The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
182. Panggilan Menara Suci



"Xie Ruo ...."


Xie Ruo berbalik ke belakang, berpikir seseorang memanggilnya. Tapi tidak ada siapa pun selain dirinya sendiri di taman istana.


Sudah beberapa bulan berlalu sejak Mei Liena dan Liu Chang memberitahu bahwa Huo Yuzheng mengingatkannya tentang Menara Suci. Selain itu, Huo Yuzheng juga seperti ingin mengatakan sesuatu mengenai Kaisar Iblis, tapi tidak dikatakan dengan jelas.


Sudah beberapa bulan sejak hari itu, Xie Ruo tidak lagi menemukan Huo Yuzheng. Huo Yuzheng seolah menghilang dari dunia. Qu Xuanzi tidak peduli, tapi Xie Ruo peduli. Hal itu terus mengganggunya meski Dewi Kehidupan sudah mengatakan bahwa hal itu biasa terjadi.


Hilangnya Huo Yuzheng bukan tanpa alasan. Biasanya, ia hilang di saat-saat tertentu untuk mengembalikan kekuatan dan proses pemulihan. Itu membutuhkan waktu yang sangat lama.


Sekarang, konsentrasi Xie Ruo terganggu karena suara panggilan telepati. Suaranya terdengar seperti Zhu Zhu, tapi sejak kapan Zhu Zhu bisa memanggilnya melalui telepati seperti itu? Bukankah seharusnya gurunya?


Semakin dipikirkan, Xie Ruo semakin gelisah.


Para manusia dari Dunia Tengah termasuk teman-teman dan keluarganya sudah kembali ke Dunia Tengah karena tidak bisa terlalu lama. Selama ini, Xie Ruo sibuk berlatih.


Xie Ruo menyadari, kecepatan latihannya di Dunia Atas meningkat sangat pesat. Ditambah, dengan energi murni yang membantunya, kekuatannya meningkat sesuai harapan.


Selain itu, energi murninya juga meningkat secara drastis dan mempengaruhi pengikatan kekuatannya semenjak menikah. Mungkin karena ia menjadi lebih intim dengan Qu Xuanzi, sehingga kultivasi ganda secara tidak sadar terjadi. Apalagi, mereka hampir melakukannya setiap hari.


Karena ia sudah terlalu lama di Dunia Atas, tidak salah jika menjawab panggilan yang diduga berasal dari suara Zhu Zhu yang sepertinya merindukannya.


"Baik, aku akan kembali," gumam Xie Ruo. Ia meregangkan otot-ototnya setelah berada di posisi lotus cukup lama. Ia merasa lebih segar setelah menerobos peringkat keilahian dasar.


Hanya satu langkah untuk menjadi dewi, ia tidak perlu lagi mengkhawatirkan masalah umur yang ia korbankan di masa lalu. Tapi, terlalu cepat untuk bersantai, perjalanannya masih panjang setelah ini. Meski sudah menjadi dewi, belum tentu ia bisa pergi ke Dunia Dewa. Hidupnya penuh masalah.


"Nyonya, apa kau akan pergi ke Menara Suci hari ini?" Long Long di bahu Xie Ruo bertanya. Ia agak iri melihat bola bulu yang diperlakukan seperti anak kucing di tangan Xie Ruo.


"Jika hari ini, terlalu mendadak. Lebih baik besok saja." Apalagi ia harus berpisah dengan Qu Xuanzi setelah keluar dari Dunia Atas. Qu Xuanzi harus mengurus Dunia Atas, ditambah masalahnya dengan Dewa Iblis yang tiada henti.


Mengingat masalah Dewa Iblis, racun tulang kering yang menjadi sakit kepala Xie Ruo sudah hilang. Beberapa bulan yang lalu, Mei Liena telah mendaparkan lingzhi yang dimaksud Dewi Kehidupan yang diperoleh oleh Dou Dou. Itu sangat ampuh menyelesaikan semua racun dan dijadikan resep paling efektif oleh Mei Liena, ditambah Yue Lu juga ikut serta dalam proses.


Meski tidak bisa memproduksi banyak lingzhi, Mei Liena bisa membuat obat dengan kandungan yang hampir sama, sehingga wabah racun tulang kering diakhiri dengan sempurna. Shi Yang juga sudah sembuh dan bisa melompat lagi.


"Ada banyak hal yang terjadi di kekaisaran, kenapa aku tidak tahu?" Xie Ruo cemberut melihat kolam cahaya yang dikendalikan Dewa Takdir.


