Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Hutan Terlarang IV



Srikandi adalah tipe serangan jarak jauh, jadi ia yang paling diincar. Apalagi dia juga yang paling lemah.


Karena banyaknya serigala yang mengincar Srikandi, lambat laun akhirnya ia terkena pukulan telak.


Buaaakkkk


“Arrrrrggghhh. Kakakkkk”


Tubuh Srikandi terlempar terkena pukulan salah satu serigala berjambul kuning. Setelah memukul Srikandi, serigala itu menatap puas ke arah para gadis.


“Adiiikkk”


“Srikandiii”


Para gadis langsung histeris melihat Srikandi terkapar berlumuran darah. Srikandi sekilas melihat wajah semua orang yang ada disitu dan lalu semua pandangannya menghitam.


"Maaf, aku pergi duluan"


Itulah kata terakhir Srikandi sebelum ia menutup matanya.


Varya langsung meninggalkan pertarungannya dengan sekelompok serigala dan segera menghampiri Srikandi, ia lalu bersimpuh dan menyandarkan kepala Srikandi dipangkuannya.


“Adikk, bangunlahhh”


“Adiiikkk”


"Tolong bangun, jangan pergi"


Varya terus saja memanggil-manggil nama Srikandi sambil ia menggoyang-goyangkan wajah Srikandi.


“Varya, bagaimana keadaan Srikandi”


Teriak Namora yang sedang menahan gempuran pasukan serigala yang semakin lama semakin kuat.


Varya hanya bisa menggelengkan kepalanya menatap Namora.


Octavia juga hanya bisa menatap pilu tubuh Srikandi yang terdiam dipangkuan Varya.


“Brengseekkk kalian semua. Aku tidak akan pernah memaafkan kalian”


Namora langsung menyerang semua serigala dengan sangat ganas. Tanpa memperdulikan semua luka ditubuhnya.


“Gerbang Surga Tingkat Lima, Buka!”


“Heaaaa”


Sebenarnya batasan Namora kini hanya bisa sampai level 3 untuk gerbang surga. Tapi ia memaksakan kekuatan tubuhnya dengan membakar inti atma tenaga dalamnya sampai ke level maksimal yang ia mampu.


“Mati kalian semuaaaa”


Wusssshh


Dalam sekejap Namora sudah berada di depan kepala salah satu serigala dan dengan mudahnya ia menghajar serigala itu.


Bang!


Serigala itu langsung terlempar terkena pukulan Namora.


“Mati kalian, mati!”


“Keparatt kalian semuaa”


Namora benar-benar mengamuk dan menghajar semua serigala yang ada dihadapannya.


“Namoraaaa, hentikaaann! Sudah cukup. Kamu bisa mati jika terus membakar inti atmamu”


Teriak Varya yang tidak tega melihat keadaan Namora. Varya sangat mengetahui bahwa Namora membakar inti atmanya untuk menjadi kuat.


“Namoraaaaa”


“Octavia! jaga Srikandi”


“Baik”


Jawab Octavia yang langsung segera duduk bersimbuh di sebelah tubuh Srikandi.


“Tariaan Dewi Api, Api Matahari Penghancur Surga. Bakarlah Jiwaku”


“Heaaaaa”


Tubuh Varya berubah menjadi api sepenuhnya. Tapi api ini tidak berwarna merah, melainkan berwarna hitam. Ia menggunakan ilmu terlarang yang didapatnya dari Sekte Bulan Merah dahulu.


“Aku tidak sanggup bertemu Tuanku, ketika aku gagal melindungi temanku. Jadi lebih baik aku mati”


Varya langsung bergerak cepat dan membantai puluhan serigala. Tindakannya lebih gila dibanding Namora, karena ia membunuh para serigala itu dengan api abadi.


