
Sisi lain wilayah peperangan.
Pasukan Jenderal Lawana yang bertemu dengan pasukan Jenderal Orda juga mengalami kekalahan.
Jenderal Orda adalah Jenderal tipe strategi, sedangkan Jenderal Lawana adalah Jenderal tipe insting. Strategi yang digunakan oleh Jenderal Orda benar-benar membuat ia dan pasukannya kalang kabut. Walaupun pasukan mereka gagah berani, namun menghadapi strategi pintar Jenderal Orda membuat ia kehilangan banyak pasukannya.
Hanya Jenderal Mada yang memiliki ilmu kanuragan yang tinggi yang dapat terus memberikan tekanan kuat kepada pasukan musuh.
Bahkan Jenderal Tolu juga sangat tertarik dengan kemampuan Jenderal Mada.
"Jenderal kiri itu sangat hebat. Aku akan mencoba menyerangnya"
Jenderal Tolu langsung mengajak kavalerinya untuk menghentikan gerak maju pasukan Jenderal Mada.
Pasukan berkuda Jenderal Tolu memiliki fisik yang besar, dengan armor yang terlihat begitu kuat. Dalam memilih prajurit dibawah komandonya, Jenderal Tolu selalu melakukan seleksi yang ketat. Sehingga para prajurit dibawahnya adalah prajurit terbaik dari yang terbaik.
Sepanjang perjalanan menerobos, ia dan pasukannya juga banyak membunuh pasukan aliansi.
Serangannya begitu mematikan, sepanjang perjalanan tidak ada satupun prajurit aliansi yang dapat membunuh salah satu prajurit Jenderal Tolu.
Sementara Jenderal Mada terus melakukan dorongan kepada musuh-musuhnya. Pasukannya berhasil menerobos jauh kedalam pasukan musuh, membuat sisi kiri mereka kehilangan kendali.
"Brengsekk Jenderal kiri itu, jika dibiarkan sisi kiri kami akan habis"
Jenderal Tolu mempercepat gerak laju pasukannya untuk segera menuju pasukan Jenderal Mada.
Tidak lama kedua Jenderal memasuki jarak tempur Jenderal Mada.
"Hahahaha, aku akui kamu memiliki kemampuan yang lebih baik dari pemimpin yang lain"
Jenderal Tolu langsung berkata dengan keras ke arah musuhnya. Suara kerasnya menggema kesegala penjuru.
Jenderal Mada yang melihat Jenderal musuh mendekatinya langsung memasang formasi tempur.
Setelah jarak mereka semakin dekat, Jenderal Tolu langsung berkata.
"Ijinkan aku menjajal kemampuanmu"
Jenderal Mada hanya melihat dengan tatapan dingin ke arah musuhnya.
"Sebutkan namamu"
Jenderal Tolu hanya tertawa mendengar pertanyaan musuhnya.
"Ingatlah, namaku Jenderal Tolu. Pemimpin pasukan elit Kerajaan Parsy"
Jenderal Tolu langsung mendekati musuhnya sampai sejarak satu tombak.
"Namaku Jenderal Mada"
Mereka berdua langsung berhadap-hadapan. Para prajurit disekitar mereka memutuskan untuk menghentikan sementara pertempuran. Mereka sama-sama memberikan ruang untuk kedua Jenderal Bertarung.
>>>
Pasukan Lingga.
Senior Lingga yang menghadapi pasukan elit kavaleri musuh benar-benar dibuat kewalahan. Dengan ilmu kanuragannya ia mati-matian menekan pasukan musuh. Namun, musuh juga memiliki tingkat beladiri yang tinggi.
"Cih, pantas mereka menjadi pasukan elit"
Gumamnya, ia tidak menyangka pasukan elit ini berhasil mengimbanginya. Bahkan membuat dirinya tertekan.
"Hahaha, kau memang hebat berhasil mengimbangiku. Tapi itu baru setengah kekuatanku"
Pemimpin pasukan elit kavaleri musuh berkata sambil tertawa. Sudah lama ia tidak menemukan musuh yang bisa mengimbanginya selain Jenderal Kerajaan Parsy.
Jadi ia begitu bersemangat menghadapi musuhnya sekarang.
