The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
141. Dunia Roh (1)



Kaisar Iblis memiliki wajah dingin tanda bahwa ia sedang kesal. Iris merahnya beralih pada kekacauan di luar segel yang sangat jelas terlihat, namun tidak ada dari mereka yang bisa menerobos segel. Hanya mereka yang di dalam yang bisa melihat.


Energi gelap semakin pekat di sekitar. Hanya dengan satu kali sapuan tangan, para satan yang mengepung Xiao Caihong berhasil disingkirkan. Sisa satan berlarian tanpa arah, takut akan energi gelap yang muncul membunuh mereka.


Xiao Caihong yang kebingungan sendiri, segera dibawa masuk oleh Kaisar Iblis, membiarkannya bertemu Xie Ran. Meski ia tidak menenal Xiao Caihong, melihat Xie Ran begitu peduli padanya, ia akan memberi ular cilik itu pengecualian.


"Kau tahu apa yang kau lakukan?" Kaisar Iblis menghadap Xie Ran dengan pandangan dingin. "Sudah kukatakan untuk tidak keluar. Sedikit saja kesalahan, kau bisa mati tanpa alasan."


Xie Ran melirik Kaisar Iblis dengan kesal. Kenapa sekarang ia yang disalahkan? "Jika saja kau jujur sejak awal, apa aku akan gegabah? Kau merasa sia-sia menyelamatkanku, maka jangan selamatkan!"


Xie Ran terlanjur kesal. Ia menarik pergi Xiao Caihong yang menjadi anak manusia lagi. Biar ia dikejar satan, yang penting ia keluar dari tempat ini. Toh, ia akan bertemu satan lagi di Dunia Roh.


"Xie Ruo." Kaisar Iblis dengan tegas memanggil namanya, nama aslinya.


Ia menghela napas melihat gadis itu mengabaikannya, sadar jika ia terlalu kasar. Sebelumnya tidak mengontrol emosi dengan baik, ia terlalu cemas sampai tidak tahu harus apa.


Kaisar Iblis akhirnya mengalah. Sebelum Xie Ran menembus batas segel, ia menarik gadis itu dan akan memeluknya. Tapi Xie Ran yang sudah sangat kesal menolak pelukan dan mendorong Kaisar Iblis dengan kuat.


"Yang Mulia, apa kau akan melanjutkan peranmu?" Xie Ran berkata sambil menatap Kaisar Iblis dengan tajam. "Awalnya aku berpikir untuk menyelesaikan semuanya baik-baik. Kau tahu aku paling benci dibohongi ketika aku mempercayai seseorang. Aku sudah cukup menoleransi dengan cara kembali ke sini. Tapi kau sama sekali tidak mengerti."


"Yang kau percaya bukan aku," balas Kaisar Iblis.


"Lalu untuk apa aku kembali? Bukankah lebih baik aku pergi?"


"Kau tidak bisa pergi."


"Xiao Caihong membantuku." Xie Ran sudah berpikir untuk pergi sebelumnya karena kesal, tapi ia akan merasa bersalah jika membuat Kaisar Iblis tiba-tiba panik.


Kaisar Iblis memperlakukannya dengan baik, ia tidak akan mengabaikannya begitu saja. Karena kekuatan hewan suci Xiao Caihong sudah bisa digunakan, ular cilik itu bisa membawanya kembali ke Dunia Tengah.


Kaisar Iblis melihat Xiao Caihong yang bersembunyi di belakang Xie Ran sambil mengintip menatapnya. Ia paham seketika, kemudian merasa sikapnya benar-benar keterlaluan. Tapi ia tidak menyesal.


Sebuah pemikiran terbesar di otak Kaisar Iblis. Ia menarik Xiao Caihong keluar dari persembunyian dan menempati Xiao Caihong di sisinya agar Xie Ran tidak pergi.


"Kau tidak bisa pergi."


Xiao Caihong menangis keras merasa ditindas. Ia memanggil Xie Ran dengan menyedihkan. "Ibu~"


"Dia bukan ibumu." Kaisar Iblis melirik Xiao Caihong dengan tatapan tajam sehingga anak kecil itu semakin menangis keras.


"Bisakah kau sedikit lembut, setidaknya pada anak kecil?" Xie Ran merasa sangat ingin meninju Kaisar Iblis. Ia membenci suara tangisan.


"Aku tidak bisa lembut pada seekor hewan suci." Kaisar Iblis menanggapi tak acuh.


Semakin lama Xie Ran semakin kesal. Ia menunjuk Kaisar Iblis dengan mata menyipit. "Baik, kau urus dia sendiri. Aku pergi!"


