The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
9. Pagoda Teratai



Xie Ran berdiri di depan pintu yang terbuka. Malam masih terasa sunyi di bawah rembulan yang bersinar terang. Cahaya rembulan menyinari ke arah kamar membuat sebuah aliran ungu terlihat melapisi seluruh bagian kamar.


Wajah Xie Ran masih datar. Dia memperhatikan pembatas dengan seksama. Tangannya meraih sihir ungu yang menghalangi pintu. Dalam sekejap, rasa sengatan menjalar di tangannya kala menyentuh sinar ungu seolah menyentuh listrik. Xie Ran langsung menarik tangannya kembali.


Wanita rubah itu benar-benar mengurungnya. Dari awal Tang Zhi datang, ia sudah merasakan firasat buruk. Untung saja tiap kali sebelum tidur, ia terbiasa meminum pil pelemah jantung sehingga ia akan tidur seperti orang mati.


Napasnya akan lambat seperti detak jantungnya. Vitalitasnya juga samar sehingga orang akan mengira bahwa dia telah mati. Itu dimaksudkan untuk mencegah seseorang yang ingin memeriksa kekuatannya karena sudah ada beberapa yang curiga. Tapi siapa sangka orang itu adalah Tang Zhi.


Tang Zhi tentu tidak bodoh. Dia telah memeriksa Xie Ran lebih lanjut dan memiliki beberapa dugaan. Merupakan keberuntungan bahwa Tang Zhi tidak menemukan sihir dalam meridiannya. Dia selalu menekan sihir dalam tubuh sehingga tidak ada yang mengetahui kemampuannya.


Karena Tang Zhi terlanjur curiga padanya apalagi menemukan liontin yang katanya milik Leluhur Klan Xie, Xie Ran tidak bisa melawan kata-kata dan bersikap sebagai anak bodoh yang patuh. Dia juga mengatakan bahwa dia mempercayai Tang Zhi, tentu itu hanya bualan.


Sekarang, Xie Ran harus menemukan cara mendapatkan kembali liontin itu. Dia tidak boleh membiarkan liontin itu jatuh ke tangan Tang Zhi. Itu adalah kepercayaan Wen Xi padanya dan juga kesepakatan dengan Gunung Es. Semua barang berharganya ada di sana juga buku sihir yang belum sepenuhnya ia latih.


Tepat pada saat itu, sesosok merah datang dari udara tepat terbang di hadapannya. Itu tidak bisa masuk ke dalam, hanya bisa terbang di luar dengan tubuh kecilnya. Pada saat yang sama, Naga kecil lainnya muncul dengan kondisi kusam dan jelek, tidak bertingkah imut seperti sebelumnya.


"Tuan Besar ada di pagoda paling atas. Kami tidak bisa melakukan apapun." Long Huo dan Long Yun gelisah. Mereka tidak bisa memasuki pagoda tanpa menggunakan tubuh Naga aslinya. Memasukinya saja tidak bisa apalagi mengambilnya, itu mustahil!


"Keamanan pagoda sangat ketat. Kita tidak bisa menerobos jika tidak bisa menghancurkannya. Wanita busuk itu sepertinya sudah menyadari kekuatan Tuan Besar dan menyegelnya lagi." Long Yun sangat geram. Andai dia diizinkan membunuh wanita itu, dia akan membunuhnya sekarang! Atau bahkan menghancurkan tempat ini sekarang!


"Pasti Pagoda Teratai. Ada banyak harta karun di dalam sana, tidak boleh dihancurkan." Xie Ran memiliki pemikiran lain.


"Harta apanya? Hanya benda rapuh dengan sihir lemah. Itu tidak ada apa-apanya dibandingkan Tuan Besar. Tuan Besar pasti tersiksa disimpan dalam gunung benda rendahan." Long Yun merasa miris. Padahal orang yang dibicarakan tidak semiris itu.


"Tidak berharga?" Xie Ran membayangkan betapa kaya ras Naga.


