
Semua terjadi begitu tiba-tiba tanpa ada yang menyadarinya. Mereka hanya fokus pada tarian Xie Ran, bukan akhirnya melempar pisau sehingga yang mereka lihat hanya ketika wanita di sisi Zhong Xiaorong tertikam di bagian dada.
Semua orang terkejut. Zhong Xiaorong dan Zhong Wenyue tak terkecuali dan segera beranjak. Zhong Xiaorong sangat marah dan menuduh wanita itu telah sengaja melakukannya. Dia meraih temannya yang kesakitan dan memuntahkan darah, detik berikutnya sesuatu telah terjadi membuat semua orang semakin ketakutan.
"Kau pantas mati!"
Zhong Xiaorong tiba-tiba turun dari tempatnya bersama pedang di tangannya. Mengunuskan ke arah Xie Ran yang masih terlihat tenang. Tatapannya penuh kebencian ketika melihat temannya dibunuh oleh wanita satu ini.
Xie Ran menghindarinya dengan santai. Hanya seorang anak tingkat lanjutan ingin mengalahkannya? Dalam mimpi!
Xie Ran meraih pedang Zhong Xiaorong dengan cepat ketika gadis itu akan menyerangnya. Sebuah sinar merah muncul ketika Xie Ran menangkap ujung pedang membuat pandangan Zhong Xiaorong menjadi kosong dalam beberapa saat. Bersamaan dengan itu, Xie Ran menutup titik akupunturnya sehingga gadis itu tidak bisa bergerak ketika sadar.
"Kau! Berani sekali menyerang anggota kekaisaran. Pengawal, tangkap dia!" Zhong Wenyue segera memerintahkan pengawalnya. Beberapa orang segera turun mengacungkan senjata ke arah Xie Ran.
Xie Ran hanya tersenyum samar di wajah datarnya. Dia melirik ke arah Zhong Wenyue kemudian beralih pada wanita yang kesakitan karena tikaman. Dia memiringkan kepala dengan mata menyipit. "Yang Mulia, apa kau tidak salah tangkap? Wanita di sanalah yang akan membunuhmu."
Tepat saat itu juga, Zhong Wenyue berbalik dan menatap wanita yang tertikam tadi merubah matanya menjadi merah dengan penampilan menyeramkan. Mata merah seperti kucing dan cakar hitam yang panjang. Giginya runcing disertai aura gelap yang menekan banyak orang hingga pingsan.
Zhong Wenyue segera menghindari terkaman dan menghunuskan pedangnya. Tapi iblis itu terlalu cepat hingga membuat pedangnya terlepas dan mencekik Zhong Wenyue saat itu juga.
"Terlalu pintar tidak membuatmu beruntung." Iblis wanita itu tersenyum merendahkan sambil menekan cengkeramannya terhadap Zhong Wenyue.
"Kau! Dong'er, kenapa kau berbohong!" Zhong Xiaorong terkejut bukan main. Teman yang paling ia percaya ternyata adalah Iblis dan mengkhianatinya. Sekarang ingin membunuh kakak kesayangannya. Hatinya terasa sakit dan marah.
Xie Ran membuka akupuntur Zhong Xiaorong membuatnya bebas bergerak. Tapi bukannya menyerang, kaki Zhong Xiaorong justru merasa lemas dan jatuh. Xie Ran berdecak sebal melihatnya.
"Putri Kesembilan, bukan salahku tidak mengingatkanmu. Kadang seseorang yang lebih dekat berpotensi menjadi musuh terbesar. Kau terlalu mempercayai orang lain membuat hatimu lemah." Xie Ran mengatakan apa adanya. Itulah yang dikatakan gurunya sehingga Xie Ran tidak mempercayai siapa pun semasa hidupnya.
Zhong Xiaorong melirik Xie Ran yang terlihat tenang. "Bagaimana kamu bisa tahu dia Iblis? Apa kau komplotannya!"
"Ck, bosan. Jika aku komplotannya, tidak mungkin aku mengungkapnya dengan mudah. Putri, sebaiknya anda belajar terlebih dahulu dengan tenang." Ucapan Xie Ran membuat Zhong Xiaorong kesal, tapi dia tidak bisa mengelak karena gadis itu memang benar. Dia hanya bisa terdiam.
Kemudian pandangan Xie Ran terarah pada Zhong Wenyue yang terlihat miris. "Pangeran Kedua, anda butuh bantuan?"
Zhong Wenyue tidak suka dengan sikap Xie Ran yang terlalu tidak sopan. Sudah jelas dia dicengkeram dan akan mati, gadis itu masih bertanya apa dia membutuh bantuan.
