
"Kau mengatakan itu seolah sudah pernah melakukannya." Mei Liena tidak habis pikir dengan jalan pikir Xie Ran. Bunuh diri jika bosan? Bukankah menyia-nyiakan hidup?
Xie Ran menyengir dan menyentuh hidungnya. Ucapan Mei Liena sangat tepat sasaran. Andai tidak ada masalah di dunia ini, mungkin dia sudah bunuh diri lagi. Tidak ada yang bisa dilakukan baginya. Bahkan dia tidak menginginkan kehidupan kedua. Dia hanya berharap tidak mendapat kehidupan ketiga setelah mati nanti. Mati ya mati saja. Dia tidak ingin direpotkan lagi!
"Sudahlah, aku juga tidak ada niat bunuh diri, setidaknya untuk saat ini. Masalahku masih banyak, untuk apa mati ditengah jalan dan ditertawakan?" Xie Ran mencoba meluruskan pikiran Mei Liena yang mulai menatapnya horor. Apa dia begitu aneh?
"Xiao Ran, apa kau tidak memiliki sesuatu yang berharga sampai kau mengatakan itu?"
"Berharga? Kalau segalanya akan hilang suatu hari, kenapa disebut berharga? Benda akan hancur, nyawa akan hilang, tidak ada yang perlu disayangkan." Xie Ran mengatakan apa yang ada dipikirannya.
"Maka dari itu, sesuatu yang berharga dapat menjadi kekuatan untuk mencapai tujuan dan kebahagiaan. Jika kamu memiliki sesuatu yang berharga, maka kamu akan menjaganya dengan nyawamu. Setidaknya agar sesuatu yang berharga itu tidak hilang di depan matamu."
"Bagaimana jika aku masih lemah? Tidak ada gunanya juga mengorbankan diri untuk orang mati." Xie Ran ingat kejadian 4 tahun lalu. Segalanya mati di depan matanya termasuk orang terdekatnya. Saat itu Xie Ran sangat lemah dan sangat mudah tertangkap sampai disiksa.
Dia tidak bisa melindungi, maka dia akan balas dendam dengan cara tidak mati. Menurutnya itulah yang masuk akal daripada melindungi sampai mengorbankan nyawa pada akhirnya segalanya tetap berakhir buruk. Kematian bukan sebuah penyelesaian, melainkan masalah tak berujung.
Melihat raut Xie Ran yang murung, Mei Liena berpikir bahwa gadis itu memiliki masa lalu kelam sehingga dengan santai mengatakan hal tidak berperasaan seperti itu. Dia merasa bersalah membuat Xie Ran teringat masa lalu.
"Xiao Ran, apa kau memiliki pria yang disukai?" Mei Liena mencoba mengalihkan topik menjadi lebih ringan. Tapi tidak bagi Xie Ran.
"Mengapa topiknya melenceng jauh?" Xie Ran tidak ingin mengatakan hal yang ia tidak mengerti hingga terlihat kebodohannya. Ayolah, katakan sesuatu tentang bunuh diri atau membunuh seperti sebelumnya. Dia ahli dalam hal itu.
"Hei, aku ingin curhat lagi—"
"Stop! Aku lelah." Xie Ran tidak ingin mendengar drama sekolah lagi dari Mei Liena. Sudah cukup tentang perlakuan Xie Chen dan murid lain. Dia tidak ingin mendengar kebisingan itu lagi.
"Aku yakin pikiranmu akan jernih setelahnya," paksa Mei Liena. Dia sedang mencoba membuat suasana hati Xie Ran membaik dengan bergosip. Wanita mana yang tidak suka gosip?
Hanya saja Xie Ran berbeda. Dia memang suka gosip, tapi bukan gosip yang Mei Liena maksud. Dia selalu mendengarkan beberapa masalah terkait seseorang melalui berita entah dari mana tentang targetnya dan menyusun rencana.
