
Keenam pasang mata memandang satu sosok gadis yang tampak sibuk sendiri dengan penuh rasa penasaran. Tidak ada yang mengungkapkan sepatah kata pun, mereka hanya diam melihat gadis tertentu asik makan semangkuk mie tanpa mempedulikan sekitar.
Diantara tiga gadis, hanya satu yang paling suka makan. Siapa lagi kalau bukan Xie Ruo? Sejak 'kabur' dari Qu Xuanzi, gadis itu langsung bergabung dengan teman-temannya yang sedang sarapan dan mengambil makanan paling banyak karena lapar tidak makan seharian.
Kemarin, ia sibuk membuka segel dan pingsan sampai pagi. Tidak ada waktu baginya untuk makan sehingga cacing di perutnya benar-benar mengamuk. Tidak ada yang terkejut akan hal itu. Justru yang membuat mereka heran, apa ada hal yang begitu penting sampai gadis itu melewatkan makan siang dan makan malam? Biasanya di yang paling awal mengambil makanan.
Lupakan tentang makanan, mereka lebih serius lagi ketika mengingat hari ini adalah ulang tahunnya. Apa yang bisa mereka berikan untuk foodie aneh ini? Makanan?
Zhong Xiaorong tepat di sebelah Xie Ruo, melihat cincin indah di tangan gadis itu. Ia ingat, temannya satu itu terlalu sibuk untuk menggunakan cincin. Bahkan satu perhiasan pun tidak. Apa memiliki kekasih bisa membuat seseorang mempedulikan penampilan? Ia tidak merasakan hal tersebut.
"Ranran, cincinmu sangat cantik, apa kamu yang membuatnya?" Mei Liena juga sama seperti Zhong Xiaorong yang merasa tertarik. Jika ada yang jual, mereka akan beli berapa pun harganya.
Xie Ruo menatap mereka berdua yang ada di kedua sisinya. Kemudian melihat cincin satu-satunya yang terselip di jari, ia tersenyum kecil. "Takutnya, aku tidak bisa membuat ini."
"Kau bahkan bisa membuat senjata spiritual dan senjata unik itu, apalagi hanya sebuah cincin." Liu Chang berujar dengan tenang. Ia telah melihat semua senjata milik Xie Ruo, juga kerja samanya dengan Zhou Kui. Itu semua sangat luar biasa.
"Dilihat dari teksturnya, sepertinya tidak terbuat dari batu biasa." Yan Yao selalu memahami berbagai jenis harta, tapi tidak pernah melihat yang seperti itu. Tampak sangat khusus dan memiliki aura spiritual yang kuat.
"Benar, aku tidak pernah melihat batu spiritual dengan tingkatan setinggi itu. Bahkan aku tidak yakin apa itu terbuat dari batu atau logam." Zhou Kui yang paling memahami masalah batuan dan logam juga tidak dapat mengidentifikasi.
"Dia yang memberimu itu?" Pei Xi telah menebak. Hanya Kaisar Langit yang memiliki barang yang tidak pernah dilihat orang-orang di Benua Zhongbu.
Xie Ruo langsung paham maksud Pei Xi dan mengangguk kecil sambil melanjutkan makan. Ia tidak bisa lepas dari makanan.
"Dia? Kenapa banyak sekali yang disebut secara misterius?" Liu Chang mendesah kesal. Kenapa ia selalu tidak paham telepati antara Xie Ruo dan Pei Xi?
Mei Liena tiba-tiba tersenyum. "Tidak perlu dijelaskan juga sudah tahu. Ranran, apa itu hadiah ulang tahun? Sangat romantis, aku juga ingin seperti itu!" Mei Liena merasa sangat ingin memiliki kekasih.
Sejak melihat Xie Ruo dan Qu Xuanzi tadi pagi, ia langsung merasa sangat iri dan buru-buru mencari siapa pun yang menarik. Tapi selain teman-temannya, tidak ada satu pun yang menarik. Ia juga tidak mau mengencani teman-temannya karena ... mereka berkepribadian aneh.
Berbeda dengan Zhong Xiaorong, ia sama sekali tidak peduli bagaimana jalan pikir Mei Liena yang merindukan kasih sayang. Ia sendiri bertunangan dengan Yan Yao, tapi hubungan mereka tidak baik dan saling menindas. Jadi dia sama sekali tidak tertarik dengan hubungan pria dan wanita, baginya lebih baik sendiri dan menikmati hidup bebas dalam istana.
