The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
157. Antariksa



Qu Xuanzi menunggu dalam diam selama beberapa menit ke depan. Berdiri seperti patung dengan mata tertutup, lalu membuka mata setelah merasakan seseorang yang ia tunggu mendekat.


Pintu di belakangnya terbuka, menampakkan gadis cantik bergaun putih dengan penampilan memikat yang dapat menggemparkan dunia. Hanya saja, rambutnya kini menjadi hitam kecokelatan, begitu pula matanya. Karena akan keluar, ia tidak ingin terlalu mencolok. Wajahnya saja sudah sangat mencolok.


"Kamu belum mengatakan ke mana kita akan pergi." Xie Ruo penasaran. Jarang-jarang mereka pergi berdua, karena biasanya selalu ada hal penting dan berakhir dalam pertempuran besar.


"Jangan membawa siapa pun."


"Siapa?" Xie Ruo bingung.


Qu Xuanzi menggerakkan jarinya. Pada saat yang sama, sebuah kepala buntung muncul dari cincin spasial Xie Ruo, melayang di udara disertai teriakan menyedihkan seolah sedang ditindas.


Selama ini, kepala satan adalah satu-satunya yang menemani Xie Ruo di Menara Suci tanpa diketahui siapa pun. Mungkin Sheng Xian sudah tahu, tapi tidak mengungkitnya. Jika para murid tahu, mungkin mereka akan sangat ketakutan dan menendang kepala satan pergi.


"Dia tidak akan mengganggu." Xie Ruo menahan tawa. Nasib kepala satan memang sangat malang.


"Pilih salah satu, Xiao Caihong atau mainanmu." Sebenarnya, Qu Xuanzi tidak ingin kedua makhluk mungil itu ikut.


Ketika Xiao Caihong disebutkan, ular kecil itu muncul di bahu Xie Ruo dengan pandangan berbinar. Rupanya masih ada yang mengingat ketika semua orang melupakannya.


Berpikir sejenak, Xie Ruo melihat Xiao Caihong dengan kasihan. "Kau harus tinggal." Kemudian pandangannya terarah pada kepala satan yang masih melayang di udara. "Kau ... jaga dia dengan baik, atau aku akan menginjakmu."


"Menjaga anak itu?" Kepala satan bergidik ngeri. Xiao Caihong adalah ras hewan suci, kekuatannya dapat memusnahkannya. Bagaimana jika ia dimakan?


"Jadilah pengurus yang baik. Kau tinggal tidak gratis. Aku melindungimu, kau membantuku." Xie Ruo memberi syarat yang membuat kepala satan melemas seketika.


Alasan Xie Ruo meninggalkan mereka berdua tidak lain karena mereka akan membuat masalah jika dipisahkan. Jika salah satu harus dibawa, yang lainnya juga harus dibawa. Begitu pula sebaliknya.


Jika hanya membawa kepala satan, sudah sangat jelas Qu Xuanzi tidak menyukainya dengan alasan tertentu. Tapi jika ia membawa Xiao Caihong, siapa yang akan menyamarkan aura kepala satan di Menara Suci? Kepala malang itu bisa terbuang lebih cepat. Bagaimanapun kepala satan adalah temannya yang paling mudah diajak bicara selama di Menara Suci.


Pada akhirnya, kepala satan terlepas dari sihir dan jatuh ke lantai. Xiao Caihong dengan patuh menjadi manusia kecil dan menyeretnya ke dalam ruangan Xie Ruo.


Meski 10 tahun sudah berlalu, Xiao Caihong tetap sekecil ketika baru berevolusi. Hanya saja ia lebih kuat. Setelah ia memenuhi kualifikasi, ia bisa memilih jenis kelaminnya sendiri.


"Beres." Xie Ruo akhirnya merasa sangat lega. Duo beban itu akhirnya lepas saat kesempatan datang sehingga alasannya tidak begitu kejam.


