
Xie Ran baru saja kembali ke Kediaman Tang ketika Tang Yueying tiba-tiba hadir dengan senyuman manis dan menggandeng tangannya akrab seolah mereka benar-benar dekat dan tumbuh bersama dalam satu atap.
Xie Ran tidak banyak berpikir, mengira sikap Tang Yueying memang aneh sejak awal dan tidak pernah ia tempatkan di mata. Tang Yueying mengatakan bahwa ia akan membawa Xie Ran jalan-jalan sepanjang sore, bahkan menariknya tanpa menunggu sepertujuan Xie Ran.
Melihat orang seperti ini, kesadaran naga di dalam sana tidak bisa tidak meronta-ronta mengatakan bahwa wanita jahat memiliki maksud lain membawanya keluar kediaman. Tapi Xie Ran tidak peduli, hanya mengikuti keinginan Tang Yueying sebagai gadis patuh.
Jika Tang Yueying ingin melakukan sesuatu terhadapnya, seharusnya tidak sekarang apalagi di luar kediaman.
Mereka sampai di depan pangkalan militer Keluarga Tang di perbatasan Kota Dongzhou. Hanya ada tanah tandus, sedangkan ratusan meter di utara merupakan wilayah yang ditutup pohon menjulang dan pegunungan megah disertai wilayah salju yang membekukan puncak pegunungan.
Mereka memasuki kamp militer rahasia yang berdiri kokoh dengan bangunan yang tidak terlalu besar terpapar.
Tang Yueying menarik lengan Xie Ran masuk ke dalam. Melihat ribuan pasukan berlatih, menggunakan tombak dan dengan suara gagah yang menggentarkan, seseorang akan merasa kagum melihat semangat prajurit berdarah besi yang penuh vitalitas.
Dentingan demi dentingan terus menggema. Sedangkan ribuan prajurit melatih koordinasi bersama, beberapa berduel di atas arena satu lawan satu dengan penonton hanya sebatas para pelayan. Tidak ada yang santai di sini, semua orang bekerja tanpa ada kesempatan bermalas-malasan.
Langkah Tang Yueying tidak berhenti sampai tepat di depan seorang pria tinggi yang tengah memperhatikan bagaimana pasukan berkembang. Pandangan dingin pria gagah itu teralih merasakan kehadiran seseorang yang akrab. Melihat Tang Yueying yang memiliki senyum cerah, ia tetap dingin seperti sedia kala membuat senyum Tang Yueying membeku dan berubah menjadi senyum paksa.
"Paman Wei, Ying'er memiliki sepupu dari jauh untuk datang melihat-lihat. Adik Ran'er sangat asing dengan semua ini, Paman Wei mungkin bisa memberi beberapa pencerahan." Tang Yueying tetap bersikap sopan meski tidak memiliki kesan baik pada pamannya.
Ia dan Tang Wei jarang bertemu, atau bisa dikatakan mereka nyaris tidak saling kenal. Mungkin jika Tang Wei dan Tang Yueying sama-sama tidak terkenal dan pernah satu rumah, mereka sama sekali tidak akan pernah tahu kehidupan masing-masing.
Tang Wei melirik gadis di belakang Tang Yueying, ia sempat diam untuk beberapa saat melihat kecantikan yang bahkan tidak dapat berdampingan di samping Tang Yueying yang dianggap wanita tercantik di Kota Perbatasan. Gadis remaja itu tidak bisa disangkal lagi, jauh lebih cantik dan terlihat lugu dibanding Tang Yueying dan Tang Yueha dari berbagai segi.
Tapi pandangan itu tidak bertahan lama. Ia langsung mengalihkan pandangan lagi acuh tak acuh untuk melihat prajurit yang berlatih. Hanya melihatnya saja, ia sudah tahu bahwa gadis itu bukan orang biasa. Wajahnya yang mirip dengan orang yang dikenalnya membuatnya yakin bahwa gadis itu tidak lain adalah Xie Ran yang belakangan ini disebut-sebut Kepala Keluarga Tang.
