The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
51. Kaki Tangan Raja Iblis



Sebuah kabut muncul membentuk sosok pria tinggi di sebuah tempat. Pria tampan dengan pakaian serba putih dengan wajah dinginnya berjalan melewati gedung akademi yang sepi tanpa diketahui keberadaannya.


Setelah melihat sosok hitam yang muncul tidak jauh dari dirinya berada, dia segera menyamarkan diri. Tepat setelahnya, 5 kabut hitam lainnya muncul di saat bersamaan membentuk sosok berjubah hitam menutupi kepala.


"Bao Jun, lama tidak berjumpa." Salah satu sosok berjubah itu menyapa seorang pria tampan yang baru saja menunjukkan diri. Pakaian mewahnya tertutupi jubah hitam sehingga tersamarkan.


"Apa yang membuat kalian kesini? Kalian tahu tempat apa ini?" Bao Jun menyahuti dengan sarkas. Tidak ada rasa sopan atau hormat diantara mereka.


"Huli Dong'er mati, kau seharusnya sudah tahu hal itu. Ini menyangkut kebangkitan Kaisar Iblis dan tugas Tujuh Raja Iblis."


"Huli Dong'er mati karena kesalahannya sendiri. Jika saja dia tidak ceroboh diketahui manusia, dia tidak akan mati mengenaskan." Yu Zainan ingat jelas apa yang didengarnya hari itu. Huli Dong'er berusaha menghubunginya, namun komunikasi mereka terputus begitu Huli Dong'er mati.


"Kau tahu bagaimana Huli Dong'er mati? Aku pikir, itu mungkin berkaitan dengan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan."


"Kita berkumpul bukan hanya untuk membicarakan kematian Huli Dong'er. Ada sesuatu yang lebih penting." Salah satu sosok berjubah itu memiliki suara wanita yang indah, namun wajahnya tertutupi dengan sempurna. Hanya menyisakan bibir merah seksinya yang menggoda.


"Huai Mao, aku pikir kau tidak akan fokus karena terus berurusan dengan manusia bodoh itu." Salah satu Iblis mencibir.


"Naga Azure berada di tangan manusia, kita harus segera mempercepat pencarian sebelum bangkit kembali. Jika Naga Azure bangkit dan mengembalikan kecerdasannya, belum tentu kita bisa mengendalikannya."


"Aku dengar orangmu mati di tangan seorang gadis manusia. Sangat memalukan ditambah gadis itu yang mencuri Naga Azure. Kau masih memiliki wajah membicarakan pencarian Naga Azure?"


"Di Yushi!"


"Cukup!" Huan Mao segera menjeda perdebatan. Dia menghela napas. "Aku menemukan sesuatu beberapa bulan yang lalu, kalian akan sulit mempercayainya."


"Apa yang kau temukan selain mengurus manusia idiot itu?" Di Yushi mencibir.


Huai Mao mengabaikan cibiran Di Yushi dan melanjutkan, "Keberadaan ilahi Kaisar Langit dan Kaisar Iblis bersamaan. Aku pikir, dia sudah kembali meski terasa samar. Tapi aku pernah terkena serangannya sekali."


"Maksudmu ... Kaisar Iblis sudah kembali?" Qi Jiao terkejut. Munculnya Kaisar Iblis disaat seperti ini, tidak tahu apa buruk atau baik karena kondisinya tidak menentu dan dapat menghancurkan mereka bersamaan.


"Aku belum pasti. Keberadaannya sulit terlacak dan aku yakin dia berada disini beberapa saat lalu. Tapi sekarang telah menghilang. Kondisi Kaisar Iblis tidak menentu, kita harus hati-hati. Untuk alasannya, kalian tahu sendiri." Huai Mao terlihat gelisah.


"Jika seperti itu, maka kita tidak memerlukan Naga Azure untuk menggantikan tubuh Yang mulia. Hanya satu...." Bao Jun mengingat-ingat. "Energi murni."


"Energi murni...." Huai Mao berpikir keras. "Sepertinya aku pernah menemukannya."