"Lupakan tentang Xie Chen, aku ingin mengatakan sesuatu yang ringan."
Xie Ran memutar bola mata. Baginya sesuatu yang ringan itu bukan seperti apa yang wanita lain pikirkan. Dia besar di penangkaran pembunuh, mana bisa membicarakan hal ringan yang biasa dibicarakan wanita?
"Apa kamu tahu Pei Xi? Yang menyelamatkanku dari Zhang Xin?"
"Tidak."
"Masa tidak tahu? Dia berada di 5 besar peringkat langit akademi! Aku tidak menyangka dapat melihatnya. Xie Chen bukan apa-apa. Dia lebih tampan dan baik. Hanya dia yang tidak tertarik dengan kasusku dan membantu tanpa pandang bulu. Xiao Ran, kau harus menjadi saksi hubungan kami nantinya!"
"Begitu percaya diri." Xie Ran sudah jengah. Mengapa dia harus berteman dengan gadis cerewet seperti ini? Ini penyesalan terbesar dalam hidupnya.
"Tentu saja, aku yakin bisa mencapai peringkat langit bersamamu dan berada dalam satu kelompok dengan Pei Xi."
"Jujur aku sangat ingin membunuhmu."
"Candaan yang lucu."
Mei Liena melanjutkan ocehannya nyaris sejam sampai Xie Ran tertidur. Banyak pasang mata yang melihat, gadis ular beracun itu bicara dengan murid baru dengan tatapan merendahkan.
Xie Ran menyadarinya. Instingnya sangat kuat jika ada yang memperhatikannya. Dia paling tidak suka menjadi pusat perhatian apalagi dengan pandangan merendahkan.
Matanya menjadi merah sekilas tanpa diketahui orang lain termasuk Mei Liena. Sihir merah diam-diam keluar dari jarinya yang berada di bawah meja dan melayang di udara. Itu bercabang dan menyatu dengan udara melintasi tatapan orang-orang yang merendahkannya.
Detik berikutnya, salah seorang gadis tiba-tiba menampar gadis di sebelahnya dengan keras.
Plakk
"Kenapa kau menamparku?" Gadis yang ditampar itu tampak tidak percaya. Pipinya merah dan terasa perih. Amarah muncul dalam hatinya.
"Aku tidak—"
Plakk
Gadis itu menampar balik dengan kesal dan pergi dari sana sambil mengeluarkan air mata. Gadis yang menjadi korban Xie Ran terdiam dan menatap tangannya tidak percaya.
Itu juga berlaku pada orang lain yang menatap Xie Ran dan Mei Liena dengan pandangan merendahkan. Ada yang jatuh, terbentur, piring di tangan pecah, dan masih banyak lagi hingga restoran menjadi canggung.
Sedangkan Mei Liena hanya terkekeh diam-diam melihat kelakuan aneh murid-murid itu. Entah apa yang terjadi, sengaja atau kebetulan, itu sangat lucu. Dia melihat Xie Ran yang menutup matanya di atas meja dan menghela napas. Dongengnya benar-benar dongeng pengantar tidur.
"Xiao Ran, aku bicara tapi kau malah tidur."
"Sudah kubilang, aku lelah," gumam Xie Ran masih menutup mata.
"Karena kamu tidak tertarik dengan hubungan pria dan wanita seperti yang kukatakan, lalu aku ingin tahu bagaimana pendapatmu."
Xie Ran membuka mata dan menatap gadis itu malas. "Bodoh, aku tidak berpengalaman, bagaimana aku tahu?"
Mei Liena terkekeh. "Setidaknya katakan sesuatu yang berguna. Tahun depan umurmu sudah terbilang dewasa, tidak mungkin terus kekanakan."
"Menurutku itu lebih kekanakan. Jika kau ingin memulai hubungan, tunggu saja seseorang melamarmu dan menikahimu."
"Kuno!"
