
Dengan di pimpin oleh Taeyang mereka semua berjalan bersama menuju Pasifik Inn. Sepanjang perjalanan Aran begitu takjub melihat keindahan arsitektur kota, banyak sekali bangunan-bangunan unik dan menarik ditempat ini. Tidak membutuhkan waktu lama, kini mereka semua sudah tiba di pintu masuk Pasifik Inn.
'Tidak kusangka, Pasifik Inn disini begitu besar dan megah'
Batin Aran ketika melihat Pasifik Inn di daratan tengah ini begitu indah dipandang mata karena desain bangunannya yang artistik.
Begitu masuk mereka langsung disambut oleh pelayan wanita muda yang sangat cantik dengan tubuh dan penampilan yang sempurna.
"Silahkan masuk Tuan dan Nona sekalian, mau di lantai bawah atau lantai atas?"
Tanya pelayan yang begitu ramah dan selalu tersenyum.
"Saya ingin tempat duduk yang memiliki pemandangan kota ini"
Jawab Aran.
"Baik, silahkan ikuti saya"
Pelayan itu langsung mengajak kelompok Aran untuk mengikutinya.
Mereka semua lalu mengikuti pelayan itu masuk kedalam restoran dan kemudian menaiki tangga sampai lantai tiga.
"Ini adalah salah satu tempat terbaik disini"
Kata Pelayan kepada kelompok Aran. Beruntungnya disini tidak ada siapa-siapa, hanya kelompok Aran saja yang menyewa tempat ini. Karena pada dasarnya lantai tiga ini hanya diperuntukkan oleh orang yang benar-benar kaya.
Kelompok Aran lalu duduk, kemudian Aran meminta pelayan untuk membawakan makanan serta minuman terbaik restoran ini.
"Taeyang, apakah kamu juga akan mengikuti seleksi Akademi Bimasakti"
Tanya Aran sambil menunggu pesanan datang.
"Tentu saja, aku harus membuktikan kepada orang tuaku bahwa aku bisa menjadi orang sukses di daratan tengah. Untuk itu aku harus berhasil masuk ke Akademi Bimasakti"
Jawab Taeyang dengan penuh semangat.
"Karena Saudara Taeyang begitu baik pada kami, maka kita pantas merayakannya"
Aran lalu mengeluarkan 4 botol kecil berwarna putih dan kemudian dia berikan kepada semua temannya masing-masing satu.
Taeyang terus memperhatikan botol kecil ditangannya.
Aran lalu berkata pada mereka semua bahwa ia akan menyegel ruangan ini, agar bau wayn miliknya tidak akan tercium orang luar.
"Mari kita minum"
Setelah itu Aran langsung membuka botol miliknya. Bau harum langsung menyebar ditempat mereka duduk. Karena Aran hanya menyegel tempatnya duduk saja.
"Ini wayn, terima kasih Aran"
Varya yang sangat menyukai wayn tentu saja sangat gembira menerimanya. Ia tidak menyangka bahwa Aran akan membagikan wayn pada mereka.
Namora juga tersenyum menerima wayn dari Aran.
"Baunya begitu harum dan menyegarkan. Aku tidak pernah mencium bau sewangi ini"
Taeyang yang tidak sabar langsung meminum wayn pemberian Aran.
"Demi Langit dan Bumi, ini adalah minuman ternikmat yang aku minum selama ini"
Taeyang sampai terus memperhatikan botol minumannya. Ia kemudian meminum lagi dan lagi, sesaat ia diam menikmati rasa wayn di mulutnya.
"Aran-ssi, minuman apa ini? kenapa rasanya begitu nikmat"
Taeyang begitu bersemangat bertanya kepada Aran perihal minuman yang ada ditangannya ini.
"Nama minuman itu adalah wayn dan yang kamu pegang adalah dosis rendah dari wayn"
"Dosis rendah? apa maksudmu Aran-ssi"
Taeyang semakin penasaran dengan wayn yang baru saja dia minum, jika ini dosis rendah apakah berarti ada dosis yang lebih baik dari ini.
"Wayn itu memiliki tingkatan. Yaitu dosis rendah, sedang, tinggi dan murni"
Kata Aran singkat sambil sesekali ia juga menikmati wayn miliknya.