"Katakan dimana dia!" Kelima iblis itu segera bersemangat. Bukan hanya manusia yang menginginkan Energi murni, iblis juga bisa mendapat keuntungannya.


Setelah memikirkannya kembali, Huai Mao mulai ingat dan baru menyadari sesuatu.


"Huai Mao, jangan katakan kau telah membunuhnya. Aku tahu, kau selalu perhatian dengan gadis kecil lemah itu. Apa dia?" Di Yushi menebak.


Huai Mao merasa tubuhnya tegang mengingat apa yang telah ia lakukan. "Benar ... aku telah membunuhnya."


"Kau!"


"Aku yakin dia belum mati!" Huai Mao segera mencoba menenangkan para iblis itu. Bisa gawat jika mereka mengamuk dan membunuhnya hanya karena seorang gadis.


"Bagaimana kau bisa yakin?"


"Aku pastikan dengan nyawaku, dia belum mati."


"Lalu dimana dia?"


"Itu... Aku tidak tahu... Tapi aku yakin dia telah melakukan sesuatu saat ini. Dia berpura-pura bodoh namun dia sangat licik tapi juga ceroboh. Aku akan mudah mencarinya." Huai Mao mencoba tenang dan menatap mereka tajam. "Jika aku menemukannya, jangan sentuh dia."


Salah satu Iblis tertawa. "Aku tahu kau hanya ingin menyenangkan Kaisar Iblis. Ribuan tahun kau mendekatinya, pada akhirnya kau harus menikah dengan manusia rendahan."


"Diam!" Huai Mao marah dan menggunakan kekuatannya menyerang Iblis itu hingga penutup kepalanya terbuka akibat menghindar. Tampaklah wajah tampan tegasnya. "Xiao Haozu, jika kau tidak menjaga ucapanmu, aku bersumpah akan menjadikanmu makan anjing neraka."


Xiao Haozu mendengus. "Berlagak. Jika Kaisar Iblis menyukaimu, kau tidak akan menjadi bawahan Tujuh Raja Iblis. Bahkan Kaisar Iblis tidak akan ingat siapa dirimu."


"Kau!"


"Huai Mao, Xiao Haozu! Ini bukan arena bertarung!" Bao Jun kesal. Jika mereka membuat keributan, identitasnya akan terungkap segera.


"Xiao Haozu, lebih baik kau menjaga sikap jika tidak ingin bernasib seperti Huli Dong'er." Yu Zainan menasihati, namun juga mencibir.


"Kematian Huli Dong'er adalah peringatan. Kita harus waspada dengan apa di sekitar kita. Jika ketahuan, segera pergi. Jangan sampai ditemukan olehnya." Qi Jiao memberi usul yang tepat. Dia sudah curiga kematian Huli Dong'er adalah peringatan untuk mereka. Mereka harus waspada.


"Jika sebelumnya dia ada disini, maka cepat atau lambat akan menemukanku." Bao Jun mulai khawatir. Dia belum siap terpenggal seperti Huli Dong'er.


"Turnamen akan segera dimulai, sama seperti pesta di Istana, turnamen kali ini, aku yakin seseorang akan mengungkap Bao Jun. Beberapa dari kita harus hadir mengamatinya. Jika itu adalah gadis yang sama atau siapapun itu, tangkap dia dan bunuh." Qi Jao segera membuat rencana. Dia adalah yang terkuat dan berada di dunia bawah untuk memantau mereka bersamaan.


"Baik!"


"Menurutku, jika itu adalah gadis yang sama, akan lebih baik menangkapnya terlebih dahulu untuk memeriksanya. Takutnya, dia adalah bocah itu," ujar Huai Mao.


"Kau benar, maka sesuaikan dengan rencanamu." Qi Jao setuju. Selain dirinya, Huai Mao terkuat dan memiliki banyak keuntungan dalam hal mata-mata.


"Baik." Huai Mao tersenyum miring di bibir merah darahnya sebelum akhirnya menghilang diikuti dengan yang lain.