"Jika seperti yang kau katakan, tingkat selingkuh lebih tinggi. Di dunia ini, mana ada pria yang menetap dengan satu wanita? Bahkan ayahku yang paling mencintai ibuku dan aku memiliki anak dari wanita luar." Meskipun Xie Ran tidak mengerti hal seperti itu untuk dirinya sendiri, dia tetap memiliki contoh lain seperti orang tuanya. Dia telah melihat banyak sepasang kekasih di dua dunia, hanya saja tidak pernah merasakannya langsung hingga menganggap sepele semuanya.
Mei Liena terdiam mendengar ceramah Xie Ran. Memang ada benarnya sehingga membuatnya tidak bisa berkata-kata. Rupanya Xie Ran tidak sebodoh yang dipikirkan dalam hal ini.
"Yang kau katakan benar, tidak disangka kau bisa nyambung membicarakan hal itu."
"Itu aku terlanjur kesal," gumam Xie Ran kemudian teringat sesuatu. "Jika pria bisa memiliki banyak wanita, maka seharusnya wanita juga bisa."
Mei Liena yang akhirnya minum setelah sekian lama menyemburkan minuman begitu saja saking terkejutnya. Apa dia bilang? "Maksudmu, wanita yang menikahi banyak pria? Aku tidak pernah mendengarnya."
"Kuno!"
"Bagaimana mungkin? Tidak ada kasus seperti itu sebelumnya. Lalu, jika wanita memiliki lebih dari satu pria, bagaimana mereka punya anak? Bukankah agak ...."
Xie Ran tidak pernah memikirkan hal itu. Lagi pula, dia tidak merencanakannya juga. "Hanya tinggal dan dilayani beberapa pria. Jika menemukan dua pria tampan, kenapa harus satu? Jika ada lima pria tampan, kenapa harus salah satu? Bukankah sia-sia? Daripada harus selingkuh di belakang, lebih baik terang-terangan memiliki banyak pria. Terserah pria itu memiliki berapa wanita "
Mei Liena dibuat terdiam lagi. "Xiao Ran, aku tidak pernah memikirkannya." Sekarang kenapa pikiran Xiao Ran ini menjadi liar? Lebih liar darinya! Awalnya mengatakan hal yang benar, namun berujung hal teraneh yang membuatnya benar-benar kehabisan kata-kata.
Begitu Xie Ran membayangkan dilayani banyak pria tampan layaknya seorang ratu, guru besar tertentu memiliki wajah gelap sedangkan dua raksasa di belakangnya merasa lebih baik menghilang daripada memiliki Master gila seperti itu.
Sebenarnya Xie Ran ingin membangun harem sendiri!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di hari berikutnya, Xie Ran memasuki kelas pertama sebagai murid baru. Seragam biru langit disertai jubah putih menandakan bahwa dia adalah seorang pemula.
Di umur 16 sebagai pemula sebenarnya termasuk lambat. Tapi Xie Ran adalah kondisi khusus di mana ia mengalami hambatan selama 15 tahun dan baru berlatih selama 1 tahun. Kecepatannya berlatih selama 1 tahun saja sudah sangat mengerikan. Itu yang semua orang tidak tahu bahwa dia memulai kultivasi di umur 15.
Ketika memeriksa kekuatan di dalam tabung pemeriksa, kekuatannya sudah terbilang sangat bagus dan menyetarai peringkat bumi. Saat itu Xie Ran mengalami tekanan dalam tabung untuk mengukur kekuatannya. Setiap murid akan melakukan pemeriksaan rutin tiap bulan, kebetulan tadi pagi adalah waktunya pemeriksaan.
Karena para murid tingkat bumi memiliki tingkatan kultivasi profesional menengah sedangkan Xie Ran hanya profesional awal, Xie Ran terpaksa berada di kelas pemula dan mempelajari beberapa hal yang menurutnya terlalu umum dan membosankan.
Mei Liena juga ada di kelas pemula, satu kelas dengan Xie Ran untuk kelas sihir. Anak itu selalu saja bicara tanpa henti membuat Xie Ran semakin mengantuk dan sering tidur di kelas.
