The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
240. Dewi Naga



Pengungsian menjadi ribut begitu menyadari bahwa Xie Ruo menghilang dari tenda. Masalahnya, energi murni Xie Ruo sangat berbahaya bila jatuh ke tangan Dewa Iblis di luar sana.


Dewi Kehidupan memijit kepalanya sambil bersandar dengan lelah. Ia telah menebak, pasti wanita itu pergi menemui Qu Xuanzi setelah menyadari rencananya. Seharusnya ia bisa lebih teliti lagi, mengingat bagaimana temperamen Xie Ruo.


Ketika tengah pusing memikirkannya, pandangannya teralih pada cahaya emas yang menutupi langit sedemikian rupa. Awan di sekitar menjadi emas, kemudian berubah menjadi merah menyebabkan semua orang di pengungsian sangat terkejut.


Sheng Xian pergi ke bukit untuk melihat apa yang terjadi bersama dewa lain, termasuk Dewi Kehidupan. Pei Xi dan yang lainnya juga ikut melihat dari kejauhan. Pada saat itulah mereka melihat kejadian yang sebenarnya.


Segalanya terjadi begitu cepat sampai mereka semua tidak sempat untuk berpikir. Langit yang sebelumnya kembali mendung, kini berubah menjadi emas. Kali ini lebih pekat, menyebabkan pusaran angin besar yang menimpa mereka.


Cepat-cepat para dewa membuat penghalang untuk melindungi semua makhluk di lembah pengungsian. Tekanannya terlalu kuat sampai mereka tidak dapat melihat apa yang sedang terjadi.


Namun Dewi Kehidupan dapat dengan jelas merasakan, bahwa tanda-tanda kehidupan seseorang telah menghilang. Wajahnya menjadi pucat, rautnya dipenuhi ketidakpercayaan. Ia merasa kakinya akan lemas dan termundur, namun salah seorang dewa langsung menahannga agar tidak jatuh.


"Dewi Kehidupan, apa yang terjadi?" Dewa itu bertanya dengan nada cemas.


Belum sempat Dewi Kehidupan menjawab, cahaya emas itu memberikan dampak terhadap lembah pengungsian akan tekanan yang diakibatkan medan perang. Sihir emas melayang di udara, menekan barrier para dewa menyebabkan mereka kesulitan menahannya.


Begitu sihir emas berhembus bagai angin dan mengendap di udara, barrier kembali normal. Para dewa saat itu juga mengerti apa yang sebenarnya terjadi.


Sheng Xian di antara mereka terdiam tanpa bisa berkata apa pun. Para hewan suci yang berjaga langsung mengaum dengan tangisan keras, memperingati kepergian tuan mereka dengan penuh duka. Sedangkan Pei Xi dan yang lainnya masih belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi, mereka memandang Dewi Kehidupan yang menunduk mencoba mencari tahu. Sayangnya tidak ada jawaban.


Ketika mereka melihat ke area medan perang, mereka mendapai salah satu teman mereka yang tampak kosong. Sendiri tanpa tersentuh. Tiba-tiba hal mengerikan melintas di pikiran mereka, didukung oleh aksi para dewa dan hewan suci.


Mereka bersujud untuk memberi penghomatan terakhir, yang membuat seluruh ras secara otomatis mengikuti meski tidak tahu apa yang terjadi. Yang mereka tahu, seseorang yang penting telah pergi.


"Ruoruo ...." Mei Liena di antara ras ular nyaris tidak bisa berkata apa pun. Ia melihat Xie Ruo di kejauhan sana dengan sendu. Ini adalah pukulan keras yang dapat meruntuhkan seseorang. Ia harap temannya itu dapat menerima semua ini.


Hanya saja, kondisi saat ini telah mencapai krisis berkepanjangan. Kaisar Langit telah tiada, tidak ada yang bisa melawan Dewa Iblis lagi. Mereka harus memikirkan cara untuk menyelamatkan dunia bersama-sama.


"Xie Ruo tidak bisa melawan Dewa Iblis, kita harus menjemputnya." Pei Xi langsung berjalan ke arah Dewi Kehidupan untuk meminta bantuan. Jika hanya ia yang pergi menjemput Xie Ruo, belum tentu Dewa Iblis akan berbelas kasih melepaskan mereka.


"Menurutmu, kenapa Yang Mulia bisa pergi? Jika saja dia tidak mengganggu, apa Yang Mulia akan teralih hanya untuk melindunginya?" Seorang dewa dengan kumis panjang berkata dengan tegas.


"Apa kau tidak lihat situasinya?" Pei Xi agak kesal.


"Itu sebabnya aku berkata demikian. Rencana Yang Mulia gagal, siapa menurutmu yang bisa mengacaukannya? Kau hanya manusia, tidak mengerti apa pun dan tidak perlu ikut campur." Dewa itu menggeram dengan marah. Bisa-bisanya seorang manusia menentangnya.


