
"Kamu!"
"Wanita jahat!" Xiao Caihong meraung dengan suara kekanakannya yang khas. Ia cemberut dengan matanya yang memerah habis menangis. Ia tidak suka melihat wanita jahat ini.
"Nak, kamu jangan salah paham. Kakak Ningzhi bukan orang jahat. Tidak baik bicara hal buruk seperti itu." Pria yang sejak tadi membela Li Ningzhi 'menasihati'.
"Omong-omong, aku tidak pernah mendengar ada anggota sekte yang memiliki anak, menikah saja tidak." Salah satu pria langsung teringat poin itu. Selama mereka berlatih, tidak pernah mendengar suara anak kecil sama sekali.
Semua anggota baru direkrut tanpa latar belakang. Anggota sekte juga hampir tidak pernah berpikir untuk memiliki pasangan karena pekerjaan. Baik pria maupun wanita, tidak ada yang pernah memiliki pasangan. Bahkan pelayan sekalipun.
"Benar, anak siapa dia?"
"Aku juga tidak pernah mendengar Ketua Sekte membawa anak kecil ke kediaman."
"Apa ada anggota sekte yang mengangkatnya?"
"Benar, itu mungkin saja jika dibawanya hari ini."
"Nak, apa kamu tahu siapa yang membawamu?" Salah satu pria bertanya dengan rasa penasaran.
Xiao Caihong hanya memandangnya sebentar, kemudian melihat ke arah lain ketika menyadari seseorang yang mendekat. Seseorang di belakang mereka semua persis membuat Xiao Caihong tersenyum setelah sekian lama dan langsung berlari ke arahnya.
"Ibu~"
Li Ningzhi yang menyadari identitas Xiao Caihong langsung menegang. Dia memanggil seseorang 'ibu', apa Xie Ran ada di sini?
Mereka semua berbalik melihat ke arah Xiao Caihong pergi. Pandangan mereka berhenti tepat pada seorang wanita cantik ... atau ia lebih cocok disebut sebagai gadis karena perawakan yang tampak sangat muda. Bahkan ia tampak lebih muda dan cantik dibandingkan Li Ningzhi.
Dengan keberadaannya, kecantikan Li Ningzhi hanya bisa dikatakan sebagai lelucon. Tidak ada yang bisa menandinginya. Dalam sekejap, para pria itu meneguk saliva. Siapa wanita itu sebenarnya?
Li Ningzhi lebih terkejut. Rautnya menjadi rumit. Wanita itu bukan Xie Ran tapi wanita yang bersama Pei Xi dan Zhou Kui barusan, juga wanita yang ia kutuk.
Bagaimana Xiao Caihong bisa memanggilnya 'ibu'? Apa ia salah mengenali? Tapi, wajah Xiao Caihong persis Tuan Qu. Apa jangan-jangan Tuan Qu memiliki anak lain, dan ia salah mengenali?
Jika dilihat, wanita itu memang lebih cantik dan anggun dibandingkan Xie Ran yang arogan. Tapi bagaimana bisa menyaingi kecantikan dan pesonanya? Bahkan Tuan Qu terpikat padanya dan meninggalkan Xie Ran.
Jika dilihat, seharusnya Xiao Caihong juga sudah berumur belasan tahun, berbeda dari anak satu ini. Li Ningzhi tidak percaya, Tuan Qu tidak akan meliriknya hanya karena wanita rendahan itu.
Berbeda dari pemikiran Li Ningzhi, para pria itu tampak sangat terkejut akan kehadiran wanita cantik yang tidak diektahui. Anggota sekte utama mengetahui siapa itu, tapi tidak dengan anggota sekte yang baru direkrut seperti mereka.
"Apa kau anggota baru yang baru direkrut?" Pada akhirnya, mereka hanya bisa memikirkan hal tersebut.
Wanita yang tidak lain adalah Xie Ruo menarik alisnya. "Kenapa?"
"Anakmu sedikit membuat masalah, memfitnah Kakak Ningzhi menindasnya."
"Menindas?" Xie Ruo melirik Xiao Caihong.
Xiao Caihong buru-buru bicara dengan nada menyedihkan. "Ibu, mereka menindasku. Wanita jahat itu menuduhku, lalu meminta bantuan mereka untuk menekanku. Aku tidak terima, huaaa~"
"Ini ...." Para pria itu mulai bingung.
