
Isak tangis Zhong Xiaorong membuat Yan Yao tidak tahu harus melakukan apa. Ini kali pertama dalam seumur hidup menghadapi wanita yang menangis, yang membuatnya bingung seperti orang bodoh. Ditambah, ia tidak tahu penyebab Zhong Xiaorong menangis.
"Katakan dengan jelas, seseorang mengganggumu?" Yan Yao tidak pernah berpikir Zhong Xiaorong akan mudah menangis hanya karena seseorang mengganggunya, pasti karena ada hal lain. Sialnya ia tidak tahu.
Zhong Xiaorong melihat Yan Yao yang panik, tangisnya menjadi-jadi lalu memukul Yan Yao. Pukulannya memang tidak keras, tapi berhasil membuat Yan Yao tambah bingung. Apa lagi salahnya?
"Kenapa kau tidak mengatakannya padaku? Kenapa kalian semua menyembunyikannya? Kalian pasti sudah tahu tapi tidak membicarakannya denganku, apa kalian pikir aku tidak penting! Aku yang paling tidak tahu apa pun di sini ...."
Ucapan Zhong Xiaorong menambah rasa bingung Yan Yao. Zhong Xiaorong tidak hanya menyalahkannya, tapi juga teman-temannya yang lain. Tapi, apa yang mereka ketahui sampai membuat Zhong Xiaorong menangis?
"Rongrong, apa maksudmu?"
Zhong Xiaorong masih terisak, mencoba bicara namun isakannya terus menguasai sampai sulit bicara. Ia mencoba menenangkan diri untuk sementara, kemudian mencoba bicara lagi. "Ranran ... Ranran ...." Lagi-lagi ia tidak bisa melanjutkannya karena tangis yang menjadi-jadi.
Pada akhirnya, Yan Yao mengerti mengapa Zhong Xiaorong menangis begitu histeris. Belakangan ini kabar mengenai Xie Ran yang meninggal memang sudah tersebar luas, pasti Zhong Xiaorong telah mendengarnya dari orang lain. Apalagi kabar itu seharusnya sudah terlewat 5 tahun.
Yan Yao menghela napas, ternyata Zhong Xiaorong hanya salah paham. Ia pikir ada hal serius.
"Sudahlah, Xie Ran adalah Xie Ran, Xie Ruo adalah Xie Ruo. Yang meninggal adalah Xie Ran, bukan Xie Ruo. Sepertinya perpindahan jiwa sudah berhasil, seharusnya Ruoruo di Menara Suci baik-baik saja."
"Benarkah?"
Yan Yao mengangguk. "Aku pikir kau sudah menebak, jadi tidak memberitahu."
Zhong Xiaorong akhirnya menghentikan tangis secara perlahan. Sepertinya kabar sepihak itu telah membuatnya salah paham. Tapi setidaknya ia tidak tertinggal berita.
"Bagus kalau begitu." Zhong Xiaorong menunduk sambil mengusap air matanya yang tumpah. Sudah sangat lama ia tidak menangis.
"Kenapa tiba-tiba memutuskan tinggal di Klan?"
Zhong Xiaorong yang menyudahi tangisnya melirik Yan Yao dengan sinis. "Kau tidak suka aku tinggal di klan Yan? Kalau begitu, aku akan tinggal ke Klan Xie."
"Bukan seperti itu. Bukankah sebelumnya kau yang memutuskan pergi? Meskipun si tua agak sensitif, kau bisa membungkamnya, jadi mungkin ada sesuatu yang belum diselesaikan." Baru sebulan sejak pernikahan mereka, Zhong Xiaorong sudah pergi ke istana dan menyibukkan diri. Awalnya ka pikir itu semua karena si tua yang terus mencari kesalahan Zhong Xiaorong, tapi sepertinya tidak sesederhana itu.
Zhong Xiaorong menatapnya dengan serius. "Aku menyelidiki kematian ibuku. Kali ini, kalian harus membantu. Sepertinya, musuh kali ini ada hubungannya dengan pembantaian di Kabupaten Xia."
༺༻
Klan Yan jauh dari pemukiman. Ada di sekitar lembah yang diapit oleh pegunungan, serta sungai besar yang menjadi sumber mata air kekaisaran. Itu yang membuatnya menjadi klan utama di kekaisaran selain bisnis lelang mereka yang mendunia.