Qu Xuanzi tersenyum tipis, tangannya mengeluarkan sebuah benda putih sebelum akhirnya ditempatkan di wajah Xie Ruo secara hati-hati.


"Kau terlalu mencolok, itu tidak baik." Qu Xuanzi bicara sambil memakaikan topeng putih ke wajah Xie Ruo. Topeng itu menutupi sebagian wajah, memiliki hiasan indah dan tidak berlebihan, sangat cocok di wajah cantiknya.


"Guru besar, sepertinya kamu khawatir." Xie Ruo melingkarkan lengannya di leher Qu Xuanzi sambil memasang senyum jahil.


"Kamu baru keluar setelah bertahun-tahun menutup diri. Meski namamu cukup populer, tidak ada yang pernah melihatmu. Lebih baik tetap seperti itu."


"Apa karena aku terlalu cantik?"


Tangan Qu Xuanzi mencubit salah satu pipi Xie Ruo, merasa gemas padanya. "Sangat cantik."


"Jadi, kapan kita pergi?"


"Sekarang." Pria itu mengeratkan lengannya yang melingkari pinggang Xie Ruo. Hanya dalam beberapa detik, sosok mereka berubah menjadi seberkas cahaya dan melesat ke langit seperti bintang jatuh.


Tidak tahu berapa lama waktu dilalui, mereka telah sampai di pinggiran kota untuk menunggu malam hari. Qu Xuanzi mengatakan, berada di tempat itu, malam lebih bagus dari siang, jadi lebih baik berjalan-jalan di kota daripada seharian di langit.


Ada banyak hal berubah selama 10 tahun terakhir. Xie Ruo merasa baru keluar dari gua ketika melihat beberapa orang menunggangi harimau atau bahkan banteng yang menarik kereta yang menumpangi seorang pria kaya. Ini baru baginya.


Meski Xie Ruo sering menumpang di punggung naga-naga yang kini entah ada di mana, ia tidak pernah melihat orang lain yang membiarkan hewan buas berjalan di sekitar kota dengan aman. Seolah manusia sekarang memiliki hati yang lebih toleran membiarkan hewan buas tingkat rendah berkeliaran bebas seolah di rumah sendiri.


Mengabaikan nasib tertinggalnya, Xie Ruo memilih berkeliaran dengan bebas. Tidak lupa, melakukan rutinitas jalan-jalan, membeli makanan.


Kebetulan kota tengah mengadakan festival. Semacam valentine jika di dunia modern, sehingga ia terus mendapat diskon karena datang bersama Qu Xuanzi. Itu menghemat pengeluaran uang yang selama ini menjadi barang berdebu di cincin ruang.


Ada terlalu banyak acara di sekitar kota sehingga dipenuhi dengan banyak pasangan yang berkencan. Hanya saja, tidak ada yang menarik perhatian Xie Ruo. Semua ia lewati hanya untuk melihat-lihat dan membeli makanan.


Sampai akhirnya malam tiba, festival di kota semakin meriah. Petasan dilepaskan, tarian di mana-mana, lampion menggantung di seluruh toko. Ada banyak kompetisi yang diadakan sampai jalanan menjadi sesak.


Karena jalanan sesak, Xie Ruo hanya bisa duduk di ujung sambil makan permen dan memperhatikan tarian berpasang yang diselenggarakan untuk umum. Ia tidak ikut, karena terlalu malas. Ditambah, Qu Xuanzi juga tidak tertarik.


Xie Ruo tidak tahu, sejak tadi Qu Xuanzi menjaganya dari tatapan pria yang berkelana dengan berbagai niat. Meski topeng itu menyembunyikan aura dan identitas, tetap saja tidak bisa menyembunyikan 100% seluruh pesona alami yang dimilikinya.