Tepat setelah kepergian 6 iblis itu, sosok yang awalnya hanya udara mulai memunculkan wujud aslinya. Wajah tampannya terlihat disertai raut dingin dan mata merah mengerikan.


Itu adalah Qu Xuanzi. Ketika mendengar Xie Ran diungkit, dia sangat marah sampai ingin membunuh Iblis-iblis itu tanpa sisa. Tapi jika dia membunuhnya sekarang, batu loncatannya juga akan hilang dan itu sia-sia. Lagipula, Xie Ran akan lebih senang jika gadis itu yang membunuhnya.


Setelah mata merahnya menghitam kembali tanda telah meredakan amarahnya, beberapa bayangan melesat dengan cepat dan berhenti di belakangnya sambil berlutut. Mereka awalnya ragu ketika melihat betapa marahnya pria itu, tapi karena sudah reda meski sedikit, mereka berani muncul.


Mereka berucap bersama dengan suara tegas. "Memberi hormat pada Yang Mulia!"


"Kenapa kalian disini?" Qu Xuanzi masih dengan nada dinginnya tanpa menoleh ke arah mereka. Tanpa melihat pun ia sudah tahu siapa kelompok dibelakangnya.


"Yang Mulia, setelah ratusan tahun kami telah menemukan Yang Mulia. Ada beberapa hal yang ingin disampaikan, namun menunggu persetujuan Yang Mulia." Salah satunya menjawab dengan hati-hati. Tidak tahu apa yang telah dilewati atasannya, kapanpun bisa berubah, dia tidak ingin mendapatkan masalah yang tidak perlu.


"Katakan!" Qu Xuanzi tidak banyak basa-basi.


Orang-orang ini adalah jelmaan monster yang ia latih sendiri selama ribuan tahun. Mereka sangat paham dengan tempramen Qu Xuanzi dan tidak akan banyak bertele-tele. Bahkan mereka tidak mengucapkan selamat atas kembalinya Qu Xuanzi, itu karena mereka tahu Qu Xuanzi tidak suka kalimat tidak bermanfaat itu dan memilih mengucapkannya dalam hati.


"Kaki tangan Tujuh Raja Iblis telah tersebar ke berbagai penjuru. Salah satunya di Istana, namun sudah mati. Sisanya berada di Akademi Tianshang, Lautan Selatan, Kota Shuiyang, Kota Zichen, dan Makam Naga Kuno. Kami juga telah menemukan beberapa kekuatan Yang Mulia yang terpecah di beberapa tempat terpisah. Perbatasan alam bawah juga telah terbuka sehingga banyak iblis memenuhi benua. Harap Yang Mulia segera mengambil tindakan."


"Aku sudah tahu. Apa ada lagi?"


"Tentang pembicaraan kaki tangan Tujuh Raja Iblis sebelumnya, Yang Mulia sudah mengetahuinya. Kami akan mencari pemilik Energi murni segera."


"Baik!"


Para hewan roh berwujud manusia itu pergi seperti kilat tanpa menyisakan jejak. Selama ini mereka berkelana mencari Qu Xuanzi dan membangkitkan kekuatannya. Mereka juga menghindari Iblis mengetahui keberadaan mereka yang tersisa. Qu Xuanzi menyisakan mereka di Benua ini ketika kehancuran datang untuk melakukan apa yang diperintahnya, mereka akan bekerja keras demi kembali ke kampung halaman sekaligus rumah mereka.


Qu Xuanzi kembali ke kota tanpa menempuh perjalanan jauh. Ketika sampai, dia melihat Xie Ran tidak lagi di atap melainkan tengah berusaha berjalan kembali ke paviliun.


Xie Ran minum dengan Zhong Xiaorong terlalu banyak. Zhong Xiaorong pergi duluan sebelumnya karena Xie Ran yang masih sadar ingin sendiri terlebih dahulu ketika para pria itu menjemput. Alhasil, Xie Ran sendirian sekarang karena kekerasan kepalanya tidak mau pulang.