Masih ada Dunia Roh, 'kan? Ia akan pergi ke Dunia Roh, lalu membawa Xiao Caihong ketika akan kembali ke Dunia Tengah. Tidak perlu termakan ancaman seseorang berpikiran pendek.


Tapi ketika Xie Ran akan pergi, wilayah di sekitarnya tiba-tiba berubah menjadi sebuah ruangan yang ia kenal. Melihat sekeliling, serta jendela yang tertutup rapat tanpa bisa dibuka, ia menjadi panik. Sejak kapan Kaisar Iblis membawanya ke dalam istana. Ada di kamarnya, pula.


"Sudah kukatakan, kau tidak bisa pergi." Kaisar Iblis langsung berbalik pergi membawa Xiao Caihong.


Xiao Caihong hanya bisa memandang Xie Ran di belakang dengan isak tangis. "Huhu ... Ibu~"


Xie Ran memandang Kaisar Iblis yang menjauh dengan kesal. Bisa-bisanya mengurungnya, apa pria itu sedang meremehkannya? Baik, ia akan membuktikan, bahwa ia tidak boleh diremehkan!


Mengunci pintu kamar, Kaisar Iblis membiarkan Xiao Caihong berjalan mengikuti di belakang. Wajahnya datar tanpa ekspresi membuat Xiao Caihong ketakutan dan tidak berani memandang punggung itu. Bahkan tidak berani menciptakan suara tangisan.


Tiba-tiba langkah Kaisar Iblis terhenti, membuat Xiao Caihong yang nyaris menubruk ikut berhenti.


Kaisar Iblis baru teringat alasan Xie Ran begitu marah. Selain membohongi gadis itu, ia seharusnya tidak menggertak Xie Ran. Ia boleh marah, asal tidak menggertak, itu hanya akan membuat Xie Ran semakin marah dan tidak mau kalah. Jika saja ia bersikap tak acuh dan memperlakukannya dengan dingin, Xie Ran tidak akan semarah itu. Mungkin Xie Ran akan menjadi lebih pengertian.


Sayangnya ia melupakan hal sepenting ini karena emosi sesaat.


Kaisar Iblis melirik Xiao Caihong di belakang. Ia menggunakan energi gelap ke tubuh Xiao Caihong, menanamkan sesuatu di tubuhnya. Sedangkan ular cilik itu hanya diam dengan pandangan bingung.


Begitu proses selesai, Kaisar Iblis berkata, "Kedepannya, awasi dia."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Xie Ran mondar-mandir di tengah kamar, merasa kesal sendiri dengan apa yang terjadi. Ia tidak bisa tenang, sedangkan Kaisar Iblis menahannya seperti tahanan. Ini benar-benar ... terlalu menjengkelkan!


Ia mendekati pintu, memukul pintu dengan keras sambil berteriak minta dikeluarkan. "Kau ba*ingan, jangan harap segalanya sesuai dengan rencanamu. Dasar pria berpikiran pendek! Tidak tahu malu!"


Xie Ran tidak tahu sikap asli Kaisar Iblis lebih gila dari bayangannya. Sebelumnya hanya memainkan peran sebagai pria baik, sekarang rubah telah menunjukkan ekornya.


Semakin lama dipikirkan, ia semakin kesal. Yu Zainan itu, ia akan menemukan rohnya di Dunia Roh dan membunuhnya sekali lagi! Karenanya ia harus bertemu pria menyebalkan ini.


"Percuma saja kau berteriak, semua iblis di sini berpihak padanya."


Tiba-tiba saja sebuah suara muncul mengejutkan Xie Ran. Ia menoleh ke belakang, melihat kepala satan yang sebelumnya ia penggal 'berdiri' di atas lantai dengan wajah tak acuh.


"Kau ...."


"Aku pikir kau harus bertanggungjawab atas keselamatanku karena meninggalkanku di hutan tanpa tubuh yang utuh."


Tubuh utuh? Bahkan kaki saja terdiri dari kabut tebal seperti jin. "Tubuhmu tidak utuh."


"Aku pikir tubuhku keren." Kepala itu menyengir.


"Bagaimana kau masuk?" Xie Ran sangat ingat ia telah meninggalkan kepala satu ini di tengah hutan sebelum dikejar kelompok satan.


"Ketika kau pergi, aku masuk ke dalam cincin spasialmu yang keren itu. Sepertinya cincin sepasialmu sangat cocok untukku, jadi aku tinggal saja di sana daripada dimakan satan lain."


Mata Xie Ran berkedut. Jadi selama ini kepala buntung itu ada padanya dan bersenang-senang di dalam cincin spasial selagi ia bertarung mati-matian? Bagaimana dia melakukannya tanpa ketahuan?


"Pergi!" Xie Ran mengusir. Beraninya kepala buntung itu menempelinya.