Saat ini, Xie Ruo lebih terlihat seperti gadis polos dengan permen di tangan, yang membuat banyak orang berpikir akan mudah diculik hanya karena tawaran permen atau cokelat. Sayangnya, pria di sisinya memiliki aura mengerikan yang membuat semua pria dengan niat buruk meneguk saliva.


"Ruoruo, kita pergi sekarang." Qu Xuanzi sudah terlalu kesal dengan para pria yang berpikiran buruk.


Xie Ruo mengangguk dan mengikuti Qu Xuanzi yang menuntun tangannya. Pada saat yang sama, suara Sarah terdengar di telinganya.


"Nona, beberapa pesan datang dari keenam sistem."


Xie Ruo diam untuk beberapa saat. Pasti teman-temannya sudah menyadari bahwa ia telah keluar dari Menara Suci karena koneksi yang tersambung setelah melewati array Menara Suci. Hal ini sama seperti ketika ia menghilang dan kembali dari Dunia Bawah.


"Matikan koneksi sekarang." Untuk saat ini, ia hanya bisa meminta maaf pada mereka.


Ia masih belum bisa menunjukkan diri, bahkan rencana pergi ke Klan Xie hanya untuk melihat kakek dan neneknya dari jauh karena pelatihannya masih belum selesai. Hanya satu langkah lagi, ia baru bisa pulang dan menunjukkan diri ke semua orang bahwa ia adalah Xie Ruo, penerus Klan Xie yang selama ini dipertanyakan keberadaannya.


"Baik." Sarah langsung mematikan koneksi sehingga tidak bisa menggunakan komunikasi untuk saat ini.


"Nona, apa kamu tidak merindukan mereka? Setidaknya, beritahu kabarmu meski hanya sekali." Long Long yang dua tahun lalu terbangun bertanya dengan rasa penasaran. Meski tubuhnya ada di tempat lain bersama naga lainnya, kesadarannya masih terikat dengan Xie Ruo karena kontrak dengan energi murni.


"Aku tidak ingin membuat mereka terlalu berharap padaku. Kamu juga jangan beritahu yang lain."


"Baik, Nona."


Melihat raut Xie Ruo yang tampak murung, Qu Xuanzi menghentikan langkah. Ia berdiri tepat di hadapan Xie Ruo, kemudian mengusap wajahnya yang redup.


"Kau merindukan mereka?" Qu Xuanzi tahu dengan siapa Xie Ruo bicara. Percakapan mereka terdengar di telinganya.


Xie Ruo menghela napas. "Aku keluar Menara Suci hanya sementara, kedepannya tidak bisa keluar lagi. Lima tahun yang lalu, sebenarnya aku bisa keluar, tapi aku tidak melakukannya agar ketika berpindah tubuh, tubuh Xie Ran bisa mendapat kesempatan keluar untuk dimakamkan berdasarkan perjanjianku dengan Ratu. Sekarang, aku keluar karena ada kesempatan."


"Jika kamu mau, kamu tidak harus kembali ke Menara Suci."


"Kekuatanku belum sempurna."


"Bahkan Ratu Menara Suci sudah tidak sebanding denganmu. Tidak ada lagi yang bisa dia ajarkan padamu."


"Apa dia mengatakan semuanya?" Xie Ruo tidak terkejut. Posisi Qu Xuanzi lebih tinggi, wajah jika Sheng Xian memberitahu semua pelatihannya pada Qu Xuanzi dengan patuh.


Meski Xie Ruo sudah bisa menggunakan kekuatan ilahi ke tahap tinggi, ia masih belum leluasa memakainya karena belum menjadi dewi. Dua tahun yang lalu, kultivasinya bermasalah karena tidak bisa menerobos hati sutra yang merupakan syarat menerima keilahian secara keseluruhan melalui energi murni.


Selama beberapa bulan itu, Xie Ruo menerima rasa sakit tak tertahankan sampai akhirnya berhasil menerobos secara paksa. Hati sutranya tidak sempurna, karena sifat hati sutra adalah penyucian hati dari semua masa lalu.