Seorang gadis cantik berjalan ke arah gerbang klan. Gaun hijaunya tampak anggun dan cantik, disertai senyuman yang tidak pernah luntur. Ia tampak seperti wanita 20an dengan fitur lembut dan tampak tidak berbahaya.
Namun siapa yang akan mengira, wanita yang tampak lembut dan tak berbahaya itu merupakan wanita yang ditakuti di kekaisaran. Keterampilan racunnya ekstrem. Orang mengatakan ia berasal dari Kota Ye, namun tidak ada yang tahu kini ia dan keluarganya tinggal di mana.
Mendekati gerbang Klan Yan, ia memberi secarik surat kepada penjaga gerbang. Saat itu juga penjaga gerbang mengantarnya masuk ke dalam untuk bertemu Ketua Klan.
"Mei Liena? Aku dengar kamu adalah teman Yao'er dan Putri Youmei, beserta empat lainnya. Terima kasih sudah menyempatkan diri datang, sampaikan salamku pada Ketua Zhou." Pemimpin Klan Yan bersikap sopan pada Mei Liena. Karena identitas pihak lain, ia tidak boleh memperlakukan seseorang sembarangan, apalagi Mei Liena terkenal sebagai Master Racun yang berbahaya.
Mei Liena tetap pada senyum lembutnya. "Ketua Klan terlalu sungkan. Liena adalah rekan Tuan Muda Yan, tentu rekan Klan Yan juga. Asosiasi Tangan Besi mengirim Liena atas permintaan sendiri. Liena dengar, Nyonya Yan memiliki gangguan kesehatan, jadi sengaja datang atas permintaan Tuan Muda Yan."
"Sayangnya, Yao'er sedang tidak di rumah. Aku dengar keterampilan medis Nona Mei tak tertandingi, sebuah kehormatan bisa mengobati istriku."
"Kalau begitu, maaf telah merepotkan Ketua Klan." Sebenarnya, ia menggunakan alasan kebetulan ini untuk bertemu Zhong Xiaorong. Selain mengirimkan pesanan senjata klan yang dibuat Asosiasi milik Zhou Kui, kebetulan juga Nyonya Yan sakit keras sehingga Yan Yao memanggilnya. Lumayan, bekerja sambil bersenang-senang.
Tapi ketika merasakan suasana tak bersahabat dalam ruangan, ia merasa sangat ingin pergi sekarang. Selain Ketua Klan yang menyenangkan, semua orang di sini menyebalkan dan sangat ingin ia kuliti satu per satu.
Terutama untuk wanita tua yang pernah dibicarakan Zhong Xiaorong. Ia tebak, itu adalah Nenek tiri Yan Yao, Nyonya besar rumah ini. Zhong Xiaorong sering dipersulit olehnya. Awas saja jika mempersulitnya juga.
"Aku dengar Nona Mei tinggal di Klan Xie, merupakan orang Klan Xie. Kenapa ingin repot-repot membantu Klan Yan?"
Baru saja dibilang, wanita tua itu sudah berceloteh. Senyumannya itu ... membuat Mei Liena ingin merobeknya. Sayangnya sudah tua, akan mati tak lama lagi, ia tidak perlu perhitungan dengan seorang wanita tua.
"Meski Klan Xie memiliki reputasi buruk dan tidak memiliki hubungan yang baik dengan Klan Yan, itu adalah cerita lama. Klan Xie telah menutup diri sejak 10 tahun yang lalu, tidak ikut campur masalah dunia dan tidak mempersulit orang, Liena harap segala permusuhan bisa berakhir." Mei Liena sebenarnya penasaran bagaimana nenek tua itu tahu bahwa ia tinggal di Klan Xie, tapi sudahlah.
"Ketua Klan Xie, Xie Ran, telah meninggal 5 tahun yang lalu, apa itu benar?"
"Ya."
"Bukankah itu berarti, Klan Xie tidak memiliki pemimpin? Ketua Klan Xie yang lama, Xie Wang sudah sangat tua, mana bisa memimpin klan sebesar itu dalam pengasingan. Pasti akan sangat sulit."
Mei Liena tersenyum dingin. "Jadi menurutmu, orang tua seharusnya berbaring saja di atas tempat tidur dan melihat segalanya di balik layar? Memang benar, tapi Ketua Xie Wang berbeda. Istrinya, Su Liu'er dari Menara Suci, memiliki umur ratusan tahun, tapi jika aku dan teman-temanku bergabung belum tentu bisa mengalahkannya. Pada akhirnya, kekuatanlah yang menang. Pasangan saint yang langka, apa bisa dibandingkan dengan seseorang?"
