Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Kekuatan Garuda



Di dalam gua Aran merasakan aura yang sangat kuat dikedalaman.


"Aura ini begitu murni"


Gumam Aran sambil terus berjalan kedalam gua yang sangat besar mengikuti Varya. Mereka terus memasuki kedalaman gua, hingga akhirnya mereka menemukan sebuah telur besar berwarna putih bercorak merah dengan aura kuat mengelilingi telur itu.


Aran lalu berjalan mendekati telur yang nampak indah dihadapannya ini.


"Telur yang sangat indah"


Aran lalu mencoba menyentuhnya. Ketika tangannya bersentuhan dengan lapisan terluar telur, tanpa disangka telur itu merespon dengan bergetar.


Karena penasaran, Aran mencoba menyuntikkan sedikit darahnya ke cangkang telur tersebut. Hal yang aneh langsung terjadi. Telur itu tiba-tiba bergetar keras dan kemudian retak.


Crack


Crack


Retakan telur itu semakin bertambah banyak. Melihat hal itu, Aran selangkah mundur menjaga jaraknya dari telur tersebut.


Ketika retakan itu semakin banyak, keluar cahaya berwarna putih dari dalam telur. Terlihatlah oleh Aran dan Varya, seekor bayi burung yang sangat lucu dengan bulunya yang berwarna coklat keemasan dan ekor berwarna merah menyala seperti api, serta ada jambul dikepala burung tersebut.


Kwaakk


Kwakk


Karena burung itu merasakan darah yang sangat familiar mengalir ditubuh Aran. Burung itu langsung berjalan menghampiri Aran.


Melihat burung itu berjalan, Aran lalu mendekatinya dan memeluknya. Terlihat burung itu sangat menyukai pelukan Aran.


*Aran ini adalah Garuda Raja*


*Maksud Raja Naga apa?*


*Ini adalah jenis khusus Raja Burung Garuda\, Hewan legenda ini adalah Raja semua burung. Makhluk dihadapanmu ini memiliki garis darah khusus yang hanya dimiliki oleh keturunan Raja Burung. Aku mengetahuinya karena dulu ribuan tahun yang lalu\, aku pernah bertemu dengan Raja Burung ini. Sepertinya induk burung ini sangat menyayanginya\, sehingga mereka memberikan sebagian energi kehidupan mereka kepada anak burung ini. Itulah kenapa ketika lahir\, burung ini bersinar sangat terang. Keberuntunganmu sangat besar anak muda*


*Hahaha\, terima kasih Raja Naga*


Aran tersenyum mendengar penjelasan dari Raja Naga. Aran tidak menyangka bahwa ia akan mendapatkan keberuntungan seperti ini.


*Sekarang ikatan batinmu dengan burung tersebut sudah terjalin. Kau bisa membawanya masuk ke alam ini jika kau mau*


Mendengar perkataan Raja Naga membuat Aran merasa senang. Karena jika burung itu bisa masuk ke alam giok maka Aran bisa merasa tenang terkait keselamatan dan pertumbuhannya.


*Terima kasih Raja Naga\, tapi sebelum membawa burung ini masuk. Saya ada sedikit keperluan dengan Varya*


Aran lalu menyudahi percakapannya dengan Raja Naga dan lalu menghampiri Varya yang berdiri tidak jauh darinya.


"Varya, dimana letak jasad induk burung ini"


Varya lalu menjawab Aran dengan mengeluarkan kantong kecil berwarna coklat.


"Ada didalam sini Tuan"


Aran lalu mengambil kantong tersebut dan melihat kedalam kantong yang ternyata disegel.


"Lepaskan segelnya" Aran menyerahkan kantong itu kembali kepada Varya.


"Baik Tuan"


Setelah menerima kantongnya kembali, Varya lalu melakukan segel tangan.


"Ini Tuan, silahkan dilihat"


Aran lalu mengambil kembali kantong tersebut dari Varya. Aran lalu melihat kedalam kantong yang ternyata hanya berisi mayat induk burung Garuda saja, tidak ada yang lain.


"Kamu tunggu disini, aku pergi sebentar"


"Baik Tuan"


Varya memberikan hormatnya sambil menundukkan kepala.


Ketika Varya menatap keatas kembali, ternyata Tuannya sudah menghilang.


"Kemana perginya dia, ah sudahlah"


Varya lalu duduk di goa tersebut sambil melakukan meditasi.


Aran yang telah memasuki alam giok langsung menuju ke tempat Kumbang dan Putih berada. Kedua pengikutnya ini tengah melakukan meditasi.


