
Di Dunia Tengah, Kekaisaran Zhongbu tidak sepenuhnya menguasai seluruh teritorial benua. Ada beberapa bagian misterius seperti Gunung Wu yang berada di luar kendali kekaisaran. Ada pula wilayah lain, yang merupakan wilayah istana dan sekte misterius, terbebas dari aturan kekaisaran ataupun tekanan kekaisaran.
Selain kedua wilayah tersebut, masih ada wilayah lain yang lebih luas dan bebas. Tanpa pembatasan wilayah kekaisaran ataupun istana, itu berupa wilayah pegunungan tak berpenghuni dan berbahaya. Setiap pegunungan memiliki cerita dan misteri, kadang dijadikan tempat yang cocok untuk mengasingkan diri dari urusan dunia.
Di dunia yang luas ini, jauh di wilayah selatan melampaui wilayah kekaisaran dan istana, lingkup Hutan Bintang menjadi lebih luas tanpa ujung dan menyatu dengan pegunungan misterius dipenuhi hewan buas tingkat tinggi.
Gunung menembus langit disertai tebing curam, tidak ada yang berani datang ke tempat misterius itu. Namun, satu hal yang orang-orang tidak tahu, di balik kemisteriusan dan betapa sepi dan berbahaya suatu tempat, itu memiliki keindahan tersendiri berupa lahan bunga dan hamparan rumput hijau dan liar tanpa campur tangan manusia.
Pemandangan pegunungan curam yang mengerikan, akan menjadi begitu indah bila menikmatinya pada saat yang tepat. Sama seperti seorang pria paruh baya yang tengah berdiri di puncak gunung melihat dunia dari balik awan.
Pria itu terlihat sekitar berumur 70an, dengan keriput berkeliaran di wajah dan bagian kulit lainnya. Rambut hitamnya tertutupi uban disertai jenggot tipis yang memutih. Meski ia terlihat sangat tua, ia dapat berdiri tegak dengan gagah dan elegan disertai pandangan yang terlihat tidak seperti umurnya.
Seekor harimau putih berjalan di belakang, bersisian dengan sosok wanita membawakan jubah putih untuk pria itu. Wanita itu terlihat berumur tidak jauh lebih muda dari pria itu, ia memiliki aura yang sama disertai pandangan tegas yang tidak dimiliki orang tua. Ketika meletakkan jubah ke bahu pria itu, pandangannya melembut.
"Musim dingin akan datang, suhu di atas gunung menjadi lebih dingin dari sebelumnya. Umurmu sudah tidak muda lagi, apa ingin membuat mereka khawatir?" Wanita itu berdiri di sisi pria itu.
Pria itu terkekeh, senyumnya mengembang sambil melihat pemandangan dari atas gunung. Tatapannya seolah melihat gadis kecil yang pernah digendongnya penuh kerinduan. "Menurutmu, dia sudah sebesar apa?"
Wanita itu paham siapa yang dimaksud pria itu lalu tersenyum hangat. Ia juga merindukannya. "Sudah bertahun-tahun, dia seharusnya sudah dewasa. Sayang sekali, kita tidak bisa membawanya dan merawatnya hari itu."
Pria itu mendesah. "Aiya, tiba-tiba aku sangat merindukan gadis nakal itu. Sudah lebih dari 7 tahun, aku ingin tahu apa dia masih mengingat orang tua ini. Anak itu sangat pelupa."
"Ranran kita sangat baik, dia tidak mungkin lupa. Aku juga berpikir, akan lebih baik jika kita sesekali berkunjung."
"Benar, aku akan mengirim seseorang untuk mengabarkannya, supaya anak nakal itu bisa mempersiapkannya lebih awal." Pria itu tiba-tiba menjadi sangat bersemangat. Setelah memendam kerinduan begitu lama selama 7 tahun, akhirnya ia akan kembali. Tapi tiba-tiba ia memikirkan sesuatu. "Liu'er, anak nakal itu tidak memberi kabar selama beberapa tahun terakhir dan melupakan kita. Aku akan memberinya pelajaran."
Wanita itu tertawa kecil. "Jadi, apa kamu berniat membuat kejutan?"
Pria itu berpikir sejenak hingga keningnya berkerut. Ia menjadi serba salah dan menghela napas. "Lebih baik tidak. Bagaimana jika Ranran kita tidak senang? Ranran kita tidak suka kejutan dan sangat kuno, aku juga tidak ingin ketika datang akan ada kesalahan. Kita tidak tahu bagaimana kondisi Klan saat ini, lebih baik memberitahu."