Argumen itu dipikirkan kembali oleh dewa lain. Meski ada beberapa yang setuju, mereka tidak mengungkapkannya secara langsung setelah melihat betapa gelap wajah Dewi Kehidupan.


"Biarkan dia di sana, itu adalah tanggungjawabnya." Sheng Xian akhirnya bicara di antara situasi yang memanas.


Pei Xi ingin menyangkal, namun Dewi Kehidupan langsung berkata, "Jika kita pergi, tidak tahu siapa lagi yang akan mati. Dilihat dari situasi barusan, sepertinya Yang Mulia juga sudah memikirkannya dengan matang, tidak akan ada kesalahan."


"Tapi—"


"Aku percaya muridku, apa kau tidak percaya temanmu?" Sheng Xian menatap Pei Xi dengan datar. Ia tidak memiliki ekspresi apa pun sejak tadi. Meski ia gelisah dengan keselamatan Xie Ruo, ia tetap harus terlihat tenang.


Pei Xi bukannya tidak percaya, ia hanya takut. Kondisi mental Xie Ruo sangat kacau. Wanita itu bisa tak terkendali dan tidak mempedulikan nyawanya sendiri di saat seperti ini. Ia harap apa yang dikatakan Dewi Kehidupan benar.


Tepat pada saat yang sama, fenomena lain mulai muncul. Napas seseorang yang begitu kuat dan familiar mulai terasa, membuat semua orang teralih dengan penuh kejutan.


Setelah sekian lama, akhirnya Sheng Xian menunjukkan senyum samar. "Xie Ruo, kau tidak mengecewakanku."


Semua orang terlalu terkejut akan fenomena langka ini. Seseorang dipromosikan menjadi dewi seutuhnya di tengah medan perang dan kekacauan yang dapat menghancurkan dunia. Mereka bahkan tidak berani memikirkannya!


Iris biru setengah abu-abu itu terlihat mencolok. Terasa dingin dan menyekik. Aura naga yang pekat membuat semua orang lemas. Sosok naga besar yang dipenuhi aura pembunuh mengitari wanita cantik itu seolah naga adalah bagian dari dirinya. Ia terlihat lebih cantik dibandingkan seorang dewi kecantikan, serta lebih murni dan agung dibandingkan seorang dewi alam.


Ketika melihat sosok luar biasa yang muncul secara tiba-tiba, sebuah kalimat terlintas di pikiran mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Xie Ruo memandang Dewa Iblis dengan dingin. Dipikir Dewa Iblis dapat mengalahkannya dengan mudah? Itu salah besar. Meski baru pertama kali Xie Ruo menggunakan kekuatannya yang sekarang, ia tidak lebih buruk dari dewi cahaya yang tidak mendapat dukungan cahaya.


Dewa Iblis menggertakkan giginya merasa geram. Bisa-bisanya Xie Ruo menjadi dewi di saat yang tidak tepat ini. Ia pun maju untuk menyerang. Xie Ruo tidak sepenuhnya memahami keilahian naga, sehingga kemungkinan besar Dewa Iblis dapat memanfaatkan hal tersebut dan membunuhnya.


Xie Ruo menggunakan pedangnya untuk melawan. Kedua senjata mereka saling menekan dan berdentangan dengan keras. Xie Ruo terlihat tenang di luar, namun hatinya dipenuhi niat membunuh yang kental. Ia seolah lupa siapa dirinya yang sebenarnya, yang di pikirannya hanya membunuh.


Jika beberapa menit yang lalu Xie Ruo tidak bisa berdiri di udara tanpa tumpuan, kali ini ia bisa terbang tanpa harus berubah menjadi naga. Pertempuran langit di antara keduanya berjalan dengan cepat dan dipenuhi kehancuran. Beberapa kali baik Xie Ruo maupun Dewa Iblis termundur dan menubruk gunung, mereka tetap melanjutkan perang seolah tidak ada hari esok.


Dewa Iblis semakin kesal. Ia pun mulai memikirkan cara untuk meruntuhkan moral Xie Ruo. Ia membuat ilusi di sekitar dengan kekuatan mental.


Sebuah ilusi terbentuk memenuhi area, mengubahnya menjadi neraka tak berujung. Api melahap sebagian wilayah, langit merah menunjukkan aura kematian yang luar biasa. Xie Ruo diam untuk beberapa saat memperhatikan, kemudian pandangannya terarah pada sosok Dewa Iblis yang tersenyum.


"Kau tidak akan bisa lolos kali ini!"


Xie Ruo agak terkejut karena tiba-tiba suara bisikan terdengar nyaring di telinganya. Padahal jelas-jelas ia melihat Dewa Iblis berada beberapa meter jauhnya. Tawa berdering di sekitar, baik tawa anak-anak maupun orang dewasa, membingungkan fokus Xie Ruo.