Seperti yang pernah tertuliskan dalam buku, semua perasaan akan dilupakan dan menghilang. Xie Ruo menolak semua itu dan mengalami cedera internal yang tidak ringan.


Karena kekuatannya tidak sempurna, proses menjadi dewi terhambat sampai sekarang. Ia telah melakukan banyak cara, tapi selalu gagal mencapai tahap keilahian puncak. Ia tidak akan khawatir jika umurnya tidak pendek dan bisa berlatih selama ratusan tahun lagi. Sayangnya ....


"Karena Dunia Atas sudah muncul, semua itu tidak akan mustahil."


"Kau akan membawaku ke sana? Apa bisa?" Xie Ruo ragu. Ketika di Menara Suci, ia mendengar tentang pembatas alam. Manusia tidak bisa berlama-lama di Dunia Atas atau rohnya akan terkoyak karena energi Dunia Atas berbeda dengan energi Dunia Tengah.


"Aku tidak pernah bermain-main dengan ucapanku."


"Kalau begitu, kau membawaku pergi dari Menara Suci, tujuan sebenarnya adalah pergi ke Dunia Atas?" tebak Xie Ruo.


Qu Xuanzi tersenyum, tanda ia memang akan membawa Xie Ruo ke Dunia Atas segera. "Sebelum itu, ada beberapa tempat yang harus dikunjungi. Kalau tidak salah, aku pernah berjanji, akan membawamu melihat galaxy setelah kekuatanku pulih."


Xie Ruo berpikir sejenak, mengingat-ingat apa yang ia lewatkan. "Kau mengingatnya? Aku bahkan tidak akan ingat jika kau tidak mengatakannya."


"Sudah kukatakan, aku tidak pernah bermain-main dengan ucapanku." Qu Xuanzi menempatkan Xie Ruo ke pelukannya dengan erat, sebelum akhirnya sinar emas membawa mereka ke langit tertinggi.


Melihat ke bawah, dataran semakin lama semakin mengecil ditutupi oleh perhutanan hijau. Burung-burung melintas melewati mereka di langit, terbang bersama-sama dengan kepakan yang yang kompak.


Semakin lama semakin tinggi, ketinggian yang bahkan tidak bisa dicapai beberapa burung hingga menembus awan. Sejak tadi, Xie Ruo hanya melihat ke bawah. Melihat kekaisaran dan hutan yang sedikit tertutupi awan putih di bawah kakinya.


Melihat ke atas langit di mana bulan dan bintang berada dan tampak sangat dekat, ia paham mengapa Qu Xuanzi memintanya menunggu malam tiba. Semua ini sudah direncanakan.


Menyadari Qu Xuanzi tidak berhenti terus terbang ke atas, Xie Ruo menjadi gugup. "Xuanzi, kau yakin ke luar sana?"


Qu Xuanzi melirik Xie Ruo, kemudian terkekeh. "Takut tidak ada udara?"


"Bagaimanapun, aku adalah makhluk hidup." Xie Ruo tidak bisa membayangkan ia membeku dan kehabisan udara di atas sana. Meski umurnya pendek, ia tetap tidak mau mati sekarang.


Qu Xuanzi terkekeh akan pemikian Xie Ruo yang terlalu jauh. Tentu ia sudah memikirkan dan menyiapkan semua yang dibutuhkan. Kalau tidak, ia tidak perlu bicara mengenai pergi ke luar angkasa.


"Percayakan padaku." Qu Xuanzi tetap tenang.


Kekuatan Kaisar Langit bisa menembus atmosfer setebal apa pun dan dapat menahan tekanan luar angkasa. Bahkan lapisan atmosfer tidak bisa menghalangi jalannya, kondisi luar angkasa juga tidak akan mempengaruhinya. Sebelum terbang, ia juga sudah memberi perlindungan untuk Xie Ruo. Ketahanan itu lebih baik daripada baju astronot yang sangat besar dan tebal.