Zhong Wenyue mengabaikan Xie Ran dan menatap para pengawalnya. Bawahannya itu segera mengerti lalu mencoba menyerang Huli Dong'er, tapi energi gelap Huli Dong'er membuat para pengawal itu tercekik dan terhempas puluhan meter jauhnya. Bahkan Huli Dong'er tidak perlu repot melepas cekikan.
"Hanya pengawal rendahan," decak Huli Dong'er kemudian menghempas Zhong Wenyue begitu saja layaknya boneka. Dia tersenyum jahat melihatnya. "Karena Yang Mulia Kaisar tidak ada, maka aku tidak perlu sungkan."
Zhong Xiaorong segera bangkit dan menyerang mantan temannya, sayangnya dia bukan lawan Iblis itu sehingga berakhir lebih mengerikan dibandingkan Zhong Wenyue yang tersungkur. Zhong Xiaorong memuntahkan darah dari mulutnya akan satu serangan.
"Sudah kubilang, kau harus belajar dulu baru mengatasi hal ini." Xie Ran mengingatkan Zhong Xiaorong. Menurutnya, Zhong Xiaorong menarik juga. Bocah emosional itu sangat cocok berdebat dengannya.
Sedangkan Zhong Xiaorong tidak menanggapi omong kosong Xie Ran. Dia langsung bicara, "Kenapa kau hanya diam saja? Bunuh dia!"
"Aku hanya tahap awal profesional, bukankah ada Pangeran Kedua yang memiliki tahap akhir profesional?"
Ucapan Xie Ran memicu kemarahan Zhong Wenyue. Tapi dia sendiri tidak bisa apa-apa. Jika dia tidak bisa, maka Xie Ran tidak bisa. Dia hanya bisa mengandalkan kakaknya!
Semua orang sudah pergi. Dua sosok misterius yang menyembunyikan diri juga tidak terlihat. Tidak ada siapa pun lagi selain prajurit berdatangan mengepung Iblis itu. Tapi para prajurit langsung terhempas jauh dan mati dalam satu serangan.
Tidak ada yang bisa mengalahkannya. Mereka tidak menemukan Kaisar di mana pun sehingga tidak bisa meminta bantuan. Mereka hanya bisa mengandalkan diri sendiri.
"Brengsek!" Zhong Wenyue mengutuk Kaisar tidak berguna itu yang hanya tahu cara menutup diri dari publik. Di saat seperti ini, pria itu justru tidak ada dan sulit ditemukan.
Ketika Zhong Wenyue akan menyerang lagi dengan teknik tingkat kaisarnya, Huli Dong'er sudah terlebih dahulu menyerang dengan pukulan yang sangat mematikan. Untung Zhong Wenyue segera memasang perlindungan untuk tubuhnya sehingga pukulan itu tidak membuatnya mati. Namun muntah darah.
"Manusia memang tidak becus dan lemah. Kalian bahkan tidak dapat memicu niatku." Huli Dong'er mencibir. Kemudian pandangannya terarah pada Xie Ran yang masih terlihat santai. "Energi murni?" Dia menyeringai.
Xie Ran menaikkan sebelah alis dan berkata dengan miris. "Bawahanmu sudah habis, kamu tidak memiliki siapa pun lagi."
"Omong kosong! Aku saja sudah cukup membuatmu menjadi serpihan tulang, haha!" Huli Dong'er merasa hari ini adalah hari istimewa.
Di depannya terdapat manusia dengan energi mental murni. Dia harus mendapatkannya segera dan membawanya ke dunia bawah. Dia akan mendapat hadiah! Tapi karena gadis ini telah membongkar penyamarannya dengan kejam dan memalukan, dia harus memberinya pelajaran terlebih dahulu.
Huli Dong'er melesat dengan cepat akan membuat serangan pada Xie Ran dengan cakarnya. Kecepatan Xie Ran tidak kalah, dia menghindar tepat 5 cm ketika cakar itu di depannya kemudian memberi tendangan pada punggung Iblis itu.
Tapi sebelum tendangannya mendarat, Iblis itu menarik kaki Xie Ran dan menghempasnya. Xie Ran melayang di udara, menggunakan dinding sebagai tumpuan dan melesat seperti bayangan dari berbagai arah membingungkan Huli Dong'er. Namun untuk kecepatan, Huli Dong'er menangnya.
Huli Dong'er tersenyum sinis dan melompat ke arah Xie Ran mendarat. Belum sempat Xie Ran mendarat, sebuah tendangan muncul menekan dadanya dan mendorongnya jauh membentur pepohonan. Dia merasa seperti bola yang mencetak gol.