Xie Ran masih berusaha sadar dan mencoba berjalan. Dia sudah muntah beberapa kali sebelumnya karena kebanyakan minum. Dia sudah lelah dan hanya ingin kembali.


Tangannya menopang tubuh yang berat di dinding dan bersandar di sana sambil berjalan. Kakinya terasa sangat lemas sampai sulit bergerak. Tapi dia tidak menyesal minum terlalu banyak. Setidaknya, suasana hatinya membaik.


Ketika porsi dinding habis, Xie Ran menangkap udara kosong dan jatuh. Bukan jatuh ke tanah, melainkan jatuh ke pelukan Qu Xuanzi dan menahannya agar tidak mencium tanah.


"Xuanzi, apa itu kau?" Begitu merasakan dekapan hangat dan nyaman, Xie Ran tertidur begitu saja setelah lama berjuang mati-matian.


Qu Xuanzi membelai rambutnya dan meraih kakinya untuk menggendongnya. Melihat Xie Ran, suasana hatinya semakin membaik setelah lama marah karena iblis.


Dari kejauhan, beberapa sosok hitam mematung melihat pemandangan langka di depannya hingga mata mereka tidak berkedip sampai Qu Xuanzi menghilang. Mereka bahkan tidak bernapas.


Kejutan itu tidak berlangsung lama ketika salah satu dari mereka mematahkan ranting pohon karena bobot tubuh dan jatuh ke tanah dengan suara dentuman keras.


"Kau menjatuhkan reputasi Yang Mulia dengan jatuh dari pohon." Sosok tersebut segera turun dari pohon menyusul sosok yang mengaduh kesakitan karena jatuh.


"Salahkan ranting bodoh itu!" Sosok yang jatuh itu menggerutu sambil mengusap pantatnya yang jadi korban.


"Kau yang bodoh! Berapa umurmu sampai berulang kali jatuh dari pohon!" Sosok itu mengetuk kepalanya geram.


"Aku terkejut, jadi jatuh begitu saja. Ini kali pertama melihat Yang Mulia dengan wanita. Bukankah biasanya wanita yang mendekatinya selalu dibunuh?" Sosok itu bicara tanpa beban sambil melepas topengnya dengan malas. Tampaklah wajah tampannya yang bersinar dan kekanakan.


"Benar, aku juga terkejut," gumamnya. "Dimulai dari kakakku lahir, punya anak, cucu, dan cicit, Yang Mulia masih sendiri di Istana."


"Kau juga sendiri." Pria tampan itu mengejek.


"Aku lahir ketika cucu kakakku lahir! Aku tidak memiliki kesempatan mengenal wanita selama ini." Siapa suruh Yang Mulia begitu ketat dalam latihan sampai tidak bisa bolos untuk bersenang-senang. "Sudahlah, yang penting kita menemukan fakta Yang Mulia sudah berubah dan rumor Yang Mulia tidak normal terpatahkan. Aku terharu...." Dia memasang wajah terharu yang membuat rekannya muak.


"Kau mengatakan Yang Mulia tidak normal, ingin kehilangan bagian yang mana? Kepala? Jantung? Atau ... kau ingin aku bantu mengeluarkan inti hewan?"


"Tidakk! Aku hanya terkejut, itu saja. Jangan beritahu Yang Mulia. Kawananku masih membutuhkanku." Pria tampan itu langsung meringkuk ketakutan dan menggelayuti kaki temannya.


Pria bertopeng itu mendengus. Serigala bulan merah legendaris dari mana? Yang dia lihat hanyalah anjing bodoh yang masih belum dewasa padahal usianya sudah ribuan tahun. Ingin sekali dia menendang anjing gila ini.


"Li Chen, Dou Dou, apa kalian kurang kerjaan?" Seorang wanita cantik serba hitam muncul dengan sorot tajam dan kedua tangannya berkacak pinggang melihat rekan bodohnya yang berulah.