Melihat Tang Wei yang tidak peduli pada ucapannya, Tang Yueying menjadi tidak senang dan berusaha mempertahankan senyum terbaik. Sampai akhirnya pandangannya melihat sosok wanita cantik yang bersandar penuh aura bergairah dan menggoda. Mata Tang Yueying bertambah cerah melihatnya.
Xie Ran sama sekali tidak memperhatikan, ia sibuk sendiri melihat para prajurit yang berlatih, sama seperti Tang Wei. Bahkan sampai mengabaikan Tang Yueying yang telah beralih pada wanita cantik di sisi lain untuk bertukar beberapa kata.
Ketika melihat para prajurit yang berlatih, kemudian melihat Tang Wei yang tampak dingin dan tegas disertai rahang yang terkatup, diam-diam ia menarik sudut bibir tanpa diketahui.
Entah apa yang ada di pikirannya.
"Adik Xie Ran." Tang Yueying menepuk bahu Xie Ran. Pada saat itulah Xie Ran terlepas dari pikirannya dan menoleh melihatnya bertanya-tanya.
"Apa?"
"Ying'er ingin memperkenalkamu dengan seseorang," katanya kemudian membawa Xie Ran ke hadapan wanita cantik yang dipenuhi aura penindasan yang pekat. Wanita itu menatapnya dengan senyum cemerlang. Kemudian Tang Yueying melanjutkan, "Nona Mo, Mo Shenxi. Nona Mo adalah dermawan kami, dia yang menangani masalah kemiliteran dan tinggal di sini, bersama Paman Wei. Adik Ran'er tidak perlu sungkan jika ingin bertanya padanya. Meskipun berdiri di tengah pangkalan militer dan memiliki kekuatan mendominasi, Nona Mo sangat ramah dan menyenangkan. Kamu akan menyukainya."
"Ying'er sangat pandai bicara, aku hanya menyukai apa yang aku suka. Mengenai kekuatan yang mendominasi, mana bisa dibandingkan dengan Tuan Wei?" Mo Shenxi melirik Tang Wei yang juga melihatnya tanpa sadar. Wanita itu mengedipkan sebelah mata dengan genit sebelum diabaikan.
Xie Ran tidak memiliki kesan apa pun terhadap orang-orang di sini. Baik Tang Wei maupun Mo Shenxi, ia tidak peduli. Namun, ia dapat merasakan bahwa Mo Shenxi bukanlah orang biasa, melainkan iblis. Auranya sangat pekat, cukup kuat untuk berada di bawah Huai Mao. Xie Ran harus mengakuinya, terlepas dari apa motif Mo Shenxi dan perannya di sini.
Namun berbeda dari Mo Shenxi. Dari sejak melihat betapa gila visual Xie Ran yang bahkan melebihi dirinya, Mo Shenxi sudah menandainya dengan penuh niat jahat bahwa ia ingin mencabik-cabik wajah itu yang membuat kecantikannya tidak ada gunanya. Tidak ada siapa pun yang boleh lebih cantik darinya!
"Kamu adalah Xie Ran, wanita ini telah lama mendengarmu. Mampu menerobos profesional lanjutan di usia remaja, sangat mengagumkan." Mo Shenxi menggunakan kesan memuji untuk memberi 'kesan baik' pada sepupu kecil Tang Yueying. Meski enggan dan merasa hatinya berdarah, ia harus melakukannya.
"Nona Mo terlalu memuji, itu bukan sesuatu yang dapat dibanggakan. Bagaimanapun, aku masih kalah dari Kakak Sepupu yang menerobos lebih awal." Xie Ran melirik Tang Yueying dengan senyuman polos. Seolah tidak menyadari di balik senyuman Tang Yueying yang menjadi pahit dan ingin mencekiknya karena telah banyak menyindir.
Dia tidak tahu bahwa Tang Yueying telah kehilangan banyak!