Zhong Wenyue menganga melihatnya. Kecepatan macam apa itu! Wanita penari dan Huli Dong'er sama-sama memiliki kecepatan mengerikan. Dia mungkin bukan lawan mereka dalam hal kecepatan.
Sedangkan Zhong Xiaorong sudah berbinar melihat perlawanan Xie Ran. Pantas saja Xie Ran berani bersikap seperti tadi padanya, itu karena dia pantas. Meski sudah terkena serangan Iblis itu, Xie Ran tetap maju tanpa mundur. Itu membuat Zhong Xiaorong mengidolakannya!
Xie Ran menghilang dari pandangan Huli Dong'er. Ketika dia mencari, dia merasakan kepalanya membunyikan alarm bahaya dan segera menghindar ke samping. Tepat ketika berpindah tempat, sebuah ledakan muncul di tempat dia berada barusan disertai asap yang menghalangi pandangan.
Serangan lainnya muncul secara tiba-tiba. Huli Dong'er hanya bisa menggunakan persepsinya untuk menentukan arah serangan dan menghindar tanpa bisa melawan. Makin lama kabut makin tebal membuatnya tidak bisa melihat apapun.
Ketika dia akan mencari bocah tengil itu, sebuah pisau terbang melesat di depan wajahnya begitu saja. Beruntung Huli Dong'er segera menghentikan langkah atau pisau itu akan menembus kepalanya. Tapi, itu hanya permulaan. Pisau terbang lainnya melesat dari berbagai arah di saat hampir bersamaan. Itu seperti lebih dari dua pisau terbang, tapi kenyataannya hanya satu.
Semalaman Xie Ran berlatih kultivasi. Dia tidak perlu banyak belajar menari karena sudah mengingat semua gerakannya. Sejak malam dia berlatih untuk melawan iblis dengan bimbingan Qu Xuanzi. Itu sebabnya dia tidak hadir ketika gladi resik serta terlambat bangun karena lelah. Itu membutuhkan kekuatan mental yang banyak.
Untungnya Xie Ran akan menembus tahap profesional dalam beberapa hari sehingga konsumsi kekuatan mental berkurang seiring peningkatan kultivasi.
Pisau itu terus menerjang Huli Dong'er tanpa henti. Xie Ran telah menghabiskan seperempat kekuatan mental untuk mengendalikan pisau, tapi Huli Dong'er sangat cepat dan menghindar dengan tepat tiap serangan. Xie Ran tidak puas.
Kekuatan Xie Ran dan Huli Dong'er terlihat jelas sangat jauh. Jika Xie Ran menyerangnya langsung, sama saja menunggu kematian. Dia tidak sebodoh itu. Apalagi Huli Dong'er ingin membawanya ke dunia bawah untuk dijadikan alat tanpa imbalan. Xie Ran tidak mau jika tidak ada imbalan. Dia juga tidak mau membelot meski harus mati.
"Tidak tahu malu! Kau menggunakan serangan diam-diam untuk melawanku? Lihat, siapa yang lebih licik darimu!" Huli Dong'er sudah sangat marah karena Xie Ran mempermainkannya. Energi gelap terkumpul di tangannya menghisap semua kabut membuat segalanya surut dan terlihat dengan jelas.
Kini, dia bisa melihat langit cerah kembali. Juga dua bersaudara yang masih berusaha memulihkan diri, namun dia tidak melihat Xie Ran. Xie Ran telah memberinya kesan terlalu buruk. Bukan hanya karena membongkar penyamarannya, gadis itu juga mempermainkannya dengan melakukan serangan sembunyi!
Selagi Huli Dong'er mencari, Xie Ran sudah berada di atas pohon bersama Qu Xuanzi, mereka berdua terlihat tenang melihat Huli Dong'er yang mengamuk.
"Apa aku gunakan pistol saja?" Xie Ran bertanya pada dirinya sendiri. Sedangkan Qu Xuanzi tidak ikut campur dalam pertarungan karena permintaan Xie Ran. Padahal dia sangat ingin membunuh Iblis itu dengan cepat agar tidak melukai Xie Ran.
"Gunakan saja." Qu Xuanzi pikir kekuatan Xie Ran saat ini masih belum cukup mengalahkan Iblis itu. Senjata Xie Ran sangat efektif dalam pertempuran jarak jauh, sedangkan pertempuran asli Xie Ran adalah jarak dekat. Jika dekat dengan Iblis itu, hanya menunggu kematian.
