The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
207. Pernyataan Perang



Istana menjadi begitu ramai akan berbagai keluhan. Para pejabat berkumpul di aula, saling mengeluh dengan berisik menghadapi kursi kosong tahta kekaisaran di saat-saat genting.


Zhong Guofeng mendadak menghilang, bahkan Zhong Wenyue tidak hadir di istana. Para pangeran juga bingung, karena pada dasarnya pasukan mereka sudah pasti akan kalah dari serangan iblis yang jauh lebih kuat.


Di saat seperti ini, hanya pasukan kekaisaran dan pasukan Pangeran Mingfeng yang dapat menangani untuk sementara. Hanya saja, dua tokoh penting itu tiba-tiba saja menghilang seolah tidak pernah ada di dunia.


Tahun ini ada terlalu banyak tragedi yang menimpa, menyebabkan para menteri merasa bahwa kekaisaran akan musnah dan mulai mempersiapkan segala cara untuk bertahan hidup.


Kekaisaran yang bertahan selama ribuan tahun ini, sangat disayangkan akan hancur akibat dari sekelompok iblis yang berbondong-bondong menyerang. Ras manusia dalam masa kritis.


Di tengah perdebatan antara pejabat dua kubu sampai aula menjadi ricuh, aura dingin yang menusuk tulang tiba-tiba datang disertai tiupan angin yang membuat mereka semua terdiam. Mereka menoleh ke belakang, mendapati sosok wanita dengan wajah cantik namun datar yang terpapang jelas. Hanya dengan melihatnya, mereka sudah tahu siapa yang berani tiba-tiba mengeluarkab aura seperti itu.


Ia berjalan sedikit cepat melewati para pejabat yang membelah kerumunan. Langkahnya berhenti di depan semua orang, tepat di bawah kursi besi.


Zhong Xiaorong menyapu pandangan terhadap para pejabat dan pangeran yang terdiam memandangnya. Mahkota Ratu terpapang di kepalanya, tidak sebesar mahkota Permaisuri, namun sangat jelas menunjukkan posisinya yang tinggi.


"Sudah selesai?" Zhong Xiaorong bicara dengan nada tenang, meski ia agak gugup dan terlalu bersemangat. "Kaisar tidak ada di kekaisaran, sebagai Ratu Xue, aku berhak mengendalikan situasi kekaisaran yang dipenuhi orang-orang kacau ini, selama Kaisar tidak ada. Untuk kemana perginya Kaisar atau hal lain, tidak ada yang berhak menanyainya."


"Putri Kesembilan, ini bukan saatnya bermain-main. Kau tidak lihat apa yang terjadi di luar sana? Jika Kaisar tidak ada, siapa yang akan mengerahkan pasukan untuk membela negara!" Pangeran Ketiga, kakak tiri Zhong Xiaorong yang lainnya menunjuk wanita itu dengan geram.


"Pangeran Ketiga, kau berani menunjukku seperti itu, apa sudah lupa dengan posisimu? Jangan lupa, aku bukan 'Putri Kesembilan' lagi." Zhong Xiaorong menatap pria itu dengan tajam.


"Meski kau adalah Ratu, tapi tugasmu hanyalah mengendalikan situasi internal. Masalah ini menyangkut negara, lebih baik Ratu Xue tidak melibatkan diri dalam bahaya." Seorang menteri bicara dengan nada merendah, namun terdapat kalimat meremehkan dalam tafsiran ucapannya.


Zhong Xiaorong menatapnya, lalu menarik alis. "Lalu, apa kau akan berada di garis depan ketika melawan iblis? Kalau begitu, aku sangat berterima kasih."


"Ratu Xue, ini bukan saatnya bermain-main!" Menteri itu agak takut mendengarnya. Bagaimana jika ia benar-benar ditempatkan di garis depan dan mati duluan?


"Aku tahu ini bukan saatnya bermain-main, jadi aku sangat serius dengan ucapanku. Untuk masalah ini, Kaisar telah menyerahkannya padaku, termasuk mengambil alih kemiliteran dari tangan Pangeran Mingfeng."


