
Dobrakan pintu terdengar keras, melebarkan pintu yang terbuka disertai gadis cantik dengan wajah pucat dan penuh keterkejutan.
Matanya menunjukkan keterkejutan sampai matanya ingin keluar. Melihat sosok gadis yang jauh lebih cantik memainkan bunga merah yang tampak berbahaya dengan santai seolah sedang menikmati aroma bunga yang memabukkan.
"Aku telah menunggumu." Suara yang memiliki jejak ketidakpedulian keluar membuat gadis itu sadar dari keterkejutannya. Iris gadis cantik itu melihat ke arah pintu sekilas sebelum berkata, "Tutup pintu, dinding memiliki telinga."
Gadis itu langsung menutup pintu di belakangnya, perlahan menghampiri dengan wajah pucat pasi. Langkahnya berat, melihat bunga merah itu dengan horor sebelum akhirnya jatuh ke tanah. Tatapannya horor, lehernya terasa tercekik hingga dadanya sakit disertai detak jantung tidak karuan.
"Xie Ran, bagaimana kau—"
"Seharusnya kamu tidak sebodoh itu menerobos masuk. Jika ini hari lain, kamu pasti sudah mati." Xie Ran menunjukkan seringai, kemudian meletakkan bunga merah di tangannya ke atas meja sebelum beranjak menghampiri Tang Yueha yang duduk di lantai. Ia membungkuk, menarik dagu Tang Yueha dengan jari telunjuk untuk melihatnya. "Kamu terlihat buruk."
"Apa kamu sudah menghitungnya sejak awal?"
Xie Ran mendengus. "Daripada disebut menghitung, lebih tepatnya memancing. Aku tidak sepintar itu untuk menghitung segala hal yang akan terjadi, tapi aku bisa menarik seseorang untuk menggali kuburannya sendiri."
"Bunga ini ...."
Xie Ran mengambil bunga merah itu, sambil berdiri dan menelitinya dengan penuh daya tarik. "Bunga ini sangat cantik, sangat cocok untuk dipajang. Dapat menyamarkan aroma dengan baik, lebih baik dari wewangian yang baru saja kubeli. Sepertinya aku mengalami sedikit kerugian."
Tang Yueha menatapnya dengan tenang, seolah semua itu tidak ada hubungan dengannya. Ia tetap tenang, duduk di lantai sambil bernapas dengan benar berusaha mengatur racun dari kabut bunga yang masuk ke tubuhnya sebelum akhirnya meminum sesuatu dari botol porselen di lengan baju. Tanpa bertanya, ia sudah tahu bahwa sebelumnya Xie Ran telah meminum penawar.
Tang Yueha berkata, "Kenapa kau mengatakannya padaku? Kau tidak takut aku membeberkannya?"
Xie Ran terkekeh. "Apa akan ada yang percaya? Meskipun mereka percaya, kau juga tidak akan mengatakannya."
"Kenapa kau begitu percaya diri?"
Xie Ran meliriknya, menunduk untuk melihat Tang Yueha lebih dekat. Auranya membuat Xie Ran merinding, terutama senyum cantik yang mirip seperti iblis. "Dari matamu, kau membenci mereka, tapi juga takut. Kau terburu-buru datang, berpikir aku keracunan dan mencoba memberiku penawar yang kau simpan. Kau berpikir untuk menggunakanku, tapi otak kecilmu belum berkembang sejauh itu sampai bisa menggunakanku."
Tang Yueha mengerutkan kening. Kata-kata Xie Ran semuanya benar, tanpa celah. Ia hanya bisa tertawa akan kebodohannya sendiri. Seharusnya ia tahu, Xie Ran adalah iblis yang bahkan dapat menantang semua iblis di dunia bawah. Itu sebabnya, ia membutuhkan Xie Ran.
Xie Ran menegakkan punggungnya kembali kemudian duduk, menyilangkan kakinya dan menopang kepalanya dengan satu tangan. "Kamu memperhatikanku sejak awal, berusaha mencari cara untuk berkomunikasi, benar? Kutukanmu sebelumnya, itu peringatan, 'kan?"
