The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
55. Ann Rou (2)



Di malam yang begitu sunyi, sosok putih melintas seperti bayangan memasuki sebuah paviliun yang jauh dari pemukiman.


Di dalamnya, liontin yang disamarkan menyatu dengan kasur putih. Di sana Xie Ran dan Qu Xuanzi tengah berada di ruangan dimana Kristal Naga Azure berada. Naga kecil itu meringkuk di dalam kristal yang memancarkan sinar biru yang indah.


"Apa dia akan bangun?" Xie Ran bertanya-tanya. Dia tidak sabar melihat Naga legendaris itu. Naga Azure adalah hewan suci yang tingkatannya melebihi hewan mitos seperti Long Huo dan Long Yun. Bahkan Naga Azure menjadi hewan suci terkuat diantara hewan suci lainnya.


"Mungkin bulan ini akan bangun." Qu Xuanzi menyahuti tanpa melepaskan pandangan tajamnya pada Naga Azure.


"Itu bagus. Kita bisa dengan mudah mencari Tujuh Raja Iblis melaluinya tanpa harus mencari kaki tangan mereka."


"Dia tidur ratusan tahun dan tidak menyadari keadaan dunia luar. Ia tidak tahu keberadaan Tujuh Raja Iblis."


"Lalu, untuk apa kau memintanya?" Xie Ran heran. Jika tidak berguna, kenapa Qu Xuanzi begitu baik mengambil seekor Naga kecil yang hilang ingatan?


"Dia akan berguna."


Xie Ran hanya bisa mengangguk mengiyakan. Tidak tahu apa yang dilakukan Qu Xuanzi, dia akan mengikutinya tanpa banyak bertanya. Lagipula, dengan mengikuti Qu Xuanzi, Xie Ran dapat menjadi lebih kuat dengan cepat.


"Karena dia hewan suci, apa bisa dipercepat menggunakan energi murniku?" Xie Ran penasaran.


"Naga Azure terlalu kuat, kau tidak bisa menahannya sampai seluruh energimu habis. Sangat beresiko."


"Ah, sayang sekali. Apa itu berarti aku masih belum cukup kuat untuk menanggung beban?" Xie Ran kembali merendah. Dia belum cukup kuat untuk mencapai kualifikasi. Bukankah itu kenyataan yang menyedihkan?


Qu Xuanzi menatapnya dalam. Tidak ada aura dingin, hanya ada kelembutan. "Kau sudah kuat."


Xie Ran tersenyum kecut. "Kau tidak pandai menghibur, jangan menghiburku. Bahkan di matamu, aku hanya seekor semut yang dapat dihilangkan kapan saja. Membunuh seekor boa biasa saja tidak bisa."


"Bahkan teman-temanmu jika digabungkan masih tidak bisa menahan serangan boa. Kau berbeda." Qu Xuanzi tidak ingin mematahkan sangat Xie Ran. Gadis itu selalu merasa rendah meski berada di tempat tinggi.


"Benarkah begitu?" Xie Ran menggaruk kepalanya tidak percaya. Dia sendiri berpikir jika teman-temannya menantangnya bersamaan, ia akan kalah terutama dengan Pei Xi. Itu saja Pei Xi belum pernah menunjukkan kekuatan sesungguhnya di arena setelah lama tidak menantang.


Tak lama setelahnya, raut Qu Xuanzi berubah menjadi datar menyadari seseorang mendekati liontin. Xie Ran tidak menyadarinya, dia hanya diam melihat-lihat kristal seolah dapat dihargai berapa jika dijual setelah Naga keluar.


"Master, ada orang diluar!" Long Yun tiba-tiba datang dengan panik memberitahu Xie Ran.


Xie Ran sedikit tersentak. Seingatnya sudah mengunci pintu, bagaimana bisa ada yang masuk?


Tanpa banyak bicara lagi, ia segera keluar dari dunia liontin. Tepat setelah wujudnya muncul di tengah kamar, ia segera menangkis tangan yang ingin menyentuh liontin dengan keras.


Xie Ran segera menyembunyikan liontin ke dalam sakunya kemudian mengeluarkan belatinya dan memasang sikap waspada.


"Siapa kau?"


Sosok putih itu segera pergi dengan kecepatan tinggi. Xie Ran mengejarnya. Tubuhnya menjadi beberapa bagian bayangan dan menendang bahu sosok putih tersebut kemudian mengikatnya dengan lasso merah dari cincin ruang.


Sosok itu terlilit lasso dan akan melepaskan diri, namun Xie Ran dengan cepat menutup titik akupunturnya hingga tidak bisa bergerak. Sosok itu berdiri seperti patung dengan raut panik di balik penutup wajahnya.


