Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Hutan Terlarang III



Para gadis langsung berlarian ketika melihat dua serigala itu berlari ke arah mereka.


“Menyebar, buat mereka bingung”


Teriak Namora sambil berlari.


Para gadis langsung mengikuti saran Namora untuk segera menyebar.


Tapi entah mengapa, para serigala ini seperti mengetahui siapa saja diantara mereka yang paling lemah.


Kedua serigala itu langsung mengejar Srikandi dan Octavia.


“Kakaaakk, tolong aku”


Teriak Srikandi ketika melihat jarak antara dirinya dan serigala besar itu sudah sangat dekat. Sambil berlari ia juga menembakkan panah miliknya ke tubuh serigala yang mengejarnya.


‘Sialann, panah aku sama sekali tidak berpengaruh’


Gerutu Srikandi di dalam hatinya.


Di dekat Srikandi ada Octavia yang juga melemparkan ilmunya berupa bola petir ke tubuh serigala yang mengejarnya. Namun, serangan itu sama sekali tidak melukai serigala tersebut.


“Varyaa, bantu Octavia. Aku akan membantu Srikandi”


Teriak Namora.


“Baik”


Varya langsung bergerak cepat ke tempat Octavia berada.


“Tarian Pedang Dewi Api”


Varya langsung mengeluarkan pedangnya dan menggunakan ilmu terbaiknya.


“Terimalah api dariku ini”


Varya melepaskan tebasan api yang sangat besar dan menargetkannya ke tubuh serigala yang mengejar Octavia.


Bang!


Tubuh serigala itu sampai terdorong jauh dan bulunya sedikit terbakar terkena ilmu dari Varya.


“Sialan, seranganku tidak melukainya sama sekali’


Gerutu Varya ketika melihat serangannya hanya meninggalkan luka gores terhadap serigala tersebut.


Karena serangan itu, akhirnya serigala yang menyerang Octavia mengalihkan pandangannya kepada Varya.


“Arrr”


Serigala itu memandang sengit ke arah Varya.


Varya hanya bisa menelan ludahnya melihat tatapan marah dari Serigala.


“Oh tidak, kini dia menargetkanku.. sepertinya dia marah”


Gumam Varya.


Di sisi lain, terlihat Srikandi yang hanya berjarak beberapa meter saja dari mulut serigala. Monster serigala itu langsung membuka mulutnya, memperliatkan gigi-giginya yang sangat tajam.


“Roaaaar”


Serigala itu langsung melompat dan menerkam Srikandi.


“Kakaaaakkk”


Teriak Srikandi ketika melihat mulut serigala itu sudah berada di depan wajahnya.


Melihat Srikandi yang akan di terkam. Namora langsung mengaktifkan ilmu gerakan tercepatnya untuk menyelamatkan Srikandi.


“Gerbang Surga, Buka!”


Aura hijau langsung menutupi tubuhnya. Dengan gerakan cepat ia langsung menangkap Srikandi.


Wuzzzshh


“Kraakkk”


Terdengar keras bunyi suara benturan antar gigi serigala, karena kini mangsanya sudah menghilang dari pandangannya.


Serigala itu langsung memindai sekelilingnya. Mencari keberadaan mangsanya yang tiba-tiba hilang.


“Arrrrrr”


Dalam hitungan detik serigala itu berlari kencang menghampiri mangsanya yang kini sudah berada jauh dari dirinya.


Serigala itu lalu menambah kecepatannya untuk mengejar mangsa yang sempat melarikan diri.


“Gawat, dia meningkatkan kecepatannya”


Namora langsung panik melihat serigala itu berlari cepat ke arahnya.


‘Sialannn, aku sudah melepaskan gerbang surge tapi monster ini dapat mengejarku’


Batin Namora. Iya tidak menyangka akan menghadapi monster sekuat ini.


Saat jarak serigala itu sudah sangat dekat, Namora langsung membidik mata serigala itu.


“Jari Penghancur Gunung”


Dari jari Namora keluar sinar emas yang langsung menerjang ke arah mata serigala.