Tugas yang diberikan juga termasuk sangat mudah. Xie Ran dapat menyelesaikannya dengan singkat kurang dari setengah jam membuat semua orang di kelas tidak bisa berkata-kata. Padahal gadis itu sering tidur di kelas.
Hoho, jangan remehkan murid tukang tidur di kelas.
Setelah tiga hari berada di kelas pemula dan berkultivasi keras, Xie Ran akhirnya berhasil menerobos profesional menengah. Hanya dia yang tahu kecepatan ini. Setelah keluar dari ruang kultivasi, dia segera pergi ke arena untuk bertanding.
Sebelumnya dia tidak puas menghajar Zhang Xin dengan satu jurus, dia membutuhkan karung tinju yang lebih kuat sehingga dapat bertarung maksimal dengannya. Xie Ran tidak ingin bertarung dengan orang lemah.
Ketika sampai di tribun dan melihat banyak murid mendaftar pertarungan arena, Liu Chang menyapanya dan menghampirinya. Xie Ran hanya melihatnya, dia terlalu fokus pada daftar peringkat yang terpajang sehingga mengabaikan Liu Chang.
"Junior, akhirnya kamu datang menantang."
"En, menurutmu aku harus menantang yang mana?" Xie Ran bingung karena di sana hanya tertulis nama dan peringkat, bukan kekuatannya.
"Karena Junior telah mengalahkan Zhang Xin dengan mudah, maka seharusnya kamu menantang murid di atasnya. Itu adalah patokanmu," ujar Liu Chang.
Xie Ran mengerti hal itu sejak awal, tapi dia masih bingung. Kekuatan dunia ini lebih kuat dibandingkan dunianya dulu. Tidak bisa dibandingkan sama sekali. Jika ini di dunianya dulu, Xie Ran bisa memilih secara acak. Mengalahkan Huli Dong'er adalah sebuah keberuntungan. Pada dasarnya, dia tidak bisa membunuh Iblis itu tanpa bantuan senjata andalannya juga tanpa bantuan Qu Xuanzi. Dia masih amatiran!
Aturan dalam arena adalah dilarang menggunakan senjata tersembunyi. Senjata yang dipakai harus berasal dari akademi sendiri kecuali untuk pertandingan peringkat langit. Xie Ran tidak bisa menggunakan pistolnya sekarang.
Begitu Xie Ran akan mulai memilih targetnya secara acak pada tingkatan bumi, instingnya tiba-tiba menyadari beberapa orang berdatangan membuatnya harus mundur sebentar.
Melihat beberapa pria datang dengan wajah angkuh yang sangat ingin dipukul, Xie Ran menjadi malas menyadari niat buruk mereka. Mereka memiliki pakaian yang bagus dan sepertinya dari keluarga berpengaruh. Tapi Xie Ran tidak peduli.
"Apa dia gadis yang memukulmu?" Salah seorang yang terlihat besar dan lebih kuat menegur Zhang Xin di sebelahnya.
Xie Ran tidak ingat siapa dia. Tapi tidak dengan Liu Chang yang sangat ingat siapa itu Zhang Xin, Tuan muda ketiga Keluarga Zhang. Di sebelahnya adalah kakaknya, Zhang Hui, yang berada di peringkat 10 besar tingkat bumi dan tak lama lagi akan mencapai tingkat langit.
"Dia melakukan serangan sembunyi-sembunyi ketika aku tidak siap. Mana mungkin aku dikalahkan gadis kecil sepertinya!" Zhang Xin tidak terima. Akan memalukan jika dia mengaku di depan umum. Kenapa kakaknya ini tidak bisa diajak kerja sama?
Xie Ran menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Siapa dia?" bisiknya pada Liu Chang. Dia lupa siapa itu Zhang Xin padahal baru tiga hari ini mereka tidak bertemu.
