The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
174. Dunia Atas (1)



Setelah malam mengejutkan itu, Xie Ruo tidak bisa tidur nyenyak. Tiga naga bodoh itu bersorak dan berpesta di halaman dengan Xiao Caihong sambil mengucapkan selamat bahwa orang tuanya akan bersatu secara resmi.


Pagi harinya, di saat Xie Ruo sudah bisa tidur nyenyak setelah sekian lama, kicauan Mei Liena yang heboh membangunkannya.


"Ruoruo, kau masih bisa tidur sekarang di saat kakek dan nenekmu cemas masalah lamaran dadakanmu?"


Xie Ruo begitu malas meladeni. Ia berguling ke bagian pojok tempat tidur sambil membelakangi Mei Liena. "Dia sudah mengatakannya sejak lama, aku tidak lagi terkejut."


"Dia mengatakannya padamu, bukan kami semua! Kau lihat berapa banyak seserahan yang diberikan. Selain Rongrong, beraninya kau melangkahiku dengan seserahan sebanyak itu!"


Sebenarnya Mei Liena sedang curhat atau marah-marah? Xie Ruo tidak peduli lagi. Lagipula, pasti Qu Xuanzi sedang sibuk sekarang, ia akan tidur lebih lama sebelum menghadapi dunia nyata.


"Xie Ruo!" Mei Liena berteriak tepat di telinga Xie Ruo hingga mendapat bikapan erat sampai tidak bisa mengeluarkan suara.


"Ssssh, aku sedang bingung."


Mei Liena menarik alisnya. Mulutnya masih dibikap selagi Xie Ruo mengubah posisi telungkup sambil menopang kepala di atas tempat tidur.


Xie Ruo berkata, "Menurutmu, berapa lama waktu yang dibutuhkan racun untuk proses pembusukan? Ketika melakukan autopsi, aku hanya bisa menyimpulkan itu terjadi selama beberapa bulan, tapi tidak tahu tepatnya. Jangan sampai kita mengulur terlalu lama, keadaan justru semakin buruk."


Mei Liena melepas bikapan secara paksa dan memandangnya dengan malas. "Ruoruo, apa kamu tidak bisa memikirkan dirimu sendiri setidaknya sekali saja? Seseorang melamarmu dan kau akan menikah dalam waktu dekat, tapi kau masih memikirkan masa pembusukan racun?"


Xie Ruo menatapnya datar. "Nyawa lebih penting."


"Kau sendiri yang mengatakan bahwa aku yang akan mengurus racunnya. Tenang saja, aku tidak akan menyakiti koki tercintamu. Jangan berdalih lagi, ayo kita ke aula!" Mei Liena langsung menarik lengan Xie Ruo.


"Liena, aku—"


"Tidak ada komentar!" Mei Liena menatapnya dengan garang. "Cepat bersihkan diri dan ikut aku!"


Xie Ruo mencibir diam-diam sambil beranjak dari tempat tidur. Ia lebih suka cara Qu Xuanzi membangunkannya daripada si nenek repot yang terus marah-marah membuat telinganya berdengung.


Setelah bersih-bersih dan ikut Mei Liena ke aula, ia dihadapkan oleh beberapa kotak besar yang berbaris rapi memenuhi aula. Xie Ruo terdiam untuk beberapa saat, sambil melihat semua kotak besar tersebut yang isinya berbagai macam barang berharga.


Ia menemukan Naga Azure yang berdiri dengan senyum lebar. Sepertinya Xie Ruo paham akan sesuatu, semua ini bukan sepenuhnya ulah Qu Xuanzi, melainkan murni ide Naga Azure. Ia yakin kejutan semalam adalah ide Naga Azure.


Lagipula, Qu Xuanzi paling tidak berpengalaman dalam hal ini. Semalam saja ia asal berkata dan pergi sesuai temperamennya dikarenakan tidak ada tetua yang membantu. Semua yang membantunya adalah hewan suci bodoh yang sok tahu.