"Tapak Guntur Bumi"
Dari atas kudanya, Lingga langsung mengeluarkan serangan ke arah musuhnya.
"Elemen tanah, Benteng Trisula!"
Bang!
Ilmu pertahanan musuh Lingga sangat hebat, membuat ajian yang dilepaskan Lingga lenyap.
"Sialannn"
Lingga berdecak kesal, melihat ajian hebatnya menguap begitu saja ke udara.
>>>
Dengan tubuh yang sudah berlumuran darah, Berliana terus bertempur dengan sangat hebat.
Pangeran yang melihat divisi pasukan Berliana hancur total segera memacu pasukannya untuk membantu Berliana.
"Berliana, mundur!"
Teriakan Pangeran ditengah peperangan sama sekali sudah tidak berarti, pasukan Berliana saat ini sudah benar-benar terkunci oleh pihak musuh.
Pasukan pangeran juga tidak dapat bergerak maju karena ditahan oleh pasukan musuh.
"Kakak, kami berdua akan melindungimu untuk segera mundur dari sini"
Melati meminta Berliana untuk mundur, ia tidak ingin saudara sekaligus pemimpin mereka mati disini.
"Kakak, tolong selamatkan dirimu dan balaskan dendam kami"
Berliana merasakan hangat didalam hatinya, kedua saudara seperguruannya ini begitu menyayanginya.
"Tidak akan, kita akan bertempur sampai titik darah penghabisan"
Para prajurit dibawah komando Berliana menatap kagum dengan keberaniaan dan kesetiaan pemimpinnya. Karena itu, mereka tidak ingin pemimpin mereka mati disini.
"Ketua, selamatkan dirimu. Jangan pikirkan kami"
"Iya Ketua, selamatkan dirimu"
"Ketua balaskan dendam kami.."
"Ketua.."
Berbagai teriakan menggema di tengah-tengah pertempuran. Mereka semua sangat mengagumi kepemimpinan Berliana, sehingga mereka rela mati demi dirinya.
Kini pasukan Berliana sudah mulai tidak tahan melawan gempuran pasukan musuh. Hanya keajaiban yang dapat menyelamatkan mereka.
>>>
Di kedalaman hutan. Aran yang masih tertidur, sudah dipaksa keluar dari Alam Giok Langit. Namun begitu dirinya berada di alam nyata, ia masih tidak sadarkan diri.
Hingga akhirnya Aran terbangun dari tidurnya.
"Ah, siall. Kedepannya aku harus membatasi untuk meminum wayn ini"
*Raja Naga kenapa kamu tidak membangunkanku*
*Kamu tidak bilang padaku, dan juga salahmu sendiri, minum tidak kira-kira*
"....."
Aran juga merasa ini memang salahnya, sampai ia khilaf minum sebanyak itu.
Setelah selesai berbicara dengan Raja Naga, Aran langsung duduk dan bermeditasi.
Ia memeriksa energi dan tubuhnya, apakah ada masalah atau tidak. Ternyata, tubuhnya benar-benar sehat dan bahkan lebih berenergi.
Semangatnya bahkan tumbuh sangat tinggi. Membuat dirinya ingin segera menggerakkan badannya.
"Kenapa aku kepikiran Berliana dan Senior Lingga"
Seketika, Aran merasakan perasaan yang sangat tidak nyaman "Aku harus mencari mereka"
Aran lalu berdiri dan memanggil Kumbang "Kumbang, keluarlah"
Kumbang langsung keluar dan hormat didepan Aran "Siap Tuan"
"Ikut aku"
Aran langsung menaiki Kumbang dan bergerak dengan sangat cepat menerobos hutan. Ia memberikan arahan kepada Kumbang untuk segera menuju ketempat yang di tunjukkan oleh Aran.
"Disana ada aura pertempuran yang sangat dahsyat"
Aran merasakan bahwa aura pertempuran yang begitu kental disebabkan pertempuran antar Kerajaan. Kini bersama Kumbang ia bergerak dengan sangat cepat.
'Semoga Berliana dan Senior baik-baik saja'
Berkata Aran didalam hatinya.
~Note~
Jika tanggal merah, saya selalu libur update ya.