"Baik, semua terserah padamu." Wanita itu mengangguk dengan senang. Sudah sangat lama semenjak mereka berdua meninggalkan rumah ke pengasingan, ia sangat merindukan mereka, terutama cucu kesayangannya.
Si putih yang duduk di antara mereka tertegun. Ia tentu paham maksud mereka pulang ke rumah yang berarti ia akan mendapat pelakuan aneh lagi dari gadis kecil tak bernoral. Ia masih sangat ingat bagaimana punggungnya dijadikan tunggangan anak kecil berumur 9 tahun hingga membuatnya ingin menangis.
Ia harus bersiap kehilangan martabat setelah hari ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di Istana, keempat pemuda bergegas pergi setelah menyelinap diam-diam bersama Tuan Putri tak bermoral yang menyeludupi para pria ke rumah kakaknya sendiri. Ruangan menjadi sepi, hanya ada tiga gadis yang salah satunya asik makan camilan di pojokan sambil duduk santai seolah semua itu tidak ada hubungan dengannya.
Sampai akhirnya kasim mengumumkan kedatangan Zhong Guofeng, barulah Mei Liena dan Zhong Xiaorong berdiri, terlepas dari Xie Ran yang masih pada dunianya sendiri.
Ketika Zhong Guofeng muncul, Xie Ran otomatis menghentikan makan lalu melihat kedatangannya. Ia berjalan menghampiri, seolah di hadapannya sama sekali bukan Kaisar yang angung melainkan seorang teman yang sengaja datang terlambat setelah berjam-jam menunggu.
Zhong Xiaorong dan Mei Liena buru-buru memberi salam secara formal, sedangkan Xie Ran memberi salam dengan setengah hati seolah di depannya sama sekali bukan Kaisar.
Kedua gadis di sisinya hanya bisa menghela napas.
Sedangkan Xie Ran tidak merasa bersalah. Zhong Guofeng temannya, kenapa harus terlalu formal? Jika itu dulu, dia mungkin akan bersikap sama seperti mereka. Sesama teman tidak perlu terlalu formal. Zhong Guofeng juga tidak keberatan.
Zhong Guofeng hanya bisa tersenyum akan sikap tak acuh Xie Ran yang membuatnya semakin menyukai gadis itu. Kemudian pandangannya terarah pada Zhong Xiaorong, ia menjadi bingung.
"Putri Kesembilan, kenapa kau di sini?" tanyanya.
Zhong Xiaorong nyaris tersentak, kemudian saling pandang dengan Mei Liena sebelum akhirnya menjelaskan, "Putri ini mendengar bahwa Yang Mulia telah kembali, jadi baru saja datang ingin menemui Yang Mulia. Lalu tanpa sengaja bertemu mereka."
"Oh? Ada urusan apa menemuiku?"
"Itu ...." Zhong Xiaorong melirik Xie Ran sejenak kemudian menatap kakaknya lagi. "Sebelumnya Xie Ran menghilang dan putri ini ingin mencarinya. Karena hubungan Yang Mulia dan Xie Ran cukup dekat, putri ini ingin meminta bantuan Yang Mulia untuk menemukannya. Tapi, ternyata Xie Ran sudah kembali bersama Yang Mulia, putri ini lega dan tidak memiliki permintaan lain."
Zhong Guofeng mengangguk paham, sepertinya tidak menyadari betapa gugup Zhong Xiaorong kemudian menatap Xie Ran dengan senyuman. "Maaf membuatmu menunggu,"
"Bukan masalah." Xie Ran menjawab tak acuh.
"Kalau begitu, istirahatlah. Perjalanan sebelumnya terlalu melelahkan, aku sudah mengatur akomodasi untukmu beristirahat."
"Tidak perlu. Mengantarku saja sudah cukup, aku juga sudah makan banyak. Masalah ini, lebih baik menginap dengan Putri Kesembilan. Tidak baik jika kau dan aku berada di kediaman yang sama. Aku juga tidak akan merepotkanmu lagi." Xie Ran menolak dengan halus. Setelah apa yang dikatakan Zhong Guofeng waktu itu, ia harus menjaga jarak aman agar kaisar lainnya tidak cemburu. Bisa gawat jika terjadi lagi.
Zhong Guofeng tertawa. "Jadi begitu. Apa Ranran sedang mengkhawatirkan reputasiku?"
Reputasi? Xie Ran justru tidak berniat seperti itu. Ia sebenarnya tidak masalah tinggal di tempat mewah ini dengan nyaman, tapi itu hanya akan membuat banyak rumor dan keberadaannya terungkap lebih cepat. Ditambah, jika Ann Rou dalam bayangan memberitahu Qu Xuanzi bahwa ia tinggal dengan Zhong Guofeng, itu akan repot. Apalagi niat Zhong Guofeng sangat jelas.