"Nona Xie." Naga Azure membungkuk di depan Xie Ruo.


"Apa ini idemu?" Xie Ruo langsung pada intinya meski sudah jelas.


"Karena tradisi manusia harus memberi seserahan seperti ini dan menunjukkan niat ke orang tua, tentu harus dilakukan."


"Apa berbeda dengan Dunia Atas?" Xie Ruo sebenarnya juga tidak tahu menahu akan hal itu. Ayolah, ia tumbuh di negara barat dengan segala gaya hidup modern dan bebas. Ia belum pernah menyaksikan bagaimana pernikahan di dunia ini dilakukan sehingga agak terkejut.


"Tentu saja berbeda. Itu sebabnya, beberapa tahun ini saya menghadiri berbagai macam pernikahan di Dunia Tengah dan mempelajarinya. Untuk sisanya, bisa didiskusikan secara langsung."


Xie Ruo mengangguk-angguk antara paham dan tidak. Sudahlah, biar nenek dan kakeknya yang mengurus. Bukankah ia hanya perlu menyelesaikan masalahnya sendiri dan mengikuti aturan?


"Nona, Yang Mulia sudah di dalam." Li Chen tiba-tiba muncul dengan senyum sumringah.


Xie Ruo langsung masuk ke dalam, sedangkan Mei Liena masih terpana akan isi kotak seserahan yang tertumpuk secara teratur. Bahkan wanita itu sudah menjatuhkan rahang sejak masuk.


Menengok ke bagian utama aula, ia mendapati kakek dan neneknya yang tampak sangat tegang memandangi Qu Xuanzi yang duduk di kursi tunggal. Saat ini, Qu Xuanzi terlihat seperti atasan yang sedang memberi wawancara pekerjaan pada karyawan baru. Xie Ruo tidak tahu harus tertawa atau menangis.


Entah kenapa, Xie Ruo merasa situasi ini seharusnya terbalik. Di dunia ini, bukankah mertua yang menilai menantunya?


Entah apa yang sedang mereka bicarakan, Xie Ruo masuk ke dalam dengan tenang. Pandangan Qu Xuanzi terarah padanya, kemudian tersenyum, sangat berbeda ketika berhadapan dengan Xie Wang.


"Apa aku terlambat?" Xie Ruo memecah keheningan, kemudian duduk di kursi sebelah Qu Xuanzi sambil melihat Xie Wang dan Su Liu'er yang tampak sangat lega setelah melihatnya.


"Tidak sama sekali." Xie Wang tersenyum, kemudian tertawa sambil menghela napas lega. Akhirnya cucunya datang lebih cepat dari perkiraan. Ia sudah sesak sejak tadi!


"Ruoruo, masalah pernikahanmu, kau sudah menyetujuinya?" Su Liu'er memandang Xie Ruo penuh arti.


"Ya." Xie Ruo tidak tahu mengapa mereka menanyakan hal tidak penting itu. Ia masih di sini, bukankah berarti sudah setuju? Jika tidak, sudah pasti ia kabur sejak semalam.


"Yaa, ini memang sudah seharusnya kamu menikah, umurmu juga tidak muda lagi." Su Liu'er terkekeh.


"Apa aku sudah tua?" Xie Ruo tidak suka dibilang tua. Apa di sini umur kepala dua dianggap tua? Ia bahkan belum 30 tahun!


Su Liu'er langsung membenarkan ucapannya. "Tidak, bisa dibilang, aku menganggapmu sebagai anak-anak. Itu sebabnya aku khawatir jika menyerahkanmu pada orang lain. Tapi jika Yang Mulia ada bersamamu, tidak perlu ada yang dikhawatirkan."


Maksudnya, Qu Xuanzi bisa menenangkan temperamennya yang buruk, begitu? Memang tidak salah, tapi juga tidak benar. Xie Ruo merasa, ia justru sangat pembangkang. Sudahlah, suka-suka nenek ingin menilainya seperti apa.