“Matilah kalian dalam api abadi”


Seketika, terdengar jeritan pilu puluhan serigala yang terbakar oleh api abadi Varya. Bahkan jeritan itu terdengar sangat mengerikan dan membuat mereka yang mendengarnya merinding. Karena kini puluhan serigala bersamaan menjerit kesakitan karena terbakar api yang sangat panas hingga mati menjadi abu tanpa meninggalkan jasad.


Dalam sekejap, bau daging terbakar memenuhi udara di sekitar mereka. Kini ilalang di tempat itu juga banyak yang terbakar habis.


Aran yang kini berada tidak jauh ikut merasakan kesakitan yang dialami oleh Varya.


‘Jiwa Varya terluka, apa yang terjadi padanya’


Batin Aran, ia langsung meningkatkan kecepatannya dan meninggalkan teman dan pengikutnya.


Ketika Aran sudah dekat, ia langsung mengaktifkan ajiannya.


“Mata Surgawi!”


Seketika ia dapat melihat jauh kedepan. Aran begitu kaget melihat keadaan yang terjadi di depan sana.


Namora yang diliputi aura berwarna hijau, Varya yang diliputi api hitam, Octavia yang sedang melindungi Srikandi dari serangan kawanan serigala.


“Brengsekkk kalian para anjing kampung”


“Mode Siluman, Buka!”


“Sayap Garuda, Buka!”


“Segel Garuda Level 6, Buka!”


Zirah dan sayap Garuda langsung menyelimuti tubuh Aran.


Wuzzhhh


“Varya, Namora hentikan”


Aran langsung memukul tengkuk Varya dan Namora yang menyebabkan kedua gadis itu pingsan. Saat kedua gadis telah pingsan maka otomatis semua ilmu mereka berhenti.


Setelah itu, Aran lalu membawa tubuh kedua gadis itu ketempat Srikandi dan Octavia berada.


Kawanan serigala yang melihat kedatangan Aran langsung terdiam. Karena penampilan Aran yang terlihat sangat mendominasi menyebabkan naluri buas mereka ketakutan. Bahkan kini mereka semua diam tidak bergerak sama sekali, sampai kepala mereka semua tertunduk karena takut.


Octavia juga sampai terdiam melihat penampilan Aran. Karena kini Aran sudah tidak memakai topeng lagi, topengnya pecah saat Aran menggunakan mode siluman.


Penampilan Aran ini membuat jantung Octavia berdegup kencang. Selama hidupnya, baru kali ini ia melihat wajah pria yang begitu berkharisma dan begitu dingin serta menakutkan.


Octavia bahkan merasa ia tidak berhadapan dengan manusia, melainkan berhadapan dengan Dewa Kematian yang tampan.


“Si..siapa kamu”


Kata Octavia kepada Aran.


“Aku Aran, terima kasih sudah menjaganya”


Jawab Aran.


“Arann? Kamu Aran yang menghilang saat ujian itu?”


Pertanyaan Octavia tidak dijawab oleh Aran. Karena Aran sangat mengkhawatirkan keadaan semua teman yang sudah dia anggap saudara sendiri.


Aran lalu meletakkan tubuh Namora dan Varya di sebelah Srikandi.


“Apa yang terjadi pada mereka, kenapa Varya dan Namora sampai membakar jiwa mereka”


Bertanya Aran kepada Octavia yang masih diam menatap Aran.


“Ahh, itu karena..”


Octavia kemudian menceritakan semua hal yang terjadi pada mereka, termasuk saat Srikandi terkena serangan serigala yang menyebabkannya tidak bergerak kembali. Karena hal inilah Namora dan Varya membakar inti jiwa mereka.


Aran diam mendengarkan penjelasan Octavia sambil ia menggunakan mata surgawinya untuk melihat keadaan Varya, Namora dan Srikandi yang kini berada telentang dihadapan Aran.


“Varya, Namora. Aku sangat bangga kepada kalian yang begitu sayang kepada Srikandi. Bahkan kalian rela mengorbankan nyawa kalian. Untuk itu, aku tidak akan membiarkan kalian mati”


Berkata Aran sambil ia menekuk lututnya memberi penghormatan kepada para saudaranya yang menjadi korban keganasan kawanan serigala.