Sedangkan Liu Chang masih tidak tahu siapa yang mereka maksud sampai Mei Liena terbawa perasaan seorang gadis muda. Kenapa mereka selalu bermain teka-teki?
"Singkatnya, aku akan menikah, setelah beberapa tahun."
"Menikah?" Mei Liena bersikap heboh lagi sambil menatap Xie Ruo penuh kejutan.
Zhong Xiaorong menoyor kepala Mei Liena dengan sebal. "Beberapa tahun lagi, bukan sekarang! Sebagai manusia, itu seharusnya sudah pasti."
Mei Liena tidak mau kalah. "Rongrong, jika Ranran yang mengatakannya justru terkesan aneh. Apa menurutmu, seseorang yang hanya tahu cara makan dan bertarung memiliki pemahaman tentang hubungan? Tiba-tiba berkata tentang menikah, aku rasa Ranran telah dirasuki sesuatu."
"Sebenarnya kau memujiku atau menghinaku?" Xie Ruo memandangnya dengan raut datar.
"Apa aku mengatakan hal salah?" Mei Liena tidak tahu di mana letak kesalahannya dan memansang teman-temannya seolah semua ucapannya normal.
"Lalu, apa Ranran pernah bermain-main dengan ucapannya?" Yan Yao merasa sangat ingin mencubit wajah gadis itu.
"Maksudmu, Ranran tidak main-main ketika mengatakan bahwa dia akan bunuh diri karena bosan?"
Mendadak, mereka semua diam, lalu memandang sang pelaku dengan horor. Bunuh diri karena bosan? Sebenarnya Xie Ruo bercanda atau serius mengatakannya?
Merasa diperhatikan karena ucapan Mei Liena yang selalu bocor, Xie Ruo berdeham memecah keheningan. "Ceritanya panjang."
"Kau pernah?" Zhong Xiaorong menatap Xie Ruo dengan terkejut. Masalah apa yang sampai membuat gadis yang selalu tak acuh itu mencoba bunuh diri?
"Jika mengatakan bahwa ceritanya panjang, itu berarti Ranran tidak berniat bercerita," kata Yan Yao, sambil melihat Zhong Xiaorong yang masih sangat penasaran.
"Apa urusannya denganmu?" balas Zhong Xiaorong dengan tajam. Yan Yao hanya memutar bola mata.
"Sebenarnya, bukannya tidak mau cerita. Ceritanya benar-benar sangat panjang." Xie Ruo meluruskan.
Buru-buru mereka semua duduk manis untuk mendengarkan cerita Xie Ruo. Begitu cepat berubah sikap menjadi setia mendengarkan membuat Xie Ruo benar-benar merasa mereka semua aneh—seperti yang disebut Mei Liena.
Pada akhirnya, Xie Ruo menceritakan semuanya. Mereka berenam bisa dipercaya, tidak masalah jika menceritakannya. Dimulai dari kelahiran yang menyimpang, sampai menemukan kebenaran identitasnya sebagai Xie Ruo. Ia menceritakannya secara detail, kecuali hal yang berkaitan dengan Qu Xuanzi dan Kaisar Iblis.
Setelah mendengarkan cerita Xie Ruo, mereka terdiam selama beberapa detik ke depan. Cerita Xie Ruo memberi kejutan besar pada mereka, sekaligus jawaban dari banyak pertanyaan termasuk pertanyaan mengapa jiwa dan tubuhnya memiliki penampilan berbeda. Pandangan mereka tentang dunia benar-benar telah terdistorsi.
"Ranran, eh, maksudku ...." Mei Liena mulai gelagapan akan informasi yang terlalu banyak masuk ke kepala.
"Jadi, yang mana—identitas—yang kau gunakan?" tanya Pei Xi.
Xie Ruo menjawab dengan tenang. "Xie Ruo."
"Bagaimana dengan 'Xie Ran'?" tanya Yan Yao.
"Karena aku akan berpisah dengan tubuh ini, kakek dan nenek berniat memakamkannya. Setelah hal itu terjadi, Xie Ran benar-benar sudah mati. Aku akan menjadi diriku sendiri."
"Jadi, kau benar-benar akan pergi ke Menara Suci? Kapan?"
Xie Ruo diam untuk beberapa saat, kemudian menggeleng pelan. Qu Xuanzi tidak memberitahunya kapan, hanya berkata 'dalam waktu dekat'.
