
Xie Ran sudah menebak hal ini akan terjadi, tapi tidak menduga akan secepat ini. Ia langsung membikap mulut Kaisar Iblis yang ingin menciumnya hingga pria itu terhenti sejenak.
"Tidak boleh." Xie Ran menekankan kalimatnya.
Kaisar Iblis terkekeh, kemudian melepas bikapan Xie Ran seraya menampilkan senyum iblis. "Di dunia lain, kita sudah melakukannya lebih dari ini."
Xie Ran hampir tidak percaya. Apa pria ini sedang mengada-ada? Meski mereka memiliki hubungan khusus, tapi apa sebebas itu? Ia jadi semakin kesal karena tidak mengingatnya sehingga terlihat seperti orang bodoh.
Tapi dibandingkan kondisinya dulu dan sekarang, ia tidak lagi heran. "Beda dunia, beda aturan."
"Menurutku sama saja."
"Di dunia lain, kita di wilayah liberalisme, berbeda dari sekarang. Di dunia ini, bahkan jodoh ditentukan oleh orangtua, tidak boleh terlalu dekat meski sudah bertunangan. Kau dan aku sudah termasuk melanggar, tidak perlu melanggar lagi." Xie Ran menggunakan aturan para wanita bangsawan yang menjunjung tinggi nilai norma. Memang sangat tidak cocok dengan kepribadian Xie Ran, tapi ia tidak memiliki cara lain.
"Apa kita melanggar?" Kaisar Iblis malah bertanya.
"Ya. Meski sudah dapat restu dan bertunangan, tetap saja tidak boleh melakukannya sebelum menikah. Aku bukan seseorang berpikiran sempit."
Kaisar Iblis diam untuk beberapa saat. Kesayangan kecilnya mengatakan bahwa ia berpikiran sempit? Benar-benar pandai menjatuhkan mental seseorang.
Pada saat ini, ia mulai berpikir, bagaimana Kaisar Langit menghadapi Xie Ran sehari-hari. Kesayangan kecilnya, meski tidak berubah dalam hal kepribadian, tapi banyak berubah dalam hal cara berpikir. Lama tidak bertemu membuatnya sulit mengerti Xie Ran.
Kaisar Iblis hanya bisa tersenyum kecut. "Kalau begitu, apa yang dikatakanmu, aku akan menuruti."
Ia memberi kecupan di bibir atas Xie Ran lalu berdiri. Sedangkan Xie Ran menghela napas lega sambil mengambil posisi duduk. Ia akhirnya bisa bernapas dengan lancar, suhu panas di tubuhnya mereda dengan cepat.
"Aku akan kembali, istirahatlah." Masih ada banyak hal yang harus dilakukan Kaisar Iblis.
Ia juga tidak senggang, ditambah harus menyingkirkan para iblis lain di istana agar Xie Ran tidak pergi secepat itu. Ini sudah seperti selingkuh jika Xie Ran mengetahuinya, jadi sebisa mungkin menutupi semuanya sebelum terlambat, setidaknya sampai Qu Xuanzi datang setelah mendengar keberadaan Xie Ran.
Xie Ran hanya diam memandang punggung Kaisar Iblis yang semakin jauh dan menghilang setelah pintu ditutup. Ia memiliki perasaan yang aneh. Banyak pertanyaan di benaknya, tapi tidak bisa terjawab dengan cepat.
Selain masalah kelahirannya, ia juga merasa asing dengan tempat ini. Istana di tengah hutan yang dipenuhi energi gelap. Sedangkan energi gelap hanya dimiliki oleh iblis. Sebenarnya, ada di mana ia berada?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jauh dari dunia bawah, tumpukan salju berterbangan akan badai yang datang. Angin salju berhembus, menerpa beberapa anak muda yang terkapar di atas salju hingga sebagian tubuh mereka terpendam.
Ketika salah satunya menggerakkan kelopak mata, yang lainnya mengikuti dan menyadari tubuh mereka penuh dengan salju. Suhu dingin yang pekat membuat tubuh mereka menggigil. Dengan cepat mereka berdiri, mengedarkan pandangan sebelum akhirnya menjadi panik.