Tang Yueying terkekeh menutupi rasa kesal yang memberudak, kemudian menatap Mo Shenxi yang tersenyum mengejek. Ia semakin kesal kemudian menatap Xie Ran, berharap dapat mencekiknya sekarang juga.
Tang Yueying berkata dengan lembut, "Tentu saja Adik Ran'er berbeda, seharusnya Ying'er yang iri pada Adik. Tapi, kita datang ke sini bukan untuk saling iri dan cemburu, tapi untuk membuka suasana."
"Aku tahu." Xie Ran tidak banyak menanggapi, senyumnya selesai saat itu juga dan perlahan hilang ketika melihat pelatihan prajurit.
Sebenarnya, Xie Ran tidak pernah tertarik dalam kepelatihan militer seperti itu, tapi kali ini ia telah menaruh beberapa minat. Mengabaikan bagaimana aura tidak nyaman di belakangnya, di mana dua iblis melihatnya dengan pandangan tidak menyenangkan, ia justru merasa terhibur dan tersenyum dalam diam.
Tang Yueying telah banyak bicara selama ini dan Xie Ran hanya mendengarkan. Mo Shenxi selalu ditarik Tang Yueying untuk berkontak dengan Xie Ran, namun Xie Ran terlalu jauh untuk bicara panjang lebar yang berhakhir pada situasi canggung dan panas. Sampai akhirnya Tang Wei datang dengan beberapa urusan dengan Mo Shenxi, barulah Tang Yueying berhenti.
Hari ini cukup berat bagi Xie Ran yang telinganya terus menerima ocehan Tang Yueying yang tanpa henti. Meski ia selalu terlihat tenang setiap saat, jauh di dalamnya ia sangat jenuh dan sangat ingin melihat hasil pekerjaan Tang Yueying yang lama ia tunggu.
Tang Yueying mengulur waktu ke perkemahan yang jelas-jelas tidak seharusnya Xie Ran kunjungi. Jika gadis itu pintar, dia tidak akan membawa Xie Ran ke sana tanpa sebab apalagi berusaha akrab dengannya.
Sampai akhirnya Xie Ran tiba di depan kamar, ia merasa sangat lelah sampai ingin tidur. Tapi ketika akan membuka pintu dan membersihkan diri dalam air hangat yang menenangkan, sebuah tangan menghentikannya dan memberi serangan tapak yang menyebabkan Xie Ran termundur beberapa langkah.
Tang Yueha hadir dengan tatapan tidak bersahabat. Selama ini ia terlihat diam dan tidak melakukan apa pun, tapi kali ini berbeda dari sebelumnya. Xie Ran mulai bertanya-tanya.
"Xie Ran, aku sarankan kamu tidak membuat masalah bagi Keluarga Tang. Berdasarkan kepribadianmu, tidak akan dengan mudah menerima bujukan Tang Yueying begitu saja tanpa motif tersembunyi. Apa yang sebenarnya kamu rencanakan?" Tang Yueha menatapnya tajam penuh permusuhan. Nadanya dingin dan tidak tinggi, tapi penuh ancaman.
Xie Ran tidak menjawab apa pun ucapan Tang Yueha. Ia justru memperhatikannya dengan teliti, mencoba mencari sesuatu yang salah.
Tidak mendapat jawaban dari Xie Ran, Tang Yueha justru semakin kesal dan menariknya agak kasar ke halaman. Ia tidak takut Xie Ran menyerangnya, karena di sini adalah Kediaman Keluarga Tang. Xie Ran tidak akan bersikap sembarangan dengan kekuatannya jika ia tidak bodoh.
Tang Yueha bicara dengan raut tenang dan dingin. "Aku tidak menerimamu di sini, seharusnya kamu tahu itu. Kamu menyakiti Xie Chen, berniat membunuhku, dan melawan Bibi di Kota Ye. Kamu pikir aku bodoh membiarkan parasit sepertimu dibiarkan? Jika kamu ingin kembali, Klan Xie adalah tempat yang paling tepat, bukan Kekuarga Tang."