Xie Ran menatapnya intens dengan mata menyipit kemudian melihat liontin di tangannya. "Kenapa kau menginginkan ini?"


Sosok itu tidak menjawab. Dia hanya diam melihat liontin dengan mata bundarnya yang jernih dan berair.


Xie Ran semakin merasa aneh dengan penyusup ini. Ia membuka penutup wajahnya hingga menampilkan wajah yang pucat dengan fitur indah yang tidak manusiawi. Kerutan di kening Xie Ran semakin dalam melihatnya.


"Ann Rou?"


"Katakan padaku, apa disana ada Yang Mulia?"


Xie Ran semakin merasa wanita ini benar-benar aneh. "Siapa Yang Mulia?"


"Tuanku ... jika Yang Mulia tidak mengirimku ke Istana bersama dengan Harimau Putih, aku tidak memiliki rumah."


Xie Ran merasa otaknya semakin korslet di depan wanita ini. Harimau Putih? Istana? Tuan? Yang Mulia? Sebenarnya ada apa dengan wanita ini!


"Hei, aku tidak tahu maksudmu."


"Apa kamu gadis yang Serigala itu katakan? Apa kamu bersama Yang Mulia? Kenapa Yang Mulia ada di dalam liontin?"


Ann Rou semakin membuat Xie Ran takut. Ingin sekali Xie Ran menendang wanita aneh ini yang tiba-tiba mengatakan beberapa hal aneh yang tidak dipahaminya. "Jangan mencari masalah yang tidak perlu. Tidak ada 'Yang Mulia' yang kau sebut!"


"Ak--"


"Pergilah!" Xie Ran membuka titik akupunturnya lagi dan melepas lasso yang menjerat. Dia tidak ingin berhadapan dengan orang gila. Dia bukan psikolog dan memiliki emosi yang tidak baik untuk orang keterbelakangan mental.


"Aku sangat yakin dengan persepsiku. Mengapa kau terus menghalangiku?" Sepertinya Ann Rou mulai kesal dan meninggikan nada suaranya.


Xie Ran menatapnya sinis. "Karena aku tidak mengenalmu."


"Tapi aku mengenal pria yang bersamamu. Aku tidak tahu bagaimana ia ada bersamamu, tapi aku akan memberitahumu satu hal: ia tidak bisa terus berada disini, di akademi. Ada hal lain yang lebih penting, aku harus menjemputnya."


Xie Ran terdiam. Sepertinya wanita ini memang mengenal Qu Xuanzi, tapi kenapa harus membawanya pergi? Memangnya Qu Xuanzi anak kecil yang harus di jemput? Tapi bisa saja wanita ini memiliki niat buruk dan berusaha menipunya.


"Aku tidak percaya. Dia akan mengatakannya langsung padaku jika ingin pergi."


Ann Rou menghela napas. "Kamu manusia tidak mengerti situasinya. Ini masalah ras lain, kau tidak perlu tahu apapun lebih jelas."


"Apapun yang kau katakan, aku tidak memberikanmu liontin ini. Meski kau ingin seseorang di dalamnya pergi denganmu, aku tidak menahan. Tapi aku tidak bisa menyerahkan liontin ibuku dan melanggar janjiku." Xie Ran tetap pada pendiriannya. Liontin adalah liontin, Qu Xuanzi adalah Qu Xuanzi. Meski Qu Xuanzi terikat dengan liontin, itu bukan urusan Xie Ran.


"Aku juga tidak meminta liontinmu. Aku hanya ingin menjemput tuanku. Dia memiliki tugasnya sendiri dan tidak bisa terus berada di sini. Jika kau menahannya, sama saja menghancurkan segalanya."


Xie Ran mengerutkan kening. Memangnya peran apa yang Qu Xuanzi ambil sampai ada hal yang begitu mendesak setelah ratusan tahun lamanya terkurung?


"Aku sudah membiarkannya pergi sejak lama jika dia bisa. Kau tidak perlu tahu alasannya." Xie Ran tidak mau memberitahu Ann Rou. Bisa saja Ann Rou berbohong mengenai hubungannya dengan Qu Xuanzi dan menjadi orang jahat. Kekuatannya juga sangat kuat sehingga Xie Ran tidak dapat mengalahkannya, namun Xie Ran sama sekali tidak takut. Dia hanya ingin tidak ada orang jahat melakukan sesuatu yang buruk pada Qu Xuanzi setelah mengenali liontin ini.


"Apa telah terjadi sesuatu padanya? Beberapa waktu lalu aku melihatnya baik-baik saja, bagaimana bisa terjadi sesuatu?"