Tang Yueha mengangguk disertai senyum kecut. "Tang Zhi sudah tiada, hanya ada iblis itu. Xie Ran, semua yang dilakukan sebelumnya bukan karena Tang Zhi, tapi karena iblis yang menyamar. Tidak ada hubungannya dengan Tang Zhi."
"Kamu membela orang yang sudah mati, sama sekali tidak berguna." Xie Ran menyahuti dengan malas.
"Aku tahu, aku ingin membersihkan namanya ...." Tang Yueha diam untuk beberapa saat telah memikirkan sesuatu. "Kamu sudah tahu mengenai keberadaan iblis?"
"Menurutmu, kenapa aku di sini dan bicara denganmu? Jika tidak, aku sudah menendangmu sejak awal."
Kata-kata sarkas Xie Ran tidak didengarkan, Tang Yueha hanya tersenyum pahit. "Karena kamu sudah tahu, maka seharusnya kamu sudah tahu mengenai Huai Mao. Dia membunuh Tang Zhi, memaksaku menjadi bonekanya. Aku ingin mengumpulkan kekuatanku sendiri dengan mencoba menjadi Permaisuri Kaisar Zhong, tapi semua itu gagal."
Senyum Xie Ran tiba-tiba naik bersamaan dengan salah satu alis. "Apa karena aku? Beberapa waktu lalu, Kaisar Zhong memintaku menjadi permaisurinya."
Tang Yueha agak terkejut, ia menunduk untuk beberapa saat menekan rasa frustrasi dan membuang segala kebencian. Karena ia tidak memiliki siapa pun untuk menjadi dukungan, maka ia hanya bisa menyerah pada Xie Ran dan mengesampingkan kebenciannya.
"Karena kamu telah datang ke Keluarga Tang, aku yakin kedatanganmu bukan tanpa sebab. Kamu ingin menghancurkannya? Aku bisa membantumu. Asal aku terbebas dari pengekangan Kekuarga Tang dan Huai Mao, maka nyawaku milikmu." Tang Yueha telah mempertimbangkannya sejak melihat Xie Ran di Keluarga Tang.
Xie Ran kuat dan pintar, ia telah mendengar segala kekuatannya membunuh banyak iblis di luar sana melalui Huai Mao. Ia sudah memutuskan tanpa penyesalan, memendam segala bentuk kebencian dan rasa frustrasi. Ia bahkan tidak akan ragu untuk mengakhiri hidup jika itu yang diinginkan Xie Ran.
Xie Ran melihat betapa menyedihkan Tang Yueha. Ia juga memiliki kebencian pada Tang Yueha, tapi ia masih menekannya dengan baik dan sedikit memberi toleransi. Jadi dia tidak akan menolak.
Tapi Xie Ran tidak akan sebaik itu pada seseorang yang pernah menjadi musuhnya. Apalagi Tang Yueha telah memanfaatkan kekuatan roh ibunya sampai mati ....
Mengingatnya membuat Xie Ran dipenuhi kebencian total.
Xie Ran menghela napas, menekan semua amarah dalam hatinya dan memansang Tang Yueha dengan dingin. Ia tidak akan bersikap lembut pada Tang Yueha, juga tidak akan menyerah untuk memanfaatkannya. Ia tidak akan memiliki belas kasih, meski Tang Yueha bersujud padanya.
"Baiklah," lirih Xie Ran setelah lama menekan rasa tidak suka. Kemudian ia melanjutkan, "Dengan satu syarat, aku ingin kamu menghancurkan kultivasimu, serta kekuatan roh yang kamu dapatkan dari teratai malam ... tepat setelah Kekuarga Tang hancur."
Tang Yueha tidak terkejut, tapi merasa heran bahwa Xie Ran tidak meminta hidupnya. Meski begitu, ia mengangguk pasrah. Xie Ran tidak pernah berbaik hati dan pasti tidak akan pernah melepaskannya dengan mudah. Selain satu syarat itu, pasti akan ada hal lain.