Xie Ran tidak tahu mengapa Tang Yueha menjadi sangat agresif mengusirnya. Apa Tang Yueha telah mengetahui niatnya? Tapi sejauh ini ia tidak melakukan sesuatu yang mencurigakan, malah tidak banyak pergerakan. Jadi, tidak mungkin Tang Yueha curiga sampai mengusirnya seperti itu.
Walaupun kesan mereka sama-sama tidak bagus, tapi Tang Yueha selalu tenang dan tidak suka ikut campur masalah orang lain. Ia bahkan nyaris berpikir bahwa Tang Yueha terlalu individualis dan tidak peduli pada Keluarga Tang, melainkan hanya peduli pada posisinya di Klan Xie.
Jadi, apa yang menyebabkannya menjadi agrasif?
Di tengah keributan, Cheng Hua datang. Ia terkejut akan Tang Yueha yang tiba-tiba menyerang Xie Ran dan langsung menengahi mereka. Matanya melotot tajam pada Tang Yueha.
"Apakah seperti ini kami mendidikmu? Xie Ran adalah tamu penting dari Klan Xie, tidak seharusnya kamu bersikap kurang ajar. Seharusnya kamu menenangkan orangtuamu di langit, bukannya mencoreng mereka akan tindakanmu yang tidak bermoral. Mengusir seroang tamu bukanlah tindakan bermoral, seharusnya kamu tahu itu. Jika kamu lupa, cepatlah pergi ke makam leluhur untuk berlutut!"
Tang Yueha terdiam akan kalimat yang dilontarkan Cheng Hua. Membawa nama orangtuanya, Tang Yueha semakin geram dan nyaris mengutuk wanita itu dengan sumpah serapah. Namun ia hanya bisa menahan diri dan menekan telapak tangannya sampai kuku-kukunya memutih.
"Bibi, aku hanya memberitahu Xie Ran untuk kembali ke Klan Xie sesegera mungkin. Bibi Tang merindukannya, tapi dia tidak tahu berterimakasih dan malah pergi jauh memberi jarak pada keluarga yang seharusnya ia pedulikan." Tang Yueha tetap menekankan kata-katanya, terus mendesak Xie Ran untuk pergi.
"Xie Ran berada di sini dibawa oleh Yueying. Segala tentang Xie Ran, dipertanggung jawabkan oleh Yueying dan kamu tidak memiliki hak atas itu. Asalkan kamu tidak membeberkan keberadaannya, itu sudah lebih dari cukup untuk membantu."
"Kenapa kau malah melindunginya?" Tang Yueha menatapnya tidak percaya.
"Bagaimanapun, Xie Ran memiliki darah yang sama dengan Xie Chen dan Xie Nu. Meski tidak memiliki garis darah Keluarga Tang, dia tetap anggota keluarga. Kamu tidak akan mengerti." Cheng Hua diam sesaat untuk melihat Tang Yueha dengan teliti dari atas ke bawah. "Aku pikir sudah saatnya yang tepat untukmu memahami, apa itu keluarga. Lusa, aku ingin kamu bersiap bertemu dengan Keluarga Menteri Fu."
Tang Yueha benar-benar terdiam, tatapannya kosong. Tidak disangka, sebelum Tang Yueying, ialah yang dihempas dari keluarga ini untuk 'dijual' pada orang kaya dari Ibu Kota. Sebelumnya ia diberi pada Kaisar Zhong, tapi semua itu gagal dan ia dipaksa pergi ke keluarga menteri. Ini terlalu ....
Cheng Hua mengabaikan betapa terkejut Tang Yueha, anggap itu sebagai hukuman. Ia berbalik menatap Xie Ran dengan senyum yang terangkat sampai matanya menyipit. "Kamu bisa baik-baik tinggal. Jika ada seseorang yang mengganggu, panggil Bibi agar Bibi menghukumnya."