"Kau brtemu dengannya?"


"Benar."


"Dia selalu bersamaku, aku tidak percaya."


Ann Rou mendesis kesal. "Aku sungguh mengatakan kebenaran. Malam itu 6 iblis berkumpul di akademi untuk membicarakan hal penting. Kau pasti tahu tentang perselisihan Kaisar Iblis dan Kaisar Langit. Setelah pembicaraan 6 iblis, kami datang pada Yang Mulia untuk melaporkan beberapa hal. Awalnya kami ingin meminta Yang Mulia pergi ke suatu tempat, tapi tidak sempat."


Xie Ran mengerutkan keningnya. Kenapa 6 iblis datang ke akademi? Mereka pasti kaki tangan 7 raja iblis yang ia cari. Tapi kenapa Qu Xuanzi tidak memberitahu? Satu hal lagi, ternyata Qu Xuanzi memiliki lebih dari 1 anak buah. Kenapa ia baru tahu?


"Kau ingin dia pergi ke mana?"


"Tentu saja mencari kekuatannya yang lain. Kau seharusnya sudah tahu akan hal ini. Selain itu, Yang mulia juga harus kembali ke Istana."


"Istana?" Xie Ran semakin penasaran.


"Tentu saja Istana. Yang Mulia itu...." Ucapannya terhenti begitu saja ketika sebuah kabut muncul membentuk sosok pria tampan dengan raut dingin membuat Ann Rou terbelalak.


Ann Rou segera berlutut setengah kaki sedangkan kepalanya menunduk seolah tidak berani melihat wajah dingin Qu Xuanzi. Mendadak, ia merasakan hawa dingin yang membuatnya menggigil.


"Ann Rou menghadap Yang mulia." Ann Rou menahan rasa senang sekaligus tegangnya. Tidak disangka tuannya akan keluar sekarang, ia tidak bisa membalas gadis menyebalkan itu untuk saat ini.


Qu Xuanzi mengangguk singkat pada Xie Ran kemudian kembali dingin pada wanita yang masih berlutut itu. Ia tidak berniat membiarkannya bangun karena terlanjur kesal, wanita itu nyaris membongkar identitasnya. Dia datang tentu untuk itu.


"Seharusnya kau sudah dengar sebelumnya. Apa kau benar akan pergi?" Xie Ran menanyakannya lagi. Ia tidak masalah jika Qu Xuanzi pergi, tapi jauh dari dalam hatinya terdapat rasa tidak rela. Mungkin karena ia terbiasa dengan kehadiran pria tampan itu dan sikap dinginnya.


Qu Xuanzi tidak langsung menjawab, justru melihat Ann Rou dengan dingin sebelum akhirnya bicara, "Kumpulkan terumbu karang jenis listrik dan bawa kembali sebelum turnamen."


Mengambil terumbu karang terdengar mudah, namun terumbu karang listrik di laut sangat sulit didapat apalagi dalam waktu singkat. Belum lagi para anak buah hydra di laut yang dapat menyerang kapanpun seperti algojo laut. Itu sangat merepotkan! Hukuman ini sangat menyakitkan.


Sayangnya Ann Rou hanya bisa setuju tanpa protes. Ia baru sadar telah melakukan kesalahan dan nyaris membocorkan segalanya di depan Xie Ran. Gadis itu telah memancingnya bicara sehingga ia tidak bisa menahan diri untuk bicara. Gadis itu terlalu licik!


"Baik, Yang mulia." Ann Rou segera pergi dengan wajah lesu tanpa mengatakan apapun lagi. Ia melihat Xie Ran dengan tatapan memohon sekaligus menuduh, tapi ketika merasakan aura Qu Xuanzi semakin terasa berbahaya, ia langsung menghilang seperti ditelan bumi.


Setelah melihat kepergian Ann Rou, Xie Ran kembali menatap Qu Xuanzi meminta jawaban.


"Jika kau tidak ingin aku pergi, aku bisa tetap tinggal."


Xie Ran menaikkan sebelah alis dan segera menyahut, "Tidak perlu. Mencari kekuatanmu jauh lebih penting daripada aku. Aku akan berusaha masuk ke pagoda setelah turnamen, setelah itu membantumu mencari kekuatanmu yang lainnya."


Qu Xuanzi sedikit kecewa karena Xie Ran tidak menahannya dan bergantung padanya. Ia tahu Xie Ran terlalu mandiri dan tidak membutuhkan bantuan untuk hal kecil, tapi setidaknya ia ingin mencari alasan untuk tetap bersama.