Tiba-tiba suasana menjadi redup. Jika seperti yang Xie Ruo katakan, butuh waktu lama agar ia bisa keluar. Mereka tidak akan pernah melihat Xie Ruo dalam beberapa tahun, tidak tahu akan berapa lama.
Di tengah kesunyian, seorang murid datang memberitahu sesuatu.
"Ketua Klan, Tuan Muda, Nona, Ketua lama meminta kalian datang ke aula."
"Ada sesuatu?" Zhou Kui bertanya.
"Ketua lama ingin membahas satu hal." Murid itu seperti menyembunyikan sesuatu membuat Xie Ruo curiga. Tapi ia tidak mengatakan apa pun.
"Aku akan datang." Xie Ruo membiarkan murid itu pergi setelah mengirimkan pesan. Bukan hal aneh jika Xie Wang memintanya datang ke aula, tapi kenapa bersama teman-temannya? Apa ada masalah serius?
"Lebih baik kita segera pergi," ujar Pei Xi, dapat anggukan dari Xie Ruo.
Mereka bergegas pergi ke aula. Jarak dari tempatnya dan aula cukup jauh. Namun meski seperti itu, wilayah klan selalu memiliki murid yang lewat setiap saat kecuali malam. Kenapa sekarang sangat sepi seperti kuburan?
Selang beberapa menit, mereka sampai di depan pintu. Masih tidak ada siapa pun di sekitar membuat kening Xie Ruo berkerut sangat dalam. Apa semua murid menghadiri festival di kota sampai sepi seperti ini?
Tidak ingin memikirkan hal tidak perlu, ia langsung menerobos masuk ke dalam aula seolah tempat itu adalah kamarnya sendiri. Hal itu membuat teman-temannya di belakang agak terjekut, sepertinya teman mereka sedang kesal.
Tapi begitu Xie Ruo masuk ke dalam, suara ledakan tiba-tiba menyemburnya disertai kertas yang berterbangan. Selain itu, asap mulai keluar dari hasil ledakan, mempengaruhi udara dalam ruangan.
Xie Ruo bukannya terkejut, ekspresinya semakin datar seolah melihat bocah nakal yang mempermainkan harinya. Ia sangat kesal.
"Ketua lama, Anda salah arah, nyaris saja Ketua Klan terkena ledakan." Salah satu tetua nyaris menangis akan tingkah kekanakan Xie Wang.
"Kau menyalahkanku? Salahkan petasan murahan itu yang sulit diatur." Xie Wang tidak mau kalah. Padahal jelas-jelas petasan yang ia lepas memiliki harga yang meroket dibandikan petasan lainnya.
Xie Wang mendengus dan langsung menghampiri Xie Ruo yang mematung. "Ruoruo yang malang, apa kamu baik-baik saja? Petasan murahan itu memiliki kualitas buruk, nyaris saja meledakkanmu, aku berniat menggunakajnya di langit-langit, malah meleset ke tempat lain. Kamu tenang saja, orang tua ini akan membelikan petasan baru."
Xie Ruo memandang kakeknya dengan tidak berdaya. "Kakek, aku bukan anak kecil. Lagipula, kenapa kakek harus membeli banyak petasan dan menghamburkan uang klan?"
"Tentu saja karena festival imlek, apa kamu tidak pernah mengikutinya?"
"Tidak." Xie Ruo merasa kakeknya memiliki keterbelakangan mental sehingga bertingkah seperti anak kecil.
"Tidak pernah?" Xie Wang agak terkejut. Betapa membosankan cucunya satu ini.
Selama 18 tahun tidak pernah merayakan festival apa pun, hidupnya sepertinya sangat sulit. Itu berarti ini adalah pertama kalinya mereka merayakan bersama, terutama setelah Ruoruo-nya kembali.
"Aiya, cucuku yang malang .... Tapi tak apa, kali ini orang tua ini akan menemanimu. Juga ... alasan memanggilmu ke sini—"
"Mengajakku pergi ke festival?" tebak Xie Ruo. Ia bersumpah tidak akan pergi ke tempat membosankan seperti itu.
Petasan selanjutnya dilepaskan hingga meledak di langit-langit tinggi aula hingga menciptakan percikan dari langit. Hanya saja ... suara ledakan membuat Xie Ruo merasa lebih baik tuli sekalian. Bukan hanya Xie Ruo, keenam anak muda di belakang sudah bersiap menutup telinga sejak awal masuk.