"Di mana Ranran?" Mei Liena mengedarkan pandangan mencoba mencari sosok yang ia cari di sekitar tumpukan salju.
"Ranran!"
"Liontinnya tidak ada, ke mana Ranran pergi?" Yan Yao bingung.
"Sebelumnya Yu Zainan datang, kita tidak sempat memberitahu karena efek obat tidur. Pasti terjadi sesuatu." Zhou Kui ikutan bingung.
Karena salju terus menebal, bekas pertarungan tertutup sepenuhnya sehingga mereka tidak menemukan jejak apa pun. Hingga akhirnya raungan naga yang begitu keras memecah kebingungan mereka. Mereka semua menoleh bersamaan, melihat Long Yun dan Long Ying yang panik.
"Benar, terjadi sesuatu," gumam Pei Xi. Xie Ran dan dua naga itu tidak pernah terpisah, sekarang terpisah sudah menunjukkan bahwa kondisi sebelumnya sangat gawat.
Di saat mereka tengah bingung, Ann Rou muncul dan langsung memberi perisai agar mereka tidak membeku kedinginan di tengah badai.
"Dou Dou sudah memanggil Tuan untuk masalah ini. Kalian ikuti arahan, jangan sembarang bertindak. Setelah ini, aku harus mencari Nona." Ann Rou bicara cepat-cepat sambil pergi ke Long Yun dan Long Ying membisikkan sesuatu.
Dua naga itu mengangguk patuh, kemudian cepat-cepat membawa Pei Xi dan yang lainnya ke punggung mereka sebelum akhirnya terbang. Anak-anak itu bahkan tidak sempat mengatakan apa pun, sudah dibawa begitu saja, sedangkan Ann Rou menghilang di tengah badai.
Zhong Xiaorong duduk di atas Long Ying dengan wajah pucat. Ia belum mengatakan apa-apa, tiba-tiba sudah berada di atas punggung Long Ying. Ia hanya berharap Xie Ran baik-baik saja.
"Aku yakin dia bisa bertahan. Long Ying, dia bisa menghadapinya sendiri, 'kan?" Zhong Xiaorong bertanya pada Long Ying dan dibalas dengan anggukan.
Sebelum bertemu mereka, Xie Ran menghadapi segalanya sendiri. Lagipula masih ada Xiao Caihong, tidak akan terjadi sesuatu.
"Kita akan ke mana?" Mei Liena menggigil di belakang Zhong Xiaorong. Di atas punggung Long Ying hanya ada mereka berdua sebagai sesama wanita, sisanya bersama Long Yun.
"Entahlah." Zhong Xiaorong menghela napas. Jika Tuannya Ann Rou sudah datang dan Ann Rou menemukan Xie Ran, semua akan baik-baik saja.
Sedangkan di tempat lain, sosok yang dikhawatirkan telah menutup mata di atas tempat tidur dan dengan posisi miring, tampak sangat pulas.
Pintu kamar terbuka, menampakkan pria bersurai perak yang masuk ke dalam melihat kesayangan kecilnya yang ternyata sudah terlelap. Ia pergi ke sisi tempat tidur, melihat wajah kesayangan kecilnya yang menutup mata seperti bayi.
Kaisar Iblis awalnya berpikir untuk menggoda kesayangan kecilnya lagi, tapi ternyata sudah terlelap karena terlalu lelah berlari seharian untuk sampai ke sini.
Sudah lama tidak bertemu dengan Xie Ran, tidak tahu bagaimana kondisinya dengan jelas. Ia selalu merasa, ada banyak hal yang terjadi dan ia tidak tahu. Aura yang dikeluarkan Xie Ran juga berbeda dari seharusnya. Seperti ada sesuatu yang gelap mengikat.
Kaisar Iblis mencoba memeriksa keadaan Xie Ran. Ia meletakkan jarinya di dahi Xie Ran, lalu mengeluarkan sedikit energi gelap untuk memeriksa.