Xie Ruo mempereratkan pegangannya. Dataran semakin jauh dan sedikit tertutup awan. Hingga akhirnya berhasil keluar dari bumi.


Biru dan hijau saling menyatu membentuk tekstur laut dan daratan yang saling terhubung. Penampakan bulan menjadi lebih besar dari yang biasa ia lihat. Begitu pula matahari, seperti bola merah berapi yang sangat cerah.


Asteroid melintas seperti sekumpulan batu besar. Beberapa cahaya yang berasal dari komet meluncur di berbagai arah sekitar ruang kosong dan gelap.


Masih belum berhenti sampai sana, mereka melewati planet-planet sekitar yang mengelilingi matahari sebagai bintangnya. Jaraknya sangat jauh untuk keluar dari tata surya.


Xie Ruo khawatir, bagaimana jika Qu Xuanzi lelah? Ia tebak, sudah beberapa tahun cahaya dalam waktu singkat sampai ke luar tata surya, dibutuhkan sangat banyak energi untuk meraihnya.


"Apa kamu lelah?"


"Dunia Atas justru lebih jauh dari ini."


"Benarkah? Seberapa jauh itu?"


"Kamu akan tahu nanti. Sekarang, kita belum mencapai tujuan kita ke luar angkasa. Pegangan lebih erat."


Xie Ruo menurut, sebelum tubuhnya merasa tertarik sangat cepat dan sangat jauh dari tempat sebelumnya. Tidak tahu berapa lama waktu yang dilalui, ia sudah melihat bintang lain yang dikelilingi beberapa planet.


Bintang-bintang itu sebesar matahari, ada juga yang lebih besar dan lebih kecil. Semua itu berhasil membuat Xie Ruo terpana. Bintang yang selama ini ia lihat sebagai titik kecil di langit, dan diakui sebagai sosok yang meninggal di pemikiran orang kuno, kini memiliki ukuran sebesar matahari dengan cahaya indah.


Terbang jauh ke luar sana, ia sudah keluar dari galaxy setelah melalui kelompok asteroid yang berterbangan. Lingkaran ungu yang dipenuhi dengan bintang yang bersinar. Semakin jauh dari galaxy dan melewati lingkaran hitam, semakin terlihat galaxy lain yang terlihat di antara ruang kosong. Tidak hanya satu atau dua, Xie Ruo tidak bisa menghitungnya.


Tidak disangka ia benar-benar akan melihatnya.


"Sangat indah ...." Xie Ruo tidak tahu harus memasang ekspresi seperti apa. Ia terlalu bahagia sampai tidak bisa berkata-kata. Sayangnya, kemampuannya masih belum bisa menangani tekanan di tempat ini, atau bahkan berdiri dengan tegak sehingga hanya bisa bersandar pada Qu Xuanzi.


"Jika kau suka, aku bisa membawamu ke sini setiap saat."


Xie Ruo agak terkejut. Tidak seharusnya sampai seperti itu, 'kan? Kenapa Qu Xuanzi seolah mengatakan bahwa tempat ini sekadar kampung halamannya?


"Xuanzi, jangan katakan kau sering—"


"Anggap sebagai tempat bermain."


Xie Ruo terdiam, kemudian berkata, "Kurang kerjaan."


"Aku belajar."


"Apa yang kau pelajari?" Sebenarnya tidak dijawab juga tak apa. Paling tidak hanya belajar mengenai penelitian astronomi.


"Selama 10 tahun terakhir, selain menyelesaikan masalah Dunia Atas, aku mencoba mencari dunia lain tanpa melalui portal. Dunia yang pernah kita tempati, lalu tinggalkan."


"Kau mempelajari multiverse? Kenapa tidak bertanya pada kakekmu?" Menurut Xie Ruo, kakek Qu Xuanzi yang dapat membuat portal dunia lain sudah pasti sangat berpengetahuan, lebih tahu banyak hal mengenai multiverse. Ia juga penasaran.