"Aku sudah lama tidak setuju, tapi kakek sangat antusias," gumam Mei Liena merasa gelagapan. Pada dasarnya, ia dan teman-temannya sudah berkoordinasi membuat hadiah ulang tahun dan bekerja sama dengan Xie Wang, namun Xie Wang sangat keras kepala membuat petasan dalam aula yang menyebabkan semua orang merasa tertekan.
Sedangkan Xie Ruo hanya memasang wajah datar. Kenapa ulang tahunnya menjadi aneh seperti ini? Apa ia sedang bermimpi?
Setelah 'kejutan' teraneh itu, Xie Wang paling aktif membuat perjamuan ulang tahun. Ia menyesal tidak bisa merayakan ulang tahun Xie Ruo dengan megah dan meriah untuk pertama kalinya, apalagi Xie Ruo harus pergi dalam waktu panjang. Tapi karena kondisi mereka, mau tidak mau hanya bisa dilakukan diantara keluarga.
Saat ini, semua orang masih tidak tahu tentang Xie Ruo, karena masih disembunyikan sesuai rencana Xie Ruo. Ia tidak ingin mereka semua terlalu terkejut dan semakin banyak tanya, karena kelahirannya harus dirahasiakan. Ini menyangkut garis darahnya dan identitas Wen Xi.
Setelah perjamuan di siang hari, klan mengadakan festival imlek yang sempat tertunda karena peristiwa kemarin. Para murid terpilih mengadakan perlombaan sesuai kelompok mereka yang diadakan di tiap paviliun. Semua ini layaknya festival di kota, di mana klan dipenuhi lampion memenuhi tempat.
Mei Liena dan yang lain membawa Xie Ruo ke tempat perlombaan kuda. Mereka mengadakan taruhan siapa yang akan menang, namun Xie Ruo tidak ikut. Bukannya tidak mau mendapat uang, tapi jika ia memilih, teman-temannya sudah pasti mengikuti dan ia paling malas berbagi hasil. Itu membuatnya dijuluki sebagai 'si pelit'.
Tapi tiba-tiba sesuatu terlintas di benak Xie Ruo. Ia memutuskan menjadi peserta balap kuda, dengan kuda hitam miliknya yang membuat peserta lain menahan napas. Meskipun itu hanya kuda yang dipungut Xie Ruo secara acak karena suasana hati buruk di hutan, kuda itu bukan kuda liar biasa.
"Aku akan bertanding, yang menang akan mendapat 50 batu spiritual."
"Ranran, bukankah sudah tertebak siapa yang menang?" Yan Yao ingin berdoa dan mengucapkan selamat tinggal pada peserta lain yang sudah sangat lemas itu.
"Kalau begitu, kenapa kalian berenam tidak ikut?" Xie Ruo menantang. Lihat, kuda siapa yang paling cepat.
Mereka berenam saling bertukar pandang, kemudian mengangguk. "Baik! Jangan menyesal, ya." Yan Yao menyengir.
Mereka berenam langsung maju bersama ke area perlombaan. Karena perlombaan kali ini adalah balap kuda, kuda mereka harus spesial seperti kuda milik Xie Ruo.
Begitu sampai di venue, Zhong Xiaorong lebih bersemangat dan langsung mengeluarkan kuda miliknya. Sebenarnya buka kuda, tapi itu adalah seekor phoenix yang berasal dari wujud kekuatannya, merubah bentuk phoenixnya yang besar menjadi kuda sebiru es dan sangat dingin. Matanya putih seperti roh, memiliki bulu rambut di kepala yang kaku seperti es runcing.
Selain Zhong Xiaorong, Yan Yao mengikuti. Kekuatannya adalah harimau putih, namun kini harimau putih itu terpaksa berubah menjadi seekor kuda yang biasa dimakannya. Bulunya yang seputih salju begitu indah dengan mata emas mencolok.
Melihat pasangan tidak akur itu menggunakan kekuatannya sendiri untuk menciptakan kuda, Mei Liena langsung saja ikut-ikutan. Ia mengeluarkan phyton giok hijau, dan memintanya berubah menjadi kuda membuat phyton yang baru membentuk wujud mengerikannya itu tertekan. Dalam sekejap, phyton giok hijau yang berbahaya, berubah menjadi seekor kuda sehijau kristal yang cantik seperti pameran.