Karena mulut Xiao Caihong yang tidak bisa diatur, Li Ningzhi terpaksa maju. "Nyonya, aku yang salah, tidak ada hubungannya dengan mereka. Ningzhi tidak melihatnya berlari sehingga menabraknya. Lagipula, ini adalah masalah kecil, Nyonya sangat baik, tidak akan perhitungan."
Li Ningzhi percaya, wanita itu tidak akan mempersulitnya karena mereka tidak saling mengenal. Kecuali Xie Ran, tidak ada yang berani mempersulitnya. Hanya seorang bocah, wanita itu tidak akan berani membuat masalah hanya demi anak kecil.
Xie Ruo diam-diam tersenyum kecil di wajah tenangnya. "Aku tidak suka berurusan dengan orang-orang kecil, tentu tidak akan mempersulitmu."
Orang kecil katanya? Li Ningzhi geram, tapi hanya bisa menampilkan senyum. Andai saja ada Tuan Qu di sini, ia akan mencoba meminta bantuan padanya dan membuat kesannya terhadap wanita tidak dikenal itu buruk. Bahkan Xie Ran yang kasar ditinggalkan, ia tidak percaya wanita sombong itu tidak ditinggalkan juga.
"Ibu ... makanan~" Xiao Caihong menunjuk-nunjuk makanan yang tumpah di lantai dengan sedih.
Xie Ruo melirik Li Ningzhi, kemudian tersenyum. "Tak apa bila aku memanggilmu Ningzhi?"
"Tidak apa, Ningzhi justru akan senang." Li Ningzhi masih mempertahankan wajahnya.
"Karena anakku menumpahkan makanannya, sedangkan aku sedang sibuk, aku serahkan dia padamu."
"Apa?" Li Ningzhi nyaris kelepasan. Pada akhirnya, ia akan dijadikan pengurus anak kecil lagi? Tiba-tiba ia merasakan perasaan dejavu. "B-baik, Ningzhi akan menjaganya dengan baik."
"Cai Hong cukup aktif, mungkin bisa menghilang. Sudah merepotkan Ningzhi untuk menjaganya sementara."
Li Ningzhi semakin tertekan. Namanya ... kenapa namanya harus sama seperti anak Xie Ran? Juga, kenapa ucapannya terdengar seperti sindiran? Ia tidak salah menilai, 'kan?
"Baik." Li Ningzhi tidak memiliki pilihan lain. Jika ia mengikuti wanita itu, ia akan bertemu Tuan Qu, 'kan? Memikirkannya saja membuatnya senang. Tak apa, ia akan bertahan sebentar lagi.
Xie Ruo melirik Xiao Caihong dengan senyuman. "Kamu, jadilah anak 'baik'. Aku akan memberimu hadiah."
Xiao Caihong cemberut, kemudian mengangguk patuh. Xie Ruo berbalik pergi untuk melanjutkan urusannya yang belum selesai. Melihat Xiao Caihong, ia jadi merindukan Qu Xuanzi. Sedang apa dia?
Omong-omong, Xie Ruo sengaja meminta Xiao Caihong mengubah wajahnya menjadi mirip Qu Xuanzi selama 10 tahun ini. Itu dilakukan agar dapat mengobati rasa rindu, juga untuk memotivasi diri untuk keluar Menara Suci lebih cepat. Andai di sini ada foto. Untungnya, Xiao Caihong masih kecil dan belum menentukan jenis kelamin sehingga wajahnya bisa berubah-ubah.
Selagi Xie Ruo pergi, para pria itu penasaran dan buru-buru mencaritahu siapa dia sebenarnya. Namun, tidak ada yang tahu. Hingga akhirnya mereka mendapat informasi bahwa wanita itu dibawa oleh Ketua Sekte mereka juga memiliki hubungan baik dengan Ketua Asosiasi.
Ketua Sekte yang membawa wanita cantik untuk pertama kali, ditambah seorang anak kecil yang umurnya kurang dari 5 tahun. Itu saja sudah cukup membuat mereka menduga bahwa wanita itu adalah istri Ketua Sekte mereka! Memikirkan mereka telah menyinggung anak itu, membuat mereka tiba-tiba merasa ngeri.