"Kau tidak lihat Kaisar Iblis menutup semua pintu dan jendela? Kita tidak bisa pergi." Satan menyengir semakin lebar.


"Kita? Kau satan, bisa tembus dinding, kenapa menggunakan alasan itu untuk menempeliku, hah!"


"Kau ...." Xie Ran tidak melanjutkan perdebatan karena terlalu jengah. Benar, a bisa menjadi jiwa. Tapi jika terus menjadi jiwa terlalu lama, ia tidak bisa kembali ke tubuhnya. Untuk apa juga ia keluar tanpa tubuh asli?


Sudahlah, ada kepala satan juga tak apa, ia tidak sepenuhnya sendirian ketika Xiao Caihong juga diculik iblis menyebalkan itu. Kondisi ini juga tidak akan bertahan lama. Ia hanya perlu tunggu sebentar. Lihat, apa iblis tidak tahu malu itu akan melepaskannya atau tidak.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah mendengarkan berbagai teriakan dari Xie Ran yang dikurung sepanjang malam, akhirnya istana mengembalikan suasana sunyinya. Kaisar Iblis yang sejak diam di ruang kerja menutup telinga, langsung berdiri.


Xiao Caihong yang sedang makan di pojokan langsung sadar pergerakan Kaisar Iblis. Ia ikut berdiri dan membuntuti pria itu yang pergi keluar, entah ingin melakukan apa.


Sampai di kamar, ia melihat Xie Ran tengah duduk sambil bersedekap dada dan menutup mata. Kaisar Iblis menutup pintu, lalu menghampiri sedangkan Xie Ran membuka matanya menyadari kehadiran seseorang.


"Tidurmu nyenyak?" tegur Kaisar Iblis.


Xie Ran menghela napas. "Bagaimana bisa nyenyak jika seseorang meletakkan surat ancaman di depan wajahku?"


Kaisar Iblis mengabaikan sindiran Xie Ran. Memang sulit menghadapi wanita yang marah, ia yang jarang berinteraksi dengan wanita tidak bisa melakukan apa pun.


"Dia akan datang tak lama lagi, pada hari itu kau bisa pergi."


Xie Ran melirik Kaisar Iblis dengan intens. Pria ini sebenarnya ingin menghentikannya pergi ke Dunia Roh. Ketika Qu Xuanzi datang, otomatis akan langsung membawanya ke Dunia Tengah. Benar-benar menjengkelkan.


Tapi itu tidak perlu dikhawatirkan, ia sudah memiliki rencana.


"Terserah apa yang kau lakukan." Xie Ran menjawab tak acuh.


"Sejujurnya, aku tidak berniat membuatmu pergi." Tapi Dunia Bawah terlalu berbahaya, Kaisar Iblis tidak bisa mengambil resiko.


"Lagipula aku akan pergi, seperti rencana pertama. Baik kau atau Qu Xuanzi, tidak ada yang berubah." Xie Ran beranjak dari kursi, memgambil makanan yang dipegang Xiao Caihong dan memakannya di depan jendela. Pagi ini, ia sangat lapar.


Xiao Caihong hanya bisa melihat dalam diam. Untung di sakunya masih ada makanan.


"Aku tahu. Jadi aku ingatkan, jangan keluar apa pun alasannya." Kaisar Iblis memberi peringatan. Senyum iblisnya tetap bertahan sampai akhirnya ia berbalik keluar dan mengunci pintu.


Xie Ran hanya bisa mencibir. "Kau pikir aku burung dalam sangkar?"


Xiao Caihong yang ditinggal tidak bisa melakukan apa pun. Kaisar Iblis memintanya mengawasi Xie Ran, tapi diawasi seperti apa? Tidak ada penjelasan, ia tidak mengerti.


"Apa yang dia lakukan padamu?" Xie Ran bertanya pada Xao Caihong.


Xiao Caihong berpikir sejenak, bagaimana ia menjelaskan pada ibunya tentang pengawasan. Tapi ia sama sekali tidak tahu harus bicara seperti apa.


Xie Ran melirik Xiao Caihong yang hanya diam. Sepertinya Kaisar Iblis memang melakukan sesuatu pada Xiao Caihong. Iblis itu benar-benar berhati keras.


Di samping itu, Kaisar Iblis sampai di ruangannya lagi dan disambut oleh salah satu Raja Iblis untuk memberikan laporan.


"Jian Wu sudah memecah Dunia Peri. Beberapa peri telah kabur dan tidak diketahui keberadaannya, sisanya mati."


"Seperti yang kuharapkan." Kaisar Iblis duduk dengan tenang seolah semua itu tidak ada hubungan dengannya. "Setelah ras peri dihancurkan, bukankah tersisa ras ular? Ketika Phyton Tujuh Warna tidak ditemukan, tidak ada yang memimpin ras ular sehingga melemahkan kekuatan ras ular."