Mereka semua terdiam. Apa wanita itu bercanda? Bagaimana Kaisar bisa seceroboh itu menyerahkan alih kemiliteran ke seorang wanita! Meski Zhong Xiaorong tidak lemah, pengetahuannya tentang militer masih tidak cukup. Mereka ragu, ini semua akan baik-baik saja.


"Adik kesembilan, sudah saatnya kau pulang. Kau pikir, meski sudah mendapat gelar ratu, akan ada banyak orang yang percaya?" Pangeran Ketiga menyangkal. Ia tidak percaya adik yang jauh lebih muda darinya tiba-tiba memegang alih kekuasaan militer yang selama ini ia idamkan. Wanita itu pasti membual!


"Apa Pangeran Ketiga tidak percaya atau tidak ingin percaya?" Zhong Xiaorong menarik sudut bibirnya. Kakak ketiganya ini memang agak bodoh, tapi ambisinya luar biasa. Dia beruntung Zhong Guofeng membiarkannya hidup di antara banyak pangeran yang mati karena kebodohannya.


"Adik kesembilan, aku membicarakan kebaikanmu. Apa suamimu tidak keberatan kau berada di sini sekarang? Bisa saja dia sedang mencarimu karena telah kabur dari Klan Yan untuk kesekian kali."


"Oh, ya?" Zhong Xiaorong mengalihkan pandangannya ke arah pintu yang terbuka. "Bacakan!"


"Dekrit Kaisar, berlutut!"


Semua orang spontan berbalik ke arah kasim yang akan membacakan di depan pintu. Mereka berlutut dan menunduk tanpa kecuali, termasuk Zhong Xiaorong.


"Putri Kesembilan, Putri Youmei, Ratu Xue, Zhong Xiaorong, berbudi luhur dan berpendiidkan tinggi, cerdas dan berinisiatif, berani dan setia, berkontribusi pada negara tanpa pamrih, dianugerahi cap militer kekaisaran untuk memimpin pasukan menghadapi krisis, sepenuhnya mengalihkan kekuasaan militer!" Kasim itu bicara dengan perlahan dan jelas, membiarkan semua orang mendengarnya. "Berhormat!"


"Terima kasih, Yang Mulia!"


Semua orang bersujud atas dekrit yang dikeluarkan. Mereka semua nyaris tidak percaya, sangat terkejut sampai sangat ingin memukul diri sendiri telah bersikap remeh. Mereka tidak akan menyangka, Kaisar akan sangat memperhatikan Ratu Xue. Sudah memberinya gelar tertinggi dan menguasai internal istana, sekarang memberinya cap militer untuk mengendalikan pasukan utama yang dilatih oleh Kaisar sendiri. Ini benar-benar ....


Zhong Xoaorong menerima gulungan dekrit tersebut dari Kasim di sisi Kaisar, kemudian memasang senyum lebar terhadap kakak ketiga tercinta.


"Pangeran Ketiga, apa sudah puas?"


Pangeran Ketiga terlepas dari keterkejutannya, kemudian menatap Zhong Xiaorong tidak percaya. "Ratu Xue, apa suamimu mengetahuinya?"


Zhong Xiaorong menjawab dengan tenang, "Tentu saja. Tenanglah, Yan Yao adalah orang Klan Yan, tidak akan ikut campur urusan pengadilan istana."


Zhong Xiaorong kemudian mengambil kotak cap militer yang sudah disiapkan pelayan untuk diserahkan. Ketia cap diambil, ia memandang semua orang yang hadir.


Mereka semua berlutut seketika, karena melihat cap militer, bagaikan melihat Kaisar, terlepas dari siapa yang memegangnya.


"Iblis telah datang untuk menyatakan perang, kita tidak mungkin hanya diam saja menunggu kematian. Di sini, aku secara khusus mewakili Kaisar memberi perintah, untuk berperang mempertahankan negara dari kehancuran. Beberapa kota telah ditaklukan secara mendadak, aku minta pada para jenderal untuk memimpin pasukan pergi ke kota yang tersisa untuk memberi bala bantuan. Sebisanya, selamatkan yang masih hidup, kembali ke Ibu Kota dengan selamat. Kita akan bertarung sampai akhir!"