"Ada banyak harta seperti itu di Alam Langit. Itu justru dijadikan barang sehari-hari!" Long Yun tampak lebih marah dibandingkan Long Huo. 


Long Huo hanya bisa bungkam. Meski di Benua Lava memiliki banyak harta, saat ini dia hanya Naga miskin yang lebih miskin daripada manusia. Dia tidak sesombong Long Yun yang memiliki kekayaan melebihi dirinya di Alam Langit. Alam Langit sangat kaya!


Tapi saat ini mereka tidak ingin membicarakan harta lebih banyak. Mereka harus mendapatkan Tuan Besar kembali. Menyelamatkan Tuan Besar dari Nenek sihir lebih utama!


Namun, Xie Ran tidak bisa keluar tanpa diketahui. Jika dia pergi sekarang, dia akan ketahuan oleh Tang Zhi dan akan semakin dicurigai.


Melihat Xie Ran hanya diam entah, dua Naga hanya bisa memasang wajah cemberut. Kenapa Master mereka yang biasanya bersemangat menjadi terlihat lesu! Hanya sihir rendahan seperti ini, apa itu bisa menyakiti dua Naga? Mereka bisa menghancurkannya!


"Jangan berpikir menghancurkannya!" Xie Ran sudah tahu apa yang akan dua Naga kecil itu lakukan. Dengan kekuatan mereka, itu seperti semudah memecahkan kaca tipis. Setelah hal itu terjadi, dia akan tertangkap oleh Tang Zhi dan dieksekusi sebelum waktunya.


"Master, apa yang harus kami lakukan? Kami tidak bisa masuk ke dalam dan tidak boleh menghancurkan pembatas. Bagaimana Master bisa keluar dan menyelamatkan Tuan Besar?" Long Yun tampak frustrasi. Sepertinya pendapatnya terhadap Tuan Besar itu cukup bagus setelah mendapat pukulan tragis.


"Jangan terburu-buru. Bukankah hanya pembatas kecil?" Tatapan Xie Ran mengandung kilatan licik. 


Jadi, bagaimana jika pembatas itu begitu kuat? Bagaimana jika itu memiliki alarm? Xie Ran memiliki sesuatu yang lebih berguna dibandingkan itu.


Pelatihannya tidak hanya sekedar melatih sihir pesona dan langkah bayangan. Dalam setahun terakhir, dia telah membuat kemajuan besar dalam memperkuat kekuatan mental. Tentu saja, itu berkat bimbingan Guru Besar tertentu yang menindasnya selama setahun terakhir.


Xie Ran mengambil jubah hitam yang ia sembunyikan di balik kasur. Menggunakannya menutupi tubuh dan berjalan ke pintu.


"Master, apa master akan menerobos paksa? Tubuh Master akan terluka!" Long Huo dan Long Yun sama-sama cemas. Tubuh rapuh Masternya akan terkoyak karena pembatas ini.


Xie Ran mendengus dan wajahnya tetap datar. "Aku tidak sebodoh itu." 


Dia meraba pembatas ungu itu sedangkan telapak tangannya mengeluarkan sinar merah sehingga pembatas tidak menyakiti tangannya. Kemudian, tangannya terkepal seolah menggenggam pembatas yang mirip cairan di tangannya.


"Aku harus berterimakasih pada Gunung Es karena membantu memahami apa itu manipulasi secara mendalam. Aku bisa memanipulasi sihir apapun menjadi milikku tanpa diketahui pemilik sihir. Itu akan secara mudah dikendalikan olehku secara tidak langsung. Anggap saja pembatas ini sebagai pelindung," jelas Xie Ran dengan tenang. "Tapi ... aku tidak bisa meninggalkan tempat ini secara tiba-tiba. Misiku akan rumit. Apapun bisa terjadi di sana sehingga tidak mungkin untuk menyelesaikannya dalam satu malam. Besok pagi seseorang akan memeriksa keberadaanku, aku tidak bisa pergi."