"Kalian ...." Liu Chang tertekan. Apa yang harus ia keluarkan?
Lupakan bagaimana Liu Chang menciptakan kuda, bahkan Zhou Kui lebih bingung lagi dibandingkan yang lain!
Xie Ruo tampak lebih tidak setuju. "Bukankah curang?"
"Ruoruo, demi 50 batu spiritual." Mei Liena menyengir.
"Ayo semuanya, gunakan sihir kalian untuk menciptakan kuda! Kalahkan kuda Ketua Klan dan dapatkan 50 batu spiritual!" Zhong Xiaorong berseru dengan suara yang melengking hingga semua orang mendengarnya.
Namun, mereka yang dapat menciptakan sesuatu dengan sihir hanya bisa dihitung jari, bahkan mustahil meski sudah mencapai tingkat profesional lanjutan. Mereka bertiga pengguna sihir surgawi dengan tingkat kultivasi profesional lanjutan, tentu bukan masalah besar.
Pada akhirnya, niat Zhong Xiaorong mengumumkannya hanya untuk pamer.
"Aku juga bisa." Pei Xi menghela napas, mengingat dirinya hanya memiliki kuda biasa, tidak seperti kuda-kuda aneh itu. Ia akhirnya membuat kuda bayangan yang sangat gelap dan misterius. Kuda itu sekilas hampir mirip milik Xie Ruo, namun lebih gelap dan menyerupai bayangan.
Liu Chang juga mau ikutan. Ia berusaha semaksimal mungkin mengubah kekuatannya untuk membentuk roh pasif seperti teman-temannya. Berkali-kali ia gagal dan nyaris mengamuk.
Sedangkan Zhou Kui hanya mengamati. Kekuatannya adalah teknik pedang, sihirnya sihir senjata, tidak bisa membentuk makhluk hidup. Tapi ia bisa memperkuat makhluk hidup dengan senjatanya.
Pada akhirnya, Zhou Kui menyeret kuda miliknya sendiri dan memberi kuda itu atribut yang ia bentuk dari sihirnya agar dapat melaju tak kalah dari kuda teman-temannya. Cara ini hanya ia yang bisa melakukannya.
Setelah Zhou Kui selesai dengan urusannya, barulah Liu Chang berhasil membentuk kuda angin yang sangat cepat. Kuda itu transparan seperti kabut, namun memiliki bentuk yang padat, sama seperti milik Pei Xi.
Xie Ruo hanya memandang mereka dengan mata berkedut. Selain Zhou Kui, ia keberatan dengan cara teman-temannya yang curang!
"Curang!" seru Xie Ruo.
"Ruoruo, tidak ada aturan." Zhong Xiaorong menyengir.
"Baik, kalau begitu. Aku juga akan melakukan hal yang sama." Xie Ruo bersiap menciptakan kudanya sendiri, namun teman-temannya langsung ribut tak karuan.
"Jangan!"
"Kau ingin membunuh kami?"
"Tidak! Ruoruo, kau ingin menjadi naga dan menyelesaikan pertandingan kurang dari satu menit?"
"Apa bedanya dengan kalian?" Xie Ruo tidak mau kalah. Ia memakai kuda normal, kenapa teman-teman bertingkah curang dengan menggunakan kuda abnormal?
"Ruoruo, dari mana kami mendapat kuda sepertimu? Meski kau mengatakan mengambil kuda secara acak ketika kembali ke klan, itu tetap bukan kuda biasa. Itu monster!"
Memang benar, kuda milik Xie Ruo bisa dibilang monster. Nyatanya, kuda sehitam arang itu sangat sulit dijinakkan jika bukan karena takut pada Xie Ruo. Selain itu, kuda aneh itu termasuk omnivora, bukan herbivora seperti kuda biasa. Ketika sampai di klan, kuda itu mengintil Xie Ruo dan masuk ke dalam cincin spasial, 'nongkrong' bersama 'kepala' yang numpang tinggal. Apalagi kuda itu sama sekali tidak terindentifikasi jenisnya. Bagaimana bisa disebut normal?
Memikirkan hal tersebut, Xie Ruo hanya bisa menyesal kenapa tidak mengambil kuda biasa saja di kota, daripada seenaknya menculik kuda lewat.