"Kau ...." Nyonya Besar tersinggung akan ucapan Mei Liena, namun sebelum ia bicara, Mei Liena sudah menyelanya.
"Sudahlah, ini adalah Klan Yan, bukan Klan Xie, kenapa harus membicarakan hal lain? Nyonya Besar, tidak mungkin kau ingin mengubah nama Klan Yan menjadi Klan Xie, 'kan?"
"Nona Mei, apa kamu tidak merasa keterlaluan?" Wanita di sisi Nyonya Besar bicara dengan nada sinis.
"Aku hanya menjawab pertanyaan. Tanyakan sendiri pada pemicunya." Mei Liena menggedikkan bahu acuh tak acuh.
Nyonya Besar itu hanya bisa memendam kemarahan dalam hati, menelan mentah-mentah bahwa ia telah dipermalukan oleh seorang bocah.
"Memang, semua yang berhubungan dengan Klan Xie sama saja," gumam Nyonya Besar Yan. Tidak Mei Liena, tidak Zhong Xiaorong dan Yan Yao, semua sama saja membuatnya kesal setengah mati.
"Kalau begitu, Ketua Klan, bisa menunjukkan di mana Nyonya Yan berada?" Mei Liena terlalu malas melihat wajah keriput itu.
Ketua Klan tidak memiliki reaksi lain atas perlakuan ibu tirinya. Ia hanya bisa menghela napas, lalu mengutus seseorang untuk mengantar Mei Liena.
Ketika keluar aula, Mei Liena melihat Yan Yao dan Zhong Xiaorong yang baru kembali. Ia memasang wajah cemberut, kemudian menghampiri mereka.
"Kalian pasangan baru, melupakan teman cantik kalian sendiri di tengah suasana panas yang menyebalkan sedangkan kalian berduaan di sini."
"Kami baru sampai, mana ada berduaan." Yan Yao membantah.
"Terserah aku, dong." Mei Liena tidak mau kalah.
"Liena, kenapa kamu di sini?" Zhong Xiaorong penasaran. Ini pertama kali Mei Liena datang ke Klan Yan.
"Bekerja," balasnya kemudian berbisik. "Baru saja meluncurkan kata kasar pada wanita tua tertentu. Persis seperti ceitamu."
"Aku mendengar." Yan Yao tidak tahu harus tertawa atau menangis.
Mei Liena menatap Yan Yao. "Urus nenek tirimu yang menyebalkan. Jika dia menyakiti Rongrong, aku akan meracuninya sampai tidak bisa mati," ketusnya.
"Racuni saja, aku tidak perduli." Yan Yao akan pergi, namun Mei Liena yang terpana menghentikan.
"Serius? Wah, kamu durhaka sekali."
"Dia tidak ada hubungannya denganku, kalau mau bunuh, bunuh saja." Yan Yao terlalu pusing menghadapi dua wanita itu dan pergi begitu saja. Biarkanlah dua wanita itu asik sendiri.
Sedangkan Mei Liena masih terpana. "Apa seburuk itu?"
Hanya perlu sebulan ia tinggal, sudah sepenuhnya memahami intrik ini. Tapi sayangnya tidak bisa melakukan apa pun. Kecuali orang luar, tidak ada yang bisa mengacaukannya.
"Bukankah itu berarti, dia bukan memusuhi Klan Xie tapi memusuhiku karena menggagalkan rencananya? Dia meracuni Nyonya Yan? Untuk apa?"
Zhong Xiaorong tersenyum kecut. "Kamu periksa dia nanti, pasti tahu apa yang terjadi."
Mei Liena mengangguk paham, kemudian teringat sesuatu. "Ngomong-ngomong, kenapa kau di sini?"
"Aku datang untuk menyelidiki sesuatu."
Zhong Xiaorong menceritakan penyelidikannya selama bertahun-tahun sepanjang jalan. Ia sebelumnya juga telah menceritakannya pada Yan Yao, mereka sedikit berlama-lama di luar untuk mencari jejak.
"Awalnya aku tidak menemukan apa-apa, lalu aku bertemu Liu Chang. Liu Chang kabur dari rumah karena menolak dijodohkan. Lalu, dia juga membawa sesuatu yang dicuri dari ayahnya."
Zhong Xiaorong menyerahkan sebuah botol merah ke tangan Mei Liena. Mei Liena mencium isi botol itu, kemudian matanya melebar.