Tapi karena Xie Ran tidak mungkin mengungkapkan itu semua, ia hanya bisa mengiyakan pendapat Zhong Guofeng tanpa mengatakan apa pun lagi.
Sedangkan Zhong Xiaorong dan Mei Liena saling lirik, kemudian berduka cita untuk Zhong Guofeng. Meski mereka tidak tahu alasan Xie Ran menolak kesempatan sebagus itu, mereka memiliki spekulasi sendiri mengenai pria misterius yang pernah bersaing dengan Zhong Guofeng di akademi. Tapi mereka memilih diam daripada kehilangan kepala.
Sejauh ini, Xie Ran cukup akrab dengan Zhong Guofeng sebagai teman, sepenuhnya mengabaikan dua gadis yang merasa menjadi nyamuk di antara mereka. Tidak tahu sejak kapan dua manusia mengerikan itu berhubungan baik, dua gadis itu hanya bisa diam sebagai pengamat.
Setelah beberapa waktu, mereka bertiga keluar dari Istana Kaisar dan pergi menuju istana milik Zhong Xiaorong. Di sana, sudah ada keempat pria yang telah menunggu lama, duduk di kursi seolah berada di rumah sendiri.
Hari-hari mereka berjalan dengan baik. Para pria tidak bisa tinggal di Istana Zhong Xiaorong sehingga harus pindah ke Klan Yan sementara. Sedangkan Xie Ran dan Mei Liena tetap di Istana.
Selama beberapa hari ini, mereka lebih sering bertemu. Tidak lupa pula berlatih meningkatkan kultivasi karena kekuatan mereka masih belum menerobos profesional lanjutan. Meski sudah memiliki sihur surgawi, menerobos jauh lebih sulit sehingga mereka marus menguasai semua bagian sihir surgawi yang mereka pelajari. Barulah saat itu mereka akan menerobos.
Ketika hari-hari para pemuda dan gadis menjadi begitu lancar, di sisi lain seorang wanita tengah kacau setelah mendengar kabar mengejutkan yang membuat kepalanya ingin meledak.
Huai Mao memijit pelipisnya, melihat surat di tangan dengan penuh perhatian. Sebelumnya ia dibuat frustrasi mendengar kehancuran Keluarga Tang dan kematian Mo Shenxi. Penyebabnya masih tidak diketahui, namun ia yakin semua itu dilakukan oleh orang yang sama.
Kekuatan Xie Wang sepenuhnya bukan sesuatu yang bisa diukur oleh manusia biasa. Ia bahkan bisa disandingkan dengan Kaisar Zhong, atau bahkan lebih kuat. Tidak ada yang tahu dengan jelas kekuatannya, orang hanya tahu bahwa ia telah menerobos tingkat saint setelah mengasingkan diri ke luar kekaisaran.
Di sisi Xie Wang adalah Bai He, seekor harimau putih legendaris dan berbahaya. Xie Wang merawat harimau itu sejak kecil dan menganggapnya sebagai teman seperjuangan. Tentu, seekor harimau sebesar manusia itu tidak bisa dianggap remeh karena merupakan hewan buas tingkat tinggi. Bahkan sudah bisa mengubah ukuran menjadi lebih besar atau kecil sesuai keinginan.
Satu lagi, Su Liu'er, istri Xie Wang. Su Liu'er adalah guru Wen Xi, orang kepercayaan leluhur Klan Xie dan merupakan murid Menara Suci yang misterius. Menara Suci pada umumnya menyimpan banyak misteri, murid mereka terdiri dari wanita berbakat dengan kualifikasi istimewa.
Tidak ada yang tahu asal usul ataupun lokasinya, mereka hanya tahu Menara Suci adalah satu-satunya menara yang dapat lebih tinggi dari menara Istana Kaisar dengan kekuatan yang bahkan kekaisaran atau istana lain tidak boleh provokasi. Dikatakan jika satu wanita dari Menara Suci dapat menaklukan gunung sekaligus, bagi mereka kekaisaran hanyalah hal kecil yang tidak pantas disebut.
Para wanita itu tidak bisa disebut sebagai manusia lagi. Mereka memiliki umur yang tidak dapat ditebak dengan wajah awet muda dan kecantikan tertinggi, mereka terdiri dari berbagai macam ras dan hidup tanpa ikut campur urusan duniawi, sepenuhnya melindungi dunia dalam bayangan.