Pria cantik itu tampak terkejut akan kehadiran Xie Ruo yang tiba-tiba, ia kemudian terkekeh. "Ada banyak kisah dalam dunia fana. Yang Mulia pasti tahu lebih banyak."


Xie Ruo yang bersandar di bawah pohon berkata, "Kau bisa memberitahuku kondisi Menara Suci?"


Dewa Takdir diam untuk beberapa saat, kemudian bicara dengan hati-hati. "Menara Suci berada di bawah Dewi Bulan, hanya dia yang mengetahuinya. Dewa ini hanya bisa mengatur takdir manusia. Sedangkan Menara Suci tidak bisa hanya disebut sebagai kelompok manusia, malainkan antar-ras."


"Kenapa aku baru mendengar tentang Dewi Bulan?"


"Ini ... Dewi Bulan sudah lama gugur. Baru-baru ini ada yang berhasil mendapatkan keilahian Dewi Bulan, apa Yang Mulia tidak tahu?"


Xie Ruo tidak merasa itu adalah hal aneh, namun ia merasa kurang nyaman. Bagaimana ia bisa melewatkan banyak hal hanya karena kultivasi?


Jangan-jangan ketika ia keluar dari Dunia Atas, zaman sudah berevolusi lagi. Ini sama saja seperti baru keluar dari gua.


Xie Ruo kembali ke istana, memutuskan untuk tidak terlalu memikirkannya.


Tapi begitu ia sampai di istana, suara yang sama terdengar lagi.


"Xie Ruo ...."


Xie Ruo mendesis kesal. Ia tahu besok adalah hari terakhir pembukaan Menara Suci, tapi tidak harus terus memanggilnya seperti ini, 'kan?


Kecuali jika ada masalah, seharusnya tidak akan seperti ini, 'kan? Tapi dengan kekuatan Ratu Menara Suci, apa akan ada masalah?


"Ruoruo?"


Xie Ruo menoleh ke belakang, melihat Qu Xuanzi berdiri beberapa meter darinya. Ia menghampiri, lalu memeluknya. Entah kenapa, ia hanya ingin memeluk suaminya ini. Mungkin karena besok mereka harus berpisah sementara.


"Menara Suci memanggilmu?" Qu Xuanzi membalas pelukannya dengan lembut.


"Kamu sudah tahu. Besok aku akan ke Menara Suci, lalu pergi ke Klan Xie."


"Maaf tidak bisa ikut sekarang. Aku akan menyusul dalam waktu dekat." Sebenarnya Qu Xuanzi ingin membawa Xie Ruo bersamanya, tapi Xie Ruo juga memiliki kesibukan sendiri. Perjalanannya juga cukup jauh.


"Aku tahu."


Hal ini sudah direncanakan. Besok Xie Ruo akan ke Menara Suci, sedangkan Qu Xuanzi pergi ke perbatasan tiga dunia bersama beberapa dewa untuk menyelesaikan masalah altar pengorbanan.


Diketahui Dewa Iblis membuat banyak altar pengorbanan di berbagai wilayah. Perbatasan tiga dunia adalah salah satunya selain Dunia Roh. Mereka tinggal mencari altar pengorbanan di Dunia Tengah yang paling sulit.


Tiap kali altar pengorbanan dihancurkan, selalu ada kekacauan dan kehancuran. Itu sebabnya Dunia Tengah berada dalam daftar akhir, karena hal itu kemungknan akan menjadi penentuan perang. Apalagi Dewa Iblis ada di Dunia Tengah.


Karena Xie Ruo bisa menangani beberapa hal sendiri dan ada beberapa hewan suci tersebar di Dunia Tengah, Qu Xuanzi tidak perlu khawatir berlebihan. Ia percaya kemampuan Xie Ruo.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokannya, Xie Ruo pergi ke Menara Suci menunggangi Long Yun. Omong-omong, selama ini tiga naga imut itu selalu bersamanya, tapi selalu saja bermain-main sendiri di tempat lain. Katanya nyari pasangan.


Long Yun mendarat di depan pintu gerbang Menara Suci. Naga itu langsung menjadi mungil begitu Xie Ruo turun dari punggungnya, kemudian bergabung dengan Long Huo dan Long Ying yang hinggap di pohon untuk mengamati.


Ketika melihat gerbang besar yang pernah ia tinggali selama 10 tahun, entah kenapa Xie Ruo merasa ada banyak perubahan dalam aura. Ia masuk ke dalam, melihat para murid Menara Suci yang terdiam begitu melihatnya. Para murid itu menghentikan kegiatan demi memperhatikannya dari tempat mereka berada.