"Bukankah ini racun yang membunuh orang-orang Kabupaten Xia?"
"Ada di tangan Perdana Menteri, itu yang membuatku bingung. Siapa sebenarnya dalang di balik semua ini, masih belum diketahui. Tidak tahu juga di mana dia membelinya."
"Untuk masalah ini, akan lebih cepat jika Kakak Xi bisa membantu. Orang-orang Sekte Bayangan Malam sangat terampil menyamar dan mengumpulkan informasi, itu akan mempermudah penyelidikan. Aku pikir, masalah ini tidak sesederhana hanya sebuah racun."
"Aku akan mencoba menghubunginya." Zhong Xiaorong baru terpikirkan hal itu dan mencoba menghubungi Pei Xi.
"Apa menurutmu, ada hubungannya dengan altar pengorbanan naga waktu itu? Ruoruo mengatakan, tidak hanya naga yang dikorbankan, terutama di Dunia Roh." Mei Liena curiga akan satu hal.
"Maksudmu, semua ini ada hubungannya?"
Mei Liena mengangguk. "Untuk apa seseorang meracuni banyak orang dan merugikan diri sendiri? Jika yang diracuni hanyalah orang penting, itu masih masuk akal. Tapi jika hampir seluruh penduduk Kabupaten Xia sampai keluarga tuan kota, selain perang, itu bukan sebuah kebetulan. Apalagi, racun itu tidak diketahui banyak orang, tapi Perdana Menteri memilikinya. Sepertinya, orang yang selama ini di balik layar ada di dalam istana."
Mendengar itu, Zhong Xiaorong teringat akan ucapan Zhong Wenyue. "Apa Kakak Kedua mengetahuinya?" Jadi mengatakan bahwa istana bukan tempat yang cocok untuknya.
Ia telah menyelidiki tiap masa lalu semua anggota kekaisaran. Semua memiliki masa lalu tersendiri, ada pula yang bersih dari kesalahan, ada juga yang ditutup-tutupi sampai sekarang. Namun kesalahan mereka tidak ada hubungan dengan semua ini ketika diselidiki.
Jika diambil dari persepsi lain, ia merasa masa lalu Zhong Guofeng bermasalah. Tapi masa lalu itu hanya tentang masa kecilnya yang dipenuhi konflik istana, tidak ada hubungan dengan racun apa pun. Hanya saja, ia merasa ada beberapa hal yang mengganjal, namun tidak bisa menyimpulkannya sekarang.
Memikirkannya, Zhong Xiaorong tidak bisa tenang. "Lebih baik kamu memerika keadaan Nyonya Yan. Aku akan menghubungi Kakak Xi."
Mei Liena mengangguk setuju. Ia segera pergi, meminta seseorang mengantarnya ke kamar Nyonya Yan. Sedangkan Zhong Xiaorong menjelaskan semuanya melalui panggilan video dari jam yang pernah diberikan Xie Ruo.
Ketika tersambung, ia langsung bicara, "Kakak Xi, aku ada hal yang memerlukan bantuanmu."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di istana tertinggi yang dipenuhi oleh aura suram dan kesunyian yang menyedihkan, Zhong Guofeng yang baru kembali ke kekaisaran berjalan sepanjang istana dengan langkah tegap. Wajahnya tanpa senyum dan sangat dingin, seolah ada sesuatu yang membuat suasana hatinya memburuk.
Berjalan menuju ruang kerja, ia bertemu dengan kasim yang melayaninya. Kasim itu membungkuk dan memberitahu sesuatu.
"Yang Mulia, Anda akhirnya kembali. Para menteri sudah menanyakan Yang Mulia, meminta Yang Mulia pergi ke balai ruang segera."
Raut Zhong Guofeng tetap tidak berubah. Ia berputar balik, pergi berdasarkan apa yang kasim itu katakan.
Selama beberapa tahun ini, ia tidak banyak berubah. Selain wajahnya yang tambah tampan dan matang, tidak ada hal lain yang berubah. Sebagai Kaisar, ia jarang menunjukkan emosi, kecuali jika di hadapan seseorang yang masih tercetak tebal di hatinya.
Ketika sampai di balai ruang, ia duduk di atas singgasana dan menerima semua perhormatan dari para menteri yang berbaris rapi. Entah apa yang ingin dilaporkan para menteri ini.