Qu Xuanzi tersenyum penuh arti. "Dia ada di dunia yang berbeda dari tiga dunia."


"Di mana?"


"Tempat yang lebih tinggi dari Dunia Atas."


Xie Ruo jadi ingat perkataan Xie Jin. Xie Jin juga ada di dunia yang berbeda dari tiga dunia, juga bukan dunia modern di mana ia tinggal dulu. Tempat di mana dewa tertinggi berada.


Tapi, kenapa Qu Xuanzi tidak ada di tempat itu? Apa karena dia lahir di Dunia Atas?


"Kenapa kau tidak di sana?"


Qu Xuanzi diam untuk sejenak, kemudian menatap Xie Ruo dengan lekat. "Banyak hal penting yang harus dilakukan, aku tidak bisa pergi."


"Apa tidak bisa bebas datang dan pergi?"


Qu Xuanzi menggeleng pelan. "Waktu di sana dan tiga dunia berbeda. Bisa jadi sehari di sana, di dunia ini sudah beberapa tahun."


Xie Ruo tidak banyak tanya lagi. Ia tidak bisa membayangkan tempat seperti apa itu dan tidak berani membayangkannya. Tapi ia penasaran, seperti apa dunia itu dan apa saja di dalamnya. Apa Qu Xuanzi mengetahuinya?


----------------


Selagi baca novel, sekalian belajar antariksa yuk~




Atmosfer


Lapisan gas yang melingkupi bumi, dari permukaannya sampai jauh di luar angkasa.




Asteroid


Benda angkasa yang berupa pecahan kecil-kecil dan bergerak mengelilingi matahari. Pecahan kecil-kecil itu berupa batu dengan bentuk yang tidak beraturan. Asteroid disebut juga planet kecil atau planetoid.




Komet


Benda langit yang mengelilingi matahari dengan garis edar berbentuk elips/lonjong, parabolis, atau hiperbolis. Komet adalah salah satu benda langit yang terbentuk dari kabut tipis yang panjang.




Planet


Sebuah benda langit yang mengorbit pada suatu bintang, dengan lintasan dan kecepatan tertentu.




Matahari


Bintang di pusat tata surya. Bentuknya nyaris bulat dan terdiri dari plasma panas bercampur medan magnet.




Lubang Hitam


Bagian dari ruang waktu yang merupakan gravitasi paling kuat, bahkan cahaya tidak bisa kabur. Di sekitar lubang hitam ada permukaan yang disebut horizon peristiwa. Lubang hitam (Black Hole) terletak di bagian tengah galaxi bima sakti.




Galaxi


Sistem masif yang terikat gaya gravitasi yang terdiri atas bintang (dengan segala bentuk manifestasinya, antara lain bintang neutron dan lubang hitam), gas dan debu medium antarbintang, dan materi gelap–komponen yang penting namun belum begitu dimengerti.




Gugus Galaxi


Suatu struktur yang terdiri dari ratusan sampai ribuan galaksi yang terikat bersama oleh gravitasi.




Source : Wikipedia, Gramedia, Ruang Guru, Tips Pintar


Note :


Penjelasan di atas hanya untuk benda-benda luar angkasa yang aku lokasikan dan sebutkan dalam narasi. Masih ada banyak benda luar angkasa lain seperti meteor, astroid, dll. Kalau penasaran, kalian bisa pelajari sendiri di website atau wikipedia, bisa lihat gambarnya juga.


Bila ada kesalahan, mohon dimaklumkan karena aku bukan mahasiswa jurusan astronomi yang—mungkin—lebih mengerti masalah astronom. Aku menulis ini hanya sebatas tertarik dengan ilmu astronom yang luas dan menarik.


Sekian, terima gaji, eh terima kasih ....