"Ann Rou, Li Chen menindasku!" Dou Dou yang baru saja bergelayutan segera berdiri tegak dan mengadu.


"Kau yang kurang kerjaan. Yang Mulia sudah ditemukan, kita lanjutkan apa yang harus kita lakukan, jangan membual!" Ann Rou menatapnya garang membuat Dou Dou bergidik.


"Ann Rou, kau pasti akan senang dengan berita ini."


"Apa?" Ann Rou menyahuti dengan malas dan penuh kekesalan. Hilang sudah semua waktunya hanya karena anjing gila ini.


"Baru saja aku melihat Yang Mulia bersama dengan wanita. Tidak seperti biasanya, dia sangat romantis!"


Ann Rou menatapnya penuh kejutan. "Apa Yang Mulia kerasukan Kaisar Iblis? Bagaimana nasibnya? Ah, kenapa tidak menolong manusia itu! Kau tahu siapa saja yang ditemui akan mati, kenapa kau tidak sedikit menolong! Kasihan adik kecil yang malang, dia pasti murid di sini dan masih ingin belajar...."


Dia mulai lagi, Li Chen sudah bega dengan suasana ini. Tidak Dou Dou maupun Ann Rou, selalu heboh dengan tiap berita mengenai Yang Mulia. Terakhir ketika Yang Mulia dirumorkan tidak normal, Ann Rou menangis seharian karena tuan kesayangannya dikatain tidak normal dan memukul siapapun yang mengganggu. Sedangkan Dou Dou, si anjing gila itu sudah seperti petasan di Istana. Untung kepala mereka masih utuh karena Yang Mulia tidak tahu.


"Ann Rou, jangan berlebihan. Tidak terjadi apapun yang buruk." Li Chen berusaha tenang. Jika Ann Rou tidak satu spesies dengannya, atau setidaknya Ann Rou adalah sejenis tikus atau rusa, dia sudah memakannya sejak awal bertemu.


"Benarkah? Tidak ada yang buruk? Terakhir Huai Mao yang bodoh itu mengganggu Yang Mulia, dia beruntung diselamatkan salah satu Tujuh Raja Iblis sialan yang sangat ingin aku jadikan mainan garuk. Sayangnya, iblis sialan yang memotong ekorku itu masih hidup." Ann Rou masih sangat kesal mengingatnya. Ekor kesayangannya yang indah dipotong begitu saja jadi pendek seperti kelinci. Untung sekarang sudah tumbuh kembali atau dia benar-benar akan menghabisi ekor Huai Mao juga.


"Bicara tentang Huai Mao, sepertinya dia akan bermain dengan Yang Mulia lagi." Li Chen ingat betul bagaimana Iblis itu menyusup dan mengganggu Yang Mulia sampai nyaris mati.


"Ha! Aku tidak sabar mencabut ekornya yang selalu dibanggakan! Tidak perlu mengotori tangan Yang Mulia dengan darahnya." Ann Rou memiliki dendam kesumat pada iblis itu. Hanya seekor kucing neraka, dia sebagai kucing es tiga ekor yang dihormati akan menginjaknya berkali-kali sampai terbenam ke perut bumi.


"Aku tahu dimana Huai Mao berada. Dia sedang mencari Energi murni untuk menyenangkan hati Kaisar Iblis, bagaimana jika mengacaukannya?" Dou Dou tiba-tiba memberi saran yang membuat mata tajam Ann Rou berkilat dengan senyuman licik.


"Tidak perlu diberitahu, aku juga sudah tahu dari aromanya. Mainan kecilku yang berharga, tunggu aku~" Ann Rou menghilang begitu saja menyusul Huai Mao ke tempatnya dengan girang. Sebelumnya dia tidak bisa melakukan apapun pada iblis itu karena masih dalam misi pencarian. Sekarang dia sudah cukup luang untuk membalas dendam.


Melihat kepergian Ann Rou, Li Chen menatap Dou Dou penuh tuntutan. "Kenapa kau memancingnya berulah?"