Kabar itu merebak sampai beberapa hari kedepan. Sayangnya, kabar itu tidak sampai ke telinga Xie Ruo yang sibuk di Asosiasi Tangan Besi mengurus semua senjatanya.
Selain dari Asosiasi Tangan Besi, ia juga pergi ke ruangan Pei Xi untuk mendiskusikan masalah Zhong Xiaorong, berharap ada informasi lain yang lebih berguna. Sayangnya, hasilnya tetap nihil.
Di sisi lain, Li Ningzhi yang dipaksa 'mengurus' Xiao Caihong harus mengalami depresi. Xiao Caihong terus menyulitkannya dan memberinya 'hadiah' tidak terduga yang menbuat Li Ningzhi naik pitam. Sayangnya, Li Ningzhi harus bertahan.
Ia mengutuk semua orang di sekte yang menyebarkan rumor bahwa wanita itu adalah istri Ketua Sekte. Sudah jelas wajah anaknya sangat mirip dengan Tuan Qu. Semua rumor itu membuat Li Ningzhi kesal setengah mati, kadang ia juga akan merasa dibohongi jika ternyata semua rumor itu benar.
Intinya, ia menderita karena seorang anak kecil. Ia ingin mengadu, namun Xiao Caihong mengancamnya yang tidak-tidak. Ia juga semakin kesal ketika Xiao Caihong menebak pikirannya mengenai Tuan Qu dan menggunakan hal itu sebagai tameng.
Di ruangan yang disediakan Pei Xi khusus untuk Xie Ruo menghabiskan waktu berkultivasi, Xie Ruo tengah mengendalikan roh guntur di tubuhnya yang terus mencoba keluar. Meski ia sudah menyerap dengan sempurna tanpa hambatan, roh guntur tetap sulit ditaklukan. Itu lebih sulit daripada menyerap unsur api.
Sudah beberapa hari, Xie Ruo menghabiskan sisa malam untuk mengendalikannya. Hingga akhirnya ia terus mengunakan kekuatan ilahi, lalu menangkap roh guntur yang berkeliaran di dalam jiwanya berusaha untuk keluar.
Long Long keluar dari tubuh Xie Ruo dalam bentuk naga kecil. Ia duduk, memperhatikan simbol naga di tengah alis Xie Ruo yang terus berkedip karena efek tindakan roh guntur yang terus menolak Xie Ruo. Itu terlalu sulit.
Long Long menghela napas. "Nona, kekuatan ini terlalu kuat. Apa tidak bisa menunggu ketika Yang Mulia datang?"
Xie Ruo jelas tidak akan mendengar karena terlalu fokus. Long Long hanya bisa merebahkan diri di atas lantai.
Tak lama setelahnya, samar-samar ia melihat sinar biru dongker yang muncul dari dahi Xie Ruo. Sinar itu melayang di udara, tampak sangat kecil dan mungil tanpa bentuk tetap.
Xie Ruo membuka mata. Iris birunya mengikuti arah gerak cahaya kecil itu yang menari-nari di udara. Itu adalah roh guntur yang harus dikendalikannya. Selama ini terus menghindar di dalam jiwa dan kini ia membiarkannya keluar agar dapat menangkap dengan mudah.
Karena kekuatan roh guntur sudah diserapnya, Xie Ruo dapat menggunakan kekuatan itu untuk menangkap cahaya mungil yang terus mengejeknya.
Kekuatan ilahi di tangannya telah terintegrasi dengan roh guntur sehingga memiliki titik-titik biru dongker yang samar. Sekarang, kekuatan ilahinya menjadi lebih kuat.
Roh guntur sangat gesit. Bentuk tidak stabilnya menghindari dengan tepat hingga terus menjelajahi ruangan. Bola-bola cincin mengejarnya dan kembali berpencar untuk membuat jebakan. Namun, roh guntur selalu bisa menghindar dan membuat bola-bola cincin itu saling membentur.
Bola-bola cincin yang saling membentur dan meleset tak terkendali hancur berkeping. Sosok di balik cahaya biru gelap itu tertawa mengejek merasa bangga akan pencapaiannya sendiri. Tapi begitu ia akan lari lagi, wujud aslinya tertangkap begitu saja oleh dua jari halus yang menjepitnya.