"Apa kau bisa pergi jauh tanpa liontin?" Xie Ran ragu. Dia masih belum begitu nengenal Qu Xuanzi karena pria itu sangat tertutup. Kadang Xie Ran merasa tidak adil mengingat Qu Xuanzi tahu segala hal menyangkut dirinya tapi tidak sebaliknya.


"Paling lama sebulan atau sampai kekuatanku habis dan butuh pemulihan."


Xie Ran mengangguk-angguk paham. "Katakan jika kau akan pergi. Aku tidur dulu, selamat malam."


Xie Ran langsung pergi ke atas ranjang dan memiringkan tubuhnya membelakangi Qu Xuanzi yang masih berdiri memperhatikannya. Awalnya ia ingin menanyakan banyak hal, tapi sepertinya itu tidak perlu. Jika Qu Xuanzi tulus padanya, pria itu akan segera memberitahu segalanya secara langsung. Tapi jika sebaliknya, Xie Ran lebih baik tidak tahu apapun agar mudah melupakannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi ini tidak ada kelas. Hanya ada pelatihan intensif secara kelompok untuk melatih kekompakan dan kerja sama. Xie Ran juga telah membuat strategi pertempuran dengan teliti sehingga ia menjadi lebih sibuk.


Latihan bersama ini berbeda dengan latihan sebelumnya. Mereka melakukan sebuah latihan secara bersamaan dan saling bekerja sama.


Setelah latihan dasar, mereka pergi ke arena khusus yang lebih besar dari arena sebelumnya. Karena ini pertarungan kelompok, maka arena harus lebih besar karena jangkauan serangan yang semakin besar.


"Menurutmu, kita akan melawan siapa?" Yan Yao penasaran. Sejak tadi mereka berdiri di tengah arena sepi yang tanpa penonton ini seperti kelompok orang bodoh.


"Kelompok turnamen sebelumnya yang telah lulus, mungkin." Xie Ran berasumsi ketika melihat instruktur dan sekelompok pria tampan serta satu wanita cantik bersamaan menaiki arena. Mereka terlihat lebih dewasa dibandingkan Xie Ran dan teman-temannya.


"Instruktur Zhu, salam." Ketujuh murid itu membungkuk memberi penghormatan kemudian melihat 7 manusia rupawan yang sepertinya senior mereka.


"Mereka adalah senior kalian yang telah memenangkan turnamen sebelumnya dan telah lulus. Hari ini, mereka yang akan melatih kalian sampai hari turnamen tiba." Instruktur Zhu melihat 7 senior itu. "Latar belakang mereka seperti kalian, tidak biasa sehingga kalian harus menunjukkan sikap yang tepat sebagai junior." Kemudian mengenalkan mereka secara berurutan dari pria tampan di sebelahnya. "Dia adalah Qin Zhangye, Mei Lin'er, Yuwen Yue, Ye Ming, Mu Junqin, Zhu Que, dan Xiao Gang. Masing-masing dari mereka berada di tahap profesional lanjutan."


"Profesional lanjutan...." Liu Chang menelan air liur. Apa ia akan mengalami masa sulit mulai sekarang?


"Halo, senior." Mereka menyapa dengan canggung kecuali Xie Ran yang hanya diam tanpa berkata.


"Mohon bantuannya, senior." Zhong Xiaorong bersikap ramah untuk kali pertama. Bagaimana tidak? Pria di depannya sangat tampan ditambah berada di tahap profesional lanjutan sebelum 30 tahun. Ini namanya jenius!


"Tidak perlu sungkan, kedepannya kita akan bekerja sama sebagai senior dan junior untuk turnamen yang akan datang." Yuwen Yue, pria dengan poni lempar serta rambut hitam panjangnya yang dikuncir.


"Kalian saling mengenal terlebih dahulu sebelum latihan dimulai nanti. Aku akan menemui dekan." Instruktur Zhou segera pergi dari venue membiarkan sekelompok murid piyik itu berdiri dengan canggung.


Setelah melihat Instruktur Zhu pergi, tujuh senior itu menghela napas. Akhirnya Instruktur galak itu pergi setelah berkali-kali menekan mereka.


"Jadi, akan lebih baik jika kalian memperkenalkan diri." Qin Zhangye, sebagai pemimpin kelompok mereka membuka percakapan setelah melihat betapa canggung juniornya.


"Aku Zhong Xiaorong."


"Apa kamu Putri Kesembilan? Aku sering mendengar tentangmu." Mei Lin'er, wanita cantik berambut merah tersenyum melihat Zhong Xiaorong.


"Ya. Hanya saja, jangan dengarkan rumor itu. Rumor hanyalah rumor." Zhong Xiaorong tidak ingin terlihat buruk karena rumor bahwa ia putri gila kultivasi yang arogan. Itu akan memperjelek wajahnya di depan para senior.