"Terimakasih." Xie Ran tersenyum tipis.
Cheng Hua mengusap bahu Xie Ran dengan lembut. "Kembalilah untuk istirahat, kamu pasti lelah seharian berjalan di luar."
Xie Ran tidak menjawab, hanya mengangguk selagi Cheng Hua berlalu dan menjauh. Melihat Tang Yueha yang hanya diam menatapnya, Xie Ran tidak memiliki banyak kalimat untuk dikatakan. Ia langsung pergi memasuki kamar.
Sebenarnya, ia tidak tersinggung akan perkataan Tang Yueha. Ia justru mendapatkan sesuatu yang membuat sudut bibirnya terangkat sekali lagi.
Semua ini ... semakin menarik.
Setelah masuk dan menutup pintu, ia dapat mencium aroma aneh yang tersebar secara merata di seluruh ruangan kamarnya. Orang lain tidak akan sadar, tapi Xie Ran yang memiliki indera tajam selalu sadar dan sensitif.
Pintu terbuka, memberi pencahayaan pada sebuah ruangan kecil yang hanya dapat menampung satu tubuh dalam satu pintu. Di atasnya, tampak sebuah bunga merah berukuran kecil yang mekar indah, mengeluarkan kabut putih nyaris tak terlihat seolah telah lama hangus.
Aroma harum menyeruak sangat tajam, bahkan Xie Ran yang tidak kuat akan wewangian nyaris bersin saking tajam bau itu. Ia meraih bunga yang diselipkan diantara pakaian, melihatnya dengan seksama sebelum senyum terukir di bibirnya.
"Bunga berkabut, memang cocok dengan namanya," gumam Xie Ran membolak-balikkan bunga itu yang diketahui sangat beracun. Namun, itu seolah tidak mempengaruhinya sama sekali.
Bunga berkabut merupakan bunga beracun yang paling dihindari. Dapat membunuh sekelompok orang dalam radar tertentu dalam waktu singkat. Karena terdapat beberapa herbal yang ditanam dalam bunga, efeknya berubah. Itu tidak lagi dapat membunuh seseorang secara instan, melainkan meracuninya sedikit demi sedikit sampai lemah. Jika menyentuhnya, seseorang akan sangat lemah tak bertenaga sebelum akhirnya lumpuh dan mati.
Tang Yueying tahu bahwa Xie Ran akan menemukan bunga berkabut dan mengambilnya, berharap Xie Ran dapat teracuni dan menjadi sampah tak berguna. Tang Yueying sebelumnya telah meminum penawar racun sebelum memegangnya, lalu membawanya ke kamar Xie Ran.
Sebelumnya Mei Liena telah mengidentifikasi bunga berkabut ketika menemukan daftar obat yang dijatuhkan wanita bercadar yang tidak lain adalah Tang Yueying sehingga Xie Ran diberi obat penawar terlebih dahulu sebelum kembali ke kediaman.
Jika bukan untuk obat, maka untuk racun. Tidak ada gunanya membuat obat yang menyamarkan keadaan tubuh di saat seperti ini. Lalu, tidak mungkin juga Tang Yueying secara pribadi membeli obat biasa, bukan pelayannya saja yang membeli. Itu bukan gaya Cheng Hua.
Kombinasi ibu dan anak itu sangat terlihat di mata Xie Ran. Obat dengan efek positif, dimasukkan pada bunga berkabut yang dapat membuat sekelompok orang mati hanya karena menyentuhnya. Permainan anak-anak ini benar-benar membuat Xie Ran bosan.
Tapi Xie Ran telah menemukan banyak hal menarik hari ini, dia secara alami akan memanfaatkannya. Ditambah dengan hadiah bunga berkabut yang secara pribadi diserahkan dari Tang Yueying, rencananya berjalan begitu lancar dan tepat.
Plot ini, akan sangat mengesankan.