Ia ingin menggunakan kuda lain yang sama seperti kuda lainnya, tapi si arang akan merajuk dan mengacaukan 'kepala' sampai Xie Ruo pusing. Ia sendiri tertekan menyadari tiba-tiba bisa paham bahasa kuda ....
"Baiklah, tapi peraturannya diperketat. Tidak boleh menyerang peserta lain, tidak boleh menggunakan sihir untuk mempercepat kecepatan. Jika ketahuan, kakekku akan mendiskualifikasi. Lalu, kakek juga yang akan membayar pemenangnya."
Di kejauhan sana di mana ketua dan para tetua tengah duduk memperhatikan festival dari atas, Xie Wang yang sedang asik minum teh langsung menyemburkan tehnya. Mendengar suara Xie Ruo yang ditransmisikan ke telinganya, matanya langsung berkedut. Apa ia harus ikut campur juga?
"Kakek, tidak keberatan, 'kan?" Xie Ruo tersenyum, mencoba bersikap manis agar kakeknya yang keras kepala mau menurut.
Xie Wang tertawa menyadari keseruan yang akan hadir. "Tentu saja, orang tua ini akan menjadi jurinya! Ruo ... Ranran, kamu harus menang!" Xie Wang nyaris keceplosan menyebut nama Xie Ruo. Memang bicara sangat banyak terlalu berbahaya.
"Baik, ayo kita mulai!" Xie Ruo dengan percaya diri meminta si 'arang' berbaris dengan kuda lain.
Ketika perlombaan dimulai, mereka semua melesat dengan kecepatan tinggi. Peserta yang berupa murid klan hanya bisa pasrah menghadapi tujuh kuda yang jauh lebih cepat, dalam sekejap belasan peserta tertinggal jauh.
Ketika para peserta perlombaan tengah melakukan pertandingan seru, sedangkan para penonton fokus bersorak akan perlombaan sengit, terlebih lagi antara ketua klan mereka dan teman-temannya yang sangat terkenal.
Di tengah pertunjukan, raut Su Liu'er yang awalnya asik menonton sambil menertawakan tingkah suaminya yang seperti anak muda menonton pertunjukan dengan semangat, tiba-tiba wajahnya berubah menjadi lebih serius.
Xie Wang menyadari hal itu. Ia melirik istrinya yang bersikap aneh, lalu mulai bertanya-tanya.
Su Liu'er menatap Xie Wang dengan pandangan sendu. "Apa kamu merasakannya? Seseorang baru saja datang."
...----------------...
Manteman, rencananya aku mau bikin sekuel dengan karakter utama yang berbeda. Sebenarnya, karakter paling utamanya tetap Xie Ruo dan Qu Xuanzi, tapi ada tambahan karakter utama khusus di sekuel tersebut.
Jadi karakter utama ini nggak sepenuhnya baru, nanti ada kok di novel ini meski bentaran. Kalau kalian baca novel Soul Land, konsepnya kayak gitu sebagai contoh.
Kalau ada yang belum paham, aku kasih contoh kayak di Soul Land, yaa ....
Pemeran utama Soul Land kan Tang San dan Xiao Wu, nah di sekuel kedua tokoh utamanya Huo Yuhao (Menantu Tang San) dan Tang Wutong (Anak Tang San), tapi tokoh utama keseluruhan dari novel utama sampai sekuel-sekuelnya tetap Tang San. Begitu lho, ribet jelasinnya wkwk.
Nanti dari sekian sekuel, untuk yang mau paham sama keseluruhan novel harus dibaca semuanya sampai benar-benar tamat. Karena tiap sekuel selalu ada hubungannya dengan masa lalu, termasuk novel sekarang.
Jadi maju mundur gitu alurnya, karena misterinya semakin banyak, termasuk musuh yang tebel. Suka aja gitu bikin villain yang susah dihadepin + tebel kayak tank, udah gitu nyebelin, berdamage kalau maju, gila dan kayak punya penyakit mental, dan pastinya sangad gudluking.
Tiba-tiba jadi lebih suka sama villain 😌
Nggak tau lagi lah, jangan amuk aku kalau berpihak sama villain 🤣
Untuk info selanjutnya, akan aku kasih tahu di bagian tamat novel karena aku nggak mau janjiin novel baru sebelum novel ini tamat. Udah sibuk aku tuh sama kuliah, jadi nggak bisa tetap stay kayak sekarang yang lagi libur.
Sampai Jumpa Besok~