
Dewi Kehidupan datang tak lama setelah kejadian buruk menimpa istana. Ia mengabaikan para iblis yang sedang ditangani hewan suci dan dewa lain, kemudian mencari Xie Ruo di dalam dengan perasaan gelisah.
Ketika sampai, ia melihat wanita itu tengah berdiri memperhatikan abu yang tersisa di tanah. Tampak seperti bekas leburan sesuatu.
Dewi Kehidupan yang melihat Xie Ruo baik-baik saja langsung menghela napas lega. "Aku pikir terjadis sesuatu yang buruk padamu."
"Sudah terjadi." Xie Ruo berbalik untuk melihat Dewi Kehidupan, ia berkata, "Dia akan datang lagi, Dewa Iblis."
Dewi Kehidupan mengalihkan pandangan ke arah abu itu. Ia berjongkok dan memeriksa, tatapannya menunjukkan kejutan sebelum akhirnya kembali berdiri.
Dewi Kehidupan menjelaskan, "Ini adalah kloning Dewa Iblis, jumlahnya lebih banyak dari yang kau kira. Beberapa waktu lalu, Kaisar Langit menghadapi beberapa kloning di perbatasan alam. Siapa sangka, mereka masih berkeliaran di Dunia Atas."
"Mereka tidak berkeliaran, tapi bekunjung. Beberapa iblis yang datang juga berasal dari panggilannya, karena harus mendapatkan hal yang diinginkan."
Dewi Kehidupan diam untuk beberapa saat. Pada saat ini, kondisi Xie Ruo tidak memungkinkan untuk masuk ke dalam pertempuran besar dengan lawan yang jauh lebih kuat darinya. Meski kloning Dewa Iblis bisa dikalahkan Xie Ruo, tapi itu hanya satu, bagaimana jika lebih banyak?
"Ruoruo, masalah ini, akan lebih baik jika memberitahu Kaisar Langit." Dewi Kehidupan sendiri tidak percaya diri dapat mengalahkan banyak kloning. Jika hanya satu atau dua, ia tidak perlu khawatir.
"Masalahnya ...." Xie Ruo mengangkat tangannya, menunjukkan simbol yang seharusnya terukir di sana kini dipenuhi abu hitam dan luka sayatan kecil.
Tiap luka yang ia terima ketika dalam bentuk jiwa, akan terukir di tubuh fisiknya. Sebelumnya ia bertarung dengan Dewa Iblis dan menangkis semua ular-ular kecil yang menyerang. Ia baru sadar, bahwa salah satu ular meleset menyebabkan simbol komunikasi di tangannya rusak.
Dewi Kehidupan menghela napas untuk kesekian kalinya. "Tenanglah, Xiao Zi akan sadar secepatnya dan kembali."
"Tidak, orang yang dihadapi Qu Xuanzi di Dunia Tengah adalah Dewa Iblis yang asli. Meski dia tahu, situasinya juga berbahaya."
"Lalu, apa rencanamu?" Dewi Kehidupan tidak bisa berpikir lagi. Mengenai hal ini, ia bukan ahlinya sehingga hanya bisa menerima perintah.
"Untuk saat ini, menunggu."
Dewi Kehidupan merasa dunianya telah berakhir. Menunggu? Menunggu apa? Menunggu Dewa Iblis datang kembali, atau Qu Xuanzi yang datang? Jika masalah peperangan dan kehancuran, Dewi Kehidupan menyerah.
"Xiao Caihong, kau pergi mencari hewan suci lainnya, sisanya aku yang tangani." Xie Ruo melirik Xiao Caihong di lengannya. Ular kecil itu tanpa ragu melesat pergi melaksanakan perintah.
"Ruoruo—"
"Dewi Kehidupan, kau bisa mengendalikan situasi istana. Aku akan mengulur waktu."
"Tidak, aku yang akan mengulur waktu." Dewi Kehidupan khawatir. Beberapa dewa lainnya juga masih sibuk di perbatasan, hanya ada beberapa dewa biasa serta dewi utama yang ada di dekat sini. Ini akan gawat.
"Jika kau yang mengulur waktu, kau akan mati sebelum waktunya tiba." Xie Ruo tidak mau dibantah lagi. Ia langsung pergi dan akan menyingkirkan semua iblis di luar agar tidak terlalu merepotkan para dewa, tapi langkahnya terhenti begitu melihat sesosok hitam yang muncul di udara dengan senyumannya yang mengerikan.
Dewi Kehidupan langsung siap siaga. Ia muncul tepat membelakangi Xie Ruo, melihat sosok itu dengan tajam.
"Sangat disayangkan jika tidak akan ada yang datang." Kloning Dewa Iblis tersenyum semakin lebar. Wujudnya menjadi bayangan hitam yang meluncur seperti meteor jatuh.
Dewi Kehidupan segera menjauhkan Xie Ruo dari area pertempuran. Ia menahan serangan pria itu, kemudian mengeluarkan tongkatnya yang bercahaya dengan silau emas yang bersinar.
