakan sesuatu.


Sedangkan Shi Muyue yang membawa para pelayan dan petarung bersamanya, pergi ke kamar Lu Xijue dengan amarah bergebu-gebu. Ia mendobrak pintu dan terkejut melihat Lu Xijue melata di lantai tanpa bisa mengeluarkan suara.


"Xijue, apa yang terjadi?" Shi Muyue menghampiri dengan terburu-buru sekaligus waspada. Tapi tiba-tiba, suasana panas dingin mencengkamnya hingga membekukan seluruh kediaman.


Baru saja ia menoleh ke arah lemari di mana suhu panas dingin berpusat, matanya terbelalak begitu melihat gumpalan cairan merah menyeruak keluar dan meledak disertai cahaya perak yang menembus seluruh bagian kediaman.


Ledakan terjadi, melemparkan semua orang di kediaman beraamaan dengan puing-puing reruntuhan. Cairan merah menjadi sangat panas dan liar, berceceran menyebabkan korosi mengerikan dan menghancurkan seluruh bagian dari kediaman seperti lava.


Suara teriakan pria maupun wanita terdengar memilukan. Cahaya emas mengelilingi kediaman, memblokir jalan keluar sehingga menyebabkan cairan merah tersebut menguap di seluruh kediaman Keluarga Shi. Melahap sampai habis, menerjang sampai hancur. Segala sesuatu kehidupan, menghilang tanpa sisa.