"Lalu, apa yang harus dilakukan?" Long Huo bertanya. Dia tidak mengerti jalan pikir Xie Ran yang begitu rumit dan komplek. Kadang gadis itu menjadi lembut dan polos, kadang konyol dan liar, kadang licik dan jahat. Tidak ada yang bisa memahaminya dengan baik dan tidak ada yang tahu mana yang asli dan palsu.


Xie Ran menarik tangannya kembali setelah menyelesaikan manipulasi pada pembatas. Dia telah memanipulasi rune sihir dan menggandakan kepemilikan. Itu mirip dengan peretas.


"Pemisah jiwa." Xie Ran menjadi serius dalam sekejap.


Dua kata itu tepat membuat dua Naga terkejut. Pemisah jiwa adalah teknik berbahaya dan paling dilarang manusia. Jika jiwa seseorang mati atau terluka, tubuh asli akan terkena dampaknya dan tidak dapat bereinkarnasi atau dipulihkan.


Itu sama seperti kloning. Bisa terlihat dan terluka dengan kekuatan tempur yang lebih rendah dari tubuh asli. Efek jika jiwa terluka lebih buruk dibandingkan dalam kondisi asli. Itu terlalu berisiko! Darimana gadis ini mempelajari ilmu terlarang itu?


"Tidak perlu khawatir. Aku sudah mempertimbangkannya sejak Tang Zhi mengambil liontinku." Hanya saja, Xie Ran masih terkejut dengan kenyataan bahwa Liontin itu adalah milik Leluhur Klan Xie dan diwariskan pada Ketua Klan.


Dia tidak terkejut jika dia adalah Ketua Klan Sah, tapi dia terkejut karena Leluhur Klan Xie—mungkin—mengetahui keberadaan pria misterius dan mungkin saja pelaku segel. Ada terlalu banyak misteri di dunia ini.


Dua Naga tidak setuju, tapi Xie Ran bersikeras sehingga dua Naga hanya bisa pasrah. Jika mereka menentang Xie Ran terus-menerus, itu juga tidak akan membuat Xie Ran berhenti. Malah akan makin keras kepala dan melakukannya diam-diam. Jika Xie Ran sudah menetapkan sesuatu, dia harus melakukan atau mendapatkannya tanpa ganggu gugat.


Xie Ran mengerti kegelisahan dua Naga, tapi dia tidak memiliki pilihan lain. Pria itu lebih penting dan tidak telah terikat janji. Dia tidak bisa melanggar ucapannya karena itu akan membuat hatinya tersakiti dan merasakan gelisah tak berujung. Itu sudah menjadi prinsipnya sejak kecil untuk memegang ucapan atau dia tidak pernah bisa tenang seumur hidup seolah telah dikutuk.


"Jika terjadi sesuatu, jangan lakukan apapun. Kalian bisa masuk membantu tubuh asliku. Tapi tidak boleh menunjukkan diri apapun yang terjadi." Xie Ran memperingati dan memaksa dua Naga itu berjanji. 


Naga sama sepertinya, menepati janji. Jika mereka sudah berjanji, itu akan terpenuhi atau mereka tidak pernah hidup tenang seperti dihantui mimpi buruk meski dia harus melanggar karena keadaan darurat baik melanggar sukarela maupun tidak sengaja.


Prinsip moral itu telah tertanam lekat pada ras Naga. Berbeda dengan manusia. Itu sebabnya, Naga adalah ras paling setia diantara ras lain. Mereka keras kepala, tapi tidak egois. Naga egois adalah Naga terkutuk dan tidak dianggap sebagai ras Naga.


"Aku pergi," ucap Xie Ran.


Dua Naga itu merasa seolah Xie Ran akan pergi sangat lama. Mereka tidak rela, tapi hanya bisa diam dan menunduk dalam. Mereka telah bersumpah untuk setia dan menuruti setiap perkataan Xie Ran. Mereka tidak bisa melanggarnya apapun yang terjadi. 