"Beritahu aku apa saja yang kau ketahui," pinta Xie Ran. Ini akan menjadi tugas pertama Tang Yueha.
Tang Yueha menjelaskan seluk beluk kondisi Kekuarga Tang. Pada dasarnya, hubungan Tang Jin dan Cheng Hua tidak terlalu hermonis. Tang Jin diam-diam berselingkuh dengan Mo Shenxi tanpa sepengetahuan Cheng Hua. Tang Yueha mengetahuinya ketika pergi ke kamp militer, secara tidak sengaja melihat Tang Jin dan Mo Shenxi sedang bermesraan di kamar Mo Shenxi.
Selain itu, hubungan Tang Jin dan Tang Wei tidak pernah baik. Tang Wei menduduki posisi netral, telah menjadi jenius sejak dulu menyetarai ayah Tang Yueha, Tang Shen. Namun tiba-tiba Tang Shen meninggal bertepatan dengan kedatangan Huai Mao yang menjadi Tang Zhi. Setelah itu, Tang Jin mengambil alih, sedangkan Tang Wei tidak tertarik posisi Kepala Keluarga dan mengasingkan diri di kediaman lama.
Tang Yueha yang selalu dekat dengan Tang Zhi telah kehilangan segalanya dalam sehari. Ia ikut dengan Huai Mao, dan dijadikan anjing peliharaan dalam jangka waktu lama. Sedangkan Tang Jin mulai berpikir untuk memberontak dan mendirikan kekaisaran baru, bila Tang Yueha atau Tang Yueying tidak dapat menarik perhatian Kaisar Zhong.
Huai Mao memiliki ambisi menguasai seluruh daratan melalui kekaisaran. Ia meletakkan Huli Dong'er sebagai mata-mata di kekaisaran, kemudian melanjutkan tugas sebagai kaki tangan raja iblis.
Setelah berhasil memasuki Klan Xie dengan cara licik, menghipnotis Xie Yun untuk mencintainya, ia melahirkan Xie Chen dengan cara abnormal. Ia menciptakan Xie Chen secara paksa dari hubungannya dengan Xie Yun. Menggunakan kekuatan iblis untuk memberi wujud Xie Chen dan melahirkannya selama 10 bulan, tepat sebulan setelah Xie Ran lahir.
Itu sebab mengapa Xie Chen memiliki kutukan di tubuhnya. Kultivasinya meningkat pesat dan sangat kuat melebihi siapa pun, karena pada dasarnya Xie Chen bukan lagi manusia. Hanya saja, penampilan iblisnya telah ditekan Huai Mao bersamaan dengan kutukan di tubuhnya.
Saat itu Tang Yueha tidak terlalu paham karena masih kecil, tapi seiring berjalannya waktu, ia mulai paham segala sesuatu dan merasa ada yang tidak beres. Ia mulai menyelidiki diam-diam semua masa lalu dan menemukan semua fakta itu.
Sebelum memasuki Keluarga Tang, Huai Mao mengalami cedera parah akibat perang dan tertidur lama. Ia memiliki obsesi dengan Kaisar Langit, bahkan ketika tidur dengan Xie Yun saat itu, ia berhalusinasi bahwa dia adalah Kaisar Langit. Tang Yueha mengetahui itu ketika Huai Mao secara keliru mengatakannya terang-terangan karena sedang kesal setelah membunuh Xie Yun.
Hanya saja, hal itu hanya terjadi di hari pertama ia tidur dengan Xie Yun karena setelahnya Xie Yun kembali ke Klan Xie dan tidak lagi bertemu selama 10 tahun. Ketika 10 tahun, Huai Mao datang membawa Xie Chen karena terburu-buru untuk merebut posisi Xie Ran yang saat itu sedang gemilang. Huai Mao langsung menyabotase segalanya dan melakukan sesuatu pada Wen Xi yang saat itu telah mengetahui identitasnya.
Karena efek hipnotis akan memudar, dan Xie Yun akan membencinya, apalagi saat itu Xie Yun masih jelas mencintai Wen Xi yang sudah tiada dan sangat menyayangi Xie Ran. Huai Mao mengalihkannya ke Gunung Wu dengan alasan menemukan obat untuk merindian Xie Ran kemudian membunuhnya di sana dan membuat segalanya menjadi kecelakaan.