Karena Aran tidak ingin mengganggu mereka, ia lalu berjalan ke pohon anggur ruby untuk memetik beberapa buah sebagai persediannya. Tanpa disangka ketika Aran berada didepan pohon, burung didalam pelukan Aran bersuara keras.


Kwakk


Kwakk


"Kenapa kamu, apa kamu mau anggur ini"


Seolah mengerti dengan perkataan Aran, burung itu menganggukkan kepalanya.


Burung itu meninginkan anggur dihadapannya karena ia merasakan pancaran energi murni dari anggur tersebut.


"Hahaha,  burung pintar"


Aran lalu memetik anggur itu dan memberikannya ke burung yang berada dipelukannya. Burung itu langsung memakannya dengan lahap.


Kwakk


Dalam sekejap anggur itu telah habis dan sepertinya burung itu menginginkan lebih.


Aran lalu mengambil beberapa anggur untuk diberikan ke burung tersebut.


Burung itu begitu senang melihat anggur-anggur dihadapannya.


"Oh iya, kamu belum aku kasih nama"


Aran lalu memikirkan nama yang cocok untuk burung dihadapannya ini.


"Namaku adalah Aran Abisaka. Karena kamu sekarang sudah seperti keluargaku, maka aku menamaimu dari namaku yaitu Saka"


"Saka"


Burung itu langsung melihat wajah Aran dan menatap Aran dengan menggerakkan kepalanya.


"Namamu Saka"


Kwaak


Kwakk


Seperti mengerti, burung itu menganggukkan kepalanya dan kembali memakan anggur ruby yang berada ditelapak tangan Aran.


Aran lalu berjalan kembali, kali ini ia menuju danau merah miliknya.


Didepan Danau, Aran melihat ikan didalam danau sudah sangat banyak. Kali ini ukuran danau juga semakin besar. Aran tau bahwa Raja Naga benar-benar merawat alam ini dengan baik.


Kali ini Saka langsung melompat dari tangan Aran dan berdiri dipinggiran danau. Saka terus memperhatikan ikan-ikan yang bergerak didalam danau.


Kwakk


Kwaakk


Kwakk


Saka menganggukkan kepalanya.


"Makanlah sepuas yang kamu mau"


Burung yang baru lahir itu nampak bergerak dengan sangat lincah, dari pinggir danau dengan paruhnya ia mematuk ikan yang berada didekatnya.


Ikan ekor merah adalah ikan dari dunia jin yang sangat langka. Jika saja dunia luar tau bahwa Aran memiliki ratusan ekor ikan, mereka semua pasti akan memburu Aran.


Hanya dengan melihat ikan tersebut, kita dapat merasakan pancaran energi yang hangat dan membuat tubuh ingin segera mengambil serta memakannya.


Aran duduk didekat Saka dan terus memperhatikannya. Aran jadi memikirkan dirinya sendiri yang hanya hidup berdua dengan masternya. Ia tidak mengetahui siapa orang tuanya, hanya cincin naga biru saja yang menjadi identitasnya.


Tapi sekarang cincin itu sudah berubah menjadi alam giok dan Raja Naga Biru yang sebelumnya ada, sekarang telah tertidur karena menyelamatkan hidupnya.


"Aku akan menjelajahi dunia ini dan suatu saat nanti aku pasti akan mengetahui asal usulku"


Aran lalu berjalan mendekati Saka, ia melihat Saka sudah makan terlalu banyak. Hal ini tidak baik untuk burung yang masih kecil.


Aran lalu menggendong Saka dan memeluknya. Mendapatkan pelukan hangat dari Aran, Saka lalu sedikit bergerak-gerak dan akhirnya tidak lama kemudian menutup matanya.


Kemudian Aran berjalan jauh mencari lahan yang kosong.


"Raja Naga, saya akan mengubur jasad induk burung ini disini. Karena jika dikubur diluar, saya takut banyak makhluk yang tidak bertanggung jawab akan membongkar dan mengambil jasad ini"


"Baik Aran, tindakanmu sangatlah mulia. Aku akan membantumu"


Aran lalu mengeluarkan induk burung dari kantong dimensi yang didapatnya dari Varya.


Jasad induk burung itu sangatlah besar. Dengan dibantu Raja Naga yang berwujud manusia bayangan Aran menggali tanah di alam giok ini.


Aran lalu meletakkan Saka diatas sebuah dipan kecil beralaskan kulit harimau yang berada didekatnya.


Aran kembali tersenyum melihat bahwa Saka tertidur sangat lelap.


Setelah meletakkan Saka, Aran bersama Raja Naga mulai menguburkan jasad induk Burung Garuda.