Ia masuk ke dalam istana, dikejutkan oleh beberapa kotak besar yang berbaris di aula. Kotak besar dengan hiasan kain merah yang mengesalkan bagi Xie Ruo. Kotak-kotak itu menghalangi jalannya.


"Guru?" Xie Ruo merasa gelisah. Ia tidak dapat merasakan napas Sheng Xian di mana-mana. Apa telah terjadi sesuatu? Bagaimana dengan orang-orang asing itu?


Napas orang-orang asing itu seharusnya adalah manusia. Kekuatan mereka tidak kuat, bisa dibilang lemah. Namun ada juga yang lebih terasa seperti seorang prajurit dalam jumlah yang tidak sedikit. Karena tidak ada Sheng Xian di sini, bagaimana orang asing bisa seenaknya masuk!


Tidak bisa! Ia harus mencari seniornya atau Zhu Zhu terlebih dahulu. Zhu Zhu memanggilnya, pasti ada sesuatu yang serius.


Ia berkeliling istana mencari keberadaan Zhu Zhu. Di tengah pencarian, ia melihat Qiong Lin berjalan terburu-buru menghampiri.


"Ruoruo, akhirnya kamu datang." Qiong Lin tampak cemas. Sangat kontras dengan wajah poker yang biasa ia tunjukkan.


"Senior, apa terjadi sesuatu? Di mana Guru?" Xie Ruo menjadi sangat gelisah. Kepalanya berdenyut ketika gelisah, tapi ia tidak bisa bersikap lemah.


"Terjadi banyak perubahan di Menara Suci setelah kamu pergi. Beberapa bulan yang lalu, Yang Mulia Ratu menurunkan posisinya ke Zhu Zhu secara mendadak dan menghilang tanpa kabar."


"Zhu Zhu? Di mana dia?" Xie Ruo jelas terkejut. Apa ada masalah yang begitu besar sampai Sheng Xian mengundurkan diri?


"Dia ...."


"Ruoruo?" Suara halus itu membuat pandangan mereka teralih ke sudut lain.


Di depan sana, tampak wanita yang tampak lembut dengan wajah pucat yang masih terlihat sangat muda. Ketika melihat Xie Ruo, tiba-tiba matanya berkaca-kaca.


"Ruoruo ...." Wanita itu adalah Zhu Zhu. Ia langsung berlari kecil dan memeluk Xie Ruo seperti seorang anak kecil yang sedang ketakutan.


"Di mana Guru?" tanya Xie Ruo, menatap Zhu Zhu yang tampak sulit bicara.


"Guru ... Guru ...."


"Katakan!" Xie Ruo gemas melihat Zhu Zhu yang terbata-bata. Ia tahu mental Zhu Zhu tidak sebaik dirinya, tapi dia tetaplah murid dalam Menara Suci. Bagaimana tidak bisa terus terang?


Ketika melihat Xie Ruo, Zhu Zhu yang awalnya ingin mengatakan segalanya menjadi takut. Meski Zhu Zhu dekat dengan Xie Ruo, ia juga kadang merasa takut pada Xie Ruo akan temperamennya yang sulit ditebak. Bahkan dalam keadaan seperti ini, Xie Ruo bertampang dingin membuatnya semakin takut.


"Ruoruo, Yang Mulia Ratu memberi pesan, posisi Ratu Menara Suci akan dialihkan ke Zhu Zhu sebagai murid kepercayaannya. Selama beberapa bulan ini aku melatih Zhu Zhu, mentalnya masih terlalu lemah. Aku harap kamu mengerti." Qiong Lin jelas tahu Xie Ruo kesal, tapi ia tidak bisa melakukan apa pun. Setelah lama tidak melihat Xie Ruo, ia merasa Xie Ruo banyak berubah.


Mengesampingkan Zhu Zhu yang kikuk, Xie Ruo lebih memilih melihat ke arah Qiong Lin. "Senior, siapa orang-orang itu?"


Qiong Lin menghela napas. "Ternyata kamu sudah menyadarinya. Mereka dari kekaisaran."


Xie Ruo menarik alisnya. "Kekaisaran? Untuk apa?"


Entah kenapa perasaannya tidak enak. Kotak di aula depan ... apa mereka mencoba melamar Zhu Zhu sampai bocah ini ketakutan seperti ini? Mereka gila! Pangeran mana yang cari gara-gara padanya.


"Untukmu." Baru saja Qiong Lin akan menjawab, suara seseorang menggema cukup besar membuat Qiong Lin dan Zhu Zhu membeku.


