
Sekian lamanya di alam bintang, akhirnya Aran memutuskan untuk keluar. Ia ingin membantu Xiao bersaudara dan Kepala Sekolah. TapiĀ sebelum keluar ia meminta kepada Raja Naga untuk membantunya memberi tahu semua temannya bahwa batas waktu mereka di alam bintang hanya tersisa sebentar lagi. Kecuali mereka mau menjadi budak Aran seperti Kumbang dan Putih.
Dari udara kosong Aran muncul di tempat sebelumnya yaitu di dalam goa.
"Senior"
"Asura"
Semuanya menyapa Aran.
"Salam semuanya"
Aran lalu meminta semuanya untuk bersiap-siap. Bagi mereka Aran baru keluar sebentar, jadi mereka tidak mengetahu bahwa ada perbedaan waktu antara alam nyata dengan alam bintang.
"Senior apakah kita akan berangkat"
"Ya Nona Xiao, kita akan berangkat menyelamatkan semua orang yang ditahan oleh para siluman"
Semua mengangguk dengan yakin perkataan Aran. Dengan di pimpin oleh Aran mereka mulai bergerak kembali memasuki bagian terdalam hutan terlarang.
*Aran berhati-hatilah\, kamu sudah mulai memasuki bagian inti hutan terlarang ini\, ada ahli yang terus memantau pergerakan kalian*
*Baik Raja Naga*
Aran juga dapat merasakan ada aura kuat yang sepertinya mengunci mereka.
"Senior, aku merasakan tubuhku begitu berat"
Xiao Ling merasakan tubuhnya sangat berat seperti ada yang memaksanya untuk segera berlutut ke tanah.
"Aku juga merasakan hal yang sama"
Xiao Jun menambahkan.
Hanya Aran dan Kepala Sekolah yang masih dapat bergerak bebas.
"Ada aura kuat yang sudah mengunci kita, aku akan menggunakan ajianku untuk melindungi tubuh kita dari aura tersebut"
Dari dalam hatinya Aran menggunakan Ajian Pelindung Naga Langit untuk merangkul mereka semua.
Sebenarnya Kepala Sekolah dapat menggunakan kemampuannya untuk melindungi semuanya, tapi ia menunggu tindakan apa yang akan dilakukan oleh Asura.
'Anak muda ini sangat hebat, sudah memiliki ajian pelindung yang sangat kuat seperti ini'
Batin Kepala Sekolah melihat ajian pelindung milik Aran.
"Ayo semuanya kita tambah kecepatan"
Mendegar Aran, mereka semua lalu menambah kecepatan mereka.
'Cepat sekali pemuda ini, seandainya saja aku bisa merekrutnya ke akademi'
Kepala Sekolah hanya bisa mengatakan ini dialam hatinya, karena ia merasa hal itu tidaklah mungkin.
Kelompok mereka bergerak dengan sangat cepat hingga akhirnya mereka mulai memasuki wilayah inti, yaitu wilayah Jenderal Gerbang 7.
Tidak lama mereka semua dapat melihat beberapa monster besar berdiri menghalangi jalan mereka dengan 3 makhluk yang berwujud manusia.
Ketika jarak kelompok Aran sudah sangat dekat, salah satu siluman berteriak kepada mereka.
"Berhenti kalian semua manusia hina"
Aran dan kelompoknya lalu berhenti tidak jauh dari mereka.
"Berani memanggil kami hina, dasar sekumpulan siluman laknat"
Kata Aran sambil berdiri teguh menatap semua siluman. Sama sekali ia tidak merasa takut berhadapan dengan sekumpulan siluman.
"Hei bocah, berani sekali kau berkata lancang pada kami. Padahal tingkatan kalian hanyalah sekumpulan sampah. Tuan ku ini adalah Jenderal Gerbang 7, kau bahkan tidak menghormatinya sama sekali"
Para siluman dan monster menatap kelompok Aran dengan tatapan permusuhan yang tinggi.
"Untuk apa aku menghormati siluman buruk rupa macam kalian, dasar idiot gila"
Celetuk Aran yang membuat semua siluman murka.
"Bajingann busuk. Semuanya, habisi para manusia sombong ini"
Gerombolan monster langsung maju menerjang kelompok Aran. Jumlah mereka cukup banyak dan memiliki wujud monster yang berbeda-beda.
"Kalian semua tolong hadapi para monster hina ini, biar aku yang berurusan dengan ketiga cecungukk bajingann itu"
Perkataan Aran ini tentu saja di dengar oleh semua makhluk yang ada di tempat ini. Bahkan Xiao bersaudara bersama Kepala Sekolah juga kaget mendengar perkataan Aran.
'Anak ini benar-benar memiliki mulut yang tajam'
Batin mereka.
Berbeda dengan mereka yang dari kelompok Aran, para siluman menatap Aran dengan niat membunuh yang besar.
"Manusia rendahan seperti dirimu yang tidak tau luasnya dunia benar-benar bosan hidup"
"Kamu, bawa manusia itu hidup-hidup. Aku ingin menyiksanya dan memakan tubuhnya"
Kata Jenderal Gerbang 7 memerintahkan salah satu bawahannya.
"Siap Tuan"
Salah satu bawahan Jenderal bertanduk satu segera bergerak cepat menghampiri Aran.
"Mati kau"
Siluman bertanduk satu ini menyerang Aran dengan menggunakan pedang pendek bergerigi.
Tapi Aran dapat menghindari serangan tersebut dengan mudahnya dengan hanya menggerakkan tubuhnya kesamping.
"Appaa!"