"Semua yang dikubur dan disimpan dialam ini fisiknya akan terus awet tidak akan rusak"


"Terima kasih Raja Naga"


Aran kemudian memberikan sedikit hiasan serta ornamen di sekitar pemakaman induk burung.  Aran lalu membuatkan sebuah rumah untuk menutupi tempat pemakaman tersebut.


Sekarang tempat itu menjadi terlihat indah. Tidak lama setelah Aran menyelesaikan segala proses pemakaman, kelaurlah cahaya terang dari atas pemakaman tersebut. Cahaya itu membentuk menjadi dua burung yang sangat besar.


Raja Naga bersama Aran menatap ke arah cahaya terang tersebut.


Tidak lama terdengar suara dari kedua cahaya.


"Anak muda, terima kasih telah memperlakukan kami dengan hormat. Bahkan kamu juga bersedia menjaga dan merawat anak kami"


"Ini adalah sisa kesadaran kami, sekarang kami dapat pergi dengan tenang"


"Itu anak kita"


Salah satu burung yang ternyata ibu dari Saka menatap ke arah Saka yang sedang tertidur.


"Anakku"


Kedua burung langsung turun dan mencoba memeluk Saka. Mereka lalu menitihkan air mata mereka. Kedua burung itu sangat bahagia bisa melihat anaknya yang terlahir dengan keadaan sehat.


Aran dan Raja Naga tidak ingin mengganggu mereka. Jadi Aran dan Raja Naga menunggu dengan diam didekat mereka. Tidak terasa ada tetesan air mata di pipi Aran dan Raja Naga melihat keharmonisan pertemuan keluarga dihadapan mereka.


Setelah dirasa waktunya sudah cukup, kedua bayangan burung itu lalu kembali menghadap ke arah Aran. Tapi mata mereka terpaku ke arah sosok disebelah Aran.


"Raja Naga Iblis. Tidak aku sangka akan bertemu denganmu disini, ini suatu kehormatan. Dahulu kala, aku sering mengikuti ayahku untuk berkunjung ketempatmu. Tapi maaf sepertinya kita tidak bisa mengobrol lebih lama. "


"Hahaha, kamu pasti keturunan dari kawan lamaku. Tidak aku sangka juga akan bertemu denganmu disini. Percayalah kepada kami, bahwa kami akan merawat keturunanmu dengan sangat baik"


Raja Naga begitu senang bisa melihat kembali salah satu anak dari sahabatnya.


"Dengan adanya Raja Naga, kami akan merasa lebih tenang"


Aran tidak menyangka bahwa Raja Naga dan induk burung ini ternyata sudah mengenal satu sama lain.


"Sebagai rasa terima kasihku, kami akan memberikan sedikit kemampuan kami yang masih tersisa. Bersiaplah"


Kedua bayangan burung itu lalu mengeluarkan cahaya terang yang langsung memasuki kening Aran. Cahaya itu menyala dengan terang dan menutupi tubuh Aran. Karena merasakan energi hangat memasuki tubuhnya, Aran menutup matanya dan mencoba beradatasi dengan energi baru ini.


Tidak lama cahaya itu menghilang dan Aran membuka matanya.


"Aku merasakan kekuatan yang sangat hebat ditubuhku"


Aran merasakan tubuhnya begitu segar dan sehaT, ia juga merasa mendapatkan berbagai macam ilmu kanuragan yang hebat. Ada dua ilmu yang ingin segera Aran coba.


"Pelindung Garuda, buka!"


Bang!


Bang!


Seketika tubuh Aran ditutupi oleh armor Garuda. Armor pelindung tubuh itu berwarna merah bercampur emas dengan lambang burung Garuda dibagian dada.


"Sayap Garuda, buka!"


Wussshh


Dari punggung Aran keluar sayap yang sangat besar, Aran bisa merasakan sayap itu terhubung dengan pikirannya.


Penampilan terbarunya membuat dirinya terlihat sangat menawan. Aran hanya tersenyum menatap perubahan dalam dirinya. Ia lalu mencoba mengepakkan kedua sayapnya yang menyebabkan tubuhnya langsung mengambang perlahan-lahan.


"Hahaha, aku bisa terbangg"


 


~Note~


Hello pembaca setia Novel Pendekar Nusantara.


Jika kalian semua menyukai novel ini, mohon bantu penulis dengan cara dibawah ini ya.


Jangan lupa like dan koment.


Vote jika memungkinkan.


Follow Author.


Terakhir, mohon bantu share.


Mohon maaf banyak typo, jika ada waktu akan saya perbaiki.


Terima kasih ^^


Instagram :


@yukishinamt