Xie Ruo tampak tidak terkejut. Ia beralih ke sisi lain, lalu melihat sosok hitam dengan wajah yang sama berdiri beberapa meter jauhnya. Kloning lainnya ternyata sudah menunggu.
"Kau terlihat baik-baik saja," kata pria itu. Dewi Kehidupan muncul kembali dan akan membawa Xie Ruo pergi, namun dua kloning itu langsung melepaskan energi gelap secara bersamaan.
Energi gelap yang dilepaskan memiliki tekanan yang lebih kuat dari sebelumnya. Dewi Kehidupan mengeluarkan sihirnya dari tongkat, menahan dua energi gelap yang menyerang.
"Long Long, apa kau akan diam saja di sana?" Dewi Kehidupan bicara dengan jengkel. Kenapa naga itu masih saja diam ketika keadaan sedang kacau?
Long Long keluar dari tempatnya dalam wujud naga besar. Bahkan satu kooridor tidak cukup menampungnya hingga ia harus melayang di udara dan menggulung tubuh agar tidak terlalu merusak. Iris birunya melihat Xie Ruo, memintanya segera menaiki punggung.
"Ruouro, cepat pergi!"
Xie Ruo diam untuk beberapa saat melihat dua kloning yang tidak mau kalah akan tekanan sihir Dewi Kehidupan. Mereka menarik kekuatan mereka, kemudian berpencar dan akan meraih Xie Ruo.
Dengan gerakan cepat, Xie Ruo melompat dan menangkis serangan mereka sampai termundur. Ia pun duduk di atas punggung Long Long, kemudian melihat Dewi Kehidupan dengan cemas.
Dewi Kehidupan tersenyum kecut. "Seharusnya aku uang berkata demikian."
Long Long langsung terbang di udara membawa Xie Ruo menjauh dari lokasi pertempuran. Ada sangat banyak iblis yang mengejar, namun kecepatan Long Long lebih cepat sehingga mereka semua tertinggal.
Long Long adalah naga tercepat dan terkuat, apalagi sejak dibangkitkan. Sebagai leluhur naga, ia tentu tidak boleh menyianyiakan gelar itu hanya karena iblis kecil.
"Nyonya, tenang saja, kau akan aman selama ada aku!" Long Long berkata dengan yakin. Asal tidak ada Dewa Iblis, ia bisa menanganinya dengan maksimal.
"Aku tidak yakin." Xie Ruo melihat ke sisi lain. Sebuah bayangan hitam meesat dengan rute berkelok dan rumit, namun ia tahu, kecepatannya jauh lebih cepat dari Long Long dan kini sudah mendekat.
Long Long terkejut melihat kloning lainnya yang muncul. Sebenarnya ada berapa banyak? Ia langsung melesat dengan kecepatan maksimal, saling kejar dan dikejar di udara antara cahaya perak dan bayangan hitam.
Xie Ruo merasa tidak akan selesai hanya dengan melarikan diri. Karena seprrtinya jumlah iblis dan kloning meningkat, ia mulai bertindak lebih serius dari sebelumnya. "Long Long, jaga tubuh fisikku."
"Nonya!" Long Long belum sempat protes ketika jiwa Xie Ruo kembali terpisah dan melompat di udara seperti kelinci. Sosoknya menghilang bersamaan dengan bayangan hitam yang baru saja menyerang.
Sekarang Long Long semakin panik. Sebenarnya, menjaga tubuh kosong namun rentan lebih rumit dari menjaga Xie Ruo yang utuh! Karena tidak bisa diam saja di udara seperti orang bodoh, Long Long mrmbuat perlindungan di sekitar tubuh Xie Ruo dan pergi ke tempat yang lebih aman.
Xie Ruo masuk ke dalam pertempuran sengit dengan kloning Dewa Iblis yang begitu kuat. Karena Xie Ruo tidak boleh menggunakan kekuatannya sampai batas, ia harus menahan dan mencoba untuk tidak terluka. Jika tidak menghindar, maka menyerang. Ia tidak boleh menahan serangan atau terkena serangan.
Dua sinar yang bertolak belakang terus beradu di udara. Xie Ruo melompat ke atas dahan pohon, kemudian menggunakan udara sebagai tumpuan kaki untuk melompat lebih jauh dan menghindari serangan yang diluncurkan. Tiap kali ia berpijak, api dingin yang membeku selalu memberi jejak yang menyebabkan tolakan besar dengan energi gelap.
Sejauh ini, Xie Ruo hanya dapat sedikit mengetahui beberapa keterampilan sihir Dewa Iblis. Ia memahami dan dapat menghindari bahaya dengan tepat, namun untuk beberapa keterampilan asing dan misterius, ia harus sedikit kerepotan.
Tubuhnya yang lentur seperti kelinci terus melompat dan menghindar. Tangannya diayunkan, mengeluarkan bola api dingin, sedangkan tangan lainnya mengendalikan bulu phoenix yang melesat di udara memberi serangan pada kloning. Serangan ganda dengan kekuatan tekanan yang tinggi cukup membuat kloning kerepotan dan harus menggunakan teknik yang lebih tinggi untuk menyerang.
