The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
35. Hidup Dramatis



"Zhang Hui memiliki sihir tingkat kaisar. Aku pikir, itu sangat berisiko. Xiao Ran, kamu masih berada di tingkat 50, lebih baik menantang beberapa di tingkat 50 besar lainnya sebelum menantang Zhang Hui," ujar Zhou Kui. Gadis ini mengingatkannya pada adiknya yang selalu bersemangat.


"Apa tingkat kaisar menjadi begitu murah? Aku sangat menyayangkannya." Xie Ran tetap tidak takut. Dia memiliki sihir pesona yang bahkan Long Huo terkena pengaruhnya walau tidak lama. Setidaknya dapat meningkatkan harapan hidup walau kecil. "Tapi karena kalian sudah menyarankannya, aku akan mencoba terlebih dahulu."


Beberapa bawahan Zhang bersaudara yang mendengarnya segera memberi kabar sedangkan Zhang bersaudara sudah mundur semenjak datangnya Pei Xi dan Zhou Kui. Dalam hal kekuatan, mereka masih jauh dari dua pria tampan itu. Mereka tidak boleh bertindak terlalu jauh apalagi melihat mereka membela Xie Ran.


Tapi setelah mendengar berita bawahannya bahwa Xie Ran akan membuat 10 tantangan untuk menuju tingkat langit, Zhang bersaudara tertawa terbahak-bahak. Bahkan mereka membutuhkan ratusan pertandingan untuk mencapai tahap ini. Sebenarnya ada gadis kecil yang ingin memenangkan 10 pertandingan dengan berani dan langsung melompat ke tingkat langit? Bukankah tantangan ke-11 akan menjadi tantangan tingkat langit?


"Karena bocah itu menginginkan kematiannya sendiri, maka kita hanya perlu menontonnya." Zhang Hui tidak ingin repot menghadapi bocah yang akan mati itu.


"Kakak, apa sebaiknya kita membuat Xiao Ran menantang orang-orang kita? Biarkan mereka melihat dan tidak menginjak-injak keluarga kita lagi!" ujar Zhang Xin.


"Hmm, idemu bagus. Tapi, akan lebih baik jika kita hanya mengirim beberapa agar tidak menimbulkan kecurigaan bahwa kita menggertak gadis lemah."


"Tidak masalah. Setelah Xiao Ran mengalami hal buruk di arena, dia akan dipaksa memenuhi taruhan." Zhang Xin tersenyum licik dan menjilat bibirnya. Kecantikan seperti itu sangat disayangkan jika berkembang menjadi kucing liar, dia akan membuat kucing liar itu patuh di bawah kakinya!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hachuuu!


"Persetan seseorang yang membicarakanku di belakang!" Xie Ran menggelengkan kepala cepat berusaha menetralkan hidungnya.


Di sebelahnya ada Mei Liena yang menatapnya kosong akan umpatan Xie Ran. Dia sebelumnya terkejut bahwa Xie Ran akan membuat 10 tantangan dalam tenggat waktu seminggu, 8 tantangan dibuat secara acak di atasnya sedangkan 2 lainnya dipilih sendiri. Xie Ran sudah memastikan bahwa pada tantangan 9 akan menantang Zhang Hui, sisanya masih disembunyikan di kepalanya. Xie Ran ini terlalu mengerikan!


10 tantangan dalam seminggu ... bukankah bunuh diri?! Bahkan Mei Liena tidak akan percaya diri seperti itu untuk membuat tantangan tingkat bumi. Jika tingkat pemula masih tidak akan diragukan, Xie Ran akan menang setelah aksinya melawan Zhang Xin. Tapi ini ... hanya bisa dikatakan sebagai gila!


"Xiao Ran, mengapa kau membuat tantangan seekstrem itu? Menantang murid 50 besar bukan hal mudah. Bagaimana jika kau terluka?"


"Kau meragukanku?" Xie Ran menatapnya datar membuat Mei Liena berkeringat dingin dan menggeleng cepat. Tatapannya mengerikan seolah akan membunuhnya saat itu juga.


Saat ini mereka ada di Paviliun Bulan. Mei Liena datang untuk menunjukkan eksperimennya pada Xie Ran. Itu berupa racun tanpa warna yang bisa membuat seseorang tingkat lanjutan mati dalam seminggu tanpa disadari. Sihir yang dilatih Mei Liena adalah sihir racun, itu sebabnya dia hanya bisa membuat racun dan penawarnya.


"Untuk racun seperti ini, mengapa kau masih di kelas pemula?" Xie Ran heran. Meski berada di kelas sihir yang sama, Mei Liena seharusnya berada di kelas apoteker bumi.