Bang!


Sinar itu tepat mengenai mata kanan serigala tersebut dan menyebabkan serigala itu terlempar mundur.


Bahkan serigala itu sampai berguling-guling di tanah menahan sakit. Dari mata kanannya kini terlihat adanya darah yang begitu banyak.


“Awwoo”


“Awwooooooo”


Sambil menahan sakit di mata kanannya, serigala itu melolong dengan sangat keras.


Serigala yang kini tengah bertarung melawan Varya langsung mengalihkan pandangannya dan segera berlari ke tempat serigala yang terluka matanya. Begitu serigala itu sampai, ia langsung menjilati mata serigala yang terluka.


Melihat hal itu para gadis langsung segera menjauh dan berlari secepat mungkin menembus tumbuhan ilalang yang sangat luas ini.


“Arrrrrr”


“Awwwooooo”


Terdengar kembali lolongan serigala, tapi kini banyak yang menjawab panggilan serigala tersebut.


“Awwwooooo”


“Awwooooo”


Dari berbagai sudut mata angina terdengar suara lolongan yang saling sahut menyahut. Kini suara itu sudah mulai terdengar sangat jelas. Hal ini menandakan bahwa jarak mereka sangatlah dekat.


“Gawat, sepertinya mereka memanggil kawanan mereka”


Ketika Namora sedang berfikir, ia begitu kaget mendengar suara langkah kaki yang sangat bergermuruh.


“Kakak suara apa ini”


Tanya Srikandi kepada Namora.


“Aku takut ini adalah suara langkah kawanan serigala”


Belum selesai Namora menjelaskan, kini beberapa meter di hadapan dia terdapat banyak serigala yang menutup gerak lajunya.


“Sialll, balik arah”


Namora bersama Srikandi langsung membalik arah mereka, tapi ternyata semua arah telah ditutup.


Bahkan kini para gadis akhirnya berkumpul bersama kembali.


“Bagaimana ini, kita semua telah dikepung”


Kata Varya yang kini melihat seluruh sekelilingnya telah tertutup oleh kawanan serigala.


“Kita gunakan sinyal darurat”


Kata Octavia.


Wussssshh


Sinyal darurat sudah mereka lepaskan tapi anehnya sinyal itu langsung terbakar hangus di langit.


Mereka tidak sadar bawa semua sinyal darurat yang ada di hutan terlarang tidak akan berfungsi. Ada kekuatan magis yang akan membakar apapun yang berusaha menembus langit.


“Apa-apaan ini”


Kata Namora. Seketika ia langsung panik melihat sinyal darurat mereka menguap begitu saja.


“Bagaimana ini”


Wajah para gadis juga terlihat memucat, karena kini kawanan serigala itu mulai mendekati mereka perlahan-lahan.


Ketika mereka semua sudah putus asa, terdengar suara di dalam kesadaran Varya.


*Varya, apa kamu baik-baik saja. Aku berbicara lewat kesadaranmu*


Tanya Aran didalam kesadaran Varya. Karena jantung Varya sudah pernah Aran tandai maka ia bisa mengetahui keberadaan Varya.


Kini Aran bersama Taeyang dan Rumbun sedang berlari kencang menembus hutan yang begitu lebat dengan pepohonan.


*Tuan, apakah ini kamu? Kamu sudah kembali Tuan*


Varya yang sedang dalam keadaan terpojok, kini malah memperlihatkan sebuah senyuman.


Para gadis yang melihat senyuman Varya langsung saling bertatapan. Mereka jadi berfikir yang tidak-tidak dengan keadaan Varya.


*Aku sudah kembali Varya, kini aku bersama Taeyang dan Rumbun sedang menuju ketempatmu. Bagaimana keadaanmu disana*


*Tuan, cepat ke sini. Kami semua dalam bahaya*


*Baik, bertahanlah sebentar*


Mendengar Varya dalam bahaya, Aran langsung berhenti berlari dan memanggil Kumbang untuk keluar.


“Kumbang, Putih. Keluarlah”


“Siap Tuan”


Dari udara kosong langsung keluar Kumbang dan Putih.