Ada beberapa hal yang membuat kening Kaisar Iblis berkerut. Kutukan di dalam tubuh Xie Ran menyebabkan kelima inderanya terganggu, ditambah kutukan itu telah meresap ke jiwanya. Selain itu, Xie Ran juga memaksa terobosan yang mengorbankan lebih dari setengah harapan hidupnya sendiri, yang membuat umurnya tidak bisa lebih dari 30 tahun. Semua itu seharusnya terjadi sejak pertempuran dengan Huai Mao.
Memikirkan hal tersebut, wajah Kaisar Iblis menggelap. Jika ia tahu semuanya akan menjadi seperti ini, ia sudah membunuh Huai Mao sejak wanita sialan itu membuat masalah di Istana Langit. Tapi semua sudah terlambat, ia juga tidak bisa membalikkan keadaan begitu saja.
Meski ia sangat ingin menyembuhkan Xie Ran, energi gelapnya bersifat merusak, hanya akan membunuh Xie Ran. Hanya Kaisar Langit yang bisa melakukannya.
Ia hanya bisa memandang wajah itu dengan lesu, lalu memberi kecupan di kening dengan lembut, barulah keluar dari kamar ketika suasana hatinya semakin memburuk. Andai saja bawahannya yang bodoh itu tidak terus melindungi Huai Mao, hal ini tidak akan terjadi!
Tepat setelah pintu tertutup, gadis yang diduga tertidur kini membuka mata. Tidak tahu apa yang membuat suasana hati pria itu mendadak berubah, ia hanya bisa diam tanpa berkata.
Ia mengambil posisi duduk, mulai merasa cemas ketika mengingat teman-temannya yang pasti sangat khawatir.
Kemudian ia teringat bahwa sebelum turnamen, ia memberi teman-temannya jam untuk berkomunikasi. Meski bisa menggunakan kristal kaca akademi, itu tidak terlalu efektif jika jaraknya terlalu jauh.
Sebelumnya Xie Ran mengatur sistem miliknya sendiri, yang awalnya dalam bentuk jam ke bentuk lensa mata. Karena mengalami pertempuran sulit dengan Huai Mao, sistemnya rusak dan butuh waktu lama untuk memperbaiki.
Ia mengeluarkan lensa tersebut dari cincin ruang, kemudian mencoba memperbaiki sebisanya. Karena waktunya mepet, ia hanya bisa memperbaiki sebagian masalah. Tapi itu sudah cukup untuk menghubungi teman-temannya di luar sana.
Setelah diperbaiki, Xie Ran mengenakan di mata, kemudian mengaktifkannya.
"Nona Xie Ran, selamat datang kembali. Sistem saat ini sedang dalam perbaikan, beberapa fungsi mungkin tidak dapat digunakan. Namun, Nona tetap bisa menggunakan fungsi komunikasi dan scanner. Fungsi lainnya perlu dicoba kembali untuk memastikan kerusakan. Ada yang bisa Sarah bantu?"
Suara Sarah terdengar tanpa fluktuasi emosi khas robot. Karena perbaikan masih belum sempurna, gambar sistem di depannya mengalami glitch yang memusingkan.
"Hubungi teman-temanku."
"*Menghubungi enam sistem. Pei Xi, Yan Yao, Zhou Kui, Liu Chang, Mei Liena, Zhong Xiaorong ...."
"Maaf, gagal mengambil sinyal, enam sistem tidak dapat dihubungi*."
Xie Ran mengerutkan kening. Tidak mungkin gagal mengambil sinyal karena ia telah mengaturnya sedemikian rupa, bahkan bisa menghubungi tanpa sinyal. Kecuali mereka terpisah benua atau dunia, barulah tidak dapat dihubungi.
"Coba sekali lagi."
"*Baik. Menghubungi ulang ...."
"Maaf, sinyal terputus. Coba lakukan beberapa saat lagi*."
Xie Ran menghela napas, menjatuhkan diri di atas tempat tidur. Apa sistemnya rusak separah itu?
"Sarah, bagian komunikasi mana yang rusak?"
"Nona telah memperbaikinya ke tahap awal, tidak ada kerusakan."