"Itu ... bukankah Phyton Tujuh Warna ada pada Nona Xie?"


"Itulah masalahnya. Keselamatan ras ular, bergantung padanya. Tapi menurutmu, apa akan semudah itu?" Meski Xie Ran akan membiarkan anak ular itu kembali ke asalnya, belum tentu anak ular itu mau. Apalagi umurnya masih sangat kecil, akan mudah ditindas dan dibunuh.


"Apa kita perlu memberitahunya?" tanya Raja Iblis. Hubungan Kaisar Iblis dan Xie Ran sedang tidak baik, akan sulit bicara padanya.


"Tidak perlu. Dia akan tahu sendiri, jika ras ular beruntung." Lagipula, apa hubungannya dengan ras ular? Biarlah mereka hancur sendiri asalkan tidak melibatkannya dan Xie Ran.


Raja Iblis tidak bisa mengatakan hal lain jika sudah seperti ini. Ia tahu maksud sebenarnya dari Kaisar Iblis, tapi tidak bisa mengungkapkan meski sangat penasaran mengapa Kaisar Iblis melakukan semua itu susah payah.


"Ada hal lain?" Kaisar Iblis bertanya.


"Yang Mulia, Nona Xie ribut lagi. Sepertinya, harus memgeluarkannya untuk sementara dan menenangkannya, atau istana tidak akan tenang."


Tiba-tiba Kaisar Iblis menampilkan senyum yang biasa ia pakai. "Keributan apa yang bisa dia lakukan? Paling tidak hanya mengutuk."


"Ini ...."


Raja Iblis benar-benar bingung. Apa yang harus ia lakukan? Masalahnya, Nona Xie benar-benar membuat keributan kali ini, bukan mengutuk!


Raja Iblis bicara dengan ragu. "Yang Mulia, bukankah baik jika Nona Xie ada di pihak kita? Kenapa ingin membuatnya marah?"


Kaisar Iblis menurunkan pandangan. Ia sengaja membuat Xie Ran marah kali ini, terlepas dari caranya menggertak semalam. "Bukankah pada akhirnya hal ini akan terjadi? Itu memang sifatku."


"Yang Mulia ...."


"Aku berbahaya, tidak boleh berada di sisinya. Akan bagus jika dia membenciku, aku juga tidak akan sungkan bertarung dengannya. Membohonginya lebih bagus lagi."


"Jika seperti ini, perangmu dengan Kaisar Langit—"


"Lupakan perang pribadiku dengan Kaisar Langit, tidak ada yang lebih penting dari membunuh pengkhianat tidak tahu malu itu. Untuk selanjutnya, aku memiliki rencanaku sendiri." Kaisar Langit tidak berniat menjelaskan lebih lengkap dan mengalihkan pandangan membelakangi Raja Iblis.


Raja Iblis hanya bisa mematuhi aturan, tidak lagi menanyakan banyak hal. Ia membungkuk, kemudian pergi dari ruangan, membiarkan Kaisar Iblis sendiri.


Ketika keluar dari ruangan, Raja Iblis merasakan angin yang berhembus seolah seseorang baru saja hadir di balik pintu. Ia menoleh, tapi tidak ada jejak apa pun di sana. Ia jadi bingung.


Di dalam kamar, Xie Ran membuka mata setelah beberapa saat berkelana dalam bentuk jiwa. Mengambil posisi duduk, ia merenung sejenak.


Kaisar Iblis ingin Xie Ran membencinya hanya karena konflik dengan Kaisar Langit serta memerangi 'dia', benar-benar tidak masuk akal. Kenapa harus serepot itu? Bukankah mengirim Xie Ran kembali ke Dunia Tengah secara langsung sudah cukup membuat mereka terpisah dunia tanpa bisa bertemu?


Meski Xie Ran kesal pada Kaisar Iblis dan ingin membencinya, tapi setelah mendengar hal itu, ia tidak lagi bisa membenci.


Sangat disayangkan ia tidak bisa mendengar terlalu banyak selain tentang Kaisar Iblis yang mencoba membuatnya membenci. Ia juga tidak bisa di sana terlalu lama. Jika ketahuan, akan ditangkap dan tidak bisa menggunakan trik yang sama untuk pergi ke Dunia Roh.


Ia melirik kepala satan di atas meja. "Berapa lama untuk sampai di Dunia Roh?"


"Sekitar ... dua hari untuk perjalanan biasa."


Xie Ran tersenyum lebar tiba-tiba. "Kalau begitu, kita akan menggunakan cara yang tidak biasa."