Xie Ran mengangguk pelan dan mengeluarkan sniper dari liontin. Dia meletakan senjatanya ke dalam liontin, tepatnya dalam istana di ruang senjata. Ada banyak senjata berjejer di sana.
Xie Ran mengarahkan sniper ke kepala Huli Dong'er yang masih berusaha mencari Xie Ran. Langkahnya sangat cepat membuat Xie Ran kesal. Jika saja Huli Dong'er bisa setidaknya diam sebentar, dia bisa menembaknya saat itu juga.
Huli Dong'er merasa sangat marah tidak bisa menemukan Xie Ran. Aura Xie Ran telah disamarkan oleh Qu Xuanzi sehingga tidak diketahui keberadaannya. Dia sangat marah sampai ingin membunuh!
Pandangannya terarah pada Zhong bersaudara dengan tajam. Dia menghampiri dua bersaudara itu dengan cakar tajam yang mencuat panjang. Seringai muncul di bibirnya dan berjongkok di depan Zhong Xiaorong.
"Rongrong, apa kamu sedih?" Huli Dong'er memasang wajah sedih seolah menyesal telah mengkhianati Zhong Xiaorong.
Zhong Xiaorong menatapnya datar tanpa ekspresi. Dia ingat perkataan Xie Ran. Membuka hati sama saja membuka kelemahan, dia terlalu lemah karena terlalu baik. Dia tidak boleh dengan mudah mempercayai siapapun terutama orang asing.
"Enyah!" Zhong Xiaorong menegaskan dengan dingin. Dia sangat marah hingga ingin membunuh wanita di depannya. Tapi dia tidak bisa melakukan itu karena kekuatannya, alasan lainnya karena Huli Dong'er merupakan teman terdekatnya. Dia tidak tega mengingat pertemanan mereka, tapi dia sangat membenci wanita ini.
Huli Dong'er menunduk sedih. "Rongrong, kita memang berbeda. Awalnya aku ingin memberitahumu setelah acara. Tapi wanita itu membongkar segalanya dan membuatku dalam bahaya. Aku terpaksa menyerang Kakak Wenyue. Aku tidak ingin membunuhnya, tapi semua orang menganggap Iblis selalu jahat sehingga aku harus melakukannya untuk menyelamatkan diri. Rongrong, aku tulus berteman denganmu. Maafkan aku."
Zhong Xiaorong merasa tidak enak. Apa Huli Dong'er mengatakan kebenaran? Apa dia telah salah paham bahwa Huli Dong'er mengkhianatinya? Tapi meskipun begitu, wanita ini telah membohonginya selama beberapa tahun. Dia juga ingin membunuh Zhong Wenyue, itu fakta! Tapi melihat kembali teman lamanya yang terlihat berkaca-kaca, dia menjadi sangat tidak tega dan ingin memeluknya.
"Dong'er, kau tidak membohongiku lagi, 'kan?"
"Aku hanya ingin hidup seperti manusia. Aku muak dengan Iblis. Rongrong, aku tulus berteman denganmu. Kau tahu aku menyukai Kakak Wenyue, tidak mungkin aku membunuhnya." Huli Dong'er merendahkan nada suaranya ketika mengatakan kalimat terakhir.
Zhong Xiaorong semakin terpancing. Dia kasihan pada Huli Dong'er. Pertama kali bertemu dengannya, wanita itu menolongnya ketika tersesat di hutan. Zhong Xiaorong merasa berhutang budi sehingga membiarkan Huli Dong'er tinggal di Istana sebagai teman dekat. Jika tidak ada Huli Dong'er saat itu, pasti dia tidak ada di sini saat ini.
"Dong'er ...."
Dor!
"Sial!" Xie Ran berdecak sebal. Targetnya meleset karena tiba-tiba Huli Dong'er menyadarinya dan mengubah arah. Iblis itu benar-benar merepotkan!
"Siapa?" Huli Dong'er berdiri dengan tatapan tajam. Tangannya mengepal erat karena seseorang berani-beraninya menyerang dengan alat aneh secara sembunyi-sembunyi. Ini pasti gadis itu!
Sedangkan Zhong Xiaorong masih terkejut dengan peluru barusan, dia dikejutkan kembali dengan kemunculan Xie Ran dengan dua hand-gun di tangannya. Terlihat keren.
Bahkan Zhong Wenyue yang baru tersadar dari pemulihannya karena suara tembakan terkejut ketika melihat benda aneh di tangan Xie Ran.