"Zhang Xin, yang pernah kau pukul tiga hari lalu. Di sebelahnya adalah kakaknya, Zhang Hui," jawab Liu Chang sedangkan Xie Ran hanya mengangguk paham tanpa minat. Adiknya lemah, kakaknya tidak akan beda jauh meski harus sedikit lebih kuat. Xie Ran tidak takut.
"Gadis kecil, sebaiknya kamu berlutut minta maaf pada adikku dan menerima hukuman. Setelah itu, kami akan melupakan penghinaanmu."
Xie Ran menaikkan sebelah alis. Siapa dia berani memintanya berlutut? Ibunya? "Bosan," gumamnya menarik Liu Chang pergi, namun bawahan Zhang bersaudara itu telah mengepung mereka.
Xie Ran menghela napas dan mundur membiarkan Liu Chang di depannya. "Bereskan!"
"Xiao Ran, aku bukan lawan mereka."
"Kultivasiku lebih rendah darimu, aku tetap bisa memukul mereka. Kau hanya takut." Xie Ran bersedekap dada. Dia tidak ingin mengeluarkan uang lagi karena orang tidak berguna.
"Ini ...."
"Xiao Ran, apa kamu takut? Hanya perlu berlutut, minta maaf, dan terima hukuman, apa yang susah dari itu?" Zhang Xin mengangkat kepalanya angkuh.
Xie Ran meliriknya malas dan menatapnya jijik. "Maaf."
"Berlutut!"
"Kakiku tidak lemas." Xie Ran bisa minta maaf tidak ikhlas, tapi dia tidak boleh berlutut. Berlutut sama saja menyerah, dia masih bisa memukul mereka sekalk lagi, kok.
Zhang Hui menyuruh anak buah mereka menyingkirkan Liu Chang menjauh membuat Xie Ran terkepung kemudian membuat Xie Ran berlutut. Tapi hasil yang didapat, Xie Ran tetap berdiri tegak terlihat santai padahal beberapa bawahan mereka sudah mencoba menekan pundaknya dengan keras dan menendang kakinya. Tapi Xie Ran tidak bergerak.
Perlakuan itu membuat Zhang bersaudara marah. Mereka mengutuk para bawahan itu karena tidak bisa menjatuhkan seorang gadis kecil yang terlihat lemah dan rapuh.
"Kalian tidak memiliki bakat. Seharusnya seperti ini." Xie Ran mengangkat kakinya ke belakang hingga mengenai area sensitif pria di belakangnya sampai ambruk.
Para pria yang melihatnya merasa ngilu membayangkan kacang mereka akan hancur karena satu gadis kecil. Itu pelanggaran! Mereka tidak terima!
Xie Ran menoleh kebelakang. Wajahnya tetap tenang dan terlihat polos seolah bukan dia yang melakukannya. "Bukan aku."
Mereka semakin kesal mendengarnya. Jelas-jelas Xie Ran yang menendang ke belakang, bagaimana dia bisa tidak mengaku!
"Kau! Dasar ******!" Zhang Hui marah. Bawahannya, hanya dia yang boleh menghajar, bukan orang lain. Gadis kecil ini sebenarnya sangat berani menentangnya!
"Oleh karena itu, lepaskan aku. Di sini aku yang dirugikan. Kalian semua pria sedangkan aku hanya seorang gadis kecil. Kalian merundung seorang gadis kecil di depan umum, apa saraf malu kalian sudah putus?"
Ucapan Xie Ran menyadarkan kelompok itu lalu melihat berbagai tatapan tidak suka dan jijik dilemparkan. Sekelompok pria menindas seorang gadis pemula dan menggertaknya di depan umum. Betapa tercela mereka!
Kemudian, beberapa pria tampan datang bersama dengan Liu Chang membelah kerumunan dan mendorong Zhang bersaudara menjauh sejauh mungkin.