Untuk kondisi Su Liu'er yang telah menua, itu karena ia adalah manusia biasa yang diutus Menara Suci untuk pergi ke dunia fana. Posisi Su Liu'er tidak tinggi, namun kekuatannya tidak boleh diremehkan karena Menara Suci tidak pernah memiliki murid lemah. Jika Su Liu'er mau, dia bisa mempertahankan wajah cantiknya dengan terus berkultivasi. Tapi dia memilih menua bersama suaminya seumur hidup.
Huai Mao merasa sakit kepala akan kondisi ini. Jika mereka tahu kondisi Klan Xie sekarang, mereka akan dapat dengan mudah menghancurkan Klan Xie dan Huai Mao tidak bisa melakukan apa pun. Jadi satu-satunya cara adalah menggunakan seseorang yang mereka pedulikan.
Xie Wang dan Su Liu'er sangat menyayangi cucu mereka, Xie Ran. Setelah putra dan menantu mereka meninggal, mereka tidak ada keluarga lain selain Xie Ran sehingga mau tidak mau harus melindunginya. Jika Huai Mao bisa menggunakan Xie Ran untuk menjatuhkan mereka, itu adalah sebuah keuntungan.
"Panggil Xie Chen!" Huai Mao memerintahkan bawahannya untuk memanggil Xie Chen.
Setelah beberapa saat, Xie Chen menghadap dan berlutut di depannya. Selama beberapa waktu, Xie Chen telah tumbuh menjadi lebih tinggi dari sebelumnya dan terlihat lebih dewasa. Ia menjadi lebih tampan dengan pandangan dingin dan sulit didekati. Banyak wanita ingin mendekatinya, tapi Xie Chen terlalu keras hati dan tidak melirik mereka.
Huai Mao melihat Xie Chen, senyum mekar di bibirnya. "Keluarga Tang telah hancur dan Tang Yueha hilang, aku pikir seharusnya kamu memulai kontribusi baru untuk menutup masalah yang dibuat mereka."
Xie Chen hanya diam, menunggu perintah. Sama seperti Xie Ran, ia menerobos lebih cepat. Kekuatannya berada di profesional lanjutan dengan energi gelap di tubuhnya. Meski secara fisik terlihat seperti manusia, ia adalah iblis ciptaan Huai Mao dan sepenuhnya menjadi boneka Huai Mao. Kekuatannya kemungkinan setara dengan Xie Ran.
"Aku ingin kamu mencari keberadaan Xie Ran dalam waktu tiga hari dari sekarang. Bawa dia ke hadapanku hidup-hidup. Aku tahu kamu tidak tega menyakitinya, jadi aku mempercayakanmu perintah penangkapan tanpa membunuhnya. Jika dalam tiga hari tidak menemukannya, maka terima hukumanmu."
Xie Chen membungkuk. "Baik."
Setelah menerima perintah, Xie Chen langsung pergi keluar ruangan. Ia berpapasan dengan Xie Nu, namun pandangannya tetap lurus tanpa meliriknya dan menghilang.
Xie Nu menjadi gadis yang lebih besar dari sebelumnya. Meski ia masih anak-anak, setidaknya ia menjadi lebih terkendali dari sebelumnya.
Kakinya melangkah ke arah Huai Mao dengan raut tidak setuju dan kening berkerut. Ia mendengar tugas yang diberikan Huai Mao pada Xie Chen, dia sama sekali tidak setuju jika idiot itu dikembalikan ke tempat ini.
"Ibu, kenapa ingin membawa Xie Ran kembali? Bukankah sudah bagus dia tidak membuat masalah di sini?" Xie Nu tidak mengerti mengapa ibunya masih menginginkan Xie Ran. Ia membenci gadis itu sampai ke tulang dan sangat ingin membuat Xie Ran menghilang dari dunia ini.
Huai Mao melihat Xie Nu dan menghela napas. "Kamu tidak mengerti. Kedepannya, jangan terus membuat masalah tidak perlu. Kamu hanya perlu belajar."
"Ibu—"
"Masalah Xie Ran, aku memiliki alasan mengapa dia harus kembali. Jika kamu masih ingin hidup, maka patuhlah." Huai Mao berkata dengan tajam membuat Xie Nu terdiam.
Namun meski Xie Nu diam, ia tetap tidak dapat menerima kehadiran sampah itu di kehidupannya. Sudah cukup sampah itu merusak pandangannya selama bertahun-tahun, ia tidak akan membiarkan sampah itu hidup dengan baik di Klan Xie.
Kabar mengenai kedatangan Xie Wang tidak dirahasiakan. Itu langsung menyebar secepat kilat sampai ke istana hingga akhirnya jatuh ke telinga Xue Ran.