Roh guntur terkejut, kemudian melihat wajah wanita yang mengganggunya sejak kemarin tepat di depannya. Sepertinya ia terkena jebakan.
"Lepaaaaas!" Roh guntur menyurutkan cahaya biru gelap hingga menampakkan sosok aslinya berupa bola bulu biru dongker dengan mata besar dan bundar. Tubuhnya yang seperti boneka bergoyang-goyang memberontak sambil menangis.
Mata Xie Ruo berkedut, terkejut akan wujud asli roh guntur. Bisa-bisa wujud roh nakal yang katanya sangat kuat dan menjadi incaran Dunia Atas menjadi sebuah bola bulu mungil dan imut, dengan suara anak kecil pula. Sepertinya hari Xie Ruo tidak akan pernah tenang kedepannya.
Kenapa ia selalu dipertemukan makhluk ganas berwujud anak kecil!
Xie Ruo menyipitkan mata, merasa ragu. "Aku ragu kalau kau roh guntur. Jangan-jangan kau hanya anteknya."
"Sembarangan! Wanita jahat, kau menindasku berhari-hari, sekarang kau tidak menganggapku. Bagaimana iblis itu bisa membiarkanku jatuh ke tangan wanita jahat sepertimu!"
"Iblis?"
"Bukankah Asura iblis?" Roh guntur menghentikan tangisannya. Ia tidak yakin wanita jahat itu tidak tahu identitas Asura.
"Terserah apa yang kau katakan. Sekarang, kau tidak bisa lari dariku. Sama seperti Long Long, mari mengkat kontrak."
"Tidak!"
"Harus!"
"Tidak mau!"
Xie Ruo geram. Ia menekan jarinya sampai mencubit bola bulu imut itu. Di jari Xie Ruo, itu terasa seperti boneka yang sangat lembut. Terlalu lembut sampai ia merasa sangat gemas.
Sayangnya, bola bulu itu berteriak kesakitan dan bersikap seolah ia telah ditindas. Ia menangis kembali, suaranya menusuk telinga Xie Ruo akan tangisan melengkingnya.
"Hei, aku tidak suka membuang waktu. Kalaupun aku melepaskanmu, kau hanya akan mati mengenaskan." Xie Ruo menakuti.
"Hanya manusia biasa, apa bisa menandingiku?" Bola bulu itu membangkang sekali lagi sambil terisak
Xie Ruo mendengus. "Bukankah aku juga 'manusia biasa'? Aku bahkan bisa menangkapmu. Di luar sana ada banyak hewan buas, kau ingin jadi makanan mereka? Lagipula, kekuatanmu juga sudah kuserap. Kau hanya ampas. Beruntung aku mau merekrutmu dan memberi 'perlindungan'."
Bola bulu itu termenung. Roh guntur memiliki pemikiran sederhana, apalagi ia baru saja hidup ke dunia. Meski memiliki kecerdasan dan pengetahuan, pengalamannya terhadap kehidupan sangat buruk. Itu sama seperti seseorang yang kesehariannya hanya tahu belajar, namun hidup di tempat tertutup tanpa mengetahui dunia luar.
"Satu lagi, aku mmiliki satan yang bisa memakanmu dengan mudah. Kau sangat lezat baginya. Jika kau tidak menurut, aku akan menumbalkanmu padanya." Xie Ruo mengancam sekali lagi untuk menakut-nakuti nyali kecil roh guntur. Senang sekali menakut-nakuti anak kecil.
Bola bulu itu seolah menyusutkan lehernya. Tubuhnya gemetar ketakutan, melihat Xie Ruo dengan mata bundar dan berkaca-kaca. "B-benarkah?"
"Aku tidak main-main." Suara Xie Ruo mendingin membuat bola bulu itu semakin takut. Kemudian Xie Ruo melanjutkan sambil menggedikkan bahu. "Yeah, aku 'tidak memaksa'. Apa yang kukatakan semuanya benar. Ada sangat banyak orang yang menginginkanmu. Kau bertahun-tahun tinggal di dunia kecil, disimpan oleh Asura bertahun-tahun. Sekarang dia memberimu padaku, jelas aku orang yang bisa dipercaya."