Tapi jika menyangkut nyawa Xie Ran, mereka juga tidak memiliki pilihan lain selain patuh jika tidak ingin dilanda mimpi buruk. Beberapa Naga akan merelakan dirinya dilanda mimpi buruk demi menyelamatkan tuan mereka seperti Naga yang mati dalam medan perang. Long Huo dan Long Yun tak terkecuali.


Xie Ran sudah memantapkan hati langsung menutup mata. Membiarkan jiwanya lepas dari tubuh asli dan keluar melewati pembatas bersamaan. Sosoknya menghilang dalam kegelapan tidak membiarkan dua Naga itu melihat jiwanya yang berpisah. Sedangkan tubuh aslinya memiliki pandangan kosong dan diam dalam keadaan pucat. Dua Naga langsung masuk dan membantunya ke kasur untuk tidur.


Xie Ran bergerak seperti bayangan. Walau kekuatannya ditekan, itu tidak masalah baginya. Dia tetap bisa bergerak cepat dan melewati tiap bangunan tanpa suara. Hanya bayangannya saja yang terlihat dan melawan angin sampai akhirnya tiba di depan Pagoda teratai.


Dari depan sudah terasa penekanannya. Ada dua penjaga yang berjaga dengan ketat, namun Xie Ran dapat dengan mudah melewati dua penjaga dalam satu kedipan mata dibawah hidung mereka ketika pergantian penjaga dilakukan.


Xie Ran masuk ke dalam diam-diam setelah menggunakan manipulasi untuk membuka pintu yang terkunci oleh sihir. Tidak ada jejak, tidak ada yang menyadarinya. Dalam keadaan jiwa, keberadaannya tidak terasa kecuali jika orang itu memiliki persepsi kuat minimal seperti Tang Zhi.


Xie Ran menelusuri bagian dasar pagoda. Ada banyak barang langka di bagian bawah. Bagian dasar dikhususkan untuk barang rumah tangga yang langka dan mahal seperti vas riak air yang hanya ada dua di dunia. Barang seperti itu tidak menarik minat Xie Ran.


Liontin di mana pria misterius itu berada ada di lantai sembilan.


Pagoda Teratai ini sangat terkenal dan menjadi kekuatan terkuat Klan Xie sehingga tidak ada yang berani menyinggung bahkan Kaisar sendiri.


Jika Klan Xie sudah menggunakan artefak atau alat sakral dari Pagoda Teratai, itu akan dengan mudah menghancurkan ribuan pasukan salam satu serangan.


Itu sebabnya, hanya orang bodoh yang berani menyinggung walau banyak dari mereka yang tidak suka dengan Klan Xie apalagi setelah tiga tahun terakhir.


Hanya Xie Ran satu-satunya yang memiliki niat lain untuk menghancurkan Klan Xie yang bermartabat sekaligus rumahnya sendiri.


Xie Ran menelusuri dengan seksama. Tepat ketika menyentuh tangga dimana dia harus pergi ke lantai atas, sebuah panah melesat dengan cepat ke arahnya.


Pagoda telah mendeteksi kehadiran orang asing tanpa batu sihir pagoda teratai dan melakukan penyerangan menyelinap yang tepat. Xie Ran melompat ke belakang begitu beberapa panah melesat ke arahnya seperti bayangan.


Orang biasa akan langsung mati setelah panah melesat begitu cepat. Namun, Xie Ran yang terbiasa menghindari peluru sekecil biji kacang, panah bukanlah apa-apa.


Xie Ran tidak bisa berjalan lebih jauh jika tidak ingin terkena serangan. Panah itu keluar dari lubang-lubang kecil di tiap sudut ruangan. Itu terus keluar sehingga Xie Ran tidak bisa menghentikan pergerakannya, bahkan hanya untuk menaiki tangga. Keamanan disini terlalu ketat!


"Sial!" Xie Ran mengutuk tempat ini berkali-kali.