Aran lalu melakukan totokan ke tubuh para gadis yang terluka.


Totokannya sangat cepat hingga sulit dilihat oleh mata telanjang. Setelah Aran selesai melakukan totokan, terdengar auman Kumbang dan Putih yang datang mendekat.


Octavia kembali kaget melihat kedatangan dua macan besar. Ia lebih kaget lagi melihat bahwa ada manusia yang menaiki macan besar itu yang tidak lain adalah Taeyang dan Rumbun.


Kedatangan dua macan besar membuat kawanan serigala semakin meringkuk ketakutan.


Dalam strata, macan tetaplah macan, sang penguasa alam liar. Kawanan serigala itu lalu mundur dan memberikan jalan kepada Kumbang dan Putih.


Taeyang dan Rumbun langsung turun dari Kumbang dan Putih. Setelah kedua orang itu turun, Kumbang dan Putih segera menghampiri Aran dan berlutut dihadapannya.


“Tuan”


Kata mereka berdua.


“Kumbang, Putih. Mereka semua dalam keadaan kritis. Yang satu hampir menemui ajalnya dan yang dua terluka jiwanya”


Kata Aran kepada kedua pengikutnya ini.


“Iya Tuan, saya dapat merasakan jiwa mereka yang hampir mati”


Mendengar Kumbang dan Putih memanggil makhluk bersayap dan berpenampilan menakutkan itu dengan sebutan Tuan. Maka Taeyang dan Rumbun berjalan perlahan-lahan mendekati Aran. Mekaer begitu kaget melihat penampilan Aran dari jarak yang sangat dekat.


“Hyung-nim appaa i.. inni kamu dan apa yang ter… ja.. di pa.. da mereka”


Teayang kini begitu takut melihat wujud Aran yang sangat mendominasi.


Rumbun bahkan sampai merinding karena takut dengan Aran.


“Taeyang, para gadis ini terluka, aku akan membawa mereka pergi dari sini dan aku akan berusaha menyembuhkan mereka”


Taeyang yang dari awal sudah melihat keadaan para gadis hanya bisa berdoa semoga Aran dapat menyelamatkan mereka.


“Srikan..dii”


Kata Rumbun pelan.


“Rumbun, Srikandi terluka parah. Aku juga akan berusaha menyelamatkannya”


Jawab Aran.


"Mahapatih, tolong selamatkan Srikandi"


Kata Rumbun dengan hormat yang dijawab oleh Aran dengan anggukkan kepalanya.


Rumbun hanya bisa terus menatap tubuh Srikandi yang terbujur ditanah. Ia kembali mengenang saat-saat ia bersama dengan Srikandi mengikuti ujian akademi, hingga akhirnya ia dan Srikandi bertemu dengan Aran dan teman-temannya.


“Jaga diri kalian semua, aku tinggalkan Putih dan Kumbang untuk menjaga kalian”


Kata Aran sambil menatap semua orang yang ada di tempat itu.


“Sampai Jumpa”


Dalam sekejap semua tubuh para gadis yang terluka seperti terhisap kedalam kening Aran. Setelah para gadis menghilang, giliran tubuh Aran yang menghilang juga.


Semua yang berada di tempat itu selain Kumbang dan Putih hanya bisa bengong melihat ini semua.


~Note~


Kepada seluruh pembaca, terima kasih untuk mereka yang memberikan vote ya.


Vote kalian semua sebenarnya ikut membantu author dalam mempromosikan novel ini. Karena selama ini author tidak pernah berani mempromosikan novel ini.


Tapi saya tetap hanya bisa update sehari sekali, mohon para pembaca dapat memakluminya. Saya bukan anak sultan yang hanya duduk manis uang mengalir datang. Saya tetap harus bekerja dengan giat.


Sekali lagi, Terima kasih banyak


Hatur Nuhun.


Salam