"Yang Mulia, sudah 10 tahun sejak Yang Mulia menjanjikan akan membawa Permaisuri. Masalahnya, jika tidak ada penerus, kekaisaran akan dalam bahaya. Mohon Yang Mulia pertimbangkan."
Zhong Guofeng menyahut dengan santai. "Kalian menginginkan aku mati lebih cepat? Atau menyerahkan putra-putri kalian untuk mendapat posisi?"
Para menteri itu terkejut. Kaisar mereka ini ... kenapa harus begitu terang-terangan. Meski begitu, apa memiliki pewaris tahta tidak penting?
"Yang Mulia, hamba tidak berani. Tapi masalah pewaris adalah hal penting. Baik mengangkat pewaris sendiri atau menikahi permaisuri untuk memiliki pewaris, yang terpenting adalah bagi kekaisaran untuk memiliki pewaris. Yang Mulia masih muda, manfaatkan hal ini dengan baik."
Wajah Zhong Guofeng menggelap. "Apa sudah selesai?"
"Yang Mulia—"
"Aku masih memiliki banyak hal untuk diselesaikan."
Para menteri terdiam, tidak berani membantah jika kepala mereka tidak ingin terpenggal. Karena ucapan Zhong Guofeng barusan, tidak ada yang berani menawarkan putri lajang mereka. Hanya bisa menggunakan cara lain.
Kemudian salah satu menteri maju, membuat menteri yang memiliki rencana untuk mendorong putri mereka menjadi permaisuri melotot tajam.
"Yang Mulia, sebelumnya mendapat berita bahwa Ketua Klan Xie, Xie Ran, telah meninggal tanpa diketahui penyebabnya."
"Oh?" Zhong Guofeng langsung menatapnya jika mengenai Xie Ran. Namun hal yang ia kejutkan, bagaimana Xie Ran bisa meninggal secepat itu? Ia tidak percaya.
"Sebelumnya Yang Mulia dekat dengan Nona Xie, berniat menjadikannya permaisuri, sayangnya Nona Xie berumur pendek. Namun ...."
Ucapan menteri yang menggantung membuat menteri lain penasaran siapa orang yang berani menawarkan diri. Zhong Guofeng juga menunggunya.
"Hamba dengar, Xie Ran memiliki saudara kembar yang pernah dikabarkan mati. Tapi baru-baru ini hamba mendengar beberapa murid Menara Suci mengatakan secara tidak langsung, bahwa kembarannya ada di Menara Suci."
"Menteri Ling, apa kamu mengatakan hal benar? Itu hanya sebuah rumor. Bagaimana bisa seseorang yang sudah mati bisa hidup kembali. Kami semua mendengarnya sendiri dari Klan Xie tahun itu." Salah seorang menteri membantah. Jika itu benar, kesempatannya menjodohkan putrinya dengan Kaisar akan gugur.
Bagaimanapun, murid Menara Suci dan anggota Klan Xie sekaligus merupakan hal langka. Siapa yang akan menolak?
"Bawahan ini tidak berani berbohong. Hamba sudah memeriksanya sendiri. Saat ini, Menara Suci terbuka untuk perekrutan yang diadakan lima tahun sekali. Meski tidak melihat langsung, bisa dipasikan bahwa dialah orangnya. Murid langsung Ratu Menara Suci, Xie Ruo."
"Xie Ruo?" Zhong Guofeng menarik alisnya. Entah apa yang ia pikirkan.
Kemudian menteri lain maju untuk mengatakan sesuatu. "Yang Mulia, jika benar, maka itu adalah hal baik. Jika Yang Mulia bisa menunjukkan niat Yang Mulia, Ratu Menara Suci tidak akan menolak. Bagaimanapun, Ratu Menara Suci melindungi dunia, sudah semestinya membiarkan muridnya memerintah dunia."
"Dengan adanya murid Menara Suci di sisi Yang Mulia, Kekaisaran akan diberkati oleh langit. Pewaris selanjutnya akan unggul, tidak ada penyesalan."
"Hamba, setuju."
"Hamba, setuju."
Menteri yang ingin menolak merasa kesal, pada akhirnya ia terpaksa menyetujuinya. "Hamba, setuju."
Para menteri tiba-tiba saja antusias, berbeda ketika mendengar bahwa Zhong Guofeng mencoba mendekati Xie Ran.
Zhong Guofeng memasang wajah berpikir. Entah apa yang dipikirkannya, ia memandang para menteri dan menghela napas.
"Baik, persiapkan segera."