Panah-panah itu selalu menargetnya tanpa menghancurkan barang-barang sehingga hanya terdengar suara panah yang jatuh. Xie Ran menangkis beberapa kemudian melompat ke arah tangga dan menggunakan panah yang melesat sebagai tumpuan kaki sehingga lompatannya lebih jauh.


Dia menggantung di pembatas lantai dua dan melompat dengan elastis. Pada saat itu, ujung jubahnya terkena panah sampai berlubang, namun Xie Ran tidak memikirkannya. Dia harus segera sampai di lantai sembilan! Seberapa jauh itu!


Xie Ran menghela napas. "Tempat terkutuk ini, benar-benar membuatku frustrasi," gumamnya melanjutkan perjalanan.


Semakin tinggi dia melangkah, semakin banyak rintangan dan tekanan semakin kuat. Tanpa batu sihir, dia tidak bisa melangkah dengan lancar dan terus mengalami gangguan.


Sihir di lantai dua membuatnya frustrasi. Serangan kali ini berupa benang setajam jarum yang bekerja seperti laser pengaman. Itu aktif dalam seketika menghalangi perjalanannya dan bergerak dengan cepat.


Xie Ran tidak bisa banyak berpikir, dia langsung menghindari tiap benang yang menuju ke arahnya. Itu mengingatkannya pada laser pengaman yang pernah dia hindari ketika sedang menerobos masuk ke dalam sebuah mansion.


Dia menghindarinya dengan cermat. Mengabaikan ujung jubah serta lapisan sepatunya yang terbelah dan merayap di atas.


Ketika jarum muncul di atas tepat di depan wajahnya, Xie Ran turun ke bawah dan menginjak barang-barang sebelum sihir pelindung menyakitinya. Ini begitu sulit. Dia menghindari benang tiap langkah dengan cepat dan menghindari sihir pelindung tiap barang yang dia injak kemudian menghitung kembali celah dari benang. 


Semakin lama celah semakin tipis dan sangat pas dengan tubuh Xie Ran. Rambut panjang Xie Ran yang diikat terpotong menjadi sepinggang ketika menghindar secara lurus horizontal. Dia seolah memasuki lubang kecil di antara benang itu sebelum akhirnya sampai di tengah tangga.


Langkahnya semakin cepat ketika sampai tangga. Benang itu masih menyerangnya dengan cepat. Beberapa benang menyilang tepat di depannya. Celah sangat kecil dan itu akan mudah mencincangnya menjadi beberapa bagian.


Xie Ran semakin serius dan segera meluncur di antara benang. Benang tepat dua senti dari tubuhnya juga wajahnya. Bahkan jubah yang dia kenakan sudah robek semua tanpa sisa menyisakan pakaian lusuh yang juga terkena benang di bagian bawah.


Dia meluruskan tubuhnya begitu lurus dan berhasil meluncur sampai ke lantai tiga.


Roknya menjadi pendek selutut. Untungnya dia mengenakan celana sebagai bentuk antisipasi karena dia latihan setiap hari.


Lantai tiga ini memiliki banyak bahan ramuan langka. Xie Ran dapat menghitungnya. Sayangnya dia tidak pandai membuat ramuan. Dia hanya pandai membuat senjata.


Oleh karena itu, ia menyampingkan ramuan ini karena tidak berguna di tangannya. Mungkin dia akan mencurinya suatu hari untuk dilelang dan mendapatkan uang setelah balas dendam. Barang di lantai bawah juga sama.


Ketika melangkah, dia kembali terdeteksi. Xie Ran sudah waspada sampai akhirnya sebuah tanaman rambat muncul mengikat kakinya dari lantai sehingga Xie Ran tidak bisa bergerak.


Tanaman rambat semakin banyak menyerangnya. Xie Ran yang kakinya terlilit sehingga tidak bisa bergerak, mengeluarkan belati dan memotong beberapa tanaman yang menyerangnya.