"Ooh begitu, yang rendah saja sudah nikmat bagaimana dengan yang tinggi. Apakah yang kamu minum itu dosis rendah juga seperti kami"
Tanya Taeyang yang penasaran dengan wayn milik Aran.
"Ooh punyaku berbeda dengan kalian. Wayn milikku adalah dosis tinggi"
Perkataan Aran membuat mereka semua mengalihkan pandangannya ke arah botol yang dipegang oleh Aran.
"Aran-ssi, berikan padaku. Aku ingin mencobanya"
Taeyang langsung berdiri dan menghampiri Aran dengan memegang tubuh Aran. Ia lalu membungkukkan badannya untuk meminta ijin kepada Aran.
"Aran-ssi tolong berikan padaku. Biarkan aku mencobanya"
"Ambillah jika kau mampu"
Kata Aran.
Mendengar Aran berkata seperti itu, Taeyang lalu memberikan hormatnya.
Setelah itu, Taeyang berusaha mengambilnya dari tangan Aran.
Karena Aran terus menghindar dari tangkapan Taeyang, ia lalu memeluk tubuh Aran agar Aran tidak bergerak lagi.
"Heii, hei.. apa yang kau lakukan. Kau sungguh memalukan"
"Aran-ssi, biarkan aku mencobanya. Aku akan mengabulkan satu permintaanmu jika kamu mau memberikannya padaku"
Ternyata Taeyang ini adalah pecinta minuman yang sangat akut. Jadi ia tidak peduli dengan perbuatannya yang memeluk tubuh Aran.
"Oke-oke, aku akan memberikannya padamu"
Karena dilihatnya Taeyang begitu antusias dengan wayn maka mau tidak mau Aran memberikannya pada Taeyang.
Taeyang langsung mengucapkan terima kasih kepada Aran dengan sedikit membungkuk dan memberikan hormatnya.
Melihat tingkah Taeyang membuat Aran geleng-geleng kepala. Sementara Taeyang hanya senyum-senyum sendiri, ia sudah tidak sabar untuk mencoba wayn dosis tinggi milik Aran.
Ketika Taeyang meminum wayn milik Aran ia langsung terdiam. Pikirannya benar-benar kosong karena kini seolah-olah jiwanya sedang berada disurga. Setelah efek minuman itu hilang Taeyang langsung menatap Aran dalam diam.
"Aran-ssi, mulai sekarang aku akan selalu menjadi pengikut setiamu. Selama kau bisa memberikan aku wayn"
Kata Taeyang kepada Aran penuh percaya diri.
"Tidak kusangka, kesetiaanmu hanya dihargai sebotol wayn"
Kata Varya kepada Taeyang.
Setelah acara minum selesai dan bau harum sudah menghilang, Aran membuka kembali segel agar udara kembali normal. Tidak lama pesanan mereka semua datang. Namun karena sudah meminum wayn, Taeyang terlihat biasa saja menikmati makanan ditempat ini.
Disaat mereka sudah makan dan mulai mengobrol, Taeyang memanggil Aran untuk melihat ke bawah jendela.
"Lihatlah, rombongan Pangeran Parsy datang"
Aran bersama yang lainnya lalu memperhatikan rombongan kereta kuda yang dikawal oleh banyak prajurit.
Rombongan itu lalu berhenti di Pasifik Inn. Lalu dari dalam kereta kuda turunlah seorang pemuda tampan dan wanita muda yang terlihat cantik. Mereka lalu memasuki Pasifik Inn.
Tidak lama kelompok Aran mendengar suara langkah kaki menaiki tangga yang tidak lain adalah kelompok Pangeran Parsy.
Pangeran Parsy lalu menatap ke arah tempat kelompok Aran duduk.
"Siapa mereka"
Tanya Pangeran kepada pelayan restoran.
"Mereka tamu kami Tuan"
Jawab pelayan restoran.
Pangeran lalu menatap ke arah Aran, dilihatnya mereka bukanlah bangsawan yang ada di negeri ini. Karena dia hapal betul dengan para bangsawan di negeri ini.
"Pangeran, saya ingin ketenangan ditempat ini. Saya tidak menyukai makan dengan banyak orang"
Kata wanita disebelah Pangeran.
