The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
237. Aku Akan Kembali



Sihir merah yang terpancar kini menunjukkan wujudnya lebih jelas dan padat. Kian lama, sihir yang memenuhi lingkaran sihir menyusut, seperti kumpulan angin yang berhembus ke satu arah dan menghilang tanpa jejak.


Tersisa Qu Xuanzi yang memegang Xie Ruo dalam pelukannya. Wanita itu nyaris kehilangan kesadaran sehingga terlalu lemah untuk menopang tubuh sendiri. Qu Xuanzi mengangkatnya dengan mudah, kemudian menempatkannya di tempat yang aman dengan perlindungan sihir.


"Jangan takut, tidak akan terjadi sesuatu."


Xie Ruo hanya memandangnya dalam diam. Tubuhnya terlalu lemah. Mungkin ia bisa sedikit bertarung, tapi ia tidak bisa terlalu banyak mengeluarkan kekuatan atau racun darah akan membunuhnya. Ia hanya bisa mengangguk.


Di sisi lain, Dewa Iblis mulai siap siaga. Karena Qu Xuanzi tidak mati, ia hanya bisa mencari cara untuk bertahan dari serangan. Kekuatan Qu Xuanzi setelah bergabung dengan Kaisar Iblis jelas akan berkali-kali lipat lebih kuat dari sebelumnya. Dewa Iblis harus memiliki rencana.


Pria itu terbang ke angkasa dengan tombaknya yang digenggam dengan erat. "Sebelumnya hanya pemanasan, tak di sangka kau dapat lolos dari penyatuan darah. Sayangnya, energi murni yang kau dapatkan terbagi dengan penyerapan altar sehingga tidak mencukupi. Asura, kau tidak bisa hidup lama meski telah memenangkan perang."


Mendengar suara Dewa Iblis yang menggema, Xie Ruo terkejut. Ia memandang Qu Xuanzi dengan tatapan terkejut dan takut. "Xuanzi—"


"Jangan didengarkan, kau hanya perlu mendengarkanku." Qu Xuanzi memandang Xie Ruo penuh arti. "Apa pun yang terjadi, kau harus tetap hidup."


"Kau berjanji tidak akan pergi."


"Aku tidak akan pergi." Qu Xuanzi tersenyum, kemudian mengusap kepala Xie Ruo dengan lembut. "Aku selalu bersamamu."


"Kalau begitu, kau juga harus tetap hidup." Xie Ruo tidak melepaskan tatapannya.


Qu Xuanzi menjawabnya dengan senyuman, kemudian memeluk Xie Ruo sambil berbisik, "Aku akan kembali."


Xie Ruo tidak menyahut sampai Qu Xuanzi pergi melawan Dewa Iblis. Ia hanya melihat kepergiannya dalam diam, kemudian duduk bersila untuk memulihkan kekuatan. Altar masih terus menyerap energi murninya sehingga membuat tubuhnya semakin lemah. Ia harus menjaga kondisi tubuhnya untuk sewaktu-waktu menghadapi situasi genting.


Awan penuh dengan kegelapan, membawa energi gelap yang mendukung kekuatan Dewa Iblis. Iris merah itu melihat Qu Xuanzi yang muncul, tatapannya menjadi dingin. Ia harus mengulur waktu sampai altar menyerap seluruh energi murni dan siap digunakan.


Sihir emas melesat dengan kecepatan tinggi, membentuk formasi serangan dengan wilayah besar yang dapat membunuh ribuan musuh. Ketika Qu Xuanzi menghentakkan kakinya dan melambung lebih tinggi dari Dewa Iblis, sosok avatar dengan ukuran sebesar naga kuno muncul disertai jaring-jaring sihir yang menjalar.


Dewa Iblis mengeluarkan energi gelap dari kedua sisinya dan membentuk sulur besar yang menyerang avatar sihir itu. Avatar sihir bergerak dengan cepat, menangkis energi gelap yang akan mengikatnya. Berikutnya, cahaya merah dari tangan Qu Xuanzi yang tepat ada di bawah avatar itu menyala, mengaktifkan formasi serangan yang mengeluarkan silau laser merah tepat ke arah Dewa Iblis.