Tanaman itu memiliki sifat melumpuhkan sehingga Xie Ran benar-benar tidak bisa melangkah. Dia tidak memiliki kesempatan memotong tanaman di kakinya yang semakin merambat ke atas karena serangan sisi lain.


Xie Ran terus menghindar dan memotong tanaman yang menyerangnya. Ia menunduk dengan cepat ketika melihat tanaman tiba-tiba muncul dari atas kepalanya dan mengambil kesempatan memotong ikatan tanaman dari kakinya. 


Dia jatuh saat itu juga dan tanaman di atas menarik tubuhnya ke atas. Xie Ran memotongnya dengan cepat kemudian memutar menghindari beberapa tanaman yang menyerangnya.


Ujung tanaman memiliki bentuk runcing dan dapat menusuk siapapun. Xie Ran menghindarinya dengan belati dan memotongnya dengan cepat.


Kakinya dengan cepat sembuh dari kelumpuhan sementara, dia melompat ke arah tangga melalui rak-rak tanaman sambil menghindari tiap serangan tanaman. Ini bukan masalah dibandingkan sebelumnya.


Ketika sampai di lantai empat, kakinya tertarik oleh tanaman rambat dan merosot ke lantai bawah. Tubuhnya terbentur tangga dan tanaman itu membantingnya ke dinding sampai suara tulang terdengar.


Kemudian tubuhnya ditarik kembali ke arah tangga sebelum akhirnya Xie Ran memotong tanaman yang melilitnya dari dua arah.


Xie Ran berhasil berdiri di atas tangga dan menyeka darah di mulutnya. Benturan itu terlalu keras membuat punggungnya mati rasa!


Melihat tanaman yang ingin berkumpul membentuk serangan yang lebih besar, Xie Ran dengan cepat berguling menghindari dan menggunakan tanaman yang menggantung lalu berayun bebas untuk mencapai lantai empat. Masih lima lantai lagi. Kesulitan itu keterlaluan!


Xie Ran sama sekali tidak diberi napas. Baru saja ia menginjakkan kaki, sudah dihadapkan dengan gelombang suara yang memekakkan telinga.


Gelombang itu berasal dari salah satu tanaman iblis yang terkenal dapat memecahkan gendang telinga. Ia menutup telinganya sambil berjalan. Namun sebuah angin tiba-tiba muncul menghantamnya begitu keras seperti puyuh.


Xie Ran kehilangan fokus karena suara melengking sehingga tubuhnya terhempas dan jatuh dari ketinggian lantai empat dengan mudah.


Xie Ran tidak bisa menghindari lagi. Tubuhnya melayang begitu saja seolah telah menjadi bulu lepas dan jatuh. Tanaman rambat lagi-lagi keluar memberinya tikaman dari ujung tanaman yang lancip pada bahu Xie Ran dan menekannya sampai bawah. 


Di ketinggian lantai dua, benang muncul di hadapannya menyayat lengan Xie Ran sampai berdarah seolah balas dendam padanya.


Pakaian Xie Ran compang-camping dipenuhi darah yang merembes keluar dan jatuh ke lantai dasar dengan suara keras. Lantai kayu itu tidak rusak, tapi tubuh Xie Ran mengalami kerusakan.


Beberapa panah menancap ke samping wajahnya. Xie Ran sudah sebisanya menghindar dan tidak bisa lagi bergerak. Tubuhnya terlalu sakit. Kekuatannya ditekan karena dalam bentuk jiwa dan dia terluka parah.


Xie Ran semakin lelah. Pandangannya yang ke atas melihat tangga melingkar berbayang menjadi dua. Darah keluar dari mulutnya sebelum akhirnya menutup mata lemas.


"Master!" Dua Naga di kamar melihat perubahan kondisi tubuh asli Xie Ran menjadi panik.


Mereka terkejut tapi tidak tahu harus berbuat apa. Mereka mondar-mandir antara keluar atau tidak sedangkan hari sudah menjelang pagi.


"Master, aku harap Master baik-baik saja ...."