"Itu karena aku tidak bisa meramu obat yang biasa dikonsumsi. Kadang, mereka tidak menerima obat luar seperti penangkal racun karena tidak berguna untuk orang yang tidak keracunan." Mei Liena terlihat sedih.


"Orang-orang itu sangat bodoh," gumam Xie Ran.


Dia masih tidak mengerti kenapa orang-orang ini memiliki jalan pikir dangkal yang membuat Xie Ran sangat kesal. Dia sendiri memiliki nilai tertinggi dan peningkatan pesat, tapi tidak naik tingkat dan hanya diperbolehkan naik tingkat bulan depan bersama dengan murid lain yang akan lulus. Xie Ran sangat ingin lompat kelas. Ini sudah seperti memasuki sd padahal sudah cocok masuk sma.


Xie Ran kembali melihat-lihat tas Mei Liena yang seluruhnya berisikan racun berwarna-warni. Gadis ini sebenarnya sangat berbakat, namun berada di tumpukan sampah sehingga sulit berkembang. Xie Ran turut prihatin. Di mana dia bisa menemukan tempat yang cocok untuk Mei Liena?


Ketika Xie Ran sedang memikirkannya, dia merasa seseorang yang familiar menerobos rumahnya begitu saja sembarangan. Xie Ran berdiri mengejutkan Mei Liena. Baru saja Mei Liena akan bertanya, Xie Ran sudah pergi terlebih dahulu keluar paviliun.


Entah siapa yang datang, Xie Ran tidak suka jika orang itu masuk tanpa izin layaknya rumah sendiri. Entah dari mana kunci didapatkan orang itu. Itulah yang membuat Xie Ran kesal. Membobol rumah orang adalah pelanggaran!


Begitu Xie Ran sampai halaman, dia tertegun melihat seorang gadis cantik bergaun putih berdiri di halaman paviliun.


Mei Liena yang mengejar juga tertegun. Dia menatap Xie Ran bertanya-tanya kemudian melihat gadis cantik itu lagi. Gadis itu terlihat sedikit lebih muda dari mereka berdua dan memiliki pakaian yang bagus layaknya bangsawan, namun sederhana.


Senyum gadis itu terukir. Dia segera berjalan dengan langkah teratur ke arah Xie Ran dengan senyuman manis. "Xiao Ran, apa kamu ingat aku?"


Xie Ran mengerutkan kening. "Putri Kesembilan?" Dia tidak tahu namanya, hanya bisa menyebut julukannya. Entah apa yang dilakukan gadis itu disini.


Sedangkan Mei Liena terbelalak mendengar sebutan Xie Ran. Dia segera membungkuk memberi salam penghormatan. "Putri kesembilan, mohon maaf hamba tidak mengenali."


Zhong Xiaorong terkekeh nyaris tertawa terbahak-bahak. Gadis imut di depannya ini sangat lucu. "Namaku Zhong Xiaorong, bukan Putri kesembilan. Kedepannya, panggil aku Rongrong."


"Mana bisa?" Mei Liena tidak setuju.


"Kau seharusnya teman Xiao Ran mengingat dia tidak akan membiarkan siapa pun masuk ke paviliunnya."


"Bagaimana kau tahu?" Xie Ran tidak memiliki kesan apa pun pada Zhong Xiaorong, jadi tidak menunjukkan ekspresi lain.


"Mudah sekali tertebak. Kau langsung datang seperti orang marah ketika menyadari kehadiranku yang masuk tanpa izin. Tapi, aku tentu telah mendapat izin dari pemilik sebenarnya." Zhong Xiaorong menunjukkan lencana beserta kunci paviliun di tangannya.


Jadi maksudnya dia akan belajar di Akademi Tianshang? Tinggal di Paviliun Bulan juga! Xie Ran menghela napas panjang. Kaisar itu rupanya telah merencanakan ini sebelumnya. Tapi apa boleh buat?


"Terserah padamu," sahut Xie Ran mengedikkan bahu acuh tak acuh. Lagi pula dia tidak akan lama berada di akademi.


Xie Ran pergi ke dalam meninggalkan dua gadis itu. Dia harus cepat melatih diri sendiri agar bisa meningkat ke tingkat langit dalam seminggu. Lawannya kali ini harus lebih kuat.


"Eh, Xiao Ran, apa kau tinggal dengannya?" Zhong Xiaorong menghampiri Xie Ran ke dalam.


"Kenapa kau tiba-tiba bersikap baik?" Xie Ran heran. Dia telah mencelakai sahabat putri satu itu tapi Zhong Xiaorong malah bersikap akrab dengannya.