"Bertarung sampai akhir!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Liu Chang tiba di Akademi Tianshang setelah rangkaian pertempuran dengan iblis di jalan. Ada terlalu banyak iblis berkeliaran membawa terror nyata bagi tiap manusia. Ia bahkan sampai harus membawa beberapa orang di jalan yang nyaris saja terbunuh iblis.


Kota Tianshang saat ini telah berantakan dan dipenuhi ketakutan sambil mempertahankan pintu kota. Beberapa dari mereka yang tidak bisa bertarung mengungsi di dalam akademi, sisanya berdiri di tiap sudut kota untuk berjaga-jaga.


Baru saja ia akan mengetuk pintu, pintu telah dibuka oleh Dekan Bai sendiri. Pria tua itu tampak sangat tua, lebih tua dari 10 tahun yang lalu. Ia terlihat tidak bisa bertarung lagi, tapi tidak ada yang tahu bahwa ketika penyerangan pertama di Kota Tianshang, pria tua itu mengerahkan seluruh tenaganya untuk membunuh para iblis dan menutup pintu kota serta membuat perisai menutupi seluruh kota. Sampai saat ini, iblis masih berkeliaran di luar pintu.


"Dekan Bai." Liu Chang membungkuk di depannya, kemudian melihat raut gelisah Dekan Bai.


"Syukur kamu baik-baik saja. Kondisi kekaisaran saat ini terlalu berbahaya. Apa Ibu Kota baik-baik saja?"


"Untuk saat ini, ya. Rongrong akan mengerahkan pasukan kekaisaran untuk mempertahankan Ibu Kota, yang lainnya juga menyusul."


"Aku dengar beberapa kelompok membuat ruang dimensi untuk berlindung. Awalnya, ada sekelompok orang yang datang membawa beberapa warga. Sayangnya, tidak banyak yang setuju ikut dan mereka tidak bisa memaksa."


Liu Chang tidak tahu siapa mereka, tapi ia pikir itu seharusnya adalah para hewan suci. Xie Ruo pernah bilang, Qu Xuanzi telah menyiapkan bantuan untuk manusia.


"Dekan sendiri ...."


"Aku sudah terlalu tua dan memiliki banyak tanggung jawab. Lebih baik melawan sampai mati, atau melihat kemenangan ras manusia dengan mataku sendiri."


Liu Chang paham hal itu. "Kita akan menang, jadi Dekan harus melihatnya."


Dekan Bai tertawa sambil menepuk-nepuk bahu Liu Chang. "Dari sekian anak-anak nakal itu, hanya kamu yang dengan tidak tahu malu kembali untuk menjadi mentor karena kabur dari rumah."


"Jika ada kesempatan, kami semua akan datang menemui Dekan di tempat ini."


"Aku menantikannya."


Setelah membicarakan hal ringan, mereka mulai membucarakan hal serius. Karena banyak iblis di luar sana yang berkeliaran, Dekan Bai sudah mengutus beberapa pemanah untuk membunuh iblis dari jauh.


Sebenarnya itu saja tidak cukup karena iblis sangat tebal terhadap serangan panah biasa. Oleh karena itu, Liu Chang mengenalkan sniper yang dibuat oleh Asosiasi Tangan Besi. Meski butuh beberapa peluru untuk membunuh iblis, itu cukup untuk membuat mereka terluka. Apalagi peluru itu adalah peluru beracun buatan Mei Liena. Kombinasi itu akan membuat senjata mematikan untuk lawan dan sangat berguna ketika perang.


Liu Chang memberitahu cara menggunakannya pada tiap pemanah. Dalam sekejap, pemanah yang berdiri di benteng kota untuk membunuh iblis berganti. Dengan peredam suara, tembakan sniper tidak akan sampai dan mengejutkan rakyat yang mengungsi.