Xie Ruo memancing keinginan Roh Guntur agar secara sukarela mau mengikat kontrak dengannya. Itu lebih baik daripada terus mengancam dan dicap wanita jahat setiao hari.
Roh Guntur pada akhirnya mengangguk pasrah. Ia menunduk, diam di udara selagi Xie Ruo melepas cubitannya. Dengan kepala tertunduk, ia menerima tanda dari Xie Ruo yang diberikan ke kepalanya.
Cahaya perak menyentuh atas mata bola bulu dan membentuk sebuah simbol naga. Itu adalah teknik segel keilahian naga yang ia pelajari selama di Menara Suci. Segel itu adalah segel kontrak, yang dapat mengikat siapa pun untuk menjadi bawahannya.
Sebelumnya ia berniat melepaskan Long Long karena naga satu itu telah mendapatkan kembali wujud aslinya. Tapi Long Long merengek ingin ikut dengannya. Alhasil, Xie Ruo hanya bisa meletakkan segel kontrak itu pada Long Long, sehingga Long Long bisa tinggal di kesadarannya.
Segel kontrak tidak bisa didapatkan begitu saja dengan mudah. Teknik itu berasal dari Dunia Atas yang hanya dewa yang bisa melakuannya. Sisanya, hanya orang tetentu yang memilikinya termasuk Xie Ruo. Bahkan butuh waktu setahun bagi Xie Ruo untuk menguasainya dan menjadikan Long Long sebagai percobaan pertama.
Dengan adanya segel kontrak, ia tidak perlu khawatir akan dikhianati. Makhluk yang diberi segel akan patuh padanya seumur hidup, bahkan sampai inkarnasi berikutnya. Kecuali jiwanya hancur dan tidak bisa berinkarnasi, barulah segel kontrak terputus.
Setelah pemberian segel kontrak bola bulu itu menjadi lebih tenang dan berhenti menangis. Melihat Xie Ruo, keraguan di hatinya menghilang. Ia pun menghela napas pasrah.
"Boleh aku berdiri di bahumu?" Roh Guntur bertanya dengan suara kasihan.
Xie Ruo mengangguk. Roh Guntur begitu senang dan langsung melompat ke atas bahu Xie Ruo. Entah bagaimana, ia merasa nyaman. Bola bulu itu melirik Long Long dengan penuh ejekan.
Long Long yang duduk di lantai tertegun. Matanya berkedut. Bola kecil itu berani menempati tempatnya!
Merasakan aura permusuhan dari Long Long dan Roh Guntur, Xie Ruo menghela napas. "Aturan pertama, tidak ada yang boleh bertengkar di dekatku. Atau aku akan langsung mengusirnya."
Long Long mendengus kesal. Ia terbang ke arah Xie Ruo, lalu kembali ke kesadaran karena malas melihat Roh Guntur yang pamer. Jika saja Roh Guntur tidak berguna untuk nonanya, Long Long sudah menghancurkan benda kecil itu sejak awal.
"Aku mencarimu ke mana-mana, ternyata di sini." Pei Xi tiba-tiba datang memasuki ruangan. Ia melihat bola bulu aneh di bahu Xie Ruo, keningnya berkerut. "Ini ...."
"Peliharaan." Xie Ruo menjawab dengan enteng, sedangkan bola bulu di bahu membusungkan tubuh bundarnya dengan bangga.
Pei Xi tidak mengerti mengapa Xie Ruo selalu memiliki peliharaan aneh. Sebelumnya naga, kemudian ular, sekarang bola bulu tak dikenal. Sudah seperti itu, semuanya dalam bentuk kecil pula, ditambah sangat kuat dan bisa menjadi mengerikan. Ia sama sekali tidak paham dengan selera humor Xie Ruo.
Mungkin ia akan lebih terkejut bila mengetahui bahwa Xie Ruo juga 'memelihara' kepala satan yang bisa diajak bicara.
Tidak lagi memikirkan semua peliharaan Xie Ruo, Pei Xi mengalihkan topik ke arah yang lebih serius. "Jejak racun tulang kering ditemukan di Kota Canghai. Aku sudah memeriksanya, ada beberapa orang yang mati karena racun itu. Untungnya orangku menemukannya terlebih dahulu, jadi racunnya tidak menyebar begitu parah seperti yang terjadi di Kabupaten Xia."