Dewa Iblis menghindari dengan lincah, kemudian melepaskan tombaknya yang mengubah ukurannya menjadi besar untuk mengunci serangan terhadap Qu Xuanzi, sedangkan ia berusaha menghindari dua serangan sekaligus.


Avatar itu langsung menahan tekanan tombak hingga kedua sihir saling betemu. Tekanan tombak sangat kuat ketika tangan avatar itu menahan ujung tombak, jaring-jaring sihir mulai muncul tanda bahwa tombak mulai mendominasi tekanan.


Tapi sayangnya, tombak itu tidak berhasil ketika sebuah pedang menangkisnya dari satu sisi tangan avatar. Di samping itu, Qu Xuanzi melompat untuk mengambil tombak. Tombak itu mengecil dan sampai di tangan Qu Xuanzi, kemudian dilemparkan tepat ke arah Dewa Iblis setelah memberikan kekuatan ilahi yang bertolak belakang dengan sifat tombak.


"Sial!" Dewa Iblis mengutuk.


Tombak itu melesat ke arah Dewa Iblis, lalu meledak ketika Dewa Iblis menahannya akibat benturan energi yang saling menolak. Dewa Iblis jatuh dari ketinggian, tapi itu tidak membuatnya merasa kalah meski tombaknya telah hancur. Ia justru semakin gila!


Sayap muncul dari punggung Dewa Iblis, memberinya kemampuan tambahan dari keunggulan sayap dan melakukan serangan lebih cepat. Sayapnya yang runcing dan keras mengeluarkan duri-duri tajam yang menghujani Qu Xuanzi.


Avatar di belakang Qu Xuanzi menahannya untuk sementara. Namun karena Dewa Iblis mengalihkan serangan dengan cepat dan muncul tepat di atas avatar, Dewa Iblis menyerang jaring-jaring sihir yang mendukung avatar untuk berdiri kokoh. Pria itu memutusnya dengan cepat, kemudian menyambar seperti kilat dan menembus avatar sedangkan Qu Xuanzi mulai mengejarnya.


"Asura, kau tidak bisa membunuhku!" Dewa Iblis melesat dengan cepat. Kedua tangannya bergerak dan mengeluarkan sebuah kegelapan yang amat besar, lebih besar dari avatar Qu Xuanzi.


Kegelapan yang menyerap segala macam unsur dan bertambah besar seiring berjalannya waktu. Karena ia ditekan, kekuatannya terkuras banyak ketika menggunakannya. Bola hitam raksasa di atasnya langsung meluncur, semakin lama semakin membengkak dan beradu dengan pertahanan avatar.


Kedua energi yang beradu saling menghancurkan. Lonjakan energi menyebar ke berbagai arah, menghancurkan segala hal di sekitarnya dengan satu tebasan. Sisa-sisa sihir berterbangan seperti kembang api yang meledak, kemudian berkeliaran dengan liar sebelum akhirnya menghilang.


Sayangnya, sayap Dewa Iblis tidak cukup untuk menahan pedang Qu Xuanzi hingga bulu-bulu sayap tebal itu berjatuhan dan mulai terluka. Dewa Iblis ingin menjaga jarak dan memberinya serangan tepat ke titik fatal, namun Qu Xuanzi lebih peka. Sihir merah tiba-tiba muncul dari sisi lain menembus sayap Dewa Iblis, sedangkan Qu Xuanzi langsung menangkis serangan Dewa Iblis dengan keras, lalu menendangnya ke tanah.


Dewa Iblis seperti layangan jatuh. Dentuman keras terdengar disertai derak tanah yang rusak dan hancur. Dewa Iblis terpendam di dalamnya, tertimpa tanah-tanah kering yang hancur akibat dentuman. Ia telah kehilangan banyak tenaga untuk serangan besar itu.


Qu Xuanzi berdiri di udara, melihat Dewa Iblis dengan dingin. Tanpa berkata apa pun, ia menghunuskan pedangnya, akan menghancurkan Dewa Iblis saat itu juga dengan satu serangan.


Gerakannya sangat cepat, pedang di tangannya bersinar dengan dua warna yang saling menyatu dan dipenuhi aura pembunuh yang kuat. Hanya dengan sekali serangan, pedang runcing itu dapat membunuh Dewa Iblis.