Mendengar tentang kakek dan neneknya, Xie Ran begitu terkejut hingga tanpa sengaja melepas botol porselen di tangannya sampai jatuh ke lantai dan pecah.
Mereka datang? Xie Ran benar-benar terkejut. Ada rasa sakit di hatinya, tapi dia tidak bisa mengatakan apa-apa karena pikiran yang kacau.
"Tidak seharusnya mereka datang." Xie Ran merasa cemas sekarang. Meski ia tahu betapa kuat mereka, ia masih tidak siap memberitahu mereka semua kenyataan. Di dunia ini, mereka berdua adalah orang terpenting untuknya, ia tidak ingin membuat mereka sedih.
Xie Ran awalnya berpikir untuk memberitahu mereka setelah masalah ini selesai. Saat itu mungkin ia sudah siap menceritakan segalanya, tapi siapa sangka mereka datang lebih cepat.
Beberapa hari lagi mereka sampai. Itu berarti, ia harus menyelesaikan masalah klan dalam beberapa hari!
"Ranran, itu hanya rumor. Bisa saja Huai Mao menggunakan kakek dan nenekmu untuk memancingmu. Aku dengar Xie Chen sedang mencarimu setelah berita itu keluar. Itu pasti hanya upaya menarik perhatianmu saja." Zhong Xiaorong mencoba menenangkan. Meski ia tidak yakin dengan kata-katanya sendiri, setidaknya ia tidak ingin Xie Ran gelisah.
Xie Ran menggeleng cepat. "Itu bukan rumor. Huai Mao memang sengaja membuat berita ini bocor untuk menarik perhatianku, tapi dia tidak akan membawa nama kakek dan nenekku begitu saja tanpa alasan. Sudah lebih dari 7 tahun, masuk akal jika mereka datang. Mereka juga tidak tahu kondisi klan karena pengasingan, itu masuk akal."
"Lalu, apa yang akan kau lakukan?" Mei Liena ikut gelisah.
"Ranran, jika Xie Chen menemukanmu dan menangkapmu, mereka akan menjadikanmu sandera untuk mengancam kakek dan nenekmu agar tidak menghancurkan klan. Putra dan menantu mereka sudah tidak ada, hanya ada kamu satu-satunya. Huai Mao ingin mencoba menggunakanmu untuk menjatuhkan mereka." Zhong Xiaorong telah menebak motifnya tidak bisa diam lagi. Ia akrab dengan kondisi ini, tapi tidak secara bersamaan. Meski ia tahu apa motif Huai Mao, ia masih tidak tahu bagaimana menanganinya.
"Aku tahu." Xie Ran tahu sangat jelas dan sedang mencoba menenangkan pikiran.
Ia tidak pernah berpikir bahwa hal ini akan terjadi lebih cepat dari dugaan. Jika dia tertangkap dan dijadikan bahan ancaman, nyawa kakek dan neneknya berbahaya sekuat apa pun mereka. Sama seperti di masa lalu, ia tidak ingin hal itu terulang.
Jika dia diam saja dan bersembunyi, kakek dan neneknya juga bisa dalam bahaya apa pun keputusannya. Cara paling aman adalah tidak membiarkan mereka datang, atau menyingkirkan Huai Mao lebih cepat. Tapi jelas dia tidak bisa menghentikan kakek dan neneknya yang sedang dalam perjalanan.
Setelah beberapa saat berpikir, Xie Ran menjadi lebih tenang. Asal dia mengalahkan Huai Mao sebelum hal terburuk terjadi, semua akan baik-baik saja. Ia harus maju lebih awal.
"Ann Rou, Dou Dou!"
Kedua hewan suci itu bersamaan muncul dalam cahaya membuat Zhong Xiaorong dan Mei Liena terkejut, tapi tidak mengatakan apa pun.
Xie Ran menatap merema bergantian. "Kalian tahu di mana Xie Chen berada?"
Ann Rou dan Dou Dou saling lirik, menebak apa yang ingin nona mereka lakukan. Mereka langsung pucat, buru-buru berlutut.
"Nona, mohon dipertimbangkan!" Mereka berkata nyaris bersamaan. Jika Xie Ran benar-benar melakukannya, sama saja mencari kematian. Bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi? Bahkan sampai mati, mereka tidak akan bisa menjelaskannya pada Yang Mulia!
"Aku tahu apa yang kulakukan, percayakan saja padaku." Xie Ran paham perasaan mereka. Ia hanya bisa bertaruh pada rencananya sendiri. Jika tidak berhasil, maka hanya akan ada kematian.