"Kota Canghai?" Xie Ruo tidak pernah mendengarnya.
"Kota di wilayah barat, tidak jauh dari Kabupaten Xia. Itu hanya sebuah kota kecil, nyaris tidak memiliki kontribusi dan bisa dilupakan kapan pun. Dinilai dari persamaannya dari Kabupaten Xia, keduanya sama-sama tidak memiliki banyak keuntungan untuk kekaisaran. Kabupaten Xia miskin, walikotanya korupsi. Sedangkan Kota Canghai kebanyakan hidup glamor, tapi tidak memberi kontribusi."
"Tidak mungkin seseorang ingin memusnahkan sebuah kota karena kota tersebut tidak memiliki sesuatu yang spesial. Pasti ada hal lain." Xie Ruo berpikir. Ia semakin penasaran apa motif di balik semua ini.
"Aku juga berpikir seperti itu awalnya. Tapi kedua wilayah itu tidak begitu mencolok, memudahkan dalang di balik semua ini bergerak. Sepertinya, dia akan membuat wilayah kecil lain menjadi kota mati, lalu menunggu masalah pengadilan istana reda, baru melanjutkan aksinya. Ini benar-benar menunjukkan bahwa orang di balik semua ini adalah orang-orang pengadilan istana."
"Jika seperti itu, kepercayaan rakyat terhadap kaisar dan keluarga kekaisaran akan menurun. Bukan Zhong Guofeng pelakunya. Pasti ada seseorang yang sengaja mempermainkan semua plot ini dan mengendalikan opini rakyat. Jika tujuannya untuk tahta, langkahnya nyaris berhasil."
"Tapi, Mei Liena mengatakan padaku, ini ada hubungannya dengan altar pengorbanan jiwa di Dunia Roh." Zhou Kui datang setelah berdiskusi dengan Mei Liena yang sedang dalam perjalanan ke sekte.
"Altar pengorbanan jiwa dikendalikan seseorang di balik perang dewa dan iblis. Masuk akal karena pembantaian massal dilakukan untuk seluruh ras, tapi bukankah itu mengartikan bahwa orang itu ada di dalam istana?" Xie Ruo baru terpikirkan hal ini. Jika seperti itu, masalah ini akan semakin rumit. Pantas saja mereka tidak menemukan apa pun.
"Karena kita hanya bisa mengambil hipotesis seperti ini, akan lebih baik mencari bukti lainnya agar tidak salah mengambil kesimpulan," ujar Zhou Kui.
"Kalau begitu, aku akan pergi ke Kota Canghai." Xie Ruo mengajukan diri.
"Kau?" Pei Xi tidak terkejut, melainkan merasa bahwa lebih baik orang-orangnya saja yang menyelidiki. Bukankah Xie Ruo masih ada urusan lain?
"Sebenarnya, ada beberapa hal yang harus kuurus. Masalah ini berkaitan dengan 'dia', jadi aku harus maju sendiri untuk memeriksa, orang lain tidak boleh mengetahuinya karena terlalu berbahaya. Selain itu, aku juga sedang mencari seseorang." Xie Ruo ingin bercerita tentang Xie Ran, tapi ia merasa bukan waktunya yang tepat sampai bisa membuktikan dengan benar.
"Masuk akal, orang ini sangat berbahaya dan berhubungan dengan tiga dunia. Manusia biasa tidak bisa menyelidiki lebih dalam." Zhou Kui setuju.
Lama terdiam, Pei Xi akhirnya setuju. "Baiklah kalau begitu, aku akan mencari informasi lain. Zhong Xiaorong, Yan Yao, dan Liu Chang sedang menyelidiki di istana. Mei Liena juga sebentar lagi akan sampai. Kita semua akan menyelidiki di tempat berbeda."
Xie Ruo mengangguk. "Aku pergi sekarang."
Semakin ke sini, Xie Ruo semakin gelisah. Ia harap semua ini cepat selesai, Xie Ran juga tidak terlibat dalam rencana 'dia' agar semua baik-baik saja. Ia tidak tahu sampai mana konflik ini akan berakhir, tapi ia akan berusaha selagi masih hidup.