Pada saat itulah, pasukan Keluarga Tang menyerbu Klan Xie dan mencucinya dengan darah. Huai Mao tidak bisa membunuh Xie Ran, meski sangat ingin membunuhnya. Itu masih menjadi misteri, sampai akhirnya ia hanya bisa memenjarakan Xie Ran di rumah bobrok selama bertahun-tahun.
Tapi setelah bertahun-tahun, Huai Mao merasakan kehadiran Kaisar Langit kembali setelah merebut liontin milik Xie Ran. Meski tidak tahu alasannya, ia tetap merasa segalanya berasal dari liontin sehingga membuatnya gelisah dan menyimpan liontin di pagoda.
Liontin itu harus dimiliki Ketua Klan dan sebelumnya ada pada Xie Yun. Tapi telah beralih pada Wen Xi, lalu jatuh ke tangan Xie Ran. Menurut Tang Yueha, liontin misterius itu mungkin penyebab Huai Mao tidak membunuh Xie Ran. Meski tidak tahu kenapa, ia selalu memiliki firasat seperti itu. Ditambah, ketika Xie Yun di Kota Perbatasan dan bertemu Huai Mao, ia masih memegang liontin itu yang membuat Huai Mao menggila.
Sisanya, Xie Ran telah mengetahui segalanya dan hanya Xie Ran yang tahu. Mendengar semua itu, membuat Xie Ran mengepalkan tinju sampai telapak tangannya mengeluarkan cairan merah. Wajahnya semakin dingin dan jauh, tatapannya dipenuhi kilatan pembunuh yang intens.
Semua plot itu, Huai Mao yang merencanakannya selama bertahun-tahun. Jika saja dia tidak bertemu Qu Xuanzi dan keluar dari Klan Xie, Huai Mao benar-benar telah menyelesaikan segalanya dengan mudah. Itu bukan sesuatu yang Xie Ran harapkan!
"Huai Mao ...." Xie Ran tertawa tiba-tiba. Tawa penuh kekejaman dan kesedihan. Ia tidak pernah menyangka, Huai Mao akan semeniijikkan itu daripada segala hal di dunia ini! Ia tidak pernah melihat seseorang yang lebih menjijikkan dari Huai Mao!
Tang Yueha yang melihat Xie Ran tertawa menjadi merinding. Tawa itu bukan tawa yang biasa terlihat, tawa yang mengerikan. Seolah ia adalah iblis yang sedang menertawakan tumpukan korbannya yang menyedihkan dan penuh penghinaan.
Spontan Tang Yueha berdiri setelah merasakan atmosfer tidak menyenangkan yang keluar dari Xie Ran. Ia tahu Xie Ran akan sangat marah, tapi tidak pernah berpikir akan segila itu. "Xie Ran, jika ada sesuatu, katakan saja padaku apa yang harus aku lakukan. Aku harus pergi, takut ada seseorang yang curiga."
Xie Ran menghentikan tawanya, melihat Tang Yueha dengan senyuman lebar yang membuat suhu ruangan menjadi lebih dingin. "Bersikap seperti hal ini tidak terjadi."
Tang Yueha cepat-cepat mengangguk dan pergi sesegera mungkin. Ia merasa bulu kuduknya berdiri berlama-lama di ruangan yang sama dengan Xie Ran. Setelah keluar dari ruangan, ia menghela napas lega seolah mendapatkan kembali oksigen yang semula menipis.
Sedangkan di dalam, Xie Ran yang awalnya memiliki senyum lebar berubah menjadi raut dingin tak tersentuh. Kilatan pembunuhan sangat jelas. Ia menutup mata, berusaha menenangkan diri dan menggigit bibirnya untuk menahan niat membunuh yang intens.
Melihat ke luar jendela, pandangan tajamnya berubah menjadi kesedihan dan kesepian. Meski tidak ada air mata, ada banyak penyesalan di hatinya.