"Kalau begitu, kirim pesan singkat pada mereka, pastikan mereka membacanya."
"Sedang dilakukan. Ingin memberi pesan apa?"
"Katakan pada mereka, aku baik-baik saja." Xie Ran pasrah.
"*Mengirim pesan ...."
"Pesan telah terkirim*."
Untuk jawabannya, ia akan bertanya pada Qu Xuanzi besok.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ia berjalan di kegelapan tak berujung. Perasaan yang sama seperti ketika kelima indera dimatikan, hanya adalah kegelapan dan kesunyian yang dalam.
Tidak tahu apa yang akan ditemukan kali ini, iris birunya mendapati sosok gadis berdiri di tengah kegelapan. Rambut hitamnya berkibar, sebelum akhirnya berbalik menampakkan wajah cantiknya.
"Kau menemukanku." Gadis itu menyunggingkan senyum yang tidak sampai ke mata.
Wajah gadis itu membuatnya terkejut. Ia mengerutkan kening, kemudian melihat diri sendiri dan rambut keperakannya yang berkilau. Ia melihat gadis itu kembali. "Xie Ran?"
"Kita akhirnya bertemu. Sayang, aku sudah mati. Tapi tak apa, ada kau yang menggantikanku, 'kan?"
Tiba-tiba gadis itu hilang begitu saja ditelan kegelapan, meninggalkan pertanyaan tanpa jawaban.
Ia membuka mata, cahaya masuk ke bola mata setelah lama berdiam diri dalam kegelapan. Sepasang matanya mendapati iris merah yang memandangnya seolah sedang mengagumi sesuatu.
"Kau sudah bangun." Kaisar Iblis memasang senyum lebar. Ia berbaring di sebelah kesayangan kecilnya sejak kembali dari pekerjaan untuk meredakan suasana hati yang buruk.
Xie Ran mengerjap mata, merasa agak linglung sejenak. Sampai akhirnya ia tersadar dari mimpi aneh, ia langsung mengambil posisi duduk sambil memijit kening.
Pertemuannya dengan Xie Ran asli benar-benar seperti mimpi. Tapi ia yakin, itu bukan hanya sekadar mimpi belaka. Apa yang ingin disampaikan 'Xie Ran' padanya? Ucapan terakhir itu ... kenapa terdengar seperti ejekan? Memikirkan itu membuat suasana hatinya buruk, ia menjadi sangat jengkel.
"Mimpi buruk?" Kaisar Iblis tiba-tiba sudah duduk di sisinya.
Xie Ran mengangguk pelan. "Sangat."
"Itu karena kau terlalu lelah."
Xie Ran menghela napas, kemudian sadar bahwa seharusnya kaisar tertentu tidak di sini. "Kenapa kau di sini?"
Pria itu memasang senyum iblis. "Ini kamarku."
"Kamarmu?" Xie Ran mengedarkan pandangan, mencoba mengingat-ingat ruangan yang ditunjukkan Kaisar Iblis untuknya. Berpikir bahwa ia tidur berjalan, tapi ternyata semua itu salah. Pria ini sepertinya mengarahkannya ke kamarnya sendiri, bukan kamar lain.
"Jadi, tidak masalah jika aku tidur di sini." Kaisar Iblis melanjutkan kalimatnya untuk menggoda Xie Ran.
Tapi Xie Ran hanya mengiyakan. Ia masih dalam keadaan setengah tidur dan belum sepenuhnya segar hingga menanggapi segala hal dengan enteng tanpa mau menolak ataupun setuju.
Di tengah keheningan itu, tiba-tiba suara perut Xie Ran berteriak memberi sinyal. Xie Ran diam untuk beberapa saat, kemudian melirik Kaisar Iblis. "Kau ada makanan?"
"Aku akan memasak." Pria itu langsung beranjak dari tempat tidur, bergegas pergi ke dapur. Jika para iblis melihatnya, mereka mungkin akan sangat stress melihat kaisar mereka melakukan pekerjaan kasar di dapur.