"Jadi, bukankah kita harus menentukan tanggalnya? Serahkan saja pada orang tua ini, semuanya akan baik-baik saja." Xie Wang merasa bersemangt sekaligus sedih. Ia harus berpisah lagi dengan Xie Ruo. Tapi tak apa, asal Xie Ruo bahagia, ia akan lebih bahagia.


"Kakek, aku tidak ingin pernikahan yang mencolok, terlalu berbahaya." Xie Ruo masih memikirkan kondisi dunia ini. Ia yakin, pernikahannya akan mengundang musuh terlalu banyak berdasarkan identitasnya dan Qu Xuanzi. Itu tidak boleh terjadi.


"Ruoruo, aku tahu kau memiliki sangat banyak musuh, tapi ini adalah pernikahanmu." Xie Wang tidak setuju. Mana bisa cucu satu-satunya yang tersisa memiliki pernikahan yang biasa!


"Itu sebabnya, aku ingin keamanan." Xie Ruo tidak bisa mengabaikan keselamatan banyak orang. Pesta adalah hal yang sangat menarik perhatian musuh dan menjadi celah terbesar bagi musuh menyerang. Kondisi dunia masih kacau, ia tidak bisa mengambil resiko.


"Aku juga tidak ingin pernikahan kita diselenggarakan secara biasa." Qu Xuanzi mendukung ucapan Xie Wang membuat Xue Ruo ingin protes, namun Qu Xuanzi bicara terlebih dahulu, "Ucapanmu juga tidak salah, keselamatan yang terpenting. Oleh sebab itu, kita akan menikah di Dunia Atas."


Lagi-lagi ucapan Qu Xuanzi membuat Xie Wang dan Su Liu'er semakin tertegun. Bahkan Xie Ruo tak terkecuali. Dunia Atas? Apa mereka semua akan ke Dunia Atas?


"Dunia Atas terisolasi dari dunia luar, keamanannya terjaga. Di sana sudah ada beberapa dewa yang bangkit, secara keseluruhan bagian Dunia Atas sudah pulih dan bisa digunakan secara maksimal. Kita bisa membuat pesta yang meriah, juga hanya mengundang orang-orang terdekat tanpa takut terjadi kecelakaan."


Solusi Qu Xuanzi membuat Xie Ruo terpana. Dalam sekejap, Xie Ruo mengangguk setuju dan melihat Xie Wang dan Su Liu'er yang masih sangat terkejut.


Dunia Atas, para dewa ... mereka akan bertemu dewa lainnya! Mereka diundang Kaisar Langit secara langsung dan menjadi besan dewa!


"Xuanzi, kau sudah memperhitungkannya sejak awal." Xie Ruo terkekeh. Jadi ini rencananya. Qu Xuanzi pernah mengatakan akan membawanya ke Dunia Atas. Tidak disangka, hari ia datang ke Dunia Atas adalah hari pernikahannya.


Kebetulan juga bertepatan dengan Xie Ruo yang tidak setuju membuat pesta besar yang mengundang musuh di Dunia Tengah. Jadi solusinya adalah menikah di dunia lain untuk menggelar pesta besar.


Mengejutkannya lagi, ternyata Qu Xuanzi sudah menyiapkannya selama bertahun-tahun berdasarkan apa kata Naga Azure. Ini benar-benar ... perhitungan yang mengerikan.


"Sudah kukatakan, aku tidak pernah main-main dengan ucapanku." Qu Xuanzi memandang Xie Ruo dengan hangat. Ia bisa melakukan apa pun hanya untuk Ruoruo-nya seorang, bukan yang lain.


"Kalau begitu, apa yang harus kami persiapkan?" Perasaan Xie Wang menjadi rumit. Ia tidak tahu hal apa yang biasa dilakukan di Dunia Atas dan tidak tahu bagaimana pesta di sana diselanggarakan.