"Aku tahu." Mei Lin'er terkekeh. Juniornya sangat imut.


"Aku Mei Liena. Senior Mei, marga kita ternyata sama. Aku terkejut menyadarinya."


"Sebuah kebetulan yang bagus. Kamu adalah juniorku, kedepannya bisa menjadi adikku." Mei Lin'er merasa dua gadis itu sangat imut dan ingin mencubitnya.


"Yan Yao, Senior Zhu, seharusnya kau mengenalku." Yan Yao tersenyum kuda. Rupanya kenalan lamanya salah satu dari mereka.


"Tentu saja, Tuan Muda Yan selalu terkenal. Karena aku seniormu, lain kali biarkan aku melelang sesuatu di tempatmu dengan harga tinggi." Zhu Que menyengir membuat bahu Yan Yao melemas.


"Aku ... Liu Chang. Tidak tahu apa kalian mengenalku." Liu Chang tersenyum canggung.


"Liu ... Kau Putra Perdana Menteri Liu?" Mu Junqin sebagai Putra Menteri Militer mengenal keluarga Perdana Menteri. Tapi tidak pernah melihat Liu Chang.


"Ya, hanya saja aku lama tidak ada di rumah."


"Pantas saja," gumamnya mengangguk paham.


Kemudian mereka melirik 3 sisanya yang sejak tadi hanya diam memperhatikan. Atau bahkan tidak memperhatikan sama sekali.


Melihat dua lainnya yang tidak mengatakan apapun, Zhou Kui mengambil inisiatif. "Zhou Kui, senang bertemu dengan kalian."


"Pei Xi." Pei Xi mengenalkan diri secara singkat, berbeda dari yang lain. Itu karena ia tidak mengenal mereka semua.


"Aku pernah mendengar tentang kalian berdua di akademi. Kalian cukup terkenal selain Yan Yao." Zhu Que menanggapi sambil terkekeh.


"Lalu, junior cantik ini, apa kau Xiao Ran?" Xiao Gang memperhatikan Xie Ran yang sejak tadi diam seperti patung.


"Ya." Xie Ran tidak memiliki banyak reaksi. Sejak tadi pikirannya tidak fokus karena memikirkan strategi pertempuran sambil mengukur kekuatan mereka masing-masing dengan persepsinya. Ia juga masih memikirkan tentang Qu Xuanzi.


"Marga kita sama, apa kamu dari keluarga Xiao bagian cabang?" Xiao Gang penasaran dengan Xie Ran.


"Tidak." Xie Ran menyahuti dengan singkat lagi. Apalagi yang bisa ia katakan? Jawabannya hanya iya atau tidak saja dan dia tidak perlu bercerita mengenai identitasnya. Tidak salah, 'kan?


" Sebelumnya aku diberitahu mengenaimu oleh instruktur. Apa terjadi sesuatu antara kau dan Xie Chen?" Ye Ming yang sejak tadi diam mulai bicara.


Xie Ran menatapnya datar. "Apa ada hubungannya dengan senior?"


"Aku hanya penasaran." Awalnya ia pikir Xie Chen yang akan ikut turnamen, tapi siapa sangka dikalahkan oleh penari biasa seperti ini.


Xie Ran memilih tidak menanggapi lagi. Baginya, bicara pada seorang senior lebih merepotkan dan tidak akan selesai karena para senior di matanya tidak pernah ingin kalah dari junior. Itu juga dirasakan oleh dirinya sendiri dulu, jadi dia sangat tahu tentang posisi senior terhadap junior mereka.


Zhong Xiaorong yang melihat Xie Ran tidak berniat menjelaskan segera memberi penjelasan agar tidak ada salah paham. "Senior, Xie Chen dan Xiao Ran murni saingan. Xiao Ran hanya ingin mengalahkan lawannya di arena, tapi saat itu Xie Chen melanggar aturan dan menghalangi Xiao Ran memenangkan pertandingan. Itu sebabnya...."


"Ah, aku mengerti." Ye Ming mengangguk paham akan perkataan Zhong Xiaorong.


Tapi ia selalu merasa persaingan ini lebih dari sekedar persaingan di arena. Ia adalah teman Xie Chen dan bekerja sama dengannya ketika turnamen tahun lalu, itu sebabnya ia bertanya mengingat keadaan Xie Chen yang masih belum membaik sampai sekarang. Ia selalu curiga Xiao Ran memiliki alasan lain.


Entah berapa banyak rahasia yang disembunyikan, ia akan menyelidikinya. Demi temannya....