“Roaaarrr”


“Woaaaaaaa”


“Darimana datangnya dua macan besar ini”


Teriak Rumbun yang langsung bersembunyi di belakang Aran, sementara Taeyang hanya tersenyum melihat guru nya. Sebenarnya Taeyang sangat rindu dengan gurunya ini.


“Mahapatih”


“Ssstt, diam. Mereka pengikutku”


Jawab Aran santai.


“Pengi…”


“Ssssttt”


Kata Aran kembali memotong perkataan Rumbun.


“Kumbang, Putih bawa mereka berdua dan ikuti aku. Karena aku akan bergerak dengan sangat cepat”


“Baik Tuan”


Jawab Kumbang dan Putih berbarengan.


“Me.. me.. mereka bahkan bisa berbicara”


Kata Rumbun yang semakin takut melihat macan besar ini bisa berbicara.


“Ssst, sudah diam. Cepat kamu naik ke punggung Kumbang dan Putih”


Mendengar perintah Aran, mereka berdua segera menurutinya.


Hanya Rumbun yang ketakutan untuk menaikinya. Ia takut bahwa macan ini akan marah karena punggungnya dinaiki manusia.


“Ayo cepat, ikuti aku”


Aran langsung mengajak semuanya untuk segera mengikutinya.


“Gerak Langit Tingkat 5”


Wuzzzhh


Dalam sekejap Aran langsung menghilang dari pandangan mereka semua.


“Gilaa, Hyuuuunggg”


Teriak Taeyang yang kini sudah tidak terlihat lagi keberadaannya.


Aran sangat khawatir dengan keadaan Varya, ia sangat mengetahui batas kemampuan Varya. Jika Varya meminta tolong, itu tandanya ia benar-benar mengalami bahwa yang mengancam nyawanya.


>>>


“Varya, kenapa kamu tersenyum. Apakah kamu menjadi gila karena kita akan mati di sini”


Kata Namora yang penasaran dengan senyuman Varya.


Saat ini, para gadis sudah pasrah dengan keadaan yang mereka alami. Di kepung oleh puluhan serigala super besar membuat mereka pasrah dengan nasib yang menimpa mereka ini. Mereka semua sudah yakin bahwa mereka pasti akan mati.


“Tenang Namora, kita semua tidak akan mati”


“Maksud kamu Varya”


Kembali Namora bertanya kepada Varya. Para gadis yang lain juga mengalihkan pandangan mereka ke wajah Varya.


“Aran sedang menuju ke sini Namora”


Kata Varya yang membuat Namora dan para gadis terdiam.


“Kamu tidak bercanda kan?”


“Untuk apa aku bercanda Namora, Aran telah berbicara padaku lewat telepati. Ia meminta kita untuk bertahan sebentar”


Perkataan Varya ini membuat para gadis merasa senang. Mereka semua yakin dengan adanya Aran, maka kemungkinan mereka selamat sangatlah besar.


“Jika begitu, mari kita bertahan. Semuanya semangattt!”


Teriak Namora keras.


“Semangattt”


“Semangatt”


Para gadis yang lain juga ikut berteriak mengeluarkan semangat mereka.


Tapi dalam hati Namora sebenarnya sedikit ada rasa cemburu.


‘Kenapa Aran hanya berbicara kepada Varya, apa dia melupakanku’


Batin Namora.


"Roarrrrrr"


Seluruh serigala maju menerjang ke arah para gadis dari berbagai arah.


"Semuanya tetap berada dalam lingkaran, lindungi satu sama lain"


"Siappp"


Dengan kompaknya para gadis membuat lingkaran pertahanan yang memungkinkan mereka untuk saling menjaga satu sama lain.


Para serigala yang berada di tempat ini sudah berjumlah ratusan. Mereka datang dari berbagai penjuru mata angin dan kini sudah mengepung Varya, Namora, Srikandi dan Octavia.


Bang!


Bang!


Para serigala itu langsung menyerang para gadis dengan sangat buas.