"Tidak perlu melakukan apa pun, hanya perlu mempersiapkan diri pergi ke Dunia Atas dan menentukan tanggalnya." Qu Xuanzi berkata dengan tenang, berbanding terbalik dengan lawan bicaranya.


"Baik, aku akan mencari tanggal yang cocok. Tapi ...." Xie Wang bingung lagi. Ia bisa membuat horoskop Xie Ruo, tapi bagaimana dengan Qu Xuanzi?


Qu Xuanzi tidak tahu maksud Xie Wang. Bukankah hanya menentukan tanggal?


"Yang Mulia, bagaimana cara Dunia Atas menentukan hari baik?" Xie Wang bertanya dengan ragu. Ia merasa bodoh sekarang.


"Tentukan saja."


"Apa?"


"Di saat waktu luang, bukankah itu saat yang tepat?" Qu Xuanzi akhirnya mengerti mengapa Xie Wang menjadi begitu gelisah.


Manusia menggunakan horoskop untuk menentukan kecocokan dan hari baik, tapi menurutnya itu membuang waktu. Ia dewa, apa masih memerlukan horoskop? Para dewa tidak mengurusi dewa lainnya, sedangkan horoskop itu ditentukan secara teori oleh dewa, tidak cocok untuknya.


"Baiklah, di saat waktu luang. Ruoruo, bagaimana pendapatmu?" Xie Wang meminta bantuan Xie Ruo. Ia memiliki sangat banyak waktu luang, tapi tidak tahu bagaimana Xie Ruo.


"Lebih cepat lebih baik." Xie Ruo berkata dengan tenang. Ia masih harus mengurusi hal lain dan akan sangat sibuk. Ia tidak begitu senggang sehingga bisa bersantai setiap hari. Jadi, jika pernikahan bisa diadakan dengan cepat, ia bisa menyibukkan diri sepanjang hari setelah pernikahan selesai.


Tapi sepertinya Xie Wang salah menangkap maksud Xie Ruo. Cucunya terburu-buru menikah, apa sangat ingin meninggalkannya? Itu membuat hati kecil Xie Wang tergores.


Xie Ruo langsung sadar bahwa kakek ya yang imut salah paham. Ia langsung memberi keputusan. "Tiga bulan. Tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lama."


"Bulan depan." Menurut Qu Xuanzi itu sangat lama.


"Bukankah terlalu mendadak?" Xie Ruo pikir seharusnya tiga bulan. Selama itu bisa membuat acara di Dunia Atas, belum lagi keberangkatan mereka dan segala persiapan.


"Tidak, menurutku. Jangan lupakan, Dunia Atas tidak sama dengan Dunia Tengah. Bukankah kamu juga sibuk dan harus kembali ke Menara Suci untuk melapor?"


Xie Ruo mengangguk penuh pertimbangan. Yang penting bukan ia yang mengurus. Lagipula semua ucapan Qu Xuanzi benar. Ia masih punya banyak hal yang harus diurus. "Kalau begitu, aku ikuti saranmu."


Xie Wang dan Su Liu'er saling bertukar pandang. Sebenarnya apa fungsi mereka di sini? Bukankah pada akhirnya segala hal ditentukan oleh pasangan ini?


Sudahlah, sebagai satu-satunya tetua, mereka harus hadir dan mengetahui segala hal untuk mempersiapkan segalanya. Meski ujung-ujungnya bukan mereka juga yang mempersiapkan, melainkan orang lain.


Hadir sebagai penonton juga tak apa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah perundingan pribadi selama beberapa waktu seolah sedang membahas masalah politik, akhirnya keputusan bulat didapat.


Bulan depan, Xie Ruo dan Qu Xuanzi akan menikah secara resmi di Dunia Atas menggunakan tradisi Dunia Atas. Karena Xie Ruo termasuk setengah dewa dan telah mewarisi keilahian, ia tidak masalah menikah dengan dewa dan tidak melanggar aturan Dunia Atas.