Xie Ran mengerjap mata. Di mana putri sombong dan arogan yang gila kultivasi itu? Apa di depannya benar-benar putri dengan martabat tinggi? Sekarang putri itu telah mengulurkan tangannya dengan penuh semangat disertai rasa bersalah. Xie Ran lagi-lagi tidak terbiasa. Masalahnya, tujuannya bukan melindungi anggota istana! Dia hanya ingin menginterogasi dan membunuh Huli Dong'er! Sejak kapan tindakannya menjadi baik?


"Apa kau salah makan? Kau jelas tahu bukan aku yang membunuhnya." Xie Ran tidak ingin berhubungan dengan hal rumit. Dia hanya ingin sendiri. Menyimpan Mei Liena saja susah beban, mengapa dia harus menyimpan beban lainnya?


"Tapi kamu berhasil menekannya dan membuatnya tidak bisa bertarung lagi. Bahkan kakak keduaku tidak bisa menghadapinya, tapi kau bisa dengan senjata dan keterampilan hebatmu. Siapa lagi yang bisa bertarung dengan Iblis seperti itu?"


"Iblis?" Mei Liena yang mendengarnya terbelalak dan menatap Xie Ran horor. Sebenarnya temannya itu telah membuat Iblis sekarat dan mati? Betapa hebatnya!


"Tentu saja! Beberapa hari lalu Istana mengalami penyerangan Iblis. Xiao Ran berhasil menyadarinya sebelum Iblis itu membunuh Pangeran Kedua. Mereka bertarung di Istana. Bahkan Pangeran kedua terluka parah karena Iblis itu. Sedangkan Xiao Ran hanya memiliki luka kecil di tubuhnya dan Iblis itu mati terpenggal."


Xie Ran tidak mengatakan apapun. Bukankah saat itu sangat jelas bahwa dia terluka secara internal sampai tidak bisa melarikan diri dari serangan Zhong Guofeng? Zhong Xiaorong ini terlalu melebihkan cerita.


"Xiao Ran, kamu tidak cerita padaku!" Mei Liena mulai bertindak heboh.


"Tentu saja tidak cerita. Kejadian ini tidak boleh keluar dari Istana atau akan terjadi keributan. Kamu harus menutup mulutmu rapat-rapat jika tidak ingin kehilangan kepala!" Zhong Xiaorong mengancam dengan serius. Jika bukan karena Mei Liena adalah teman Xie Ran, dia sudah mengusir sejak awal.


"Jadi, Xiao Ran, terima niat baikku. Kedua kakakku tercinta mengatakan, aku harus berhubungan baik denganmu. Aku juga berpikir begitu. Bagaimanapun, aku berhutang banyak. Aku juga butuh nasihatmu. Nasihatmu sebelumnya sangat membantuku tinggal di Istana yang kejam."


"Aku hanya penari amatiran, kultivasi rendah, aku pikir kau terlalu berlebihan." Xie Ran tidak ingin berada di sini lagi. Dia ingin kabur!


"Sama sekali tidak. Meski aku tidak suka seni, aku suka suara dan tarianmu. Penuh semangat dan indah. Tarian juga dapat membuat tubuh menjadi terlihat ringan terutama ketika bertarung, itu akan sangat indah! Aku ingin belajar darimu." Zhong Xiaorong memohon dan menarik-narik lengan Xie Ran.


Anak ini ... sangat kekanakan! Xie Ran tidak tahan lagi. Dia ingin kabur, tapi tidak bisa. Dia ingin menghilang saja dari dunia ini!


Orang lain mungkin akan senang jika mendapat perlakuan istimewa dari anggota kekaisaran, bahkan Mei Liena sudah bengong melihat tingkah putri ambisius satu itu. Hanya saja, Xie Ran berbeda. Dia jauh dari yang namanya manusia normal!


"Sudahlah, aku juga tidak bisa menolak lagi." Xie Ran memilih pasrah.


Jika ini di dunianya dulu, dia sudah melempar putri ambisius ini ratusan meter. Sekarang dia harus lebih lapang dada. Dunia berbeda, hatinya juga harus berbeda. Xie Ran berusaha bersikap lembut walau pada akhirnya menangisi anak kecil setiap hari. Xiao Caihong contohnya yang selalu menangis dan mengadu pada Qu Xuanzi, tapi di tidak peduli. Itu terus berulang.


Zhong Xiaorong berteriak senang dan segera melesat cepat mencari kamar. Karena urusannya dengan Xie Ran selesai, maka dia bisa istirahat tenang.