Xie Ran di sisi lain tidak bisa menolak makanan, ia langsung pergi membersihkan diri dan berganti pakaian.
Seperti biasa, setelah berganti pakaian, Xie Ran memakan makanan yang dimasak Kaisar Iblis. Tidak ada perbedaan rasa sehingga ia tidak curiga sama sekali, pada dasarnya Kaisar Iblis dan Kaisar Langit memiliki keterampilan yang sama. Itu membuat Kaisar Iblis lega dan terus memperhatikan Xie Ran yang makan.
Ketika asik memperhatikan kesayangan kecilnya yang sangat suka makan seperti anak kecil, pandangannya mendapati Raja Iblis yang datang untuk memberi berita. Raja Iblis memberi isyarat pada Kaisar Iblis, namun Kaisar Iblis buru-buru mengusirnya dengan isyarat mata.
Xie Ran sadar akan keanehan Kaisar Iblis, tapi tidak mempertanyakannya. Melainkan, ia merasa ada kehadiran sesuatu yang gelap di sekitar, terutama di belakangnya. Ia menoleh, saat itu juga Kaisar Iblis melempar Raja Iblis ke sebuah ruangan dengan kekuatannya.
Tidak ada apa pun di pandangan Xie Ran selain barang yang berjatuhan. Ia melirik Kaisar Iblis membuat pria itu harus memberi alasan.
"Di sini banyak hewan buas, akan lebih baik tidak terus berada di luar."
"Kalau begitu, aku harus cepat kembali ke Klan."
"Tidak perlu terburu-buru. Hari ini akan ada badai, kau tidak akan tahan."
"Hanya badai."
"Tinggallah sebentar lagi."
Xie Ran ragu sejenak, kemudian mengangguk. Tidak ada salahnya jika tinggal sementara, lagipula ia sudah memberi pesan pada teman-temannya.
"Ngomong-ngomong, aku tidak pernah melihat tempat ini selama berkelana. Jika aku tahu ada tempat ini, aku tidak akan tinggal di alam liar dan menumpang pada pedagang." Xie Ran mencoba mencaritahu di mana ia berada sampai tidak bisa menghubungi teman-temannya.
"Pada dasarnya, istana ini tidak bisa dilihat oleh manusia biasa. Ada pembatas tertentu yang menghalangi pandangan dan gerbang masuk istana. Kecuali hewan buas tingkat tinggi, tidak ada yang bisa masuk." Kaisar Iblis tidak sepenuhnya berbohong. Istana ini dilindungi sejak Kaisar Iblis terdahulu mati.
Kaisar Iblis terdahulu adalah Dewa Iblis, mati karena pengkhianat. Awalnya tempat ini digunakan oleh pengkhianat, namun Qu Xuanzi saat itu membunuh mereka menyisakan istana yang kosong. Qu Xuanzi juga yang menyegel tempat ini dari Dunia Bawah agar para iblis tidak sembarangan masuk.
"Jadi itu sebab mengapa aku tidak menemukannya." Xie Ran mengangguk paham. Tapi, apa itu juga alasan mengapa ia tidak bisa meghubungi teman-temannya? Karena segel? Jika ia keluar dari istana, apa dia bisa menghubungi teman-temannya?
"Benar, agar kau aman, lebih baik tidak keluar dari istana. Di luar sana ada banyak iblis, siapa saja bisa menyerangmu."
"Itu alasanmu selalu memiliki aroma darah tiap kali datang?"
Senyum Kaisar Iblis membeku. Ia sudah mandi, kenapa masih terdeteksi? Apa karena penciuman Xie Ran yang terlalu tajam? Itu tidak mungkin karena ia telah memeriksa keadaan Xie Ran sebelumnya. Seharusnya Xie Ran belum sembuh, mungkin itu juga sebab mengapa sampai sekarang Xie Ran belum menyadari apa pun.
"Sudahlah, tidak lagi mengatakan hal negatif. Setelah pergi dari sini dan kembali ke Klan, kau harus mengantarku ke Dunia Bawah."