Undangan segera dibuat atas pesanan Xie Wang yang hanya disebar ke orang-orang terdekat termasuk teman-teman Xie Ruo. Itu pun atas seleksi Qu Xuanzi dan Xie Ruo selama perbincangan panjang yang ditonton oleh Xie Wang dan istrinya.


Undangan itu dengan cepat dikirim secara rahasia menggunakan kertas khusus. Kertas itu terbang dengan sendirinya, sampai ke tangan tujuan dan menghilang setelah terbaca. Itu dilakukan agar tidak ada yang mengetahuinya.


Hanya dalam waktu sehari setelah undangan terkirim, Pei Xi dan empat lainnya bergegas pergi ke Klan Xie.


Hingga akhirnya tibalah saat ini, saat di mana Xie Ruo dikelilingi keenam temannya dengan berbagai ekspresi seolah ia adalah alien yang baru turun ke bumi. Xie Ruo hanya memandang mereka sambil menyunyah keripik.


"Ada apa?" Xie Ruo merasa terganggu dengan semua tatapan itu. Hanya Mei Liena yang bersikap normal, itu saja terasa janggal.


Zhong Xiaorong menyerbu Xie Ruo dan menyentuh kedua pipinya sambil memandangi dengan lekat. "Ruoruo, kau akan menikah? Secepat itu?"


"Huh, kita bahkan baru bertemu setelah sekian lama, kau sudah akan meninggalkan kami ...." Liu Chang memasang ekspresi sedih. Ia tampak lebih tampan dan gagah dibandingkan pemuda bodoh dan pecundang beberapa tahun lalu. Setidaknya, statusnya sekarang adalah dekan sebuah akademi.


"Kenapa tidak beritahu lebih awal?" Zhou Kui saja terkejut. Ia sempat betemu Xie Ruo, tapi wanita itu sama sekali tidak mengatakan mengenai pernikahan, hanya membahas kasus sepanjang hari.


"Jangan katakan kau lupa, atau tidak bertanya." Yan Yao tidak ingin mendengar ucapan itu lagi yang sering menusuk telinganya sampai bosan. Xie Ruo selalu saja seperti itu.


Pada akhirnya Xie Ruo menyerah hanya diam saja. "Ini semua terjadi secara tiba-tiba. Kalian bisa bertanya pada sanksinya secara langsung, tanyakan bagaimana perasaannya saat itu."


Xie Ruo melemparkan semua jawaban ke Mei Liena sehingga wanita itu terbelalak dan menunjuk diri sendiri untuk memastikan. Semuanya menatap Mei Liena penuh tanda tanya, Mei Liena hanya bisa menghela napas. Kenapa ia harus menjelaskan bagian itu?


Mei Liena diam juga ada alasannya. Masalahnya, ia masih sangat terkejut mengetahui bahwa Qu Xuanzi adalah dewa! Mereka akan menikah di Dunia Atas!


Tentu, dalam undangan tidak tertuliskan bahwa pesta diadakan di Dunia Atas. Jadi tidak ada yang penasaran dan mengetahui faktanya.


"Jadi, Tuan Muda Qu yang kita tahu bukanlah manusia, tapi dewa. Bukan, dia adalah Kaisar Langit."


Kalimat yang dilontarkan Mei Liena persis membuat mereka semua membeku, kecuali Pei Xi. Dalam sekejap, pandangan mereka terarah pada Xie Ruo. Tatapan mereka begitu horor.


Yan Yao tidak habis pikir. "Ruoruo ... kau benar-benar ...."


"Luar biasa ..." lanjut Zhong Xiaorong.


Mereka langsung terpikirkan bagaimana sikap mereka di masa lalu. Sikap bodoh dan kekanakan itu ... di depan seorang dewa berpengaruh dan terang-terangan mengajaknya 'bermain' ... bahkan mengajaknya minum ....


"Habislah!"