"Xiao Ran, kau tidak apa-apa?" Liu Chang panik sebelumnya dan langsung memanggil teman-temannya untuk membantu. Tapi ketika melihat pria di belakang Xie Ran yang terlihat lemas tak berdaya dan dirangkul temannya, Liu Chang mulai berpikir bahwa Xiao Ran ini telah melakukan sesuatu.
"Apa yang bisa terjadi padaku?" Xie Ran masih dengan nada polos seolah tidak pernah terjadi apapun dan pria malang di belakangnya bukan ulahnya. Kemudian pandangannya teralih pada dua pria tampan di belakang Liu Chang yang baru saja menendang Zhang bersaudara menjauh. "Ini...."
"Namaku Zhou Kui, aku telah mendengar cerita Liu Chang tentangmu tiga hari lalu. Keberanianmu besar juga. Sangat bagus!" Pria itu tersenyum lebar dan mengapresiasi keberanian Xie Ran. Biasanya gadis biasa akan takut jika bertemu Keluarga Zhang apalagi gadis pemula. Xie Ran berbeda.
"Aku Pei Xi. Tiga hari lalu kau menjadi terkenal karena menyingkirkan hama itu. Aku tidak bisa melakukannya karena aturan akademi, tapi kau bisa. Selama ini, tidak ada yang berani menantang mereka sehingga menjadi nekat."
"Bukan apa-apa. Aku tidak tahu tindakanku akan berpengaruh pada semuanya selain mempengaruhi uangku," sahut Xie Ran. Dia tidak terbiasa mendapat perlakuan sebagai superhero. Dia biasa menjadi seseorang yang dibenci, bukan disukai. Dia menjadi canggung.
Tunggu dulu ... Pei Xi? Peringkat 10 besar tingkat langit? Idola Mei Liena? Ah, andai gadis cerewet itu ada disini. Sayang sekali, pasti gadis cerewet itu sangat bahagia melihat idolanya jika disini.
"Xiao Ran, aku sudah bilang akan mengganti uangmu. Tapi kau tidak terlihat tiga hari ini. Aku akan membayarnya."
"Tidak! Seharusnya mereka yang membayar kerugian dua kali lipat!" Xie Ran menunjuk ke arah Zhang bersaudara yang sedang terdiam melihat dua pria peringkat 10 besar yang terkenal. Mereka merasa terkena sial berkali-kali lipat hari ini.
"Benar, ini salah mereka, mereka yang harus membayar." Zhou Kui mendukung.
"Xiao Ran, apa kamu ingin aku memaksanya?" Pei Xi tiba-tiba menawarkan diri.
Xie Ran menggeleng pelan dan menggulung lengan bajunya. "Tidak perlu. Aku bisa memaksa mereka sekaligus."
Perasaan mereka tidak enak. Memaksa mereka sekaligus apa artinya Xie Ran akan menggunakan kekerasan lagi pada mereka? Sebenarnya bukan masalah, tapi kekuatan Zhang Hui berbeda dari Zhang Xin. Zhang Hui berada di peringkat yang hampir sama dengan Xie Chen, dia tidak boleh diremehkan.
"Xiao Ran, apa kau yakin?"
"Mengapa? Mereka adik-kakak tidak akan berbeda jauh." Xie Ran memang tidak tahu peringkat mereka tapi dia tetap percaya diri bisa melawan mereka. Bagaimana pun, kartu trufnya adalah sihir pesona tingkat surgawi.
"Zhang Hui berada di peringkat 9 tingkat bumi. Kekuatan pertahanannya sangat kuat sampai tidak ada junior yang berani menantangnya. Dia juga sudah lama tidak menantang senior lain. Terakhir di kalahkan oleh Xie Chen dari Klan Xie, setelah itu tidak ada yang menantangnya lagi." Ekspresi Zhou Kui berubah begitu menyebut nama Xie Chen.
Xie Ran tersenyum miring. Jadi lebih lemah dari Xie Chen, itu bukan masalah. "Aku akan menantangnya."