Alasan Xie Ruo tidak bisa menggunakan pedang sekarang adalah jarak serangan yang minim. Ia harus mengandalkan jarak serangan jauh karena harus menghindari serangan yang ditujukan ke arahnya. Dengan begini, kemungkinan terluka akan berkurang. Asalkan bisa menjaga jarak, ia tidak akan terluka.
Namun, baru saja Xie Ruo berpikir demikian, kloning lainnya datang melakukan serangan diam-diam. Xie Ruo langsung sadar dan mengelak tombak yang diarahkan padanya. Ia menangkis tombak itu dengan punggung kaki, kemudian memutarnya dan menginjak bahu kloning itu. Aliran api dingin keluar dari kakinya, membakar kloning itu dalam sekejap seperti tembakan.
Tubuh Xie Ruo melayang di udara dan meluncur ke bawah. Ia mendarat di atas dahan pohon, kemudian menarik kembali bulu phoenix ke sisinya.
Melawan dua kloning sekaligus menguras cukup banyak kekuatannya, bahkan Xie Rui sudah terengah-engah. Ia tidak terluka, tapi sudah merasakan rasa sakit di jiwanya akibat racun dingin yang sepertinya mulai aktif.
Dua kloning yang dirugikan berkali-kali itu mendarat di atas dahan pohon yang berbeda, melihat Xie Ruo dengan tajam. Tombak mereka bersamaan diacungkan, kemudian melompat seperti kilat ke arah Xie Ruo.
Xie Ruo menunduk ke belakang menghindari ujung tombak. Kakinya terangkat, menendang kedua tonbak tersebut kemudian melompat ketika tombak akan menjebak tubuhnya.
Bulu phoenix kembali beraksi, terbang seperti phoenix berapi-api dan berpencar menjadi dua target. Api dingin kembali muncul membentuk bilah energi berwarna perak dengan keruncingan yang dapat membelah sehelai daun dalam sekali gerakan.
Xie Ruo melompat menggunakan daun yang berguguran sebagai tumpuan kaki, kemudian melepaskan semua bilah itu seperti serbuan panah tanpa batas.
Dua kloning itu menghindari dua serangan sekaligus, kemudian membuat perisai yang menyebabkan bulu phoenix tidak berfungsi sehingga jatuh ke tanah. Perisai itu melebur, membentuk beberapa bayangan sosok abstrak yang bergerak secara acak.
Seperti beberapa satan yang menyerang, bergerak secara acak namun terkoordinasi penuh kegilaan dengan kecepatan yang nyaris tak terlihat. Xie Ruo mengeluarkan pedang, membelah tiap bayangan yang melintas dan menyerang. Tubuhnya yang elastis melintir seraya tangan yang memegang pedang itu berayun dengan kecepatan luar biasa.
Putaran pedang di tangannya menyebabkan pusaran angin muncul. Api dingin kembali keluar, membentuk beberapa sulur yang meluncur dari tiap ayunan pedang.
Bayangan hitam bergerak lebih cepat. Pada saat yang sama, sinar semerah darah tiba-tiba muncul membentuk sebuah pedang raksasa. Xie Ruo menyiapkan pedangnya di depan, lalu menahan serangan pedang raksasa yang entah muncul dari mana sampai tubuhnya termundur begitu jauh dan mencapai tanah.
Pada saat yang sama, beberapa sulur mulai melilit dua kloning. Bilah-bilah itu menebas tiap tubuhnya dan menembus tubuh keras kloning sampai mengeluarkan percikan bayangan hitam yang beracun.
Karena sulur yang mengerat begitu kuat tanpa bisa dilepaskan, dua sosok itu meledak dan hancur berkeping-keping menjadi serpihan abu hitam yang bertebaran. Sulur itu menghilang, sedangkan bilah api dingin telah habis. Pedang yang menahan Xie Ruo sampai nyaris mencapai batasnya menghilang begitu saja membiarkan Xie Ruo melemaskan kakinya di atas tanah sambil memapah diri sendiri dengan pedang.
"Tenang ... aku berhasil ...." Xie Ruo bergumam untuk menenangkan diri sendiri. Tangannya terasa bergetar karena sepertinya, racun mulai aktif dan mempengaruhi tubuhnya. Ia yakin, ketika ia kembali ke tubuh fisiknya, rasa sakit luar biasa akan mendera.
Ia berdiri tegak, akan pergi kembali ke tubuh aslinya. Namun ketika ia berbalik hendak pergi, beberapa sosok bayangan melesat di udara dan muncul dalam wujud yang sama.
Kali ini, tidak hanya satu atau dua. Lebih dari lima sosok hitam muncul secara bersamaan fi udara, mengepung Xie Ruo dari berbagai sisi dan mengelilinginya di ketinggian udara. Iris merah mereka tampak tak berperasaan, ditambah dengan senyuman menjijikkan yang muak Xie Ruo lihat.
Xie Ruo mendengus. "Benar-benar ... kacau."