Dou Dou menyengir. "Supaya ada teman. Lihatlah, siapa yang awalnya mengatakan kita tidak ada kerjaan. Dia sendiri yang mencari masalah pada Iblis."


Li Chen menyipitkan matanya merasa jengkel dengan perlakuan anjing gila itu. "Aku benar akan mengadukanmu."


Dan benar saja, Ann Rou mengejar Huai Mao dengan kecepatan kilat seperti bayangan dan menyambarnya seperti petir yang menyambar.


Huai Mao termundur beberapa meter terkena sambaran dan segera menghindar kembali ketika sinar biru cerah dan dingin muncul menyambarnya.


Jubah hitam terlepas akan sambaran membiarkan Huai Mao melayang di udara dan mendarat di tanah dengan tenang. Iris merahnya yang seperti kucing menatap wanita beberapa meter di depannya tajam.


"Kucing es kecil, ternyata kau masih hidup dan memulihkan ekormu." Huai Mao tersenyum miring melihat 3 ekor Ann Rou menyala di punggungnya seperti hantu kemudian menghilang.


"Hmph! Kali ini aku akan mencabut ekor dan bulu sampai botak!" Ann Rou berlagak sombong. Dia telah meningkat selama ratusan tahun terakhir dan dia tidak akan kalah lagi dengan hewan iblis ini.


"Kau hanya kucing yatim yang tidak memiliki rumah, apa bisa dibandingkan denganku?"


"Aku memang tidak punya rumah, tapi aku punya tuan yang peduli padaku. Tidak denganmu yang menikah dengan manusia dan memiliki anak. Oh, ya ampun, aku tidak bisa memikirkan bagaimana jadinya jika mereka tahu telah diperdaya seekor kucing iblis selama bertahun-tahun. Kalian para Iblis, hidup menyamar sebagai manusia dan mengatakan bahwa kalian adalah manusia. Berbeda denganku, aku hewan suci tidak perlu berbaur dengan manusia untuk mendapat kepercayaan." Ann Rou mengatakan kebenaran, hewan suci selalu dipuja dan dihormati sebagai simbol dewa yang tidak boleh disinggung. Berbeda dengan hewan iblis yang menjadi ancaman dan selalu dibunuh.


"Kau!" Huai Mao membenci fakta dia telah menikah dengan manusia lemah itu. Entah bagaimana kucing nakal ini tahu tentang hal itu dan dijadikan cemoohan. Dia menikah untuk mendapat posisi tertinggi yang tengah ia bangun. Bukan untuk hal lain!


Ann Rou semakin bersemangat menggunjing wanita iblis itu. "Apa menurutmu, Kaisar Iblis benar-benar akan menerimamu? Aku bahkan ragu bahwa dia akan menatapmu meski kau telah memberinya Energi murni. Kau hanya akan berakhir dengan Raja Iblis dan menjadi bawahannya yang setia untuk kedua kalinya."


Sinar ungu gelap muncul menyerang Ann Rou dengan tekanan tinggi hingga Ann Rou harus menghindar dengan cepat. Sebilah sinar itu kemungkinan dapat membelah manusia dalam satu tebasan, namun tidak dengan Ann Rou yang tetap memasang senyum liciknya yang penuh semangat.


Begitu Ann Rou akan mengeluarkan bilah esnya, kabut hitam muncul menghalangi pandangan bersamaan dengan pasir yang memasuki matanya. Ann Rou segera melesat dengan cepat dan menormalkan penglihatan, namun Huai Mao sudah menghilang bagai ditelan kabut.


"Kucing kecil, minta tolonglah pada tuanmu untuk tidak ditemukan."


Suara Huai Mao menggema bersamaan dengan menghilangnya kabut. Ann Rou berdecak sebal dan menghentakkan lengannya setelah tidak merasakan keberadaan wanita itu lagi.


"Huai Mao, kau pengecut! Aku akan mencabut semua bulu dan ekormu! Aku akan menjualmu ke penangkaran hewan sebagai kucing albino!"