Sang Pangeran langsung berkata dengan suara keras kepada kelompok Aran.
"Hei kalian semua, jika kalian mau meninggalkan tempat ini. Aku Pangeran Kerajaan Parsy akan membayar makanan yang sudah kalian makan"
Kelompok Aran lalu saling lirik ke arah Aran.
"Aran-ssi, sebaiknya kita pergi saja"
Kata Taeyang kepada Aran, karena ia tau bahwa Pangeran Parsy ini memiliki sifat yang sangat jahat kepada siapapun yang tidak ia suka.
"Kenapa kita harus pergi, kita disini bayar"
Jawab Aran dengan suara yang dikeraskan.
Mendengar ucapan Aran, Pangeran lalu kembali berkata.
"Aku sudah berbaik hati kepada kalian, ini kesempatan terakhir kalian. Pergilah dan akan aku berikan 100 keping emas sebagai kompensasi"
Perkataan Pangeran ini membuat Aran semakin tidak ingin meninggalkan mejanya.
"Aran-ssi, ini 100 keping emas. Ayo kita pergi saja"
Taeyang lalu berdiri dan mengajak Aran untuk pergi, namun Aran tetap diam.
"Aku akan memberikanmu 500 keping emas jika kau mau pergi dari tempat ini. Karena aku muak melihat wajah wanita disebelahmu"
Perkataan Aran berhasil membuat Pangeran dan wanita itu marah. Sementara Taeyang langsung bengong, ia tidak menyangka jika Aran akan berani berkata seperti itu kepada Pangeran Parsy.
Brakkk
"Brengsek, siapa kau berani berkata sepert itu padaku"
Pangeran berkata sambil menggebrak meja.
"Aku bukan siapa-siapa, hanya saja kehadiran kalian membuatku menjadi tidak nafsu makan"
Kata Aran yang semakin membuat suasana semakin panas.
Taeyang benar-benar tidak tau lagi harus bagaimana melihat kondisi saat ini.
"Pangeran, sepertinya disini ada yang tidak takut padamu. Apakah nama besar Pangeran Parsy hanya omong kosong belaka dan terlalu dibesar-besarkan"
Perkataan wanita cantik disebelah Pangeran berhasil membuat hati Pangeran Parsy menjadi panas.
Sesaat kemudian Pangeran Parsy itu berdiri dari tempatnya duduk.
Melihat Pangeran Parsy berdiri, pelayan restoran langsung mengingatkannya.
"Maaf Tuan, direstoran ini dilarang untuk membuat keributan"
Pangeran yang sudah mengetahui peraturan ini hanya melirik sebentar ke arah pelayan dan kembali duduk. Ia sudah tau bahwa Pasifik Inn dijaga oleh ahli berilmu tinggi. Sekali saja mereka membuat keributan, para ahli ini akan turun tangan tanpa memperdulikan latar belakang mereka yang membuat keributan.
"Aku akan mengingatmu, tunggu saja"
Kata Pangeran Parsy dengan wajah memerah terbakar emosi.
"Aku terharu jika ada seorang Pangeran mengingatku. Tidak kusangka ternyata Pangeran Parsy juga menyukai laki-laki seperti diriku"
Kata Aran dengan nada mengejek.
"Brenggsekk"
Pangeran Parsy langsung berdiri dari tempatnya duduk. Ketika ia ingin melangkah ke tempat Aran, pelayan restoran yang masih berada disana langsung mengingatkannya kembali.
"Tuan, siapapun tidak ada yang boleh mengganggu tamu kami. Tolong patuhi peraturan restoran ini"
Mendengar perkataan pelayan, Pangeran lalu kembali duduk dimejanya sambil menahan amarahnya yang sudah menggebu-gebu.
"Awas kau, tunggu pembalasanku. Brengsekk"
Kata Pangeran Parsy sambil mengepalkan tangannya.
~Note~
Jika kalian semua menyukai novel ini, mohon bantu penulis dengan cara dibawah ini ya.
* Jangan lupa like dan koment.
* Vote jika memungkinkan.
* Follow Author.
* Terakhir, mohon bantu share.
Jika ada yang ingin bertanya bisa lewat instagram saya ya.
Terima kasih.
Salam hangat dari penulis.
Instagram :
@yukishinamt