Sedangkan Mei Liena masih termenung sejak tadi. Xiao Ran ini ... sangat luar biasa! Bahkan sampai Kaisar, Pangeran kedua, dan Putri kesembilan ada di pihaknya. Dalam hati, Mei Liena bersujud pada Xie Ran yang telah menjadi idola sekaligus contohnya!


Oh, tentu jika Xie Ran tahu bahwa Mei Liena ingin mencontohnya, gadis itu akan terkejut dan segera menasihatinya untuk tidak mencontoh pembunuh tak bermoral sepertinya. Niat Xie Ran selalu buruk. Jika mereka tahu bahwa kedatangannya ke akademi bukan untuk belajar melainkan memburu salah satu dekan dan pagoda kaca, apa mereka masih dipihaknya?


Memikirkan betapa terkejut dan kecewa mereka membuat Xie Ran senang. Dia selalu seperti itu. Justru dia tidak akan terbiasa jika diperlakukan baik. Seumur hidup, semua orang memperlakukannya sebagai pembunuh yang ditakuti. Hanya ada keburukan tentangnya sampai tidak ada yang ingin mendekatinya. Bahkan keluarganya sendiri ingin membunuhnya.


Ketika Xie Ran baru saja akan masuk, tiba-tiba Zhong Xiaorong sudah kembali dengan wajah terkejut. Kali ini, gadis itu tidak menatap Xie Ran melainkan Mei Liena membuat gadis manis itu merinding.


"Ini ... kamu yang buat?" Zhong Xiaorong menunjukkan botol kecil di tangannya dengan tanda 'Mei' yang terukir sedangkan Mei Liena mengangguk.


Ekspresi Zhong Xiaorong menjadi bersemangat menatap Mei Liena dengan penuh kobaran gembira. Dia telah menemukan harta karun ganda dalam sehari!


"Mei Liena, aku tidak menyangka kau sangat berbakat. Mulai sekarang, kau harus tinggal di sini! Ini perintah!" Zhong Xiaorong mengatakannya sambil mengguncang tubuh Mei Liena dan pergi dengan girang membawa botol tersebut.


Mei Liena tersadar akan keterkejutan setelah beberapa saat sedangkan Xie Ran menatapnya tidak percaya. Mengapa tiba-tiba putri konyol itu membiarkan gadis cerewet ini tinggal! Itu hanya akan menambah penderitaan Xie Ran!


Rasanya Xie Ran ingin menangis saja.


"Apa isi botolnya?" Xie Ran bertanya. Dia harus tahu alasan mengapa Zhong Xiaorong memperlakukan Mei Liena istimewa.


"Itu ... penetral racun tingkat menengah."


Xie Ran mengubah ekspresinya menjadi serius. Penetral racun? Jadi ini alasan Zhong Xiaorong menerima Mei Liena dan meminta nasihatnya. Zhong Xiaorong juga memiliki nasib yang sedikit sama dengannya di Istana. Apa Kaisar dan Pangeran kedua tahu?


Sudahlah, Xie Ran tidak ingin ikut campur urusan orang lain apalagi anggota kekaisaran. Itu hanya akan memperumitnya. Yang penting, Zhong Xiaorong sudah memiliki solusi pertahanannya sendiri di lingkungan jahat.


Pada akhirnya, ketengangan Xie Ran berakhir mulai detik ini. Zhong Xiaorong melakukan pelatihan gila di halaman belakang sedangkan Mei Liena mulai datang membawa barang-barang sambil bernyanyi-nyanyi dan meramu obat.


Xie Ran hanya bisa menyendiri di kamar dengan murung. Kenapa hidupnya dramatis?


Xiao Caihong ke luar dari baju lengannya meminta makan. Xie Ran menurut saja dijadikan makanan oleh ular satu ini sedangkan dua Naga hanya bisa menatapnya prihatin di pojokan.


Keesokannya adalah waktunya bagi Xie Ran pergi ke arena menyelesaikan tantangan pertama.


Zhong Xiaorong yang mendengar tentang permainan Xie Ran juga ingin ikut melihat. Dia tentu tahu bagaimana kekuatan Xie Ran—kecuali sihir pesona—dan sangat ingin melihat bagaimana murid-murid ini dibandingkan dengan temannya.


Setelah sampai di tribun arena, dia telah melihat beberapa orang bertarung. Tapi tidak ada yang menarik perhatiannya. Sedangkan Mei Liena hanya anteng menonton di sebelah Zhong Xiaorong.


Hingga akhirnya saat-saat Xie Ran maju. Namanya muncul di layar pada peringkat 50 pemula dengan seorang pria bernama Luo Yang di peringkat 47 bumi. Itu terlalu jauh!