Kaisar Iblis yang sedang minum nyaris tersedak akan ucapan Xie Ran. Ke Dunia Bawah? Untuk apa? Lagi-lagi ia semakin tidak mengerti. "Kau tahu Dunia Bawah sangat berbahaya, masih mau datang?"
Xie Ran menghela napas. "Aku tidak datang sendiri. Jika tidak mau yasudah, aku bisa datang sendiri. Kekuatanku berbeda dari yang dulu, bahkan Yu Zainan bukan tandinganku. Aku bisa menjadi naga, kecepatanku berlari meningkat. Aku tidak bisa terus menunda kebangkitan Long Long."
Long Long adalah leluhur naga yang sudah mati, untuk apa Xie Ran membangkitkannya? Kaisar Iblis benar-benar bingung. Banyak sekali hal yang tidak diketahui olehnya sehingga sulit mengkondisikan keadaan.
"Kau tidak takut Kaisar Iblis menangkapmu?" Daripada memikirkan apa tujuan XIe Ran, lebih baik terus memancingnya bicara.
"Kenapa harus menangkapku? Untuk mengambil energi murniku dan menyempurnakan kekuatan?"
"Mungkin saja, tidak ada yang tahu apa yang ada di pikirannya. Kau tidak takut?" Kaisar Iblis bermaksud menguji Xie Ran.
"Tidak."
"Dia bisa membunuhmu."
Xie Ran mengerutkan kening dengan tatapan aneh. "Xuanzi, kau menjadi bodoh? Jika dia ingin membunuhku, kenapa harus memerintahkan para iblis untuk tidak mencari masalah padaku?"
"Tidak salah jika berwaspada."
"Jika dia ingin membunuhku, berarti kau juga ingin membunuhku."
Mental Kaisar Iblis lagi-lagi jatuh hanya karena kalimat Xie Ran. Memang, pertanyaannya sangat bodoh. Tidak seharusnya ia mengajukan pertanyaan seperti itu padanya. Itu hanya akan memunculkan keraguan di hati Xie Ran.
Tapi Kaisar Iblis tetap pada ekspresi tak acuhnya. "Apa yang akan kau lakukan ketika bertemu?"
"Tergantung situasi. Aku pikir, dia tidak berbahaya seperti yang dikatakan orang. Jadi, mungkin aku akan memintanya menemukan roh Long Long di Dunia Bawah, anggap saja bantuan sukarela."
"Mengambil roh?" Kaisar Iblis agak terkejut. Semua ini di luar ekspetasinya.
"Ya."
Kaisar Iblis paham sekarang. Xie Ran ingin membangkitkan Long Long dengan metode penyatuan roh. Alasan Xie Ran pergi ke Benua Lava adalah mengambil tubuh fisik Long Long, tinggal satu langkah untuk menghidupkan kembali Long Long menggunakan kekuatan kehidupan. Tapi dengan ini, Xie Ran juga akan mengalami pukulan berat dalam kultivasinya.
"Roh naga itu ada di wilayah lain Dunia Bawah, Kaisar Iblis tidak bisa membantu. Jika dia membantu, takutnya ...." Kaisar Iblis bukannya tidak mau membantu, tapi jika pergi ke tempat itu, ia akan bertemu 'dia' di saat yang tidak tepat. Persembunyiannya gagal.
"Kalau begitu, aku yang ambil sendiri." Xie Ran tidak mengatakan apa pun lagi setelah itu. Ia makan dengan tenang, sepertinya tengah berpikir meski kelihatan normal.
Sedangkan sisi lain, Kaisar Iblis mengalami kegelisahan. Tempat di mana para roh berada disebut Dunia Roh. Tempat itu ada di perbatasan Dunia Bawah dan Dunia Atas, wilayahnya terlalu berbahaya.
"Jika ingin pergi, aku akan ikut." Kaisar Iblis tidak memiliki pilihan lain.
Xie Ran memandangnya dengan perasaan aneh. "Kau mengatakan tidak bisa pergi, apa semudah itu menarik kata-kata?"
Kaisar Iblis agak terkejut. Xie Ran menyadari identitasnya?