Xie Ran menyiapkan kedua hand-gun di tangan dan bersiap menggunakannya untuk membunuh Huli Dong'er. Huli Dong'er sudah bersiap juga. Senjata itu tidak boleh rendah meski tidak memiliki aura. Dia telah merasakan peluru barusan yang sangat cepat. Itu bisa saja menembus kepalanya dalam satu tembakan. Kecepatannya melebihi panah spiritual!
"Putri, jangan terhasut olehnya. Iblis penuh tipu muslihat. Sebelumnya kau telah dipergunakan olehnya untuk memasuki Istana dan membunuh kalian semua. Dia adalah kaki tangan salah satu dari Tujuh Raja Iblis!" Xie Ran menjelaskan dengan cepat. Dia tidak memiliki waktu menjelaskan lebih lengkap dan langsung menarik pelatuk dan menembakkan peluru ke arah Huli Dong'er.
Zhong Xiaorong masih mencerna. Dia terpaku dan takut pada senjata mengerikan itu yang dapat membuat lubang pada tembok Istana ketika meleset dari Huli Dong'er. Dia benar-benar tidak bisa berkata apa pun sekarang. Bahkan Zhong Wenyue tak terkecuali. Dia terpana pada Xie Ran dalam sekejap dan melupakan Tang Yueha.
Xie Ran melompat dengan cepat mengejar Huli Dong'er sambil mengarahkan hand-gun. Pistol ini lebih cepat dari pisau terbangnya sehingga lebih efektif. Dia menembak lagi untuk kedua kalinya sehingga peluru tepat mengenai bahu Huli Dong'er. Huli Dong'er mengerang marah. Dia melepaskan bilah energi gelap ke arah Xie Ran sehingga kecepatan Xie Ran terpaksa berkurang demi menghindari bilah energi.
Melihat Huli Dong'er yang semakin jauh, dia mengaktifkan sepatunya untuk lari lebih cepat. Banyak orang berteriak ketakutan melihat Iblis lewat dengan sangat cepat dikejar Xie Ran. Xie Ran tidak menyerah. Meski Iblis itu melemparkan beberapa barang manusia padanya dan melakukan serangan mengerikan, Xie Ran tetap bisa mengejar dengan kecepatannya.
Huli Dong'er memutar balik ke arah Istana. Dia tidak akan jauh-jauh dari istana dan menyerap jiwa prajurit yang mati sambil memulihkan tenaga. Perlahan, luka di bahunya sembuh dan peluru keluar dengan sendirinya setelah menyerap jiwa yang mati.
Xie Ran tidak habis pikir dengan kekuatan ini. Ini lebih kuat dari lima iblis yang dibunuhnya tempo hari. Jika saja kekuatan Xie Ran lebih tinggi dari sekarang, dia mungkin bisa bertanding dengannya tanpa senjata dunia modern. Tapi kekuatannya masih rendah. Dia hanya bisa mengandalkan sihir pesona dan langkah bayangan untuk melakukan serangan.
Wujud keduanya berkedip dari satu sisi ke sisi lain dengan berbagai serangan menakutkan. Huli Dong'er mengandalkan kekuatan gelapnya membentuk sebuah pola. Dia tidak bisa memberi serangan utamanya yang merupakan serangan jarak dekat karena gadis manusia itu lebih kuat dalam pertarungan jarak dekat. Setidaknya dia bisa mengulur waktu untuk membuat array teleportasi menggunakan energi gandanya.
Selagi tangan satunya melemparkan serangan eksplosif, tangan satunya lagi mencoba mengaktifkan teleportasi. Dia harus pergi jika tidak ingin terkena tembakan keras disertai sihir tingkat tinggi itu.
Mata Xie Ran sudah merah, tangannya memiliki sinar merah yang memegang pistol. Dia tidak terus menembak menyadari tembakannya dapat dihindari Huli Dong'er meskipun sudah ditambahkan sihir. Selagi menghindari serangan Iblis itu, Xie Ran menyimpan kedua senjatanya dan menggunakan teknik akhir langkah bayangan.
Wujudnya menjadi tiga bagian yang menyerang dari tiga arah mengepung Huli Dong'er. Salah satunya yang asli mengeluarkan sihir dan mendekati dengan cepat selagi targetnya menghalau bayangan.
Huli Dong'er tidak tahu mana yang asli. Dia hanya bisa menebak asal dan menarget bayangan Xie Ran yang kemudian menghilang. Ketika menyadari bahwa yang asli ada di belakangnya, dia terlambat menghindar sehingga terkena sihir Xie Ran yang merusak sarafnya.
"Ilusi!"