"Dasar bajingan." Xie Ruo mengutuk diam-diam. Ia mengayunkan pedangnya hendak menghancurkan ruang ilusi, namun ucapan Dewa Iblis menghentikannya.


"Apa kau sama sekali tidak merasa bersalah? Andai saja kau tidak datang, Asura tidak akan memilih mati dan mengorbankan kekuatannya untukmu. Padahal kau tahu sendiri, kenapa Asura membawamu ke tempat yang penuh penjagaan."


Xie Ruo terdiam untuk beberapa saat. Apa benar ini salahnya?


"Ketika dalam pertempuran, dia hampir saja membunuhku. Dengan kekuatannya, dia bisa mengendalikan darah iblis dan menyatu dengan Kaisar Iblis untuk sementara. Sayangnya, kau justru datang dan mengeluarkan energi murni sehingga altar pengorbanan mengambil kesempatan itu. Asal kau tahu, itu di luar rencana Asura. Kau telah membunuhnya."


Pandangan Xie Ruo meredup. Jika dipikirkan kembali, memang seharusnya ia tidak datang. Tapi ia tidak bisa diam saja menonton. Apalagi saat itu penyatuan darah nyaris gagal, membuatnya semakin takut dan melakukan perbuatan nekat.


Semakin dipikirkan, rasa bersalah semakin berdatangan mengganggu pikirannya. Ucapan Dewa Iblis terlalu melekat, sedangkan ia sedang sangat berduka dan kacau.


"Tidak ...." Xie Ruo menutup wajahnya frustrasi. Ucapan Dewa Iblis yang menuntutnya terus menggema, mengacak-acak pikirannya.


Rasa sedih dan marah bercampur aduk. Xie Ruo tidak lagi dapat membedakannya hingga kesadarannya terganggu. Ia sampai lupa, alasan Qu Xuanzi mengorbankan diri dan melepaskan kekuatannya.


Dewa Iblis melihat betapa frustrasi Xie Ruo menjadi sangat gembira. Ia mengangkat tombaknya, hendak mengambil kesempatan untuk membunuhnya.


Tombak runcing meluncur dengan kecepatan tinggi di tangannya, menuju Xie Ruo yang masih tampak menggila sambil menunduk dan menutup wajahnya penuh rasa bersalah.


Tapi begitu tombak akan menikam tepat di jantung Xie Ruo, sebuah tangan lambut menahan ujung tombak sampai mengalirkan darah merah yang sangat deras. Iris biru dan abu-abu itu memandang Dewa Iblis dengan dingin, sebelum akhirnya memutar tubuhnya dengan tombak yang masih digenggam hingga Dewa Iblis nyaris melepas tombaknya.


Dengan cepat Dewa Iblis menarik tombaknya, sampai darah yang mengalir terus keluar dengan deras dan semakin dalam. Pada saat yang sama, cahaya perak terhembus dengan tekanan besar membuat Dewa Iblis termundur.


"Kau pikir aku bodoh?" Xie Ruo mengabaikan telapak tangannya yang terus mengalirkan darah ke tanah. "Berpikirlah dua kali sebelum memprovokasiku. Kau pikir siapa yang menghancurkan siapa?"


Xie Ruo sangat marah. Bentuk beberapa naga muncul di sekitarnya dan terbang ke arah Dewa Iblis. Naga-naga putih dengan mata semerah darah melesat dalam cahaya perak yang pekat seperti roh yang menyerang.


Dewa Iblis begitu kesal melihatnya. Ia menarik roh-roh dunia dari makhluk yang telah mati. Kedua tangannya diangkat, tubuhnya dipenuhi kegelapan untuk menarik semua roh dalam kendalinya.


Kecuali Kaisar Iblis, tidak ada lagi yang bisa melakukannya sebelum Dewa Iblis mendapatkan kekuatan ini. Sayangnya, Kaisar Iblis tidak pernah memanfaatkan roh-roh itu, karena teknik pemanggilan roh merupakan teknik terlarang yang diharuskan melahap banyak jiwa sebagai umpan.


Roh-roh itu melayang di udara menuruti perintahnya, bersatu dan membentuk sosok makhluk aneh dan penuh dengan aura kematian. Segalanya hitam, sosoknya mengepak di udara menyerang Xie Ruo.


Kekuatan Xie Ruo tidak bisa digunakan untuk menahan semua roh sekaligus. Ia menggunakan pedangnya untuk menangkis, kemudian mengalihkan semua naga untuk menangani roh-roh itu. Namun semua roh semakin ganas dan menjadi lebih banyak dengan ukuran besar. Mereka menyerang Xie Ruo, menariknya ke dalam kegelapan dan mengurungnya.


Pandangan Xie Ruo sepenuhnya gelap. Roh-roh melingkupinya begitu erat tanpa celah dan menenggelamkannya. Ini lebih buruk dibandingkan terlahap satan.


Tidak tahu berapa lama, segalanya kini dipenuhi dengan kegelapan total.