Dewa Iblis yang telah memuntahkan seteguk darah tiba-tiba tersenyum.


Pedang ditebas hingga menciptakan sebuah bilah besar berwarna merah yang penuh dengan aura dingin. Bilah itu membelah angin dan menerbangkan tanah-tanah yang hancur. Begitu sampai di dekat Dewa Iblis, itu langsung menghempasnya sejauh ratusan meter.


Namun sayangnya, bilah itu tidak membunuh Dewa Iblis. Sebelum benar-benar menembus tubuh Dewa Iblis, bilah itu hancur seketika bersamaan dengan Qu Xuanzi yang jatuh berlutut sambil memegangi dadanya yang sakit. Darah menetes dari mulutnya, aliran darah hitam timbul di sekitar tubuhnya dan merambat seperti akar.


Racun darah tiba-tiba saja aktif mengikis jiwanya!


Karena darah iblis ada di tubuhnya, racun darah semakin mempengaruhinya dan terus mengikisnya secara perlahan. Itu menciptakan rasa sakit luar biasa. Ditambah, sihir dari altar pengorbanan jiwa tiba-tiba muncul untuk menelannya bersama racun darah.


Ini gawat!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Xie Ruo masih dalam pemulihan sambil menahan altar pengorbanan yang menyerap energi murninya. Dalam kesadaran, ia mencoba menelusuri jalur altar pengorbanan untuk menghentikannya sementara supaya energi murni di tubuhnya tidak dikuras habis.


Kekuatan mentalnya telah dipulihkan Qu Xuanzi sebelumnya, sehingga ia bisa menggunakan kekuatan mental dan psikis bersamaan untuk menghambat lajur altar pengorbanan.


Tapi begitu kesadarannya mencapai pusat altar di mana lokasinya berada tepat di menara kekaisaran, sebuah kekuatan asing muncul menarik kekuatan mentalnya secara paksa.


"Ingin melawan dengan kekuatan mental?"


Suara itu menggema tanpa siapa pun yang muncul. Xie Ruo mengenalnya, itu adalah Shu Xin. Ia dapat melihat lokasi menara kekaisaran dengan jelas, namun langit menunjukkan matahari siang yang berbeda dari kenyataan. Saat ini, kekuatan mentalnya dengan Shu Xin telah terhubung.


Xie Ruo mendengus. "Kau mengendalikan altar pengorbanan menggunakan darahmu, sangat berani."


"Karena aku tahu, pada akhirnya akulah pemenangnya." Wanita itu muncul dan berjalan melalui Xie Ruo acuh tak acuh. Iris emasnya melihat Xie Ruo dengan cibiran. "Umurmu pendek, juga akan mati setelah altar pengorbanan menyerap seluruh energi murni. Sedangkan Asura, dia akan mati terlahap altar pengorbanan jiwa. Menurutmu, siapa lagi yang bisa melawanku?"


"Hanya mengandalkan Dewa Iblis?"


Shu Xin tertawa penuh ejekan. Ia melihat sekitar dengan senyuman yang tidak pudar. "Kau tidak tahu, Dewa Iblis berniat memberikan—maksudku mengembalikan—energi murni padaku. Ketika energi murni ada padaku, kekuatanku akan kembali, atau bahkan meningkat. Pada saat itu, aku akan pergi ke Dunia Dewa sebagai Dewi Alam yang terhormat. Kau hanya pewaris dewi yang baru merintis, sama sekali bukan lawanku—jika kau beruntung masih hidup."


Xie Ruo melihatnya untuk beberapa saat, kemudian berkata, "Aku penasaran dari mana rasa percaya diriku tumbuh, ternyata darimu." Xie Ruo tertawa. "Sayangnya, meski 'sekarang' kita sedarah, aku jadi harus memikirkannya sekali lagi bahwa sebenarnya kau bukan kembaranku, tapi nenekku."


"Bahkan seorang wanita tua memiliki pengalaman yang lebih berarti." Shu Xin sedang menahan emosi ketika Xie Ruo mengejeknya wanita tua.


"Kalau begitu, lain kali aku akan memanggilmu 'nenek'!" Xie Ruo tersenyum penuh kemenangan. "Kau ingin beradu kekuatan mental? Aku akan meladeninya."


"Kali ini, aku tidak akan menahan diri!"