Jika yang dikatakan Tang Yueha benar, liontin itu melindunginya, maka seharusnya liontin itu melindungi Wen Xi selama liontin itu tidak jatuh ke tangannya ... seharusnya Wen Xi tidak mengalami kemalangan dan digunakan sebagai alat kultivasi Tang Yueha ... seharusnya ia sadar sejak awal ... seharusnya Xie Yun juga tidak pergi ke Gunung Wu dan dia harus menghentikan Xie Yun ... namun segalanya terlambat ....
Itu karena dia terlalu lemah!
Menggenggam liontin yang menggantung di lehernya, Xie Ran menunduk, menahan segala bentuk emosi yang mempengaruhi ketenangannya. Ia tidak pernah menyangka, segalanya akan serumit ini.
Andai saja waktu bisa diputar ....
Andai saja ... dia ada di sini ....
Membantunya melepas semua emosi negatif yang memenuhi pikiran ....
Tepat ketika Xie Ran mengandai segala hal yang menurutnya hampir mustahil, ia masuk ke dalam dekapan hangat yang membuat seluruh tubuhnya yang tegang menjadi lebih tenang.
Xie Ran diam untuk beberapa saat. Sepertinya mengalami kemacetan otak ketika merasakan pelukan familiar yang ia rindukan.
Sudah beberapa bulan ... meski Xie Ran tidak mengerti, ia masih merasakan kenyamanan.
"Apa seseorang mengganggumu baru-baru ini?"
Suara serak itu terdengar di telinganya. Merdu dan tenang, tanpa ada rasa dingin, hanya ada kehangatan.
Xie Ran merasa jauh lebih tenang sekarang dan akan berbalik, tapi pelukan itu menahannya untuk tetap diam.
"Tetap seperti ini, aku merindukanmu."
Merasakan hembusan napas menerpa leher kanannya, Xie Ran merasa kupu-kupu berterbangan di dalam perut. Mendadak suasana hatinya berubah, tidak ada niat membunuh atau sejenisnya. Seolah percakapan dengan Tang Yueha tidak pernah terjadi. Seolah pengetahuannya tentang Huai Mao hilang. Seolah segala masalahnya tidak pernah ada.
"Apa kau tidak merindukanku?" Suara serak itu bertanya, sedikit terdengar menyedihkan.
"Aku ...." Xie Ran mencoba bicara, tapi lehernya seolah tersangkut sehingga tidak bisa mengatakan apa pun. Ia tidak bisa mengatakan, bahwa ia juga sangat merindukannya. Meski hanya beberapa bulan, terasa seperti beberapa tahun.
Sosok yang memeluknya dari belakang, tidak lain adalah Qu Xuanzi yang baru datang. Ia melepas pelukan, memutar Xie Ran ke depannya kemudian mengeratkan tangan yang melingkari pinggang ramping Xie Ran. Tatapannya penuh kasih sayang.
Qu Xuanzi menaikkan alis meminta jawaban. Xie Ran diam untuk beberapa saat untuk mencerna, ia pun menjawab disertai anggukan pelan dan menunduk, "Mungkin."
Xie Ran mendekatkan diri ke tubuh Qu Xuanzi dan memeluknya perlahan, meski tidak erat, karena merasa canggung. "Apa aku boleh memeluk?"
Qu Xuanzi secara alami memeluknya baik dengan lebih erat sambil tersenyum tipis. Pelukannya seolah akan melebur Xie Ran ke dalam tulangnya, menghirup aroma Xie Ran yang natural dan menyegarkan seperti daun mint. Ia berbisik, "Peluklah sesuka hatimu, kapan pun kamu mau."
Untuk beberapa saat, Xie Ran tidak mau melepaskannya. Meski ia mengatakan terang-terangan bahwa ia tidak mencintai Qu Xuanzi, tapi jauh dari lubuk hatinya, ia mencintai Qu Xuanzi. Hanya saja, ia tidak paham. Ia hanya melakukan sesuatu sesuai akalnya, sesuai keinginanya tanpa dorongan lain.