Xie Ruo menoleh, melihat pria berpakaian serba hitam seperti penjahat dengan senyum menjengkelkan bagi Xie Ruo. Senyum itu tidak asing, wajahnya juga. Kalau tidak salah ingat, dia adalah Kaisar Zhong, Zhong Guofeng.


Zhong Guofeng melihat Xie Ruo dengan senyuman yang terpapar sempurna. Ia sedikit menunduk untuk menghormati murid Ratu Menara Suci. Sedangkan Xie Ruo hanya termenung.


Sebentar ... tadi dia bilang apa? Apa ia tidak salah dengar? Sebenarnya pria itu sedang bicara pada siapa?


"Nona Kedua Xie, senang bertemu denganmu." Zhong Guofeng memasang senyum ramah yang menyenangkan. Namun ketiga wanita itu tampak sebaliknya. Terutama Zhu Zhu yang tampak lebih muram, sedangkan Qiong Lin yang tegang.


Xie Ruo ingat kalau yang mengenal Zhong Guofeng hanya 'Xie Ran'. Ia sebagai 'Xie Ruo' seharusnya tidak mengenali Zhong Guofeng, harus bersikap formal. Tapi seharusnya Zhong Guofeng tidak mengenalinya sebagai Xie Ruo, 'kan? Bagaimana pria itu bisa tahu?


"Yang Mulia Kaisar, ada urusan apa datang ke Menara Suci? Maaf tidak bisa menyambut dengan baik, Menara Suci sedang sedikit mengalami masalah internal. Jika ada urusan, bisa dikatakan sekarang."


Itu artinya Xie Ruo mengusir. Siapa pun dapat tahu dengan jelas tidak ada nada sambutan dari ucapan Xie Ruo. Bukannya Xie Ruo memusuhi Zhong Guofeng, hanya saja waktunya tidak tepat untuk membicarakan hal lain sedangkan gurunya tidak ada. Itu adalah formalitas.


"Nona Kedua Xie terlalu sungkan, padahal kaisar ini sudah menunggu begitu lama."


"Jika ini waktu lain, Menara Suci akan menyambut Yang Mulia dengan baik. Guru sedang pergi, tidak ada alasan bagi kami untuk membuang waktu Yang Mulia."


"Sama sekali tidak membuang waktu. Kaisar ini datang bukan untuk menemui Ratu Menara Suci, namun untuk menemui orang lain."


Xie Ruo melirik Zhu Zhu. Apa pria aneh ini menyukai Zhu Zhu? Kalau dilihat, Zhu Zhu memang cantik dan berbakat, tidak ada yang kurang darinya kecuali sifat kikuk itu. Sifat itu tak masalah, yang terpenting Zhu Zhu termasuk pintar dan bijaksana mengambil keputusan meski mentalnya lemah.


Tapi bisakah tidak datang dengan cara seperti ingin menindas orang? Posisi kaisar tidak bisa dibandingkan dengan preman, lho.


"Untuk hal ini, bisa didiskusikan terlebih dahulu dengan Ratu Menara Suci. Bagaimanapun, Zhu Zhu adalah penerus Ratu Menara Suci, tidak bisa pergi bersama Yang Mulia begitu saja tanpa persetujuan Ratu Menara Suci."


Zhu Zhu menatap Xie Ruo dengan bingung. Kenapa ia disangkut pautkan? Ia menangis bukan karena Kaisar Zhong, sungguh.


Bahkan Qiong Lin tidak tahu harus menaruh wajahnya di mana. Ia bingung dengan keadaan, tidak sadar bahwa Xie Ruo telah salah paham dari awal. Mungkin karena kondisi terlalu kacau sampai semua informasi menjadi acak dan tak terkendali.


Zhong Guofeng tertawa akan ucapan Xie Ruo, sedangkan yang ditertawakan memasang wajah tidak tahu apa pun. Xie Ruo tidak tahu, di mana perkataannya yang salah. Apa ia salah menafsirkan sesuatu?


"Nona Kedua sepertinya telah salah paham." Zhong Guofeng menghentikan tawanya, kemudian menghampiri mereka sambil menatap Xie Ruo.


Perasaan Xie Ruo tidak enak. Tiba-tiba saja ia berpikir, bukan Zhu Zhu yang ingin dibawa kaisar aneh ini. Juga bukan Qiong Lin, berarti ....


"Benar, kamu. Nona Kedua, aku datang melamarmu." Zhong Guofeng bicara dengan senyum yang mengembang.


Terkutuk!