Siluman itu kaget melihat serangannya berhasil dihindari, padahal awalnya ia merasa bahwa pemuda bertopeng ini hanya berada di Alam Master. Tanpa ragu ia kembali menyerang Aran dengan gerakan cepatnya.
Wushh
Wushh
Lagi-lagi Aran dapat menghindarinya dengan mudah.
"Bangsatt, jika kau jantan jangan terus menghindar. Hadapi aku!"
Bagaimana tidak marah siluman ini melihat musuhnya sama sekali tidak menghormatinya. Aran terus saja menghindar ke segala arah. Tubuhnya begitu luwes menghindari serangan gencar siluman bertanduk satu ini.
Aran kadang melirik ke tempat Jenderal itu berdiri bersama seorang pengawalnya. Karena ia melihat Jenderal itu masih belum bergerak dan hanya diam menatap pertarungannya.
"Kenapa kau menanyakan hal itu hah!"
Sebenarnya siluman pengawal jenderal ini malas meladeni omongan Aran tapi ia juga penasaran maksud perkataannya.
"Karena kemampuanmu begitu lemah, jadi bisa aku simpulkan bahwa atasanmu itu juga lemah seperti mu"
Ledek Aran yang membuat siluman itu mengerutkan keningnya. Ia tidak menyangka ada manusia lancang seperti ini.
"Brengsekk, berani menghina Jenderal"
"Hea!"
Siluman itu meningkatkan kekuatannya untuk kembali menyerang Aran.
Melihat kekuatan siluman meningkat Aran hanya mendengus dingin "Seekor semut berani memamerkan kekuatannya di hadapan macan"
Bang!
Bang!
Siluman itu menyerang Aran dengan berbagai ajian sakti berbentuk bola bersinar merah dengan jumlah yang sangat banyak.
Bum
Bum
Bola-bola yang menyerang Aran meledak begitu bersentuhan dengan Aran. Seketika asap putih memenuhi tempat Aran di serang.
"Seniorr"
Teriak Xiao Ling yang melihat Aran terkena serangan yang begitu hebat. Xiao Jun juga menatap ke tempat Aran terkena serangan beruntun.
"Hahaha.. Mati kau manusia sombong. Dasar sampah busuk"
Teriak siluman itu sambil ia berjalan ke sisi Jenderal Gerbang 7.
"Kerja bagus"
Kata Jenderal.
"Terima kasih Tuan"
Jawab siluman itu.
Asap putih itu lambat laun menghilang dan memperlihatkan sesosok manusia yang masih diam berdiri tegak tanpa ada luka sedikitpun. Bahkan debu pun malu menyentuh tubuhnya.
"Appaaa"
Para siluman dan monster kaget bukan kepalang melihat pemuda manusia masih bisa berdiri tenang setelah terkena serangan kuat seperti itu.
"Ba.. bagaimana bisa"
Siluman bertanduk satu benar-benar tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya ini. Tidak mungkin ada manusia yang mampu menahan serangannya tanpa terluka sedikitpun.
"Tidak kusangaka ia memiliki ajian pelindung yang kuat seperti itu"
Gumam Jenderal siluman pelan sambil mencoba mengukur tingkat kekuatan musuhnya. Hasilnya tetap sama, bahwa level musuhnya berada di bawahnya.
'Aneh'
Jenderal itu kembali memindai tubuh manusia bertopeng dengan seksama. Tapi hasilnya masih tetap sama seperti sebelumnya.
"Apa hanya ini kemampuan kalian. Benar-benar mengecewakan"
Kata Aran sambil tersenyum mengejek melihat Jenderal dan para pengawalnya.
"Sialann gila ini, aku benar-benar akan membunuhnya"
Siluman tanduk satu sudah tidak sabar untuk segera membunuh Aran dan menghisap intisarinya.
"Sabar, kamu tidak bisa mengalahkannya sendirian. Manusia ini abnormal, level aslinya bukanlah yang kalian lihat. Ia menyembunyikan kekuatan aslinya"
Jenderal menejelaskannya kepada kedua bawahannya.
"Manusia licik itu, aku benar-benar tidak sabar untuk membunuhnya"
Siluman tanduk satu sudah tidak sabar untuk kembali menyerang Aran.
Aran hanya memandangi para musuhnya ini, ia tidak ingin terlalu terburu-buru untuk menyerang para siluman ini. Ia masih mengukur kekuatan Jenderal Gerbang 7 yang begitu kuat.
"Kalian berdua maju bersama, aku akan tetap di sini mengawasi manusia betopeng itu"
Titah Jenderal.
"Baik Tuan"
Kedua orang kepercayaan Jenderal segera mengikut perintahnya untuk maju bersama menyerang manusia bertopeng yang sangat menyebalkan ini.
"Hahaha.. Akhirnya dua badut mau menghadapiku bersama-sama. Aku benar-benar terharu dengan sikap kalian ini"
Goda Aran sambil ia tertawa di balik topengnya.
"Manusia gila, tunggu sampai kami membungkam mulutmu itu"
"Aku ingin lihat apa kau masih bisa bertingkah seperti ini lagi"
Jawab para penjaga kepada Aran.
"Oh.. Hohoho.. begitu rupanya, maka kalian tidak perlu sungkan untuk maju kemari kan"
Kata Aran sedikit menggoda musuhnya.
*\~*\~*\~*\~*\~*
Saya harap para pembaca dapat bijak menghargai jerih payah para penulis yang selalu berusaha melakukan update meski keadaan kadang tidak memungkinkan.
Dengan cara memberikan Vote, Koment dan Likenya. Semua ini gratis tidak ada yang dirugikan.
Untuk para author yang ingin melakukan promosi silahkan, tapi paling tidak baca novelnya juga ya.
Terima kasih
ig : @yukishinamt