Hanya dengan satu pelukan hangat, ia melepas semua beban berat di kepala. Semua niat membunuh dan aura dingin segera mencair. Malam ini menjadi begitu damai tanpa ada masalah mengintai.
Qu Xuanzi melalui Kota Dongzhou sebelumnya dan menemukan kehadiran Xie Ran. Jadi dia secara alami menemui Xie Ran yang sedang di Kediaman Tang. Meski bertanya-tanya mengapa Xie Ran ada di Kediaman Tang, ia tidak akan bertanya dan tidak akan mencampuri urusannya. Yang terpenting baginya hanyalah keselamatan Xie Ran. Selama Xie Ran aman, dia tidak akan ikut campur.
"Kamu akan pergi lagi?" Xie Ran ingat bahwa urusan Qu Xuanzi belum selesai.
"Mm." Qu Xuanzi menjawab dengan gumaman. Melihat Xie Ran, ia merasa tidak mau pergi apa pun yang terjadi. Mereka sudah lama berpisah, tapi pertemuan mereka hanya sehari. Itu tidak cukup!
Xie Ran melepas pelukan dan melihat mata Qu Xuanzi yang hanya beberapa inci darinya. "Pergi hari ini?"
"Mungkin besok."
Xie Ran mengangguk-angguk paham menurunkan pandangannya. "Oke."
Tidak ada reaksi lain dari Xie Ran yang di luar harapan Qu Xuanzi. Ketika Xie Ran hendak melepaskan diri, Qu Xuanzi menahannya dan mengeratkan lingkaran di pinggang.
Xie Ran menatapnya bertanya-tanya.
"Setelah mengambil kesempatan, kamu tidak mau membayarnya?"
Xie Ran melebarkan mata. "Apa aku harus membayar?" Hanya satu pelukan, apa dia harus mengeluarkan koin emas? Atau batu spiritual? Kenapa terasa ... seperti pria tertentu menjual tubuhnya untuk dipeluk dan memdapatkan uang.
Jika Qu Xuanzi tahu apa yang Xie Ran pikirkan saat ini, entah bagaimana reaksinya.
"Tidak ada yang gratis." Qu Xuanzi tersenyum, senyum yang menyebalkan.
Entah bagaimana Xie Ran merasa pria ini terlalu licik. Bukankah sebelumnya mengatakan peluk dia sesuka hati? Benar-benar berkulit tebal.
Ketika Xie Ran ingin bertanya berapa harga yang harus dibayar, Qu Xuanzi sudah menyatukan bibirnya hingga Xie Ran benar-benar terdiam merasa otaknya kosong. Meskipun bukan pertama kali, itu terlalu tidak terduga! Bukankah sedang menegosiasikan harga?
Ketika ciuman semakin dalam seolah akan menembus tulangnya, Xie Ran mengerjap mata dan tidak bisa diam saja. Pikirannya ingin menjauh, memukul pria itu dan memarahinya, tapi otak dan tindakan jauh berbeda seolah tubuhnya tidak mau mematuhi apa yang dikatakan otak.
Xie Ran hanya diam, menutup mata, meraskaan tiap inci yang tenggelam dalam mulutnya hingga ia lupa bagaimana caranya bernapas. Ciuman terpisah untuk mengambil napas sesaat dan berlanjut lebih dalam dan jauh hingga Xie Ran benar-benar kosong tanpa tahu harus bagaimana.
Pelukan semakin erat, seolah keduanya akan menyatu menjadi satu. Salah satu tangan kekar itu menekan kepala Xie Ran hingga perasaannya semakin intens. Tenggelam dalam perasaannya menyenangkan yang telah lama hampa.
Waktu seakan berhenti, di malam yang sunyi. Sepasang kekasih memadukan cinta dalam kesunyian tanpa kekhawatiran. Karena malam terasa sangat panjang.
Tanpa ada yang mengetahui, sepasang mata dari kegelapan melihat dengan pandangan yang tenggelam. Tanpa mengatakan apa pun, atau reaksi apa pun, hanya tersembunyi dalam kegelapan dan menghilang.