Di samping itu, Pei Xi dan Zhou Kui yang sudah sampai di Sekte Bayangan Malam harus segera mengkoordinasi pasukan yang telah dibentuk. Asosiasi Tangan besi langsung menyiapkan senjata sebanyak mungkin dan membaginya ke tiap prajurit yang akan bertarung. Tidak lupa juga, mengirim box senjata ke akademi dan kekaisaran menggunakan Elang yang dijinakkan.


Karena ada beberapa iblis yang bisa terbang, beberapa murid sekte akan ikut untuk membersihkan jalan agar perjalanan Elang tidak terganggu. Kecepatan yang digunakan juga maksimal untuk meminimalisir terjadinya pertempuran tidak perlu.


Invansi iblis yang kian parah ini sangat berdampak buruk terhadap berbagai hal. Persediaan pangan menjadi terhambat. Beruntung sekte memiliki kebun yang biasa digunakan Mei Liena untuk menanam tanaman obat, jadi mereka bisa menanam kentang dan berbagai tanaman lain untuk dijadikan makanan.


Mengenai Mei Liena, wanita itu belum kunjung datang atau sekadar berkumpuk untuk sesaat. Sejak penyerangan pertama itu, Mei Liena tidak lagi bergabung dan memilih pergi ke tempat lain.


Pei Xi tidak mengutus orang untuk mencari, karena wanita itu tidak memerlukan siapa pun mencarinya.


"Ada beberapa jenis iblis di sini, kita harus menghindari jenis iblis yang dapat membelah diri. Itu adalah hal paling merepotkan. Aku dengar, satu iblis membunuh satu kota dan terus membelah menjadi sangat banyak."


"Ah, aku harap Senior Mei baik-baik saja di luar sana." Li Ningzhi yang memojok bersama beberapa pria menghela napas memasang wajah sedih.


"Kakak Li, tenang saja, iblis-iblis itu tidak akan bisa menyakiti Senior Mei. Senior Mei sangat hebat, bahkan bisa bertarung seri dengan Ketua Asosiasi."


"Aku jadi ingat dengan Senior Xie, bagaimana kabarnya?"


Li Ningzhi mendengus. Kenapa harus mengungkit Xie Ruo? Membuatnya kesal saja.


Kemudian pandangannya terarah pada Pei Xi yang sedang sendirian melihat murid-murid yang berlatih. Pembagian pelatihan dan shift sudah mulai berlaku. Beberapa murid akan keluar sekte dengan beberapa tugas; mata-mata, pembunuh, dan pemburu. Ketika kembali dan melaporkan tugas, mereka akan berlatih dan bergantian dengan murid lain sesuai jadwal.


Li Ningzhi membiarkan para pria itu bergosip dan menghampiri Pei Xi. Senyumnya melebar, melupakan wanita yang tidak ia sukai yang baru saja mencuri topik para pria.


"Ketua Sekte, apa ingin minum teh? Ningzhi bisa buatkan." Li Ningzhi menawarkan dengan mata berseri-seri.


Pei Xi meliriknya dengan sinis. "Bisa sedikit menjauh? Atau ingin aku lempar keluar untuk dijadikan umpan?"


Senyum Li Ningzhi membeku. Sadar bahwa ia menggelayuti lengan Pei Xi membuat pria itu risih. Seharusnya ia tidak melakukan itu!


"Ningzhi minta maaf." Li Ningzhi langsung melepas tangan nakalnya dan menunduk. Kenapa Ketua Sekte sangat galak? Ia sudah cantik begini, kenapa Ketua Sekte masih tidak tertarik? Bahkan Tuan Kota Shuiyang terpesona padanya. (Bab Di Yushi, Kaki Tangan Raja Iblis)


Jika seperti itu, apa Ketua Sekte tidak normal? Ia selalu bersama Ketua Asosiasi. Apa jangan-jangan ....


"Sekali lagi melihatku seperti itu, aku akan mencungkil matamu." Pei Xi menatap tajam Li Ningzhi yang memandangnya aneh. Ia pun pergi karena kesal.


Li Ningzhi cemberut. Wajahnya menjadi jelek. Kenapa orang yang ia sukai selalu melenceng? Terkecuali Qu Xuanzi, semuanya tidak ada yang normal!